Anda di halaman 1dari 21

PAPER

HASIL WAWANCARA & OBSERVASI SERTA PEMAHAMAN


MAHASISWA TERKAIT K3 DI RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keselamatan Pasien & K3 Dalam
Keperawatan Yang Diampuh Oleh Ns. Andi Mursyidah, M.Kes

Oleh

Kelompok II
Luthfiyyah Qurratul’an Buhungo (841416003)
Novelia Hadjarati (841416043)
Sella P. Yunus (841416092)
Rifka Fahria Rambing (841416005)
Nur Ramatia Kadir (841416042)
Basilica Clara Baharu (841416074)
Indri A. Husain (841416105)
Lihan Parapa (841416022)
Fitri Mustapa (841416054)
Wahyulan Rahim (841416091)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

2019
HASIL WAWANCARA PROGRAM K3

RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO

Narasumber : Zulfitra S.ft.Physio


Penanggung Jawab Program K3 Rumah Sakit Toto Kabila

Penanya : “Bagaimana penerapan K3 di rumah sakit ini ?”\

Narasumber : “Bentuk-bentuk penerapank3 di RS ini seperti penempatan appar


disetiap area rumah sakit dilengkapi dengan petunjuk
penggunaanya tabungnya 3,5 kg tapi sekarang sedang dalam proses
pengisian makanya ditarik, kemudian ada helm keamanan ini
identitasnya yang merah pemadam, yang kuning petugas evakuasi
pasien, biru alat kesehatan kemudian evakuasi dokumen yang
putih. Kemudian ada smart detector ini kalau ada asap atau ada
orang merokok ini akan bunyi nanti kalau misalnya ada bunyi yang
diruangan itu melapor ke bagian sistem atau melapor ke security.
Dibagian lab seperti ini penggunaan APD nya ada handscoon,
masker, jas lab, sepatusupaya tidak terpapar dengan cairan-cairan
pasien beda lagi dengan di ruangan radiologi diruangan itu
menggunakan apround untuk melindungi petugas dari paparan
radiasi. Dan semua alat itu dilakukan pengecekan secara berkala
setiap bulan karena itu juga sangat penting dalam K3. Jika tidak
diperiksa alat-alatnya berisiko ke petugasnya makanya itu ada
manajemen risiko nah salah satunya pengecekan alat”.

Penanya : “Apa saja tugas atau peran bapak sebagai pengelola program K3 ?”

Narasumber : “Saya disinikan sebagai ketua tim K3, dibawah itu kan ada 3 sub
bidang. Ada bidang kesehatan keselamatan kerja itu seperti
misalnya dia memeriksakan petugas/staf rumah sakit setiap 6 bulan
sekali melakukan pemeriksaan kesehatan yang penting itu memang
area-area yang berisiko misalnya kayak di lab karna memang rawan
disitu, kemudian diradiologi, kemudian di gizi yang mengolah
makanan itu diperiksa kesehatannya kalau misalnya ada yang
batuk-batuk diperiksa pemeriksaan rontgen ternyata ada TB-paru
itu harus ditindaki karena jika tidak ditindaki justru dia menularkan
penyakit. Kemudian yang ke dua itu mengenai masalah alat seperti
apar ini, kemudian yang ketiga manajemen resiko di manajemen
resiko itu semua disitu lengkap mulai dari manajemen risiko
tentang alat kesehatannya, manajemen resiko mengenai keamanan
dan keselamatan sampaipada pengelolaan limbah”.

Penaya : “Apa saja kewajiban dan hak dari tenaga kerja berkaitan dengan K3
?”

Narasumber : “Kalau haknnya seperti yang sudah saya sebutkan tadi harus
diperiksakan kesehatannya, dan kewajibannya tadi ya harus
mentaati segala aturan yang diterapkan oleh K3.

Penanya : “Apakah pernah terjadi kecelakaan kerja ? seperti apa jenisnya ?


bentuk tanggung jawab sistem k3 untuk menangani ?”
Narasumber : “Pernah 1 kali (tertusuk jarum) tapi kejadiannya sudah ckup lama,
setelah ditindaki dilakukan pemeriksaan sampai pemeliharaan.
Diperiksa terus dilakukan pemeriksaan kemudian diberikan
pengobatan agar tidak terjadi infeksi atau penyebaran, misalnya
dikhawatirkan jangan sampai tertular hepatitis akibat tertusuk
jarum. Makannya dilakukan pemeriksaan”.

Penanya : “Penyebab utama kecelakaan terjadi ?”


Narasumber : “Banyak , bisa karena human errornya, bisa karena tertusuk jarum,
akan tetapi kejadian itu jarang sekali terjadi”
Penaya : “ Kendala apa yang sering di hadapi dalam penerapan K3 ? “.
Narasumber : “Kendalanya adalah dari segi penerapan K3 yang agak sulit di rumah
sakit, karena banyak orang yang memandang sebela mata tentang
K3. merasa k3 itu tidak penting. Nanti setelah terjadi kejadian baru
mereka tau bahwa K3 itu sangat penting. Misalnya kita sudah
pasang slogan “dilarang merokok” tapi tetap saja ada yang
kedapatan merokok. Padalah mamfaatnya besar dan resikonya
justru jelek bagi manusia”.

Penanya : “Sejak kapan di terapkan K3 ? Apakah optimal ?

Narasumber : “Kalau untuk K3 di rumah sakit toto memang sudah ada dari dulu,
tapi kebetulan saya baru pengang program K3 ini baru tahun
kemarin. Yang namanya program menurut saya masih kurang”.

Penanya : “ Lalu apakah ada mamfaat yang di rasakan penerapan K3 ?


Narasumber : “Mamfaatnya besar sekali , salah satu contonya misalnya penerapan
tentang pengetahun APAR, kalau misalnya terjadi kebarkaran ,
orang hanya berpikir untuk memadamkan api dengan air, kalau
situasinya tidak ada air yang ada hanya APAR , sedangkan dia tidak
tau ilmunya atau cara penggunaan APAR bagaimana ? ya sama saja
bohong . Jadi itu salah satunya mamfaat dari K3”.

Penaya : “ Kemudian apa yang bapak lakukan sebagai upaya untuk


meningkatkan penerapan K3 ?”
Narasumber : “ Yang jelas program yang di buat itu tetap harus di control, jadi ada
kontroling sudah sampai sejauh mana program itu berjalan
,kemudian setelah itu evaluasi, bagaimana tingkat keberhasilan
dari program tersebut. Kalau untuk menambah program, saya rasa
belum karena program yang sekarang ini saja belum optimal”.
Penanya : “ Apa harapan bapak dari pelaksanaan K3 ?”
Narasumber : “ Harapan saya yah semoga k3 di rumah sakit ini minimal seluruh
stap yang ada di rumah sakit ini betul-betul paham tentang
pentingnya ilmu k3, itu yang paling penting sebenarnya”.
Penanya : “ Apa pesan yang ingin bapak disampaikan terkait k3 ?”.

Narasumber : “Kalau saya pribadi saya juga itu termasuk orang yang terlambat
mengenal k3 tapi dalam kamus saya tidak kata terlambat selagi mau
belajar tidak ada kata terlambat. Bagi teman-teman dan adik-adik
semua yang berada dilingkungan kesehatan harus betul-betul paham
bahwa keselamatan dan kesehatan kerja ini sangat penting untuk di
terapkan, bukan hanya di rumah sakit di rumah saja itu penting. Jadi
saya sarankan sama adik-adi semua banyak belajar tentang
keselamatan dan kesehatan kerja karena itu penting sekali. Kalau di
kesehatan keselamatan kesehatan kerja ini belum terlalu membumi,
tapi kalau di dunia kerja industry itu sudah dari dulu ada, bahkan
tidak boleh mendirikan pabrik kalau tidak mempunyai sertifikat k3,
di rumah sakit sekarang sudah mulai diterapkan, rumah sakit tidak
bisa di akreditasi kalau tidak memiliki sertifikat k3. Jadi ingat k3 itu
penting sekali”.

Dari hasil wawancara berdasarkan teori, maka dapat di simpulkan bahwa :

1. Dilihat dari segi upaya pencegahan kecelakaan kerja


-
Identifikasi dan pengendalian bahaya ditempat kerja telah diterapkan hal
ini dibuktikan dengan pengakuan dari pemegang program K3 di RS.Toto
Kabila bahwa “Kalau untuk K3 di rumah sakit toto memang sudah ada dari
dulu, tapi kebetulan saya baru pegang program K3 ini baru tahun kemarin.
Bentuk-bentuk penerapan k3 di RS ini seperti penempatan appar disetiap area
rumah sakit dilengkapi dengan petunjuk penggunaanya tabungnya 3,5 kg tapi
sekarang sedang dalam proses pengisian makanya ditarik, kemudian ada helm
keamanan ini identitasnya yang merah pemadam, yang kuning petugas
evakuasi pasien, biru alat kesehatan kemudian evakuasi dokumen yang putih.
Kemudian ada smart detector ini kalau ada asap atau ada orang merokok ini
akan bunyi nanti kalau misalnya ada bunyi yang diruangan itu melapor ke
bagian sistem atau melapor ke security. Dibagian lab seperti ini penggunaan
APD nya ada handscoon, masker, jas lab, sepatu supaya tidak terpapar dengan
cairan-cairan pasien beda lagi dengan di ruangan radiologi diruangan itu
menggunakan apround untuk melindungi petugas dari paparan radiasi. Dan
semua alat itu dilakukan pengecekan secara berkala setiap bulan karena itu
juga sangat penting dalam K3. Jika tidak diperiksa alat-alatnya berisiko ke
petugasnya makanya itu ada manajemen risiko nah salah satunya pengecekan
alat”.
-
Pembinaan dan pengawasan di RS Toto Kabila berupa controling hal ini di
buktikan dengan pernyataan dari pemegang program K3 di RS.Toto Kabila
yaitu “Pemeriksakan petugas/staf rumah sakit setiap 6 bulan sekali melakukan
pemeriksaan kesehatan”
-
Sistem Manajemen di Rs Toto Kabila sudah di terapkan system manajemen
yaitu manajemen resiko di buktikan dengan pernyataan pemegang program
K3 di RS.Toto Kabila yaitu “manajemen resiko di manajemen resiko itu
semua disitu lengkap mulai dari manajemen risiko tentang alat kesehatannya,
manajemen resiko mengenai keamanan dan keselamatan sampai pada
pengelolaan limbah”.
2. Dilihat dari pengendalian Resiko K3
-
Alat Pelindung Diri di RS Toto Kabila telah di terapkan penggunaan APD
seperti Handscoon, Apron dll di setiap tindakan yang di lakukan, hal ini
terlihat saat kelompok melakukan observasi di RS.Toto Kabila.
-
Subtusi di Rs.Toto Kabila telah di terapkan hal ini di buktikan dengan
pernyataan dari pemegang program K3 di RS.Toto Kabila yaitu “Dan semua
alat itu dilakukan pengecekan secara berkala setiap bulan karena itu juga
sangat penting dalam K3. Jika tidak diperiksa alat-alatnya berisiko ke
petugasnya makanya itu ada manajemen risiko nah salah satunya pengecekan
alat”.
-
Administrasi di RS Toto Kabila telah di terapkan berupa poster poster, dan
tanda-tanda bahaya hal ini terlihat saat kelompok melakukan observasi di
RS.Toto Kabila.
3. Dilihat dari Api dan Kebakaran
-
Metode pemadaman api di Rs.Toto Kabila saat di lakukan observasi di
setiap ruangan terdapat APAR (Alat Pemadam Api Ringan) hal ini juga
sejalan dengan penjelasan pemegang program K3 di RS.Toto Kabila yaitu
“penempatan appar disetiap area rumah sakit dilengkapi dengan petunjuk
penggunaanya tabungnya 3,5 kg tapi sekarang sedang dalam proses pengisian
makanya ditarik, kemudian ada helm keamanan ini identitasnya yang merah
pemadam, yang kuning petugas evakuasi pasien, biru alat kesehatan kemudian
evakuasi dokumen yang putih. Kemudian ada smart detector ini kalau ada
asap atau ada orang merokok ini akan bunyi nanti kalau misalnya ada bunyi
yang diruangan itu melapor ke bagian sistem atau melapor ke security”.
4. Dilihat dari hak dan kewajiban tenaga kerja
Hak dan kewajiaban tenaga kerja di Rs.Toto Kabila sudah di terapkan sesuai
dengan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 12,
 Menulis dan memasang semua syarat keselamatan kerja yang
diwajibkan pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca
menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja
yang dipimpinnya.
 Memasang semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan
semua bahan pembinaan lainnya pada tempat-tempat yang mudah
dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3
di tempat kerja yang dipimpinnya.
 Menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang diwajibkan pada tenaga
kerja yang dipimpin maupun orang lain yang memasuki tempat kerja
disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut pegawai
pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

Hal hal di atas sudah sejalan dengan hasil saat melakukan observasi di
RS.Toto Kabila

5. Dilihat dari Syarat Dasar K3


- Mencegah dan mengurangi kecelekaan kerja telah di terapkan hal ini di
buktikan dengan adanya program K3
- Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran telah di terapkan hal
ini di butikan dengan adanya APAR di setiap ruangan di RS
- Memberi jalur evakuasi keadaan darurat telah di terpakan hal ini di
butukan dengan adanya penunjuk arah jalur evakuasi yang kami temui di
sepanjang kami melakukan observasi.
- Memberi APD pada tenaga kerja telah di terpakan hal ini di buktikan
dengan pernyataan pemegang program K3 Rs dan hasil obsevasi yang kami
lakukan dimana setiap melakukan tindakan pekerja kesehatan menggunaan
APD.
- Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban telah di terapkan hal ini
terlihat dari setiap ruangan di sediakan tempat pembuangan sampah.
- Mencegah tekena aliran listrik berbahaya hal ini sudah di terpakan di
butikan dengan hasil obsevasi yang kami lakukan yaitu untuk adanya logo
“Awas Bahaya Tegangan Listrik” dan alat tegangan listrik tersebut di pagari
agar dengan tujuan agar tidak mudah di jangkau.
6. Dilihat dari mamfaat dari penerapan K3
Dari teori K3 salah satu mamfaat dari K3 adalah menurunkan resiko klinis,
hal ini sejalan dengan mamfaat dari K3 yang di jelaskan oleh pemegang program
K3 di RS.Toto Kabila.
7. Dilihat dari Peran perawat dalam keselamatan pasien
Dalam hal ini peran perawat dalam keselamatan pasien di RS.Toto ini ada 3
yaitu : Bidang kesehatan kerja, yang menagangi alat-alat, dan manajemen resiko.
Hal ini di buktikan dengan penjelasan program K3 di RS.Toto Kabila yaitu “ Saya
disinikan sebagai ketua tim K3, dibawah itu kan ada 3 sub bidang. Ada bidang
kesehatan keselamatan kerja itu seperti misalnya dia memeriksakan petugas/staf
rumah sakit setiap 6 bulan sekali melakukan pemeriksaan kesehatan yang penting
itu memang area-area yang berisiko misalnya kayak di lab karna memang rawan
disitu, kemudian diradiologi, kemudian di gizi yang mengolah makanan itu
diperiksa kesehatannya kalau misalnya ada yang batuk-batuk diperiksa
pemeriksaan rontgen ternyata ada TB-paru itu harus ditindaki karena jika tidak
ditindaki justru dia menularkan penyakit. Kemudian yang ke dua itu mengenai
masalah alat seperti apar ini, kemudian yang ketiga manajemen resiko di
manajemen resiko itu semua disitu lengkap mulai dari manajemen risiko tentang
alat kesehatannya, manajemen resiko mengenai keamanan dan keselamatan
sampaipada pengelolaan limbah”.
DOKUMENTASI DAN HASIL OBSERVASI

1. LOGO AWAS BAHAYA TEGANGAN LISTRIK


Simbol yang menunjukkan adanya aliran listrik tegangan tinggi.Agar berhati-
hati terhadap sengatan listrik.

Dari hasil observasi yang kami dapatkan saat turun langsung di Rumah
Sakit Toto Kabila, dimana gambar diatas termasuk salah satu bentuk dari K3
di RS tersebut. Alat tegangan listrik tersebut dilindungi oleh pagar seperti
yang terlihat pada gambar diatas. Alat tegangan listrik itu dilindungi oleh
pagar dengan tujuan agar masyarakat atau keluarga pasien terutama anak-anak
yang ada di RS tersebut tidak mudah menjangkau alat berbahaya itu. Selain
dilindungi oleh pagar, diberi juga Logo yang bertuliskan “AWAS BAHAYA
TEGANGAN LISTRIK” dengan tujuan untuk agar supaya masyarakat bisa
membaca dan mengetahui bahwa area tersebut berbahaya dan memiliki
tegangan listrik yang sangat tinggi.
2. GUDANG OKSIGEN
Gudang oksigen adalah tempat penyimpanan tabung oksigen.

Dari hasil observasi yang kami temui, di RS ini juga mempunyai


ruangan khusus untuk penyimpanan tabung oksigen, dimana ini juga termasuk
salah satu bentuk K3 di RS ini. Ruangan dari tempat penyimpanan oksigen ini
terletak ditempat yang sangat strategis. Karena ruangan ini dekat dengan
ruangan ICU dimana banyak pasien yang membutuhkan oksigen dan petugas
lebih mudah menjangkau ruangan tersebut apabila ada pasien yang sudah
sangat membutuhkan oksigen. Sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan
kerja pada petugas.
3. JALUR EVAKUASI
Jalur Evakuasi adalah jalur khusus yang menghubungkan semua area ke area
yang aman (Titik Kumpul).

Dari hasil observasi yang kami dapatkan, disetiap jalur RS terdapat


rambu Jalur Evakuasi yang akan menghubungkan jalur atau area tersebut ke
titik kumpul. Jalur evakuasi ini sangat penting untuk semua orang yang ada di
gedung tersebut agar supaya masyarakat lebih mudah menyelamatkan diri
pada saat terjadi kondisi yang sangat darurat seperti bencana alam, kebakaran
dll. Rambu jalur evakuasi ini juga terletak di tempat yang bisa dibaca dan
dapat dilihat oleh masyarakat atau petugas yang ada di RS tersebut. Ini juga
termasuk dalam penerapan K3 di RS tersebut.

4. APAR
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher adalah alat yang
digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Alat
Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya berbentuk tabung yang di
isikan dengan bahan pemadam api yang bertekanan tinggi.
Dari hasil observasi yang kami didapatkan di RS tersebut penempatan
APAR disetiap area RS dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. Tabung
APAR tersebut berukuran 3,5 kg. APAR ini terletak ditempat yang dapat
dilihat dan mudah dijangkau oleh orang-orang. APAR ini juga termasuk
dalam K3 yang ada di RS yang bertujuan untuk memadamkan api sebagai
pengganti air untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran.

5. HELM KESELAMATAN
 Helm warna merah bertugas sebagai pemadam api
 Helm warna biru bertugas mengevakuasi pasien
 Helm warna putih bertugas mengamankan dokumen-dokumen
 Helm warna kuning bertugas mengamankan alat alat medis

Dari hasil observasi yang kami dapatkan di RS tersebut penempatan


helm safety berada pada setiap ruangan dan terletak di samping APAR. Dan
mudah dijangkau oleh petugas yang melakukan tindakan emergency seperti
memadamkan api, mengevakuasi pasien, mengamankan dokumen-dokumen.
Selain itu juga helm safety ini sebagai pelindung diri bagi petugas.
6. RUANG APD
Ruang APD adalah tempat penyimpanan alat pelindung diri.

Dari hasil observasi yang didapatkan, bahwa ruangan APD yang


berada di ruangan radiologi yang berfungsi untuk menyimpan peralatan yang
akan digunakan pada saat akan melakukan tindakan. Di ruangan ini semua
APD tersedia lengkap.

7. DILARANG MEROKOK
Sign dengan tulisan “Dilarang Merokok atau menyalakan api” dan
pictogram berupa rokok dalam lingkaran merah dengan garis diagonal ini
merupakan tanda larangan merokok. Digunakan sebagai peringatan bahwa di
area tertentu, terutama di tempat yang terdapat bahan-bahan mudah terbakar,
merokok dilarang karena dapat menimbulkan kebakaran. Sign ini harus
ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan tidak mengganggu keindahan
tempat.

Dari hasil observasi yang didapatkan, bahwa disetiap ruangan di RS


ini terdapat logo dan tulisan “DILARANG MEROKOK”. Agar supaya
masyarakat maupun petugas di RS bisa tau bahwa di tempat tersebut dilarang
untuk menyalakan api atau merokok. Dengan tujuan pasien tidak terpapar
dengan asap rokok yang dihasilkan dari rokok.

8. DETEKTOR ASAP ROKOK


Detektor Asap Rokok. Fungsi dari detector asap rokok adalah untuk
menjangkau dan mendeteksi asap rokok jika terdapat pengguna rokok pada
daerah yang dilarang untuk merokok. Detektor ini sangat efektif karena dapat
mendeteksi rokok baik itu dalam jumah banyak atau sedikit dan meskipun
memiliki jarak jauh sekalipun.

Dari hasil observasi yang didapatkan bahwa detektor asap rokok


terletak disetiap lorong dan ruangan RS tepatnya terletak di bagian dinding
ataupun plavon RS. Tujuan dari detektor ini agar dapat mengetahui dan dapat
mendeteksi jika adanya asap dan alat tersebut akan berbunyi. Maka petugas
akan lebih mudah untuk mengevakuasi pasien-pasien ke tempat yang lebih
aman.

9. APRON
Apron proteksi tubuh yang digunakan untuk pemeriksaan radiografi atau
fluoroskopi

Untuk APRON disini kami hanya mengobservasi APRON yang


khusus dipakai diruangan Radiologi. Dimana APRON disini berfungsi
sebagai alat pelindung diri dari bahaya radiasi dari alat-alat yang digunakan
diruangan tersebut.
10. LOGO BAHAYA RADIASI
Rambu ini adalah rambu yang memberikan peringatan yang perludi
perhatikan kepada siapa saja yang ada di lingkungan itu karena dapat
mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan.

Logo ini kami temukan diruangan Radiologi dimana tempat ini


merupakan tempat yang bahaya radiasinya sangat tinggi. Logo ini dipajang
agar orang-orang yang masuk kedalam ruangan tersebut bisa mengetahui
bahwa sinar radiasi tersebut sangat berbahaya dan bahkan jika terkena dengan
radiasi tersebut akan berakibat fatal. Ini salah satu bentuk K3 di RS ini demi
keselamatan pasien, keluarga maupun petugas yang ada diruangan tersebut.

11. RUANGAN RADIOLOGI


Ruangan radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medis yang
memberikan layanan pemeriksaan radiologi dengan hasil pemeriksaan berupa
fota atau gambar untuk membantu dokter merawat pasien dalam penegakan
diagnosis.
Dari hasil observasi yang kami dapatkan di RS tersebut bahwa
diruangan ini merupakan salah satu ruangan yang kami kunjungi untuk
melihat apa saja yang berada diruangan tersebut dan yang kami temukan
adalah alat-alat pelindung diri seperti apron, dan sebagaimana.

12. RUANG LABORATORIUM


Pelayanan laboratorium merupakan salah satu penunjang medis di RS dengan
peranan sebagai penunjang diagnosis, memonitor penyakit dan pengobatan.

Dari hasil observasi yang kami dapatkan di RS tersebut bahwa


dibagian lab seperti ini penggunaan APD nya sangat penting seperti
handscoon, masker, jas lab, sepatu, dll. Semua alat ini digunakan agar tidak
terpapar dengan cairan-cairan pasien, yang dapat membahayakan sang petugas
lab. Di ruangan ini juga terdapat alat-alat yang wajib dilakukan pemeriksaan 3
bulan sekali ini bertujuan agar supaya petugas lab bisa mengetahui alat ini
bisa berfungsi bagi pasien dan tidak membahayakan pasien.
13. INSTALASI GIZI
Instalasi gizi merupakan wadah yang mengelola kegiatan pelayanan gizi di
RS.

Dari hasil observasi yang kami dapatkan di RS tersebut bahwa ini


merupakan salah satu ruangan yang kami kunjungi ruangan ini tidak bisa
dimasuki oleh siapapun kecuali petugas, petugas masuk diruangan ini harus
dalam keadaan steril. Didalam ruangan tersebut terdapat beberapa masakan
yang sementara dimasak untuk diberikan kepada pasien disetiap ruangan.
14. DENAH RUMAH SAKIT
Dari hasil observasi yang kami dapatkan di RS tersebut bahwa denah
rumah sakit ini terpajang dibeberapa bagian diluar ruangan rumah sakit tujuan
agar supaya membantu orang-orang yang berkunjung di RS mudah untuk
mencari tempat atau ruangan yang akan dia tuju.

15. DENAH RUANG LABORATORIUM


Dari hasi observasi yang kami dapatkan di RS tersebut bahwa denah
tersebut terletak didepan ruang laboratorium dimana denah tersebut dapat
memudahkan petugas maupun orang-orang yang berada dilaboratorium untuk
pergi ketempat yang akan mereka tuju.
FOTO BERSAMA PENANGGUNGJAWAB K3 DI RS TOTO KABILA

FOTO BERSAMA NS. RAHMAD YUSUF, M.KEP

Anda mungkin juga menyukai