Anda di halaman 1dari 2

Diskusi.

7 - Perpajakan

1. Adri adalah Pengusaha Kena Pajak yang mengimpor Barang Kena Pajak dengan Nilai Impor
Rp15.000.000 (Dasar Pengenaan Pajak). Barang Kena Pajak tersebut, selain dikenakan PPN,
misalnya juga dikenakan PPnBM dengan tarif 20%. Hitunglah penghitungan PPN dan PPnBM yang
terutang atas impor Barang Kena Pajak tersebut!
2. Wajib Pajak A beralamat di jl. Tupai No. 8 Kota Bandung, bergerak di bidang usaha dagang emas
perhiasan secara eceran. Wajib Pajak A tersebut telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
dengan NPWP 01.888.456.1.942.000. Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2016:
a. Tanggal 5 Agustus melakukan penyerahan emas perhiasan seberat 3 gram kepada UD Anggrek,
NPWP 01.555.222.1.942.000 seharga Rp3.500.000,
b. Tanggal 11 Agustus melakukan penyerahan emas perhiasan 8 gram seharga Rp10.000.000
kepada CV Mega, NPWP 01.467.333.1.942.000.
c. Tanggal 14 Agustus membeli lemari kaca untuk pajangan barang dagangan seharga Rp1.100.000
dari CV Sinar NPWP 01.444.671.1.942.000.
d. Tanggal 18 Agustus menerima uang muka pemesanan emas sebesar 50% dari CV Setia NPWP
01.345.234.1.942.000 atas penyerahan emas 6 gram seharga Rp7.000.000, sisanya akan dibayar
pada tanggal 20 bulan ini.
e. Tanggal 20 Agustus Menerima uang sisa dari penyerahan emas kepada CV Setia

Hitunglah PPN Keluaran, PPn Masukan dan PPN Kurang setor!

Tanggapan :

1. Nilai Impor (DPP) = Rp 15.000.000;


tarif PPnBM = 20%;
maka perhitungan PPN dan PPnBM yang terutang atas impor BKP tersebut adalah sebagai berikut :
- PPN = 10% x Rp 15.000.000 = Rp 1.500.000
- PPnBM = 20% x Rp 15.000.000 = Rp 3.000.000

Jadi pajak yang dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah PPN sebesar Rp
1.500.000 dan PPnBM sebesar Rp 3.000.000.
Note : Adri dapat mengkreditkan PPN sebesar Rp 1.500.000. Sedangkan PPnBM sebesar Rp
3.000.000 tidak dapat dikreditkan sehingga nilai PPnBM dapat ditambahkan ke dalam harga Barang
Kena Pajak yang dihasilkan oleh Adri (dibebankan sebagai biaya).

2. Penyerahan emas perhiasan oleh pengusaha toko emas perhiasan terutang PPN adalah sebesar 10%
dikalikan Dasar Pengenaan Pajak (DPP). DPP di sini adalah nilai lain yang ditetapkan sebesar 20%
dari harga jual emas perhiasan atau nilai penggantian, sehingga perhitungan PPN atas penyerahan
emas perhiasan = 10% x 20% x Harga Jual Emas Perhiasan

a. 5 Agustus, penyerahan emas perhiasan 3 gram seharga Rp 3.500.000 kepada UD Anggrek :


PPN Keluaran = 10% x 20% x Rp 3.500.000 = Rp 70.000
b. 11 Agustus, penyerahan emas perhiasan 8 gram seharga Rp 10.000.000 kepada CV Mega
PPN Keluaran = 10% x 20% x Rp 10.000.000 = Rp 200.000
c. 14 Agustus, membeli lemari kaca seharga Rp1.100.000 dari CV Sinar
PPN Masukan = 10/110 x Rp 1.100.000 = Rp 100.000
d. 18 Agustus, uang muka sebesar 50% atas penyerahan emas 6 gram seharga Rp7.000.000
dari CV Setia
PPN Keluaran = 10% x 20% x 50 % x Rp 7.000.000 = Rp 70.000
e. 20 Agustus, menerima uang sisa dari penyerahan emas kepada CV Setia
PPN Keluaran = 10% x 20% x 50 % x Rp 7.000.000 = Rp 70.000
Total PPN Keluaran = Rp 410.000
Total PPN Masukan = Rp 100.000
PPN Kurang (Lebih Bayar) = PPN Keluaran – PPN Masukan
= Rp 410.000 – Rp 100.000
= Rp 310.000