Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA

( TERM OF REFERENCE )
PENGADAAN JASA KONSULTANSI
PENGAWASANPEMBANGUNAN GEDUNG INSTALASI
GIZI, INSTALASI LOUNDRY DANREHAB GEDUNG
INSTALASI IGD

DINAS KESEHATAN
PROVINSI MALUKU UTARA
2018
BAB I PENDAHULUAN

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memandang sangat penting tentang peningkatan sektor pelayanan
kesehatan, karena status kesehatan merupakan salah satu komponen utama sebagai investasi dalam
mendukung percepatan pembangunan di daerah, serta untuk mencapai agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi – tingginya sesuai dengan amanat Undang - Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Salah satu prioritas dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Maluku Utara adalah untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan, Dengan demikian diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah terus berusaha berbenah diri
untuk meningkatkan penampilannya secara terencana agar dapat terus berkembang.

Sofifi merupakan salah satu Kota di Provinsi Maluku Utara tempat berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah
Propinsi Maluku Utara yang melayani berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan bersifat spesifik (spesialis)
hingga saat ini belum memiliki sarana yang berkualitas.

1.1 LATAR BELAKANG

Sesuai dengan amanat Undang-undang DasarRepublik Indonesia 1945 bahwa pelayanan kesehatan
merupakanhak dasar setiap orang yang dijamindan harusdiwujudkandengan upayapeningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya dan rumah sakitadalahsarana yang menjadisarana utama
untuk membantu masyarakat dalammewujudkan peningkatankesehatan, Menurut undang-undang
nomor44 tahun2009rumahsakit adalahinstitusi pelayanan kesehatanbagimasyarakatdengankarakteristik
tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembanganilmu pengetahuan kesehatan,kemajuan teknologi, dan
kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih
bermutu dan terjangkau olehmasyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Amanat undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit Pasal 6, mengenai tanggung jawab
pemerintahdanpemerintah daerah dinyatakanbahwa adalah tanggung jawab pemerintah pusat
(Kementerian kesehatan) dan daerah (Dinas KesehatanKota / Provinsi)untuk menyediakan.
Menjaminpembiayaan, membina, mengawasidanmemberikanperlindungan kepadarumahsakit untuk dapat
memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bertekad untuk
membangun dan sekaligusmeningkatkansarana pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
Rumah Sakit berkaitaneratdengan aspek Pendidikan, Ekonomi, Kependudukan,Sosial,Budaya dan
Lingkungan. Semakin tinggikelas Rumah Sakit yang akan dibangun,maka semakin rumit kebutuhan
sarana dan prasarananya, tentunya akan melibatkan tenaga-tenaga profesional dan berpengalaman
dari berbagai disiplin ilmu.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi
Maluku Utara melalui programnya telah menetapkan untuk melakukankegiatanSupervisi/Pengawasan
Pembangunan Gedung InstalasiGizi, InstalasiLoundry Dan Rehab Instalasi IGD. dengan adanya kegiatan
KonsultanSupervisidiharapkan dalam jangka panjang keberadaanRumahSakit diProvinsi Maluku
Utaradapat lebih memberikan konstribusi bagi pembangunan daerah dan dapat memberikan manfaat yang
sebesar- besarnyabagi kepentinganpelayanan umum, khususnya pelayanan di bidang kesehatan untuk
masyarakat Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya

Sebagaiupaya peningkatan di sektorpelayanan kesehatan.Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana


membangun Rumah Sakit secara bertahap yang rencananya sudah dibangun pada Tahun Anggaran 2017.

1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

1.2.1 Maksud

Rancangan unruk memberikan perunjuk atau arahan pembangunan Rumah Sakit sehingga program
Pembangunannyadapat terlaksanadalamjangka pendek maupunjangka panjang.Rancangan
memperhatikankaidah-kaidah pelayanankesehatansehinggabangunanyangdibuatdapat menampung
kebutuhan-kebutuhan pelayanan dan tidak menimbulkan akibat buruk terhadap pengguna.

Rancangan memperhatikanseluruh kebutuhan prasarana peralatan medis, dan prasarana pendukung


lainnya.Rancangan bangunan memperhatikan sistem perlindungansehinggaamanuntuk keselamatan
pasien,masyarakat, lingkungan Rumah Sakit dan sumber daya manusianya.

Rancangan bangunan memperhatikan kondisi tapak.orientasi massa bangunan, serta organisasi ruang
sehingga dapat menghasilkan desain bangunan yang optimal. Rancangan bangunan memperhatikan
lingkungan sehingga diharapkan dapat meminimalisasi dampakpencemaran. Rancangan tidak
mengabaikananalisa permasalahansehinggadapat menghasilkanbangunanyang fungsional dan tetap
memperhatikan estetika desain.

1.2.2 Tujuan

Memperolehketerpaduanantararencana pengembangan program pelayanan kesehatan dengan rencana


pengembangan fisikyang mengakomodasi kawasan rumahsaktumumdaerah, yang dapat
diandalkanbaikdalam jangkapanjang menengah maupun jangka pendek.

Memperoleh arah pengembangan fisik, sekaligussebagaikerangka dasar bagi pengembangan bangunan


serta infrastruktur di lingkunganRumah Sakit Umum Daerah Provinsi Maluku Utara.

Menjadi bahan perkiraan anggaran biaya pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit dan untuk
memperoleh pengawasanyang bermutudengankualitas yang sesuaidenganspesifikasitekniskonstruksi
Rumah Sakittersebut.

1.2.3 Sasaran

Sasaran tujuanutamakegiatanSupervisiyaitu :

PengawasanGedung InstalasiGizi
Pengawasan Gedung InstalasiLoundry
PengawasanRehabilitasiInstalasi IGD

1.3 LOKASI PEKERJAAN

Lokasi kegiatanSupervisi/pengawasanPembangunan Gedung InstalasiGizi, IntalasiLoundrydan Rehab


GedungInstalasi IGD rumahsakitumumdaerahSofifiProvinsi Maluku Utara.

1.4 SUMBER PENDANAAN


Sumber pendanaanuntukpelaksanaankegiataniniberasaldariAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) dalambentuk DAK Tahun Anggaran 2018 Kegiatan yang dimaksud telahdituangkan dalamDokumen
Pelaksanaan Anggaran Pemerinta Daerah Provinsi Maluku Utara. Alokasi dana untuk kegiatan
Konsultansi Pengawasaniniadalah sebesar Rp 213.700.000,-
(DuaRatusTigaBelasJutaTujuhRatusRibuRupiah).

1.5. NAMA ORGANISASl

Pengguna Jasa pelaksanaan kegiatan Konsultan Pengawasanini adalah DinasKesehatanProvinsi Maluku


Utara, dan dalam pembahasan kegiatan melibatkan berbagai stakeholders pada Satuan Kerja Perangkat
Daerab (SKPD) Provinsi Maluku utara
BAB II
RENCANA PEMBANGUNAN
GEDUNG INSTALASI GIZI,INSTALASI LAUNDRI DAN REHAB INSTALASI IGD

Pembangunan gedung ini bukan hanya karena kepentingan jangka pendek melainkanatas dasarhasil analisa
mendalam akan kebutuhan dalam upaya meningkatkan efektifitaspelayanan kesehatankepada masyarakat
Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya.

Dalam hal ini telah dilaksanakan kegiatan KonsultanStudi Kelayakan. pada lokasi lahan rencana pembangunan
.

2.1 DASAR HUKUM

Kegiatan Konsultan Perencanaan pembangunan Gedung InstalasiGizi, InstalasiLoundry Dan Rehab


Instalasi IGD
ini didasarkan pada beberapa peraturan dan literatur lainnya sebagai berikut :
2.1.1. Undang-undang

Undang-undangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal28 tentang Fasilitas


Pelayanan Kesehatan dan Fasiliias Pelayanan Umum
Undang-undangNomor 28Tahun 2002 tentang Persyaratan Teknis TataBangunan dan
Keandalan Bangunan.
Undang-undang Nomor 36Tahun2009tentang Tanggung Jawab PemerintahMenyediakan
Pelayanan KesehatanBermutu, Aman, Efisien dan Terjangkau.
Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Persyaratan Lokasi, Bangunan.
Prasarana Rumah Sakit.
Peraturan Menteri .Permenpu Nomor5Tahun 2007 tentang PedomanTeknis Pembangunan
Gedung Negara.
Permenpu Nomor 24Tahun 2008 tentang PedomanPemeliharaan BangunanGedung.Permenkes
Nomor 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
Permenpu Nomor 08 / PRT / M / 2011 tentangPembagianSubklasifikasi dan Subkualiflkasi
Usaha Jasa Konstruksi. Permenkes Nomor 2306 Tahun2011 tentang Persyaratan Teknis
InstalasiElektrikal Rumah SakitPrasarana Rumah Sakit.
Permenkes Nomor 56 Tahun 201 tentang Klasifikasidan PerizinanRumah Sakit.
Keputusan Menteri, Kepmen Permukimandan Prasarana WilayahNomor332/K.PTS/M/2002
tentang Pedoman Teknis Pembangunan BangunanGedung Negara.
Kepmenkes Nomor 1197 Tahun 2001 tentang Standar Pelayanan Farmasi diRumah Sakit.
Kepmenkes Nomor 1014 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan RadiologiDiagnostik di
Sarana Pelayanan Kesehatan.

2.2 STANDAR TEKNIS

Standar Teknis kegiatan Konsultan Supervisi/Pengawasan ini mengacu pada :

Pedoman penyusunan MasterPlanRumahSakit Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik


dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun
2012
Pedoman Teknis Bangunan RSKelas B/C: Direktorat Bina Pelayanan Penunjang
Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan: Kemenkes RI Tahun 2012.
PedomanTeknisBangunanRSKelas B : Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan
Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan: Kemenkes RI Tahun 2012.
Pedoman Teknis Ruang Perawatan IntensifRS: Direktorat BinaUpaya Kesehatan dan
Direktorat Bina PeiayananPenunjangMedik dan Sarana Kesehatan; Kemenkes RI Tahun
2012.
PedomanTeknis BangunanRumahSakitRuangGawat Darurat: Direktorat Bina Pelayanan
PenunjangMedikdanSarana Kesehatan DirektoratBina Upaya Kesehatan Kemenkes RI Tahun
2012.
Pedoman Teknis BangunanRumah SakitRuang Operasi : Direktorat Bina Pelayanan Penunjang
Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Rl Tahun 2012.
PedomanTeknisBangunanRumahSakit RuangRehabilitasi Medik; DirektoratBina
PelayananPenunjang Medikdan Sarana Kesehatan Direktorat BinaUpaya Kesehatan
KementerianKesehatan RI Tahun 2012
Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit, Sistem Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik -
Direktorat Bina Peiayanan Penunjang Medik dan Sarana KesehatanDirektorat BinaUpaya
Kesehatan Kementerian Kesehatan RT Tahun 2012
Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit,Sarana dan Keselamatan jiwa Bina
PelayananPenunjang Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat BinaUpaya Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI Tahun 2012.
Pedoman Teknis Bangunan RumahSakityang aman dalam situasi darurat dan bencana;
Direktorat Bina Peiayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2012.
Seluruh Pedoman Teknis yang terkait tentang Bangunan Rumah Sakit.
.BAB Ill

RUANG LINGKUP KEGIATAN

3.1. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Lingkup Kegiatan
Lingkup dari kegiatan ini, meliputi Pengawasan dan Pengendalian terhadap :

1). Mutu (kualitas) dan volume (kuantitas) seluruh aspek pekerjaan pelaksanaan konstruksi yang mencakup
aspek arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan;
2). Pengujian bahan/ hasil pelaksanaan pekerjaan;
3). Progress/ kemajuan dan bobot pelaksanaan pekerjaan;
4). Jangka waktu pelaksanaan;
5). Akurasi dan presisi penerapan gambar dan spesifikasi teknis di lapangan;
6). Menyelenggarakan rapat mingguan;
7). Koordinasi dengan pengguna jasa/ tim teknis/ direksi dan konsultan perencana.

b. Lokasi Kegiatan

Kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan
lokasi kegiatan/ tempat tugas penyedia jasa dalam kegiatan ini, adalah sbb :

Dinas KesehatanProvinsi Maluku Utara.

c. Data dan Fasilitas Penunjang

1). Penyediaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen


Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat digunakan dan harus
dipelihara oleh penyedia jasa:

a). Laporan dan Data

Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi (bila ada).

b). Staf Pengawas/ Pendamping


Pejabat Pembuat Komitmen akan mengangkat petugas atau wakilnya yang akan bertindak sebagai
pengawas atau pendamping/ counterpart, atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa
konsultansi.

2). Penyediaan oleh penyedia jasa


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

Fasilitas-fasilitas yang harus disediakan oleh penyedia jasa dan diperhitungkan di dalam usulan biaya :
a. Penyediaan bahan-bahan, peralatan, dan perlengkapan kantor dan studio untuk operasional
konsultan,
b. Penyediaan bahan-bahan, peralatan, dan perlengkapan untuk kegiatan survey dan investigasi
lapangan yang diperlukan,
c. Penyediaan (penyewaan) kendaraan operasional berikut eksploitasinya,
d. Biaya perjalanan dan akomodasi personil konsultan/ penyedia jasa,
e. Biaya perjalanan dan akomodasi staf Pemberi Tugas yang bertugas mendampingi (counterpart)
konsultan ke lapangan.
d. Alih Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh Pejabat Pembuat Komitmen, maka penyedia jasa harus mengadakan
pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam
rangka alih pengetahuan kepada staf di lingkungan organisasi Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran.

3.4 PROSES KEGlATAN

1. Dalamprosesperencanaanuntuk menghasilkankeluaran- keluaran yang diminta, Konsultan harus


menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pihak terkait.
2. Dalampertemuanberkala tersebut ditentukan produkawal antara dan pokok yang harus dihasilkan
Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK.

3.5 PROGRAM KERJA

Keluaran yang dihasilkanoleh Konsultan berdasarkan KAK. lebih lanjut akan diatur dalam surat
perjanjian. Untukoptimalisasiwaktu, Konsultan segera menyusun program kerja minimal meliputi :

a) Jadwal kegiatansecara terperinci agar kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan yang
diharapkan.
b) Alokasitenaga yang lengkap dengan tingkat keahlian masing-masing dalam melaksanakan tugas
pengawasan
c) Program kerja secara keseluruhan harus dipresentasikan oleh Konsultan untuk mendapatkan
pandangan / pertimbangan teknis dari Pihak terkait.

3.6 FASILITAS

Segalafasilitas yang diperlukanseperti kebutuhan mobilisasi, peralatan survey, peralaian kantor dan lain-
lain disiapkan oleh Konsultan sendiri.

3.7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Jangkawaktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 150 (seratuslimapuluh) hari kalender sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja.

3.8 KLASIFIKASI BADAN USAHA

Pelaksanaankegiatan jasa konsultaninimemilikiklasifikasi RE201 sub klasifikasi Jasa


PengawasPekerjaanKonstruksiBangunanGedung.

3.9 KEBUTUHAN TENAGA AHLI

DalampelaksanaankegiatanPengawasan PembangunanGedung InstalasiGizi, InstalasiLoundry Dan Rehab


Instalasi IGD, untukmasing-masing kegiatan diperlukan beberapa tenaga ahli antara lain :

a. Ketua Tim (Site Engineer)


Ketua Tim disyaratkanharus berijazahS1 TeknikSipildan mempunyai SKA Ahli ManajemenKonstruksiyang
berpengalaman minimal 5 (lima) tahun dibidangnya diantaranyaberpengalamandalam dan
PengawasanPembangunan Gedung. dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang , Danmembuat curiculum vitae
sebagai persyaratan dan bersedia bekerja fulltime selama masa kontrak

b. Ahli Struktur

Tenaga Ahli Strukturyang dibutuhkan adalah berijazahS1Teknik Sipil yang memiliki SKA Ahli Muda
Bangunan Gedung berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidangnya. dibutuhkan sebanyak 1 (Satu)
orang. Dan membuat curriculum vitae sebagai persyaratan dan bersedia bekerja full timeselama masa
kontrak

Kebutuhan Tenaga Pendukung

a. Inspector/TeknisipengawasLapangan Jumlah 2(dua) Orang yang dibutuhkan adalah seorang yang


berpengalamanminimal 3 (tiga) tahun dibidangnyaMempunyai latar belakang pendidikan minimal
D3 Teknik Arsitektur/Sipil

b. Juru Ukur/Surveyor Jumlah 1(satu) OrangTenagajuru ukur yang dibutuhkanadalah seorang yang
memiliki keahliandalam megoperasialatukurtheodolitMaupunwatherpasdilapangan,memiliki pengalaman
minimal 3 (tiga) tahun. Mempunyailatar belakang pendidikan minimal D3 Teknik
Geodesi/Sipil.

c. Tenaga Administrasi / Operator Komputer jumlah 1 orang yang dibutuhkan adalah seorang yang
memiliki keahlian dalammenggunakankomputer pengalaman minimal 3 (tiga) tahun. Mempunyai latar
belakangpendidikanminimal SMA/SMK.

3.10PELAPORAN

Laporan Kegiatan Penyusunan yang harus diserahkan konsultan terdiri dari :

a. Laporan Pendahuluan (inception report)

Laporan pendahuluan (inception report) merupakan laporan hasil temuan awal, gambaran umum,
metodologidan pendekatanserta rencana kerja yang akan dilaksanakan penyedia jasa
konsultansidalam menangani pekerjaan ini. Laporan pendahuluan. sudah harus diserahkan20 (dua
puluh) hari kalender setelah SPMK diterbitkan. Jumlah laporan yang diserahkan sebanyak 5 (Iima)
rangkap.

Garis besar Iaporan pendahuluan berisi:


 Rencana Survey.
 Identifikasi kebutuhan Pekerjaan.
 Melodologi dan pendekatan serta gambaran umum,
 Jadwal penugasan Tenaga Ahli serta tanggung jawabnya.
 Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Konsultan.
b. Laporan Bulanan

Laporan bulanan diserahkan padaakhirbulan. Laporanbulanan ini dibuat sebanyak 5 (lima) buku
yang mencakup tentangprogress pekerjaan :
a. Kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan;
b. Permasalahan-permasalahan yang ditemui;
c. Dokumentasi pelaksanaan;
d. Metode pelaksanaan konstruksi;
e. Realisasi biaya proyek;
f. Perubahan-perubahan kontrak yang terjadi;
g. Lokasi-lokasi sumber material;
h. Hasil pengujian mutu pekerjaan (bila ada);
i. Personil konsultan dan kontraktor yang terlibat;
j. Pelaksanaan pengawasan konstruksi yang dilaksanakan;
k. Rekomendasi tentang cara pemeliharaan dikemudian hari, segala masalah yang kemungkinan
besar akan timbul pada pekerjaan yang baru saja dilaksanakan, dan
l. Saran-saran tentang perbaikan yang perlu dilakukan pada proyek berikutnya untuk pekerjaan yang
serupa/ sejenis yang akan ditangani kedepan.
c. Laporan Akhir (Final report)
laporan ini di serahkan selambat-lambamya 5(Lima)hari Kalender sebelum berakhirnya kontrak.
Konsultanbaru menyerahkanLaporanAkhir yang berisikan pokok yang sesuai dengan sasaran dan
ruang lingkup studi masing- masing disiapkan sebanyak 5 (lima) copy. Laporan dimaksud terdiri
darirekapan total hasilpekerjaan/progresdilapangan.
d. Laporan Soft Copy
Laporan ini berupa soft copy dari semua laporan yang ada dan dibuat 5 (Iima) copy dalam bentuk CD.

Sofifi, 20 Juni 2018


Pejabat Pembuat Komitmen
( PPK )

ABD. MAJID DANO M NUR


Nip. 19761029 200112 1 004