Anda di halaman 1dari 2

KB Suntik

ICD X : J06.9
No. Dokumen : SOP/UKP/KB/ ABS III/ 119
No. Revisi : 00
SOP
Tgl. Terbit : 25 April 2017
Halaman : 1/2
UPT PUSKESMAS Ttd dr. Made Ratnadewi
ABIANSEMAL III
Nip : 197703162003122013
1) Pengertian Penggunaan alat kontrasepsi suntik merupakan tindakan invasiv
karena menembus pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan
hati-hati dengan teknik antiseptik mencegah infeksi
2) Tujuan sebagai acuan dalam melakukan suntikan KB
3) Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 85/SK/ ABS III/ III/ 2017 tentang
layanan klinis yang menjamin kesinambungan layanan pada UPT
Puskesmas Abiansemal III

4) Referensi a. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Tahun 2010

b. Pedoman manajemen pelayanan keluarga berencana oleh


kemenkes tahun 2014

5) Alat dan Bahan Obat yang akan disuntikkan (depo provera, cyclofem)
Semprit suntik dan jarumnya (sekali pakai)
Alkohol 60 – 90 %
6) Langkah- Langkah : 1. Instruksi kerja
a. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir,
keringkan dengan handuk
b. Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet,
hapus karet yang ada dibagian atas vial dengan kapas yang
telah dibasahi dengan alkohol 60 – 90 %, biarkan kering
c. Bila menggunakan jarum atau semprit sekali pakai, segera
buka plastiknya Bila menggunakan jarum atau semprit yang
telah disterilkan dengan DTT, pakai korentang yang telah di
DTT untuk mengambilnya
d. Pasang jarum pada semprit suntik dengan memasukkan jarum
pada mulut semprit penghubung
e. Balikkan vial dengan mulut vial ke bawah. Masukkan cairan
suntik dalam semprit, gunakan jarum yang sama untuk
menghisap kontrasepsi suntik yang menyuntikkn klien

2. Teknik suntikan
a. Kocok botol dengan baik, hindarkan terjadinya gelembung-
gelembung udara (pada depo provera / cyclofem), keluarkan
isinya
b. Suntikkan secara intra muskular dalam di daerah pantat
(daerah gluteal). Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal,
penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja
segera dan efektif
c. Depo provera (3 ml / 150 mg atau 1 ml / 150 mg) diberikan
setiap 3 bulan (12 minggu)
d. Noristerat diberikan setiap 2 bulan (8 minggu)
e. Cyclofem 25 mg medroksi progesteron asetat dan 5 mg
estrogen sipionat diberikan setiap bulan
7) Hal-hal yang perlu
diperhatikan
8) Unit Terkait Poli KB
9) Dokumen Terkait Rekam medis manual dan elektronik