Anda di halaman 1dari 4

Hijrahku

Siapa sih yang tidak memiliki masa kelam ?

Semua orang memilikinya, so yuk hijrah untuk menjadi lebih baik lagi

Awal kuliah Rani bertemu teman yang bisa dibilang sering ngajak kumpul dan tidak
memperhatikan jam, siang maupun malam, saling mengingatkan tentang shalat atau

kebaikan-kebaikanpun tidak pernah. Hingga suatu saat, merekapun bermain ke rumah


Rani, beberapa kali mereka sempat bermain ke rumah dan setiap kali azan

berkumandang salah satu teman Rani tidak pernah beranjak dari tempat duduknya
untuk salat, dan setiap diajak salat pasti ada saja alasannya untuk tidak memenuhi

panggilan Allah SWT.

Hal ini tetap terjadi, hingga pada akhirnya bapak Rani masuk ke kamar Rani dan
mengingatkan Rani dengan nada rendah “Nak, bapak tidak suka kamu bermain dengan

dia, dia tidak pernah bapak lihat salat”, dan Ranipun menjawab dengan nada tinggi
“Rasullullah saja tidak pernah melarang kita untuk berteman dengan siapa saja, kita

siapa gitu pak bisa milih-milih teman”. Seketika, saat itu Ranipun otomatis tidak
memikirkan kata-kata bapaknya, tidak peduli dengan perkataanya dan terus saja

bermain dengan dia.

Dan suatu ketika, karena Rani tidak mendengarkan perkataan bapaknya, Ranipun seperti

dicampakan oleh teman-temannya, mereka seperti tidak suka dengan Rani karena sifat
Rani yang selalu kepo dengan urusan mereka. Setiap mereka mempunyai rencana

ataupun hal apapun itu mereka tidak pernah menceritakan Rani juga. Dan pada
akhirnya, Rani dijauhi dan tidak bermain lagi dengan mereka.
Seiring berjalannya waktu, Ranipun tetap kuliah dan tidak bermain lagi dengan teman-

temanya tetapi tetap bertegur sapa di kampus. Pada akhirnya Rani bertemu dengan Fitri
dan Ani, mereka selalu satu kelas dan selalu menjadi satu kelompok ketika praktikum.

Fitri dan Ani merupakan teman yang sangat baik, karena selalu mengingatkan dan
memberikan contoh kebaikan-kebaikan, seperti mengingatkan shalat, Ani yang rajin

puasa senin kamis, dll.


(Rani adalah anak yang tomboy, masih pakai celana, kemeja kotak yang di gulung-

gulung lengannya, dan jilbab paris tipis-tipis. Sedangkan Fitri dan Ani adalah anak yang
selalu memakai pakaian syar’I dan insyaAllah memiliki perilaku yang baik.)

(Ketika ujian akhir semester berjalan)

Singkat cerita, Rani selama kuliah akhirnya bertemu dengan teman-teman yang baik dan
bisa mengajaknya lebih baik lagi. Akan tetapi Rani masih belum bisa mengubah

pakaiannya karena banyak faktor yang terbesit di dalam pikirannya dan saat itu Fitri dan
Rani tidak menyerah mengajak Rani agar memakai pakaian syar’i, yah salah satunya

memakai rok terlebih dahulu.

Hingga pada akhirnya, malam itu yaitu malam yang dimana mahasiswa/I sedang sibuk
mempersiapkan untuk ujian akhir semester.

Fitri berkata ke Rani “Ran, kapan nih kamu pakai rok ke kampus ?”
Rani menjawab “mmm besok deh masuk semester 4, janji deh saya pakai semester 4,

kalau sekarang jangan dulu deh, masih malu we”,


semua terdiam sesaat dan seketika Fitri berkata, “Emang kamu tau nyawamu masih

sampai semester 4, kali aja besok sudah tiada”,


Rani :“Ya Allah jangan ngomong gitu donk, merinding ni”

Fitri : “Makanya besok pakai rok, kalau nggk, nggk saya temenin km”
Rani : “eh jangan gitu donk, iyadeh iya saya pakai rok, eh tapi g punya rok, Cuma punya

rok sma itu di lemari, malu lah pakai rok SMA”.


Ani nyeletuk “Ran, pakai rok saya saja, kamu pilih dah rok saya yang mana saja,

terserahmu yang ana km suka, asal kamu pakai besok”


Rani : “bener ni, okedeh, abis belajar langsung cus ke kosmu ambil rok”

Besoknya, si Rani memakai rok dengan baju kaos lengan panjang dan tidak lupa

memakai jilbab parisnya ke kampus. Benar saja apa yang dipikirkan Rani ketika pertama
kali memakai rok ke kampus, teman-temannya khususnya laki-laki mngolok-olok Rani

memakai rok, salah satu teman Rani berkata “Widii, abang-abang pakai rok ke kampus
wkwk”. Perkataan temannya itu membuat Rani sedih dan ingin sekali melepas roknya

saat itu juga agar tidak diolok-olok lagi, tetapi apa daya Rani tidak bisa membukanya
karena sudah terikat janji dengan Fitri dan Ani harus memakai rok hari itu dan dengan

hati bimbang dalam suasana ujian juga tetap ingin cepat-cepat pulang dan melepas rok
tersebut.

Disisi lain, Fitri dan Ani menguatkan Rani agar tetap menggunakan Rok, “Ran, jangan
dengarkan orang-orang, sikap masa bodo saja, toh kamu juga lg berproses menjadi leih

baik lagi, Allah lebih tau mana lebih baik untuk umatnya dan ingat hidayah itu kita yang
jemput bukan malah sebaliknya”.

Mendengar perkataan teman-temannya, Rani pun terus berfikir untuk tidak mendengar

perkataan orang sekitar.

UASpun berlalu, maka terbitlah libur UAS.


Selama libur semester Ranipun akhirnya sering menggunakan pakaian syar’I walaupun

itu pakaian ibunya. Dia tetap memakaianya agar terbiasa dan setelah libur semester
berlalu Rani pun pada akhirnya berubah total dengan menggunakan pakaian syar’inya

walaupun masih merasa malu memakainya tetapi dengan dukungan teman-temannya.

Hingga pada akhirnya, Rani sering menghadiri pengajian yang ada di kampus dan di
luar kampusnya.

Pesan singkat :

“Maka janganlah engkau tidak mendengarkan perkataan orang tua, karena perkataan
orang tua sebenar-benarnya perkataan jikalau itu baik”.

“Maka beruntunglah engkau mendapatkan teman yang soleh. Pegang eratlah mereka,

jangan biarkan mereka pergi jauh”.