Anda di halaman 1dari 13

klim adalah kondisi umum cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang panjang.

Nah, berdasarkan jumlah sinar matahari yang diterima oleh permukaan Bumi, iklim
dibagi menjadi 4 macam.

1. Iklim Tropis

Iklim tropis biasa ditemukan di daerah sekitar garis ekuator Bumi, di antara garis 23,5
derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan. Negara-negara beriklim
tropis itu antara lain Indonesia, Malaysia, dan negara di Asia Tenggara, India,
Hongkong, Arab Saudi, Brasil, Peru, negara di Amerika Tengah, Nigeria, Madagaskar,
Kenya, Kongo, dan lain-lain.

Baca juga: Perubahan Drastis Iklim di Bumi

Iklim tropis dibagi lagi menjadi iklim hutan hujan tropis dengan kondisi hangat dan hujan
sepanjang tahun sehingga banyak hutan lebat, iklim sabana tropis dengan kondisi
kering sehingga jarang ada hutan, iklim, stepa tropis dengan kondisi lebih kering lagi,
dan iklim gurun tropis dengan kondisi yang paling kering.

2. Iklim Subtropis

Iklim subtropis berada di antara garis 23,5 derajat sampai 40 derajat Lintang Utara dan
Lintang Selatan. Negara-negara beriklim subtropis antara lain Iran, Irak, Nepal,
Tiongkok, Jepang, Korea Utara dan Selatan, Afrika Selatan, Mesir, Australia bagian
selatan, Cile, Turki, dan lain-lain.

Baca juga: Inilah Beberapa Fakta Tentang Perubahan Iklim

Yang termasuk dalam iklim subtropis adalah iklim Mediterania dengan musim panas
yang panas dan kering serta musim dingin yang basah tapi tidak terlalu dingin. Ada pula
iklim subtropis yang hangat dan lembab dengan musim panas yang hangat dan musim
dingin dengan curah hujan ringan.

3. Iklim Sedang

Iklim sedang berada di antara garis 40 derajat sampai 60 derajat Lintang Utara dan
Lintang Selatan. Negara-negara yang beriklim sedang antara lain Mongolia, Inggris,
Irlandia, Perancis, Jerman, Denmark, Italia, Rumania, Ukraina, dan lain-lain.

Baca juga: Mesir, Gurun Pasir yang Pernah Bersalju

Iklim sedang dibagi menjadi 4 iklim. Iklim laut pantai barat dengan kondisi lembab dan
mendung pada musim dingin serta kering dan cerah pada musim panas. Iklim stepa
sejuk dan iklim gurun sejuk dengan kondisi panas dan kering di musim panas dan
berangin di musin dingin. Ada juga iklim benua lembab dengan kondisi basah saat
musim panas.

4. Iklim Dingin

Iklim dingin biasa ditemukan di daerah yang berada di atas garis 60 derajat Lintang
Utara dan Lintang Selatan. Negara-negara yang beriklim dingin, yaitu Denmark,
Swedia, Norwegia, Finlandia, Rusia bagian utara, Eslandia, Kanada, dan Alaska. Suhu
pada musim dingin itu sangat dingin, sedangkan suhu di musim panas itu sejuk
Iklim Tropis

Climate (iklim) berasal dari bahasa Yunani, klima yang berdasarkan kamus Oxford
berarti region (daerah) dengan kondisi tertentu dari suhudryness (kekeringan), angin, cahaya dan
sebagainya. Dalam pengertian ilmiah, iklim adalah integrasi pada suatu waktu (integration in time) dari
kondisi fisik lingkungan atmosfir, yang menjadi karakteristik kondisi geografis kawasan tertentu”.
Sedangkan cuaca adalah “kondisi sementara lingkungan atmosfer pada suatu kawasan tertentu”. Secara
keseluruhan, iklim diartikan sebagai “integrasi dalam suatu waktu mengenai keadaan cuaca”
(Koenigsberger, 1975:3).
Kata tropis berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu kata tropikos yang berarti garis balik, kini
pengertian ini berlaku untuk daerah antara kedua garis balik ini. Garis balik ini adalah garis lintang
23027” utara dan garis lintan 23027 selatan.

Arsitektur Tropis

Arsitektur tropis adalah jenis arsitektur yang memberikan jawaban/ adaptasi bentuk bangunan
terhadap pengaruh iklim tropis, dimana iklim tropis memiliki karakter tertentu yang disebabkan oleh
panas matahari, kelembapan yang cukup tinggi, curah hujan, pergerakan angin, dan
sebagainya. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan
terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Masyarakat pada
zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna
mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman.
Bentuk arsitektur tropis, tidak mengacu pada bentuk yang berdasarkan estetika, namun pada
bentuk yang berdasarkan adaptasi/ penanganan iklim tropis. Meskipun demikian bentukan bangunan
oleh arsitek/desainer yang baik akan memberikan kualitas arsitektur yang estetis, hal ini karena selain
memperhatikan bagaimana menangani iklim tropis, juga memperhatikan bagaimana kesan estetika
eksterior dan interior dari bangunan tersebut.
Bentuk secara makro sangat memperhatikan faktor panas dan hujan, dimana untuk menangani
hal tersebut maka arsitektur tropis yang baik akan memperhatikan bagaimana bangunan tidak panas dan
ketika hujan tidak tampias, selain itu terdapat kualitas kenyamanan berkaitan dengan suasana panas dan
dingin yang ditimbulkan oleh hujan, biasanya dibuat teras untuk memberikan perlindungan serta
menikmati iklim tropis yang bersahabat.
Bentuk secara mikro pada masing-masing elemen bangunan seperti jendela dengan bentuk lebar,
berjalusi, berkanopi, atau semacam itu. Bentuk bangunan tropis dari kayu biasanya merupakan bangunan
panggung dengan lantai yang diangkat dengan harapan terhindar dari banjir akibat hujan, memang
merupakan kualitas rancangan yang sudah berhasil sejak dulu.

Ciri Desain Arsitektur Tropis


Desain arsitektur tropis merupakan gaya bangunan yang sesuai dengan lingkungan di wilayah
tropis. Gaya ini memiliki beberapa ciri-ciri khas yang menjadikannya terlihat identik dan mampu menjadi
pilihan untuk hunian yang nyaman.
Gaya ini umumnya memiliki ciri-ciri:
 Mempunyai atap yang tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di bawah atap berguna
untuk meredam panas.
 Mempunyai teritisan/overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias dari hujan yang
disertai angin. Selain itu, uga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam
bangunan.
 Mempunyai lubang untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di dalam ruangan bisa tetap
nyaman.
 Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk antisipasi bencana alam
dan ancaman binatang buas.
 Desain tropis umumnya menggunakan material alam yang sumbernya bisa didapat di sekitarnya.

Perbedaan antara Arsitektur Tropis dengan Arsitektur


Tradisional
Arsitektur tropis merupakan prinsip desain, sedangkan arsitektur tradisional merupakan
kebudayaan arsitektur yang turun-menurun dan digetok-tularkan melalui kebudayaan. Arsitektur tropis
tidak harus tradisional, tapi biasanya arsitektur tradisional masyarakat sudah sangat memperhatikan
prinsip-prinsip arsitektur tropis meskipun tidak tertulis, tapi sudah terlihat melalui bangunannya.
Arsitektur tropis gaya baru bisa memakai material apa saja dan tidak harus terpaku pada tradisi
karena banyak perubahan paradigma terutama penggunaan material baru, asalkan masih memperhatikan
bagaimana menangani iklim tanpa menggunakan penanganan modern terhadap iklim, misalnya
bangunan tropis seharusnya tidak memakai AC dan pencahayaan buatan pada siang hari, karena sudah
mengandalkan iklim tropis yang sebenarnya mendukung untuk itu. Karena arsitektur tropis
memperhatikan iklim, maka penanganan arsitektur yang berkaitan dengan iklim seperti
mempertahankan suhu nyaman, kelembapan, dan sebagainya juga menggunakan potensi dari iklim tropis
tersebut.
Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana
kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu
tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan dalam ruangan.
Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu
contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab
akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam
tren yang berkembangdalm masyarkat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari
kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

Arsitektur Tropis Kering

1. Ciri-ciri Iklim Tropis Kering

 Kelembaban rendah
 Curah hujan rendah
 Radiasi panas langsung tinggi
 Suhu udara pada siang hari tinggi dan pada malam hari rendah (45o dan -10oCelcius)
 Jumlah radiasi maksimal, karena tidak ada awan.
 Pada malam hari berbalik dingin karena radiasi balik bumi cepat berlangsung (cepat dingin bila
dibandingkan tanah basah/lembab).
 Menjelang pagi udara dan tanah benar-benar dingin karena radiasi balik sudah habis. Pada siang hari
radiasi panas tinggi dan akumulasi radiasi tertinggi pukul 15.00. Sering terjadi badai angin pasir karena
dataran yang luas.
 Pada waktu sore hari sering terdengar suara ledakan batu-batuan karena perubahan suhu yang tiba-tiba
drastis.
Di daerah benua atau daratan yang cukup luas, banyak terdapat gurun pasir karena di tempat itu
jarang terjadi hujan, bahkan dapat dikatakan tidak terjadi sama sekali, karena angin yang melaluinya
sangat kering, tidak mengandung uap air. Uap air yang terkandung di udara sudah habis dalam
perjalanan menuju ke pedalaman benua itu, atau juga karena terhalang oleh daratan tinggi atau gunung,
sehingga daerah itu menjadi sangat panas dan tidak ada filter pada tanah dari sengatan sinar matahari,
yang mengakibatkan bebatuan hancur menjadi pasir. Suhu di padang pasir dapat mencapai 50o C hingga
60o C di siang hari, dan di malam hari dapat mencapai -1o C.

2. Strategi untuk Perancangan Bangunan

 Mempergunakan bahan-bahan dengan time lag tinggi agar panas yang diterima siang hari dapat
menghangatkan ruangan di malam hari. Konduktivitas rendah agar panas siang hari tidak langsung
masuk ke dalam bangunan. Berat jenis bahan tinggi, dimensi tebal agar kapasitas menyimpan panas
tinggi.
 Bukaan-bukaan dinding kecil untuk mencegah radiasi sinar langsung dan angin atau debu kering
masuk sehingga mempertahankan kelembaban.
 Memperkecil bidang tangkapan sinar matahari dengan atap-atap datar dan rumah-rumah kecil
berdekatan satu sama lain saling membayangi, jalan-jalan sempit selalu terbayang. Atap datar juga untuk
menghindari angin kencang, karena curah hujan rendah.
 Menambah kelembaban ruang dalam dengan air mancur yang dibawa angin sejuk.
 Pola pemukiman rapat dan jalan yang berbelok untuk memotong arus angin.
 Bangunan efisien bila rendah, masif dan padat.

Arsitektur Tropis Lembab

Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan
lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor-factor spesifikasi yang hanya dijumpai secara khusus
pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur, komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan
dan nilai-nilai estetik bangunan yang berbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah
lain yang berbeda kondisi iklimnya.
Menurut DR. Ir. RM. Sugiyatmo, kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada
iklim tropis lembab adalah:

1. Kenyamanan Thermal

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi perolehan panas,
memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi
panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.

Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai daya tahan
terhadap panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan terhambat.
Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai
tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk mempercepat kapasitas panas
dari bagian atas agak sulit karena akan memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat
diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif
juga akan memperbesar tahan panas.

Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain:


1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat
2. Melindungi dinding dengan alat peneduh. Peroleh panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil
penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk permukaan atap.

Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang warna gelap adalah
sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan
jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar
antar kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.

2. Aliran Udara Melalui Bangunan

Kegunaan dari aliran udara/ventilasi adalah :


1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernapasan, membawa asap dan
uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.
2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu mendinginkan
bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperature antara
udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran
udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan untuk
memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang
selalu terbuka. Untuk memenuhi yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya
dapat diatur.

3. Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan
dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat
peneduh (Sun Shading Device).

Pancaran panasdari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi


penghuni, jika beda temperatur udara melebih 40C. Hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah
dari langit-langit/ permukaan bawah dari atap.

Beberapa jenis shading device:

4. Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :


1. Cahaya matahari langsung.
2. Cahaya matahari difus

Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk penerangan siang
hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari langsung tidak dikehendaki masuk ke
dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi
hari. Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.

Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat potensi cahaya
langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga)
komponen:
1. Komponen langit.
2. Komponen refleksi luar.
3. Komponen refleksi dalam.

Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat
penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya
tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah:
1. Luas dan posisi lubang cahaya.
2. Lebar teritis.
3. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya.
4. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.
5. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Desain rumah tropis bekerja menuju satu tujuan utama dasar: tinggal nyaman tanpa bergantung
pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur, kelembaban dan sirkulasi
udara. Victor Olgay dalam bukunya, “Desain dengan Iklim”, mengembangkan garis panduan untuk
arsitektur iklim responsif dalam empat daerah iklim yang berbeda, salah satunya adalah lingkungan
tropis panas lembab. Merancang sebuah rumah pasif didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup
setiap aspek dari rumah sampai ke warna.

5. Derajat/tingkat Penyinaran

Dalam kegiatan perancangan bangunan, upaya pemikiran pemanfaatan sinar matahari perlu
memperhitungkan 3 faktor yang akan mempengaruhi derajat/tingkat penyinaran suatu ruang, yaitu:
 Ketinggian lubang cahaya
Yang dimaksud ketinggian lubang cahaya adalah jarak vertikal yang diperhitungkan dari bidang kerja
kearah ambang atas maupun ambang bawah lubang cahaya.
 Lebar Lubang Cahaya
Lebar lubang cahaya merupakan dimensi horizontal dari lubang cahaya tersebut.
 Kedalaman ruang
 Kedalaman ruang adalah jarak batas ruang terluar dengan batas datang sinar (misalkan:
panjang oversteck dimuka ruang).

Dampak Lingkungan Penerapan Arsitektur Tropis


Arsitektur Tropis adalah suatu konsep bangunan yang mengadaptasi kondisi iklim tropis. Letak
geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia memiliki dua iklim, yakni
kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau suhu udara sangat tinggi dan sinar matahari memancar
sangat panas. Dalam kondisi ikim yang panas inilah muncul ide untuk menyesuaikannya dengan
arsitektur bangunan gedung maupun rumah yang dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

1. Dampak Jangka Pendek (sekarang)


Dampak jangka pendek atau dampak yang langsung bisa dinikmati dengan penerapan konsep
arsitektur tropis adalah:
 Terciptanya kenyamanan dalam hunian. Karena sirkulasi udara tercukupi, membuat hawa
dalam ruangan menjadi nyaman
 Penghematan Energi, karena untuk penerangan dan penghawaan memanfaatkan sumber
energi alam.

2. Dampak Jangka Panjang


Dampak yang akan di nikmati beberapa tahun kemudian, jika arsitektur tropis diterapkan adalah:
 Terjaganya kelestarian alam karena konsep arsitektur tropis menyatu dengan alam bukan
merusak alam
 Akan semakin berkembangnya konsep arsitektur tropis jika banyak peminatnya.
Bangunan merupakan ‘garis pertahanan’ terhadap tekanan iklim luar. Banyak bangunan yang
menggunakan ‘energi alam’ (natural energi). Dengan energi alam ini, biaya bangunan menjadi
murah.

Walaupun harus menggunakan system mekanikal untuk kenyamanan, bangunan dengan energi
alam harus tetap dipertimbangkan. Teknik penyelesaian melalui jendela, pennerangan atap, rumah
kaca, garasi semi terbuka, Kenyamanan fisik yang kita rasakan adalah merupakan keseimbangan
energi antara kita sendiri dan permukaan fisik bangunan sekitar kita. Perpindahan kalor antara tubuh
kita dengan lingkunganya melibatkan proses yang kompleks. Perpindahan kalor melalui empat
mekanisme: konduksi, konveksi, radiasi dan penguapan.

Istilah perancangan berdasarkan iklim digunakan untuk menggambarkan teknik dalam bangunan
atau konstruksi yang berfungsi untuk mengurangi biaya pemanasan atau pendinginan dengan
menggunakan aliran energi alami untuk mencapai kenyamanan manusia dalam bangunan.

Beberapa konsep yang digunakan dalam perancangan berdasarkan iklim:

1. pemecah angin : digunakan pada musim dingin

2. tanaman dan air : digunakan pada musim panas

3. ruang dalam / luar : digunakan pada musim dingin dan panas

4. penutup atap tanah : digunakan pada musim dingin dan panas

5. dinding dan jendela : digunakan pada musim dingin

6. kulit bangunan : digunakan pada musim dingin

7. pelindung matahari : digunakan pada musim panas

8. ventilasi alami : digunakan pada musim panas

Pada zaman yunani kuno kata “tropikos” berarti garis balik kini pengertian ini berlaku untuk daerah
antara kedua garis balik ini yang meliputi 40% dari luas seluruh permukaan bumi.
• Garis-garis ini adalah garis 23027’ adalah garis balik cancer disini matahari pada tanggal 22 juni
mencapai posisi tegak lurus garis lintang selatan 23027’adalah garis balik capricom,pembagian
bumi dengan garis batas-batas daerah iklim yang sebenarnya.karena itu sekarang Tropis
didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotem 200C di sebelah bumi utara dan
selatan.
Pembagian daerah iklim dan ciri dan geografis dapt di bagi dalam dua kategori:
• daerah tropis dan kering

padang pasir sangat kering hampir tidak mengenal hujan kalaupun hujan sangatlah tidak
teratur.daerah ini pada siang hari memiliki temperatur dan potensi penguapan yang tinggi sungai

kadang turun hujan yang sangat lebat.tetapi karena airnya terlalu cepat mengalir sehingga hampir
tidak bisa di manfaatkan bagi kehidupan manusia.tumbuhan yang rendah dan juga pepohonan
rendah kurus yang tumbuh jarang merupakan ciri-ciri daerah ini.

• Daerah tropis dan lembab

Dengan lembab mencakup savana lembab daerah dengan angin musim dan hutan hujan tropis.
Daerah savana lembab dan daerah bermusim hujan memiliki satu atau dua musim hujan dengan
batas yang jelastumbuhan di daerah ini lebat dan mmpu melewati musim kering panjang tanpa
akibat yang berarti.

Iklim F. Junghuhn

Junghuhn mengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan kehidupan
tumbuh-tumbuhan, seperti yang terlihat pada gambar 14. Pembagian daerah iklim tersebut adalah:

Bagian-Bagian Bangunan Tropis

1. View dan Orientasi Bangunan

Dari contoh-contoh study kasus desain bangunan tropis modern yang ada di Indonesia pada saat
ini, maka dapat disimpulkan ciri-ciri view dan orientasi bangunan tropis adalah sebagai berikut:

• Menghadap pada arah dimana sinar matahari diusahakan dapat memasuki ruangan pada pagi
hingga sore hari.

• Ruangan dengan fungsi public atau pusat aktifitas berada pada kawasan yang mendapat cahaya
matahari langsung, dengan suatu system pelindung yang menambah kenyamanan manusia.
2. Bahan-bahan atau bagian pendukung kenyamanan pada kondisi tropis

• Sun Protection

Sun protection adalah suatu bagian memprotec atau menjaga bagian dalam bangunan atau interior,
dengan suatu system atau bahan, yang dapat menambah kenyamanan
• Sun Shading

Sun Shading adalah suatu bagian penyaring sinar matahari pada bukaan atau ventilasi ruangan,
yang biasanya terdapat pada material kaca atau penyangga ventilasi bangunan.

3. Window Radiation (radiasi jendela / bukaan)

Window radiation maksudnya pengaruh material atau system pada bukaan atau jendela, baik
terhadap lingkungan interior bangunan, ataupun lingkungan luar / eksterior bangunan.

4. Karaikter khusus lain bangunan tropis

Bangunan tropis memiliki suatu system penggunaan material ataupun warna yang berbeda dari
bangunan modern lainnya, hal ini tergantung konsep bangunan, fungsi bangunan, lokasi site
bangunan, serta tujuan bangunan di desain. Membangun rumah bertujuan untuk menciptakan
lingkungan yang sehat, nyaman dan menyenangkan untuk tinggal dan terlindung dari iklim ekstrim.

Udara merupakan salah satu bagian dalam yang penting sehingga ia harus bersih dari polusi dan
memiliki suhu serta kelembaban yang sesuai dengan penghuninya. (Battan, 1983, p.171)
Untuk mencapai dan menjaga kondisi optimum secara efektif, perlu untuk mengetahui krakteristik
iklim dari suatu wilayah. Diantara faktor alam yang perlu diketahui adlah cahaya matahari, radiasi
matahari, suhu udara, angin , hujan, dan salju. (Battan, 1983, p.171)
Apabila suhu udara panas, seperti di daerah tropis, atau dingin seperti di daerah kutub, pembangkit
tenaga adalah perlu untuk mendinginkan atau untuk memanaskan udara sehingga dapat nyaman.
(Battan, 1983)

,Apabila suhu udara luar moderate, angin sepoi-sepoi dapat menguntungkan dan dapat digunakan
untuk mengdarai bangunan. Udara yang bertiu melalui struktur dapat membuang bau udara, asap,
membantu penguapan dan mendinginkan lingkungan dalam dan suhu struktur bangunan.

Penting untuk merancangan adalah suhu udara dan kelembaban rata-rata harian dan bulanan, suhu
udara rata-rata maksimum dan minimum harian dan bulanan, dan suhu udara ektrim harian dan
bulanan

Iklim harus selalu dipertimbangkan ketika sedang melakukan keseluruhan konsep proyek , pada
rancangan denah dan orientasi.
Arsitektur tropis

Tiga hal yang harus dipertimbangkan dalam perancangan bangunan di daerah tropis: Manusia, dan
kebutuhannya, iklim dan pengaruhnya terhadap kesehatan, bahan dan makna bangunan.

(i) Manusia dan kebutuhannya

Pentingnya kaebiasaan setempat dan budaya yang mempengaruhi perancangan rumah.

(ii) Iklim tropis

Perbedaan antara iklim tropis dan iklim sedang, bertingkat dengan bervariasinya kombinasi antara
matahari dan awan, hujan dan pengaruhnya tehadap kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya.
Dalam satu kasus suhu dibawah kalor darah, namun badan dapat dipanaskan dengan makanan,
gerak dan selter.

Dalam kasus lain, suhu dekat atau di atas kalor darah, dan dibawah awan udara jenuh tidak
membawa pengaruh terhadap permukaan kulit.