Anda di halaman 1dari 3

NAMA : EDWIN WRUHANTORO

NIM : 030737418

1. Apa perbedaan prosedur dalam melakukan audit fungsi produksi dan audit kepastian
mutu ?
2. Dalam kegiatan produksi atau manufaktur memiliki sasaran strategis yang akan di
jadikan titik tolak dalam audit fungsi produksi, silahkan jelaskan sasaran strategis
tersebut?
3. Apa perbedaan hasil audit fungsi produksi dan audit kepastian mutu ?
4. Bagaimana langkah yang umum dilakukan dalam melakukan audit kepastian mutu ?
5. Bagaimana ruang lingkup audit yang harus di perhatikan oleh auditor dalam
melaksanakan audit informasi
Jawab:
1. perbedaan prosedur dalam melakukan audit fungsi produksi dan audit kepastian
mutu adalah:
a. Prosedur audit manajemen fungsi produksi:
 bertujuan untuk menentukan efektivitas dan efisiensi fungsi produksi di dalam
mencapai tujuan perusahaan
 untuk mencapai maksud tersebut pihak auditor manajemen harus mempelajari
secara seksama operasi manufaktur atau produksi sehingga memperoleh
pemahaman yang bermanfaat untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan
atau kegiatan audit secara optimal
 Melibatkan dua bagian besar yaitu: audit operasional dan audit keuangan
b. Prosedur dalam pelaksanaan audit kepastian mutu:
 Mengembangkan pemahaman um terhadap peranan kepastian mutu dalam
organisasi, keterkaitannya dengan fungsi manfaktur dan fungsi lain dalam
perusahaan
 Mengulas proses yang dijalankan untuk mengembangkan, membuat dan
mengeluarkan standar mutu perusahaan, dan menilai apakah proses yang
ditempuh ini telah memadai
 Mengambil contoh standar mutu terakhir yang dikeluarkan oleh perusahaan,
dan melakukan pemeriksaan terhadap bagaimana standar ini dibuat
 Dengan menggunakan standar yang diambil sebagai contoh sebelumnya,
auditor memeriksa implementasinya, mulai dari proses dokumentasi hingga
pelatihan dan kontrol yang diterapkan
 Menilai prosedur untuk memantau pengendalian mutu dan untuk mengambil
tindakan korektif yang diperlukan
 Melihat kelengkapan dokumentasi yang terkait pengendalian mutu
 Menilai proses penyampaian standar dan penerapan praktik mutu yang baik
pada seluruh fungsi lain dalam perusahaan
2. Sasaran strategis dalam kegiatan produksi atau manufaktur:
a. Adanya perkiraan dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap permintaan
manufaktur
b. Adanya jadwal manufaktur agar penggunaan sarana kerja dan sumber daya manusia
dilakukan seoptimal mungkin
c. Adanya sistem pemantauan proses produksi terhadap persyaratan mutu, ketepatan
waktu, dan keterampilan sumber daya manusia
3. Perbedaan hasil audit fungsi produksi dan audit kepastian mutu adalah:
a. Hasil audit fungsi produksi adalah temuan-temuan berupa penyimpangan,
kelemahan, pemborosan atau kecurangan. Temuan-temuan yang ada, kemudian
dibahas dan dituangkan dalam suatu laporaan yang sistematis, tepat, objektif dan
mudah dipahami yang juga berisi rekomendasi untuk memperbaiki, menyempurnakan
atau menghilangkan kelemahan yang menjadi unsur temuan audit yang disampaikan
kepada manajemen senior.
b. Hasil audit kepastian mutu dituangkan dalam suatu laporan. Seluruh temuan-
temuan yang ada dibahas dan didiskusikan dengan manajemen dan fungsi perusahaan
terkait. Selain itu, auditor manajemen juga menyampaikan rekomendasi untuk
menyelesaikan temuan audit sehingga tidak terulang di masa mendatang.

4. Langkah-langkah yang ditempuh ketika melakukan audit kepastian mutu adalah


a. Penentuan kebutuhan akan kepastian mutu, yaitu dengan memahami tujuan,
maksud, dan standar acuan kegiatan audit
b. Perencanaan audit kepastian mutu, yang dilakukan dengan menentukan sumber
daya, jadwal, urutan kegiatan, kertas kerja, dan prosedur sampling audit
c. Implementasi audit kepastian mutu, yang dilakukan dengan peninjauan lapangan,
pertemuan dengan manajemen, dan fungsi manajemen terkait, dan menyiapkan
kertas kerja audit
d. Analisis audit kepastian mutu, yang dilakukan dengan mengolah data menadi
informasi terkait dengan sistem mutu, efektivitas kegiatan mutu dan kesesuaian
dengan standar
e. Pelaporan hasil audit kepastian mutu, yang disampaikan agar dapat memuaskan
kebutuhan pencapaian mutu yang ditetapkan manajemen
5. Ruang lingkup audit yang harus di perhatikan oleh auditor dalam melaksanakan
audit informasi:
a. Dukungan fungsi atau unit pengolahan data kepada manajemen, yaitu memastikan
bahwa informasi yang tepat dan akurat diberikan kepada manajemen secara efektif
dan efisien
b. Perencanaan fungsi pengolahan data, dengan mengumpulkan informasi berikut ini:
 Keputusan manajemen untuk melakukan seluruh pekerjaan pengolahan data
oleh karyawan perusahaan sendiri atau diserahkan kepada konsultan luar
 Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan sesuai
dengan kebutuhan yang dihadapi oleh perusahaan
 Jumlah investasi yang telah disetujui untuk melakukan pengadaan
perlengkapan dan peralatan pengolahan data
 Pemilihan sistem implementasi pengolahan data dari 3 opsi yang ada yaitu
sentralisasi, desentralisasi, atau terdistribusi
 Penentuan lokasi yang menjadi tempat pengolahan data
 Penelitian terhadap para pemasok
 Proses instalasi perlengkapan, peralatan, perangkat keras, dan perangkat
lunak oleh para pemasok yang telah terpilih
c. Organisasi pengolahan data, yaitu dengan melakukan pengawasan terhadap:
 Akses fungsi pengolahan data kepada fungsi lain dalam perusahaan dan
manajemen serta sebaliknya
 Fungsi-fungsi utama pengolahan data yang tersusun melalui struktur
organisasi yang ada
 Pengaturan tata letak dari fungsi pengolahan data
 Pengetahuan dan keterampilan para pelaksana fungsi pengolahan data
 Deskripsi kerja atau jabatan yang dijabarkan kepada para pelaksana fungsi
pengolahan data
 Sistem koordinasi dan interaksi antar pelaksana dan unit di dalam fungsi
pengolahan data
 Sistem koordinasi dan interaksi fungsi pengolahan data dengan para
pengguna informasi yang sering berperan sebagai pemasok data
d. Pengendalian data, yaitu menguji sistem keamanan data dan informasi sehingga
tidak mudah diakses oleh orang-orang yang tidak berhak serta disimpan di dalam
suatu lokasi yang aman secara fisik.

Sumber:
Siregar, Sylvia Veronica N.P.. 2018. Audit Manajemen : Edisi 2. Tangerang Selatan :
Universitas Terbuka