Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KOMPREHENSIF ASUHAN KEBIDANAN

PADA KEHAMILAN FISIOLOGISTRIMESTER II


DI PUSKESMAS BALONGSARI SURABAYA

Disusun Oleh :
Kiki Sunarti, S.Keb
NIM. 011813243069

PENDIDIKAN PROFESI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2019
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan komprehensif Asuhan Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis Trimester II di


Puskesmas Balongsari ini telah diperiksa dan disetujui untuk memenuhi Tugas Praktek Klinik
Profesi Program Studi Pendidikan Bidan Universitas Airlangga

Surabaya, April 2019


Mahasiswa,

Kiki Sunarti, S.Keb


NIM. 011813243069
Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik


Prodi Pendidikan Bidan FK UNAIR Puskesmas Dupak Surabaya
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan peristiwa yang alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu
yang mengharapkan anak. Namun demikian setiap kehamilan perlu perhatian khusus,
untuk mencegah dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai pada persalinan, baik
penyakit komplikasi dan lain-lain.
Kehamilan adalah suatu proses yang fisiologis. Kehamilan dikatakan fisiologis
apabila selama kehamilan tidak menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan
pada ibu dan janin yang dikandungnya (Marmi,2011). Pada masa kehamilan terjadi
perubahan anatomi dan fisiologi serta perubahan pada segi psikologi. Asuhan pada ibu
hamil diharapkan dapat membantu proses penyesuaian selama kehamilan sehingga bisa
berjalan normal dan tanpa adanya masalah atau penyulit. Oleh karena itu pelayanan
asuhan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung
kesehatan ibu hamil dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Asuhan antenatal
adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran
maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan selama kehamilan
(Saifuddin, 2009) Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan
yang beresiko sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil, sehingga antenatal care
diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu.
Berdasarkan uraian diatas asuhan pada saat antenatal merupakan upaya penting untuk
mencapai kehamilan dan derajat kesehatan yang diinginkan. Oleh karena itu dibutuhkan
pemberian pelayanan antenatal yang optimal dan komprehensif agar dapat tercapai derajat
kesehatan yang optimal.

1.2 TUJUAN

1.2.1 Tujuan Umum


Mampu melaksanankan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis trimester II
dengan menerapkan pola pikir melalui pendekatan manajemen varney dan pendokumentasian
menggunakan SOAP.
1.2.2 Tujuan Khusus
Dapat mengembangkan pola pikir ke dalam proses asuhan kebidanan pada kehamilan
dan menerapkannya. Dalam melaksanakan asuhan kebidanan, diharapkan mampu:
1. Melaksanakan pengkajian data fokus secara subjektif dan objektif
2. Mengidentifikasi dan mengintrepretasi data terhadap diagnosa masalah
3. Melakukan penatalaksanaan dan mengevaluasiasuhan kebidanan yang telah
dilakukan
4. Melakukan dokumentasi asuhan kebidanan pada kehamilan trimester II dalam
bentuk SOAP
5. Menganalisa dan membahas kasus

1.3 MANFAAT
1.3.1 Bagi Penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman dalam
melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu sehingga dapat digunakan
sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan.
1.3.2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada asuhan kebidanan
pada ibu hamil fisiologis.
1.3.3. Bagi Klien dan Keluarga
Agar klien mengetahui dan memahami perubahan fisiologis yang terjadi pada
kehamilan secara fisiologis maupun psikologis serta masalah pada kehamilan sehingga
timbul kesadaran bagi klien untuk memperhatikan kehamilannya.

1.3.4. Bagi lahan Praktek


Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih
meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan selalu menjaga mutu pelayanan.
1.3.5. Bagi Masyarakat
Merupakan informasi kepada masyarakat tentang perubahan fisiologi yang terjadi
pada kehamilan baik secara biologis dan psikologis serta masalah pada kehamilan.

1.4 Pelaksanaan
Praktik klinik profesi ini dilaksanakan di Puskesmas Balongsari pada 13 November
2017 sampai dengan 3 Desember 2017.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSEP DASAR KEHAMILAN FISIOLOGIS TRIMESTER II


2.1.1 Pengertian Kehamilan
 Kehamilan terjadi jika ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur
(ovum) dan sel mani (apermatozoa). Perubahan pada wanita hamil
meliputi perubahan fisiologis dan perubahan psikologis (Saminem,2009:1).
 Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap
wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami
menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang
organ reproduksinya sehat sangat besar kemungkinanya akan mengalami
kehamilan (Mandriwati,2008:3).
 Kehamilan dikatakan normal apabila ibu sehat, tidak ada riwayat obstetrik
buruk, ukuran uterus sama/sesuai dengan usia kehamilan, pemeriksaan
fisik dan laboratorium normal. (Saifuddin,2014)

2.1.2 Pembagian Kehamilan


 Trimester pertama : dimulai dari konsepsi sampai sebelum minggu ke 14
 Trimester kedua : antara minggu 14-28
 Trimester ketiga : antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36
(Saifuddin, 2014).

2.1.3 Perubahan Fisiologis pada kehamilan trimester II


Suatu kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari, selama ini
terjadi perubahan yang baik pada ibu maupun janin. Janin berkembang dari 2
sel ke satu bentuk yang akan mampu hidup di luar uterus.Adapun perubahan
yang terjadi khususnya di kehamilan trimester II, yaitu :
1. Sistem reproduksi
 uterus
Memsuki bulan ke-4 fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat,
sekresi vagina meningkat tetapi tetap normal jika tidak gatal, iritasi dan
berbau, bulan ke 5 TFU 3 jari dibawah pusat, payudara mulai sekresi
kolostrum, kantungketuban menampung 400 ml cairan. Bulan ke 6 fundus
sudah setara atau diatas pusat, sakit punggung dan kram pada kaki
mungkin melai terjadi, mengalami gatal-gatal pada abdomen karena
uterus dan kulit merenggang. (Mochtar, 2012)
 Serviks
Pada awak trimester ini, berkas kolagen kurang kuat terbungkus. Hal ini
terjadi akibat penurunan konsentrasi kolagen secara keseluruhan. Dengan
sel-sel otot polos dan jaringan elastis, serabut kolagen bersatu dengan arah
pararel terhadap sesamanya sehingga serviks menjadi lebih lunak tetapi
tetap mampu mempertahankan kehamilan.
 Vagina
Pada kehamilan trimester kedua ini terjadinya peningkatan cairan vagina
selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada saat ini
biasanya agak kental dan mendekati persalinan agak cair. Yang terpenting
adalah tetap menjaga kebersihan. Hubungi dokter atau tenaga kesehatan
lain, jika cairan berbau, terasa gatal, dan sakit.
2. Payudara
Pada trimester kedua ini, payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan
cairan yang kekuningan yang disebut dengan colustrum. Keluarnya cairan dari
payudara itu yaitu colostrums adalah makanan bayi pertama yang kaya akan
protein, colostrums ini akan keluar bila putting dipencet. Areola payudara
makin hitam karena hiperpigmentasi. Glandula Montgomery makin tampak
menonjol di permukaan areola mamae. (Mochtar, 2012)
3. Sistem perkemihan
Sistem perkemihan adalah sistem yang berkaitan dengan fungsi eliminasi
dan produksi urine dalam tubuh.Sistem ini juga dianggap penting yang
berhubungan dengan kontrol keseimbangan air dan elektrolit serta tekanan
darah. Pada kehamilan Ginjal berfungsi untuk mengelola zat-zat sisa dan
kelebihan yang dihasilkan akibat peningkatan volume darah dan curah jantung
juga produk metabolisme tetapi juga menjadi organ utama yang mensekresi
produk sisa dari janin. Dilatasi kaliks dan pelviks ginjal dan semakin nyata
pada Trimester II kehamilan yang bisa meningkatkan resiko infeksi saluran
kemih.
Ureter Merupakan saluran yang menghubungkan dari Ren menuju ke
vesika Urinaria.Ureter memanjang dan membentuk kurva tunggal atau ganda
yang tampak seperti sebuah belitan pada pemeriksaan sinar-X. pada Trimester
II volume ureter mungkin meningkat 25 kali dibandingkan dengan keadaan
tidak hamil,equivalen dengan peningkatan 300 ml Urine.Dalam kehamilan
ureter kanan dan kiri mengalami pembesaran karena pengaruh
progesteron.Akan tetapi,ureter kanan lebih lebih membesar karena lebih banyak
mendapat tekanan dibandingkan dengan ureter kiri.Hal ini disebabkan karena
uterus lebih sering memutar ke arah kanan atau karena orang banyak
beraktifitas dengan bagian kanan tubuh.
Vesika urinaria Merupakan suatu kantong muskulomembran yang berfungsi
untuk menampung urine. Karena pembesaran uterus selama Trimester II
kehamilan,kandung kemih terdorong ke arah anterior dan superior.Perpindahan
ini mengubah letak intravesikuler ureter,yang kemudian menyebabkan
regurgitasi urin ke Ureter pada saat berkemih.(Prawirohardjo,2010)

4. Sistem pencernaan
Sistem pencernaan adalah Wanita hamil sering mengeluhkan perubahan
nafsu makan,jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi,dan toleransinya
terhadap makanan tertentu.Walaupun beberapa perubahan mungkin
dipengaruhi oleh faktor sosial budaya,faktor anatomi dan pengaruh hormon
pada saluran pencernaan mengubah fungsi – fungsi yang biasa dijalankan oleh
sistem pencernaan.Diantaranya adalah:
 Relaksasi otot polos karena pengaruh progesteron menyebabkan
penurunan tonus dan motilitas usus.Penurunan motilitas lebih jauh
dipengaruhi oleh penurunan motilitin,sutu hormon peptida.Penurunan
pada tonus menimbulkan perpanjangan waktu transit,yang akan makin
lama seiring dengan berkembangnya kehamilan
 Penurunan motilitas dan memanjangnya waktu transit di kolon
menyebabkan peningkatan absorbsi air,yang kemudian meningkatkan
resiko terjadinya konstipasi. Hemoroid biasa terjadi selama
kehamilan.Disebabkan oleh relaksasi dinding pembuluh darah
sekunder akibat peningkatan progesteron, dan penekanan vena oleh
berat dan ukuran uterus yang makin membesar.Usaha mengejan pada
saat defekasi karena adanya konstipasi juga berperan terhadap
munculnya hemoroid. (Prawirohardjo,2010)
5. Sistem muskuloskeletal
Pada Kehamilan Trimester I belum terjadi lordosis hanya nyeri pada
punggung.Pada Trimester II sudah terjadi Lordosis yang diakibatkan
kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior,lordosis menggeser pusat
daya berat ke belakang ke arah dua tungkai.Sendi sakroilliaka,sakrokoksigis
dan pubis akan meningkat mobilitasnya,yang diperkirakan karena pengaruh
hormonal yaitu pada peningkatan hormon estrogen,progesteron,dan elastin
dalam kehamilan yang dapat mengakibatkan kelemahan jaringan ikat dan
ketidakseimbangan persendian dan menyebabkan perubahan sikap ibu dan pada
akhirnya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah punggung
6. Sistem kardiovaskular
Pada pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena cava
inferior dan aorta bawah ketika dalam posisi terlentang. Penekanan vena cava
inforior ini akan mengurangi darah balik vena ke jantung. Akibatnya, terjadi
penurunan preload dan cardiac output sehingga menyebabkan terjadinya
hipotensi arterial. Penekanan aorta juga akan mengurangi aliran darah
uteroplasenta ke ginjal. Selama trimester terakhir posisi terlentang akan
membuat fungsi ginjal menurun jika dibandingkan dengan posisi miring. Oleh
karena itu tidak dianjurkan ibu hamil dalam posisi terlentang di akhir
kehamilan.(Prawirohardjo,2010)
Eritropoetin ginjal akan meningkatan jumlah sel darah merah sebanyak 20-
30% tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan
mengakibatkan hemodilusi dan penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15g/dl
menjadi 12,5g/dl,dan pada 6% perempuan bisa mencapai dibawah 11g/dl.pada
kehamilan lanjut kadar lebih berhubungan dengan defisiensi zat besi daripada
hopervolemia,jumlah zat besi yang diabsorbsi dari makanan dan cadangan
dalam tubuh biasanya tidak mencukupi kebutuhan ibu selama kehamilan
sehingga penambahan asupan zat basi dan asam folat dapat membantu
mengembalikan kadar hemoglobin.kebutuhan zat besi selama kehamilan lebih
kurang 1000mg atau rata rata 6-7 mg/hari.
Hipervolemia selama kehamilan mempunyai fungsi berikut.
 Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipertrofi system
vascular.
 Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus
balik vena dalam posisi terlentang dan berdiri.
 Untuk menjaga ibu drai efek kehilangan darah yang banyak pada saat
persalinan.terjadi suatu”autotransfusi”dari system vaskularisasi dengan
mengompensasi kehilangan darah 500-600 ml pada persalinan
pervaginan tunggal atau 1000 ml pada persalinan dengan seksio
caesaria atau persalinan pervaginam gemeli.
Volume darah ini akan kembali seperti sediakala apda 2-6 minggu setelah
persalinan.(Prawirohardjo,2010)
7. Sistem integumen
Perubahan system integument pada kehamilan,salah satu perubahan besar
yang mengalami selama kehamilan adalah cara itu harus meregangkan pada
tingkat cepat mustahil. Sekitar 50 persen hingga 90 persen perempuan tidak
mampu menahan peregangan yang sangat besar ini, dan hal itu menyebabkan
terjadi pada kulit di payudara, lengan, paha, pinggul dan pantat. Pada kulit
perut akan terjadi perubahan waran menjadi kemerahan, kusam, dan juga
kadang mengenai daerah payudara dan paha. Perubahan ini dikenal dengan
nama striae gravidarum. Pada banyak perempuan kluit di garis pertengahan
perutnya (linea alba) akan berubah menjadi hitam kecoklatan disebut dengan
line nigra. Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah
epidermal dan dermal penyebab pastinya belum diketahui. Estrogen dan
progesteron diketahui mempunyai peran dalam melanogenesis dan diduga bisa
menjadi faktor pendorongnya. (Prawirohardjo,2010)

2.1.4 Perubahan Psikologis


Menurut teori Rubin, perubahan psikologi yang terjadi:
1. Trimester I : Meliputi ambivalen, takut, fantasi, dan khawatir.
2. Trimester II :Perubahan meliputi perasaan lebih nyaman serta kebutuhan
mempelajari perkembangan dan pertumbuhan janin meningkat. Kadang
tampak egosentris dan berpusat pada diri sendiri.
Terdapat 2 fase perubahan psikologis pada trimester kedua. Fase pertama
yaitu fase prequickening, dimana pada fase ini ibu menganaliss dan
mengevaluasi segala hubungan interpersonal yang telah terjadi. Proses ini
akan menjadi dasar bagaimana calon ibu mengembangkan hubungan
dengan anak yang akan dilahirkan. Pada trimester kedua, calon ibu sudah
dapat menerima kehamilannya. Fase kedua yaitu postquickening yaitu ibu
hamil fokus pada kehamilan dan persiapan untuk menyambut kahirnya
bayi. Pergerakan yang dirasakan dapat membantu ibu membangun konsep
bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dengannya dan
menyebabkan ibu terfokus pada bayinya.
3. Trimester III :Perubahan yang terjadi meliputi memiliki perasaan aneh,
sembrono, lebih introvert, dan merefleksikan pengalaman masa
lalu.(Saminem,2009).

2.1.5 Ketidaknyamanan dalam kehamilan trimester II


1. Nyeri Perut bagian bawah
Nyeri perut bagian bawah biasanya dikeluhkan 10-30% ibu hamil pada
akhir trimester I atau ketika memasuki trimester II.Keluhan ini biasanya terasa
lebih pada ibu multigravida disebabkan karena tertariknya ligamentum,
sehingga menimbulkan nyeri seperti kram ringan dan atau terasa seperti
tusukan yang lebih terasa akibat gerakan tiba-tiba, dibagian perut bawah.
Nyeri perut bawah disebabkan oleh semakin membesarnya uterus
sehingga keluar dari rongga panggul menuju rongga abdomen.Keadan ini
berakibat pada tertariknya ligament-ligamen uterus seirig dengan pembesaran
terjadi yang menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian perut bawah.
2. varises pada kaki dan vulva
varises pada kaki dan vulva dapat disebabkan karena Kongesti vena dalam
vena bagian bawah yang meningkat sejalan dengan kehamilan karena tekanan
dari uterus yang hamil, kerapuhan jaringan elastis yang diakibatkan oleh
estrogen dan dapat juga disebabkan karena kecenderungan bawaan keluarga
(faktor usia, dan lama berdiri)
3. sembelit atau susah buang air besar
Sembelit atau susah buang air besar banyak dialami oleh wanita hamil
menginjak usia kehamilan pada trimester II. Ketidak nyamanan ini disebabkan
karena Peningkatan kadar progesterone menyebabkan peristaltic usus menjadi
lambat, penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot polos usus
besar, Penyerapan air dari kolon meningkat efek samping penggunaan
suplemen zat besi.
4. sesak nafas atau hiperventilasi
Sesak nafas terjadi karena dipengaruhi oleh Peningkatan kadar
progesteron berpengaruh secara langsung pada pusat pernafasan untuk
menurunkan kadar CO2 serta meningkatkan kadar CO2, meningkatkan
aktifitas metabolik, meningkatkan kadar CO2, selain itu juga disebabkan
karena uterus membesar dan menekan pada diafragma
5. keputihan
keputihan terjadi karena Hiperplasia mukosa vagina dan terjadi
Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endocervikal sebagai akibat dari
peningkatan kadar estrogen
6. kram kaki
kram pada kaki dapat terjadi karena kejang pada otot betis atau otot
telapak kaki, diduga adanya ketidakseimbangan mineral di dalam tubuh ibu
yang memicu gangguan pada system persarafan otot-otot tubuh, kelelahan
yang berkepanjangan, serta tekanan rahim pada beberapa titik persarafan yang
berhubungan dengan saraf-saraf kaki.

2.1.6 Tanda bahaya kehamilan trimester II


1) Abortus
a. Abortus imminens
Perdarahan berkelanjutan pada kehamilan muda, namun pada tes kehamilan
menunjukkan hasil positif. Janin masih dapat dicegah dengan memberikan terapi
hormonal dan antispasmodic serta istirahat. Apabila beberapa minggu ternayata
perdarahan masih ditemukan dan dalam kedua kali tes kehamilan menunjukkan
hasil yang negative, maka dilakukan kuretase karena hal itu menandakan abortus
telah terjadi (Sulistyawati, 2011).
b. Abortus insipiens
Abortus insipient terjadi apabila ditemukan adanya pendarahan pada kehamilan
muda diserta dengan membukanya ostium uteri dan terabanya selaput ketuban.
Penanganannya sama dengan abortus inkompletus (Sulistyawati, 2011)
c. Abortus Habiatus Abortus yang terjadi berturut –turut selama lebih dari tiga
kali(Sulistyawati, 2011).
d. Abortus kompletus
Perdarahan yang terjadi sehingga menyebabkan janin keluar kecuali desidua dan
plasenta. Gejalanya meliputi amenore, sakit perut karena kontraksi, perdarahan,
ostium yang terbuka, dan kadang masih teraba jaringan serta ukuran uterus masih
kecil dari kehamilannya (Sulistyawati, 2011)
e. Abortus inkompletus
Merupakan perdarahan pervaginam disertai dengan pengeluaran seluruh hasil
konsepsi (janin atau desisua) sehingga rahim dalam keadaan kosong
(Sulistyawati, 2011)
2) Kehamilan Mola
Kehamilan mola merupakan kehamilan jonjot korion (chorionic villi)yang tumbh
berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung cairan sehingga
menyerupai anggur atau mata ikan. Hal ini merupakan bentuk neoplasma trofobls
yang jinak (benign).
Gejala kehamilan mola antara lain :
 Mual dan muntah berlebihan
 Toksemia gravidarum meliputi (pusing,, tekanan darah tinggi, gangguang
penglihatan)
 Perdarahan
 Besar uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan
 Keluar jaringan mola tetapi tidak selalu ditemukan.
 Mola face (pucat atau kekuning-kuningan pada wajah)
3) Perdarahan Pada Kehamilan Muda
Perdarahan pada kehamilan muda dikenal beberapa istilah sesuai dengan
pertimbangan masing-masing, setiap terjadinya perdarahan pada kehamilan maka
harus selalu berfikir tentang akibat dari perdarahan ini yang menyebabkan kegagalan
kelangsungan kehamilan.Pada kehamilan muda sering dikaitkan dengan kejadian
abortus, misscarriage, early pregnancy loss (Hadijanto, 2008).
4) Selaput kelopak mata pucat
Merupakan salah satu tanda anemia. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu
dengan keadaan hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I dan III. Dan Hb<10,5
gr% pada trimester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan
perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi.(Mochtar,2012)
5) Demam Tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam kehamilan merupakan suatu
masalah.Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam
kehamilan.Menurut SDKI tahun 2007 penyebab kematian ibu karena infeksi (11%).
Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan
mengompres untuk menurunkan suhu (Saifuddin, 2008, p.249)

2.1.7 Pemeriksaan Kehamilan (ANC)


ANC adalah pemeriksaan / pengawasan antenatal adalah periksaan kehamilan
untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga,
mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapkan pemberian ASI, dan
kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar.
Tujuan utama ANC adalah menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian
maternal dan perinatal.
Sedang tujuan Khusus ANC adalah:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tubuh kembang bayi
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan
sosial ibu
3. Mengenal secara dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara, umum,
kebidanan, dan pembedahan.
4. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
dan bayinya dengan trauma semenimal mungkin
5. Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian
ASI eksklusif.
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
2.1.8 Standar pelayanananANC
1. Timbang berat badan
Total pertambahan berat badan pada kehamilan yang normal 11,5-15 kg/
tidak boleh lebih dari ½kg per minggu. Dilakukan setiap kali kunjunganuntuk
mengetahui pertambahan berat badan ibu. Normalnya kenaikan BB pada TM 1
adalah 1-2 kg, pada TM II adalah 5kg, sedangkan pada TM III tidak boleh naik
0.5 kg tiap minggu. Normalnya BB selama kehamilan meningkat 10-12 kg.
Tabel 2.1 Kenaikan berat badan berdasarkan status gizi
Status gizi berdasarkan IMT Kenaikan berat badan (kg)
Gizi kurang < 19,8 12,5-18
Normal 19,8-26 11,5-16
Gizi lebih > 26-29 7-11,5
Obese > 29 6

2. Ukur tekanan darah


Normalnya 110/70 – 120/80 mmHg. Untuk mendeteksi adanya eklampsi (jika
tekanan darah 140/90 mmHg)
3. Ukur tinggi fundus uteri
Tinggi fundus uteri diukur dengan memakai aturan leopold I atau dengan
memakai pita ukur , prosedur leopold I :
a. Kaki pasien dibengkokkan pada lutut dan lipat paha.
b. Pemeriksaan berdiri di sebelah kanan dan melihat ke arah muka pasien.
c. Rahim di bawah ke tengah.
d. Tinggi fundus uteri ditentukan.
Sebelum bulan ketiga fundus uteri belum bisa diraba dari luar.
a. Akhir bulan III (12 minggu) fundus uteri 1-2 jari di atas sympisis.
b. Akhir bulan IV (16 minggu) pertengahan antara sympisis pusat.
c. Akhir bulan V (20 minggu) 3 jari bawah pusat.
d. Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat.
e. Akhir bulan VII (28 minggu) 3 jari atas pusat.
f. Akhir bulan VIII (32 minggu) pertengahan prosesous xyfoidus dan pusat.
g. Akhir bulan IX (36 minggu) sampai arkus costarum/2 jari bawah pusat.
h. Akhir bulan X (40 minggu) pertangahn px dan pusat.
4. Pemberian imunisasi TT (tetanus toxoid) lengkap
Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan
sebagai upaya pencegahan terhadapinfeksi tetanus neonatorum. Vaksin
Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian
dimurnikan.

Tabel 2.2 Interval dan Perlindungan pada Imunisasi TT


IntervalSelang waktu Lama %
Antigen minimal perlindungan perlindungan
TT1 Pd kunjungan. I -
TT2 4 minggu setelah TT1 3 th 80
TT3 6 bulan setelah TT2 5 th 95
TT4 1 th setelah TT3 10 th 99
TT5 1 th setelah TT4 25 th/ seumur 99
hidup
5. Pemberian tablet besi FE
Pemberian Fe pada ibu hamil penting bagi ibu dengan anemia tetapi pada ibu
dengan kadar Hb yang normal, pengaturan diet menjadi solusi yang tepat. Fe
adalah mineral yang ditemukan di banyak protein dan enzim yang dibutuhkan
tubuh. Sebagian besar fe dapat ditemukan di hemoglobin. Hemoglobin
mengangkat oksigen pada jaringan dan organ dalam tubuh. Jika Fe tidak cukup
maka jumlah hemoglobin menurun juga sehingga suplai oksigen pada jaringan
dan organ terganggu. Tablet Fe yang tersedia di puskesmas saat ini berisi 60 mg
besi elemental dan 250µg asam folat.
6. Tes terhadap PMS
Pemeriksaan darah perlu dilakukan saat kehamilan trimester I yaitu rhesus,
anemia, rubella, hepatitis B, sifilis, HIV, vaginosis, kandidiasis, maupun penyakit
menular seksual lainnya.
7. Temu wicara dalam rangka persalinan rujukan
Menjelaskan hasil pemeriksaan dan prosedur rujukan secara jelas.
8. Tentukan presentasi janin dan hitung DJJ
Presentasi janin dapat berupa presentasi kepala, presentasi bokong, presentasi
kaki. Angka DJJ normal yaitu 120-160 x/ menit.
9. Tetapkan status gizi
Status gizi diukur melalui Lingkar Lengan Atas (Lila). Jika < 23,5 maka
termasuk KEK.

Tabel 2.3Klasifikasi BMI menurut WHO (2005)


Kategori BMI (kg/m2) Risiko Penyakit Penyerta
Underweight < 18.5 kg/m2 Rendah (tetapi risiko terhadap
masalah-masalah klinis lain
meningkat)
Batas Normal 18.5 – 24.9 kg/m2 Rata-rata
Overweight: > 25
Pre-obese 25.0 – 29.9 kg/m2 Meningkat
Obese I 30.0 – 34.9kg/m2 Sedang
Obese II 35.0 – 39.9 kg/m2 Berbahaya
Obese III > 40.0 kg/m2 Sangat Berbahaya

BMI atau Body Mass Index (Indeks Massa Tubuh) merupakan sebuah
pengukuran yang membandingkan berat badan dengan tinggi badan.BMI
bermanfaat untuk mengukur prosentase lemak tubuh dan mengestimasikan berat
badan yang ideal bagi tiap orang.Teknik ini ditemukan pada pertengahan abad ke-
10 di Belgia oleh Lambert Adolphe Jacques Quetelet.Melalui kualitas berat
seseorang, BMI membantu untuk menganalisa ukuran tubuh secara keseluruhan
dan bahkan bisa membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan adanya penyakit
tertentu. Rumus BMI yaitu = BERAT BADAN (KG)/TINGGI (m)2
10. Tatalaksana kasus
Tatalaksana kasus yang dapat dideteksi dengan menggunakan kartu skor
poedji rochjati untuk merencanakan persalinan berdasarkan faktor risiko.

2.1.9 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan


Kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu
dan anak minimal 4 kali selama kehamilan dalam waktu :
a. Trimester I : 1 x kunjungan (sebelum 14 minggu)
b. Trimester II : 1x kunjungan (14-28 minggu)
c. Trimester III : 2 x kunjungan (28-36 minggu dan sesudah minggu ke 36)
(Saifuddin,2014).
kunjungan waktu Informasi penting
Trimester I Sebeum  Membangun hubungan saling percaya
mgg ke-14 antara petugas kesehatan dan ibu
hamil
 Mendeteksi masalah dan
menanganinya
 Melakukan tindakan pencegahan
seperti tetanus neonatorum, anemia
kekurangan zat besi, penggunaan
praktek tradisional yang merugikan
 Mendorong perilaku yang sehat (gizi,
latihan dan kebersihan,istirahat, dan
sebagainya)
Trimester II Sebelum Sama speerti diatas, ditambah
mgg ke-28 kewaspadaan khusus mengenai
preeklampsia (tanya ibu tentang gejala-
gejala preeklampsia, pantau tekanan
darah, evaluasi edema,periksa untuk
mengetahui proteinuria)
Trimester III Antara mgg Sama seperti diatas ditambah palpasi
28-36 abdominal untuk mengetahui apakah aada
kehamilan ganda
Trimester III Setelah 36 Sama seperti diatas,ditambah deteksi letak
minggu bayi yang tidak nomal, atau kondisi lain
yang memerlukankelahiran di rumah sakit

2.1.10 Dampak ibu hamil tidak ANC


1. Meningkatkan angka mortalitas dan mortabilitas ibu
2. Tidak terdeteksi kelainan-kelainan kehamilan
3. Kelianan fisik yang terjadi pada saat persalinan tidak dapat dideteksi secara dini

2.2 KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN FISIOLOGIS

2.2.1 Pengkajian (Data Subjektif, Data Objektif)


Pengkajian adalah pengumpulan data dasar untuk mengevaluasi keadaan
klien.Data yang dikumpulkan meliputi data subjektif dan data objektif serta
data penunjang (bila ada).
a. Data subjektif
Data ini bisa didapat dengan cara anamnesa yaitu tanya jawab antara
klien dengan petugas kesehatan (auto anamnesa) maupun antara petugas
kesehatan dengan orang lain yang mengetahui keadaan / kondisi klien (alo
anamnesa). Anamnesa dapat dilakukan pada pertama kali klien datang (secara
lengkap) dan anamnesa selanjutnya / ulang untuk hal yang diperlukan saja
setelah melakukan review data yang lalu.
Hal – hal yang perlu dikaji dalam dat subjektif, meliputi :
1) Biodata
a) Nama klien
Dimaksudkan agar lebih mengenal klien sehingga tercipta hubungan
interpersonal yang baik, sehingga bidan lebih mudah dalam memberikan
asuhannya karena klien lebih kooperatif.
b) Umur
Untuk mengetahui apakah umur klien termasuk dalam usia produktif
atau usia beresiko tinggi untuk hamil, karena umur yang < 20 tahun atau > 35
tahun beresiko tinggi bila hamil.
c) Pendidikan
Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan tingkat
intelegensi klien, sehingga bidan bisa menyesuaikan cara pemberian
Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) dengan kemampuan daya tangkap
klien.
d) Pekerjaan
Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi klien yang
tentunya berpengaruh dengan kemampuan klie dalam pemenuhan kebutuhan
nutrisinya.Hal ini juga dapat membantu bidan dalam pemberian KIE tentang
nutrisi ibu hamil.Selain itu juga untuk mengetahui apakah pekerjaan yang
dilakukan klien dapat mengganggu kehamilan atau tidak.
e) Suku atau bangsa
Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari – hari.
f) Agama atau kepercayaan
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui agama atau kepercayaan yang
dianut klien, sehingga bidan secara tidak langsung dapat menyesuaikan
pemberian KIE yang sesuai dengan ajaran-ajaran maupun norma-norma
agama atau kepercayaan yang dianut.
g) Alamat
Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan
bila keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut, bidan dapat
mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkunganya. Dengan tujuan
untuk mempermudah menghubungi keluarganya, menjaga kemungkinan bila
ada nama ibu yang sama, untuk dijadikan saat kunjungan rumah.

2) Keluhan pasien
Perlu dikaji untuk mengetahui hal apa saja yang dikeluhkan dalam
kehamilannya ini, terutama keluhan saat pengkajian dilakukan. Keluhan-
keluhan yang muncul pada ibu hamil trimester II biasanya mengenai
hemorroid, varises, sesak nafas.

3) Riwayat Penyakit
a) Riwayat penyakitdahulu
Untuk mengetahui apakah dahulu ibu mempunyai penyakit yang
berbahaya bagi kehamilannya.Selain itu untuk mengetahui apakah ibu pernah
menjalani operasi yang berhubungan dengan organ reproduksinya atau tidak,
karena akan berpengaruh pada kehamilanya
b) Riwayat penyakit sekarang
Untuk mengetahui apakah pada saat sekarang ini ibu benar-benar
dalam keadaan sehat, tidak menderita suatu penyakit kronis seperti ashma,
jantung, TBC, hipertensi, ginjal, DM dan lainnya, karena apabila ada
gangguan kesehatan pada saat ibu hamil akan secara tidak langsung
berpengaruh pada kehamilannya baik itu pada diri ibu sendiri maupun
perkembangan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya.
c) Riwayat penyakit keluarga
Hal penting yang perlu dikaji bila ada riwayat penyakit menular dalam
keluarga ibu maupun suami (seperti hepatitis, TBC, HIV/AIDS, PMS) yang
dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lain. Juga pelu dikaji bila ada
rieayat penyakit keturunan dalam keluarga ibu maupun suami seperti jantung,
DM, ashma, hipertensi, dan lainnya, karena dapat menurunkan kepada anggota
keluarga yang lain dan dapat membahayakan apabila penyakit – penyakit
tersebut terjadi pada ibu yang sedang hamil.

4) Riwayat obstetri
a) Riwayat Menstruasi
Beberapa hal yang perlu dikaji di dalam riwayat haid meliputi umur
menarche,siklus haid (teratur atau tidak), lama haid, dysmenorrhea(ya atau
tidak) dan HPHT (Haid Pertama Haid Terakhir). Dengan diketahuinya HPHT
maka bidan dapat menentukan HPLnya (Hari Perkiraan Lahir), usia kehamilan
sehingga keadaan kehamilannya dapat dipantau, terutama untuk memantau
pertambahan BB, TFU (Tinggi Fundus Uteri) dan frekuensi gerak anak,
karena hal tersebut dapat mendukung dalam penegakkan diagnose kehamilan,
selain melalui palpasi dan USG.

b) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu


Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu memiliki riwayat
obstetric yang buruk atau tidak baik dalam kehamilan, persalinan dan nifas
yang lalu, sehingga bila memang ibu memiliki riwayat obstetric yang buruk
maka dapat dipersiapkan tindakan-tindakan untuk pencegahan.
c) Riwayat kehamilan sekarang
Hal-hal yang perlu dikaji di dalamnya antara lain berapa kali ibu sudah
melakukan ANC, di mana ibu memperoleh ANC, apakah ibu sudah
mendapatkan imunisasi TT dan berapa kali mendapatkannya, apakah ibu
teratur minum tablet tambah darah dan vitamin yang ibu peroleh setiap kali
kontrol, apakah ada keluhan atau komplikasi selama ibu hamil dan apakah ibu
mempunyai kebiasaan-kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan, merokok,
minum jamu dan alcohol dan sebagainya, sehingga bidan dapat memantau
perkembangan kehamilannya. Pada kehamilan, pemeriksaan ANC harus lebih
sering guna untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin yang
dikandung.

5) Riwayat KB
Untuk mengetahui apakah ibu sudah menjadi akseptor KB sebelum
hamil atau tidak, metode kontrasepsi yang digunakan apa dan sudah berapa
lama ibu menjadi akseptor KB serta rencana KB apa yang akan digunakan ibu
(klien) setelah melahirkan.

6) Pola pemenuhan kebutuhan sehari – hari


Pola ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menunjukkan
perilaku hidup sehat dalam kehidupannya sehari – hari atau belum. Pola – pola
yang dikaji di dalamnya, meliputi :
a) Pola nutrisi
Dikaji tentang jenis makanan yang dikonsumsi klien, apakah ibu hamil
(klien) sudah makan teratur 3x sehari atau belum, apakah sudah
mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan menu seimbang (nasi, lauk-pauk,
sayur dan buah) atau belum, karena asupan nutrisi juga akan berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Selain
makanan, berapa kali minum dalam sehari juga perlu dipertanyakan, hal ini
juga dimaksudkan untuk mencegah keadaan kekurangan cairan.
b) Pola eliminasi
Eliminasi yang dikaji adalah BAB dan BAK.BAB perlu dikaji untuk
mengetahui berapa kali ibu BAB setiap harinya dan bagaimana konsistensi
warna fecesnya, biasanya pada ibu hamil kemungkinan besar terkena sembelit
karena pengaruh dari hormon progesterone dan juga warna dari fecesnya
terkadang hitam yang disebabkan oleh tablet Fe yang dikonsumsi selama
hamil.
BAK dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAK setiap harinya,
lancar atau tidak. Biasanya ibu yang hamil apalagi hamil kembar akan sering
BAK karena adanya penekanan pada kandungan kencing oleh uterus (TM 1)
dan oleh kepala janin (TM II-III).
c) Pola istirahat
Dikaji untuk mengetahui apakah ibu dapat beristirahat dengan cukup
dan tenang setiap harinya atau tidak, karena dapat berpengaruh terhadap
kondisi kesehatannya apabila tidak mempunyai cukup waktu untuk beristirahat.
d) Pola personal hygiene
Dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menerapkan perilaku hidup
sehat dalam kehidupannya. Kebersiahan diri yang paling dan harus
diperhatikan oleh ibu hamil adalah kebersihan alat kelamin (genetalia), apabila
ibu tidak menjaga genetalia akan memudahkan masuknya kuman ke dalam
kandungan.
e) Pola seksual
Dikaji untuk mengetahui apakah selama hamil ibu melakukan
hubungan seksual atau tidak, karena pada dasarnya hubungan seksual boleh
dilakukan selama hamil, asal umur kehamilan ibu cukup besar, karena
hubungan seksual yang dilakukan pada saat hamil mudaakan sangat
berpengaruh terhadap kondisi janin yang dikandung.

7) Psikologi dan sosiospiritual ibu


Dikaji untuk mengetahui bagaiman penerimaan ibu terhadap
kehamilannya.Dikaji pula apakah pihak keluarga mendukung kehamilan ibu,
bagaiman hubungan ibu dengan keluarga dan masyarakat sekitar, apakah ibu
mempunyai hewan peliharaan, karena hewan peliharaan dapat menyebabkan
penyakit TORCH pada ibu hamil yang dapat mengancam janin yang
dikandungnya.

b. Data Objektif
Data objektif adalah data yang dapat diobservasi dan diukur oleh Bidan. Data
dipreoleh melalui kepekaan bidan selama melakukan pemerikasaan (Nursalam,
2009). Meliputi :
 Kesadaran : Untuk mengetahui tingkat kesadaran ibu (compos mentis atau
kesadaran penuh, apatis, somnolens dsb)
 TTV :
Tekanan darah(normal pada orang dewasa 110/60 – 140/90 mm/Hg, pada ibu
hamil dengan anemia yaitu 100/60 mmHg(Prawiriharjo)).
Suhu ( untuk mengetahui suhu badan, apakah klien ada peningkatan atau tidak.
Batas normal 35,8-37 oC (Madriawat, 2008)
Nadi (untuk mengetahui nadi pasien yang dihitung dalam menit, frekuensi
denyut jantung yang teratur kira-kira 70 kali/menit dengan rentang antara 60-
100 kali/meni(Mandriwati, 2008))
Respirasi (dapat diobservasi dari frekuensi permenit, kedalama, keteraturan,
dan tanda-tanda yang menyertai, seperti bunyi nafas dan bau nafas (Johnson
Dan Taylor, 2005) frekuensi pernafasan dalam keadaan istirahat pada yaitu
12-20 kali/menit (Mandriawati, 2008))
 Berat badan sekarang : mengetahui perubahan berat badan ibu dan untuk
mengetahui status gizi klien
 IMT : kenaikan minimal pada ibu hamil untuk menentukan status gizi ibu
hamil
Pemeriksaan fisik khusus
a. Inspeksi
 Muka : untuk menilai apakah pucat yang mengarah pada anemia atau
ada odema yang mengarah pada pre eklamsi apabila TD ibu tinggi
 Mata :adakah pucat pada kelopak bawah mata, adakah ikterus pada
sklera. Untuk menilai visus atau ketajaman penglihatan, untuk ibu anemia
konjungtivanya pucat (Alimul,2008)
 Dada dan payudara : untuk mengetahui pigmentasi payudara,
kebersihan putting susu, menonjol atau tidak, kolostrum sudha keluar atau
tidak
 Abdomen :adakah berkas operasi, adakah linea nigra, striae abdomen
 Genitalia : lihat adanya tukak/luka, varises, cairan (warna, konsistensi,
jumlah, bau), adakah pembekakan, massa atau kista, dan cairan/nanah
 Ekstermitas : diperiksa apakah ada oedema/bengkak, adakah varises
yang terjadi pada kehamilan, apakah jari kuku pucat
b. Palpasi
 Leher :adakah pembesaran kelenjar tiroid, adakah pembersaran
pembuluh limfe
 Dada dan payudara : pada saat klien berbaring, lakukan palpasi
secara sistemis dari arah payudara dan aksila, kemungkinan terdapat:
massa atau pembesaran pembuluh limfe
 Abdomen : ukur TFU, mencari tahu letak, presentasi, posisi,
kehamilan ganda dan penurunan kepala janin
Leopold I :untuk menentukan usia kehamilan dan apa yang ada
dalam fundus.
TFU UK (minggu)
3 jari atas simpisis 12
Pertengahan simpisis- 16
pusat
3 jari bawah pusat 20
Setinggi pusat 24
3 jari atas pusat 28
Pertengahan pusat-px 32
3 jari bawah px 36
Pertengahan pusat-px 40

Leopold II :untuk menentukan letak punggung anak dan letak


bagian kecil pada anak.
c. Auskultasi
DJJ bayi
Dilakukan dengan Funandoscope atau doppler untuk mendengarkan bunyi
jantung janin, bising tali pusat, bising rahim, bising aorta, serta bising usus.
Dalam keadaan normal, detak jantung janin antara 120-160 kali/menit. Bunyi
jantung dihitung dengan mendengarkannya selama satu menit penuh.apabila
kurang dari 120 kali/menit atau lebih dari 140 kali/menit, kemungkinan janin
dalam keadaan gawat janin (Alimul, 2008)

Pemeriksaan Penunjang
Dilakukan untuk mendukung diagnosis medis, kemungkinan komplikasi,
kelainan dan penyakit yang menyertai kehamilannya, biasanya pada ibu hamil
dengan anemia sedang dilakukan pemerikasaan Hb (Nursalam, 2009). Selain itu
kebanyakan di Indonesia, wanita hamil diperiksa urinenya untuk mengetahui
kadar protein dan glukosanya, diperiksa darahnya untuk mengetahui faktor Rh
(Rhesus), golongan darah, Hb, dan penyakit rubella(Hanni, 2010)
a. Pemeriksaan panggul luar : pemeriksaan panggul amatlah penting
terutama pada primigravida, karena panggulnya belum pernah teruji
(Hani, 2010)
b. Laboratorium
Darah : Hb minimal 10,5 % , < 10 % anemia
Urin : untuk mengetahui kandungan urin ibu apakah ada
proteinuria
c. USG :Diperlukan untuk pemantauan kesejahteraan janin dan
mengetahui keadaan plasenta, cairan amnion, dan usia kehamilan.

2.2.2 Interpretasi Data (Diagnosis, Masalah,Kebutuhan)


Diagnosa (aktual) diagnosis yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktik
kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosis kebidanan.
Misalnya: GPAPAH , usia kehamilan, tunggal atau ganda, hidup, letak,
presentasi, intrauteri atau ekstrauteri, jalan lahir, keadaan ibu dan janin.
Masalah: merupakan apa yang dikhawatirkan ibu saat kehamilan trimester II,
atau masalah kesehatan yang dijumapi saat trimester II seperti: konstipasi,
hemorroid.
Pada langkah ini dilakukan interpretasi data yang benar terhadap
diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang
benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah
dikumpulkan di interpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosa
yang spesifik. Masalah sering berkaitan dengan pengalaman wanita yang di
identifikasikan oleh bidan. Masalah ini sering menyertai diagnosa. Sebagai
contoh yaitu wanita pada trimester ketiga merasa takut terhadap proses
persalinan dan persalinan yang sudah tidak dapat ditunda lagi. Perasaan takut
tidak termasuk dalam kategori “nomenklatur standar diagnosa” tetapi tentu
akan menciptakan suatu masalah yang membutuhkan pengkajian lebih lanjut
dan memerlukan suatu perencanaan untuk mengurangi rasa sakit.
2.2.3 Identifikasi diagnosa dan masalah potensial
Mengidentifikasi diagnose potensial atau masalah potensial berdasarkan
diagnose yang sudah didentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila
memungkinkan dilakukan pencegahan.Bidan diharapkan dapat waspada dan
bersiap-siap mencegah diganosa ini menjadi benar-benar terjadi.
2.2.4 Identifikasi tindakan segera/kolaborasi/rujukan
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan untuk dikonsultasikan
bersama dengan tim kesehatan yang lain sesuai kondisi klien. Beberapa data
mungkin mengidentifikasi situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak
segera untuk kepentingan keselamatan jiwa ibu dan bayi.
2.2.5 Perencanaan tindakan
langkah ini merupakan merupakan lanjutan manajemen terhadap masalah atau
diagnose yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. asuhan terhadap klien
dilakukan secara komprehensif (menyeluruh) mencakup setiap hal yang
berkaitan dengan setiap aspek asuhan kesehatan. semua keputusan yang
dikembangkan dalam memberikan asuhan menyeluruh harus rasional dan
benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta
sesuai dengan asumsi dengan apa yang dilakukan klien.
2.2.6 Pelaksanaan tindakan
Rencana secara menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima
dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bisa dilakukan
sepenuhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim
kesehaatan lainnya. meskipun bidan tidak melakukannya sendiri, bidan tetap
memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya, memastikan
lamgkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana.

2.2.7 Evaluasi
Melakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi
pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai
kebutuhan yang telah diidentifikasi dalam diagnose dan masalah.
Dapat ditulis di catatan perkembangan danevaluasi dengandokumentasi
S: (Data subjektif)
O: (Data Objektif)
A: (Hasil analisis diagnose masalah)
P: (Penatalaksanaan yang dilakukan)
BAB III
TINJAUAN KASUS

Pengkajian
Waktu Pengkajian : 15-11-2017 jam 10.00 WIB
Tempat : Poli KIA Puskesmas Balongsari
Oleh : Novi Dwi A

DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
Nama Ibu : Ny. Z Nama Suami : Tn. A
Umur : 27 th Umur : 29 th
Suku : Jawa Suku /bangsa : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SD
Pekerjaan : tidak bekerja Pekerjaan : sopir
Alamat : Saritama
2. Alasan datang
Kontrol hamil
3. Keluhan
Tidak ada
4. Riwayat Menstruasi
HPHT : 20-06-2017
Siklus : teratur
Lama : 6-7 hari
5. Riwayat Obstetri
Kehamilan Persalinan Anak Nifas KB
kehamilan
Suami ke

penolong
Hamil ke

penyulit

penyulit

penyulit
kelamin

BB/TB
tempat
Umur

hidup
Jenis

Jenis

mati

ASI

Pervag., Di 2600
1 1 9bl - Bidan - P 5 th - - 9 bln pil
Normal rumah gr

2 2 Hamil ini
6. Riwayat Kehamilan Sekarang
(Data rekam medis)
Tinggi Badan : 145 cm
Lila : 28 cm
Status TT : T5
HPL : 27-03-2018
ANC sebelumnya : 3x diPuskesmas Balongsari
KSPR : 6 (KRT)

- Trimester I
Keluhan selama kehamilan: tidak ada
Penyuluhan yang didapat : makan yang bergizi seimbang,P4K, tanda bahaya
kehamilan, hubungan seksual, dan aktivitas.
Terapi yang pernah didapat : 2 gr 1x1 Kalk dan Fe 60 mg 1x1
- Trimester II
Keluhan selama kehamilan: tidak ada
Gerakan janin pertama kali dirasakan sekitar 2 minggu yang lalu
Penyuluhan yang didapat : tanda bahaya kehamilan, dan makanan yang bergizi
Terapi yang pernah didapat : 60 mg Fe 1x1 dan 0,5 mg Vit. B Kompleks 3x1
7. Riwayat KB
Sebelum kehamilan ini ibu menggunakan Kontrasepsi pil selama 2 tahun
8. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu tidak pernah menderita penyakit menular (TBC, hepatitis B, HIV), menurun
(DM, kanker, hipertensi, gemeli, asthma, psikosis), menahun/ kronis (paru, jantung,
ginjal, liver)
9. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga ibu tidak sedang/pernah menderita penyakit menular (TBC, hepatitis, HIV),
terdapat riwayat penyakit menurun yaitu DM, dantidak terdapat riwayat penyakit
menahun sepert penyakit paru.
10. Pola Fungsional Kesehatan
- Nutrisi : Makan 2x/hari dengan komposisi sayur dan lauk, buah jarang.
Minum air putih dan susu
- Eliminasi : BAB 1x/ hari konsistensi lembek berwarna kecokelatan dan BAK
lancar 5-6x/hari warna kuning jernih, berbau khas
- Kebersihan : mandi 2x seperti biasa, tidak ada keluhan, mengganti celana dalam
setiap setelah mandi atau dirasa lembab
- Istirahat : tidur 7-8 jam/hari
- Aktivitas : selama hamil tetap melakukan aktifitas rumah tangga seperti
biasanya

11. Riwayat Psikososial dan Latar Belakang Budaya


Status pernikahan kedua bagi istri dan yang pertama bagi suami. Lama
pernikahanyaitu selama3 tahun.Ibu merasa senang dan suami juga selalu ingin
mengetahui perkembangan janin. Ibu berhubungan baik dengan tetangga sekitar. Ibu
tetap melaksanakan shalat 5 waktu, tidak ada kesulitan. Tidak ada adat dan budaya
yang mempengaruhi kehamilan ibu.

DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Kesadaran : composmentis
Tanda-tanda vital :
TD terlentang : 110/70 mmHg Nadi : 85 x/menit
TD miring : 100/60 mmHg
RR :22x/menit
MAP : 83,3
ROT : 10
Antropometri
BB sebelum hamil : 54 kg
BB sekarang : 56 kg
TB (data rekam medis) : 145 cm
IMT : 26,1 kg/m2

2. Pemeriksaan Fisik
- Wajah : tidak oedem, pucat, konjungtiva merah muda
- Mulut : bibir tampak tidak pucat, ada karies gigi
- Payudara: tidak benjolan/massa abnormal,belum keluar kolostrum, kebersihan cukup
- Abdomen : tidak ada bekas luka operasi
TFU : 2 jari bawah pusat (21 cm)
DJJ : 144 x/mnt
Leopold I : teraba fundus uteri setinggi 2 jari bawah pusat
- Ekstrimitas : Atas/ bawah: tidak oedem/ tidak oedem

3. Pemeriksaan Penunjang
-

ANALISIS
G2P1001 19-20 minggu, janin tunggal, hidup intrauterin, keadaan ibu dan janin baik

PENATALAKSANAAN
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa keadaan ibu dan janin baik
2. Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan lab darah lengkap. Ibu
menyetujuinya
3. Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya TM 2 yaitu keluar darah dari
vagina, kelopak mata pucat, dan demam tinggi. Apabila menemui hal ini ibu
dianjurkan untuk segera ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
4. Memberikan HE kepada ibu mengenai pemenuhan nutrisi selama kehamilan,
istirahat, aktivitas, dan stimulasi janin dalam kandungan
5. Memberikan resep obat 10 tablet Fe 60 mg diminum 1x1 pada malam hari, dan 0,5
mg Vit. B Kompleks 3x1, calcium lactate 500 mg 1x1dan menganjurkan ibu untuk
meminum obat yang diberikan secara teratur, ibu bersedia minum obat sesuai
anjuran
6. Menyepakati kedatangan ibu untuk kontrol kembali yaitu pada 29-11-2017 untuk
periksa lab atau sewaktu-waktu jika ada keluhan, ibu setuju.
BAB IV
PEMBAHASAN
Asuhan kebidanan pada kehamilan fisiologis yang telah dilakukan pada kasus Ny. Z
secara umum sudah sesuai dengan teori dan konsep dasar manajemen asuhan kebidanan.
Berikut akan dibahas mengenai pengkajian data subyektif, data obyektif, analisa data dan
penatalaksanaan yang diberikan, yaitu :
Pada pengkajian data subjektif didapatkan Usia ibu saat hamil yaitu 27 tahun dimana
pada usia ini merupakan uia reproduktif dan tidak berisiko untuk hamil, Hal ini sesuai dengan
teori yang disebutkan oleh Rochjati (2003), bahwa usia ibu dapat digunakan untuk
menentukan faktor risiko kehamilan yakni dikatakan berisiko apabila usia ibu hamil <16
tahun dan >35 tahun. Pada data subjektif tidak didapatkan keluhan maupun ketidaknyamanan
selama kehamilan. Ibu merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 16 minggu. Hal ini
sesuai dengan dengan teori yang disebutkan oleh Saifuddin (2008), yang menyatakan bahwa
gerakan pertama fetus biasanya terjadi pada usia kehamilan 18 minggu, dimana terdapat
perbedaan perkiraan waktu gerakan pertama fetus antara primigravida dan multigravida. Pada
primigravida biasanya dirasakan pada usia 18 minggu sedangkan pada multigravida sekitar
16 minggu.Selain itu pada riwayat psikososial dari istri maupun suami sangat ingin tahu
sekali keadaan janin nya dalam kandungan sehingga kebutuhan mempelajari perkembangan
dan pertumbuhan janin meningkat.
Pada pengkajian data objektif, didapatkan hasil pemeriksaan tanda-tanda vital dalam
batas normal dan tidak ada kesenjangan. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan tinggi fundus
uteri setinggi 2 jari bawah pusat, hal ini menunjukkan usia kehamilan ibu adalah 19-20
minggu, dan masuk dalam trimester II. Diagnosa, masalah dan kebutuhan sudah sesuai
dengan kasus dan teori sehingga tidak didapatkan adanya kesenjangan dalam melakukan
analisis anatara kasus dan teori. Pada usia kehamilan memasuki 20 minggu telah dilakukan
skrining PE yaitu dengan MAP dan ROT. Hal ini kurang sesuai dengan teori bahawa skrining
untuk deteksi adanya pre eklampsi dilakukan pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Hal ini
dikarenakan pada preeklampsia terjadi peningkatan reaktivitas vaskuler yang mulai muncul
pada usia kehamilan 20 minggu, tetapi hipertensi yang terjadi umumnya terdeteksi pada
trimester II. Tingginya tekanan darah pada preeklampsia bersifat labil dan mengikuti irama
sirkadian normal. Peningkatan tekanan darah ini karena vasospasme menyeluruh dengan
ukuran tekanan darah > 140/90 mmHg selang 6 jam (Prawihardjo, 2009).
Berdasarkan pengkajian dari data subyektif dan obyektif, maka dapat ditegakkan
diagnose G2 P1001 UK 19-20 minggu, Tunggal, hidup, Intrauterin, let.kep, keadaan ibu dan
janin baik. Pada usia kehamilan tersebut letak janin belum pasti karena janin masih dapat
berubah posisi sampai memasuki usia 36 minggu normalnya yaitu letak kepala.
Peran bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada Ny. “Z” adalah
menginformasikan keadaan ibu kepada ibu dan keluarganya sehingga diperoleh informed
consent, memberikan KIE tentang kebutuhan masa kehamilan trimester II dan tanda bahaya
kehamilan.Pemberian kalori 300 kalori/hari dan suplemen besi sebanyak 60 mg/hari dapat
mencegah anemia pada kehamilan. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar
Hb sebanyak 1 gr% per bulan. Kini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi
dan 0,5 mg asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin, 2008). Ibu hamil dan bayi
membutuhkan kalsium untuk menunjang perrtumbuhan tulang dan gigi serta persendian janin.
Selain itu kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan
berdilatasi. Jika kebutuhan kalsium tidak tercukupi dari makanan, kalsium yang dibutuhkan
bayi akan diambil dari tulang ibu yang mengakibatkan tulang ibu menjadi keropos atau
osteoporosis. Menurut WHO dalam Guideline : Calcium supplementation in pregnant women
(2013), menerangkan bahwa kalsium dalam ANC direkomendasikan untuk mencegah
preeklamsia pada ibu hamil dan diberikan pada usia kehamilan mulai 20 minggu sampai
akhir kehamilan dengan dosis 1,5 – 2,0 g elemental calcium/ hari.Kebutuhan Penatalaksanaan
yang diberikan belum sesuai dengan standar pelayanan ANC karena ibu belum melakukan
pemeriksaan laboratorium. Bidan sudah menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini
namun sebelumnya ibu datang kurang pagi sehingga laboratorium di Puskesmas sudah tutup.
BAB V
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
 Motode yang digunakan dalam asuhan kebidanan menurut Varney 1997 sudah
sesuai diterapkan dalam mengkaji kasus kehamilan pada Ny. S yaitu :
1. Melakukan pengkajian data subjektif dan objektif
2. Menentukan diagnosa dan masalah aktual
3. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera
5. Menentukan rencana tindakan selanjutnya
6. Melakukan penatalaksanaan
7. Mendokumentasikan
 Secara keseluruhan tidak terdapat kesenjangan yang besar antara kasus dengan
teori pada asuhan kebidanan kehamilan namun hal itu juga tergantung pada
keadaan pasien sehingga penatalaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan
pasien dan tetap mengutamakan asuhan sayang ibu.

1.2 Saran
5.2.1 Untuk tenaga kesehatan
1) Tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan dapat lebih peka terhadap kondisi
pasien karena permasalahan yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan
komplikasi yang penanganannya akan semakin sulit.
2) Dalam memberikan pelayanan disertai dengan asuhan sayang ibu supaya terjadi
komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dengan pasien, selain itu asuhan
sayang ibu juga dapat memberikan kenyamanan terhadap pasien
DAFTAR PUSTAKA

Mandriawati, G, A. 2006. Asuhan Kebidanan ibu Hamil. Jakarta: EGC


Marmi. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Antenatal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Mocthar, Rustam. 2012. Sinopsis Obstetri jilid I. Jakarta: EGC
Obstetri Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
Saifuddin, Abdul Bari, 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

Salmah.2006. Asuhan kebidanan antenatal. Jakarta: EGC.


Saminem. 2009. Kehamilan normal. Jakarta: EGC.
Varney, Hellen.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan edisi 4 volume 1.Jakarta: EGC.
Yeyeh, Rukiyah, dkk. 2009. Asuhan Kebidanan 1 (kehamilan). Jakarta: CV Trans Info
Media