Anda di halaman 1dari 24

CRITICAL BOOK REPORT

“Study Kelayakan Bisnis”


Dosen Pengampu: Ramdhansyah, SE, M.Acc
Tuti Sriwedari, M.Si, Ak, CA

DISUSUN OLEH:
Edu Syahputra Manurung 7171142003
Ally Daniel Siburian 7172142010
Blasius Erik Sibarani 7172142011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan Rahmat-Nya serta penyertaannya kepada penulis yang luar biasa besarnya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yaitu tugas “Critical
Book Report” ini. Penulis berterima kasih kepada Bapak Ramdhansyah, SE, M.Acc yang
sudah memberikan tugas ini kepada penulis. Melalui tugas Critical Book Repot ini, semoga
penulis banyak mendapat pembelajaran yang sangat berguna.
Dalam membuat critical book report ini kami selalu bersungguh-sungguh dan tidak
kenal lelah, kami juga telah melakukan banyak pengorbanan dalam menyelesaikan critical
book report ini. Baik itu dari segi waktu, materi, dan lain sebagainya. “Tidak ada manusia
yang sempurna, begitu juga dengan karyanya”. Begitu juga halnya dengan kami, tentunya
karya yang di buat penulis ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar penyusunan critical book report ini lebih baik
dikemudian hari.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih semoga critical book report ini dapat
bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi seteluruh pembacanya.

Medan, April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1.Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2.Tujuan Penulisan ............................................................................................ 1
1.3.Manfaat Pengkritikan ..................................................................................... 2
BAB II ISI BUKU ...................................................................................................3
2.1.Identitas Buku ................................................................................................ 3
2.1.1.Buku Utama ............................................................................................. 3
2.1.2.Buku Pembanding.................................................................................... 3
2.2.Ringkasan Buku ............................................................................................. 3
BAB III PEMBAHASAN ...................................................................................... 19
3.1.Kelebihan Buku ............................................................................................ 19
3.2.Kelemahan Buku .......................................................................................... 19
BAB IV PENUTUP ............................................................................................... 20
4.1.Kesimpulan...................................................................................................20
4.2.Saran ............................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 21

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi
para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang
memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya
kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka
untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui
tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih
menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian,
pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka
diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi
tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan
atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam
studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang
atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi
dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan
pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang
dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan
orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu
proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan
ekonomis.
1.2.Tujuan
Tujuan pengkritikan buku ini adalah untuk membenahi kekurangan yang masih
terdapat dalam buku ini agar buku ini dapat benar-benar relevan untuk diajarkan
dilingkungan perkuliahan. Buku ini perlu dibenahi karena buku ini sangat penting bagi
khalayak umum dan isi buku ini merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan bagi
mahasiswa dalam studinya sehingga sangat perlu dilakukan pembenahan pada isi buku ini
agar dapat menjadi pedoman pembelajaran yang tepat bagi mahasiswa kedepannya. Selain itu

1
materi didalam suatu buku juga perlu dibenahi agar sesuai dengan perkembangan era
globalisasi saat ini.
1.3.Manfaat
Adapum manfaat dari pengkritikan buku Studi Kelayakan Bisnis Ini adalah untuk membantu
pengarang dalam menciptakan sumber pelajaran/buku yang benar-benar berkwalitas dan
cocok untuk digunakan oleh seluruh pembacanya.

2
BAB II
ISI BUKU
2.1.Identitas Buku
2.1.1.Buku Utama
Judul : Studi Kelayakan Bisnis
Pengarang : Dr. Kasmir, S.E., M.M dan Jakfar, S.E., M.M
Penerbit : KENCANA
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2003
ISBN : 978-602-9413-09-0
2.1.2.Buku Pembanding
Judul : Sudi Kelayakan Bisnis
Pengarang : Iban Sofyan
Penerbit : Graha Ilmu
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2003
ISBN : 979-3289-38-4
2.2.Ringkasan Buku
Bab 1 Pendahuluan
Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam
tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau
tidak usaha tersebut dijalankan. Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara
mendalam tersebut dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan
memberikan manfaat yang besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Dengan
kata lain kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang dijalankan akan memberikan
keuntungan financial dan nonfinasial sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan.
Adapun pengertian bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk
memperoleh keuntungan. Keuntungan yang dimaksud dalam perusahaan bisnis adalah
keuntungan finansial. Jadi, dengan dilakukannya studi kelayakan bisnis akan dapat
memberikan gambaran apakah usaha atau bisnis yang diteliti layak atau tidak untuk
dijalankan.
Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai
sekalipun telah dilakukan studi kelayakan bisnis secara benar yaitu:

3
1. Data dan informasi tidak lengkap
Pada saat melakukan penelitian data dan informasi yang disajikan kurang lengkap,
sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada.
2. Tidak teliti
Kegagalan dapat pula disebabkan si penstudi kurang teliti dalam meneliti dokumen
yang ada.
3. Salah perhitungan
Kesalahan dapat pula diakibatkan sipenstudi salah dalam melakukan perhitungan.
4. Pelaksanaan pekerjaan salah
Para pelaksana bisnis sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan
menjalankan bisnis tersebut.
5. Kondisi lingkungan
Kegagalan lainnya adalah adanya unsur-unsur yang terjadi yang memang tidak dapat
kita kendalikan.
6. Unsur sengaja
Keslahan yang sangat fatal adalah adanya faktor kesengajaan untuk berbuat
kesalahan.
Berikut keuntungan dengan adanya kegiatan bisnis baik bagi perusahaan, pemerintah,
maupun masyarakat anatara lain:
1. Memperoleh keuntungan
Apabila suatu usaha dikatakan layak untuk dijalankan akan memeberikan
keuntunagan, terutama keuntungan keuangan bagi pemilik bisnis.
2. Membuka peluang pekerjaan
Dengan adanya usaha jelas akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat,
baik bagi masyarakat yang terlibat secara langsung dengan usaha atau masyarakat yang
tingggal di sekitar lokasi usaha.
3. Manfaat ekonomi
Secara umum manfaat ekonomi antara lain:
 Menambah jumlah barang dan jasa
 Meningkatkan mutu produk
 Meningkatkan devisa
 Menghemat devisa
4. Tersedia sarana dan prasarana

4
Bisnis yang akan dijalankan juga memebrikan manfaat bagi masyarakat secara luas
terutama bagi masyarakat sekitar bisnis yang akan dijalankan.
5. Membuka isolasi wilayah
Untuk wilayah tertentu pembukaan suatu usaha misalnya perkebunan, jalan atau
pelabuhan akan membuka isolasi wilayah.
6. Meningkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunan.
Dengan adanya proyek atau usaha biasanya pekerja yang bekerja didalam proyek
datang dari berbagai suku bangsa.
Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan
perlu dilakukan studi kelayakan, yaitu:
1. Menghindari resiko kerugian
2. Memudahkan perencanaan
3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
4. Memudahkan pengawasan
5. Memudahkan pengendalian
Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut
antara lain:
1. Pemilik usaha
2. Kreditur
3. Pemerintah
4. Masyarakat luas
5. Manajemen
Secara umum, prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan sebagai
berikut:
1. Aspek hukum
2. Aspek pasar dan pemasaran
3. Aspek keuanagan
4. Aspek teknis/operasi
5. Aspek manajemen dan organisasi
6. Aspek ekonomi sosial
7. Aspek dampak lingkungan
Adapun tahap-tahap dalam melakukan studi kelayakan yang umum dilakukan sebagai
berikut:
 Pengumpulan data dan informasi

5
 Melakukan pengolahan data
 Analisis data
 Mengambil keputusan
 Memberikan rekomendasi
Data dan informasi merupakan hal yang sangat penting dalam menganalisis suatu
usaha, karena tanpa adanya data dan informasi yang jelas, maka hasil studi kelayakan yang
kita lakukan tidak akan berhasil dengan baik. Oleh karena itu, perlu dicari sumber-sumber
data dan informasi yang benar-benar dapat dipercaya keabsahannya.
Bab 2 Aspek Hukum
Dalam melakukan analisis aspek hukum ini dilakukan secara teliti dan cermat dengan
mencari sumber-sumber informasi yang jelas sampai ketangan yang memang berkompeten
untuk mengeluarkan surat-surat yang hendak kita teliti. Demikian juga mereka yang hendak
menyiapkan suatu proyek atau usaha maka perlu dilakukan berbagai persiapan yang berkaitan
dengan aspek hukum ini.
Dalam praktiknya jenis badan hukum usaha yang ada di indonesia sebagai berikut:
1. Perseorangan
Perusahaan perseorangan merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan.
Kebutuhan modal hanyalah dari pemilik sendiri dan untuk mencari modal dari luar relatif
lebih sulit. Tujuan utama didirikan perusahaaan perseorangan adalah semata-mata hanya
untuk mencari keuntungan.
2. Firma
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dan menjalankan
perusahaan atas nama perusahaan. Sama seperti halnya perusahaan perseorangan, tujuan
firma adalah untuk mencari keuntungan. Perolehan dana dari pihak luar cukup
memungkinkan dan relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan perusahaan perseorangan.
3. Perseroan komanditer
Adalah persekutuan yang didirikan atas dasar kepercayaan. Perusahaan berbadan
hukum CV dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan bertanggung jawab atas semua risiko
atau kewajiban kepada pihak ketiga. Tanggung jawab ini juga sampai kepada penggunaan
harta pribadi apabila harta perusahaan tidak cukup untuk menutupi kewajibannya.
4. Perseroan terbatas
Adalah badan hukum yang paling banyak digunkan dan diminati oleh para
pengusaha. Penyebabnya adalah karena badan hukum jenis ini memiliki banyak kelebihan
jika dibandingkan dengan badan hukum lainnya.

6
5. Perusahaan negara
Adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang. Modal untuk
mendirikan perusahaan negara atas kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak dipisahkan
atas saham.
6. Perusahaan daerah
Perusahaan daerah merupakan perusahaan yang didirikan dengan suatu peraturan
daerah. Tujuan didirikan untuk perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan
pembangunan daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya.
7. Yayasan
Yayasan merupakan badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan
dan lebih menekankan usahanya pada tujuan sosial. Modal berasal dari sumbangan, wakaf,
hibah, atau sumbangan lainnya.
8. Koperasi
Menurut UU No. 25 Tahun 1995, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakaan
orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan
prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan.
Secara umum, dokumen yang akan diteliti sehubungan dengan aspek hukum ini
sebagai berikut:
1. Bentuk badan usaha
Ada beberapa jenis bentuk badan hukum yang lazim di indonesia, misalnya
perseroan terbatas, perseroan komanditer, koperasi, yayasan, dan firma.
2. Bukti diri
Yaitu kartu identitas diri para pemilik usaha yang dikeluarkan oleh kelurahan
setempat yang dikenal dengan nama kartu tanda penduduk (KTP).
3. Tanda daftar perusahaan
Setiap perusahaan yang akan beroperasi di indonesia, haruslah membuat surat tanda
daftar perusahaan sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.
4. Nomor pokok wajib pajak
Nomor pokok wajib pajak merupakan hal yang penting untuk diteliti, apakah sudah
dimiliki atau belum.
5. Izin-izin perusahaan
Selanjutnya adalah meneliti izin-izin yang dimiliki sesuai dengan jenis bidang usaha
perusahaan tersebut.
6. Keabsahan dokumen lainnya

7
Seperti dokumen tentang status hukum tanah, kendaraan bermotor, serta surat-surat
atau sertifikat lainnya yang kita anggap perlu.
Bab 3 Aspek Pasar Dan Pemasaran
Secara khusus dalam aspek pasardan pemasaran bahwa tujuan perusahaan untuk
memproduksi atau memasarkan produknya dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Meningkatkan penjualan dan laba
2. Untuk menguasai pasar
3. Untuk mengurangi saingan
4. Untuk menaikkan prestise produk tertentu dipasaran
5. Untuk memenuhi pihak-pihak tertentu
Pasar dan pemasaran merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama
lainnya. Pasar adalah suatu mekanisme yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat
pertemuan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang dan
jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Sedangkan
penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat
harga pada suatu waktu tertentu.
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan
serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Pemsaran berusaha menciptakan
dan mempertukarkan produk baik barang maupun jasa kepada konsumen dipasar. Konsumen
yang menginginkan dan membutuhkan produk adalah individu atau kelompok tertentu.
Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang
berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Untuk
melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan.
Tujuannya adalah agar segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran. Berikut ini adalah
variabel utama untuk segmentasi pasar konsumen anatara lain:
1. Segmentasi berdasarkan geografis terdiri dari:
 Bangsa
 Provinsi
 Kabupaten
 Kecamatan
 Iklim
2. Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari:
 Umur

8
 Jenis kelamin
 Ukuran keluarga
 Daur hidup keluarga
 Pendapatan
 Pekerjaan
 Pendidikan
 Agama
 Ras dan kebangsaan
3. Segmentasi berdasarkan psikografis terdiri dari:
 Kelas sosial
 Gaya hidup
 Karakteristik kepribadian
4. Segmentasi berdasarkan perilaku terdiri dari:
 Pengetahuan
 Sikap
 Kegunaan
 Tanggapan terhadap suatu produk
Secara umum pengertian menetapakan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan
setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.
Menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu
pasar. Adapun strategi bauran pemasaran yaitu:
1. Strategi produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian
untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan
kebutuhan.
Starategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu
produk atara lain:
 Penentuan logo dan moto
 Menciptakan merek
 Menciptakan kemasan
 Keputusan label
2. Strategi harga

9
Harga adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan
suatu barang atau jasa. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan,
mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan.
Tujuan penetapan harga secara umum adalah sebagai berikut:
 Untuk bertahan hidup
 Untuk memaksimalkan laba
 Untuk memperbesar market share
 Mutu produk
 Karena pesaing
3. Strategi lokasi dan distribusi
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi distribusi antara lain:
 Pertimbangan pembeli atau faktor pasar
 Karakteristik produk
 Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan
4. Strategi Promosi
Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Dalam kegiatan ini setiap
perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk atau yang dimilikinya baik
langsung maupun tidak langsung.
Peramalan merupakan pengetahuan dan seni untuk memperkirakan apa yang akan
terjadi dimasa yang akan datang pada saat sekarang. Dalam melakukan peramalan, peramal
harus mencari mencari data dan informasi masa lalu.
Langkah-langkah peramalan:
1. Mengumpulkan data
2. Mengolah data
3. Menentukan metode peramalan
4. Memproyeksikan data
5. Mengambil keputusan
Bab 4 Aspek Keuangan
Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan
perusahaan secara keseluruhan. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi menjadi dua
macam yaitu:
1. Modal Asing

10
Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar
perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman. Sumber dana dari modal asing dapat
diperoleh antara lain dari:
 Pinjaman dari dunia perbankan
 Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura, asuransi, leasing,
dana pensiun atau lembaga keuangan lainnya.
 Pinjaman dari perusahaan nonbank
2. Modal sendiri
Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara
mengeluarkan saham baik secara tertutup maupun terbuka. Perolehan dana dari modal sendiri
biasanya berasal dari:
 Setoran dari pemegang saham
 Dari cadangan laba
 Dari laba yang belum dibagi
Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk dan digunakan untuk membeli aset-aset
yang dibutuhkan usaha tersebut. Secara garis besar biaya kebutuhan investasi meliputi:
 Biaya prainvestasi
 Biaya aktiva tetap
 Biaya operasi
Arus kas adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan mulai
dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut. Jenis-jenis cas flow
terdiri dari: initial cash flow, operasional cash flow, dan terminal cash flow. Adapun kriteria
yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha atau investasi adalah:
1. Payback period
2. Average rate of return
3. Net present value
4. Internal rate of return
5. Profitability index
6. Serta berbagai rasio keuangan
Dalam laporan keuangan termuat informasi mengenai jumlah kekayaan dan jenis-
jenis kekayaan yang dimiliki, kewajiban-kewajiban yang dimiliki baik jangka panjang
maupun jangka pendek, serta ekuitas yang dimilikinya. Pihak-pihak yang memiliki
kepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan yaitu:
 Kreditur

11
 Pemegang saham
 Pemerintah
 Manajemen
 Karyawan
Jenis-jenis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
 Neraca
 Laporan laba/rugi
 Laporan arus kas
 Laporan perubahan modal
Agar laporan keuangan yang disajikan dapat diartikan dari angka-angka yang ada
dilaporan keuangan, maka perlu dianalisis. Alat analisis yang dapat digunakan adalah rasio-
rasio keuangan.
Bab 5 Aspek Teknis/Operasi
Analisis dari aspek operasi adalah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam
menjalankan usahanya dengan menilai ketetapan lokasi, luas produksi, dan layout serta
kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan. Secara umum ada beberapa hal yang hendak
dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat
2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi yang
dipilih
3. Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan
produksinya
4. Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk
dijalankan
5. Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan
Dalam memilih lokasi tergantung dari jenis usaha atau investasi yang dijalankan.
Terdapat paling tidak empat lokasi yang dipertimbangkan sesuai keperluan perusahaan antara
lain:
1. Lokasi untuk kantor pusat
2. Lokasi untuk pabrik
3. Lokasi untuk gudang
4. Kantor cabang
Untuk menilai lokasi yang sesuai dengan keinginan perusahaan dapat digunakan
berbagai metode dengan kebutuhan perusahaan yakni:

12
1. Metode penilaian hasil value
2. Metode perbandingan biaya
3. Metode analisis ekonomi
Penentuan luas produksi adalah berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang
dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan
yang dimiliki serta biaya yang paling efisien. Layout merupakan suatu proses dalam
penentuan bentuk dan penenmpatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi atau
operasi. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi antara lain:
 Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya
 Keberhasilan teknologi ditempat lain
 Pertimbangan teknologi lanjutan
 Besarnya biaya investasi dan biaya pemeliharaan
 Kemampuan tenaga kerja dan kemungkinan pengembangannya
 Pertimbangan pemerintah dalam hal tenaga kerja
 Dan pertimbangan lainnya
Economic Order Quantity merupakan jumlah pembelian bahan mentah pada setiap
kali pesan dengan biaya yang paling rendah. Artinya setiap kali memesan bahan mentah
perusahaan dapat menghemat biaya yang akan dikeluarkan. Reorder Point merupakan waktu
perusahaan akan memesan kembali atau batas waktu pemesanan kembali dengan melihat
jumlah minimal persediaan yang ada.
Bab 6 Aspek Manajemen Dan Organisasi
Pengertian Aspek Manajemen
Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang cukup penting di analisis
untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha telah dinyatakan layak untuk
dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen dan organisasi yang baik,bukan tidak
mungkin akan mengakalami kegagalan.
Adapun fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah proses menentukan tujuan yang akan ditempuh sesuai dengan
yang telah ditetapkan.
2. Pengorganisasian ( organizing)
Pengorganisasian adalah pengelompokan kegitan-kegiatan dalam unit-unit dengan
tujuan supaya tertata dengan jelas antara tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
3. Pelaksanaan ( actuating)

13
Melakasanakan ialah proses untuk melaksanakan kegiatan dalam organisasi.
4. Pengawasan ( controlling)
Proses penilaian tugas apakah sudah sesuai dengan apa yang direncanakan.
Manajemen Pembangunan Proyek
Manajemen pembangunan proyek adalah sistem untuk merencanakan,
melaksanakan, dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien.
1. Perencanaan proyek
Rencana proyek yang baik akan meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
a. Menetapkan tujuan
b. Mendefenisikan proyek
c. Mencantumkan langkah utama untuk dilakukan
d. Jadwal waktu untuk penyelesaian
e. Analisis biaya/manfaat
f. Uraian mengenenai sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek
2. Penjadwalan proyek
Jadwal proyek ialah menentukan aktivitas-aktivitas proyek dalam urutan waktu
tertentu dimana mereka harus dimunculkan.
Pendekatan proyek digunakan untuk beberapa tujuan berikut:
a. Menggambarkan hubungan dari setiap aktivitas dari keseluruhan proyek.
b. mengidentifikasi hubungan yang harus didahulukan antara aktivitas-aktivitas.
c. memperkirakan waktu, biaya yang realistis untuk setiap aktivitas.
3. Pengawasan proyek
Mengawasi atau mengendalikan proyek merupakan hal yang penting untuk
menjaga agar proyek selesai tepat pada waktunya.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia dapat dijabarkan dalam fungsi manajerial yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dan fungsi operatif
yang meliputi pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan, dan
pemutusan hubungan kerja.
1. Analisi jabatan
Analisis jabatan merupakan suatu proses untuk mempelajari dan mengumpullkan
berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan.
2. Perencanaan sumber daya manusia

14
Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
secara sistematis untuk meramalkan atau memperkirakan kebutuhan sumber daya
manusia dalam suatu bisnis atau perusahaan.
3. Pengadaan tenaga kerja
Pengadaan tenaga kerja merupakan upaya untuk memperoleh jumlah dan jenis
tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan organisasi untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan.
Pengetian Organisasi
Organisasi secara statis dapat diartikan suatu wadah atau tenaga kerja untuk
melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Organisasi secara dinamis
dapat diartikan sebagai suatu proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
1. Desain struktur organisasi
Desain organisasi formal disusun untuk membantu pencapaian tujuan organisasi
dengan lebih efektif dan efisien.
2. Elemen-elemen umum dalam organisasi
3. Struktur sederhana
Struktur sederhana dikarakteristikkan oleh hal-hal yang bukan sebenarnya.
Struktur sederhana tidak rumit, kompleksitas rendah, sedikit formalisasi, dan
mempunyai wewenang yang disentralisasi pada seseorang.
Bentuk-Bentuk Organisasi
Beberapa jenis bentuk organanisasi yang umum :
1. Bentuk organisasi yang ditinjau dari pimpinan puncak.
2. Bentuk organisasi berdasarkan hubungan wewenangnya.
Bab 7 Aspek Ekonomi Dan Sosial
Pengertian Aspek Ekonomi Dan Sosial
Yang diharapkan dari aspek ekonomi dan sosial yang akan di jalankan akan
memberikan dampak positif lebih banyak. Artinya dengan berdirinya usaha atau proyek
secara ekonomi dan sosial lebih banyak memberikan manfaat dibanding kerugiannya.

Dampak Yang Timbul


Cecara garis besar dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu usaha atau
investasi, antara lain:
1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalaui:

15
a. Peningkatan tingkat pendapatan rumah tangga.
b. Perubahan pola nafkah
c. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mengurangi
pengangguran.
2. Menggali, mengatur, dan menggunakan ekonomi sumber daya alam.
3. Meningkatkan perenokonomian baik lokal maupun regional.
4. Pengembangan wilayah.
Adapun dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi antara lain:
1. Adanya perubahan demografi melalui terjadinya:
a. Perubahan tingkat kepadatan penduduk.
b. Pertumbuhan penduduk, tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan
pola migrasi.
2. Perubahan budaya melalui terjadinya:
a. Kemungkinan perubahan kebudayaan melalui perubahan adat istiadat,
nilai, dan norma budaya setempat.
b. Perubahan pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi
seperti (hak wilayah), pendidikan, agama dan keluarga.
3. Perubahan kesehatan masyarakat
Peningkatan Pendapatan Nasional
Untuk menghitung pendapatan nasional dapat dihitung melalui tiga metode
pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan produksi (production approach)
2. Pendekatan pengeluaran (expenditure approach)
3. Pendekatan pendapatan (income approach)
Yang dimaksud pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah nilai
seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu.
Kemudian yang dimaksud dengan pendekatan nasioanal dengan pendapatan pengeluaran
adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang
dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam perekonomian. Selanjutnya, yang
dimaksud dengan pendekatan nasional dengan perndekatan pendapatan adalah pendapatan
nasional yang dihitung dengan menjumlah balasan jasa yang diterima oleh faktor produksi.

16
Bab 8 Analisi Dampak Lingkungan Hidup (Amdal)
Pengertian Amdal
Pengertian analisis dampak lingkungan hidup ( AMDAL) menurut PP No. 27 tahun
1999 pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting
suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis dampak lingkungan adalah teknik untuk
menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan mencemari lingkungan atau tidak dan jika
ya, maka diberikan jalan alternatif pencerahannya.
Dampak Yang Ditimbulkan
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta
dilestarikan fungsinya antara lain:
1. Hutan lindung, hutan konservasi, dan cagar biosfer.
2. Sumber daya manuisa.
3. Kualitas udara.
4. Warisan alam dan warisan budaya.
5. Kenyamanan lingkungan hidup.
Tujuan Dan Kegunaan Studi Amdal
Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu
rencana usaha dan kegiatan, untuk mencapai tujuan ini penyusunan AMDAL harus
didasarkan atau sesuai dengan pedoman penyusunan studi AMDAL.
Adapun kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL adalah :
1. Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari
rencana usaha/kegiatan.
3. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan.
Rona Lingkungan Hidup
Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk,
ukuran, tujuan, sasaran, dan sebagainya.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup sebagai berikut:
1. Wilayah studi rencana usaha atau kegiatan.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada
diwilayah studi rencana usaha atau kegiatan baik yang sudah akan dimanfaatkan
maupun dalam bentuk potensi.
Prakiran Dampak Besar Dan Penting

17
Dampak besar dan penting dalam perkiraan penyusunan AMDAL hendaknya dimuat
hal-hal sebagai berikut:
1. Prakiraan antara dampak usaha atau kegiatan pada saat prakonstruksi, konstruksi
operasi, dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup.
2. Penentuan arti penting perubahan lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat
diwilayah studi rencan usaha.
Evaluasi Dampak Besar Dan Penting
1. Telaah terhadap dampak besar dan penting
a. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaah
secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting lingkungan hidup.
b. Telaah secara holistis atas berbagai komponen lingkungan hidup yang
diprakirakan mengalami perubahan mendasar.
c. Dampak-dampak besar yang penting yang dihasilkan dari evaluasi.
2. Telaah sebagai dasar pengelolaan
a. Hubungan sebab akibat antara rencana usaha dan kegiatan dan rona
lingkungan hidup dengan dampak positif dan negatif yang mungkin timbu.
b. Analisis bencana alam dan analisis resiko bila rencana usaha atau kegiatan
berada dalam daerah bencana alam atau didekat sumber bencana alam.
Ruang Lingkung Studi Dan Metode Analisis Data
Ruang lingkup studi meliputi dampak besar yang penting yang ditelaah yaknni:
1. Rencana usaha atau kegiatan penyebab dampak, terutama komponen langsung
yang berkaitan dengan dampak yang ditimbukan.
2. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak
yang ditimbulknya terhadap lingkungan hidup.

18
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.Kelebihan Buku
1. Bahasa yang digunakan dalam buku utama sangat baku sehingga materi yang
dipaparkan dalam buku ini mudah dipahami pembaca.
2. Dalam buku utama karangan Kasmir dipaparkan secara jelas mengenai aspek pasar
dan pemasaran. Hal ini terlihat dari adanya penjelasan mengenai strategi bauran
pemasaran atau marketing mix dan peramalan dimasa mendatang secara jelas
dipaparkan dalam pembahasan materi ini. Sedangkan dalam buku pembanding karya
Iban tidak menjelaskan se detail itu.
3. Dalam buku utama karangan Kasmir ini, jika membahas materi mengenai aspek
keuangan materi yang dipaparkan dalam buku utama ini sangat jelas dan lengkap
karena diawal materi penulis menjelaskan darimana saja sumber-sumber dana yang
dapat diperoleh. Berbeda halnya dalam buku pembanding karangan Iban penulis
tidak ada memaparkan materi tersebut.
4. Dalam buku utama karangan Kasmir ini, memaparkan materi tentang teknis dan
operasi dalam studi kelayakan bisnis. Sedangkan dalam buku pembanding karangan
Iban tidak memaparkan materi tersebut.
5. Dalam buku utama karangan Kasmir ini, memaparkan materi tentang analisis
mengenai damapak lingkungan (AMDAL) dalam studi kelayakan bisnis. Sedangkan
dalam buku pembanding karangan Iban tidak memaparkan materi tersebut.

3.2.Kelemahan Buku
1. Buku utama karangan Kasmir ini tidak dipaparkan materi mengenai analis ekonomi
mengenai pengembangan studi kelayakan bisnis lebih lanjut. Sedangkan dalam buku
pembanding memaparkan materi tersebut.
2. Dalam buku utama karangan Kasmir ini tidak ada dipaparkan materi tentang analisi
pengaruh infalasi dan analis perbedaan skala usaha dalam pengembangan studi
kelayakan lebih lanjut. Sedangkan dalam buku pembanding karangan Iban
memaparkan materi tersebut.
3. Dalam buku utam tidak memaparkan contoh teknik penyusunan proposal pendirian
atau pengajuan permohonan dana usaha yaitu berupa contoh format penulisannya.
Sedangkan dalam buku pembanding memaparkan materi tersebut.

19
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Berdasarkan perbandingan yang kami lakukan terhadap kedua buku dapat kami
simpulkan bahwasanya buku utama karangan Dr. Kasmir, S.E., M.M dan Jakfar, S.E., M.M
ini masih masih lebih cocok digunakan sebagai panduan mahasiswa untuk mempelajari
tentang studi kelayakan dari suatu bisnis. Selain dari materinya yang terbilang baik bahasa
yang digunakan juga cukup baik dan pembahasannya juga tidak terlalu rumit, sehingga
pembaca dapat dengan mudah memahami materi dalam buku tersebut. Berbeda halnya
dengan buku karangan Iban Sofyan masih kurang lengkap dari segi materi dan pembahasan
yang dipaparkan juga sedikit rumit sehingga pembaca kesulitan untuk memahami materinya.
Akan tetapi buku pembanding ini memiliki satu kekuatan yaitu dalam buku pembanding ini
dipaparkan materi tentang teknik penyusunan proposal pendirian atau pengajuan permohonan
dana usaha disertai dengan format penulisan laporannya.
Akan tetapi kedua buku ini adalah buku yang tahun terbitnya sudah cukup auh yaitu
tahun 2003 silam. Sehingga materi yang dipaparkan juga kurang terbarukan. Penulis mungkin
harus lebih jeli lagi saat ini yaitu dengan mengeluarkan edisi berikutnya dengan
menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini. Agar buku ini tetap bisa menjadi buku
panduan bagi pembaca yang ingin memahami tentang studi kelayakan dari suatu bisnis
tersebut.
4.2.Saran
Diharapkan bagi masing-masing pengarang buku agar dapat memperhatikan apa-apa
saja yang menjadi kelemahan bukunya masing-masing dan hal ini dapat dijadikan salah satu
bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan kedepannya serta meteri yang dipaaparkan
didalam buku disesuaikan dengan perkembangan bisnis diera globalisasi sekarang ini.. Agar
buku ini memang benar-benar menjadi sumber pengetahuan yang dapat memberikan banyak
manfaat bagi seluruh pembacanya.

20
DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana.
Sofyan, I. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

21