Anda di halaman 1dari 5

analisbantul.blogspot.

com

GOLONGAN DARAH RHESUS


8-10 minutes

PENDAHULUAN
Setelah sistem ABO, maka sistem Rhesus (Rh) merupakan golongan
darah yang mempunyai makna klinis terpenting. Tidak seperti halnya
anti-A dan anti-B yang selalu ada pada orang normal. Anti Rhesus
tidak terdapat daam darah seorang tanpa rangsangan imunisasi.
Antigen utama dalan sistem Rhesus adalah antigen D, yang mampu
merangsang pembentukan antibodi bila eryhtrosit dengan antigen itu
dimasukkan dalam sirkulasi seorang yang tidak mempunyai antigen
Rh.
Antigen D terdapat dalam eryhtrosit 85 % orang kulit putih, persentase
ini lebih tinggi pada orang kulit hitam, Indian dan Asia. Hanya 15 %
orang kulit putih yang tidak mempunyai antigen D, tetapi diantara
orang-orang ini haya 50-75% akan membentuk anti-D bila sejumlah
besar eryhtrosit dengan antigen D masuk dalam sirkulasi darahnya.
Tidak ada golongan darah lain yang mempunyai potensi merangsang
pembentukan antibodi melebihi potensi yang dimiliki oleh golongan
Rhesus.
Sistem Rhesus terdiri atas bermacam-macam antigen. Orang-orang
dengan eryhtrosit yang mengandung antigen D disebut Rh positif atau
Rh (+) sedangkan mereka yang tidak mempunyai antigen D disebut Rh
negatif, tanpa menghiraukan ada tidaknya jenis antigen sistem Rhesus
yang lain. Karena antigen D merupakan yang paling mudah
merangsang pembentukan antibodi maka antigen D lah yang pertama-
tama harus dicari. Antigen lain adalah seperti C, E, c dan e.
Tidak setiap orang Rhesus negatif yang terpapar pada sel Rh positif
membentuk anti-D. Imunisasi lebih sering terjadi karena transfusi
daripada akibat kehamilan, karena pada transfusi sel eryhtrosit Rh-
positif yang masuk lebih banyak. Sekitar 20% ibu Rhesus negatif
membentuk anti-D setelah mengandung janin Rh-positif, sedangkan
pada transfusi pembentukan anti-D dapat terjadi pada 50-70%
penderita yang ditransfusi dengan eryhtrosit Rh positif.
Rhesus positif (rh positif) adalah seseorang yang mempunyai rh-
antigen pada eritrositnya sedang Rhesus negatif (rh negatif) adalah
seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen
pada manusia tersebut dinamakan antigen-D, dan merupakan antigen
yang berperan penting dalam transfusi. Tidak seperti pada ABO sistem
dimana seseorang yang tidak mempunyai antigen A/B akan
mempunyai antibodi yang berlawanan dalam plasmanya, maka pada
sistem Rhesus pembentukan antibodi hampir selalu oleh suatu
eksposure apakah itu dari transfusi atau kehamilan. Sistem golongan
darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan
dengan sistem golongan darah lainnya. Dengan pemberian darah
Rhesus positif (D+) satu kali saja sebanyak ± 0,1 ml secara parenteral
pada individu yang mempunyai golongan darah Rhesus negatif (D-),
sudah dapat menimbulkan anti Rhesus positif (anti-D) walaupun
golongan darah ABO nya sama.
Anti D merupakan antibodi imun tipe IgG dengan berat molekul
160.000, daya endap (sedimentation coefficient) 7 detik, thermo stabil
dan dapat ditemukan selain dalam serum juga cairan tubuh, seperti air
ketuban, air susu dan air liur. Imun antibodi IgG anti-D dapat melewati
plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin, sehingga janin dapat
menderita penyakit hemolisis.
Anti-Rh yang dibentuk pada umumnya adalah kelas IgG. Mula-mula
dibentuk IgM tetapi biasanya IgM menghilang beberapa bulan atau
tahun setelah imunisasi, sedangkan IgG dapat menetap seumur hidup.
Anti Rh jarang mengaktifkan komplemen. Dampak biologis anti Rh
umumnya melapisi eryhtrosit dan menyebabkan penghancuran
eryhtrosit dalam sistem retikuloendotelial.

INSIDEN
Insidens pasien yang mengalami Inkompatibilitas Rhesus ( yaitu
rhesus negatif) adalah 15% pada ras berkulit putih dan 5% berkulit
hitam, jarang pada bangsa asia. Rhesus negatif pada orang indonesia
jarang terjadi, kecuali adanya perkawinan dengan orang asing yang
bergolongan rhesus negatif.
Pada wanita Rhesus negatif yang melahirkan bayi pertama Rhesus
positif, risiko terbentuknya antibodi sebesar 8%. Sedangkan insidens
timbulnya antibodi pada kehamilan berikutnya sebagai akibat
sensitisitas pada kehamilan pertama sebesar 16%. Tertundanya
pembentukan antibodi pada kehamilan berikutnya disebabkan oleh
proses sensitisasi, diperkirakan berhubungan dengan respons imun
sekunder yang timbul akibat produksi antibodi pada kadar yang
memadai. Kurang lebih 1% dari wanita akan tersensitasi selama
kehamilan, terutama trimester ketiga.

GENETIK
Ada tiga subtipe antigen spesifik C,D,E dengan pasangannya c, e, tapi
tidak ada d. Hanya gen D dipakai sebagai acuan faktor rhesus. Istilah
yang sekarang digunakan adalah Rhesus (D), bukan hanya Rhesus.
Sel rhesus (D) positif mengandung substansi (antigen D) yang dapat
merangsang darah rhesus (D) negatif memproduksi antibodi. Gen c, e,
dan E kurang berperan disini. Hal ini dapat menjelaskan mengapa
antibodi yantg dihasilkan oleh wanita Rhesus negatif disebut anti-D
(anti-rhesus D).
Seorang wanita Rhesus (D) positif tak akan memproduksi antibodi,
karena darah yang positif tak akan memproduksi anti-d, tak ada anti
Rhesus d.
Seseorang mempunyai Rhesus (D) negatif, jika diwariskan gen d dari
tiap orang tua. Mungkin saja anak Rhesus (D) negatif, jika ibu Rhesus
(D) negatif dan bapak Rhesus (D) positif. Bapak dapat mempunyai gen
D atau d, sehingga bayi dapat mewarisi gen d dari bapaknya.
Sebaliknya, wanita Rhesus (D) negatif dengan pasangan Rhesus (D)
negatif, dan tak akan timbul inkompatibilitas Rhesus, walaupun ibu
telah membawa anatibodi Rhesus (D) dari kehamilan sebelumnya.

PEMBAHASAN

Adapun penggolongan lain pada darah yaitu penggolongan rhesus.


Banyak masyarakat awam yang kurang mengetahui apa itu Rhesus.
Istilah ini memang tidak terlalu populer tetapi sangat penting untuk
diketahui oleh masing2 orang karena hal ini sangat vital.

Apa itu rhesus?

Rhesus ditemukan oleh landsteiner dan wiener pada tahun 1940. Pada
tahun itu mereka menggunakan sample kera yang mana karakteristik
darahnya mirip dengan manusia. Dari darah kera tersebut mereka
menemukan bahwa ada kera yang permukaan darahnya memiliki
antigen dalam bentuk protein dan ada yang tidak. Sel darah merah
yang mempunyai antigen protein inilah yang disebut rhesus positip dan
yang tidak memiliki antigen protein disebut rhesus negatif. jadi rhesus
positip dan rhesus negatip yang membedakan adalah antigen dalam
bentuk protein yang ada di permukaan sel darah merah.

Pentingnya mengetahui Rhesus

mengetahui rhesus pada darah kita itu sangat penting. Rhesus sendiri
berhubungan dengan antigen yang artinya jika kita mempunyai rhesus
positip kemudian kita transfusikan ke dalam darah dengan rhesus
negatif maka sel darah yang ber-rhesus negatif   akan menganggap
bahwa darah yang di transfusikan itu adalah “musuh” sehingga mereka
akan membangun sebuah pertahanan untuk melawan “musuh”
tersebut. Sel darah si resipien akan membentuk sebuah antirhesus
sehingga darah kita tidak akan berguna bagi si resipien.

Untuk itu patut menjadi sebuah kewaspadaan bagi pemilik golongan


darah apapun dengan rhesus negatif terutama para wanita. Kenapa
para wanita? karena wanita akan sangat membutuhkan darah jika
melahirkan. kekurangan darah ini akan ditutupi dengan transfusi darah.
Wanita dengan rhesus negatif tentu akan membutuhkan transfusi
darah dengan rhesus negatif pula padahal jumlah pemilik rhesus
negatif di indonesia sangat langka. Kurang dari 1 % pemilik rhesus
negatif di indonesia dan ini patut menjadi kewaspadaan.

PENUTUP
Saat ini sebaiknya pemeriksaan golongan darah pada pasien selain
golongan darah ABO, juga wajib diperiksakan golongan darah Rhesus,
namun informasi ini hanya beberapa laboratorium saja yang
melaksanakan, dengan alasan bahwa Indonesia memiliki hampir 98%
Rhesus (+), namun tidak menutup kemungkinan dengan mudahnya
transportasi udara sehingga manusia dapat dengan mudah bepergian
sehingga terjadi perkawinan silang orang Indonesia dengan Bangsa
lain, yang mana dapat menghasilkan keturunan dengan Rhesus
Negatif (-). Apalagi trend artis yang suka menikah dengan bule
ketimbang asli Indonesia, dengan alasan memperbaiki keturunan. Oleh
sebab itu melalui tulisan yang ringkas ini saya sarankan kepada semua
laboratorium klinik/kesehatan dan UTD-PMI/Blood Bank agar
melakukan pemeriksaan golongan darah ABO disertakan juga Rhesus.