Anda di halaman 1dari 21

BAB I

KONSEP MEDIS

A. PENGERTIAN

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah
hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada
dibawah normal. Pada ibu hamil di definiskan bila kadar Hb di bawah 11
gr/dl. (Nugroho, 2014)

B. ETIOLOGI
Penyebab umum dari anemia antara lain, kekurangan zat besi, perdarahan
usus, perdarahan, genetic, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam
folat, gangguan sumsum tulang. (Hasdianah. Suprapto, S, 2014)
Secara garis besar, anemia data disebabkan karena:

a. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan


sistem imun, talasemia.
b. Penurunan produksi eritrosit, contohnya pada penyakit anemia
aplastik, kekurangan nutrisi.
c. Kehilangan darah dalam jumlah besar, contohnya akibat penyakit
anemia akut, perdarahan kronis, menstruasi, ulser kronis dan trauma
C. PATOFISIOLOGI

Asam folat ditemukan dalam sebagian besar jaringan tubuh tempat vitamin
ini bekerja sebagai koenzim dalam proses metabolism (Hasdianah.
Suprapto, S, 2014)
a. Meskipun simpanan asam folat dalam tubuh relative kecil, namun
vitamin initerdapat dalam banyak makananyang dikonsumsi pada
kebanyakan diet gizi seimbang
b. Namun demikian asam folat bersifat larut dalam air dan labil terhadap
panas sehingga mudah rusak lewat proses pemasakan makanan
c. Sekitar 20% asupan asam folat diekskresikan tana diabsorpsi

1
d. Asupan asam folat yang tidak mencukupi biasanya kurang dari 50
mg/hari umumnya akan menimbulkan anemiadefisiensi asam folat
dalam waktu 4 bulan
1. Anemia defesiensi asam folat pada kehamilan biasanya terjadi
diantara pasien dengan kehamilan kembar dan keadaan ini
diyakini terjadi karena peningkatan kebutuhanasam folat oleh
janin
2. Anemia ini juga terlihat pada pasien dengan kelainan hemolitik
dibaliknya yang menyebabkan destruksi dan produksi eritrosit
yang cepat
3. Obat-obat tertentu seperti hidantoin (obat anti konvulsan yang
mengganggu absorpsi folat) dan preparat kontrasepsi hormonal
juga dapat memainkan sebagai penyebab anemia ini. (Hasdianah.
Suprapto, S, 2014)

D. MANIFESTASI KLINIS
a. Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika anda
meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian dalam bawah
mata, anda akan melihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna
pucat.
b. Sering Kelelahan
Jika anda merasa lelah sepanjang hari selama satu bulan atau lebih,
bisa jadi anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan
energy tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah,
tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.
c. Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning
sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari temat tidur.

2
d. Sakit Kepala
Orang dengan anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-
menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan
oksigen, hal ini sering menyebabkan sakit kepala.
e. Ujung Jari Pucat
Ketika anda menekan ujung jari,daerah itu akan berubah menjadi
merah. Tetapi, jika anda mengalami anemia, ujung jari anda akan
menjadi putih atau pucat.
f. Sesak Napas
Jumlah darah yang rendah membuat tingkat oksigen dalam tubuh
menurun. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak
napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-
hari seperti berjalan.
g. Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah sistem medis untuk denyut jantung tidak teratur,
terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh
mengelami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini
menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.
h. Wajah pucat
Jika anda mengalami anemia, wajah anda akan terlihat pucat, kulit
juga akan menjadi putih kekuningan.
i. Rambut rontok
Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari
tubuh, anda akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.
j. Menurunnya kekebalan tubuh
Ketika tubuh anda memiliki energy yang sedikit, kekebalan atau
kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Anda akan
mudah jatuh sakit attau kelelahan. (Lambogia, 2017)

E. PEMERIKSAAN YANG DI LAKUKAN

a. Sel darah merah yang makrositik

3
b. Penurunan jumlah retikulosit
c. Peningkatan mean corpuscular volume (MCV)
d. Hitung trombosit yang abnormal
e. Penurunan kadar asam folat serum (dibawah 4mg/mL) (Hartono,
2014)

F. KOMPLIKASI
a. Komplikasi perinatal dari anemia tidak tertangani adalah infeksi
maternal dan bayi berat lahir.
b. Keguguran
c. Inersia uteri dan partus lama
d. Syok
e. Bila terjadi anemia gravis (hb di bawah 4 gr%) terjadi payah jantung
yang bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan. Bahkan bisa
fatal (Dainty. Yantina, Y. Putri, D, 2016)
G. PENATALAKSANAAN

a. Suplemen asam folat per oral (1 hingga 5 mg/hari) atau secara parental
(pada pasien yang sakit berat mengalami malabsorpsi atau tidak dapat
menerima obat secara oral)
b. Diet tinggi asam folat (Hartono, 2014)

4
BAB II

KONSEP KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN

Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan


secara menyeluruh (Boedihartono, 1994). Pengumpulan data klien baik
subjektif maupun objektif pada gangguan sistem reproduksi sehubungan
dengan anemia tergantung pada penyebab dan adanya komplikasi pada
penderita. Pengkajian keperawatan anemia meliputi anamnesis riwayat
penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik dan pengkajian
psikososial. (Hasdianah. Suprapto, S, 2014)

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

a. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara


suplai dan kebutuhan oksigen.
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake yang kurang, anoreksia
c. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh sekunder yang
tidak adekuat (mis: penurunan hemoglobin, eukopenia, supresi/
penurunan respon inflamasi)
d. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan
konsentrasi Hb dan darah, suplai oksigen berkurang. (Lambogia, 2017)

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
a. Menganjurkan kepada pasien yang merencanakan kehamilannya
untukmemulai mengonsumsi vitamin yang dibeli bebas) atau makanan
yang kaya akan asam folat seperti sayur daun berwarna hijau, produk
gandum, selai kacang, dan hati selama periode waktu itu
b. Membantu merencanakan diet yang baik dan seimbang termasuk
mengonsumsi makanan dan camilan yang kaya akan asam folat

5
c. Memberikan suplemen asam folat sesuai dengan instruksi dokter,
lakukan penilaian kepatuhan pasien untuk mengikuti terapi ini
disepanjang kehamilannya.
d. Menganjurkan kepada pasien untuk mengonsumsi makanan yang kaya
akan vitamin c saat setiap kali bersantap untuk meningkatkan absorpsi
asam folat
e. Jika pasien mengalami anemia yang berat dan memerlukan perawatan
di rumah sakit, rencanakan aktivitas, periode istirahat, serta tes
diagnostic untuk menghemat tenaganya
f. Memantau hitung darah lengkap, hitung trobosit, dan kadar asam folat
serum pasien sesuai instruksi
g. Beritahukan pasien untuk mengonsumsi suplemen asam folat yang
diresepkan dokter dan pentingnya melanjutkan pemakaian suplemen
ini di seanjang kehamilan. (Lambogia, 2017)

6
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny. C DENGAN KASUS


ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RUANG OBSITERY RSUP DR. WAHIDIN
SUDIROHUSODO MAKASSAR

Data diruang Obsitery RSUP DR. WAHIDIN SUDIRHUSODO MAKASSAR


seorang suami membawa istrinya yang hamil berusia 3 bulan dengan keluhan
utama: cepat lelah, sering pusing, mata berkunang, mual muntah pada hamil muda
dan palpitasi sejak 2 minggu yang lalu.

A. PENGKAJIAN

Tanggal 14 Februari 2019, jam 11.00 WIB, di ruang Obsitery - RSUP


Wahidin Makassar, diperoleh data sebagai berikut:
1. Identitas
 Identitas Pasien
Nama : Ny. C

Umur

: 24 Tahun
Jenis kelamin

: Perempuan
Suku / Bangsa : Bugis / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : S2
Pekerjaan : Guru
Alamat : Kota Makassar
Tanggal masuk : 12 Februari 2018
Diagnosa Medis : Anemia

7
 Identitas Penanggung Jawab

Nama : Tn. I
Umur

: 30 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku / Bangsa : Bugis / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : S2 Pendidikan
Pekerjaan : Guru
Alamat : Kota. Makassar
Hub. Dengan pasien : Suami
2. Riwayat Kesehatan
 Keluhan Utama
Pasien mengatakan bahwa ia sering cepat merasa lelah di sertai
mata yang berkunang-kunang
 Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien mengatakan cepat merasa lelah padahal tidak melakukan
aktivitas fisik yang berat dan lama. Mata terasa berkunang-
kunang, pusing terjadi saat akan melakukan aktivitas. Karena
khawatir dengan keadaan istrinya, suami pasien membawa
pasien ke RSUP Wahidin.
 Riwayat Kesehatan Dahulu
- Klien mengataka ia tidak pernah mengalami sakit seperti ini
dulu
 Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengungkapakan bahwa ayahnya menderita penyakit
jantungi.
 Riwayat Obstetri
1) Menarche : usia : 12 tahun, lama: 7 hari
2) Menikah : usia :23 tahun, suami I, G1P0O0

8
3) Umur kehamilan: 3 bulan

 Riwayat KB : pasien mengatakan belum pernah


menggunakan kb

 Genogram

: Pasien

: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal

: Tinggal serumah

3. Pola Akitivitas dan Istirahat


 Subjektif : Kehilangan produktivitas, kebutuhan untuk tidur
dan istirahat lebih banyak

 Objektif : Keletihan, kelemahan, malaise umum, semagat


turun.
4. Pola Nutri-Metabolik

9
 Subjektif : Nafsu makan menurun, mual muntah, tidak enak
diperut.
 Objektif : Turgor kulit jelek, kulit kering/bersisik.
5. Respirasi
 Subjektif : -
 Objektif : Nafas pendek saat istirahat maupun beraktivitas
6. Rasa Nyaman dan Nyeri
 Subjektif : Nyeri kepala dan abdomen.
 Obiektif : Terlihat meringis.

7. Integritas Ego
 Subjektif : Perasaan takut.
 Objektif : Cemas dan gelisah.
8. Seksual
 Subyektif: -
 Obyektif: Tinggi fundus tidak sesuai dengan umumnya
9. Eliminasi
Subyektif: Konstipasi, sering kencing

10. Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum

 Kesadaran : Compos Mentis


 Nadi : 68 x / menit
 Pernafasan : 24 x / menit
 Suhu : 37,20 C
 TD : 110/60 mmHg
 BB : 55 kg
Pemeriksaan Sistematis
a. Integumen

10
 Inspeksi : Kulit sianosis, lesi (-), edema (-), diaphoresis (-),
inflamasi (-), kuku sianosis.
 Palpasi :Akralkering, teksturkasar, turgor >3 detik, nyeri
tekan (-), tekstur kuku halus, capillary refill time > 2 detik.
b. Kepala
 Inspeksi: Posisi kepala tegak, proporsional, bentuk kepala
sesuai, rambut lurus, tersebar merata dan terpotong pendek.
 Palpasi: Tidak ada benjolan, tidak ada krepitasi dan
deformitas, nyeri tekan tidak ada, kulit kepala lembab.
c. Mata
 Inspeksi : Posisisimetris, alissejajar, daerahorbita normal,
kelopakmata normal, bulumata normal, konjungtiva pucat
(+), ikterik -/-, perdarahan -/-, iris simetris, warnahitam,
reflex pupil (+), akomodasinormal ki/ka.
 Palpasi : edema (-), nyeri (-).
d. Telinga
 Inspeksi :posisisejajar, proporsional, simetris, otorea (-),
kemerahan (-), battle sign (-), serumen (-), tidakkotor.
 Palpasi :teksturlembut, nyeritekan (-), pembengkakan (-).
e. Hidung
 Inspeksi: Ukuran proporsional, secret (-), bulu hidung
normal, rhinorea (-), perdarahan (-), lesi (-), pernapasan
cuping hidung (-).
 Palpasi: Yyeritekan (-), krepitasi (-).
f. Bibir, mulut dan faring
 Inspeksi: Warna sianosis, lesi (-), mukosa bibir kering, gigi
utuh bersih, pendarahan gusi (-), lidah bersih, tidak bau
mulut, faring kemerahan.
g. Leher

11
 Inspeksi: M. Sternoklei domastoideus simetris, kontraksi
(-), deviasi trakea (-), pembesaran tiroid (-), pembesaran
limfe (-), pembesaran vena jugularis (-), eritema (-).
 Palpasi: Posisi trakea pada garis tengah, pembesaran tiroid
(-), nyeri tekan (-), pembesaran limfe (-).
h. Thoraks
 Inspeksi: Bentuk normal, simetris, lesi (-), ekspansi dinding
dada tidak simetris, retraksi otot bantu pernafasan berat,
bentuk mamaesimetris, ukuran sama, putting menonjol,
kulit halus, RR 24 x/menit, rasio inspirasi ekspirasi 1:2.
 Palpasi: Massa (-), krepitasi (-), deformitas (-), nyeri tekan
(-), ictus cordisteraba di midclavikula sinistra 4-5 ICS,
pembengkakan (-), emfisema sub kutis (-), fremitus lemah
dekstra sinistra.
 Perkusi: Pekak, batas jantungkiri ICS 2 SL kiridan 4 SL
kiri, batas kanan ICS 2 SL kanandan ICS 5 MCL kanan,
pembesaran jantung (-), pekak.
 Auskultasi : Bunyi ronki kasar pada apek paru ki/ka.
- Ronki (+)
+ +
- -
- -

- Vokal fremitus lemah ki/ka.


i. Abdomen
 Inspeksi: Bentuk sudah keliatan besar, penegangan
abdomen (-), caput medusa (-), kulit pruritus, massa (-).
 Palpasi: Massa (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba,
feses tidak teraba, VU tidak teraba, nyeri tekan (-) pada
semuaregio.
- - -
- - -

12
- - -

 Perkusi : Timpani.
 Auskultasi : Bising usus 3 x/menit.
j. Inguinal-Genitalia-Anus
Nadifemoralis teraba, tidak ada hernia, pembengkakan
pembuluh limfe tidak ada, tidak ada hemoroid, warna feses
kuning lembek, urine kuning bening.
k. Ekstremitas
 Inspeksi: Garis anatomi lurus, persendian normal, eritema
(-).
 Palpasi: Kekuatan tendon (+), nyeri tekan (-), krepitasi (-),
deformitas (-).
 Pergerakan normal, kekuatan otot5/5.

5 5

5 5

l. Persyarafan
 Pasien dalam keadaan compos mentis, kaku kuduk (-).
 Reflek S
Biceps :+, tricep : +, patella : +babinski : +
11. Pemeriksaan Penunjang

 Kadar Hb < 10%

 Kadar Ht menurun (normal 37 - 41%)

 Peningkatan kadar bilirubin total (pada anemia hemolitik)


terilhat retikulositosis pada apusan darah tepi

 Terdapat pansitopenia

12. Analisa Data

13
No. Tanggal Analisa Data Problem Etiologi
1. 14-02- Data Subjektif : Intoleransi Ketidakseim
2019 Klien mengatakan aktivitas bangan
sesak nafas saat antara suplai
beraktifitas dan
kebutuhan
Klien mengatakan
oksigen.
lemah dan lesu

Data Objektif :
TTV :
- TD 110/60 mmHg
- HR 68x/menit
- RR 24x/memit
- Suhu 37,3 0C
Keadaan umum :
- Compos mentis
- Terlihat lemah
2. 14-02- Data Subjektif : Gangguan Sesak napas
2019 Pasien mengatakan pertukaran ↓
tidak nafsu makan, gas Sianosis
mual dan muntah. ↓
Data Objektif : Hipoksia
- Membran mukosa
pucat
- Bising usus berlebih
- Konjungtiva pucat
- Denyut nadi lemah
3. 14-02- Data Subjektif : - Ketidakefe Konsentrasi
2019 Data Objektif : ktifan Hb dan
- Eksremitas dingin perfusi darah, suplai
- TD menurun
jaringan oksigen
- Nadi lemah
perifer berkurang.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

14
a. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara
suplai dan kebutuhan oksigen.

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan


dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan.

c. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan


konsentrasi Hb dan darah, suplai oksigen berkurang.

C. INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI


(NIC)
KEPERAWATAN KRITERIA HASIL
(NOC)

1. Intoleransi aktifitas Tujuan : Setelah 1) Kaji kemampuan


berhubungan dengan dilakukan tindakan pasien untuk
ketidakseimbangan keperawatan selama 1x24 melakukan untuk
antara suplai dan jam klien dapat melakukan tugas/AKS
kebutuhan oksigen. beraktivitas normal.
Kriteria Hasil : 2) Kaji
1) Melaporkan
kehilangan/gangguan
peningkatan toleransi
keseimbangan gaya
aktivitas(termasuk
jalan, kelemahan otot.
aktivitas sehari-hari. 3) Awasi tekanan darah,
nadi, pernapasan
selama dan sesudah
aktivitas.
4) Ubah posisi pasien
dengan perlahan dan
pantau terhadap pusing.

15
5) Anjurkan pasien untuk
menghentikan aktivitas
bila palpitasi.
2. Ketidakseimbangan Tujuan : Setelah 1) Kaji riwayat nutrisi,
nutrisi kurang dari dilakukan tindakan termasuk makanan
kebutuhan berhubungan keperawatan selama 1x 24 yang disukai.
2) Observasi dan catat
dengan masalah nutrisi kurang
masukan makanan
ketidakmampuan untuk dari kebutuha tubuh
pasien.
mencerna makanan. teratasi
3) Berikan makan sedikit
Kriteria :
1) Menunjukkan dan frekuensi sering
peningkatan berat dan/atau makan
badan atau berat badan diantara waktu makan.
4) Timbang BB tiap hari
stabil dengan nilai
5) Observasi dan catat
laboratorium normal.
kejadian mual/muntah,
flatus dan gejala lain
yang berhubungan.
6) Kolaborasi Berikan
obat sesuai indikasi,
mis.Vitamin dan
suplemen mineral,
seperti sianokobalamin
(vitamin B12), asam
folat (Flovite); asam
askorbat (vitamin C),
Besi dextran (IM/IV.)
3. Ketidakefektifan perfusi Tujuan : : Setelah 1) Kaji Adanya daerah
jaringan perifer dilakukan tindakan tertentu yang hanya
berhubungan dengan keperawatan selama 1x24 peka terhadap
konsentrasi Hb dan jam masalah teratasi panas/dingin/tajam/tu
Kriteria :
darah, suplai oksigen mpul.
1) Mendemonstrasikan
2) Monitor adanya
berkurang.
status sirkulasi yang
paretase

16
ditandai dengan: 3) Instruksikan keluarga
2) Tekanan systole dan
untuk mengobservasi
diastole dalam rentang
kulit jika ada laserasi
yang diharapkan. 4) Kolaborasi pemberian
3) Tidak ada ortostatik
analgetik
hipertensi

D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Diagnosa Hari/ tanggal/ Implementasi Evaluasi


jam
Intoleransi Jum’at 15 1. Mengkaji 1. Klien belum bisa
aktifitas Februari 2019 kemampuan beraktivitas dengan
berhubungan 08.00 pasien untuk normal
2. Klien mengalami
dengan melakukan
kelemahan otot
ketidakseimban untuk
3. TTV:
gan antara melakukan TD: 110/60 mmHg
S: 37.0C
suplai dan tugas/AKS
R: 22x/m
kebutuhan normal. N: 70x/m
2. Mengkaji
oksigen.
kehilangan/gan
gguan
keseimbangan
gaya jalan,
kelemahan
otot.
3. Mengawasi
tekanan darah,
nadi,
pernapasan
selama dan

17
sesudah
aktivitas.
4. Mengubah
posisi pasien
dengan
perlahan dan
memantau
terhadap
pusing
5. Menganjurkan
pasien untuk
menghentikan
aktivitas bila
palpitasi.
Ketidakseimban Jum’at 15 1. Mengkaji 1. Klien menyukai
gan nutrisi Februarai 2019 riwayat makanan manis
2. Pasien sudah mulai
kurang dari 08.30 nutrisi,
mau makan
kebutuhan termasuk
3. Pasien makan
berhubungan makanan yang
sedikit tapi sering
dengan disukai. 4. BB: 55 kg
2. Mengeobserva 5. Pasien sudah tidak
ketidakmampua
si dan mengalami mual
n untuk
mencatat dan muntah
mencerna
masukan
makanan.
makanan
pasien.
3. Memberikan
makan sedikit
dan frekuensi
sering
dan/atau
makan
diantara

18
waktu makan.
4. Menimbang
BB
5. Mengeobserva
si dan
mencatat
kejadian
mual/muntah,
flatus dan
gejala lain
yang
berhubungan.
7) Kolaborasi
memberikan
obat sesuai
indikasi,
mis.Vitamin
dan suplemen
mineral, seperti
sianokobalami
n (vitamin
B12), asam
folat (Flovite);
asam askorbat
(vitamin C),
Besi dextran
(IM/IV.)
Ketidakefektifa Jum’at 15 1. Mengkaji 1. Tangan dan kaki
n perfusi Februari 2019 Adanya terasa dingin
2. Tidak ada paretase
jaringan perifer 10.00 daerah
3. Keluarga mau
berhubungan tertentu yang
mengobservasi
dengan hanya peka
konsentrasi Hb terhadap

19
dan darah, panas/dingin/t
suplai oksigen ajam/tumpul.
2. Memonitor
berkurang.
adanya
paretase
3. Menginstruksi
kan keluarga
untuk
mengobservas
i kulit jika ada
laserasi
4. Kolaborasi
pemberian
analgetik

E. EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/ Diagnosa Evaluasi


tanggal/ jam
Jum’at 15 Intoleransi aktifitas S : Klien belum bisa beraktivitas dengan
Februari berhubungan dengan normal
2019 ketidakseimbangan O:
- Klien mengalami kelemahan otot
antara suplai dan
- TTV:
kebutuhan oksigen. TD: 110/60 mmHg
S: 37.0C
R: 22x/m
N: 70x/m
A: Masalah belum teratasi
P : Hentikan Intervensi
Jum’at 15 Ketidakseimbangan S: Klien menyukai makanan manis, sudah
Februari nutrisi kurang dari tidak mengalami mual dan muntah
2019 kebutuhan
berhubungan dengan O:
ketidakmampuan - Klien sudah mulai mau makan
untuk mencerna sedikit tapi sering
- BB: 55 kg

20
makanan. A: Masalah teratasi
P: Hentikan Intervensi
Jum’at 15 Ketidakefektifan S:-
Februari perfusi jaringan O:
2019 perifer berhubungan - Kulit pucat
- Kaki dan tangan terasa dingin
dengan konsentrasi
- Keluarga mau mengobservasi.
Hb dan darah, suplai
A : Masalah belum teratasi
oksigen berkurang.
P : Lanjutkan intervensi

21