Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN TENGAH SEMESTER

ACUAN PERILAKU EKONOMI DAN BISNIS

Disusun Oleh :

REZZAQ MAULANA SYAPUTRA

1606877641

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS INDONESIA

i
Statement Of Authorship

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa tugas akhir terlampir
adalah murni hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya
gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menyatakan
menggunakannya.

Saya memahami bahwa tugas yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama : Rezzaq Maulana Syaputra


NPM : 1606877641
Tanda tangan :

Jenis tugas : makalah


Judul tugas : Laporan Tengah Semester
Tanggal : Maret 2019
Nama Pengajar : Dr. Prathama Rahardja, S.E., M.Si.

i
DAFTAR ISI
BAB I ..................................................................................................................................
1
PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
1.3 Waktu Pengamatan ............................................................................................... 2
1.4 Metode Pengamatan .............................................................................................. 2
1.5 Langkah-langkah Pengamatan ............................................................................... 3

BAB II .................................................................................................................................
5

ISI........................................................................................................................................
5
2.1 Lokasi Pengamatan ............................................................................................... 6
2.2 Profile Subjek Pengamatan ................................................................................... 6
2.3 Sejarah Subjek Pengamatan .................................................................................. 7
2.4 Kegiatan Ekonomi Subjek Pengamatan ................................................................. 9
2.5 Motivasi Subjek Pengamatan ................................................................................ 9
2.6 Faktor – faktor menjalankan usaha ...................................................................... 10
2.7 Lingkungan Fisik dan Non Fisik Lingkungan Subjek .......................................... 10
2.7.1 Lingkungan Fisik ....................................................................................... 10
2.7.2 Lingkungan Non Fisik ................................................................................. 12
2.8 Interaksi dengan Masyarakat Sekitar ................................................................... 12
2.9 Aktivitas yang Terjadi Selama Pengamatan Berlangsung..................................... 13
2.10 Acuan Subjek terkait perilaku ekonomi dan bisnis ............................................... 13

BAB III ..............................................................................................................................


15
PENUTUP ......................................................................................................................... 15
3.1 Kesimpulan......................................................................................................... 15

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Mata kuliah Acuan Perilaku Ekonomi dan Bisnis ( APEB ) bertujuan untuk
menganalisa pola tingkah laku seseorang sebagai subjek ekonomi. Seseorang dalam
kehidupan sehari-hari dikatakan sebagai suibjek ekonomi karena menjalankan
suatu kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dijalankan dapat berupa kegiatan
produksi, konsumsi, maupun distribusi. Dimana kegiatan ekonomi yang mereka
lakukan menimbulkan manfaat bagi invidu tersebut.
Dalam menjalankan kegiatan ekonomi, tentu terdapat beberapa keputusan
serta kebijakan yang diambil oleh individu tersebut. Keputusan yang diambil juga
didasarkan pada pertimbangan terhadap pilihan yang mereka hadapi. Setiap pilihan
yang mereka ambil, tentunya akan mengorbankan pilihan lainnya. Individu tersebut
hanya perlu mengukur akibat atau resiko dari pilihan yang mereka ambil. Mereka
akan memilih pilihan yang memberikan mereka keuntungan paling besar atau
pilihan yang akan meminimalisir kerugian yang dihasilkan.
Bagaimana invidu tersebut mengambil keputusan, yang akan dianalisa pada
mata kuliah ini. Setiap individu mengambil keputusan tentunya dipengaruhi oleh
karakteristik individu itu sendiri maupun lingkungannya. Banyak faktor yang akan
mempengaruhi keputusan seorang individu. Pola pikir seseorang akan berpengaruh
besar terhadap keputusan yag dia ambil. Seseorang membuat keputusan tentu
berdasarkan acuan tertentu. Acuan tersebut mereka buat berdasarkan sudut pandang
mereka masing-masing, serta tentu pengaruh faktor lingkungan di sekitar mereka.
Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana Acuan seseorang dalam berperilaku
dan menjalan kegiatan ekonomi diperlakukan pengamatan secara langsung dan
komprehensif.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah makalah ini adalah :

- Dimana lokasi subjek pengamatan

1
- Siapa subjek yang dijadikan objek pengamatan
- Apa sejarah subjek pengamatan
- Kegiatan ekonomi apa saja yang dilakukan oleh subjek pengamatan
- Apa motivasi subjek pengamatan menjalankan kegiatan usaha
- Faktor – faktor subjek pengamatan dalam menjalankan usaha
- Lingkungan kerja fisik dan non fisik
- Interaksi dengan masyarakat sekitar
- Aktivitas yang terjadi selama pengamatan berlangsung
- Bagaimana acuan perilaku ekonomi dan bisnis subjek tersebut

1.3 Waktu Pengamatan

Pengamatan ini dilakukan selama rentang waktu perkuliah Acuan Perilaku


Ekonomi dan Bisnis ( APEB ) periode perkuliahan 5 februari 2019 – 23
Maret 2019.

1.4 Metode Pengamatan

Metode pengamatan yang digunakan dalam kegiatan pengamatan ini adalah


:

1. Metode pengamatan biasa ( common observation )


Metode ini berarti si pengamat tidak memiliki hubungan dengan subjek
pengamatannya. Dalam pengamatan kali ini, penulis tidak memiliki
hubungan dengan subjek pengamatan. Dengan metode ini, bahan-bahan
keterangan yang dikumpulkan terkait dengan masalah serta peristiwa
yang terjadi pada subjek pengamatan maupun lingkungannya diamati
secara langsung. Metode ini juga berdasarkan jangka waktu pengamatan
yang sudah ditentukan.

2
2. Metode pengamatan partisipatif ( participant observation )
Dalam metode ini, si pengamat juga tidak memiliki hubungan dengan
subjek yang diamati namun ada interaksi dengan subjek tersebut.
Dengan metode ini, pengamat melakukan interaksi langsung dengan
subjek seperti adanya transaksi jual beli dengan subjek dan
berkomunikasi langsung dengan subjek tersebut.

1.5 Langkah-langkah Pengamatan

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengamatan subjek APEB kali ini


adalah :
1. Menentukan lokasi pengamatan
Dalam mencapai tujuan dari mata kuliah ini, diperlukan frekuensi
pengamatan yang sering. Oleh karena itu, dipilih lokasi pengamatan
didaerah tempat tinggal pengamat.
2. Mengidentifikasi subjek pengamatan
Sebelum menentukan subjek pengamatan yang permanen, telah
dilakukan beberapa survey pada subjek yang berbeda. Pengamat melihat
apakah individu tersebut memenuhi kriteria untuk dijadikan subjek
pengamatan dalam kurun waktu perkuliahan APEB.
3. Menentukan kriteria subjek pengamatan
Untuk memilih individu yang akan dijadikan subjek pengamatan,
diperlukan beberapa kriteria. Kriteria yang ditentukan pengamat adalah
individu yang melakukan kegiatan ekonomi, berlokasi pada tempat yang
mudah dikunjungi oleh pengamat, memiliki karakter ekstrovert
sehingga muda untuk diajak berkomunikasi.
4. Menentukan hal apa yang akan diamati
Dalam mata kuliah APEB ini, , maka hal yang akan menjadi fokus utama
adalah bagaimana acuan subjek pengamatan dalam berperilaku ekonomi
dan bisnis.
5. Melakukan observasi terhadap lingkungan sekitar

3
Setelah menentukan subjek pengamatan, terlebih dahulu diamati
bagaimana kondisi subjek pengamatan. Seperti beroperasi dari jam
berapa dan tutup jam berapa, buka setiap hari apa, dan pengunjung yang
datang seperti apa.
6. Melakukan interaksi langsung dengan subjek pengamatan
Interaksi langsung dilakukan secara betahap. Tahap awal yaitu
melakukan transaksi jual beli disana. Setelah itu, komunikasi langsung
dilanjutkan dengan obrolan ringan bersama subjek pengamatan tersebut.
7. Pencatatan terhadap hasil pengamatan
Selama pengamatan berlangsung, tidak menggunakan buku catatan
maupun tape recorder dikarenakan untuk menjada kenyamanan subjek
pengamatan. Subjek juga tidak mengetahui jika beliau sedang diamati.
Hasil pengamatan dilaporkan setiap minggu dalam bentuk LTM.

4
BAB II
ISI

Selama perkuliahan APEB yang terhitung sejak periode 5 Februari 2019


hingga 23 Maret 2019 telah dilakukan pengamatan terhadap subjek sebanyak 6 kali.
Pengamatan yang dilakukan tanpa diketahui oleh subjek tersebut. Pengamatan
dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap subjek dan lingkungan sekitar
subjek. Setiap pengamatan diperoleh informasi yang lebih mendalam tentang
subjek itu sendiri. Pada awal pengamatan, dilakukan identifikasi terhadap subjek
dan lingkungannya. Selanjutnya, dilakukan pendekatan kepada subjek. Pendekatan
dilakukan dengan berinteraksi secara langsung di tempat tersebut, kemudian
dilanjutkan dengan obrolan ringan dengan subjek. Tidak semua pengamatan
memperoleh informasi tentang pribadi dari subjek, terdapat beberapa pengamatan
yang hanya memperhatikan kondisi sekitar dari subjek pengamatan. Selama
pengamatan di minggu awal, informasi yang diperoleh berupa pribadi subjek,
keluarga subjek, dan sejarah subjek tersebut. Dalam beberapa pengamatan terakhir
sudah mulai terfokus dengan bagaimana subjek menjalankan kegiatan ekonominya,
bagaimana subjek tersebut mengambil keputusan, dan apa saja acuan yang
mendasari perilaku dalam ekonomi dan bisnis.
Dalam menentukan siapa yang akan menjadi subjek pengamatan kali ini, saya
memiliki beberapa pilihan yang cukup unik. Pilihan tersebut adalah pedagang nasi
padang, tukang telur gulung, dan pedagang soto ayam. Dari hasil pengamatan awal
saya, awalnya saya memilih tukang telur gulung sebagai subjek pengamatan.
Namun, dikarenakan subjek tersebut sering berpindah-pindah, saya mencari
alternative lain. Setelah melakukan tinjauan lebih lanjut, maka yang tepat untuk
dijadikan subjek pengamatan untuk mata kuliah ini adalah pedagang nasi padang.
Pada bab ini akan dibahas secara detail tentang subjek pengamatan. Selanjutnya
juga akan dipaparkan segala informasi yang telah diperoleh dan analisa terkait
informasi tersebut.

5
2.1 Lokasi Pengamatan

Subjek pengamatan berlokasi di Jalan Cengkeh II Pondok Cina Beji Depok.


Subjek pengamatan kali ini adalah pemilik warung (Warung Nasi Padang Jaya) Uni
Mira Susana. Warung ini terletak persis didepan samping Futsal Liverpool. Untuk
menemukan lokasi ini tidak sulit, lokasi ini dekat dengan Whatsapp Cafe
Margonda. Lokasi ini terletak di pinggir jalan pertigaan yang mudah ditemukan
bagi pengendara di jalan margonda dengan masuk ke pertigaan sedikit. Jika dilihat
secara kasat mata, maka tempat jualan nasi padang Uni terletak pada tempat yang
strategis. Di pertigaan Whatsapp Cafe dan lapangan futsal Liverpool dan juga
merupakaan jalan utama bagi warga sekitar Barel (Belakang Rel) yang ingin ke
stastiun Pondok Cina. Begitu juga dengan beberapa kos-kosan
dan lokasi ini dekat dengan kosan saya sendiri.
2.2 Profile Subjek Pengamatan
Warung Padang Jaya dimiliki oleh Uni Mira. Uni berusia sekitar 40an tahun. Si ibu
tidak tinggal jauh dari tempat ia berjualan. Rumah si ibu di jalan Kedondong,
Depok. Setiap harinya, si Ibu melakukan pekerjaan sendiri tanpa dibantu oleh orang
lain. Beliau tidak punya karyawan ataupun keluarga yang membantunya di warung
padang. Dari cerita si Ibu, beliau berasal dari daerah Padang Panjang, Sumatra
Barat. Beliau lumayan sering pulang ke kampung halaman Biasanya pada saat libur
panjang keluarga si Ibu pulang kampung. Bahkan hamper setiap lebaran pulang
kampung dan membawa 2 orang anak laki-lakinya yang masih kecil-kecil
sepantaran SD kelas 2 dan 5. Suami ibu bekerja sebagai driver ojek online Si ibu
mempunyai dua anak laik-laki. Anak laki-laki pertama masih kelas 5 SD Negeri
Srengseng Sawah 04 Pagi, begitu pula adiknya yang kelas 2 SD di tempat yang
sama . Selain bersekolah anak-anak Si ibu juga diajarkan untuk pergi mengaji di
masjid sekitaran rumah ketika pulang sekolah siang hari setelah tidur siang terlebih
dahulu, sorenya sekitaran ba’da ashar anak-anak diajak ke masjid untuk mengaji
sampai sekitaran jam 5 sore.

6
2.3 Sejarah Subjek Pengamatan
Uni merantau ke Depok sejak tahun 2007. Berarti sudah hampir 12 tahun
Uni meninggalkan Padang Panjang . Awal memulai hidup di Depok, Uni tidak
langsung menjadi penjual nasi padang. Uni memiliki kemampuan lain selain
menjual nasi padang. Uni memiliki kemampuan menjahit.yang baik. Sebelum
menjual nasi padang, Uni melakukan open order untuk tas rajut. Tidak hanya tas,
uni bisa membuat produk rajut lainnya seperti sepatu, kontak pensil, alas meja dan
lainnya. Kemampuan yang dimiliki Uni didapatkan ketika beliau menginjak bangku
SMA. Dahulu Uni dan teman-temannya belajar pelajaran kesenian dan kerajinan.
Hal tersebut menjadi bekal Uni dalam memperoleh pendapatan.

Sejak pindah ke Depok, Uni selalu menerima orderan jahit rajut. Waktu yang
diperlukan Uni untuk menyelesaikan satu produk berkisar antara 1 hingga 3 hari
lamanya. Kendala yang dihadapi Uni untuk memproduksi ini adalah
lamanya proses pengerjaan. Terhalang juga faktor modal, Uni mengatakan cukup
sulit untuk memproduksi dengan modal sekarang karena keluarga juga berasal dari
ekonomi pas-pasan. Namun hal tersebut tidak menjadikan Uni serta merta
meninggalkan kegiatan membuat tas rajut. Uni sampai saat ini masih menerima
orderan orderan tertentu dari tetangga dan teman-teman dekatnya. Harga untuk item
yang dijual juga tidak mahal, karna Uni hanya ingin membantu teman-temannya.

7
Uni berjualan nasi padang di dekat lapangan futsal liverpool sejak tahun
2015. Awalnya kata Uni, tempat ini bukan pilihan karena Uni bukan dari daerah
sana . Uni mendapatkan info dari abang ipar Uni perihal lokasi berjualan ini.
Disebelah warung Uni ada warung jualan ayam geprek yang telah tutup beberapa
bulan setelah uni berjualan disana karena memang kalah saing dengan Whatsapp
café dan makanan ayam lainnya disepanjang jalan Margonda. Uni pun terbilang
cukup betah untuk berjualan disana yaitu hampir 4 tahun lamanya. Awalnya Uni
berjualan dikarenakan untuk mengisi waktu luangnya dan untuk nambah sedikit-
sedikit penghasilan keluarga. Memang sejak awal Uni menerima orderan jahit rajut,
namun terkait kendala tadi, Uni memilih untuk tidak menjadikan jahit rajut menjadi
sumber pendapatan utamanya. Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentu Uni
memiliki waktu luang yang dominan, akhirnya Uni berpikir dengan berjualan nasi
padang lebih baik daripada hanya dirumah saja.

Selain berjualan, Uni juga aktif mengikuti kegiatan dilingkungan rumahnya. Uni
aktif mengikuti kegiatan yang diadakan warga sekitar rumahnya. Hal ini dibuktikan
ketika waktu itu pengamatan, beliau tidak berjualan. Beliau mengajar jahit di
lingkungan rumahnya. Setelah beberapa kali mengunjungi lokasi objek
pengamatan, si Uni sudah nyaman untuk bercerita tentang kehidupannya. Dari yang
beliau ceritakan, ternyata beliau bias dikatakan anak yang kurang beruntung
dibandingkan dengan kakak-kakak beliau, terhitung beliau sebagai anak yang
paling bungsu. Hal itu yang menyebabkan Uni bertekad untuk merantau dan
memperbaiki nasib diperantauan. Kakak beliau ada yang kerja di chevron
Pekanbaru, di Caltex dan Pegawai Negeri. Dengan merintis usaha ikon Sumatra
Barat yang terkenal dengan kelezatannya Uni berharap bias sedikit memperbaiki
nasib untuk anak-anak Uni nantinya. Nasi padang yang dijual dibuat oleh Uni
sendiri. Saya sempat bertanya bertanya kenapa Uni tidak menjual jenis makanan

8
yang lain, Uni menjawab kalau dia tidak terlalu mahir untuk memasak makanan
yang lain.

2.4 Kegiatan Ekonomi Subjek Pengamatan


Kedai ibu ini buka setiap hari kecuali si Uni ada acara. Biasanya
kedai ini buka dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 03.00 sore. Si Uni tidak
[Sehingga mungkin tidak diperlukan adanya tambahan karyawan. Keluarga
Uni ini berasal dari daerah Padang Panjang, Sumatra Barat. Makanan yang
dijual si Uni pun juga khas daerah Minangkabau yaitu nasi padang, dan
lontong sayur khas padang. Nasi padang ini seperti nasi padang pada
umumnya yaitu terdiri dari sambal-sambal yang kita pilih sendiri tapi yang
membuat berbeda yaitu cara masak Uni yang membuat cita rasa seperti
masakan rumah dan aneka pilihan sambal yang memang jarang ditemui di
warung nasi padang permanen seperti Jengkol Balado, Udang Pete, dan
masih banyak lagi.. Selain nasi padang, beliau juga menjual makanan lain
seperti lontong sayur khas padang, yang membedakan dengan lontong sayur
pada umumnya adalah lontong sayur padang memiliki komposisi sayur yaitu
nangka, santan yang lebih kental dan biasanya diberi topping telur rebus.
Pilihan beliau menjual kedua makanan ini adalah didasarkan pada waktu
berjualan, lonting sayur khas padang dijual pagi menjelang siang dan nasi
padang mulai dijual dari pagi hingga sore. Beliau hanya memerlukan etalase
kecil untuk menjajakan menu dan untuk melindungi anek lauk dari debu
,pasir ataupun lalat yang berterbangan. Minuman yang disediakan juga
sederhaha seperti es teh, kopi, dan minuman instan lainnya. Para pembeli
yang datang beraneka ragam, ada mahasiswa, pegawai kantoran, tukang
parkir, ibu rumah tangga, bahkan ojek online. Mereka yang datang juga tidak
untuk memsesan nasi padang maupun lontong sayur khas padang Uni,
bahkan untuk beberapa ojek online hanya memesan minuman sambil ngobrol
Bersama dan warung Uni telah menjadi Basecamp bagi ojek online karena
Uni emang orangnya ramah dan senang warungnya jadi rame hitung-hitung
ada teman ngobrol.

2.5 Motivasi Subjek Pengamatan


Motivasi Uni Mira dalam melakukan kegiatan ini tidak lain untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya. Uni sadar bahwa keluarganya memerlukan kebutuhan yang
cukup banyak, apalagi dengan dua orang anaknya yang bersekolah. Biaya sekolah
merupaka tanggung jawab Uni sebagai orang tua. Uni berusaha bagaimanapun agar
kedua anaknya tetap memperoleh pendidikan yang lebih baik dari kedua orang tua
mereka. Penghasilan suami Uni sebagai seorang Ojek online tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan keluarganya . Biaya sekolah anak-anak Uni nantinya akan
menjadi pengeluaran yang pasti dan Uni tidak ingin anak-anak Uni terkendala
dalam hal Pendidikan hanya karena keterbatasan finansial. Oleh karena itu, demi
keluarganya Uni berjualan dan membuka warung nasi padang Jaya

2.6 Faktor – faktor menjalankan usaha

Dalam menjalan usahanya sebagai penjual makanan, ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pilihan Uni :

1. Faktor Internal

Uni sebenarnya memliki keterampilan lain yaitu menjahit. Namun


dikarenakan kondisi matanya yang tidak memungkinkan setelah keterbatasan
modal akhirnya Uni memilih untuk berjualan makanan. Namun Uni tidak
meninggalkan kegiatan jahit menjahitnya. Uni tetap menerima jika ada orderan
tertentu dari temannya. Selain itu juga karna motivasi dari Uni sendiri untuk
mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal dari Uni berjualan adalah ketika Uni ditawarkan oleh
abang Ipar nya untuk berjualan dan telah dicarikan lokasi. Oleh karena itu, setelah
Uni mendapatkan bantuan informasi lokasi dan dibantu biaya sewa pertama Uni
berpikir dengan berjualan disini selain beliau dapat menyalurkan keahliannya
memasak, beliau juga dapat memperoleh keuntungan.

2.7 Lingkungan Fisik dan Non Fisik Lingkungan Subjek


2.7.1 Lingkungan Fisik

10
Pada jalan Raya Margonda terdapat berbagai jenis ruko. Ruko-ruko
disepanjang jalan raya ini berupa toko, dan tempat makanan. Jenis kegiatan
ekonomi pada daerah ini tidak terdiferensiasi kedalam beberapa kelompok.
Persebaran ruko pun tidak merata. Warung Nasi Padang Jaya terletak 7 meter
kedalam dari pertigaan Whatsapp cafe. Warung ini berbentuk ruangan, dengan
warung tenda yang terdiri dari meja etalase dan beberapa meja serta kursi. Warung
ini berukuran sekitar 5 x 6 meter. Warung ini juga terlihat rapi dan bersih. Meskipun
terletak dipinggir jalan, Warung Nasi Padang Jaya merupakan tempat yang nyaman
untuk makan. Disana tidak hanya ada Warung ini saja, tetapi juga terdapat beberapa
tempat makan lain seperti Restaurant Bang Jali dan Whatsapp café . Warung Nasi
Padang Jaya terletak dekat bersebelahan dengan yang dulunya merupakan warung
ayam geprek, dan dekat dengan pusat olahraga futsal Lapangan Futsal Liverpool
Berhubungan dengan kompetitornya di tempat yang sekarang, terdapat beberapa
perbedaan waktu buka ketiga tempat makan ini dan menu makanan. Warung
Warung Nasi Padang Jaya buka dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 03.00 sore
menjajakan nasi padang menggugah selera dan lontong sayur khas padang. Warung
Bang Jali merupakan restaurant yang menyajikan olahan ayam dan buka dari jam
09.00 pagi sampai dengan 10.00 malam, sementara Whatsapp Cafe buka dari jam
10.00 pagi hingga larut malam yang menjajakan aneka menu olahan mie dan
merupakan tempat tongkrongan yang cozy. Jika dilihat dari sisi pengunjung,
sebagian besar pengunjung berasal dari masyarakat sekitar Margonda. Perbedaan
jumlah pengunjung antara satu dengan yang tentu signifikan tapi tak mempengaruhi
pendapatan Uni.
Warung Uni ini juga merupakan tempat yang bersih dan nyaman. Meskipun
terletak dipinggir jalan, makan Uni tidak terkontaminasi oleh udara kotor
kendaraan. Uni selalu menutup rapat makanannya agar terhindar dari kotoran debu.
Meja makan pun selalu bersih dari sampah makanan. Warung Uni ini juga tidak
panas. Udara disekitar warung juga tidak lembab dan tidak juga kering. Suasana
bising kendaraan juga tidak terlalu terdengar karena memang lokasi warung Uni
yang masuk pertigaan dan jalan didepan warung jalan akses kecil yang biasa hanya
dilewati oleh motor ataupun pejalan kaki. Meskipun demikian, warung Uni Mira
merupakan tempat yang nyaman dan bersih untuk makan.
2.7.2 Lingkungan Non Fisik
Lingkungan non fisik terlihat dari karakteristik masyarakat sekitar warung
Warung Nasi Padang Jaya. Masyarakat disekitar warung ini terdiri dari masyarakat
yang cukup variatif dari segi latar belakang, pekerjaan, dan demografisnya. Secara
demografis didaerah ini terdapat berbagai jenis kelamin, usia dan status.
Pengunjung warung ini pun juga tidak hanya ibu-ibu tetapi juga bapak-bapak,
remaja, maupun anak-anak. Pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat dari
ekonomi golongan menengah kebawah, namun juga masyarakat dengan ekonomi
yang berkecukupan. Pengunjung sendiri seperti para mahasiswa
UI,Gunadarma,BSI, para pekerja baik percetakan ataupun kantoran, dan ibu-ibu
rumah tangga, tukang ojek online.
Uni tidak memiliki karyawan lain selain dirinya. Pekerjaan di warung
dilakukan oleh Uni seorang diri. Jika hari libur, Uni akan dibantu oleh
anaknya Namun tetap saja, anaknya tidak menemani Uni untuk menjaga warung
Warung Nasi Padang Jaya. Kebosanan dalam menjaga warung dilalui Uni dengan
bermain handphone atau sekedar mengobrol dengan tukang ojek online atau
membawa anaknya.

2.8 Interaksi dengan Masyarakat Sekitar

Uni adalah seseorang yang memiliki kepribadian ekstrovert. Uni termasuk


orang yang ramah dan terbuka terhadap orang lain. Uni sangat sering berinteraksi
dengan orang disekitarnya. Dari pengamatan yang dilakukan, Uni sangat mengenal
karakter orang-orang yang ada disekitarnya.
1. Interaksi dengan Tukang Ojek Online
Uni mengetahui dengan jelas jadwal kapan tukang ojek online datang dan
mulai nongkrong untuk nunggu order .Uni juga mengetahui karakteristik
tukang ojek online secara personal. Dari informasi yang diperoleh,
beberapa tukang ojek online ini merupakan pekerja yang juga memiliki
usaha sampingan. Biasanya mereka mengambil untuk mengisi
kekosongan dan menambah uang saku

12
Tukang ojek online juga sering membeli makanan yang dijual oleh Uni
Mira. Tukang ojek online juga terlihat sangat akrab dengan Uni Mira,
bahkan sapaan yang digunakan juga sapaan yang lebih intens.
2. Interaksi dengan pengunjung
Uni bukan tipe penjual yang mempersiapkan pesanan konsumennya
kemudian mengabai konsumennya. Uni dapat melayani konsumen yang
datang dengan baik. Biasanya Uni mengajak ngobrol konsumen yang
berkunjung setelah mereka makan. Uni juga berusaha agar pengunjung
tetap nyaman makan disana dan mau berkunjung lagi. Dan tak jarang
banyak pengunjung mahasiswa yang menumpang untuk membuat tugas
diwaring Uni dengan menggunakan meja-meja bambu yang nyaman.
Sembari menyantap nasi padang yang lezat, dan tak jarang Uni mengingat
nama-nama mahasiswa yang mengunjungi warung nasi Beliau dan tak
jarang missal mahasiswa yang dating biasanya berkelompok ketika
kurang 1 atau 2 temannya, Uni akan bertanya misal “Mana si fulan ? kok
ga diajak?” . Merupakan salah satu cara Uni untuk In group dengan
pengunjung warung.

2.9 Aktivitas yang Terjadi Selama Pengamatan Berlangsung


Selama pengamatan berlangsung warung ini sempat tutup beberapa kali.
Sebenarnya penyebab tutupnya warung ini dikarenakan faktor internal dari penjual
tersebut. Uni sempat beberapa kali tutup dikarenakan ada acara jahit dan acara
keluarga seperti arisan. Beliau juga waktu itu sempat tutup dikarenakan sakit dan
harus ke dokter. Uni biasanya selalu buka setiap hari senin-minggu dari pagi hingga
sore, namun beberapa kali saat pengamatan Uni tidak buka sesuai jam tersebut.
Terkadang beliau buka lebih siang karna ada acara, dan tutup lebih awal karena
dagangan beliau sudah habis.

13
2.10 Acuan Subjek terkait perilaku ekonomi dan bisnis
Dalam menjalan kegiatan ekonominya, Uni terlihat hubungan social menjadi
salah satu acuan beliau dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Beliau adalah
orang yang suka bersosial. Menurut beliau penting adanya keseimbangan antara
sosial dan pekerjaan. Hal ini terlihat dari beliau yang menutup warungnya untuk
melaksanakan acara pengajaran jahit-menjahit karena Beliau memiliki prinsip
kalua kita baik dengan orang, orang pun akan baik dengan kita.

Kemudian selanjutnya beliau juga mempertimbangkan manfaat ekonomis


dalam kegiatan ekonominya. Beliau mengatakan biasa berbelanja di pasar Pagi dan
dipasar Pal. Pasar pagi lebih murah untuk membeli sayur-mayur dan pasar Pal untuk
membeli daging,telur ,udang ataupun ayam

Kemudian dalam kegiatan dagangnya, beliau tidak mau merepotkan suami.


Beliau tidak ingin menganggu aktivitas suami. Menurut beliau ada pembagian tugas
antara Beliau dan Suami, dimana penghasilan Uni untuk biaya jajan anak dan
makan sehari-hari. Sedangkan, suami tanggung jawab untuk sewa rumah ,air dan
listrik.

14
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari latar belakang yang juga merupakan keluarga rantau, keluarga ibu ini
dapat dibilang contoh keluarga yang memiliki semangat juang tinggi. Dimana
mereka berusaha mewujudkan taraf hidup ke arah yang lebih baik. Si Ibu dan juga
suaminya sadar betul jika pendidikan menjadi hal yang penting bagi anak-anaknya.
Hal ini dibuktikan dengan tekad mereka untuk menyekolahkan anak-anak mereka
ke jenjang yang lebih baik dengan memaksimalkan penghasilan dan menabung
untuk biaya sekolah anak mereka nantinya. Berasal dari keluarga yang
berkecukupan, mereka menginginkan masa depan anak-anaknya lebih baik dari
mereka saat ini. Mereka ingin anak mereka hidup lebih baik dan sejahtera.

Kegiatan berjualan makanan yang dilakukan Uni Mira juga merupakan


motivasi sendiri bagi beliau untuk memperoleh pendapatan tambahan. Hal ini juga
dipengaruhi faktor internal dan eksternal dari lingkungannya. Selain itu, beliau
memiliki interaksi yang baik dan positif dengan lingkungan sekitarnya. Dalam
menjalankan kegiatannya beliau juga memiliki beberapa acuan terkait perilaku
ekonomi dan bisnis seperti acuan sosial, acuan nilai ekonomis, dan acuan
pendidikan.

15