Anda di halaman 1dari 2

Arsitektur bukanlah barang baru, sejak dulu menjadi bahan perbincangan, diskusi dan

kekaguman bahkan ada pula yang dinista. Sampai kinipun cukup banyak pendapat dan
telaah tentang arsitektur. Mulai dari metode merancang, teori, sampai pengaruh dan
apresiasi arsitektur. Tak heran jika arsitektur memiliki definisi yang banyak dan
beragam.

Arsitektur pada umumnya didefinisikan sebagai “Ilmu yang mempelajari tentang


lingkungan binaan / ruang (ruang dalam=bangunan dan ruang luar=alam) atau
seni penciptaan ruang dan bangunan untuk memberi wadah kepada kehidupan
bersama” Defenisi lain mengenai perancangan arsitektur ialah mengintegrasikan
sejumlah komponen dengan suatu metode dan sesuai persyaratan-persyaratan tertentu
sehingga tercipta suatu ruang atau komposisi ruang bagi kegiatan dan kehidupan
manusia.

Arsitektur memang suatu seni, tetapi berbeda dengan seni lukis atau seni pahat,
arsitektur sangat terikat pada banyak persyaratan fungsional, sosial, teknis, iklim dan
lainnya. Kepekaan estetis perlu bagi calon arsitek, tetapi diimbangi dengan kepekaan
sosial dan pengembangan rasio.

Dimanakah posisi Arsitektur?

Arsitektur berpijak diantara keduanya. Seni dan Teknologi bagaikan dua kutub yang
berseberangan dan aspek nilai guna satu titik lain di atasnya, sehingga membentuk
segitiga (bentuk stabil). Seni dan teknologi harus seimbang saling mengisi, bagaikan
tubuh dan roh. Arsitektur yang didominasi oleh teknologi akan terasa hambar, kaku,
monoton untuk itu diperlukan seni. Arsitektur yang didominasi oleh seni akan terasa
mubazir, over acting dan diragukan kekuatannya. Arsitektur yang tidak memenuhi
aspek nilai guna adalah sampah (seperti garam yang tidak asin).

Apakah seni dalam konteks Arsitektur ?

Nilai estetika seni dalam arsitektur memang sulit diukur, penilaian orang terhadap
sesuatu apakah esteik atau tidak memang sangat relative. Namun dapat kita
sederhanakan klasifikasi dari kategori estetika menjadi : keindahan beauty (adanya
relasi formal antara harmoni dan proporsi); kesenangan pleasure (adanya relasi
fungsional antara efisiensi dan kenyamanan); kesukaan delight (adanya relasi makna
antara asosiasi dan selera). Unsur seni/estetika dalam arsitektur tidak sebatas
ornament sebagai unsur dekoratif tetapi keseluruhan bentuk unity dari objek nyata
arsitektur dan lingkungannya. Bentuk struktur bangunan atau material bangunan juga
dapat bernilai estetis jika memenuhi 4 kategori diatas.