Anda di halaman 1dari 31

UNIVERSITAS JEMBER

APLIKASI EVIDANCE BASED NURSING (EBN)


INTERVENSI TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP
PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
DI RUANG MELATI RSUD dr. HARYOTO LUMAJANG

SEMINAR KASUS

disusun guna memenuhi tugas Program Studi Pendidikan Profesi Ners


Stase Medikal

Oleh:
Kelompok 7
Lisfa Dayani, S.Kep. NIM 182311101005
Depi Lestari, S.Kep. NIM 182311101061
Rize Kumala Putri Pratiwi, S.Kep. NIM 182311101039
Vidya Fajrin Ningtyad, S.Kep. NIM 182311101023

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
FEBRUARI, 2019

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL...................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB 1. PENDAHULUAN..............................................................................1
1.1 Latar belakang..........................................................................................1
1.2 Tujuan .......................................................................................................2
1.2.1 Tujuan Umum.................................................................................2
1.2.2 Tujuan Khusus................................................................................2
1.3 Manfaat .....................................................................................................3
1.3.1 Manfat Bagi Basien........................................................................3
1.3.2 Manfaat Bagi Pelayanan Keperawatan..........................................3
1.3.3 Manfaat Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan...........................3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................4
2.1 Tekanan Darah..........................................................................................4
2.1.1 Definisi Tekanan.............................................................................4
2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah..................................4
2.1.3 Cara Pengukuran Tekanan Darah...................................................5
2.2 Slow Stroke Back Massage........................................................................7
2.2.1 Definisi Slow Stroke Back Massage...............................................7
2.2.2 Manfaat Slow Stroke Back Massage...............................................7
2.2.3 Cara kerja Slow Stroke Back Massage...........................................8
2.2.4 SOP Slow Stroke Back Massage.....................................................
BAB 3. METODOLOGI PENCARIAN JURNAL......................................17
3.1 PICO..........................................................................................................17
3.1.1 Problem..........................................................................................17
3.1.2 Intervension....................................................................................17
3.1.3 Comparassion Intervension............................................................17
3.1.4 Outcome.........................................................................................17
3.2 Pertanyaan Klinis.....................................................................................17

iii
3.3 Metode Penelusuran Jurnal.....................................................................18
3.4 Jurnal Database yang digunakan............................................................18
3.5 Temuan Artike Pilihan.............................................................................19
3.6 Critical Apprasial......................................................................................22
BAB 4. PROSEDUR APLIKASI EBN .........................................................24
4.1 Responden Penelitian...............................................................................24
4.2 Pelaksaan...................................................................................................24
BAB 5. EVALUASI HASIL EVIDANCE BASED NURSING.....................25
BAB 6. PENUTUP..........................................................................................34
6.1 Kesimpulan................................................................................................34
6.2 Saran..........................................................................................................34
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................35

iv
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian dan
kecacatan pada lanjut usia di dunia. Data dari World Health Organitation (WHO)
menyebutkan bahwa terjadi satu kematian akibat penyakit kardiovaskular setiap
dua detik, serangan jantung setiap lima detik dan akibat stroke setiap enam detik.
Setiap tahunnya diperkirakan 17 juta orang meninggal akibat penyakit
kardiovaskular (WHO, 2013).
Dari beberapa jenis penyakit kardiovaskuler, hipertensi adalah salah satu
penyakit kardiovaskuler yang paling umum terjadi di dunia. Hipertensi terjadi
karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah demi
terpenuhinya kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh yang jika dibiarkan maka
akan mengganggu fungsi organ lain seperti jantung dan ginjal. Hipertensi
adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan konsisten di
atas 140/90 mmHg (Baradero, Dayrit & Siswadi, 2008).
Prevalensi hipertensi menurut American Heart Association (AHA)
menunjukkan bahwa penduduk Amerika yang berusia di atas 20 tahun menderita
hipertensi sebanyak 74,5 juta jiwa (Kemenkes RI, 2014). Penduduk Indoneisa
sebanyak 25,8% telah mengalami hipertensi (Riskesdas, 2013). Prevalensi
hipertensi di Jawa Timur tahun 2015 pada laki-laki sebanyak 12,73% dan pada
perempuan 17,11% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2015).
Jika masyarakat yang mengalami hipertensi tidak mengetahui penanganan
hipertensi nonfarmakologi, maka beresiko terhadap timbulnya komplikasi akibat
hipertensi yang diderita seperti CVA, gagal jantung dan sebagainya. Untuk
menangani atau mengurangi dampak dari komplikasi yang disebabkan oleh
hipertensi, harus dilakukan penanganan hipertensi sejak dini yang meliputi
farmakologi dan non-farmakologi. Farmakologi adalah pengobatan yang
dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan yang di buat dengan bahan kimia.
Sedangkan non-farmakologi adalah salah satu bentuk pengobatan alternatif untuk
menangani suatu penyakit. Akan tetapi dari bentuk penanganan secara
farmakologi menggunakan zat-zat kimia sebagai bahan pembuatannya, dapat

1
menimbulkan penyakit lain sebagai efek samping pengobatan. Oleh karena hal
tersebut kini lebih banyak masyarakat yang lebih memilih pengobatan secara non-
farmakologi dengan alasan rendahnya kemungkinan efek samping (Depkes RI,
2010).
Salah satu terapi komplementer yang dapat memperbaiki peredaran darah,
merilekskan ketegangan pada otot-otot, mengurangi nyeri dan meningkatkan
relaksasi fisik serta psikologis adalah SSBM (Shocker, 2008). SSBM adalah
tindakan massage pada punggung dengan usapan perlahan selama 3-10 menit
(Potter & Perry, 2005). Peneliti dalam penelitian ini menggunakan
penatalaksanaan nonfarmakologis terapi relaksasi slow stroke back massage untuk
menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, dikarenakan terapi relaksasi
tersebut merupakan cara yang mudah, sederhana dan murah. Teknik ini dapat
dilakukan oleh perawat dan bisa diajarkan ke keluarga pasien. Berdasarkan latar
belakang tersebut, peneliti perlu untuk menganalisa pengaruh slow stoke back
massage terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang
Melati RSUD dr Haryoto Lumajang.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh pemberian Slow-Stroke Back Massage (SSBM)


terhadap penurunan tekanan darah pada pasien Hipertensi di ruang rawat
inap Melati dr. Haryoto Lumajang
1.2.2 Tujuan Khusus
1.2.2.1 Untuk mengetahui pengaruh Slow-Stroke Back Massage (SSBM)
terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi kelompok
perlakuan di ruang rawat inap Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang
1.2.2.2 Untuk mengetahui pengaruh Slow-Stroke Back Massage (SSBM)
terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi kelompok
kontrol di ruang rawat inap Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang
1.3 Manfaat Penerapan EBN

2
1.3.1 Manfat Bagi Basien
Memberikan gambaran baru bagi pasien dalam menurunkan tekanan darah
yang tinggi atau hipertensi sehingga pasien mendapatkan dampak positif
dalam pemulihan kesehatan dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
1.3.2 Manfaat Bagi Pelayanan Keperawatan
Hasil penerapan EBN ini dapat menjadi metode intervensi baru yang dapat
diterapkan pada pelayanan keperawatan sehingga Slow-Stroke Back
Massage (SSBM) dapat dijalankan dengan benar.
1.3.3 Manfaat Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan
Hasil penerapan EBN ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan
keperawatan dan menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan masalah pada
pasien dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

3
2.1 Tekanan Darah
2.1.1 Definisi Tekanan Darah
Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding
arteri. Tekanan darah biasanya ditunjukkan melalui rasio tekanan sistolik terhadap
tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan puncak yang terjadi pada saat
ventrikel berkontraksi (Smeltzer dan Bare, 2001). Tekanan darah sistolik
dihasilkan oleh otot jantung yang memompa darah dari ventrikel menuju ke arteri
yang telah meregang (Pearce, 2010). Tekanan diastolik adalah tekanan terendah
yang terjadi saat jantung relaksasi (istirahat) (Smeltzer dan Bare, 2001).
Menurut Hayens, dkk (2003), tekanan darah timbul ketika bersikulasi
didalam pembuluh darah. Organ jantung dan pembuluh darah sangat berperan
penting dalam menyuplai tekanan untuk memompa darah. Palmer dan Williams
(2007) menyatakan bahwa tekanan darah diukur dalam satuan millimeter raksa
(mmHg).

2.1.2 Klasifikasi Tekanan Darah


Klasifikasi hipertensi menurut American College of Cardiology (ACC)
(2017) adalah:
a. Normal
Tekanan darah sistol <120 mmHg dan diastol <80 mmHg
b. Elevated
Tekanan darah sistol 120-129 mmHg dan diastol <80 mmHg
c. Hipertensi Stage 1
Tekanan darah sistol 130-139 mmHg dan diastol 80-89 mmHg
d. Hipertensi Stage 2
Tekanan darah sistol ≥140 mmHg dan diastol ≥90 mmHg

Klasifikasi hipertensi menurut World Health Organization (WHO) (2011)


adalah :
a. Normal

4
Tekanan darah sistol <120 mmHg dan diastol <80 mmHg
b. Prehipertensi
Tekanan darah sistol 120-139 mmHg dan diastol 80-89 mmHg
c. Hipertensi
Tekanan darah sistol ≥140 mmHg dan diastol ≥90 mmHg

2.1.3 Faktor yang mempengaruhi tekanan darah


Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua menurut Noer
(2002) meliputi :
a. Hipertensi Esensial atau Hipertensi Primer
Yaitu hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dan meliputi 90 % dari
seluruh penderita hipertensi, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain:
1) Genetik
Peran faktor genetik terhadap hipertensi esensial dibuktikan bahwa kejadian
hipertensi lebih banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot dari
pada heterozigot, apabila salah satu diantara menderita hipertensi. Pada 70
% kasus hipertensi esensial didapatkan riwayat hipertensi esensial.
2) Usia
Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Hipertensi
pada yang berusia kurang dari 35 tahun dengan jelas menaikkan insiden
penyakit arteri koroner dan kematian prematur.
3) Obesitas
Adanya penumpukan lemak terutama pada pembuluh darah mengakibatkan
penurunan tahanan perifer sehingga meningkatkan aktivitas saraf simpatik
yang mengakibatkan peningkatan vasokontriksi dan penurunan vasodilatasi
dimana hal tersebut dapat merangsang medula adrenal untuk mensekresi
epinerpin dan norepineprin yang dapat menyebabkan hipertensi.
4) Hiperkolesterol
Lemak pada berbagai proses akan menyebabkan pembentukan plaque pada
pembuluh darah. Pengembangan ini menyebabkan penyempitan dan
pengerasan yang disebut aterosklerosis.

5
5) Asupan Natrium meningkat (keseimbangan natrium)
Kerusakan ekskresi natrium ginjal merupakan perubahan pertama yang
ditemukan pada proses terjadinya HT. Retensi Na + diikuti dengan ekspansi
volume darah dan kemudian peningkatan output jantung. Autoregulasi
perifer meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan berakhir dengan
HT.
6) Rokok
Asap rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran adrenalin yang
merangsang denyutan jantung dan tekanan darah. Selain itu asap rokok
mengandung karbon monoksida yang memiliki kemampuan lebih kuat dari
pada Hb dalam menarik oksigen. Sehingga jaringan kekurangan oksigen
termasuk ke jantung.
7) Alkohol
Penggunaan alkohol atau etanol jangka panjang dapat menyebabkan
peningkatan lipogenesis (terjadi hiperlipidemia) sintesis kolesterol dari
asetil ko enzim A, perubahan seklerosis dan fibrosis dalam arteri kecil.
8) Obat-obatan tertentu atau pil anti hamil
Pil anti hamil mengandung hormon estrogen yang juga bersifat retensi
garam dan air, serta dapat menaikkan kolesterol darah dan gula darah.
9) Stres psikologis
Stres dapat memicu pengeluaran hormon adrenalin dan katekolamin yang
tinggi, yang bersifat memperberat kerjaya arteri koroner sehingga suplay
darah ke otot jantung terganggu. Stres dapat mengaktifkan saraf simpatis
yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten.

2.2 Slow stroke back massage


2.2.1 Pengertian Slow Stroke Back Massage
Massage yaitu tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak,
bisanya

6
otot, tendon atau ligamen, tanpa menyebabkan pergeseran atau perubahan posisi
sendi, menghasilkan relaksasi, dan meningkatkan sirkulasi (Henderson, 2006)
sedangkan. Slow Stroke Back Massage (SSBM) adalah masase dengan gerakan-
gerakan tangan yang mekanis terhadap tubuh manusia dengan mempergunakan
bermacam-macam bentuk pegangan atau teknik (Trisnowiyanto, 2012).
Sedangkan menurut Potter & Perry (2005) SSBM adalah tindakan massage pada
punggung dengan usapan perlahan selama 3-10 menit. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Slow Stroke Back Massage (SSBM) adalah tindakan
pemijakan atau penekanan pada punggung dengan usapan lembut dan perlahan
yang bertujuan untuk menghasilkan relaksasi dan meningkatkan sirkulasi.

2.2.2 Manfaat Slow Stroke Back Massage


Terapi back massage digunakan pada manajemen penyakit tujuannya
untuk mengurangi kecemasan, karena kecemasan dapat meningkatkan rasa sakit.
Masase memberi keuntungan pada organ seperti organ muskuloskeletal dan
kardiovaskuler yang memberi efek positif pada organ, mengingat kewaspadaan
akan obat antihipertensi yang beresiko tinggi mengalami kerugian. Slow stroke
back massage dapat membuat vasodilatasi pembuluh darah dan getah bening dan
meningkatkan respon refleks baroreseptor yang mempengaruhi penurunan
aktivitas sistem saraf simpatis dan meningkatkan aktivitas sistem saraf
parasimpatis. Mekanisme ini menyebabkan terjadinya vasodilatasi sistemik dan
penurunan kontraktilitas otot jantung, selanjutnya mempengaruhi terjadinya
penurunan kecepatan denyut jantung, curah jantung dan volume sekuncup yang
pada akhirnya akan berpengaruh pada tekanan darah (Retno, 2012). Gabungan
vasodilatasi dan penurunan curah jantung akan menyebabkan terjadinya
penurunan tekanan darah. Sebaliknya, pada saat tekanan darah turun, maka
respons reaksi cepat untuk melakukan proses homeostasis tekanan darah supaya
berada pada kisaran normal (Muttaqin, 2009).

2.3.3 Cara Kerja Slow Stroke Back Massage

7
Cara kerja terapi pijat ini dengan menstimulasi saraf-saraf dipermukaan kulit yang
kemudian akan dialirkan ke otak dibagian hipotalamus, sehingga penderita dapat
mempersepsikan sentuhan tersebut sebagai respon relaksasi dan menyebabkan
penurunan tekanan darah.

2.2.4 SOP

SLOW STROKE BACK


MASSAGE
PSP2N UNIVERSITAS
JEMBER

PROSEDUR TETAP NO. NO. REVISI: HALAMAN


DOKUMEN:

TANGGAL DITETAPKAN OLEH:


TERBIT:

1. PENGERTIAN Stimulasi kutan Slow stroke back massage adalah


pijatan lembut, lambat, dengan penekanan berirama
pada daerah torakal 10 sampai 12 dan lumbal 1
yang merupakan sumber persarafan pada uterus dan
cervik, teknik ini dilakukan sebanyak 60 pijatan
dalam satu menit.

2. TUJUAN Menurunkan tekanan darah dengan cara


merangsang pengeluaran hormon endorphine

3. INDIKASI Pasien hipertensi

4. KONTRAINDIKASI 1. Pasien dengan fraktur lumbal dan fraktur tulang


belakang
2. Pasien dengan cedera leher dan cedera servikal
3. Terdapat luka bakar pada daerah punggung
pasien
5. PERSIAPAN 1. Beritahu kepada klien tentang tindakan yang
PASIEN akan dilakukan
2. Posisikan klien untuk duduk atau
berbaring/tengkurap

8
3. Menjaga lingkungan : atur pencahayaan dan
privacy ruangan
6. PERSIAPAN ALAT 1. Lotion, minyak, atau krem yang aman
2. 1 buah mangkuk kecil
3. 1 lembar selimut
4. 1 lembar handuk kecil/washlap
5. 1 buah sabun
7. CARA KERJA Tahap Orientasi
1. Memberikan salam
2. Menjaga privacy klien dengan menutup pintu
dan jendela/korden
3. Mengklarifikasi kegiatan Slow Stroke Back
Massage (SSBM)
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur stimulasi
kutan slow stroke back massage
5. Memberi kesempatan klien untuk bertanya
6. Informed consent
7. Mendekatkan alat ke klien
Tahap pelaksanaan
1. Terapis mencuci tangan
2. Menyiapkan krem, minyak atau lotion ke
dalam mangkuk kecil
3. Mengatur posisi klien dengan posisi miring
kiri
4. Membantu klien melepas pakaian
5. Memasang selimut pada bagian tubuh yang
tidak diberi massage
6. Mengoleskan krem, minyak atau lotion pada
punggung ibu
7. Melakukan warming up massage dengan
streching punggung (mengurut seluruh bagian
punggung)

Warming up dan stimulasi kutan

(Slow down massage)


8. Melakukan pemijatan utama dengan memijat
secara lembut bagian torakal 10 sampai 12

9
dan lumbal 1 dengan 60 pijatan dalam satu
menit, lamanya perlakuan disesuaikan dengan
masing masing kelompok eksperimen.
9. Mengakhiri pemijatan dengan teknik slow
down massage (mengurut punggung kembali)
10. Membersihkan punggung ibu menggunakan
air dan sabun bila diperlukan kemudian dibilas
dengan waslap basah dan keringkan dengan
handuk
11. Membantu ibu menggunakan pakaian kembali
12. Mencuci tangan
Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi respon klien
2. Menyimpulkan hasil kegiatan
8. EVALUASI 1. Pasien merasa segar setelah dilakukan massage
2. Pasien tidak merasakan nyeri di sekitar
punggung dan bahunya
9. HAL YANG PERLU 1. Perhatikan nyeri dan ketidakyamanan yang
DIPERHATIKAN dialami klien
2. Monitor tanda-tanda vital sebelum,selama
dan sesudah latihan

BAB 3. METODOLOGI PENCARIAN JURNAL


3.1 PICO (Problem, Intervention, Comparation, Outcome)
Analisis jurnal dari jurnal utama yang berjudul “The Effect of Back Massage
on Blood Pressure in the Patients with Primary Hypertension in 2012-2013: A
Randomized Clinical Trial” berdasarkan analisa jurnal menggunakan PICO
sebagai berikut :
3.1.1 Patient and Clinical Problem (P)

10
Penelitian dalam jurnal ini membahas tentang bagaimana cara menurunkan
tekanan darah tinggi pada seseorang. Tekanan darah tinggi/ hipertensi kondisi di
mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka
140 mmHg merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke
seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik,
ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan
darah. tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi,
sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung
beristirahat). Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap
hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHG.
Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah. Saat angka
sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka Anda dapat disebut memiliki
tekanan darah normal. Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau
mengidap hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90
mmHG. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.
Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan
Dunia (WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global.
Peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi
diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025. Namun walau begitu,
banyak orang yang tidak menyadari mereka memiliki tekanan darah tinggi.

3.1.2 Intervention
Pada jurnal ini dijelaskan bagaimana menurunkan tekanan darah tinggi
atau hipertensi, yaitu dengan menggunakan back message/pijat punggung Back
message merupakan serangkaian teknik pijat pada punggung pasien yang
dilakukan untuk mengubah atau menurunkan tekanan darah seseorang. Berikut
cara yang dilakukan:
Pijat dari leher ke belakang (dari bahu ke pinggang) dengan kompresi
(termasuk tekanan otot, satu otot atau bagian dari itu, menerapkan dan kemudian
melepaskan tekanan, melanjutkan ke area yang berdekatan dan mengulangi),
dilanjutkan dengan mendorong, tapotement (mengetuk otot dengan sisi tangan dan

11
jari dan kepalan tangan tertutup termasuk lebih provokatif gerakan), dan
kemudian dengan meremas (dua tangan saling bersentuhan dan otot dikompresi di
antara mereka)

3.1.3 Comparasion Intervention


Penelitian dalam jurnal yang berjudul “The Effect of Back Massage on
Blood Pressure in the Patients with Primary Hypertension in 2012-2013: A
Randomized Clinical Trial” mengatakan jika pijat punggung efektif dalam
mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dalam jurnal dilakukan
pembandingan antara keefektifan pijat punggung dan penggunaan obat-obatan
farmakologis (tanpa pijat punggung). Hasil yang didapatkan adalah pijat
punggung lebih unggul dalam mengatasi hipertensi dan menurunkan tekanan
darah dibandingkan dengan penggunaan/konsumsi obat farmakologis.
Penggunaan obat farmakologis secara terus-menerus akan mempengaruhi fungsi
organ tubuh.

3.1.4 Outcame
Pemantauan dan pemberian terapi pada seseorang yang mengalami
tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat dianjurkan untuk menurunkan tekanan
darah dan meningkatkan derajat kesehatan. Terapi yang dapat digunakan yaitu
back message/pijat punggung yang lebih efektif dari penggunaan obat
farmakologis dan tidak memiliki efek samping.

3.2 Pertanyaan klinis


Apakah pemberian intervensi pijat punggung dapat menurunkan tekanan
darah pada pasien di ruang Melati?

3.3 Metode penelusuran Journal


UNSUR PICO ANALISIS KATA KUNCI
(TERAPI)

12
P Pasien yang mengalami tekanan Hypertension, high blood
darah tinggi pressure

I Pijat punggung Back message


C Tindakan yang dilakukan
diruangan
O Menurunkan tekanan darah reduce high blood
pressure

3.4 Jurnal Database yang digunakan


Menggunakan kata kunci dan beberapa sinonimnya dari analisa PICO, peneliti
memasukkannya ke dalam search engine jurnal sebagai berikut:
a. www.researchgate.net
b. www.elsevier.com
c. www.search.ebscohost.com
d. www.sciencedirect.com
Berdasarkan hasil pencarian menggunakan kata kunci, kami memilih 3
artikel yang sesuai dengan topik yang kami bahas, 1 artikel sebagai jurnal utama
dan 2 artikel lainnya sebagai jurnal pendukung.

3.5 Temuan artikel pilihan dari kata kunci PICO yang digunakan sebagai
rujukan
a. Penjelasan jurnal utama
The Effect of Back Massage on Blood Pressure in the Patients with Primary
Hypertension in 2012-2013: A Randomized Clinical Trial

Efek Pijat Punggung pada Tekanan Darah pada Pasien dengan Hipertensi
Primer di Indonesia 2012-2013: Uji Klinis Acak

Tujuan penelitian: untuk menentukan efektivitas terapi pijat punggung pada


tekanan darah di antara pasien dengan hipertensi pada kelompok eksperimen.

13
Latar belakang: Ketegangan dan stres merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan hipertensi. Pada kebanyakan individu, strategi perilaku, seperti
relaksasi dan pijatan cukup efektif dalam mengendalikan respons individu
terhadap stres, sehingga dapat mengurangi hipertensi.
Desain: Desain Quasi Eksperimen pre post test
Metode: Pasien dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi pasien berusia
30-70 tahun, pasien tidak mengalami gangguan mental, sedang tidak
berpartisipasi dalam program relaksasi yang lainnya, tidak sedang menggunakan
obat anti stres/ anti-depression dan obat penghilang rasa sakit, tekanan darah
sistolik berkisar antara 130-170 mmHg sedangkan tekanan diastol berkisar antara
80-120 mmHg, tidak menderita diabetes maupun penyakit yang lainnya serta
tidak memiliki riwayat penyakit darah rendah/ hipotensi. Setelah pasien terpilih
berdasarkan dengan kriteria inklusi selanjutnya pasien diberikan implementasi
metode pijat punggung dengan menggunakan minyak baby oil atau minyak
zaitun.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah pasien baik sistolik
maupun diastol masing-masing mengalami penurunan setelah dilakukan
intervensi terapi pijat punggung. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pada
kelompok intervensi terdapat mayoritas penderita hipertensi 45 orang berada
dalam kelompok usia rata-rata 56,80 tahun, jenis kelamin laki-laki 20 (44,4%)
sedangkan jenis kelamin perempuan 25 (55,6%) dan sekitar 42 orang yaitu 42
(93,3) berstatus sudah menikah. Nilai tekanan darah pretest adalah 141,28 mmHg
dengan rata-rata 14,18 dan tekanan darah posttest adalah 133,55 mmHg dengan
rata-rata 13,88. Hasil penelitian ditemukan nilai p <0,001 dalam penelitian pasien
dari kelompok intervensi terdapat hasil yang signifikan. Hal ini menunjukkan
bahwa pijat punggung ditemukan efektif mengurangi tingkat tekanan darah
diantara pasien dengan hipertensi pada kelompok intervensi.
Kesimpulan: Temuan ini mengilustrasikan bahwa pijatan punggung adalah metode
non-farmakologis dan metode sederhana yang efektif dalam mengurangi tekanan
darah di antara pasien hipertensi.

14
b. Penjelasan artikel pendukung
Back Massage to Decrease State Anxiety, Cortisol Level, Blood Prsessure,
Heart Rate and Increase Sleep Quality in Family Caregivers of Patients with
Cancer: A Randomised Controlled Trial
Pijatan Punggung Mengurangi Kecemasan, Tekanan Darah, Detak Jantung
dan Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pengasuh Pasien Kanker
Tujuan penelitian: Untuk mengevaluasi efektifitas pijat punggung untuk
mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas
tidur dari pada pengasuh penderita kanker.
Latar belakang: Hipertensi dapat terjadi karena peningkatan kecepatan denyut
jantung dan volume sekuncup akibat aktivitas susunan saraf simpatis. Hal tersebut
mengakibatkan terjadinya peningkatan kontraktilitas serat-serat otot jantung
dengan cara vasokontriksi selektif pada organ perifer. Apabila hal tersebut terjadi
terus menerus maka otot jantung akan menebal (hipertrofi) dan mengakibatkan
fungsi jantung sebagai pompa menjadi terganggu, akibat lebih lanjut yaitu
terjadinya kerusakan pembuluh darah otak, mata (retinopati), dan gagal ginjal.
Hipertensi dapat menjadi ancaman serius apabila tidak mendapatkan
penatalaksanaan yang tepat. Jika tekanan darah pada penderita hipertensi dapat
dipertahankan dalam nilai normal maka akan membantu penderita hipertensi
dalam memperoleh kesehatan yang optimal, terhindar dari resiko komplikasi
penyakit kardiovaskuler, dan meningkatkan kualitas hidup. Selain terapi
farmakologis, terapi non-farmakologis juga dapat digunakan untuk menurunkan
tekanan darah tinggi yaitu dengan terapi pijat punggung.
Desain: Desain Quasi Eksperimen pre post test
Metode: Pasien dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi pasien berusia
≥18 tahun dan merupakan pengasuh keluarga yang terutama memberikan
dukungan kepada pasien dan mau untuk berpartisipasi, sedangkan kriteria eksklusi
dari penelitian ini yaitu pasien dengan gangguan penyakit pada leher, masalah
dermatologis, infeksi, hipertensi, gangguan ginjal, masalah kardiotoraks atau
kondisi apa pun yang akan mengganggu intervensi pijatan punggung. Kriteria

15
eksklusi dalam penelitian ini yaitu pengasuh yang sedang hamil, pengasuh yang
berada dalam siklus menstruasi, dan mengalami rasa sakit.
Hasil: Dalam penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa usia rata-rata pengasuh
yaitu 42,3 tahun. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yang memiliki
pendidikan sekolah menengah, tidak bekerja dan hidup bersama pasien. Semua
pengasuh sudah menikah dan punya anak. Lebih dari setengah pengasuh dalam
kelompok pijat adalah pasangan pasien kanker, sedangkan pada kelompok kontrol
pengasuh adalah orang tua. Nilai tekanan darah pretest adalah 118,31 mmHg
dengan rata-rata 13,93 dan tekanan darah posttest adalah 114,95 mmHg dengan
rata-rata 13,22. Hasil penelitian ditemukan nilai p <0,001 dalam penelitian pasien
dari kelompok intervensi terdapat hasil yang signifikan. Hal ini menunjukkan
bahwa pijat punggung ditemukan efektif mengurangi tingkat tekanan darah
diantara pasien dengan hipertensi pada kelompok intervensi.
Kesimpulan: Pijat punggung dapat mengurangi kecemasan dan menurunkan
tekanan darah pada kelompok pengasuh penyakit kanker.

c. Penjelasan artikel pendukung kedua


The Implementation Of Slow Stroke Back Massage In Decreasing Blood
Pressure On Hypertension’s Patient
Tindakan Slow Stroke Back Massage dalam Menurunkan Tekanan Darah
pada Penderita Hipertensi
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh slow stroke back massage terhadap
perubahan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Pembantu Blabak
Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri
Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit
kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Penyakit hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih cukup tinggi dan bahkan
cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang jauh dari perilaku hidup
bersih dan sehat serta mahalnya biaya pengobatan hipertensi. Hipertensi berjalan
perlahan dan tidak dirasakan sampai menimbulkan kerusakan organ yang

16
bermakna. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan tekanan darah
adalah slow stroke back massage.
Desain: Pra-Experiment
Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Besar sampel
adalah 24 responden dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Variabel
penelitian adalah tekanan darah. Data dikumpulkan dengan menggunakan
sphygmonameter air raksa, untuk mengetahui pengaruh slow stroke back massage
dilakukan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikasi α < 0,05.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistolik dan diastolik
sebelum dilakukan slow stroke back massage pada penderita hipertensi,
lebih dari 50% berada pada tahap 2 sebanyak 13 responden (54,2%). Responden
sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 18 responden (75%),
sebagian besar berumur >56 tahun yaitu sebanyak 18 responden (75%). Hasil
tabulasi silang didapatkan jenis kelamin perempuan dengan tekanan darah sistolik
dan diastolik paling besar sebanyak 9 responden (37,5%) berada pada tahap 1 dan
2, hasil tabulasi silang usia dengan tekanan darah sistolik dan diastolik didapatkan
paling besar berada pada tahap 2 dengan usia > 56 tahun sebanyak 10 responden
(41,6%), dan hasil tabulasi silang riwayat keluarga dengan tekanan darah sistolik
dan diastolik paling besar responden tidak mempunyai riwayat hipertensi
sebanyak 9 responden (37,5%) berada pada tahap 1. Hasil penelitian menunjukkan
tekanan darah mengalami penurunan yang signifikan. Slow stroke massage
menurunkan tekanan darah, dengan nilai maksimal penurunan sistolik dan
diastolik 8,00 mmHg dan 24,00 mmHg.
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh signifikan slow stroke
back massage terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi, dapat
dipraktekan karena mudah, sederhana dan murah.

3. 6 Critical Appraisal

Was the assignment of patients to Data sebanyak 45 responden yang


treatments randomized? And was the terdiri dari 27 kelompok intervensi dan

17
randomization list concealed? 18 kelompok kontrol. Hasilnya
kelompok intervensi berhasil
menurunkan tekanan darah dengan nilai
rata-rata ± 13,88
Was follow-up of patients sufficiently Penggunaan metode non-farmakologi
long and complete? pijat punggung untuk menurunkan
tekanan darah ini dapat dilakukan
secara berkelanjutan di rumah,
sehingga dapat membantu perawatan
dalam menurunkan tekanan darah
disamping pemberian farmakologi
And were they analyzed in the groups Penelitian ini dikelompokan menjadi 2
to which they were randomized?? kelompok yang terdiri dari kelompok
intervensi menggunakan pijat
punggung dan kelompok kontrol yang
tidak mendapat intervensi pijat
punggung
Were patients and clinicians kept Sebelumnya para pasien diberikan
“blind” to treatment received? informed consent secara tertulis yang
dijelaskan isinya untuk berpartisipasi
dalam penelitian dan mereka dapat
mengundurkan diri kapanpun mereka
inginkan
Were the groups treated equally, apart Semua sesi yang akan dilakukan
to treatment received? kepada pasien untuk dilakukan
penelitian mengenai pijat punggung
dipersiapkan oleh peneliti sesuai denan
desain penelitian dan dipilih
berdasarkan kriteria insklusi yang
ditetapkan.
Were the groups similiar at the start of Pasien sebelumnya di pilih sesuai
the trial? dengan kriteria inklusi, kemudian
seluruhnya di berikan lembar informed
consent setelah itu dibagi menjadi 2
grup yaitu perlakuan/ intervensi dan
kontrol

18
BAB 4. PROSEDUR APLIKASI TERAPI SSBM

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari terapi Slow
Stroke Back Massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah. Responden
dalam penelitian ini sebelumnya mendapatkan inform consent tertulis setelah
responden setuju untuk berpartisipasi dalam penerapan terapi SSBM dan
responden dapat menolak untuk ikut dalam penelitian kapan saja tanpa
menyatakan alasannya.

4.1 Subjek Penelitian


Subyek dalam penerapan EBN ini adalah pasien dengan hipertensi yang
dirawat di ruang Rawat Inap Melati yang memenuhi:

19
Kriteria inklusi:

1. Pasien yang menjalankan rawat inap di ruang Melati RSD dr Haryoto


Lumajang,
2. didiagnosa dengan Hipertensi, TD > 140/90 mmHg ,
3. Kesadaran Composmentis, tidak mengalami cidera cervikal, kelainan
tulang dan penyakit tulang belakang,
4. bersedia menjadi responden.
Kriteria eksklusi:
1. Pasien dengan fraktur lumbal dan fraktur tulang belakang
2. Pasien dengan cedera leher dan cedera servikal
3. Terdapat luka bakar pada daerah punggung pasien

4.2 Pelaksanaan

Penerapan Slow Stroke Back Massage (SSBM) ini dilakukan pada pasien
dengan hipertensi, terapi ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah pada
pasien hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD dr Haryoto Lumajang. Saat
sebelum dan sesudah dilakukan terapi SSBM, perawat melakukan pengukuran
tekanan darah pasien. Pelaksanaan terapi ini dilakukan selama 3-10 menit dan
dilaksanakan sebanyak 1 kali intervensi. Adapun prosedur pelaksanaan pemijatan
punggung sebagai berikut:
1. Terapis mencuci tangan
2. Menyiapkan krem, minyak atau lotion ke dalam mangkuk kecil
3. Mengatur posisi klien dengan posisi miring kiri
4. Membantu klien melepas pakaian
5. Memasang selimut pada bagian tubuh yang tidak diberi massage
6. Mengoleskan krem, minyak atau lotion pada punggung ibu
7. Melakukan warming up massage dengan streching punggung (mengurut
seluruh bagian punggung)

Warming up dan stimulasi kutan

20
(Slow down massage)
8. Melakukan pemijatan utama dengan memijat secara lembut bagian torakal
10 sampai 12 dan lumbal 1 dengan 60 pijatan dalam satu menit, lamanya
perlakuan disesuaikan dengan masing masing kelompok eksperimen.
9. Mengakhiri pemijatan dengan teknik slow down massage (mengurut
punggung kembali)
10. Membersihkan punggung ibu menggunakan air dan sabun bila diperlukan
kemudian dibilas dengan waslap basah dan keringkan dengan handuk
11. Membantu ibu menggunakan pakaian kembali
12. Mencuci tangan

BAB 5. EVALUASI APLIKASI EVIDANCE BASED NURSING


Tekanan darah tinggi (Hipertensi) pada pasien terjadi peningkatan tekanan
diastol dan tekanan sistol sehingga menjadi masalah yang perlu di observasi setiap
1 jam sekali di ruang ICU. Tanda – tanda vital salah satunya adalah mengukur
tekanan darah untuk menggambarkan kondisi pasien secara umum saat ini. Pasien
dengan kondisi tekanan darah tinggi membutuhka terapi yang dapat mendukung
untuk membantu menangani masalah tekanan darah tinggi yang dimiliki dan
membantu proses kesembuhan pasien. Terapi yang dibutuhkan adalah yang dapat
diterapkan sendiri ketika pasien sembuh, murah dan sedikit efek samping. Terapi
untuk membantu menurunkan tekanan darah salah satunya menggunakan swedish
food massage. Terapi swedish food massage merupakan pijatan untuk
merelaksasikan otot melalui pijatan pada otot, tulang, dan gosokan mulai ujung
kaki yang membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Evaluasi yang

21
digunakan dalam mengaplikasikan terapi ini yaitu membandingkan antara tekanan
darah sebelum dan setelah (Pre dan Post) dilakukan terapi swedish food massage.
Evaluasi pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah pelaksanaan
swedish food massage pada Ny. U di Ruang ICU Rumah Sakit Daerah Umum dr.
Haryoto Lumajang.
Tabel 4.1 Tabel Tekanan Darah Pada Kelompok Perlakuan
Tekanan Darah
Responden Sistol Sistol Diastol Diastol
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
R1 160 160 100 90
R2 170 160 90 80
R3 180 160 100 90
R4 160 150 100 100
R5 170 160 110 90
R6 150 140 90 70
R7 160 150 110 110
R8 150 150 110 100
R9 160 150 100 100
R10 160 140 90 90

Tabel 4.2 Tabel Tekanan Darah Pada Kelompok Kontrol


Tekanan Darah
Responden Sistol Sistol Diastol Diastol
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
R1 160 160 100 90
R2 170 160 90 80
R3 180 160 100 90
R4 160 150 100 100
R5 170 160 110 90
R6 150 140 90 70
R7 160 150 110 110
R8 150 150 110 100
R9 160 150 100 100
R10 160 140 90 90

Tabel 4.3 Tabel Frekuensi Jenis Kelamin


Jenis Kelamin Frekuensi Presentase
Laki-laki 7 70.0

22
Perempuan 3 30.0
Total 10 100.0

Tabel 4.4 Tekanan Sistolik Sebelum


Tekanan Darah Frekuensi Presentase
120-129 0 0.0
130-139 0 0.0
≥140 10 100.0
Total 10 100.0

Tabel 4.5 Tekanan Sistolik Sesudah


Tekanan Darah Frekuensi Presentase
120-129 0 0.0
130-139 0 0.0
≥140 10 100.0
Total 10 100.0

Tabel 4.6 Tekanan Diastol Sebelum


Tekanan Darah Frekuensi Presentase
<80 0 0.0
80-89 0 0.0
≥90 10 100.0
Total 10 100.0

Tabel 4.7 Tekanan Diastol Sesudah


Tekanan Darah Frekuensi Presentase
<80 1 10.0
80-89 1 10.0
≥90 8 80.0
Total 10 100.0

Pada penerepan intervensi untuk mengurangi tekanan darah berdasarkan


Evidence Based Nursing (EBN) dengan menggunakan swedish foot massage Pada
Ny. U di ruang ICU selama 4 hari, seluruh metode terapi disesuaikan dengan
penelitian sebelumnya baik dalam teknik pelaksanaan, frekuensi pelaksanaan
yaitu dilakukan 2x/ hari setiap 2 kali shift. Kami melakukan evaluasi dan
pencatatan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan swedish foot

23
massage hasil yang didapatkan, rata – rata tekanan darah setelah dilakukan
penerapan terapi swedish foot massage mengalami penurunan. Hal ini sesuai
dengan hasil yang didapatkan dari Evidence Based Nursing yang telah kami
analisis yang berjudul “Effectiveness Of Swedish Massage Therapy On Blood
Pressure Among Patients With Hypertension At Saveetha Medical College
Hospital” yang telah diterapkan pada 60 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Dari 60 sampel, 30 pasien kelompok intervensi dan 30 responden kelompok
kontrol. penerapan pada kelompok intervensi diberikan swedish foot massage
selama 20 menit frekuensi 2x/ hari selama 5 hari berturut – turut dan kelompok
kontrol melanjutkan perawatan rutin.
Evaluasi dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah
dilakukan swedish foot massage. Hasil yang didapatkan bahwa, ada perbedaan
yang signifikan antara hasil pengukuran baik nilai sistolik maupun diastolik, rata –
rata hasil pengukuran yang ditemukan mengalami penurunan pada tekanan darah
setelah dilakukan terapi swedish foot massage dengan nilai significan sistolik p
value = 0.0001 dan diastolik p value = 0.0001. Hasil yang didapatkan pada
aplikasi EBN pada kelompok kami sama dengan penelitian sebelumnya, bahwa
terdapat perubahan tekanan darah setelah pelaksanaan terapi swedish foot
massage, dimana disamping pelaksanaan terapi ini juga tetap menggunakan terapi
farmakologi untuk membantu menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dapat
menjadi salah satu faktor keberhasilan terapi swedish foot massage, dimana terapi
ini dapat digunakan sebagai terapi pelengkap yang mudah, efesien, dan tidak
membutuhkan biaya untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien
hipertensi.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Vidia (2016) tentang
Pengaruh Swedish Foot Massage terhadap Tekanan Dara pada Lansia Penderita
Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jagir Surabaya yang didapatkan adanya
pengaruh swedish foot massage berpengaruh terhadap tekanan darah, dimana
penelitian ini dilakukan pada 50 responden yang terdiri dari kelompok kontrol dan
kelompok intervensi. Pada kelompok kontrol didapatkan rata-rata nilai tekanan
darah yang awalnya 155,96 mmhg menjadi 95,04 mmhg. Dalam hal ini

24
menunjukkan bahwa terapi swedish foot massage efektif untuk menurunkan
tekanan darah.
Penelitian lain dilakukan oleh Fitriani (2015), dengan judul penelitian
Pengaruh Masase (pijat) Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita
Hipertensi di Wilayah Kerja Puskemas Bontomarannu Kab. Gowa didapatkan
adanya pengaruh masase kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita
hiperenti dengan nilai p=0,004 (tekanan darah sistol) dan p=0,005 (tekanan darah
diastole). Selanjutnya penelitian juga dilakukan oleh Aspiana dan Syaifudin
(2015), tentang pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan tekanan darah
pada lansia hipertensi di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur didapatkan bahwa
terdapat pengaruh refleksi kaki terhadap pengaruh penurunan tekanan darah pada
lansia hipertensi di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur dengan nilai signifikasi
0,001 pada tekanan darah sistolik pretest posttest, serta 0,046 tekanan darah
diastolik pretest postest.
Teknik pijat swedia menurut Aourell dkk (2005) yaitu jaringan otot, kulit,
tendon, fascia yang diaktifkan secara mekanis dan secara tidak langsung mampu
mengaktifkan sistem saraf otonom dengan meningkatkan adrenalin dan
menurunkan darah yang memberikan efek simpatis dengan melancarkan aliran
darah dalam pembuluh darah sehingga tekanan darah sistolik dan diastolik dapat
menurun pada pasien dengan tanda gejala hipertensi. Menurut Nelson (2015)
dalam jurnal “Massage therapy: understanding the mechanisms of action on
blood pressure. A scoping review” terapi pijat dapat digunakan sebagai terapi
tambahan selain medikasi atau lebih dikenal dengan terapi komplementer untuk
pasien prehipertensi dan hipertensi. Terapi pijat dapat menstimulasi mekanisme
sentral dan perifer dengan memberikan efek simpatik melalui proses fisiologis dan
psikologis yang meningkatkan fungsi hipotalamus-hipofisis-adrenokortikal yang
dapat meningkatkan aliran darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah
tinggi.

25
26
BAB 6. PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil EBN yang dilakukan yaitu intervensi swedish foot
massage untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien yang dirawat di
ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang memberikan hasil yang sama dengan
jurnal yang digunakan. Intervensi menggunakan Swedish foot massage merupakan
terapi non-farmakologis yang sederhana dan efektif dalam mengurangi tekanan
darah pada pasien dengan tekanan darah tinggi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto
Lumajang.
6.2 Saran
a. Saran bagi perawat
Perawat RSUD dr. Haryoto Lumajang diharapkan memiliki kemauan dan
kemampuan melakukan tindakan mandiri keperawatan, termasuk pemeberian
terapi komplementer swedish foot massage untuk menurunkan tekanan darah dan
meningkatkan kualitas pelayanan pasien dalam menurunkan tekanan darah
b. Saran bagi mahasiswa keperawatan
Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mencari menggali, dan
menerapkan EBN sesuai dengan perkembangan masalah kesehatan yang
terjadi, khususnya di Indonesia, sehingga dapat memperkaya ilmu
pengetahuan tentang keperawatan yang terbaru dan menjadi modal dalam
penerapan asuhan keperawatan yang mandiri.

27
DAFTAR PUSTAKA

Baradero, M, M.W Dayrit & Y. Siswadi. 2008. Seri Asuhan Keperawatan Klien
Gangguan Kardiovaskular. Jakarta: EGC
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Timur. Dinas Kesehatan Provinsi Jawan Timur
kardiovaskuler dan hematologi. Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan RI. 2014. Hipertensi. Jakarta: Pusat Data dan Informasi
Kementerian Kesehatan RI.
Muttaqin, Arif. 2009. Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan
sistem
Potter, P.A, Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,
Proses, dan Praktik Edisi 4 Volume 1. Alih Bahasa: Yasmin Asih. Jakarta:
EGC.
Retno, Anastasi Widyo. 2012. The implementation of slow stroke back massage in
decreasing blood pressure on hypertention’s patient. Jurnal STIKES.
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/stikes/article/view/18610 .
[diakses pada tanggal 12 Februari 2019]
Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. 1 Desember 2013. Jakarta.
Trisnowiyanto, Bambang. 2012. Ketrampilan dasar massage cetakan 1.
Yogjakarta: Nuha Medika.
World Health Organization. 2011. Hypertension. (Serial Online).
http://www.searo.who.int/entity/noncommunicable_diseases/media/non_co
mmunicable_diseases_hypertension_fs.pdf. Diakses pada tanggal 8 Februari
2019.

28