Anda di halaman 1dari 22

Pertemuan LEMBARAN KERJA 1 SKS :3

II MATA KULIAH PROFESI Kode :


Hari/ Tanggal: Waktu : ...
KEPENDIDIKAN
…………………….
Materi: Hakikat Profesi Kependidikan

Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar Profesi Kependidikan

Topik Pembahasan: “Konsep Dasar Kependidikan”

Inti sari pembahasan


1. Pengertian Profesi
2. Pengertian Profesional
3. Pengertian Profesionalisasi
4. Pengertian Profesionalisme

Pertanyaan yang diajukan:


1. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesi
2. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesional
3. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesionalisasi
4. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesionalisme
5.
Penyelesaian :
1.Profesi adalah Suatu pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan pengetahuan khusus.
2.Profesional adalah seseorang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang memiliki kemampuan (skill)
pada suatu pekerjaan.
3.Profesionalisasi adalah Proses seseorang dalam meningkatkan kualifikasi dan kemampuan untuk
mencapai kriteria yang baik.
4.Profesionalisme adalah Seseorang yang memiliki dorongan diri untuk melaksanakan tugas dan fungsi
terhdap profesi secara baik dan benar.

Simpulan materi:
“Profesi merupakan jenis pekerjaan yang diperoleh melalui profesionalisasi yang dikerjakan secara
profesional dengan profesionalisme yang tinggi”
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
III MATA KULIAH PROFESI Kode :
KEPENDIDIKAN
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Profesi Kependidikan

Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar Profesi Kependidikan

Topik Pembahasan: “Jenis-jenis Profesi di bidang pendidikan”

Inti sari pembahasan


1. Guru
2. Kepala sekolah
3. Konselor
4. Pustakawan
Pertanyaan yang diajukan:
1. Klasifikasikan jenis-jenis profesi dibidang pendidikan
2. Jelas perbedaan antara tenaga pendidik dengan tenaga kependidikan
3. Jelaskan syarat dan ciri-ciri tenaga pendidik yang profesional
Penyeleasian :
1.Tenaga Pendidik
-Kepalan satuan pendidik yaitu orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin
satuan pendidikan tersebut. Kepala Satuan Pendidikan harus mampu melaksanakan peran dan tugasnya
sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, figur dan mediator.
-Kepala Sekolah
seorang pemimpin pada sebuah sekolah dan merupakan manajer tingkat atas pada sebuah organisasi
pendidikan (khususnya SD, SMP, SMA atau SMK). Kepala sekolah mempunyai dua peran utama,
pertama sebagai pemimpin institusi bagi para guru, dan kedua memberikan pimpinan dalam manajemen
1. -Rektor
Rektor dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pimpinan lembaga perguruan tinggi. Di dalam
Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional 2009 (UU SISDIKNAS), Rektor adalah pimpinan
tertinggi perguruan tinggi yang berkewajiban memajukan ilmu pengetahuan di masing-masing institusi
melalui pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi maksimal kepada hal layak luas.

2. Wakil/Kepala Urusan, umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam bidang
yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan
pada institusi tersebut. Contoh: Kepala Urusan Kurikulum
3. Tata Usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi
tersebut. Bidang administrasi yang dikelola diantaranya;
1. Administrasi surat menyurat dan pengarsipan,
2. Administrasi Kepegawaian,
3. Administrasi Peserta Didik,
4. Administrasi Keuangan,
5. Administrasi Inventaris dan lain-lain.
4. Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di
Laboratorium
5. Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan
buku, majalah, dan informasi lain.
6. Pelatih ekstrakurikuler,
7. Petugas keamanan (penjaga sekolah), Petugas kebersihan, dan lainya.
1. PENDIDIK
Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga kependidikan yang
berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik.
Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:

1. Guru
Menurut UU No. 14/2005, tentang Guru dan Dosen. Pada Bab I Pasal 1, Guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama pendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah.

2. Dosen
Menurut UU No. 14/2005, tentang Guru dan Dosen. Pada Bab I Pasal 1, Dosen adalah pendidik
profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat.

3. Konselor
Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan Konselor adalah pendidik dan dalam
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2005 mengemukakan Konselor adalah
pelaksana pelayanan konseling di sekolah.

Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang
pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB),
Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama
Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN).

4. Pamong Belajar
Menurut Permenpan dan RB (Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi) No. 15
Tahun 2012, Pamong Belajar adalah pendidik dengan tugas utama melakukan kegiatan belajar
mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal (PNFI)
pada unit pelaksana teknis (UPT) atau unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan satuan PNFI. Pamong
belajar merupakan jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus
sebagai pegawai negeri sipil. PNFI sekarang berganti nama menjadi PAUDNI (Pendidikan Anak Usia
Dini Nonformal dan Informal)
5. Widyaiswara
Widyaiswara adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat
yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih
pegawai negeri sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.

6. Tutor
Tutor adalah orang yang membelajarkan atau orang yang memfasilitasi proses pembelajaran di
kelompok belajar (Chairudin Samosir, 2006:15). Tutor merupakan pembimbing dan pemotivasi peserta
didik untuk mempelajari sendiri materi ajar yang tersaji dalam modul pembelajarannya.

Tutor dapat berasal dari guru atau pengajar, pelatih, pejabat struktural, atau bahkan siswa yang dipilih
dan ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di kelas. (Hamalik dalam Abi
Masiku, 2013).

7. Instruktor
Instruktor adalah orang yang bertugas mengajarkan sesuatu dan sekaligus memberikan latihan dan
bimbingannya; pengajar; pelatih; pengasuh (KBBI online)

8. Fasilitator
Fasilitator adalah seseorang yang membantu sekelompok orang memahami tujuan bersama mereka dan
membantu mereka membuat rencana guna mencapai tujuan. Tugas fasilitator dalam sebuah proses
pembelajaran pada hakikatnya mengantarkan peserta didik untuk menemukan sendiri isi atau materi
pelajaran yang ditawarkan atau yang disediakan melalui atau oleh penemuannya sendiri.

2. • Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
(UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2))
• Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan. (UU No. 20 tahun 2003 psl 1, BAB 1)
3.- Kompetensi Paedagonik, adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi
pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar,
dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dan merencanakan, melaksanakan,
dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menguasai manajemen kurikulum, mulai dan
merencanakan perangkat kurikulum, melaksanakan kurikulum, dan mengevaluasi kurikulum, serta
memiliki pemahaman tentang psikologi pendidikan, terutama terhadap kebutuhan dan perkembangan
peserta didik agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan berhasil guna.
-Kompetensi Personal, adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3
butir b).
Artinya guru memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber inspirasi bagi
siswa. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang patut diteladani, sehingga mampu
melaksanakan tri-pusat yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantoro, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo,
Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. (di depan guru memberi teladan/contoh, di tengah
memberikan karsa, dan di belakang memberikan dorongan! motivasi).
-Kompetensi Profesional, adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan
mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir c).
Artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi yang akan
diajarkan serta penguasaan didaktik metodik dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoretis, mampu
memilih model, strategi, dan metode yang tepat serta mampu menerapkannya dalam kegiatan
pembelajaran. Guru pun harus memiliki pengetahuan luas tentang kurikulum, dan landasan
kependidikan.
-Kompetensi Sosial, adalah kemampuan guru sebagai bagian dan masyarakat untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali
peserta didik, dan masyarakat sekitar. (Standar Nasional Pendid ikan, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir
d).
Artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun
dengan sesama teman guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.

Simpulan materi:
“penyelenggaraan sistem pendidikaan hanya dapat dikelola dan dijalankan oleh tenaga pendidik dan
kepedidikan yang profesional dengan profesionalisme yang tinggi”
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: LEMBARAN KERJA 3 SKS :3
IV MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
KEPENDIDIKAN
Materi: Hakikat Organisasi dan kode etik profesi kependidikan
Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar organisasi dan kode etik Profesi Kependidikan

Topik Pembahasan: “Jenis-jenis Profesi di bidang pendidikan”

Inti sari pembahasan


1. Konsep Dasar Organisasi Profesi
2. Konsep Dasar Kode Etik
3. Tujuan Kode Etik
4. Kode Etik Guru Di Indonesia
Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan pengertian organisasi profesi pendidikan
2. Deskripsikan pengertian kode etik organisasi profesi dibidang pendidikan
3. Jelaskan tujuan kode etik profesi pendidikan
4. Berikan contoh penerapan setiap kode etik guru di Indonesia
Penyelesaian

1.Organisasi profesi pendidikan adalah salah satu wadah atau tempay berkumpulnya

beberapa masyarakat dalam beridkusi,mengemukakan pendapat,serta tujuan untuk

kedepanya dalam mencapai hasil yang lebih baik.

2.Kode Etik Organisasi Dibidang pendidikan adalah hal yang mutlak dimiliki oleh setiap profesi.
Profesi seperti dokter, wartawan, notaris, termasuk juga guru memiliki kode etik khusus. Sama halnya
dengan kata profesi, maka penafsiran kode etikpun belum memiliki satu tafsir. Menurut UU no.20 pasal
43, kode etik berisi norma dan etika yang mengikat perilaku dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan.
Sedangkan menurut Prof. Dr. R Soebekti, S.H. mengatakan kode etik suatu profesi berupa norma-norma
yang harus diindahkan oleh orang-orang yang menjalankan tugas profesi tersebut.
Kode etik suatu profesi berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi didalam
melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma norma tersebut berisi
petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya
dan larangan-larangan yaitu hal-hal yang tidak boleh diperbuat oleh mereka, tidak saja menyangkut
dalam menjalankan tugas profesi mereka, melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi
pada umumnya dalam pergaulannya sehari-hari di masyarakat.
3.Tujuan Kode Etik

1. -Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Dalam hal ini yang dijaga adalah “image” dari pihak luar
atau masyarakat agar jangan sampai “orang luar” memandang rendah atau remeh profesi tersebut.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota baik berupa materiil maupun
spiritual/mental. Misalnya dengan menetapkan tarif minimum bagi guru honorer.
3. -Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan
pengabdian generasi tertentu, sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas
dan tanggung jawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugas profesinya.
4. -Untuk meningkatkan mutu profesi. Kode etik juga memuat norma-norma tentang anjuran agar para
anggota profesi selalu berusaha meningkatkan mutu para anggotanya sesuai dengan bidang
pengabdiannya.
4. Guru berbakti dalam membimbing anak didik guna membentuk generasi Indonesia seutuhnya
yang berjiwa Pancasila.
Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
Guru berusaha mendapatkan informasi tentang anak didiknya sebagai alat untuk membina dan
membimbing.
Guru menciptakan suasana sekolah dengan sebaik-baiknya agar proses belajar mengajar bisa
beerhasil.
Guru menjaga hubungan baik dengan orang tua wali maupun dengan masyarakat sekitar untuk
membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan martabat
profesinya.
Guru menjaga hubungan dengan sesama rekan seprofesinya, menjaga rasa kekeluargaan dan
kesetiakawanan sosial.
Guru bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas organisasi PGRI sebagai wadah perjuanagn
dan pengabdian.
Guru menjalankan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Simpulan materi:

“sebagai profesi, guru memiliki organisasi profesi pendidikan yang diselenggarakan

berdasarkan landa

aturan dan peraturan serta dengan kode etik yang harus dijunjung tinggi dan dijalankan

dengan komitm dan tanggung jawab yang tinggi”

Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: LEMBARAN KERJA 4 SKS :3
V MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
KEPENDIDIKAN
Materi: Hakikat penyikapan dan refleksi terhadap profesi kependidikan
Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar organisasi dan kode etik Profesi Kependidikan

Topik Pembahasan: “Sikap Profesional kependidikan”

Inti sari pembahasan


1. Pengertian sikap profesional kependidikan
2. Refleksi Sikap terhadap profesional kependidikan
3. Sasaran sikap profesional kependidikan
4. Aplikasi sikap profesional kependidikan
Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan pengertian sikap profesional pendidikan
2. Deskripsikan bagaimana merefleksikan sikap terhadap keprofesional dan profesionalisas, profes
dibidang pendidikan
3. Klasifikasikan sasaran sikap profesional kependidikan kode etik profesi pendidikan
4. Berikan contoh penerapan sikap profesional kependidikan dalsm kehidupan calon guru dan gur
bidang studi Anda
Penyelesaian :
1.Sikap Profesional Pendidikan adalah sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yang
mencakup keahlian, kemahiran dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta
memerlukan pendidikan profesi keguruan.
2. Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.

1. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.

2. Pengelolaan program belajar-mengajar.

3. Pengelolaan kelas.

4. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.

5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan.

6. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.

7. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.

8. Menguasai metode berpikir.

9. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.

10. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.


11. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.

12. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

13. Mampu memahami karakteristik peserta didik.

14. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.

15. Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.

16. Berani mengambil keputusan.

4.

1. Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai

dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan

yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.

Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan

memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara

lingkungan belajar yang efektif.

Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit

dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses

pembelajaran yang efektif.

Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan

perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi

ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.

Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena

memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik


2. Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan

keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri,

observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus

diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil

pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar

Simpulan materi:
“sebagai profesi, guru harus memiliki dan mengimplementasikan dengan komitmen tinggi sikap
profesional pendidikan dengan menjunjung tinggi yang diselenggarakan berdasarkan kode etik guru da
kode etik jabatan yang telah ditetapkan”

Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: LEMBARAN KERJA 5 SKS :3
VI MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: KEPENDIDIKAN Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Manajemen Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

Topik Pembahasan: “Konsep dasar manajemen pendidikan”

Inti sari pembahasan


1. Pengertian manajemen pendidikan
2. Kedudukan manejemen pendidikan dalam sistem pendidikan
3. Tujuan manajemen pendidikan

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan pengertian administrasi pendidikan dengan kata-kata sendiri
2. Deskripsikan pengertian manajemen pendidikan dengan kata-kata sendiri
3. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara administrasi dengan manajemen pendidikan
4. Jelaskan kedudukan administrasi dan manajemen pendidikan dalam sistem pendidikan
5. Deskripsikan tujuan administrasi (manajemen) pendidikan

Penyelesaian :
1.Adminitrasi Pendidikan adalah suatu usaha atau proses yang dilakukan oleh banyak orang untuk
tercapainya suatu target pendidikan yang sudah ditentukan dengan menggunakan perangkat yang
mendukung kegiatan pembelajaran.
2.Manajemen Pendidikan adalah suatu proses dari perencanaan, penorganisasian, pengarahan,
pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang
telah di tetapkan sebelumnya.
3.Persamaan Adminitrasi dengan Manajemen pendidikan yaitu pendekatan-pendekatan tertentu
yang dilakukkan untuk pemecahan suatu masalah yang dihadapi oleh beberapa kelompo,individu,baik
negera dan swasta.
Perbedaan Adminitrasi dengan Manajemen pendidikan
Adminitrasi diperuntukkan dalam mencapai tujuan dan menetap kebijakan dalam mendukung suatu
proses pembelajaran, Sedangkan Manajemen pendidikan yaitu segala usaha dan kegiatan guna
mencapai tujuan dan kebijakan yang di tetapkan
4.
5.Tujuan Adminitrasi (Manajemen) pendidikan yaitu :
-memudahkan pekerjaan adminitrasi dalam bidang,pendidikan,memudahkan proses pelaksanaanya.
memanfaatkan potensi manusia dan material yang diharapkan akan dapat menghasilkan keputusan
keputusan adminitrasi dalam bidang pendidikan.
-Menciptakan moral dan semangat kesetiakawanan di anatara individu yang terlibat dalam kegiatan-
kegiatan adminitasi pada lembaga pendidikan.
-meningkatkan kemampuan pekerja dan mempertinggi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara
terus menerus dalam melakukkan pekerjaan yang diemban
-menghubungkan anatara proses pendidikan dan tujuan-tujuan pembangunan dalam masyarakat, serta
mempererat hubungan pendidikan dengan masyarakat.
Simpulan Materi
“Administrasi pendidikan tidak berbeda atau sama dengan manajemen pendidikanyang merupakan
keseluruhan proses kerjasama sekelompok manusia dibidang pendidikan dengan memberdayakan segal
sumberdaya yang tersedia secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan”

Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: LEMBARAN KERJA 6 SKS :3
VII MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
KEPENDIDIKAN
…………………….
Materi: Hakikat Manajemen Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

Topik Pembahasan: “Fungsi-fungsi (proses) manajemen pendidikan”

Inti sari pembahasan


Fungsi administrasi (manajemen) pendidikan meliputi:
1. Planning
2. Organiszing
3. Staffing
4. Directing
5. Coordinating
6. Controlling
Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan pengertian dari masing-masing fungsi administrasi pendidikan dengan kata-kata
sendiri
2. Klasifikasikan tugas manajemen pada setiap fungsi administrasi (manajemen) pendidikan
dengan jelas
3. Jelaskan hubungan antara satu fungsi dengan fungs lain dari tujuh funngsi
administrasi (manajemen) pendidikan
Penyelesaian :
1. Fungsi adminitrasi yaitu :
a.Perencanaan adalah kegiatan yang membutuhkan strategi khusus untuk mencapai tujuan yang
diharapkan.
b.Penyusunan adalah kegiatan menyusun serta membentuk hubungan yang harmonis anatara orang-
orang sehingga dapat terwujudnya tujuan yang diharapkan.
c.Kordinasi yaitu melakkukan tindakan mengkodinir pada suatu organisasi agar terhindar dari adanya
pertikaian,kekacauan,masalah-masalah yang ada pada organisasi serta menyelaraskan dan
membimbing pekerja dalam mencapai tujuan organisasi.
d.Laporan yaitu kegiatan dalam hal menyampaikan pesan atau hasil suatu pekerjaan baik lisan maupun
tulisan untuk mendapatkan suatu penilitian tentang pelaksaan jalanya organisasi tersebut.
e.Penyusunan Anggaran yaitu kegiatan dalam hal mengelola keungan dan anggara secara bijaksana
dalam organisasi.
f.Penempatan yaitu kegiatan yang berhubungan penyusanan tenaga kerja secara maksimal dan
bijaksana dalam organisasi
g.Pengarahan atau Bimbingan yaitu kegiatan interaksi dengan tenaga kerja dalam hal membentuk
upaya-upaya atau perecanaan yang akan di lakukkan untuk membangun suatu organisasi kedepeannya
manjadi lebih baik.
2.
Simpulan materi:

“Fungsi administrasi pendidikan tidak berbeda atau sama dengan manajemen pendidikan yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepegawaian, pengarahan, pengkoordinasian, kepengawasan
dan
monitoring dan evaluasi” yang saling berkaitan satu dengan yang lain dalam mencapai tujuan pendidik

Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi

Pertemuan: LEMBARAN KERJA 8 SKS :3


IX MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: KEPENDIDIKAN Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Manajemen Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Peranan Guru Bidang Studi dalam Manajemen Pendidikan
Topik Pembahasan: “Substansi manajemen pendidikan” Inti sari pembahasan
Substansi administrasi (manajemen)pendidikan meliputi:
1. Kurikulum
2. Peserta didik
3. Pendidik dan tenaga kependidikan
4. Sarana dan prasarana
5. Keuangan
6. Layanan khusus
7. Ketatausahaan
8. Mitra sekolah dengan
masyarakat Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan konsep dasar dari masing-masing substansi administrasi pendidikan dengan kata-
sendiri
2. Klasifikasikan tugas manajemen pada setiap substansi administrasi (manajemen)
pendidikan dengan jelas
3. Jelaskan bagaimana hubungan fungsi dengan substansi administrasi (manajemen) pendidikan
dalam mencapai tujuan pendidikan
Simpulan materi:
“substansi administrasi pendidikan tidak berbeda atau sama dengan substansi manajemen pendidikan y
meliputi pengelolaan bidang kurikulum, peeserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan
prasarana berdasarkan prinsip-prinsip fungsi manajemen yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, kepegawaian, pengarahan, pengkoordinasian, kepengawasan dan monitoring dan
evaluasi” yang saling berkaitan satu dengan yang lain dalam mencapai tujuan pendidikan”
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: X LEMBARAN KERJA 9 MATA SKS :3
KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: KEPENDIDIKAN Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Manajemen Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Peranan Guru Bidang Studi dalam Manajemen Pendidikan Topik

Pembahasan: “Peranan Guru dalam Manajemen Pendidikan”

Inti sari pembahasan


Guru memiliki peranan (tugas dan tanggung jawab pada setiap substansi
administrasi/manajemen)pendidikan meliputi:
1. Peranan dalam pengelolaan Kurikulum

2. Peranan dalam pengelolaan Peserta didik


3. Peranan dalam pengelolaan Pendidik dan tenaga kependidikan
4. Peranan dalam pengelolaan Sarana dan prasarana
5. Peranan dalam pengelolaan Keuangan
6. Peranan dalam pengelolaan Layanan khusus
7. Peranan dalam pengelolaan Ketatausahaan
8. Peranan dalam pengelolaan Mitra sekolah dengan masyarakat
Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan tugas dan tanggung jawab guru bidang studi untuk membantu manajer pendidikan sekolah
mengelola masing-masing substansi administrasi pendidikan dengan kata-kata sendiri
2. Siapkan bahan observasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guru bidang studi untuk membantu
manajer pendidikan di sekolah mengelola Klasifikasikan tugas manajemen pada seti substansi
administrasi (manajemen) pendidikan dengan jelas
3. Lembar observasi yang disiapkan pada point 2, dapat digunakan sebagai instrumen mini risert d sekolah
(lembaga/satuan pendidikan) dalam menyelesaikan tagihan ke lima
4. Hasil observasi di lapangan wajib dipresentasikan di kelas pada pertemuann 12 dan dapat
digunakan sebagai bahan laporan mini risert

Simpulan materi:

“Guru bidang studi juga memiliki tanggung jawab dalam membantu manajer sekolah (kepala

sekol dalam mengelola delapan substansi manajemen pendidikan yang meliputi pengelolaan

bidang kurikul peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan,

layanan khu

ketatausahaan, dan mitra sekolah dengan masyarakat.

Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: XI LEMBARAN KERJA 10 MATA KULIAH PROFESI SKS : 3
KEPENDIDIKAN Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Supervisi Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Peranan Supervisi Pendidikan dalam Memperbaiki Efektivitas Pembelajaran

Topik Pembahasan: “Konsep dasar supervisi pendidikan (pengertian, tujuan, prinsip, dan ruang lingkup

Inti sari pembahasan


Supervisi pendidikan merupakan salah satu fungsi manajemen pendidikan sebagai upaya pembinaan
situasi belajar mengajar ke arah yang lebih baik, dengan lingkup materi meliputi:

1. Pengertian supervisi pendidikan


2. Tujuan supervisi pendidikan
3. Prinsip supervisi pendidikan
4. Ruanglingkup supervisi pendidikan

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan pengertian supervisi pendidikan menurut kata-kata sendiri
2. Klasifikasikan fungsi dan tujuan supervisi pendidikan dengan jelas
3. Deskripsikan prinsip-prinsip supervisi pendidikan dengan jelas
4. Klasifikasikan ruanglingkup supervisi pendidikan dengan jelas

Simpulan materi:

“Guru bidang studi tidak pernah lepas dari berbagai kelemahan sehingga sering menghadapi mas
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. Manajer pendidikan di sekolah memi
fungsi sebagai supervisor bagi guru-guru. Melalui implementasi peranannya sebagai supervisor, man
sekolah dapat membantu guru mengatasi permasalahan di bidang pendidikan dan pengajaran den
menggunakan berbagai pendekatan, model, dan teknik supervisi pendidikan.
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi
Pertemuan: LEMBARAN KERJA 11 SKS :3
XII MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
KEPENDIDIKAN
Materi: Hakikat Supervisi Pendidikan
Judul/Tema Pembahasan: Peranan Supervisi Pendidikan dalam Memperbaiki Efektivitas Pembelajaran

Topik Pembahasan: “Pendekatan dan teknik supervisi pendidikan”

Inti sari pembahasan


Supervisi pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan berbagai pendekatan, model, dan teknik, yan
meliputi:

1. Pendekatan directive, non-directive, dan kolobaratif


2. Teknik Supervisi meliputi teknik kelompok dan teknik individual

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan pengertian masing-masing pendekatan supervisi pendidikan menurut kata-kata
sendiri
2. Klasifikasikan kelebihan dan kelemahan dari setiap pendekatan supervisi pendidikan dengan jel
3. Klasifikasikan secara rinci teknik-teknik supervisi pendidikan

Simpulan materi:

“Upaya supervisor membantu guru bidang studi lepas dari berbagai kelemahan yang dihadapi da
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru dapat dilakukan dengan menggunakan berba
pendekatan, model, dan teknik supervisi pendidikan secara profesional.
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi

Pertemuan: LEMBARAN KERJA 12 SKS :3


XIII MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: KEPENDIDIKAN Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Bimbingan Konseling

Judul/Tema Pembahasan: “Konsep dasar bimbingan Konseling”

Topik Pembahasan: “Konsep dasar, kedudukan, dan peranan bimbingan konseling”

Inti sari pembahasan


1. Konsep dasar bimbingan konseling
2. Kedudukan bimbingan konseling dalam sistem pendidikan
3. Peranan setiap personil sekolah dalam program bimbingan konseling paada sistem pendidikan

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan pengertian bimbingan konseling menurut kata-kata sendiri
2. Deskripsikan kedudukan bimbingan konseling dalam sistem pendidikan dan pengajaran

Simpulan materi:

“Guru bidang studi bukan semata-mata sebagaai tenaga pengajar dalam sistem pendidikan, melaini
juga sebagai pembimbing dan pendidikan. Oleh karena itu guru yang profesional harus memahami den
benar peranannya dalam memberhasilkan program bimbingan konseling di sekolah (satuan pendidikan)
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi

Pertemuan: LEMBARAN KERJA 13 SKS :3


XIV MATA KULIAH PROFESI Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
KEPENDIDIKAN
Materi: Hakikat Bimbingan Konseling

Judul/Tema Pembahasan: “Peranan guru bidang studi dalam BK” Topik Pembahasan: “Peranan guru bidang studi dalam
BK”
Inti sari pembahasan
Guru bidang studi memiliki peranan dalam memberhasilkan program bimbingan pada satuan pendidika terutama dalam:
1. Mengidentifikasi kesulitan belajar siswa
2. Menyajikan informasi tentang pendidikan dan jabatan
3. Mendorong dan membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sosial, emosional, bakat, bahasa
siswa
4. Melakukan konseling kelompok di kelas
5. Konfrensi kasus
6. Dan pelayanan lainnya
Pertanyaan yang diajukan:
1. Deskripsikan peranan guru bidang studi dalam memberhasilkan program bimbingan konseling sekolah
2. Klasifikasikan peranan guru bidang studi dalam memberhasilkan program bimbingan konseling sekolah
Simpulan materi:

“Guru bidang studi memiliki peranan dalam memberhasilkan program bimbingan di sekolah un membantu peserta didik
mengalami pertumb8han dan perkembangan secara maksimal
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi

Pertemuan: LEMBARAN KERJA 14 MATA SKS :3


XV KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN Kode :
Hari/ Tanggal: Waktu : ...
…………………….
Materi: Hakikat Bimbingan Konseling

Judul/Tema Pembahasan: “Peranan guru bidang studi dalam BK” Topik

Pembahasan: “Aplikasi implementasi bimbingan konseling” Inti sari pembahasan


Guru bidang studi dapat mengimplementasikan peranannya dalam program bimbingan pada satuan
pendidikan, dengan bekerjasama tenaga BK yang profesional di sekolah dalam (a) Mengidentifikasi kesulitan belajar siswa
(b) Menyajikan informasi tentang pendidikan dan jabatan, (c) Mendorong dan

membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sosial, emosional,

bakat, bahasa siswa (d) Melakukan konseling kelompok di kelas, (e) Konfrensi

kasus, (f) dan pelayanan lainnya

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan bagaimana guru bidang studi mengimplemtasikan perananya dalam memberhasilk program
bimbingan konseling di sekolah
2. Presentasikan hasil project setiap kelompok, yang telah disiapkan sebelumnya sebagai realisasi dari tagihan ke 6
3. Setiap kelompok mempresentasikan “Satu buku profesi kependidikan Hasil Fokus Group Discusion dari
enam tagihan perkuliahan berdasarkan KKNI”

Simpulan materi:

“Guru bidang studi memiliki peranan dalam memberhasilkan program bimbingan

di sekolah u membantu peserta didik mengalami pertumb8han dan perkembangan

secara maksimal
Nama/Kelompok : Nilai :
NIM :
Prodi/ Fakultas : Paraf Dosen:
Kelas : Reguler/ Ekstensi