Anda di halaman 1dari 8

Apa yang disebut jembatan,jelaskan

Jembatan dapat didefinisikan sebagai suatu konstruksi atau struktur


bangunan yang menghubungkan rute atau lintasan transportasi yang terpisah baik
oleh sungai, rawa, danau, saluran, jalan raya, jalan kereta api, dan
perlintasan lainnya. Jembatan yang merupakan bagian dari
jalan, sangat diperlukan dalam sistem jaringan transportasi darat yang akan
menunjang pembangunan pada suatu daerah. Perencanaan pembangunan
jembatan harus diperhatikan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga
pembangunan jembatan dapat memenuhi keamanan dan kenyamanan bagi para
pengguna jembatan
Keamanan jembatan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam
perancangan jembatan. Beban primer, beban sekunder, dan beban khusus harus
diperhitungkan dalam perancangan jembatan agar memiliki ketahanan dalam
menopang beban – beban tersebut. Keselamatan dan keamanan pengguna
jembatan menjadi hal penting yang harus diutamakan.
Konstruksi suatu jembatan terdiri dari bangunan atas,
bangunan bawah dan pondasi. Sesuai dengan istilahnya bangunan atas berada
pada bagian atas suatu jembatan yang berfungsi untuk menampung semua beban
yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan atau orang yang kemudian disalurkan
ke bagian bawah. Sedang bangunan bawah terletak di bawah bangunan atas yang
berfungsi untuk menerima atau memikul beban-beban yang diberikan bangunan
atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi. Pondasi berfungsi menerima bebanbeban
dari bangunan bawah lalu disalurkan ke tanah. Jenis pondasi tergantung
dari kondisi tanah dasarnya, dapat menggunakan tiang pancang, tiang bor, atau
sumuran.

Truss / Rangka

Kepala Girder Tumpuan Tumpuan


Jembata
n Pilar
(Pier
)
Muka Air Banjir

Pondasi
sebutkan jenis jenis jembatan dan uraikan

Berikut ini beberapa jenis jembatan berdasarkan :

1. Fungsi
2. Material
3. Struktur
4. Bentang

1. Berdasarkan Fungsinya

- Jembatan jalan raya (highway bridge)

Jembatan yang direncanakan untuk memikul beban lalu lintas kendaraan baik kendaraan berat maupun ringan. Jembatan jalan raya ini
menghubungkan antara jalan satu ke jalan lainnya.

- Jembatan jalan kereta api (railway bridge)

Jembatan yang dirancang khusus untuk dapat dilintasi kereta api. Perencanaan jembatan ini dari jalan rel kereta api, ruang bebas
jembatan, hingga beban yang diterima oleh jembatan disesuaikan dengan kereta api yang melewati jembatan tersebut.

- Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan (pedestrian bridge).

Jembatan yang digunakan untuk penyeberangan jalan. Fungsi dari jembatan ini yaitu untuk memberikan ketertiban pada jalan yang
dilewati jembatan penyeberangan tersebut dan memberikan keamanan serta mengurangi faktor kecelakaan bagi penyeberang jalan.

- Jembatan darurat

Jembatan darurat adalah jembatan yang direncanakan dan dibuat untuk kepentingan darurat dan biasanya dibuat hanya sementara.
Umumnya jembatan darurat dibuat pada saat pembuatan jembatan baru dimana jembatan lama harus dilakukan pembongkaran, dan
jembatan darurat dapat dibongkar setelah jembatan baru dapat berfungsi.

2. Berdasarkan Materialnya

- Jembatan Kayu (log bridge),

Pada zaman dahulu, sebelum ditemukannya material pembentuk beton dan baja, orang-orang menggunakan kayu sebagai alternatif
pilihan dalam pembuatan prasarana seperti tempat tinggal dan jembatan. Kayu merupakan produk yang ketersediannya dihasilkan oleh
alam/hutan, sehingga relatif lebih mudah diperoleh. Kayu merupakan bahan yang cukup kuat dan kaku untuk dijadikan sebagai bahan
bangunan, dan kayu juga relatif mudah dibentuk dan dipotong-potong sesuai keingginan. Namun dengan semakin majunya teknologi dan
pengetahuan tentang material, orang-orang beralih menggunakan beton maupun baja dalam pembuatan infrastruktur (dalam hal ini saya
khususkan untuk jembatan), sehingga untuk saat ini sudah sulit kita melihat jembatan yang terbuat dari kayu, walaupun ada, pastilah
bentangnya tidak terlalu panjang dikarenakan sifat mekanis kayu yang tidak memadai untuk itu.

Beberapa keunggulan dan kelemahan material kayu yang dapat digunakan sebagai pembentuk jembatan :
1. keunggulan
- Untuk membuat jembatan dengan bentang yang pendek, kayu lebih mudah dibentuk, karena dapat dipotong-potong,
sehingga pengerjaanya lebih mudah dibangdingkan dengan pembuatan jembatan dari bahan beton atau baja.
- Untuk beberapa jenis kayu tertentu, harga yang diperlukan untuk memperoleh kayu untuk membuat jembatan (dengan
bentang yang pendek) lebih murah daripada menggunakan bahan beton,baja.
- Lebih ramah lingkungan.
2. Kelemahan
- Karena berasal dari alam kita tak dapat mengontrol kualitas bahan kayu. Sering kita jumpai cacat produk kayu gergajian
baik yang disebabkan proses tumbuh maupun kesalahan akibat olah dari produk kayu.
- Dibanding dengan bahan beton dan baja, kayu memiliki kekurangan terkait dengan ketahanan-keawetan(umur penggunan).
Kayu dapat membusuk karena jamur dan kandungan air yang berlebihan, lapuk karena serangan hama dan lebih mudah
terbakar jika tersulut api.
- Tidak semua daerah mudah dalam memperoleh kayu dengan kualitas yang diingankan.

- Jembatan Beton (concrete bridge),

Sekarang ini telah banyak dikembangkan berbagai macam jenis beton yang dapat digunakan untuk berbagai macam situasi dilapangan
sehingga memudahkan dalam pengerjaan proyek, contohnya jembatan. Beberapa sifat yang dimiliki beton sehingga dapat dibandingkan
dengan baja maupun kayu sebagai material pembentuk bangunan jembatan adalah sebagai berikut.
1. Keamanan :
Material beton merupakan material yang aman jika dikaitkan dengan bahaya benturan/ impak, api dan angin. Hal ini berkaian dengan
karakternya yang berat dan kaku, tanpa diperlukan suatu perlakukan khusus, beton bahkan mempunyai ketahanan terhadap temperatur yang
sangat tinggi tanpa kehilangan kemampuan integritas strukturnya . Selain itu, bangunan beton bertulang memiliki ketahanan yang cukup tinggi
terhadap bahaya angin, sebuah gedung yang dibangun dengan beton bertulang yang dicor ditempat (cast in place) mampu menahan angin
dengan kecepatan 200 mil /jam.
Dengan design yang baik, beton juga dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk keperluan ketahanan terhadap beban gempa
misalnya untuk memenuhi faktor kekakuan dan daktilitas. Maka dapat dikatakan bahwa berkaitan dengan bahaya gempa, faktor design lebih
menentukan daripada faktor materialnya, disinilah peran seorang structural engineer dalam merekayasa perilaku struktur terhadap beban.

2. Harga
Menurut Ed Alsamsam, (PCA’s manager of buildings and special structures) Secara umum, harga material beton di dunia adalah relatif
stabil, dimana fluktuasi harga material penyusun beton tidak terlalu besar, bahkan fluktuasi harga baja tulangan untuk beton pun tidak terlalu
berpengaruh pada harga beton bertulang secara signifikan. Terutama untuk skala proyek yang besar dan dalam jangka waktu panjang, prediksi
rugi laba suatu kontrak proyek lebih mudah diprediksi.

3. Waktu pelaksaan :
Khusus untuk beton yang dicor ditempat (cast in place), waktu pelaksanaan konstruksi relatif lebih panjang, mulai dari pembuatan
peracah dan acuan beton/bekisting, pemberian tulangan, pengecoran dan perawatan beton memerlukan waktu yang cukup panjang sampai
umur beton yang cukup tercapai untuk dapat dilakukan pembongkaran perancah/steger. Beberapa bahan aditif bisa ditambahkan untuk
mempercepat proses pengeringan beton.
Tetapi dewasa ini, permasalahan ini ditanggulagi dengan adanya metode beton precast, dimana pengecoran beton bisa dilakukan ditempat
lain secara simultan dengan persiapan pada lokasi akhirnya sehingga waktu dari keseluruhan proses konstruksi bisa dikurangi, pada saatnya
beton yang sudah dicetak tersebut ditransportasikan ke lokasi akhirnya.
4. Fleksibilitas Design:
Mengingat sifat beton yang mudah dibentuk, berbagai tampilan sesuai selera dan seni dapat dipenuhi. Berbagai bentuk struktur bangunan
beton bisa mengakomodasi keinginan para arsitek, sehingga banyak dijumpai sruktur gedung atau bangunan lain dengan nilai estetis yang
sangat tinggi.
Dengan design yang baik, kebutuhan pemanfaatan space yang terbatas juga dapat diakomodasi dengan penggunaan struktur beton,
contohnya perencanan oleh structural engineer yang inovatif, bisa mengurangi dan mengoptimalkan dimensi elemen struktur seperti balok,
kolom maupun pelat. Struktur dengan bentang-bentang panjang masih bisa dibuat dengan material beton tanpa harus mengambil banyak ruang
untuk elemen struktur tersebut ,

- Jembatan Baja (steel bridge),


Walaupun baja sudah umum digunakan dalam konstruksi jembatan tapi kemajuan terakhir di teknologi material, baja telah memberikan
dampak yang besar terhadap perkembangan perencanaan jembatan. Keuntungan struktur dari material baja dalam pembangunan jembatan
adalah sebagai berikut dari pada beton atau kayu:

1. Rendahnya biaya pemasangan, jadwal konstruksi yang lebih cepat, dan keselamatan kerja sewaktu pemasangan adalah beberapa
keuntungan dalam konstruksi jembatan saat ini.
2. Selain kapasitas baja untuk menahan beban berat selama masa layan, perencanaan juga harusmemasukkan faktor arsitektur.
Berdasarkan pertimbangan itu, jembatan baja menawarkan beberapa keuntungan dari pada beton. Ada beberapa pertimbangan
mengapa jembatan baja mempunyai nilai ekonomis daripada jembatan beton, yaitu:
- Besi baja mempunyai kuat tarik dan kuat tekan yang tinggi sehingga dengan material yang sedikit bisa memenuhi
kebutuhan struktur.
- Keuntungan lain bisa menghemat tenaga kerja karena besi baja diproduksi di pabrik dilapangan hanya ereksi
pemasangannya saja.
- Setelah selesai masa layan, besi baja bisa dibongkar dengan mudah dan dipindahkan ke tempat lain, setelah masa layan,
jembatan baja bisa dengan mudah diperbaiki dari karat.dll yang menyebabkan penurunan kekuatan strukturnya.
- Pemasangan jembatan baja di lapangan lebih cepat dibandingkan dengan jembatan beton.dan memerlukan suatu ruang
yang relatif kecil di lokasi konstruksi. Ini adalah salah satu keuntungan dari jembatan baja ketika lokasi itu berhubungan
dengan lokasi proyek padat dan sempit.
3. keuntungan baja dalam masalah keamanan strukturnya adalah baja mempunyai kekuatan struktur yang pasti bila dibandigkan
dengan beton yang kekuatan strukturnya berubah berdasarkan campuran semen dan airnya.
- Karena diproduksi di pabrik, besi baja mempunyai kualitas yang seragam dan ketelitian ukuran yang tinggi daripada
beton.
- Beban angin juga menjadi lebih kecil dalam jembatan yang memakai material baja. Ini dikarenakanmaterial struktur
dengan memakai baja lebih kecil daripada jembatan dari beton.
- Besi juga sangat keras, sehingga walaupun sudah mencapai titik leleh karena beban jembatan, baja masih bisa kembali
ke bentuk asalnya, berbeda dengan beton yang sangat rapuh, sekali dia meregang akan retak. Bila beton meregang
dalam waktu lama, beton cenderung untuk menyusut dan deformasinya akan menghasilkan retak. Baja juga tidak
bermasalah seperti beton yang punya kecenderungan untuk retak sewaktu masa pengecoran karena efek pengeringan.
Dalam hal ini jembatan baja lebih bagus dari beton dari sisi penampilan . Dalam hal gempa baja juga menunjukkan
daya tahannya daripada beton.

Selain keunggulan di atas, baja juga mempunyai kelemahan dibandingkan beton atau kayu yaitu :
- Bisa berkarat
- Lebih berisik jika dilewati beban seperti kereta api.
Karena itu ada penelitian dan pengembangan untuk masalah ini yaitu mengembangkan baja mutu tinggi tahan korosi yang sangat berguna
jika jembatan berada di daerah laut yang kadar garamnya tinggi. Untuk mengatasi kebisingan, maka dikembangkan beton komposit dengan
baja di atas permukaannya, sehingga bisa menurunkan tingkat kebisingan.

- Jembatan Komposit (compossite bridge).

Jembatan komposit adalah jembatan yang mengkombinasikan dua material atau lebih dengan sifat bahan yang berbeda dan
membentuk satu kesatuan sehingga menghasilkan sifat gabungan yang lebih baik. Jembatan komposit yang umum digunakan adalah kombinasi
antara bahan konstruksi baja dengan beton bertuang, yaitu dengan mengkombinasikan baja sebagai deck (gelagar) dan beton bertulang sebagai
plat lantai jembatan. Gelagar komposit baru berfungsi sebagai komposit apabila beton yang berada di atas gelagar tersebut mengeras dan
bekerja sama dengan gelagar menjadi satu kesatuan dalam suatu struktur.

Ada dua jenis tipe jembatan komposit yang umum digunakan sebagai desain, yaitu tipe multi girder bridge dan ladder deck
3. Berdasarkan Strukturnya

- Jembatan gelagar (girder bridge),

Sebuah jembatangelagar pelat jembatan didukung oleh dua atau lebih balok utama plat. Balok utama plat biasanya I-balok dibuat dari
pelat baja struktur terpisah (bukandigulung sebagai penampang tunggal), yang dilas atau terpaku bersama untuk membentuk web vertikaldan
horizontal flens adaribalok. Jembat an gelagar p elat yang cocok untuk bentang pen dek menengah dan dapat mendukung rel
kereta api, jalan raya atau lalu lintas lainnya. Balok utama plat biasanya prefabrikasi, dan bataspanjang sering ditentukan oleh mode
transportasi yang digunakan.
- Jembatan rangka (truss bridge),

Jembatan Rangka terdiri dari dua rangka bidang utama yang diikat bersama dengan balok-balok melintang dan pengaku lateral.
Rangka batang pada umumnya dipakai sebagai struktur pengaku untuk jembatan gantung konvensional, karena memiliki kemampuan untuk
dilalui angin (aerodinamis) yang baik. Beratnya yang relative ringan merupakan keuntungan dalam pembangunannya, dimana jembatan bisa
dirakit bagian demi bagian. Jembatan ini juga ekonomis untuk dibangun karena penggunaan bahan atau material yang efisien. Semua rangka
batang dapat menahanbeban-beban yang bekerja dalam bidang rangkanya. Akan terjadi gaya tarik maupun tekanditiap-tiap batang jika
terdapat beban.

- jembatan pelengkung (arch bridge),

Jembatan lengkung memiliki abutment pada setiap ujungnya. Beban jembatan didorong ke abutment pada kedua sisi. Jembatan
lengkung tertua di dunia dibuangun oleh orang Yunanu, termasuk Jembatan Arkadiko.

Dengan rentang sejauh 220 meter, Jembatan Solkan diatas Sungai Soča di Solkan, Slovenia, adalah jembatan batu kedua terbesar di
dunia dan jembatan batu trek kereta terpanjang. Selesai dibangun pada tahun 1905. Lengkungannya yang terdiri dari 5,000 ton blok batu
diselesaikan hanya dalam 18 hari, merupakan lengkungan baru kedua terbesar di dunia, dikalahkan hanya oleh Friedensbrücke
(Syratalviadukt) di Plauen, dan lengkungan batu trek kereta terbesar. Lengkungan Friedensbrücke, yang dibangun pada tahun yang sama,
merentang sepanjang 90m dan melewati lembah Sungai Syrabach. Perbedaan keduanya adalah Jembatan Solkan dibuat dari blok batu,
sedangkan Friedensbrücke dibuat dari batu yang dihancurkan dicampur dengan semen mortar.

Jembatan lengkung terbesar saat ini adalah Jembatan Chaotianmen diatas Sungai Yangtze dengan panjang 1,741m dan rentangan
sejauh 552 m. Jembatan ini dibuka pada tanggal 20 April 2009 di Chongqing, China.

- Jembatan gantung (suspension bridge),

Jembatan gantung adalah satu lagi jenis jembatan yang pertama, dan masih lagi dibuat menggunakan bahan asli, seperti tali jerami di
setengah daerah di Amerika Selatan. Sudah semestinya jembatan ini diperbarui secara berkala kerana bahan ini tidak tahan lama, dan di sana,
bahan-bahan ini dibuat oleh keluarga-keluarga sebagai sumbangan masyarakat. Sejenis variasi yang lebih kekal, sesuai untuk pejalan kaki dan
kadang kala penunggang kuda boleh dibuat daripada tali biasa. Puak Inca di Peru juga pernah menggunakan jembatan ini pada abad ke-16
untuk jarak sejauh 60 meter. Bagi jembatan ini, laluan jalan akan mengikut lengkungan menurun dan menaik kabel yang membawa beban.
Tali tambahan juga diletakkan pada paras yang lebih tinggi sebagai tempat berpegang. Untuk berjalan di jembatan seperti ini, dengan cara
berjalan seperti meluncur, karena cara berjalan yang biasa akan menghasilkan gelombang bergerak yang akan menyebabkan jembatan dan
pejalan kaki bergoyang atas-ke-bawah atau kiri-ke-kanan.

Jembatan gantung modern yang mampu membawa kendaraan menggunakan dua menara menggantikan pokok. Kabel yang merentangi
jembatan ini perlu ditambat dengan kuat di kedua belah ujung jembatan, karena sebagian besar beban di atas jembatan akan dipikul oleh
tegangan di dalam kabel utama ini. Sebagai jalannya dihubungkan ke kabel utama dengan menggunakan jaringan kabel-kabel lain yang
digantung menegak. Jembatan seperti ini hanya cocok digunakan untuk jarak yang jauh, atau tidak memungkinkan didirikan tiang penahan
karena arus deras dan berbahaya. Jembatan seperti ini juga selalu menjadi suatu pemandangan yang bagus. jembatan ini tidak sesuai untuk
digunakan oleh kereta api karena akan melentur disebabkan oleh beban kereta.
- Jembatan kabel (cable stayed bridge),

Jembatan kabel-penahan adalah agak baru.ekaan jambatan ini menggunakan beberapa kabel yang berasingan yang menghubungkan
jalan dengan menara. Kabel2 pepenjuru ini diikat dengan tegang dan lurus (tidak melentur kecuali disebabkan oleh berat sendiri) ke beberapa
tempat yang berlainan di sepanjang jalan. Kabel2 itu boleh diikat di tengah-tengah jalan (satu jaringan) atau di tepi jalan (dua jaringan).
Biasanya dua menara digunakan, dan kabel-kabel disusun dalam bentuk kipas.

Kelebihan jembatan ini dibanding jembatan gantung adalah tambatan yang kukuh di ujung jembatan untuk menahan tarikan kabel
tidak diperlukan. Ini disebabkan oleh geladak jambatan itu senantiasa berada di dalam keadaan tekanan. Ini menjadikan jambatan ini sebagai
jambatan pilihan di tempat2 yang keadaan tanahnya kurang baik, asalkan menara-menaranya boleh dipasak dengan baik.
- Jembatan penyangga (cantilever bridge).

Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan apabila keadaan tidak praktikal untuk menahan beban
jembatan dari bawah semasa pembuatan. Disebabkan ia agak keras/tidak mudah bergoyang, ia sesuai digunakan untuk membawa landasan
kereta api. Walaupun dari segi seni bina penyangga selalunya mempunyai cuma satu bagian, untuk jembatan biasanya dua bahagian (sepasang)
yang serupa dibuat.

Satu kelebihan jambatan ini ialah ia boleh dibina dengan cuma bekerja menggunakan caisson sementara – ini dilakukan dengan membuat
kedua-dua bagian sekaligus untuk memastikan keseimbangan jembatan itu. Kebanyakan jembatan penyangga menggunakan sepasang struktur
yang serupa, setiap satu dengan satu menara dan dua penyangga yang terjulur keluar. Kemudian, apabila siap, jembatan itu biasanya akan
ditambat di ujungnya, untuk mengelakkan penyangga tadi terjungkit, dan menghasilkan celah yang lebar di antara kedua-dua penyangga tadi.
Setelah itu, satu jalan yang telah siap dibina awal-awal diangkat dan diletakkan di tengah-tengah jambatan itu menggunakan kabel untuk
meyambung kedua-dua bagian. Jika tidak, bagian tengah jalan itu bisa dibuat ketika itu juga daripada bagian-bagiannya.

Prinsip penyangga ini biasa digunakan dalam pembuatan jembatan gerbang tertekan. Dalam kebanyakan pembuatan jembatan jarak jauh
moden, menara dan kabel sementara digunakan untuk menahan bagian-bagian gerbang yang dibuat secara bertingkat. Cara ini agak sama
dengan cara pembuatan jembatan kabel-penahan. Penggunaan menara sementara ini mengurangi jumlah bahan yang diperlukan dan
memudahkan perancangan.

4. Berdasarkan Bentangnya

- Jembatan bentang pendek: bentangnya sampai 15 m

- Jembatan bentang sedang: bentangnya antara 15 m - 50 m

- Jembatan bentang panjang: bentangnya antara 50m -150 m

- Jembatan bentang sangat panjang: bentangnya lebih dari 150 m


Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan

a. strengtht

jembatan harus kuat memikul beban yang melintas dan kekuatan ini adalah hal yang sangat utama dalam merencanakan jembatan karena
jika jembatan kekuatan tidak sesuai maka akan terjadi banyak gangguan pada lalu lintas

b. servicibility

kelayanan mencangkup keamanan dan kenyamanan. Sebagai penguna jembatan contoh pejalan kaki harus merasa aman karena terdapat
railing ditrotoar serta nyaman karena adanya trotoar yang sesuai

c. workability

jembatan yang akan dibuat harus mudah dilaksanakan karena jika tidak mudah maka akan merumitkan pekerja

d. durability

jembatan yang dibuat harus sesuai dengan umur rencana yang direncanakan

e. ekonomis

jembatan yang dibuat juga sebisa mungkin harus ekonomis serta efisien sehingga dapat menekan budget yang dikeluarkan, dan dengan
harga yang ekonomis juga dharap memberikan jembatan yang baik

f. aestetic

keindahan jembatan juga harus diperhatikan karena akan membuat masyarakat merasa nyaman melintasinya
proses perencanaan pelaksanaan dan penggunaan terhadap 6 syarat

- Perencanaan
Dalam merencanakan suatu jembatan hal yang paling penting adalah merencanakan kekuatan jembatan. Karena jembatan harus
kuat memikul beban yang melewatinya, kita juga harus merencanakan adanya contoh trotoar agar terciptanya kenyamanan dan
keamnan pagi pengguna jembatan
- Pelaksanaan
Pada pelaksanaanya tentunya jembatan harus workability karena jika tidak akan terjadi kerumitan dalam membangun jembatan,
jembatan juga harus ekonomis namun spesifikasi tepat dan benar.
- Penggunaan
Pada penggunaan masyarakat harus merasa nyaman dengan adanya misal rambu/lampu di jembatan, sekeliling jembatan pun
harus dibuat asri supaya pengguna lebih nyaman melintas.masa jembatan pun harus sesuai dengan umur rencana

apa perbedaan jembatan dengan bangunan gedung !

- bila terjadi kerusakan maka akan menghambat banyak orang, karena jembatan menghubungkan dua jalan sehingga akan menimbulkan
terganggu nya aktifitas masyarakat namun jika gedung mengalami kerusakan yang terhambat hanya orang yang menggunakan gedung
tersebut

- lokasi gedung hanya disatu titik sehingga jika dilakukan pembangunan maka hanya mengganggu masyarakat disekitar gedung, sedangkan
bila jembatan tidak hanya di satu titik

- beban pada jembatan lebih besar dikarenakan pertumbuhan lalu lintas, dan juga banyak truk besar yang melintas sedangkan gedung hanya
memikul beban dari orang dan benda didalam nya

- bangunan jembatan adalah bangunan terbuka yang terkena paparan langsung sinar matahari serta hujan sehingga penggunaan bahan nya
berbeda dengan gedung yang sebagian besar isi nya terlindungi dari cuaca