Anda di halaman 1dari 50

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1. Gambaran Umum Desa


1.1.1. Situasi Keadaan Umum
Puskesmas Tegal Angus adalah salah satu Puskesmas yang terletak di
wilayah Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Desa
Pangkalan berada dalam wilayah Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten. Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten, memiliki luas wilayah 4.763.198 Ha (47,631 Km2), yang terdiri
dari luas daratan 2.170.120 Ha dan sawah 2.593.078 Ha dengan ketinggian dari
atas permukaan laut 2-3 meter. Desa Pangkalan termasuk dalam Desa binaan dari
Puskesmas Tegal Angus. Selain itu terdapat juga Desa binaan lainnya dari
Puskesmas Tegal Angus, yaitu:
1. Desa Tanjung Pasir
2. Desa Tegal Angus
3. Desa Lemo
4. Desa Muara
5. Desa Tanjung Burung
6. Desa Pangkalan

1
Gambar 1.1 Peta Desa Pangkalan

Sumber : Kantor Administratif Puskesmas Tegal Angus, 2018

1.1.2. Batas Wilayah


Desa Pangkalan dibatasi oleh desa sekitarnya dibagi menjadi 4 perbatasan
sesuai yang terlihat pada gambaran sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tegal Angus
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Lemo dan Kampung Besar
3. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kalibaru
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kampung Melayu Barat

2
Gambar 1.2 Peta Batas Wilayah Desa Pangkalan

Sumber :Kantor Administratif Puskesmas Tegal Angus, 2018


1.2. Keadaan Umum Desa Secara Demografi
1.2.1. Situasi Kependudukan
Jumlah penduduk Kecamatan Teluk Naga sampai dengan tahun 2016
menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang tercatat sebanyak 163.176
jiwa, dengan jumlah laki-laki 83.553 jiwa dan perempuan 79.623 jiwa. Jumlah
kepala keluarga sebanyak 20.684 kepala keluarga. Berdasarkan data BPS
Kabupaten Tangerang tahun 2018 jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas
Tegal Angus sebanyak 10.546 jiwa dengan 3.180 kepala keluarga.

3
Tabel 1.1 Jumlah Penduduk dan Kepadatan di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus
2018

Luas Jumlah Kepadatan


Wilayah Jumlah Rumah Rata-Rata Jiwa/ Penduduk
No. Desa (km2) Penduduk Tangga Rumah Tangga Per Km2
1 Pangkalan 7.54 16.888 5,362 4.08 2.2

2 Tanjung Burung 5.24 7.669 2,685 4.5 1.48


3 Tegal Angus 2.83 10.546 3.180 4.6 3.31
4 TanjungPasir 5.64 9.513 1,823 4.6 1.73
5 Muara 5.14 3.566 492 4.4 6.86

6 Lemo 3.61 6.632 655 4.4 1.82


JUMLAH 30.02 54.814 14.197 4.6 10.364

Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

Tabel 1.2 Klasifikasi Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Desa Tegal Angus
Tahun 2018

No Desa/Kel Jumlah Penduduk

Laki-Laki Perempuan JUMLAH


1 Pangkalan 8.690 8.198 16.888
2 Tanjung Burung 3.941 3.728 7.669
3 Tegal Angus 5.507 5.039 10.546
4 Tanjung Pasir 4.889 4.624 9.513
5 Muara 1.814 1.752 3.566
6 Lemo 3.388 3.214 6.632

JUMLAH 28.229 26.555 54.814


Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

4
1.2.2 Kondisi Sosial, Budaya dan Ekonomi
Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus terdiri dari campuran
budaya asli Tangerang, Betawi dan Cina yang sudah lama menetap di daerah
Tangerang dan sekitarnya.
Tabel 1.3 Jumlah Pemeluk Agama di Desa Tegal Angus tahun 2018 Tabel

No. Agama JumlahPemeluk


1 Islam 9.619
2 Budha 740

3 Kristen 144

4 Khatolik 40

5 Khonghucu 1

6 Hindu 2
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

Kondisi suasana kehidupan beragama bagi masyarakat Desa Tanjung Pasir


cukup baik, rukun, tenang, tentram, saling menghormati, dan tolong menolong
dalam menghadapi permasalahan yang timbul ataupun dalam menghadapi musibah
dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai contoh : musibah kematian dan
sebagainya, serta saling mendukung kegiatan agama dan kepercayaan masing-
masing.

Tabel 1.4 Sarana Peribadatan yang Tersedia di Desa Tanjung Pasir

No. Agama Jumlah Penduduk

1. Mesjid 6 Unit
2. Musholla 30 Unit
3. Majelis Taklim 4 Unit
4. Gereja - Unit
5. Pura - Unit
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

5
Lapangan pekerjaan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
cukup beragam, hal ini berhubungan dengan geografis kecamatan Teluk Naga
dimana terdapat persawahan serta tidak jauh dari laut serta daerah kota Tangerang
dan Jakarta. Sebagian besar wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus belum
berkembang secara ekonomi. Mata pencaharian penduduk didominasi oleh nelayan,
petani dan buruh dengan pendapatan yang tidak tetap.

Tabel 1.5 Lapangan Pekerjaan Penduduk Desa Tegal Angus tahun 2018

No. Jenis Pekerjaan Jumlah

1. Belum/tidak bekerja 1876


2. Mengurus rumah Tangga 2576
3. Pelajar/mahasiswa 1981
4. Pensiunan 1
5. Pegawai Negeri Sipil 25
6. Kepolisian RI 2
7. Pedagang 10
8. Petani/Pekebun 10
9. Peternak 1
10. Nelayan/Perikanan 27
11. Industri 2
12. Karyawan Swasta 2112
13. Karyawan BUMN 1
14. Karyawan Honorer 3
15. Buruh Harian Lepas 1388
16. Buruh Tani/Perkebunan 33
17. Buruh Nelayan/Perikanan 8
18. Pembantu Rumah Tangga 2
19. Tukang Listrik 1
20. Tukang Batu 1
21. Ustadz 2

6
No. Jenis Pekerjaan Jumlah
22. Anggota DPRD 1
23. Guru 50
24. Konsultan 1
25. Dokter 2
26. Bidan 4
27. Perawat 1
28. Sopir 5
29. Pedagang 24
30. Perangkat Desa 19
31. Kepala Desa 1
32. Wiraswasta 375
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

1.2.3 Tingkat Pendidikan


Masalah pendidikan menjadi salah satu tonggak dalam penilaian sumber
daya manusia pada suatu daerah dan menjadi faktor penilaian kualitas kehidupan
penduduk di suatu wilayah. Berikut adalah Status pendidikan penduduk di wilayah
kecamatan Teluk Naga, khususnya daerah wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus.

Tabel 1.6 Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenjang Pendidikan Wilayah Kerja Puskesmas
Tegal Angus Tahun 2018
No. Jenjang Pendidikan Jumlah

1. Tidak/belum tamat SD 12.705


2. SD/MI 17.053
3. SLTP/MTS 2.869
4. SLTA/MA 3.658
5. AK/Diploma 170
6. Universitas 137
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

7
1.2.4 Kesehatan
Berdasarkan hasil laporan bulanan penyakit (LB3) Puskesmas Tegal Angus.
Didapatkan gambaran pola penyakit yang terjadi di puskesmas Tegal Angus
didapatkan gambaran pola penyakit yang terjadi di puskesmas pada tahun 2018
menurut golongan semua umur. Menurut Sistem Pendataan Manajemen Puskesmas
(SIMPUS) Tegal Angus didapatkan gambaran pola penyakit yang terjadi di
puskesmas Tegal Angus, yaitu

Tabel 1.7 Penyakit dengan Kunjungan Terbanyak Periode 1 Januari – Agustus 2018

No. Diagnosa Jumlah


1. ISPA 226
2. Supervision of normal pregnancy 126
3. Dermatitis 119
4. Cough 97
5. Essential (primary) Hypertention 87
6. Fever, unspecified 60
7. Headache 54
8. Acute Pharyngitis, unspecified 48
9. Diarrhea and gastroenteritis 36
10. Gastroduodenitis, unspecified 29
Sumber : SIMPUS Tegal Angus 2018
1.2.5 Sarana Kesehatan
Saat ini sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia, yaitu :
Tabel 1.8 Sarana dan Prasarana

Gedung Puskesmas Jumlah

Ruang Kepala Puskesmas 1 ruang


Ruang TU 1 ruang
Ruang Dokter 1 ruang
Ruang Aula 1 ruang
Ruang imunisasi 1 ruang
Ruang loket 1 ruang
Ruang apotek 1 ruang
Ruang BP umum 1 ruang

8
Gedung Puskesmas Jumlah

Ruang BP gigi 1 ruang


Ruang KIA/KB 1 ruang
Ruang gudang obat 1 ruang
Ruang TB 1 ruang
Ruang kesling 1 ruang
Ruang perpstakaan 1 ruang
Ruang mushola 1 ruang
Ruang Bidan 1 ruang
Dapur 1 ruang
Ruang gudang perkakas 1 ruang
WC 6 ruang

Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

Bidan Desa Sebanyak 6 orang, Posyandu 45 buah terdiri dari :


Tabel 1.9 Jumlah Posyandu

Posyandu Jumlah
Lemo 6
Muara 6
Pangkalan 10
Tanjung Burung 7
Tanjung Pasir 9
Tegal Angus 7
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

9
Pembinaan UKBM (Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat):
Jumlah posyandu: 45 buah
Jumlah kader posyandu dibina: 225 orang
Jumlah kader dasa wisma dibina : 34 orang
Jumlah TOMA: 60 orang
Ketenagaan Puskesmas Tegal Angus
Staf Puskesmas Tegal Angus berjumlah 34 orang dengan status ketenagaan
seperti tercantum dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1.10 Jumlah Ketenagaan Puskesmas

No. Kategori Tenaga PNS PTT/TKK Lain-lain Jumlah


1 AKBID 0 0 0 0
2 AKPER 0 0 0 0
3 Bidan 8 6 1 15
4 D3 Gizi 1 0 0 1
5 D3 Kesling 0 0 0 0
6 Dokter Gigi 1 0 0 1
7 Dokter Umum 0 2 0 2
8 Honor 0 0 9 9
9 Pekarya 1 0 0 0
10 Perawat 3 2 0 5
Sumber : Puskesmas Tegal Angus 2018

1.2.6. Upaya Kesehatan


Upaya Pemerintah Desa Pangkalan dengan instansi terkait, dalam hal ini,
antara lain:
1. Peningkatan gizi keluarga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada
balita yang ada di setiap posyandu, pemeriksaan kesehatan kepada ibu hamil.
2. Pencegahan penyakit, imunisasi dasar (BCG, Hepatitis B, Polio, Campak,
DPT), pemberian vitamin A.

10
3. Penyuluhan Kesehatan dan Penyakit antara lain Demam Berdarah Dengue, Flu
Burung, Chikungunya, dan sejenisnya.
4. Penanganan bagi balita yang kekurangan gizi dengan memberikan susu dan
makanan yang bernutrisi.
5. Penyuluhan kesehatan tentang bagaimana menjaga dan memelihara
lingkungan dengan membersihkan rumah masing– masing dan lingkungan
sekitarnya.
6. Pemanfaatan pekarangan dengan ditanami sayur mayur dan Tanaman Obat
Keluarga (TOGA), Tabulapot dan Tabulakar.
7. Peningkatan kualitas kesehatan para LANSIA dengan diadakannya program
senam LANSIA dan POSBINDU.

1.3. Puskesmas Tegal Angus


1.3.1. Visi dan Misi
Dalam mendukung terwujudnya Visi Kabupaten Tangerang dan
pembangunan Pemerintah Tangerang dan khususnya Kecamatan Teluk Naga dalam
Bidang kesehatan maka dirumuskannya Visi Pembangunan Kesehatan Puskesmas
Tegal Angus yaitu (Profil Puskesmas Tegal Angus, 2018) :

“MENUJU PELAYANAN PRIMA”


Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, ditetapkan 4 misi pembangunan kesehatan
sebagai berikut (Profil Puskesmas Tegal Angus, 2018):
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, dan
masyarakat beserta lingkungannya.

11
1.3.2. Wilayah Kerja dan Kependudukan
Wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus berada di wilayah Kecamatan Teluk
Naga bagian utara yang terdiri dari enam desa binaan yaitu Desa Pangkalan,
Tanjung Burung, Tegal Angus, Tanjung Pasir, dan Muara.

Gambar 1.3 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2018
Sumber : Profil Puskesmas Tegal Angus 2018

1.3.3. Program Kesehatan


A. Pelayanan Kesehatan Wajib
Tabel 1.11 Cakupan Program Wajib Puskesmas Tegal Angus Tahun 2018

No. Upaya Kesehatan Wajib Hasil Cakupan

1 Upaya Promosi Kesehatan 77.04%


2 Upaya Kesehatan Lingkungan 79.37%
3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak/ KB 91.87%
4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat 93.37%
5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Menular 118.37%
6 Upaya Pengobatan 131.30%
Rata-Rata Wajib Program 98.55%
Sumber : Laporan Kinerja Puskesmas tegal Angus Tahun 2018

12
B. Pelayanan Kesehatan Pengembangan
Pelayanan kesehatan salah satunya ditujukan terhadap kelompok usia
lanjut, di mana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan
degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Dalam upaya meningkatkan status kesehatan
usia lanjut telah dilaksanakan program pelayanan kesehatan usia lanjut.

Tabel 1.12 Cakupan Program Pengembangan Puskesmas Tegal Angus Tahun 2018

No. Upaya Kesehatan Pengembangan Hasil Cakupan


1 Puskesmas Rawat Inap
2 Upaya Kesehatan Mata (Pencegahan Kebutaan) 0.00%
Upaya Kesehatan Telinga (Pencegahan Gangguan
3 Pendengaran) 53.43%
4 Upaya Kesehatan Jiwa 6.88%
5 Upaya Kesehatan Olah Raga 68.81%
6 Upaya Kesehatan Penanggulangan Penyakit Gigi 0.00%
7 Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat 90.71%
8 Binaan Kesehatan Tradisional 100.00%
Rata-Rata Program Pengembangan 63.97%
Rata-RataPencapaian Program Puskesmas 81.26%

Sumber : Laporan Kinerja Puskesmas tegal Angus Tahun 2018

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan


upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tngginya di wilayah kerjanya.

C. Perilaku Masyarakat
Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas dilakukan
melalui program promosi kesehatan yaitu penyebarluasan informasi kesehatan
untuk meningkatkan derajat kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di

13
masyarakat dapat menggambarkan derajat kesehatan wilayah tersebut, hal ini dapat
disajikan dengan indikator PHBS. Adapun dari hasil kajian PHBS di wilayah
Puskesmas Tegal Angus pada Tahun 2018 dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 1.13 Kajian PHBS Puskesmas Tegal Angus Tahun 2018

No. PHBS Hasil


1 Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan 90,5%
2 Rumah yang bebas jentik 72,83%
3 Penimbangan bayi dan balita 100%
4 Memberikan ASI ekslusif 73,67%
5 Menggunakan air bersih 99,39%
6 Menggunakan jamban sehat 15,74%
7 Olahraga atau melakukan aktifitas fisik 10,09%
8 Mengonsumsi makanan seimbang 23,5%
9 Tidak merokok dalam rumah 23,5%
10 Penduduk miskin yang dicakup JPKM 96,85%
Sumber: Puskesmas Tegal Angus 2018

1.4 Gambaran Keluarga Binaan


Keluarga binaan kelompok II terdiri dari 5 keluarga binaan, yaitu :
1. Keluarga Ny. Ati
2. Keluarga Tn. Wandi
3. Keluarga Tn. Bunyamin
4. Keluarga Tn. Suyatra
5. Keluarga Tn. Hadi
Rute perjalanan dari Puskesmas Tegal Angus menuju ke rumah keluarga
binaan sekitar 5 menit perjalanan dan dengan jarak 3 km. Akses masuk ke rumah
keluarga binaan melalui sebuah gang yang terletak di tepi jalan raya.

14
Rumah Rumah Tn.
Tn. Hadi Suyatra

JALAN
Tanah
Rumah Tn.
Kosong Bunyamin

Rumah
Tn. Wandi Rumah
Ny. Ati

Gambar 1.4 Denah Wilayah Rumah Keluarga Binaan

1.4.1. Keluarga Ny. Ati


1.4.1.1. Data-data Keluarga Ny. Ati
Keluarga Ny. Ati memiliki 2 anggota keluarga yang terdiri dari Ny. Ati
selaku kepala keluarga dan seorang anak kandungnya yang bernama Anggi.

Tabel 1.14 Data Keluarga Ny. Ati

No Nama Status Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan


1 Ny. Ati Kepala Keluarga 40 SD Buruh cuci Rp. 1.000.000,-
2 Tn. Anggi Anak 17 SMA Karyawan Rp. 1.500.000,-

Keluarga Ny. Ati bertempat tinggal di RT 009 RW 003 Desa Pangkalan,


kelurahan Tegal Angus, kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten. Ny. Ati saat ini berusia 40 tahun dan bekerja sebagai buruh cuci dengan
penghasilan dibawah Upah Minimum Regional berkisar Rp 1.000.000/bulan. Anak
Ny. Ati yaitu Anggi yang saat ini berusia 17 tahun tahun, sehari-harinya bekerja
sebagai karyawan di percetakan sablon penghasilan dibawah Upah Minimum
Regional berkisar Rp 1.500.000/bulan namun Ny. Ati mengatakan bahwa setiap
bulan Anggi memberikan uang sebesar Rp 500.000 kepada Ny. Ati. Uang tersebut

15
digunakan oleh Ny. Ati dan anaknya untuk kebutuhan sehari-hari berupa keperluan
dapur, listrik, dan kebutuhan rumah tangga.

1.4.1.2.Bangunan Tempat Tinggal


Keluarga Ny. Ati tinggal di rumah bersebelahan dengan tetangga-tetangga
yang lainnya, dengan luas tanah sekitar 30 m2 dan luas bangunan berukuran 3 m x
10 m. Bangunan tempat tinggal tidak bertingkat, lantai terbuat dari keramik,
beratapkan asbes, dindingnya terbuat dari batu bata dan di semen serta dilapisi
dengan cat tembok berwarna biru muda.
Rumah terdiri dari ruang tamu sekaligus ruang keluarga berukuran 3 m x
1 m satu kamar tidur berukuran 2 m x 5 m digunakan oleh anggota keluarga secara
bersamaan, dapur berukuran 2 m x 2,5 m, dan kamar mandi di bagian belakang
rumah yang berukuran 2 m x 2,5 m. Ventilasi berasal dari pintu depan dengan
panjang 200 cm x 125 cm berjumlah 1 buah sedangkan di ruangan lain tidak
terdapat ventilasi. terdapat satu buah jendela yang berada di ruang tamu dan
keluarga dengan ukuran 125 cm x 50 cm namun tidak pernah dibuka karena terutup
oleh barang-barang yang berada di depan jendela
Pada kamar mandi terdapat ember untuk menampung air, serta terdapat
jamban dilengkapi septic-tank. Pencahayaan rumah berasal dari 3 buah lampu
masing- masing di ruangan rumah, serta 1 buah lampu di teras rumah yang
seluruhnya berwarna putih.

16
Ruang Kamar Mandi
3m
Keluarga /
Ruang Tamu Kamar Tidur

Dapur

10 m

Gambar 1.5 Denah Rumah Ny. Ati

1.4.1.3.Lingkungan Pemukiman
Rumah Ny. Ati terletak di pemukiman padat penduduk. Rumah dapat di
akses melalui gang sempit dan jalan setapak dari jalan raya. Di depan rumah binaan
terdapat selokan namun selokan tersebut tersumbat. Sedangkan di kanan dan kiri
rumah Ny. Ati adalah rumah penduduk yang lain. Ny. Ati mengontrak rumah
tersebut , dan sudah tinggal di rumah itu selama 3 tahun. Ny. Ati tidak memiliki
tanaman hias maupun penampungan air di depan rumahnya. Di depan rumah Ny.
Ati terdapat barang-barang seperti kayu-kayu bekas yang diletakan di depan jendela
sehingga menghalangi jendela untuk dibuka.

1.4.1.4. Pola Makan


Keluarga Ny. Ati memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari. Sehari-hari
Ny. Ati memasak makanan dengan menu sederhana untuk melengkapi kebutuhan
gizi keluarga. Contoh menu yang di sajikan adalah nasi, sayur, tahu, tempe,
terkadang memasak ikan atau ayam.

17
1.4.1.5. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak
Ny. Ati saat ini tidak menggunakan kontrasepsi.. Tidak ada penyakit
atau penyulit selama kehamilan. Anak Ny. Ati tidak di iminusasi sejak lahir
karena menurut Ny. Ati imunisasi bukan suatu hal yang penting.
Tabel 1.15 Riwayat Obstetrik Ny. Ati

Usia Jenis ASI


Penolong BB Lahir Keadaan
Kehamilan Persalinan Ekslusif

9 bulan Dukun beranak Normal 3200 gr 2 tahun Hidup

1.4.1.6. Riwayat Penyakit


Ny. Ati tidak memiliki riwayat penyakit asma, hipertensi, maupun
diabetes melitus. Keluarga Ny. Ati juga tidak memiliki riwayat penyakit
keturunan lainnya. Ny. Ati tidak pernah dirawat di rumah sakit, namun pernah
berobat ke dokter umum di dekat rumahnya dengan keluhan pusing.
Tn. Anggi memiliki riwayat penyakit anemia dan sudah sering dirwat
di RS. Dalam enam bulan terakhir Tn. Anggi sudah 2 kali dirawat di RS karena
penyakit anemia nya.

1.4.1.7. Perilaku dan Aktivitas Sehari- hari


Ny. Ati merupakan seorang buruh cuci di rumah tetangga-tetangga nya dan
bekerja setiap hari. Jam kerja beliau bergantung kepada panggilan tetangga-
tetangga nya, ketika bekerja beliau tidak mengunakan APD seperti masker atau
sarung tangan. Ny. Ati selalu mandi 2x sehari menggunakan air sumur yang di
tampung di ember pada kamar mandinya.
Tn. Anggi merupakan karyawan di percetakan sablon yang bekerja setiap
hari, ketika kerja beliau tidak mengunakan APD seperti masker atau sarung tangan.
Tn. Anggi berangkat menuju tempat kerjanya dengan menggunakan motor. Tn.
Anggi selalu mandi 2x sehari menggunakan air menggunakan air sumur yang di
tampung di ember pada kamar mandinya.

18
Ny. Ati memasak setiap pagi hari untuk keluarganya di dapur rumahnya
dan menggunakan air yang berasal air sumur rumahnya untuk memasak dan
membeli air galon untuk diminum.
Tn. Anggi merupakan seorang perokok sejak lebih dari 3 tahun yang lalu.
Ia mengatakan dapat menghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari. Ny. Ati dan
Tn. Anggi jarang sekali berolah raga karena alasan tidak memiliki waktu dan lebih
memilih untuk memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki untuk beristirahat.
Keluarga Ny. Ati ketika tidur menggunakan kipas angin yang langsung mengenai
seluruh tubuh dan dengan jarak yang dekat. Ny. Ati menyapu dan mengepel rumah
setiap hari, pintu rumah jarang sekali di buka karena alasan banyak debu dan panas,
jendela rumah tidak bisa dibuka karena terhalang oleh barang-barang yang berada
di depan rumahnya.

19
Tabel 1.16 Identifikasi Faktor Internal Keluarga Ny. Ati
No Faktor Internal Permasalahan
1 Kebiasaan Merokok Tn. Anggi merokok satu bungkus dalam satu hari,
kebiasaan merokok ini dilakukan di dalam maupun di luar
rumah. Tn. Anggi sudah merokok selama 3 tahun.
2 Olah raga Keluarga Ny. Ati tidak memiliki kebiasaan berolahraga.

3 Pola Makan Keluarga Ny. Ati makan 3x/hari. Ia selalu memasak


sendiri saat pagi hari, menggunakan air yang berasal dari
air sumur dan di tampung di ember di dalam kamar
mandi. Menu makanan nasi, sayur, tahu/tempe,
telor/ikan. Jarang mengkonsumsi daging dan ayam.
Makan buah-buahan jarang.
4 Pola Apabila sakit, keluarga Ny. Ati tidak langsung ke dokter,
Pencarian melainkan membeli obat warung terlebih dahulu,
Pengobatan kemudian bila tidak kunjung sembuh baru akan ke dokter
umum yang berada di dekat rumahnya.
5 Menabung Ny. Ati mengaku tidak pernah menabung karena
banyaknya kebutuhan harian.
6 Mencuci tangan Keluarga Ny. Ati biasa mencuci tangan menggunakan
sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan

7 Aktivitas sehari-hari 1. Ny. Ati bekerja sebagai buruh cuci, biasa berangkat
kerja dari jam 08.00 sampai selesai, sepulang kerja
langsung membersihkan rumah
2. Tn. Anggi bekerja sebagai karywawan di percetakan
sablon dan bekerja setiap hari pukul 09.00-20.00,
sepulang kerja langsung beristirahat
8. Imunisasi Anak Ny. Ati tidak di imunisasi sejak lahir karena
menurut Ny. Ati imunisasi bukan suatu hal yang penting

20
Tabel 1.17 Identifikasi Faktor eksternal Keluarga Ny. Ati

No Kriteria Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas tanah sekitar 30 m2 dan luas bangunan
berukuran 3 m x 10 m
2. Ruangan dalam rumah Dalam rumah terdapat ruang tamu yang menyatu
dengan ruang keluarga, satu kamar tidur, dapur,
serta kamar mandi
3. Ventilasi Terdapat pintu dan jendela namun hanya pintu yang
menjadi ventialsi karena jendela tidak bisa dibuka
4. Pencahayaan Pencahayaan rumah berasal dari 3 buah lampu pada
masing-masing ruangan, berwarna putih

5. MCK Terdapat sebuah kamar mandi berukuran 2 m x 2,5


m dan terdapat wc
6. Sumber Air Dalam kesehariannya Ny. Ati menggunakan air dari
sumur tanpa di saring untuk mandi dan mencuci.
Serta air galon untuk meminum setiap hari
7. Saluran pembuangan Air Limbah rumah tangga di buang ke selokan
limbah buatan sendiri yang di alirkan ke kali di dekat rumah

8. Tempat pembuangan Sampah rumah tangga di kumpulkan di depan


sampah rumah. Sampah ditumpuk terlebih dahulu hingga
cukup banyak lalu dibakar

9. Lingkungan sekitar rumah Di samping kanan dan kiri rumah terdapat rumah
tetangga. Di lingkungan sekitar rumah keluarga Ny.
Ati masih banyak sampah yang berserakan
dikarenakan penduduk sekitar kurang peduli dengan
lingkungannya. Selokan di depan rumah Ny. Ati
tersumbat dan airnya berwarna hitam serta terdapat
sampah.

21
1.4.2. Keluarga Tn. Wandi
1.4.2.1. Data Keluarga
Keluarga Tn. Wandi tinggal di Desa Pangkalan RT 09/ RW 03,
Kelurahan Tanjung Pasir, Kecamata Teluk Naga, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak.
Tn. Wandi sebagai kepala keluarga berusia 33 tahun dengan latar belakang
pendidikan terakhir sekolah dasar. Istri Tn. Wandi bernama Ny. Epi
berusia 28 tahun dengan pendidikan terakhir sekolah dasar. Tn. Wandi dan
Ny. Epi memiliki satu orang anak laki-laki dan satu orang anak
perempuan. Anak pertama bernama Fikri, berusia 5 tahun dan yang kedua
bernama Wulan usia 3 tahun. Tn. Wandi berprofesi sebagai karyawan
swasta dengan pendapatan lebih kurang Rp 4.400.000 per bulan.

Tabel 1.18 Data Dasar Keluarga Tn. Wandi


No Nama Status Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
1 Tn. Wandi Suami 33 th SD Karyawan Rp 4.400.000 /bln
swasta
2 Ny. Epi Istri 28 th SD Ibu rumah -
tangga
3 Fikri Anak 5 th - - -
4 Wulan Anak 3 th - - -

1.4.2.2.Bangunan Tempat Tinggal


Keluarga Tn. Wandi tinggal di desa padat penduduk. Rumah yang
ditinggali dimiliki sendiri oleh beliau, dengan luas tanah sekitar 50 m2 dan
luas bangunan sekitar 10 m x 5 m. Bangunan tempat tinggal bertingkat dua,
di semua ruangan berlantaikan keramik, dindingnya tembok dari batu bata
dan semen serta dilapisi dengan cat tembok berwarna putih. Atap rumah dari
asbes.
Rumah ini terdiri dari ruang tamu dan ruang keluarga yang berukuran
2 m x 2 m, dua kamar tidur berukuran 2 m x 2 m dan satu kamar tidur
berukuran 1.8 m x 1.8 m. Kamar tidur pertama ditempati oleh Tn. Wandi

22
dan Ny. Epi, kamar tidur kedua ditempati oleh anak pertamanya, dan kamar
tidur ketiga tidak ditempati. Ventilasi yang tersedia berada di ruangan tamu,
dapur, dan kamar tidur yang berukuran masing- masing 10 cm x 10 cm.
Ventilasi yang tersedia tidak ditutupi oleh jaring nyamuk. Jendela yang
tersedia ada dua di ruang tamu, satu di dapur, satu di ruang keluarga, dan
satu di kamar tidur Tn Wandi dan Ny. Epi, dengan ukuran 1 m x 30 cm .
Pencahayaan rumah berasal dari 4 buah lampu masing- masing di ruangan
rumah, serta 1 buah lampu di teras rumah yang seluruhnya berwarna putih.
Terdapat ruang dapur yang terletak di depan ruang tamu dengan ukuran 1.8
m x 0.8 m. Kamar mandi tersedia di samping dapur dengan ukuran 1 m x
0.5 m. Pada kamar mandi terdapat ember untuk menampung air, serta
terdapat jamban dilengkapi septic-tank.
10m

Ruang Kamar Tidur


5m Tamu
DAPUR

WC Tangga

Lantai 1

Tangga
Jemuran dan
balkon

5m
Kamar Tidur Kamar Tidur

10 m

Lantai 2
Gambar 1.6. Denah Wilayah Rumah Tn. Wandi

23
1.4.2.3.Lingkungan Pemukiman
Rumah Tn. Wandi terletak di pemukiman padat penduduk. Rumah
dapat di akses melalui gang sempit dan jalan setapak dari jalan raya. Di
depan rumah tidak terdapat selokan. Sedangkan di kanan dan kiri rumah Tn.
Wandi adalah rumah penduduk yang lain. Rumah Tn. Wandi merupakan
milik pribadi, dan sudah tinggal di rumah itu selama 7 tahun. Tn. Wandi tidak
memiliki tanaman hias maupun penampungan air di depan rumahnya.
1.4.2.4. Pola Makan

Keluarga Tn. Wandi memiliki kebiasaan makan dua kali sehari.


Sehari - hari istri Tn. Wandi selalu memasak makanan sendiri untuk
keluarga. Keluarga Tn. Wandi selalu mengkonsumsi ikan, telur, tahu,
tempe, sayur, dan daging ayam, namun jarang mengkonsumsi buah-buahan.
Anak-anak Tn. Wandi sering membeli makanan di pinggir jalan di dekat
sekolah mereka. Kemudian makan kembali ketika pulang ke rumah.

1.4.2.5. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak


Saat ini Ny. Epi tidak menggunakan kontrasepsi. Sebelumnya, beliau
mengatakan bahwa ia pernah menggunakan KB berupa suntika. Tidak ada
penyakit atau penyulit selama kehamilan. Kedua anak Tn. Wandi dan Ny.
Epi tidak pernah diberi imunisasi karena mereka takut akan efek samping
dari imunisasi yaitu demam, dan takut jika anaknya rewel jika malam hari.

Tabel 1.19 Riwayat Obstetrik Ny. Epi

Usia Penolong Jenis BB Lahir ASI Keadaan


Kehamilan Persalinan Ekslusif

9 bulan Bidan Normal 3000 gr 1 tahun Hidup


9 bulan Bidan Normal 2800 gr 1 tahun Hidup

24
1.4.2.6.Riwayat Penyakit
Tn. Wandi tidak memiliki riwayat penyakit asma, hipertensi, maupun
diabetes melitus. Keluarga Tn. Wandi juga tidak memiliki riwayat penyakit
keturunan lainnya. Tn. Wandi tidak pernah dirawat di rumah sakit, namun
pernah berobat ke puskesmas dengan keluhan batuk dan pilek.
Ny. Epi tidak memiliki riwayat penyakit asma, hipertensi, maupun
diabetes melitus. Keluarga Tn. Wandi juga tidak memiliki riwayat penyakit
keturunan lainnya. Tn. Wandi tidak pernah dirawat di rumah sakit, namun
pernah berobat ke puskesmas dengan keluhan pilek dan demam.
Kedua anak Tn. Wandi dan Ny. Epi tidak pernah dirawat di rumah
sakit, namun pernah berobat ke puskesmas beberapa kali dengan keluhan
batuk, pilek dan demam selama enam bulan terakhir sebanyak 2 kali.

1.4.2.7. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari


Tn. Wandi merupakan seorang karyawan swasta yang bekerja setiap
hari, ketika kerja beliau mengunakan APD yaitu masker atau sarung tangan.
Beliau bekerja pada pukul 07.30-15.30, dan berangkat menuju tempat kerja
menggunakan sepeda motor. Tn. Wandi selalu mandi 2x sehari
menggunakan air bersih yang di tampung di ember pada kamar mandinya
yang bersumber dari sumur di rumahnya.
Ny. Epi merupakan seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya
melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, mencuci baju,
memasak makanan untuk keluarga. Ny. Epi selalu mandi 2x sehari
menggunakan air bersih yang di tampung di ember pada kamar mandinya
yang bersumber dari sumur di rumahnya. Ny. Epi memasak setiap pagi hari
untuk keluarganya di dapur rumahnya dan menggunakan air yang berasal
dari air isi ulang untuk diminum.
Tn. Wandi dan Ny. Epi memiliki 2 orang anak, anak pertama yaitu
laki-laki bernama Fikri yang berusia 10 tahun saat ini sedang duduk di
bangku SD dan sehari-hari pergi ke sekolah dari senin-sabtu pukul 08.00-
11.00 dengan berjalan kaki. Fikri sering membeli makanan di sekolah,

25
setelah pulang sekolah Fikri makan dirumah dan mencucui tangan dengan
sabun sebelum makan. Anak kedua yaitu perempuan bernama Wulan yang
berusia 3 tahun yang saat ini belum masuk sekolah.
Tn. Wandi merupakan seorang perokok sejak lebih dari 5 tahun yang
lalu. Ia mengatakan dapat menghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari.
Tn. Wandi dan Ny. Epi jarang sekali berolah raga karena alasan tidak
memiliki waktu dan lebih memilih untuk memanfaatkan waktu luang yang
mereka miliki untuk beristirahat. Keluarga Tn. Wandi ketika tidur
menggunakan kipas angina namun tidak langsung mengenai seluruh tubuh
dan dengan jarak yang tidak dekat. Ny. Epi menyapu dan mengepel rumah
kira- kira 1 kali dalam sehari.

Tabel 1.20 Identifikasi Faktor Internal Keluarga Tn. Wandi

No Faktor Internal Permasalahan


1 Kebiasaan Merokok Tn. Wandi merokok sekitar satu bungkus dalam satu
hari, kebiasaan merokok ini dilakukan di dalam
maupun di luar rumah. Sudah sejak usia 28 tahun.
2 Olah raga Tn. Wandi tidak memiliki kebiasaan berolahraga.
3 Pola Makan Tn. Wandi makan 2x/hari. Istrinya selalu memasak
sendiri setiap pagi dengan komposisi makanan nasi,
ikan,sayur, tahu/tempe, telor/ikan, dan daging ayam.
Makan buah-buahan jarang.
4 Pola Pencarian Pengobatan Apabila sakit, mereka selalu pergi ke puskesmas
Tegal Angus.

5 Menabung Tn. Wandi mengaku tidak pernah menabung karena


banyaknya kebutuhan harian.
6 Mencuci tangan Keluarga Tn. Wandi mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan menggunakan air bersih yang
mengalir dan memakai sabun.

26
7 Aktivitas sehari-hari 1. Tn. Wandi bekerja sebagai karyawan swasta
yang berangkat kerja dari jam 7.30 sampai jam
15.30 , sepulang kerja selalu langsung istirahat,
mempunyai kebiasaan merokok satu bungkus per
hari.
2. Ny. Epi mengurus segala keperluan di rumah
seperti memasak, membersihkan pakaian hingga
rumah
8 Imunisasi Kedua anak Tn. Wandi dan Ny. Epi tidak
diberikan imunisasi sejak lahir karena mereka
takut akan efek samping dari imunisasi yaitu
demam, dan takut jika anaknya rewel jika malam
hari.

Tabel 1.21 Identifikasi Faktor eksternal Keluarga Tn. Wandi

No Kriteria Permasalahan
1. Luas Bangunan 10 m x 5 m

2. Ruangan dalam rumah Dalam rumah terdapat tiga kamar tidur, satu ruang
keluarga, satu ruang tamu, satu kamar mandi, dan dapur

3. Ventilasi Terdapat ventilasi pada ruang keluarga, ruang tamu, dan


dapur rumah
4. Pencahayaan a. Terdapat jendela pada ruang tamu dan dapur yang selalu
dalam keadaan tertutup dan ventilasi tidak ditutupi dengan
jaring.
b. Terdapat 1 lampu berwarna putih di setiap ruangan.
Lampu terdapat di ruang keluarga, ruang tamu, kamar
tidur, kamar mandi, dan dapur
5. MCK Terdapat sebuah kamar mandi berukuran 1.8 m x 0.8 m dan
terdapat jamban.

27
No Kriteria Permasalahan
6. Sumber Air Dalam kesehariannya Tn. Wandi menggunakan air dari
sumur untuk mandi dan mencuci. Sedangkan untuk
minum, menggunakan air minum isi ulang untuk minum
dan memasak
7. Saluran pembuangan Air limbah rumah tangga di buang ke saluran pembuangan
limbah air yang dialirkan ke selokan di belakang rumah.

8. Tempat pembuangan Sampah rumah tangga di kumpulkan di depan rumah.


sampah Sampah ditumpuk terlebih dahulu hingga cukup banyak
lalu dibuang ke tempat penampungan sampah.

9. Lingkungan sekitar rumah Di samping kanan dan kiri rumah terdapat rumah
tetangga. Di lingkungan sekitar rumah keluarga Tn.
Wandi sempit dan padat serta kurang pedulinya
masyarakat dengan kbersihan lingkungan sekitar..

1.4.3 Keluarga Tn Bunyamin


1.4.3.1 Data-data keluarga Tn Bunyamin
Keluarga Tn. Bunyamin memiliki 4 anggota keluarga yang terdiri dari Tn.
Bunyamin selaku kepala keluarga, istrinya bernama Ny.Purni, dan 1 anak
kandungnya yang bernama Saiful
Tabel 1.22 Data Keluarga Tn. Bunyamin

No Nama Status Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan


Tn. Kepala
1 Bunyamin Keluarga 67 SD Pensiun -
Ibu Rumah
2 Ny. Purni Istri 56 SD tangga -
3 Saiful Anak 24 SMA Wiraswasta 3.000.000

Keluarga Tn. Bunyamin bertempat tinggal di RT 009 RW 003 Desa


Pangkalan, kelurahan tegal angus, kecamatan teluk naga, kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten. Tn. Bunyamin saat ini berusia 67 tahun dan sudah tidak lagi

28
bekerja . Istri Tn. Bunyamin yaitu Ny. Purni yang saat ini berusia 57 tahun dan
sudah tidaak bekerja lagi . Anak Tn. Bunyamin yaitu, Tn Saiful berkerja sebagai
pedagang ayam goreng dengaan penghasilan 3000.000 Rp. Uang tersebut
digunakan oleh Tn. Saiful kebutuhan sehari-hari berupa keperluan dapur, listrik,
dan kebutuhan rumah tangga.
1.4.1.2 Bangunan tempat tinggal
Keluarga Tn. Bunyamin tinggal di rumah bersebelahan dengan tetangga-
tetangga yang lainnya, dengan luas tanah sekitar 100 m2 dan luas bangunan
berukuran 10 m x 10 m. Bangunan tempat tinggal tidak bertingkat, lantai terbuat
dari keramik, beratapkan asbes, dindingnya terbuat dari batu bata dan di semen serta
dilapisi dengan cat tembok berwarnaputih.
Rumah terdiri dari ruang tamu berukuran 5 m x 3 m, 2 kamar tidur
berukuran 5 m x 3 dan 3 x 2 meter. Kamar dengan ukuran 5 m x 3m digunakan oleh
Tn. Bunyamin dan Ny. Purni sedangkan kamar dengan ukuran 3 m x 2 m digunakan
oleh Tn Saiful, dapur berukuran 3 m x 2 m, dan kamar mandi di bagian belakang
rumah yang berukuran 3 m x 1,5 m, terdapat satu ruangan yang belum selesai
dibangun dan sementara dijadikan sebagai gudang dengan ukuran 4m x 3m.
terdapat ruang keluarga dengan ukuran 7 x 3 meter. Ventilasi berasal dari pintu
depan dengan panjang 2 meter x 1.5 meter berjumlah 1 buah sedangkan di ruangan
lain tidak terdapat pintu. Terdapat 3 buah jendela yang berada di ruang tamu dan 2
di kamar ukuran 5 m x 3m dengan ukuran 1.5 m x 50 cm sebagai tempat masuknya
cahaya dan udara. Terdapat juga ventilasi udara dengan ukuran 10 cm x 50 cm
berjumlah 10 buah terdapat di ruang tamu dan kamar ukuran 5 m x 3m
Pada kamar mandi terdapat ember untuk menampung air, serta terdapat
jamban dilengkapi septic-tank. Pencahayaan rumah berasal dari 6 buah lampu
masing- masing di ruangan rumah seluruh cahaya lampu berwarna putih.

29
Kamar
Kamar 2 Ruang
Mandi
Tamu
10 m

Dapur
Ruang
Keluarga
Kamar 1
Gudang

10 m

Gambar 1.7. Denah Wilayah Rumah Tn. Bunyamin

1.4.3.3 Lingkungan pemukiman


Rumah Tn. Bunyamin terletak di pemukiman padat penduduk. Rumah
dapat di akses melalui gang sempit dan jalan setapak dari jalan raya. Di depan
rumah kelurga binaan terdapat selokan namun selokan tersumbat dan kotor karena
terdapat sampah. Sedangkan di kanan dan kiri rumah Tn. Bunyamin adalah rumah
penduduk yang lain. Rumah Tn. Bunyamin merupakan milik pribadi, dan sudah
tinggal di rumah selama 15 tahun. Tn.Bunyamin tidak memiliki tanaman di depan
rumahnya.

1.4.3.4 Pola Makan


Keluarga Tn. Bunyamin memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari.
Sehari-hari Ny.Purni memasak makanan dengan menu sederhana. Menu yang di
sajikan biasanya adalah nasi, kentang, sayur bayam, tahu, tempe, telur sehari- hari
namun terkadang 3 hari sekalik memasak, daging ayam dan ikan.

1.4.3.5 Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak


Ny. Purni saat ini tidak sudah menopause. Saat sebelum menopuase
beliau mengatakan bahwa ia menggunakan pil kb. Tidak ada penyakit atau
penyulit selama kehamilan. Anak Ny Purni tidak mendapatkan imunisasi sejak
lahir

30
Tabel 1.23 Riwayat Obstetrik Ny. Purni

Usia Penolong Jenis BB Lahir ASI Keadaan


Kehamilan Persalinan Ekslusif

9 bulan Bidan Normal 3000 gr 1 tahun Hidup


9 bulan Bidan Normal 3100 gr 2 tahun Hidup

1.4.3.6 Riwayat Penyakit


Tn. Bunyamin tidak memiliki riwayat penyakit Jantung, asma,
hipertensi, maupun diabetes melitus.. Tn. Bunyamin tidak pernah dirawat di
rumah sakit, namun pernah berobat ke puskesmas dengan keluhan Puing
beberapa kali dalam 5 tahun terakhir.
Ny. Purni tidak memilki riwayat penyakit jantung, asma, hipertensi.
Saat ini Ny Purni mengalami sakit diabtes melitus dengan komplikasi ulkus
diabetes dan retinopati diabetes di mata bagian kanan dimana Ny. Purni merasa
pandangan mata kanannya sudah buram. Selama 4 bulan terakhir Ny. Purni tidak
berobat lagi ke puskesmas dikarenakan sakit pada kakinya yang disebabkan
ulkus diabetes, sehingga Ny. Purni dalam 4 bulan terakhir tidak pernah lagi
mengonsumsi obat diabetes. Sebelumnya Ny. Purni rutin ke puskesmas untuk
kontrol dan berobat penyakit diabetesnya
Tn Saiful tidak pernah dirawat di rumah sakit, namun pernah berobat ke
puskesmas beberapa kali dengan keluhan batuk

1.4.3.7 Perilaku dan Aktivitas Sehari- hari


Tn. Bunyamin sudah tidak lagi bekerja. Sehari-hari Tn Bunyamin hanya
melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, membersihkan
perkarangan, mebuang sampah. Tn. Bunyamin selalu mandi 2x sehari
menggunakan air yang di tampung di ember pada kamar mandinya yang bersumber
dari pompa air rumahnya, air yang digunakan sehari-hari untuk mandi dan
memasak berwarna bening.

31
Ny.Purni tidak bekerja, sehari-hari kegiatan beliau membersihkan rumah,
memasak namun pekerjaan rumah dibantu oleh Tn. Bunyamin karena keterbatasan
fisik pada Ny. Purni yang diakibatkan oleh ulkus diabetikus yang dideritanya
belaiu. Air yang digunakan sehari-hari untuk mandi dan memasak berwarna benng.
Ny. Purni memasak setiap pagi hari untuk keluarganya di dapur rumahnya dan
menggunakan air yang berasal dari pompa air rumahnya untuk diminum yang
terlebih dahulu di rebus hingga mendidih.
Tn. Bunyamin dan Ny. Purni memiliki 2 orang anak, anak pertama yaitu
perempuan Susilawati yang berusia 25 tahun saat ini sudah menikah dan tidak lagi
tinggal satu rumah dengan Tn. Bunyamin. Anak kedua laki-laki yaitu Saiful yang
berusia 20 tahun. saat ini Saiful bekerja berjualan ayam goreng sehari-hari. Saiful
berjualan ayam goreng dari pagi jam 08.00 pagi sampai jam 20.00 malam
Tn. Bunyamin merupakan seorang perokok sejak lebih dari 30 tahun yang
lalu. Ia mengatakan dapat menghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari. Tn
Bunyamin jarang berolahraga karena sibuk mengurus rumah, saiful juga jarang
berolahraga dikarenakan lelah bekerja sehingga waktu luang dipakai untuk
beristirahat, sedangkan Ny. Purni tidak pernah lagi berolahraga sejak menderita
Ulkus diabetikus. jendela dan pintu rumah jarang sekali di buka karena alasan
banyak nyamuk dan debu

Tabel 1.24 Identifikasi Faktor Internal Keluarga Tn. Bunyamin

No Faktor Internal Permasalahan


1 Kebiasaan Merokok Tn. Bunyamin merokok satu bungkus dalam satu hari,
kebiasaan merokok ini dilakukan di dalam maupun di luar
rumah. Sudah lebih dari 30 tahun.
2 Olah raga Tn. Bunyamin dan Saiful jarang berolahraga.. Ny. Purni
tidak pernah berolah raga lagi sejak sakit ulkus diabetikus

32
3 Pola Makan Keluarga Tn. Bunyamin makan 3x/hari. Istrinya selalu
memasak setiap pagi dibantu Tn Bunyamin,
menggunakan air yang berasal dari pompa rumahnya
dan di tampung di ember di dalam kamar mandi. Menu
makansehari hari terdiri dari nasi, kentang, sayur
bayam, tahu, tempe, telur sehari- hari namun terkadang
3 hari sekali memasak, daging ayam dan ikan.
4 Pola Pencarian Apabila sakit, keluarga Tn. Bunyamin tidak langsung ke
Pengobatan dokter, melainkan membeli obat warung terlebih dahulu,
kemudian bila tidak kunjung sembuh baru akan ke dokter
5 Menabung Tn. Bunyamin Mengaku tidak pernah menabung
6 Mencuci tangan Keluarga Tn. Bunyamin mencuci tangan menggunakan
sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan dan
juga setelah BAB dan BAK
7 Aktivitas sehari-hari 3. Tn.Bunyamin tidak lagi bekerja, sehari- hari beliau
hanya mengurus rumah dan jarang berolahraga,beliau
mempunyai kebiasaan merokok satu bungkus per
hari.
4. Ny. Purni tidak lagi bekerja, sehari- hari beliau hanya
mengurus rumah dan aktivitass beliau terhambat
dikarenakan ulkus diabetikus yang dideritanya. Ny
purni tidak pernah lagi berolahraga
8 Imunisasi Anak Ny. Purni tidak mendapatkan imunisasi sejak
lahir

Tabel 1.25 Identifikasi Faktor eksternal Keluarga Tn. Bunyamin

No Kriteria Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas tanah sekitar 100 m2 dan luas bangunan
berukuran 10 m x 10 m
2. Ruangan dalam rumah Dalam rumah terdapat ruang tamu, ruang keluarga
yang menyatu dengandapur ,2 kamar tidur, dapur,
serta kamar mandi, 1 kamar yang belum selesai di
bangun

33
3. Ventilasi Terdapat 14 ventilasi yang terdiri dari 3 jendela , 1
pintu didepan, dan 10 ventilasi
4. Pencahayaan Pencahayaan rumah berasal dari 6 buah lampu pada
masing-masing ruanga, berwarna putih.
5. MCK Terdapat sebuah kaamr mandi berukuran 3 m x 1,5
m dan terdapat wc
6. Sumber Air Dalam kesehariannya Tn. Bunyamin menggunakan
air dari pompa untuk mandi dan mencuci. Serta air
pompa yang di rebus terlebih dahulu untuk minum
7. Saluran pembuangan Air Limbah rumah tangga di buang ke parit yang di
limbah alirkan ke selokan di depan rumah

8. Tempat pembuangan Sampah rumah tangga di kumpulkan dahulu


sampah kemuian dibuang ke tempat pembuangan sampah

9. Lingkungan sekitar rumah Lingkungan tempat tinggal Tn Bunyamin


merupakan pemukimana padat.. Di lingkungan
sekitar rumah keluarga Tn. Bunyamin masih banyak
sampah yang berserakan dan menyumbat selokan

1.4.4 Keluarga Binaan Tn. Suyatra


1.4.4.1 Data Keluarga
Keluarga binaan Tn. Suyatra terdiri dari tiga orang anggota keluarga yang
tinggal dalam satu rumah. Keempat anggota keluarga tersebut adalah :

Tabel 1.26 Profil Keluarga Tn. Suyatra

No Nama Jenis Usia Status Pendidikan Pekerjaan Penghasilan/bul


Kelamin an
1 Suyatra Laki-laki 46 Sudah SD Pedagang Rp. 2.000.000,-
Menikah

34
2 Wati Perempuan 38 Sudah SD IRT -
Menikah
3 Aulia Perempuan 5 - - Belum -
bekerja
4 Ajeng Perempuan 1,5 - - Belum -
bekerja

1.4.4.2 Bangunan Tempat Tinggal


Keluarga Tn. Suyatra tinggal di desa dengan kepadatan penduduk yang
cukup tinggi. Rumah yang ditempati oleh keluarga Tn. Suyatra merupakan
memiliki luas bangunan sekitar 4 x 8 meter. Di depan rumah terdapat teras
dengan luas sekitar 4 x 1 meter. Bangunan temp
at tinggal tidak bertingkat, berlantaikan keramik di ruang keluarga, tempat
tidur, ruang dapur dan kamar mandi, dindingnya terbuat dari batu bata yang
sudah di semen dan belum di cat. Atap rumah terbuat dari asbes.
Rumah Tn. Suyatra terdiri dari 4 ruangan yang terdiri dari ruang tamu
dengan luas sekitar 4 x 1 meter, satu buah kamar tidur dengan luas 4 x 3.5
meter, sebuah dapur dengan luas sekitar 2 x 2 meter, kamar mandi dengan
luas 2 x 2 meter.
Sistem ventilasi rumah Tn. Suyatra belum memenuhi standar kriteria
ventilasi yang baik karena luas ventilasi rumahnya belum mencapai 10%
dari luas lantai rumah. Ventilasi di rumah Tn. Suyatra berupa dua buah
jendela di ruang tamu dengan ventilasi di atasnya pada bagian depan rumah
dengan ukuran masing masing 1 x 0,25 meter dan 1 x 0,25 meter, satu buah
ventilasi tetap di kamar mandi berukuran 0,25 x 0,25 meter. Di dalam
rumah Tn. Suyatra terdapat 3 buah lampu dengan 8 watt yang baru
dinyalakan ketika malam hari.
Keluarga Tn. Suyatra memiliki sumber air berupa air sumur yang relatif
jernih namun berwarna kekuningan terkadang kecoklatan dan berminyak
jika musim hujan. Air ini dipergunakan untuk keperluan membersihkan
rumah, keperluan kamar mandi, mencuci pakaian, serta mencuci alat masak.

35
Keluarga Tn. Suyatra juga membeli air galon untuk air minum. Ember di
kamar mandi serta di dapur keluarga Tn. Suyatra memiliki penutup dan
dikuras rutin tiap minggu, Sampah rumah tangga dari keluarga Tn. Suyatra
dibuang dan dikumpulkan di tanah kosong yang di bawa sendiri oleh suami
lalu dibakar.

8m

WC
Kamar Tidur
4m
Ruang Tamu
DAPUR

Gambar 1.8. Denah Rumah Keluarga Tn. Suyatra

1.4.4.3 Lingkungan pemukiman


Rumah keluarga Tn. Suyatra terletak di lingkungan yang padat
penduduk, tidak ada jarak antara rumah Tn. Suyatra dan tetangganya.
Keluarga Tn. Suyatra memiliki kebiasaan mengumpulkan sampah lalu
di buang ke tanah yang kosong dekat rumahnya.
Untuk pembuangan limbah, keluarga Tn. Suyatra membuang limbah
rumah tangga langsung ke selokan tepat di depan rumah. Apabila musim
hujan tiba, pekarangan di depan rumah Tn. Suyatra sering becek dan
tergenang air hujan namun tidak sampai masuk ke dalam rumah. Tn.
Suyatra tidak memiliki hewan ternak di rumahnya.

1.4.4.4 Pola Makan


Keluarga Tn. Suyatra memiliki kebiasaan makan setidaknya
tiga kali sehari. Sehari - hari Tn. Suyatra selalu memasak makanan

36
sendiri, namun terkadang 1 kali dalam seminggu Tn. Suyatra
membeli makanan jadi untuk makan siang. Tn. Suyatra selalu
memasak makanan dengan menu setidaknya satu jenis masakan
sayuran dan satu jenis masakan lauk pauk, namun jarang
mengkonsumsi buah-buahan kecuali bila sedang membeli rujak
untuk cemilan. Terkadang juga senang membeli jajanan disekitar
rumah. Air minum didapatkan dari air gallon.

1.4.4.5 Riwayat Obstetri Dan Pola Asuh Anak


Ny. Wati tidak menggunakan KB. Ny. Wati bercerita
ketika mengandung Aulia dan ajeng ia rutin memeriksakan
kandungannya di bidan dekat rumahnya, dan keduanya dilahirkan
secara sesar di Rumah Sakit Umum dan RS. Mitra atas indikasi
panggul ibu kecil. Saat itu kehamilan Ny.Wati dalam keadaan baik,
serta tekanan darah dalam batas normal. Ny. Wati tidak memiliki
riwayat kejang maupun perdarahan ketika mengandung serta
melahirkan Aulia dan Ajeng. Aulia diberikan ASI eksklusif selama
2 tahun oleh Ny. Wati dan ajeng sudah berjalan ASI 1.5 tahun tanpa
dicampur susu formula. Aulia dan ajeng diberikan Makanan
Pendamping ASI oleh Ny. Wati ketika usianya memasuki 6 bulan.
Imunisasi pada kedua anak Ny. Wati tidak diberikan dengan alasan
khawatir anak – anaknya setelah dilakukan imunisasi akan demam
dan rewel pada malam hari lalu tidak efektif karena mendengar dari
tetangganya bahwa anak tetangga yang telah di imunisasi akan sakit
juga.
Tabel 1.27 Riwayat Obstetrik Ny. Wati

Usia Penolong Jenis BB Lahir ASI Keadaan


Kehamilan Persalinan Ekslusif
9 bulan Dokter Normal gr 2 tahun Hidup
9 bulan Dokter Normal 3100 gr 1,5 tahun Hidup

37
Tn. Suyatra, Ny. Wati dan kedua anaknya tidak memiliki BPJS
namun mau untuk berobat ke puskesmas maupun bidan yang di dekat
rumahnya bila merasa tidak sehat. Keluarga Ny. Wati tidak rutin untuk cek
kesehatan bila dirasa tidak perlu.

1.4.4.6 Riwayat Penyakit


Tn. Suyatra, Ny. Wati tidak memiliki riwayat penyakit asma,
hipertensi, diabetes, asam urat ataupun penyakit lain yang
mengharuskannya untuk meminum obat secara rutin. Aulia dan Ajeng
akhir – akhir ini dibawa oleh Ny Wati ke puskesmas beberapa kali karena
keluhan yang sama, yakni batuk dan pilek. Aulia dan Ajeng mendapatkan
obat, kunjung membaik. Tidak ada riwayat dirawat di rumah sakit pada
keluarga Tn. Suyatra.

1.4.4.7 Perilaku Dan Aktivitas Sehari-Hari


Tn. Suyatra dan Ny. Wati selalu memulai aktivitas sejak pukul 5
pagi. Ny Wati menyiapkan sarapan, sedangkan Tn Suyatra bersiap-siap
untuk berkerja. Aulia dan ajeng setiap pagi disuapi sarapan, dimandikan,
dan diperbolehkan main keluar rumah oleh teman sekitar rumahnya oleh
Ny Wati sedang Ny Wati mencuci pakaian bila ada yang menggunakan
jasanya. Saat siang hari, Ny Wati memasak makan siang, dan menemani
Aulia dan Ajeng tidur siang. Ny Wati memperbolehkan kembali bermain
hingga sebelum maghrib di depan rumahnya. Keluarga Tn. Suyatra selalu
menggunakan jamban dirumahnya. Air yang digunakan berasal dari Air
sumur. Air tersebut selalu digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci
baju, Untuk minum sehari-hari beliau membeli air galon. Setiap ingin
makan semua keluarga selalu mencuci tangan dengan atau tanpa sabun.
Keluara Tn. Suyatra belum mengerti tata cara cuci tangan sesuai WHO.
Tn Suyatra memiliki kebiasaan merokok yang sudah dilakukan
sejak duduk di bangku SMP. Dalam sehari ia biasa menghabiskan satu
bungkus rokok dengan harga Rp.20.000. Beliau lebih sering merokok

38
diluar rumah karena tidak ingin Anak dan Istrinya menghirup asap
rokoknya.
Tn. Suyatra tidak pernah melakukan olahraga dengan alasan
pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang keliling sudah dianggapnya
sebagai olahraga. Sedangkan Ny. Wati tidak senang olahraga, ia lebih
senang berada dirumah dan membersihkan rumah. Ajeng dan Aulia lebih
sering beraktifitas diluar seperti bermain dengan temannya.
Tabel 1.28 Faktor Internal Keluarga Tn Suyatra

No Faktor Internal Permasalahan

1 Olahraga Semua anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan


berolahraga.

2 Pola Makan Keluarga Tn. Suyatra makan 3 kali sehari yang langsung
dimasak oleh Ny. Wati, namun jarang mengkonsumsi buah

3 Pola Pencarian Keluarga Tn. Suyatra berobat ke puskesmas hanya bila


Pengobatan dirasa tidak enak badan

4 Aktivitas sehari- a. Ny. Wati mengurus rumah tangga

hari b. Tn. Suyatra bekerja sebagai Pedagang keliling, bekerja


jam 5 pagi sampai jam 5 sore
c. Aulia sekolah dasar dan ajeng belum bersekolah

5 Alat kontrasepsi Ny. Wati tidak mengikuti program KB

7 Kebiasaan Tn. Suyatra merokok sejak usia 14 tahun, dalam sehari

Merokok menghabiskan 1 bungkus rokok, namun Tn. Suyatra


menjaga jarak dengan anggota keluarga jika merokok
karena tidak ingin istri dan anaknya menghirup asap
rokoknya.

8 Imunisasi Ajeng dan Aulia tidak diberikan imunisasi sejak lahir

39
Tabel 1.29 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Suyatra

No Kriteria Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas rumah 4 m x 7 m.
2. Ruangan dalam Di dalam rumah terdapat satu kamar tidur dengan ukuran 4 m
rumah x 3.5 m, satu dapur berukuran sekitar 2 m x 2 m, satu kamar
mandi berukuran 2 m x 2 m. Untuk ruang tamu berukuran 4
mx1m

3. MCK Terdapat kamar mandi di rumah keluarga Tn. Suyatra

4. Ventilasi Terdapat ventilasi udara pada kamar mandi dan ruang tamu

5. Pencahayaan Terdapat satu bola lampu tiap ruangan dengan bohlam 8 W

6. Sumber Air Untuk kegiatan mandi, cuci pakaian dan cuci piring keluarga
Tn. Suyatra menggunakan air sumur. Untuk air minum dan
memasak keluarga Tn. Suyatra menggunakan air galon.

7. Saluran Terdapat saluran pembuangan limbah, air limbah dialirkan ke


pembuangan selokan depan rumah.
limbah
8. Tempat Sampah rumah tangga dikumpulkan dan di buang ke tanah
pembuangan kosong dekat rumahnya lalu di bakar.
sampah

9. Lingkungan Daerah lingkungan Tn. Suyatra padat penduduk


sekitar rumah

40
1.4.5 Keluarga Tn. Hadi
1.4.5.1. Data-data Keluarga Tn. Hadi
Keluarga Tn. Hadi Memiliki 3 onggota keluarga yang terdiri dari Tn. Hadi
Selaku kepala keluarga, istrinya bernama Ny. Yeni, dan 1 anak kandungnya yang
bernama Putra.
Tabel 1.30 Data Keluarga Tn. Hadi

No. Nama Status Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan


1. Tn. Hadi Kepala 42 SD Tukang Rp. 1.500.000
Keluarga tahun Ojek
2. Ny. Yeni Istri 37 SD Ibu Rumah -
tahun Tangga
3. An. Putra Anak 16 SMK Siswa -
tahun
Keluarga Tn. Bertempat tinggal di RT 009 RW 003 Desa Pangkalan,
Kelurahan Tegal Angus, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten. Tn. Hadi saat ini berusia 42 tahun dan bekerja sebagai tukang ojek dengan
penghasilan dibawah Upah Minimum Regional berkisar Rp. 1.500.000/bulan. Istri
Tn. Hadi yaitu Ny. Yeni yang saat ini berusia 37 tahun, sehari-seharinya sebagai
ibu rumah tangga. Uang tersebut digunakan oleh Tn. Hadi dan istrinya untuk
kebutuhan sehari-hari berupa uang untuk sekolah anak, keperluan dapur, listrik, dan
kebutuhan rumah tangga.

1.4.5.2. Bangunan Tempat Tinggal


Keluarga Tn. Hadi tinggal di rumah bersebelahan dengan tetangga-tetangga
yang lainnya, dengan luas tanah sekitar dan luas bangunan berukuran 10 m x 2,5
m. Bangunan tempat tinggal tidak bertingkat, lantai terbuat dari keramik,
beratapkan asbes, dindingnya terbuat dari batu bata dan di semen serta dilapisi
dengan cat tembok berwarna biru.
Rumah terdiri dari ruang tamu sekaligus ruang keluarga berukuran 1,5 m x
2,5 m digunakan oleh anggota keluarga secara bersamaan, dapur berukuran 1,5 m
x 1 m, dan kamar mandi di bagian belakang rumah yang berukuran 1,5 m x 1,5 m.

41
Ventilasi di ruang tamu terdapat 6 buah dengan ukuran 7 cm x 3 cm dan pintu depan
dengan panjang 70 cm x 25 cm berjumlah 1 buah sedangkan di ruangan lain tidak
terdapat ventilasi. Terdapat sebuah jendela yang berada di ruang tamu dengan
ukuran 60 cm x 70 cm, namun jendela tidak pernah dibuka sehingga udara dan
cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam rumah.
Pada kamar mandi terdapat ember untuk menampung air, serta terdapat
jamban dilengkapi septic-tank. Pencahayaan rumah berasal dari 4 buah lampu
seluruhnya berwarna putih.
10 m

Dapur
Ruang tamu dan ruang keluarga
T
E
R 2,5 m
A
Kamar tidur S
Kamar mandi

Gambar 1.9 Denah Rumah Tn. Hadi

1.4.5.3. Lingkungan Pemukiman


Rumah Tn. Hadi terletak di pemukiman padat penduduk. Rumah dapat di
akses melalui gang sempit dan jalan setapak dari jalan raya. Di depan rumah binaan
tidak terdapat selokan. Sedangkan di kanan dan kiri rumah Tn. Hadi adalah rumah
penduduk yang lain. Rumah Tn. Hadi merupakan milik pribadi, dan sudah tinggal
di rumah itu selama 15 tahun. Tn. Hadi tidak memiliki tanaman hias maupun
penampungan air di depan rumahnya.

42
1.4.5.4. Pola Makan
Keluarga Tn. Hadi memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari. Sehari-hari
Ny. Yeni memasak makanan dengan menu sederhana untuk melengkapi kebutuhan
gizi keluarga. Contoh menu yang di sajikan adalah nasi, sayuran, tahu, tempe,
terkadang memasak telur, ayam, atau ikan.
Anak Tn. Hadi dan Ny. Yeni sering membeli makanan di pinggir jalan di
dekat sekolah. Kemudian akan kembali makan ketika pulang ke rumah.

1.4.5.5. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak


Ny. Yeni mengatakan tidak pernah menggunakan kontrasepsi. Tidak ada
penyakit atau penyulit selama kehamilan. Anak Ny. Yeni tidak diberikan imunisasi
dikarenakan Ny. Yeni takut dengan efek samping dari imunisasi yaitu demam.

Tabel 1.31 Riwayat Obstetrik Ny. Yeni

Usia Penolong Jenis BB Lahir ASI Keadaan


Kehamilan Persalinan Eksklusif
9 bulan Bidan Normal 2700 gr 2 tahun Hidup

1.4.5.6. Riwayat Penyakit


Tn. Hadi tidak memiliki riwayat penyakit asma, hipertensi, maupun diabetes
mellitus. Keluarga Tn. Hadi juga tidak memiliki riwayat penyakit keturunan
lainnya. Tn. Hadi tidak pernah dirawat di rumah sakit maupun puskesmas.
Ny. Yeni tidak memiliki riwayat penyakit asma, hipertensi, maupun
diabetes mellitus. Keluarga Ny. Yeni juga tidak memiliki riwayat penyakit
keturunan lainnya. Ny. Yeni tidak pernah dirawat di rumah sakit maupun
puskesmas.
An. Putra tidak pernah dirawat di rumah sakit, namun pernah berobat ke
klinik beberapa kali dengan keluhan pusing.

43
1.4.5.7. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Tn. Hadi merupakan seorang tukang ojek yang bekerja setiap hari. Beliau
bekerja biasanya mulai pukul 08.00-16.00. Tn. Hadi selalu mandi dua kali sehari
menggunakan air yang di tampung di ember pada kamar mandinya yang bersumber
dari sumur di rumahnya.
Ny. Yeni merupakan ibu rumah tangga yang sehari-harinya melakukan
pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, mencuci baju, memasak makanan
untuk keluarga. Ny. Yeni selalu mandi dua kali sehari menggunakan air yang di
tampung di ember pada kamar mandinya yang bersumber dari sumur di rumahnya.
Ny. Yeni memasak setiap pagi hari untuk keluarganya di dapur rumahnya dan
menggunakan air yang berasal dari air minum isi ulang untuk minum dan memasak.
Tn. Hadi dan Ny. Yeni memiliki 1 orang anak laki-laki bernama Putra yang
berusia 16 tahun saat ini sedang duduk dibangku kelas 2 SMK dan sehari-hari pergi
ke sekolah dari senin-sabtu pukul 07.00-16.00 dengan menggunakan sepeda motor.
Putra sering membeli makanan di sekolah, setelah pulang sekolah Putra makan di
rumah dan mencuci tangannya dengan sabun sebelum makan.
Tn. Hadi merupakan seorang perokok sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.
Ia mengatakan dapat manghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari. Tn. Hadi dan
Ny. Yeni jarang sekali berolahraga karena alasan tidak memiliki waktu dan lebih
memilih untuk memanfaatkan waktu luang yang mereka memiliki untuk
beristirahat. Keluarga Tn. Hadi ketika tidur menggunakan kipas angin namun tidak
langsung mengenai seluruh tubuh dan dengan jarak yang tidak dekat. Ny. Yeni
menyapu dan mengepel rumah kira-kira 1-2 kali dalam sehari, jendela tidak pernah
dibuka, namun pintu rumah sering dibuka agar udara dapat masuk ke dalam rumah.

Tabel 1.32 Identifikasi Faktor Internal Keluarga Tn. Hadi

No. Faktor Internal Permasalahan


1. Kebiasaan Merokok Tn. Hadi merokok satu bungkus per hari, kebiasaan
merokok ini dilakukan di dalam maupun di luar
rumah. Tn. Hadi sudah merokok lebih dari 10 tahun
2. Olah raga Tn. Hadi tidak memiliki kebiasaan olahraga

44
No. Faktor Internal Permasalahan
3. Pola Makan Keluarga Tn. Hadi makan tiga kali sehari. Istrinya
selalu masak sendiri saat pagi hari, menggunakan air
minum isi ulang. Menu makanan sehari-hari yaitu
nasi, sayur, tahu, tempe, telor/ikan/ayam. Makan
buah-buahan jarang.
4. Pola Pencarian Apabila sakit, keluarga Tn. Hadi tidak langsung ke
Pengobatan dokter, melainkan membeli obat warung terlebih
dahulu, kemudian bila tidak kunjung sembuh baru
akan ke dokter
5. Menabung Tn. Hadi mengaku tidak pernah menabung karena
banyaknya kebutuhan harian
6. Mencuci tangan Keluarga Tn. Hadi selalu mencuci tangan
menggunakan air mengalir dan sabun sebelum dan
sesudah makan.
7. Aktivitas sehari-hari 1. Tn. bekerja sebagai tukang ojek yang
berangkat kerja dari jam 08.00 sampai
jam 16.00, sepulang kerja selalu langsung
istirahat, mempunyai kebiasaan merokok
satu bungkus per hari.
2. Ny. Yeni sebagai ibu rumah tangga
bekerja membersihkan rumah, mencuci
pakaian, dan memasak.
8. Imunisasi An. Putra tidak diberikan imunisasi sejak lahir karena
Tn. Hadi dan Ny. Yeni takut akan efek samping dari
imunisasi tersebut

Tabel 1.33 Identifikasi Faktor Eksternal Keluarga Tn. Hadi

No. Kriteria Permasalahan


1. Luas Bangunan Luas tanah sekitar 25 m2 dan luas bangunan
berukuran 10 m x 2,5 m

45
2. Ruangan dalam rumah Dalam rumah terdapat ruang tamu sekaligus ruang
keluarga, satu kamar tidur, dapur, serta kamar mandi
3. Ventilasi Ventilasi terdapat 6 buah di ruang tamu dan juga
pintu depan
4. Pencahayaan Pencahayaan rumah berasal dari 4 buah lampu pada
masing-masing ruangan, berwarna putih
5. MCK Terdapat sebuah kamar mandi berukuran 1,5 m x 1,5
m dan terdapat jamban
6. Sumber air Dalam kesehariannya Tn. Hadi menggunakan air
sumur untuk mandi dan mencuci baju. Air minum isi
ulang untuk minum dan memasak
7. Saluran pembuangan Air limbah rumah tangga di buang ke saluran
limbah pembuangan air yang dialirkan ke selokan di
belakang rumah
8. Tempat pembuangan Sampah rumah tangga di tumpuk terlebih dahulu
sampah hingga cukup banyak kemudian dibuang ke tempat
penampungan sampah
9. Lingkungan sekitar rumah Di samping kanan dan kiri rumah terdapat rumah
tetangga. Di lingkungan sekitar rumah keluarga Tn.
Hadi sempit dan padat serta kurang pedulinya
masyarakat dengan kebersihan lingkungan sekitar.

1.5. Penjabaran Area Masalah Pada Keluarga Binaan


Setelah mengamati, mewawancarai, dan melakukan observasi pada masing-
masing keluarga binaan di Desa Pangkalan, terdapat berbagai area permasalahan
pada keluarga binaan tersebut, yaitu:

MASALAH NON MEDIS:


1. Pengetahuan yang kurang mengenai imunisasi dasar
2. Kurangnya ventilasi yang ada di rumah
3. Rendahnya kesadaran akan bahaya merokok di dalam rumah

46
4. Rendahnya tingkat pendidikan dalam keluarga binaan
5. Kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah
6. Rendahnya kesadaran akan kebersihan lingkungan rumah

MASALAH MEDIS:
1. Anggota keluarga dari salah satu keluarga binaan mempunyai riwayat
penyakit diabetes mellitus dan sedang menderita ulkus diabetik.
2. Anggota keluarga dari salah satu keluarga binaan mempunyai riwayat
penyakit anemia.
3. Anggota keluarga dari salah satu keluarga binaan mempunyai riwayat
penyakit ISPA.

a. PENENTUAN AREA MASALAH SEBAGAI DIAGNOSIS KOMUNITAS


Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh
suatu kelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama. Proses penetapan
Metode Delphi dimulai dengan identifikasi masalah yang akan dicari
penyelesaiannya. Dalam pengambilan sebuah masalah, kami menggunakan Metode
Delphi.
Berdasarkan hasil pre-survey didapatkan masalah yang ada pada keluarga
binaan, terkait dengan kurangnya pengetahuan mengenai imunisasi dasar dan
kurangnya sikap dan perilaku dalam pemberian imunisasi dasar.

Tabel 1.34 Hasil pre-survey tentang pengetahuan, sikap dan peilaku mengenai imunisasi
dasar pada keluarga binaan di RT 009/RW 003, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

ASPEK BAIK (%) BURUK (%) Total (%)


PENGETAHUAN 3 (34) 6 (66)
SIKAP 4 (45) 5 (55) 9 (100)
PERILAKU 3 (34) 6 (66)

Berdasarkan pre survey didapatkan responden memiliki pengetahuan yang


buruk sebesar 66%, sikap yang buruk sebesar 55%, dan perilaku yang buruk sebesar

47
66%. Dengan demikian melalui proses musyawarah antara kelompok dengan para
tenaga kesehatan di Puskesmas Tegal Angus kami memutuskan untuk mengangkat
permasalahan “Pengetahuan Mengenai Imunisasi Dasar pada Keluarga Binaan
di RT 009/RW 003, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.”

Gambar 1.10 Alur Pemilihan Metode Delphi

1.5.1. Alasan Pemilihan Area Masalah


Pemilihan area masalah kesehatan ini didasarkan atas berbagai
pertimbangan, yaitu:
1. Data Primer
Dari hasil wawancara pada keluarga binaan didapatkan pengetahuan
mengenai imunisasi dasar yang buruk. Pada pre-survey didapatkan bahwa
hasil pengetahuan mengenai imunisasi dasar memiliki presentase buruk
terbesar yaitu 66 %, 55% pada sikap dan 66% perilaku.
2. Data Sekunder
Dari data Puskesmas jumlah imunisasi yang dilakukan di Puskesmas Tegal
Angus bulan Oktober sebanyak 1157 orang atau sebesar 79%. Hal ini belum
mencapai target dari puskesmas yaitu 95% per bulan Oktober.

48
3. Data Tersier
Hasil survei Riskesdas tahun 2013 didapatkan data cakupan imunisasi
HB-0 (79,1%), BCG (87,6%), DPT-HB-3 (75,6%), polio-4 (77,0%), dan
imunisasi campak (82,1%). Survei ini dilakukan pada anak usia 12–23
bulan.
Adapun cakupan kelengkapan pemberian imunisasi adalah 59,2% imunisasi
tidak lengkap 32,1% dan tidak pernah di imunisasi 8,7%.
4. Data Agama
Beberapa kelompok mengatakan bahwa imunisasi adalah halal atau
diperbolehkan karena vaksin - imunisasi sangat dibutuhkan sebagai penelitian
– penelitian di bidang ilmu kedokteran, belum dtemukan bahan lainnya yang
mubah, termasuk dalam hal kedaruratan sesuai dengan prinsip kemudahan
syariat di saat ada kesempitan atau kesulitan.
Istihalah adalah berubahnya benda najis atau haram menjadi benda lain
yang berbeda nama maupun sifatnya. Contoh khamer menjadi cuka khamer
haram hukumnya dan sifatnya memabukkan, setelah menjadi cuka halal
hukumnya dan tidak memabukkan sifatnya.
Istihla adalah bercampurnya benda haram atau najis dengan benda
lainnya yang suci dan halal yang lebih banyak sehingga menghilangkan sifat
najis dan keharamannya karena benda najis dan haram tersebut telah hilang
rasa, bau maupun warna.
Sesuai sabda nabi Muhammad SAW :
Apabila air telah mencapai dua qullah maka tidak kotor. Dalam suatu riwayat
tidak najis. HR (At-turmuzi, Abu Dawud, An-nasa’i dn Ibnu majah, Ibnu
khuzaimah mensahihkannya - ibnu hajar a-asqalanbi, 2000 : 28)
La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara imunisasi sebelum
tertimpa musibah, jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah
atau sebab-sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk
menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan
sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih.

49
ُ ‫ض َّرهُ ذَ ِلكَ ا ْليَ ْو َم‬
َ‫س ٌّم َوال‬ ُ َ‫ لَ ْم ي‬،ً‫ت ع َْج َوة‬
ٍ ‫س ْب ِع تَ َم َرا‬ َ َ‫َم ْن ت‬
َ ِ‫صبَّ َح ب‬
‫س ْحر‬
ِ

“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan
terkena pengaruh buruk sihir atau racun”

Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian


juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi
untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka
hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan.
Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang
dikhawatirkan kemunculannya.
Tapi tidak boleh menggunakan jimat-jimat untuk menghindari
penyakit, jin atau pengaruh mata yang jahat. Karena Nabi Shalallahu ‘alaihi wa
sallam melarang dari perbuatan itu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah
menjelaskan itu termasuk syirik kecil. Kewajiban kita harus
menghindarinya.(Dikutip dari kitab Al-Fatawa Al-Muta’alliqah bi Ath-Thibbi
wa Ahkami Al-Mardha, hal. 203. Darul Muayyad, Riyadh)

50