Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN

KEPUTUSASAAN

Disusun oleh :

Ulfha Putri Rahmi (1711312021)

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

2019
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Keputusasaan

FASE ORIENTASI

Salam Terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi Pak, perkenalkan saya perawat BD senang dipanggil B,
nama bapak siapa? Senang dipanggil apa? Oooh Bapak R, nah.. kedatangan saya kesini
untuk membantu menyelesaikan masalah bapak.”

Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan Bapak hari ini? Apakah Bapak semalam tidurnya nyenyak?

Kontrak
“ Baiklah bagaimana kalau pagi ini kita berbincang-bincang tentang hal yang membuat
Bapak sedih?” “Berapa lama kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?
Bisa Bapak!!” “ Bapak ingin kita berbincang-bincang dimana? Di teras? Atau di ruang
perawat?”

” Tujuan kita melakukan perbincangan ini agar kita saling mengenal, apakah bapak
bersedia??.”

FASE KERJA
“ Coba bapak ceritakan kepada saya tentang perasaan sedih yang bapak rasakan
saat ini? (pasien menjawab: saya sedih sekali, karna saya sudah tidak mempunyai
pekerjaan, sudah melamar pekerjaan dimana-mana tapi susah sekali, ditambah istri
saya menceraikan saya karna saya sudah tidak mempunyai pekerjaan lagi…) “yaa,
saya sangat mengerti perasan bapak, sudah berapa lama perasaan itu bapak
rsakan?”

“kalau boleh saya simpulkan, bapak saat ini mengalami hal yang disebut dengan
keputusasaan. Keputusasaan adalah suatu keadaan dimana seseorang itu merasa
tidak ada pilihan lain lagi untuk menyelesaikan masalahnya, walaupun sebenarnya ia
memiliki potensi kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya”

“pak, bagimana kalau saya beritahukan tentang bagaimana cara yang baik untuk
menyelesaikan masalah bapak?”

“ada beberapa hal yang bapak bisa lakukan , misalnya menceritakan masalah bapak
kepada orang lain yang bisa bapak percaya dengan demikian beban yang bapak
rasakan setidaknya bisa berkurang. Selain itu bapak juga bisa mengingat atau
menuliskan kemampuan positif yang bisa bapak lakukan, coba bapak ingat kembali
apa saja hal yang baik yang dulu bapak lakukan? Waah… dulu bapak bisa melukis yg
indah yaa? Nah.. sekarang buat daftar sebanyak-banyaknya kemampuan yang lain
yang bapak punya, kegiatan ini sangat berguna,untuk membantu membangkitkan
semangat dan harapan bapak kembali dalam menjalani kehidupan “ , “meskipun
tidak dapat membuatnya sendiri,tapi bapak masih bisa mengajarkan ke
oranglain,tulis dan buat daftar tersebut, ini akan membuktikan bahwa bapak
mempunyai kemampuan yang bermanfaatkan bagi diri ibu dan orang lain,hebaat..”

FASE TERMINASI
Evaluasi Subjektif
“ Apa yang bapak rasakan setelah berbincang-bincang dengan saya? Apa bapak
merasa ada manfaatnya kita berbincang-bincang saat ini ?”

Evaluasi Objektif
“ Bapak masih ingat bagaimana cara mengatasi rasa sedih yang bapak rasakan?
Coba bapak praktekkan sekali lagi cara mengatasi sedih yang bapak rasakan! Iya
benar sekali yang bapak katakan, bapak hebat ya…!!! ”

Rencana Tindaklanjut
“ Jika bapak merasakan perasaan sedih lagi, bapak bisa melakukan kegiatan-
kegiatan positif sperti misalnya bapak melakukan hal yang bapak suka, berbincang
dengan teman, melukis dan hal-hal lain ya pak.”

Kontrak yang akan datang


“Baiklah Bapak, bagaimana kalau besok kita berlatih kegiatan melukis.. besok bapak mau jam
berapa? Apa
sama seperti tadi jam 11.00 WIB? Baik pak , tempatnya disini lagi saja yah pak?” baiklah pak,
saya permisi dulu,
sampai bertemu besok yah pak, Assalamualaikum…”