Anda di halaman 1dari 199

LAPORAN ALAPORAN AKTUALISASI

.Ketidaklengkapan pengisian resume medis di

Rumah Sakit Griya Waluya Ponorogo dipengaruh dari


beberapa faktor yaitu
belum dipergunakan sebaik
mungkin
stndar operasional prosedur
evaluasi
pengisian rekam medis yang sudah ada di Rumah Sakit
Griya Waluya Ponorogo, dan belum adanya
standar
operasional prosedur
yang mengatur tentang evaluasi
kelengkapan pengisian resume medis, selain itu masih
banyak sekali dokumen rekam medis yang belum
lengkap ditumpuk dibagian
assembling
yang
mengakibatkan penumpukan berkas rekam medis dan
menghambat pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Adapun dampak yang terjadi akibat ketidaklengkapan
resume medis antara lain terhambatnya pengklaiman
BPJS, pelayanan pasien menjadi terhambat dan
pelayanan selanjutnya yang diberikan kepada pasien
mengenai riwayat penyakit pasien menjadi tidak
berkesinambungan karena kurangnya informasi.
Kinerja petugas dibagian
assembling
dapat
ditingkatkan dengan memenuhi aturan, tugas dan
tangung jawab sesuai dengan
Standar Operasional
Prosedur
(SOP)
yang talah ditetapkan, diadakanya
pelatihan yang diberikan pada pihak rumah sakit
kepada dokter agar dapat bekerja sesuai dengan tugas
dan tanggung jawabnya, selain itu diadakan evaluasi
utin terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan
dan diharapkan dapat memberikan dorongan, motivasi
dan meningkatkan produktifitas yang baik untuk
mencapai suatu tujuan.
Berdasarkan Peraturan menteri kesehatan
No. 269/MENKES/PER/III/2008 pada pasal 4
menyebutkan bahwa ringkasan pulang harus dibuat
oleh dokter dan dokter gigi yang melakukan perawatan
pasien. Resume medis mencerminkan ringkasan segala
informasi yang penting, menyangkut pasien dan bisa
dijadikan sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang
lebih lanjut oleh karena itu resume medis harus segera
dibuat ketika pasien diijinkan pulang dari rumah sakit
.
Resume medis ini harus singkat dan hanya
menjelaskan informasi penting tentang penyakit,
pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan dan
pengobatannya. Resume medis harus diisi lengkap
karena dengan lengkapnya resume medis maka akan
menjadikan mutu rekam medis yang baik. Menurut
Hatta (2008), didalam resume medis antara lain jenis
perawatan yang diterima pasien, keadaan pasien saat
mendapatkan perawatan, dan keadaan saat pulang dan
tindak lanjut pengobatan setelah pulang. kelengkapan
resume medis merupakan hal yang perlu diperhatikan,
karena resume medis berperan penting dalam
Hatta (2008), didalam resume medis antara lain jenis
perawatan yang diterima pasien, keadaan pasien saat
mendapatkan perawatan, dan keadaan saat pulang dan
tindak lanjut pengobatan setelah pulang. kelengkapan
resume medis merupakan hal yang perlu diperhatikan,
karena resume medis berperan penting dalam
menjamin keberlangsungan pelayanan medis dan
merupakan syarat utama dalam pengajuan klaim di
rumah sakit, puskesmas dan semua penyedia
pelayanan kesehatan (PPK) ke badan penyelenggara
jaminan kesehatan (BPJS), selain lengkap resume
medis harus tepat waktu agar proses klaim berjalan
dengan lancar. Apabila resume medis tidak lengkap
dapat menyebabkan penolakan oleh verifikator BPJS
3
sehingga berkas klaim harus dikembalikan kepada
rumah sakit agar segera dilengkapi.
Dengan demikian proses pengajuan klaim ke
BPJS menjadi terhambat dan proses klaim tidak dapat
berjalan lancar. Hal ini akan berdampak pada
keterlambatan pencairan dana dari BPJS yang dapat
mempengaruhi
cash flow
rumah sakit sehingga
menghambat operasional rumah sakit seperti
keterlambatan pembayaran jasa atas pelayanan yang
diberikan, pembelian sarana dan prasaran yang
menunjang pelayanan di rumah sakit.
Karyoto (2016) menyatakan bahwa, sumber
daya adalah bahan atau alat yang dapat digunakan
untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa unsur-unsur
sumber daya, organisasi tidak dapat menyelesaikan
kegiantannya unsur yang terdapat dalam sumber daya
antara lain
man
(manusia),
monay
(keuangan),
matherial
(bahan baku)
, method
(metode),
mahine
(mesin), dari kelima unsur tersebut dapat diketahui
faktor penyebab ketidaklengkapan resume medis

Undang-Undang No. 44 Tahun 2009

XIV. REKAM MEDIK


1. Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan

Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah


selesai pelayanan
Judul

Kesinambungan pelayanan dan keselamatan


Dimensi mutu

Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam kelengkapan


informasi rekam medik.
Tujuan

Rekam medik yang lengkap adalah, rekam medik yang telah


diisi lengkap oleh dokter dalam waktu < 24 jam setelah
selesai pelayanan rawat jalan atau setelah pasien rawat
Definisi
inap diputuskan untuk pulang, yang meliputi identitas
operasional
pasien, anamnesis, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan,
tindak lanjut dan resume
Frekuensi 1 bulan
pengumpulan
data
3 bulan
Periode analisis

Jumlah rekam medik yang disurvey dalam 1 bulan yang


diisi lengkap
Numerator

Jumlah rekam medik yang disurvey dalam 1 bulan.


Denominator

Survey
Sumber data

100%
Standar

Penanggung
Kepala instalasi rekam medik/wadir pelayanan medik.
jawab

Depkes Ri. 2006. Pedoman Penyelenggaraan Dan Prosedur Rekam


Medis Rumah Sakit Indonesia. Jakarta: Depkes RI
Hatta, R. Gemala. 2008. Pedoman Manajemen
Informasi Kesehatan Sarana Pelayanan
Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.
Karyoto. 2016. Dasar-Dasar Manajemen Teori Definisi
Dan Konsep. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 129 Tahun 2008
tentang standar pelayanan minimal rumah
sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.340/Menkes/Per/III/2010 Tentang Rumah
Sakit
Nurhaidah. Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan
Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Di
Rumah Sakit. Online Published First, Vol 29,
No. 258-
264
Peraturan Menteri Kesehatan No:269/III/Menkes/2008
Tentang Rekam Medis Dan Informasi
Kesehatan.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 24 tahun 2016 tentang teknis dan
pe
mbangunan prasarana rumah sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 512/MENKES/PER/IV/2007 Tentang
izin praktek kedokteran.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 340/MENKES/Per/III/2010 Tentang
Klasifikasi Rumah Sakit
Undang

Undang Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016
Tentang Teknis Dan Pembangunan
Prasarana Rumah

BAB II
GAMBARAN UMUM AKTUALISASI

2.1 LandasanTeoriNilai-NilaiDasarProfesiASN

Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam


menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat
meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen
Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. Penjelasan
dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

2.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-
nilai publik antara lain:

1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik

kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan


pribadi.

2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan


mencegah

keterlibatan PNS dalam politik praktis.

3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam


penyelenggaraan

pemerintahan dan pelayanan publik.

4. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan


sebagai

penyelenggara pemerintah.

Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Menurut LAN RI (2015:8),


aspek-

aspek tersebut terdiri dari:

a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan


b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan d. Akuntabilitas memerlukan
konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Berdasarkan aspek-aspek tersebut seorang PNS harus memiliki tanggung


jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bovens (dalam LAN RI, 2015:10)
menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

a. untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);


b. untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional); c. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran
belajar).

Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas


vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal
accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas vertikal
membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada
publik. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban
kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat
pemerintah untuk melaporkan “ke samping” kepada para pejabat lainnya dan
lembaga negara.

Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan
sebagai berikut.

1. Akuntabilitas personal
2. Akuntabilitas individu
3. Akuntabilitas kelompok 4. Akuntabilitas organisasi 5. Akuntabilitas
stakeholder

Akuntabilitas memiliki empat dimensi agar memenuhi terwujudnya sektor


publik yang akuntabel, diantaranya sebagai berikut.
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and
legality);
b. Akuntabilitas proses (process accountability);
c. Akuntabilitas program (program accountability);
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).

Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang PNS mengambil


langkah-langkah sebagai berikut.

1. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias.


2. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
3. Akuntabel dan transparan.
4. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
5. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai dengan

organisasinya.

6. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik


kepentingan.

Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel


antara lain :

1. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya


komitmen

yang tinggi dalam melakukan pekerjaan);

2. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan


kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);

3. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang, kontrak,


kebajikan, dan

peraturan yang berlaku);

4. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas


perseorangan dan

responsibilitas institusi);

5. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan

kredibilitas organisasi);

6. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal – hal yang


dapat

dipercaya);

7. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,


serta

harapan dan kapasitas);

8. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan


9. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas

merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2.1.2 Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan


bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan
pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan
sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis
nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila.

Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah
menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat
dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam
menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang
melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi
landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus


dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
a. Berwawasan kebangsaan yang kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublikan yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

2.1.3 Etika Publik

Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi


tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik
dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN, 2015: 6).
Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk
memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di
dalam pelayanan publik (Haryatmoko dalam LAN, 2015: 7).

Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip
dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis (LAN, 2015:9). Kode etik profesi
dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus
dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan
dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni
sebagai berikut:

1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan


berintegritas tinggi
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang

berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan


perundang-

undangan dan etika pemerintahan

6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara


NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA DI DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN JEMBRANA

NAMA : NI LUH PUTU SUARDIYANTI, S.Pd.


NIP : 19901022 201503 2 006
NDH : 23
INSTANSI : DINAS PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA

PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

DIKLAT PRAJABATAN CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XIII BADAN


PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BALI 2016

LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR


LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL
NEGARA

Nama NIP/NDH Instansi Jabatan Judul

: Ni Luh Putu Suardiyanti, S.Pd.


: 19901022 201503 2 006 / 23
: Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan
: Staf Sub-Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
: Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara

di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan


Kabupaten Jembrana

Telah diperiksa dan disempurnakan berdasarkan masukan dan saran oleh


mentor dan coach untuk diseminarkan di Badan Pendidikan dan Pelatihan
Provinsi Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2016.

Pembimbing/Coach,

A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si.

NIP. 19680107 198809 2 001


Denpasar, Maret 2016 Mentor,

I Gede Ketut Suharsana, S.Sos.

NIP. 19700220 199403 1 005

ii

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL
NEGARA

Nama : NIP : Instansi :

Jabatan : Judul :

Ni Luh Putu Suardiyanti, S.Pd.


19901022 201503 2 006
Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan
Staf Sub-Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara di Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Jembrana

Telah mengikuti seminar Laporan Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi


Aparatur Sipil Negara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali yang
dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2016.

Pembimbing/Coach,

A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si. NIP. 19680107 198809 2 001

Denpasar, Maret 2016 Penguji,

Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd. NIP. 19551231 197903 1 125

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali

Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. NIP. 19591231 198703 1 160

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa
karena berkat rahmat-Nya “Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi
Aparatur Sipil Negara di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Jembrana” ini dapat diselesaikan sesuai rencana.
Laporan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian prosedur pendidikan dan
pelatihan prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil golongan III. Keberhasilan
penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha dan bantuan
berbagai pihak. Untuk itu dengan segala ketulusan hati diucapkan
terimakasih kepada yang terhormat.

1. Bapak Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. sebagai Kepala Badan
Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali yang telah memberi dukungan
dalam pengaktualisasian nilai – nilai dasar Profesi Aparatur Sipil
Negara;
2. Ibu A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si. sebagai pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan memotivasi agar kegiatan yang
diaktualisasikan senantiasa berjalan dengan baik.
3. Bapak Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd. sebagai penguji yang telah
memberikan saran dan dukungan terkait aktualisasi.
4. Bapak I Gede Ketut Suharsana, S.Sos. selaku Kasubbag Perencanaan
Evaluasi dan Pelaporan yang memberikan kesempatan untuk
mengaktualisasikan nilai – nilai dasar Profesi Aparatur Sipil Negara
dan memberikan masukan tentang proses pelaksanaannya di
lapangan.
5. Panitia Diklat Prajabatan golongan III provinsi Bali tahun 2016 yang
telah banyak memberikan bantuan dalam penyelesaian laporan ini.
6. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta diklat prajabatan
golongan III Kabupaten Jembrana.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu

dibutuhkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan


ini.

Denpasar, Maret 2016 Penulis

iv

DAFTAR ISI

Halaman Judul
................................................................................................ i Lembar
Persetujuan ........................................................................................ ii
Lembar Pengesahan
........................................................................................ iii Kata Pengantar
................................................................................................ iv Daftar Isi
......................................................................................................... v
Daftar Tabel
.................................................................................................... vi Daftar
Gambar ................................................................................................ vii
Daftar Lampiran
.............................................................................................. ix BAB I
PENDAHULUAN

1. 1.1 Latar Belakang ............................................................................


1
2. 1.2 Tujuan Aktualisasi ......................................................................
2
3. 1.3 Lokus Aktualisasi.........................................................................
2

BAB II GAMBARAN UMUM AKTUALISASI

1. 2.1 Teori Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara................ 3


2. 2.2 Profil Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan

Kebudayaan.................................................................................. 12

3. 2.3 Gambaran Umum Tugas Jabatan Peserta Diklat..........................


15

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

1. 3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil


Negara ......................................................................................... 16
2. 3.2 Jadwal Aktualisasi .......................................................................
32

BAB IV HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

1. 4.1 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ................................................


34
2. 4.2 Pembahasan Kegiatan Aktualisasi ..............................................
36

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ................................................................................. 55 5.2


Saran ............................................................................................ 55

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Halaman

DAFTAR TABEL

No. Judul Tabel Halaman


3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi ASN ..........................
26 3.2 Jadwal Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi
ASN.................................. 32 4.1 Daftar Capaian Pelaksanaan Aktualisasi
.................................................. 34

vi

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Tabel Halaman

2.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata
dan Kebudayaan .......................................................................................
14

1. 4.1 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-bidang


untuk
isian rencana kerja dinas
.......................................................................... 37
2. 4.2 Rencana Kerja SKPD yang telah dibuat
.................................................. 37
3. 4.3 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-bidang
untuk
isian indikator kinerja umum dinas
.......................................................... 39
4. 4.4 Indikator Kinerja Umum SKPD yang telah dibuat
.................................. 40
5. 4.5 Rapat pembahasan rancangan cascading dinas bersama kepala-
kepala
bidang dan Kabag Ortal Setda
................................................................. 41
6. 4.6 Proses penginputan dan revisi cascading
................................................. 42
7. 4.7 Print out cascading yang telah tersusun
................................................... 42
8. 4.8 Proses penginputan data dalam pembuatan rangkuman data
pendidikan
sebagai pendukung penyusunan profil pendidikan
.................................. 43
9. 4.9 Rangkuman data pendidikan dan buku profil pendidikan
....................... 44

4.10Proses pendampingan pengisian data dapodik yang dilakukan oleh salah


satu Operator Dapodik Sekolah ............................................................... 45

4.11Mendampingan salah satu operator sekolah dalam memperbaharui versi


Dapodik ....................................................................................................
46 4.12Membantu salah satu operator yang kesulitan sinkronisasi data
............. 46

4.13Proses pengumpulan, pemilihan dan merekap laporan monev masing-


Masing PPTK untuk digabungkan menjadi laporan monev dinas ........... 47

vii

4.14Laporan monev dinas yang diserahkan ke Inspektorat ............................


48 4.15Menerima lapor bulan dari SMP dan SMA/SMK
................................... 49 4.16Proses memilah lapor bulan sesuai jenjang
pendidikandan menginput

data menjadi suatu rekap bulanan ............................................................


50 4.17Dokumen rekap lapor bulan yang telah dibuat
........................................ 50 4.18Mencatat surat masuk dan surat keluar
secara manual dalam buku register

serta menginput data persuratan ke aplikasi pengelolaan arsip ............... 51


4.19Buku register surat, bendel surat masuk dan surat keluar
........................ 52 4.20Memasukkan arsip surat ke dalam lemari arsip
....................................... 52 4.21Mengarsipkan dokumen sesuai dengan
jenis dokumen dan tanggal

penerbitannya ...........................................................................................
53 4.22Rak arsip dengan dokumen yang terpilah dan tertata di dalamnya
......... 54 4.23Sistem pengarsipan elektronik menggunakan software arsip
.................. 54

viii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 1 (Rencana Kerja SKPD)


2. Lampiran 2 (Indikator Kinerja Umum)
3. Lampiran 3 (Cascading Dinas)
4. Lampiran 4 (Rangkuman Data Pendidikan)
5. Lampiran 5 (Laporan Monev Dinas)
6. Lampiran 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)
7. Lampiran 7 (Buku Register Surat)
8. Lampiran 8 (Form Bimbingan Aktualisasi)
9. Lampiran 9 (Rancangan Aktualisasi)

ix

1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan
bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintah. Selanjutnya yang dimaksud dengan
Pegawai Negeri Sipil
(PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian (PPK) untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sebagai
Aparatur Sipil Negara, PNS mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; memberikan pelayanan publik
yang profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keberadaan ASN diharapkan dapat mewujudkan cita-cita besar bangsa


Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diantaranya yaitu
membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap
Bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat
yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang
profesional sebagaimana tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan.

Diklat prajabatan pola baru dilaksanakan dengan sistem internalisasi nilai-


nilai
dasar profesi ASN yang diakronimkan sebagai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) kemudian
dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut laporan aktualisasi nilai
dasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi pada
instansi tempat bekerja. Aktualisasi nilai dasar merupakan suatu proses
untuk membuat kelima nilai dasar (ANEKA) menjadi aktual atau nyata
terjadi serta sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di unit kerja,
dalam hal ini yaitu Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP),
Dinas Pendidikan

Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan. Aktualisasi tersebut


disesuaikan dengan nilai dasar ANEKA, tugas pokok dan fungsi, serta visi
misi dalam organisasi.

1.2 Tujuan Aktualisasi


Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN
yang penulis laksanakan ini antara lain sebagai berikut.

1. 1.2.1 Penulis dapat memahami dan memaknai nilai-nilai dasar profesi


yang meliputi

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti


Korupsi

(ANEKA) yang akan dituangkan dalam kegiatan aktualisasi.

2. 1.2.2 Penulis dapat mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA dan


memberikan

kontribusi kepada organisasi melalui kegiatan aktualisasi ini.

1.3 Lokus Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan pada Dinas Pendidikan Pemuda


Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang
beralamat di Jalan Surapati No. 1 Negara, sebagai instansi tempat peserta
diklat ditugaskan. Secara lebih khusus, lokus kegiatan aktualisasi ini adalah
pada Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP) Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan yang
dilaksanakan mulai tanggal 7 Maret 2016 sampai dengan 26 Maret 2016.

BAB II
GAMBARAN UMUM AKTUALISASI

2.1 LandasanTeoriNilai-NilaiDasarProfesiASN

Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam


menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat
meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen
Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. Penjelasan
dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

2.1.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau


institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-
nilai publik antara lain:

5. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan
pribadi.

6. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan


mencegah

keterlibatan PNS dalam politik praktis.

7. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam


penyelenggaraan

pemerintahan dan pelayanan publik.

8. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan


sebagai

penyelenggara pemerintah.

Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Menurut LAN RI (2015:8),


aspek-

aspek tersebut terdiri dari:

a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan


b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan d. Akuntabilitas memerlukan
konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Berdasarkan aspek-aspek tersebut seorang PNS harus memiliki tanggung


jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bovens (dalam LAN RI, 2015:10)
menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

a. untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);


b. untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional); c. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran
belajar).

Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas


vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal
accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas vertikal
membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada
publik. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban
kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat
pemerintah untuk melaporkan “ke samping” kepada para pejabat lainnya dan
lembaga negara.
Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan
sebagai berikut.

1. Akuntabilitas personal
2. Akuntabilitas individu
3. Akuntabilitas kelompok 4. Akuntabilitas organisasi 5. Akuntabilitas
stakeholder

Akuntabilitas memiliki empat dimensi agar memenuhi terwujudnya sektor


publik yang akuntabel, diantaranya sebagai berikut.
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and
legality);
b. Akuntabilitas proses (process accountability);
c. Akuntabilitas program (program accountability);
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).

Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang PNS mengambil


langkah-langkah sebagai berikut.

7. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias.


8. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
9. Akuntabel dan transparan.
10. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
11. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai
dengan

organisasinya.

12. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi


konflik kepentingan.

Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel


antara lain :

10. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya


komitmen

yang tinggi dalam melakukan pekerjaan);

11. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama,


meningkatkan

kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);

12. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang,


kontrak, kebajikan, dan
peraturan yang berlaku);

13. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas


perseorangan dan

responsibilitas institusi);

14. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan

kredibilitas organisasi);

15. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal – hal


yang dapat

dipercaya);

16. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan


kewenangan, serta

harapan dan kapasitas);

17. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan


18. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas

merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2.1.2 Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan


bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan
pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan
sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis
nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila.

Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah
menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat
dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam
menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang
melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi
landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

5
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus
dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
a. Berwawasan kebangsaan yang kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublikan yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

2.1.3 Etika Publik

Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi


tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik
dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN, 2015: 6).
Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk
memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di
dalam pelayanan publik (Haryatmoko dalam LAN, 2015: 7).

Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip
dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis (LAN, 2015:9). Kode etik profesi
dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus
dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan
dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni
sebagai berikut:

7. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan


berintegritas tinggi
8. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
9. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
10. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku
11. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
pejabat yang

berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan


perundang-

undangan dan etika pemerintahan

12. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara

7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung


jawab, efektif, dan efisien
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain

yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan

10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,


kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri

sendiri atau untuk orang lain

11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi
dan integritas

ASN

12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan


mengenai disiplin

pegawai ASN.
Selanjutnya, perlu diketahui tentang nilai-nilai dasar etika publik

sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN sebagai berikut:

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila;


2. Setia dan mempertahankan Undang-undang dasar Negara Kesatuan
Republik

Indonesia 1945;

3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak;


4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah;
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat,

berdaya guna, berhasil guna, dan santun;

10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;


11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai;
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai

perangkat sistem karir.


Dimensi etika publik terdiri dari: 1) dimensi tujuan pelayanan publik
yang

bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan relevan; 2)


dimensi modalitas yang terdiri dari akuntabilitas, transparansi, dan
netralitas; serta 3) dimensi

tindakan integritas publik (LAN, 2015:11). Ketiga dimensi tersebut dapat


menjadi dasar untuk menjadi pelayan publik yang beretika. Etika publik
menjadi sebuah refleksi kritis yang mengarahkan nilai-nilai kejujuran,
solidaritas, keadilan, dan kesetaraan yang dipraktikkan dalam wujud
keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional membutuhkan tidak hanya kompetensi


teknis dan leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu
dipahami etika dan kode etik pejabat publik. Tanpa memiliki kompetensi
etika, pejabat cenderung menjadi tidak peka, tidak peduli dan bahkan
seringkali diskriminatif, terutama pada masyarakat kalangan bawah yang
tidak beruntung. Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan
bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-
lain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap
kesejahteraan masyarakat. Dengan diterapkannya kode etik ASN, perilaku
pejabat publik harus berubah dari penguasa menjadi pelayan, dari wewenang
menjadi peranan, dan menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah yang
harus dipertanggung jawabkan bukan hanya di dunia namun juga di akhirat.

Terdapat 6 prinsip etika publik, yaitu:

1. 1) Keindahan (beauty), yakni prinsip yang berkaitan/dapat


menghasikan rasa

senang

2. 2) Persamaan (equality), yakni prinsip yang berkaitan dengan


kesamaan harkat dan

derajat/tidak diskriminatif

3. 3) Kebaikan (goodness), yakni prinsip yang berkaitan dengan cita


rasa/perasaan
4. 4) Keadilan (justice), yakni prinsip yang berkaitan dengan rasa adil
(didasarkan
kebutuhan)

5. 5) Kebebasan (liberty), yakni prinsip yang berkaitan dengan


keleluasaan namun

tidak mengganggu orang lain

6. 6) Kebenaran (truth), yakni prinsip yang didasarkan pada kebenaran


baik secara

ilmiah maupun mutlak


Agar etika publik dapat dihayati, diperlukan kode etik diantara
aparatur sipil

negara. Dengan rumusan kode etik yang baik dan diikuti sebagai pedoman
bertindak dan berperilaku, sehingga para aparatur negara akan melihat
kedudukan mereka sebagai alat bukan sebagai tujuan.

Mengacu pada TAP MPR NO.VI/MPR/2001 ada pokok-pokok etika kehidupan


berbangsa yaitu:

1. Etika sosial dan budaya


2. Etika politik dan pemerintahan
3. Etika ekonomi dan bisnis
4. Etika penegakan hukum yang berkeadilan
5. Etika keilmuan
6. Etika lingkungan.

Adapun aktualisasi etika Aparatur Sipil Negara antara lain:


1. Aktualisasi etika publik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik 2.
Aktualisasi kode etik untuk melawan korupsi
3. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan kinerja organisasi
4. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan integritas publik

2.1.4 Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek
utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada
mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan
berorientasi mutu.
a. Efektif

Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan,


baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas
organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakannya.
Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang dihargai
oleh pelanggan.

b. Efisien

Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan
atau tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana
pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya
sedangkan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan
untuk mencapai tujuan organisasi. Efisiensi organisasi ditentukan oleh
berapa banyak bahan baku, uang, dan manusia yang dibutuhkan untuk
menghasilkan jumlah keluaran tertentu.

Efisensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk

menghasilkan barang dan jasa.

c. Inovasi

Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap

perubahan di pasar, teknologi dan persaingan.

d. Mutu

Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yag diberikan kepada


pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan
melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi
dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

Nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam memberikan layanan prima sekurang-


kurangnya akan mencakup hal-hal berikut.

1. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customer/clients.


2. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar

customer/clients tetap setia.

3. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa


kesalahan,

dan tidak ada pemborosan.

4. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan


pergeseran
tuntutan kebutuhan customer/clients mauun perkembangan
teknologi.

5. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan


masalah dan

pengambilan keputusan.

6. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai


cara, antara

lain pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan


benchmark.

2.1.5 Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti
kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya
perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral,
menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material,
mental dan umum. Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang
dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak
langsung.

10

Ada 7 jenis korupsi menurut Syed Husin Alatas (LAN, 2014:17) yaitu:

1. Korupsi Transaktif yaitu ditandai adanya kesepakatan timbal balik


kedua pihak

yang sama-sama aktif demi keuntungan bersama;

2. Korupsi Ekstroaktif yaitu ditandai adanya tekanan kepada pihak


pemberi untuk

menyuap demi kepentingan keselamatan diri dan koleganya;

3. Korupsi Investif yaitu penawaran barang/jasa yang keuntungannya


diharapkan

dimasa datang;

4. Korupsi Nepotistik yaitu ditandai dengan perlakuan khusus kepada


kerabatnya

dalam suatu kedudukan;


5. Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang di lakukan individu dengan

memanfaatkan kelebihan pemahaman dan pengetahuannya sendiri;

6. Korupsi Suportif yaitu tindakan korupsi untuk melindungi tindak


korupsi

lainnya;

7. Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan untuk


mempertahankan

diri dari pemerasan.

Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok


tindak

pidana korupsi yang terdiri dari: (1) kerugian keuangan negara; (2) suap-
menyuap; (3) pemerasan; (4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam
jabatan; (6) benturan kepentingan dalam pengadaan; dan (7) gratifikasi.

Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan salah satu cara untuk
menjauhkan diri kita dari korupsi. Nilai-Nilai dasar anti korupsi adalah
sebagai berikut.
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggungjawab
f. Kerjakeras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil

Korupsi juga disebut sebagai kejahatan yang luar biasa, karena dampaknya
menyebabkan kerusakan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
masyarakat, dan

11

kehidupan yang luas. Menurut LAN RI (2014:8) yang dikutip dari berbagai
sumber, dampak perilaku dan tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut.

1. Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih besar


2. Harga infrastruktur lebih tinggi
3. Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan
dan kemiskinan
4. Korupsi menurunkan investasi dan karenanya menurunkan
pertumbuhan ekonomi
5. Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negatif terhadap arus
investasi asing
6. Negara-
negarayangdianggapmemilikitingkapkorupsiyangrelatifrendahselalu
menarik investasi lebih banyak dari pada negara rentan korupsi

Kesadaran anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual,


dengan

selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan
selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus
dipertanggungjawabkan sehingga dapat menjadi benteng kuat untuk anti
korupsi. Tanggung jawab spiritual yang baik akan menghasilkan niat yang
baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga selalu
memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha untuk mendapatkan
hasil terbaik agar dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

2.2 Profil Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan


2.2.1 Visi dan Misi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan
Kebudayaan

Perumusan Visi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan


Kebudayaan Kabupaten Jembrana mencerminkan apa yang ingin dicapai,
memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat
komponen Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan,
memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen seluruh
jajaran dan mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka Visi Dinas Pendidikan, Pemuda


Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana disusun sebagai
berikut:

“Terwujudnya kualitas layanan prima pendidikan dan kepariwisataan yang


berbudaya, menuju masyarakat Jembrana yang cerdas, trampil, mandiri,
bermutu dan berwawasan serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
Jembrana”

12

Yang dimaksud dengan layanan prima adalah layanan pendidikan yang:

1. tersedianya Layanan Pendidikan dasar dan menengah secara merata


di seluruh

pelosok Kabupaten Jembrana;

2. terjangkaunya Layanan Pendidikan dasar dan menengah oleh seluruh


lapisan
masyarakat;

3. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan bermasyarakat,


dunia usaha,

dan dunia industry;

4. setara bagi warga masyarakat Jembrana dalam memperoleh


pendidikan

berkualitas dengan memperhatikan keragaman latar belakang sosial-


budaya,

ekonomi, geografi, gender, dan sebagainya; serta

5. menjamin kepastian bagi masyarakat Jembrana untuk dapat


mengenyam

pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat,


dunia usaha, dan dunia industri.

MISI

Untuk mewujudkan Visi Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata


Kabupaten Jembrana, maka ditetapkan 8 (delapan) Misi sebagai berikut.

1. Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan


2. Memperluas Keterjangkauan Layanan Pendidikan
3. Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevan Layanan Pendidikan
4. Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan
5. Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan
6. Pengembangan Kebudayaan Daerah dan Nasional
7. Mewujudkan Sarana prasarana Pariwisata yang memadai serta
melestarikan

obyek dan daya tarik wisata

8. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk pengembangan


kepariwisataan

2.2.2 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata


dan Kebudayaan

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Dikporaparbud, maka


disusun struktur organisasi dan mekanisme kerja sebagaimana bagan
berikut ini.

13
STRUKTUR ORGANISASI DINAS DIKPORAPARBUD BERDASARKAN PERDA
NO. 15 TAHUN 2011

Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata dan Kebudayaan

14
2.3 Gambaran Umum Tugas Jabatan Peserta Diklat

Peserta Diklat ditempatkan dibagian Sekretariat, sebagai Staf Subag


Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan. Tugas Pokok dan fungsi sebagai Staf
Subag Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan antara lain:
1. mengolah data usulan program Rencana kerja (Renja) Dinas
Dikporaparbud,
2. mengolah data usulan program Rencana Kerja (Renja) Dinas
Dikporaparbud,
3. mengolah data usulan program Penetapan Kinerja Dinas Dikporaparbud,
4. mengolah data usulan program LKPJ dan LPPD Dinas Dikporaparbud,
5. mengolah data usulan program Indikator Kinerja Umum (IKU) Dinas
Dikporaparbud, 6. mengolah data usulan program LKjIP Dinas
Dikporaparbud,
7. mengolah data usulan program RKA dan DPA Dinas Dikporaparbud, serta
8. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

15

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara

Dalam rancangan aktualisasi ini, akan dilaksanakan beberapa kegiatan yang


tertuang dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), beberapa kegiatan dari tugas
tambahan yang diberikan oleh atasan langsung serta kegiatan atas inisiatif
sendiri dengan persetujuan atasan langsung yang masih berkaitan dengan
tugas pokok. Sebagian kegiatan perencanaan lain yang terdapat dalam SKP
tidak dapat dimunculkan selama kegiatan aktualisasi karena telah
terlaksana atau akan dilaksanakan tidak bertepatan dengan jadwal
aktualisasi. Adapun rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan selama
kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut.
3.1.1 Mengolah Data Pendukung Rencana Kerja Dinas Dikporaparbud

Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data usulan


rencana kerja yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai acuan target rencana satu tahun ke depan yang menjadi
sasaran SKPD. Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian
usulan renja yang harus diisi oleh bidang-bidang terkait untuk kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan data Rencana Kerja dinas. Output kegiatan ini adalah terlaksananya
pengolahan data usulan Rencana Kerja dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu, dokumen
hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang
membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap
penyelesaian tugas.

b. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada


menghargai hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing
bidang.

c. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data rencana kerja tersebut.

16

4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data pendukung rencana kerja


dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah
melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga
kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu
dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan

aktualisasi adalah keterlambatan penyerahan data oleh bidang-bidang


terkait. Untuk mengatasi kendala tersebut, akan diberikan batasan waktu
pengumpulan draf isian data bidang dan dilakukan komunikasi berkala
dalam proses pengumpulannya.

3.1.2 Mengolah Data Usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

Dalam kegiatan ini terdapat proses pengumpulan dan pengolahan data


usulan Indikator Kinerja Umum (IKU) dari masing-masing bidang pada dinas
untuk untuk disatukan menjadi IKU dinas yang menjadi sasaran SKPD.
Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian usulan IKU
kepada setiap kepala bidang dan kasubbag di sekretariat. Draf isian tersebut
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil olahan IKU dinas. Output kegiatan ini adalah
terlaksananya pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas. Adapun nilai-
nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai
berikut.

1. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu,
dokumen hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas
yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab
terhadap penyelesaian tugas.

2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada


menghargai hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-
masing bidang.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data usulan program IKU dinas,
orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah
melalui evaluasi serta

17

perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan
tanpa

adanya kesalahan.
e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah

disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan tugas


yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan


aktualisasi adalah keterlambatan penyerahan data oleh bidang-bidang
terkait. Untuk mengatasi kendala tersebut, akan diberikan batasan waktu
pengumpulan draf isian data bidang dan dilakukan komunikasi berkala
dalam proses pengumpulannya.

3.1.3 Mengolah Data Cascading Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata dan Kebudayaan

Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data


cascading yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai suatu cascading dinas secara utuh. Tahapan kegiatan
ini dimulai dari menyampaikan nota dinas dan draf isian cascading yang
telah diberikan oleh sekretaris dinas agar diisi oleh bidang-bidang terkait
untuk kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil cascading dinas. Output kegiatan ini adalah terlaksananya
pengolahan data cascading dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

1. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu,
adanya dokumen cascading dinas sebagai output juga merupakan
suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud
dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-4 dari Pancasila tampak pada


kegiatan rapat penyusunan cascading yang dilaksanakan di dinas,
dimana dalam rapat ini terlihat adanya musyawarah untuk mencapai
suatu kesepakatan bersama.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan data cascading tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data cascading dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui
evaluasi serta perbaikan

18

yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa
adanya

kesalahan.
e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah

disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan tugas


yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan


aktualisasi adalah keterlambatan pengolahan data cascading karena belum
adanya kesepakatan dalam bidang untuk sasaran dan indikator pencapaian
sasaran, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama dalam
bermusyawarah. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala ini
adalah dengan memberikan batasan waktu pada masing- masing bidang
serta mengundang pihak lain yang terkait dan menguasai tata cara
penyusunan cascading untuk dijadikan narasumber dalam pelaksanaan
rapat penyusunan cascading dinas.

3.1.4 Membuat Rangkuman Data Pendidikan sebagai Pendukung Profil


Pendidikan

Tahapan kegiatan membuat rangkuman data pendidikan yang digunakan


sebagai pendukung profil pendidikan dimulai dari menyampaikan draf isian
data pendukung yang diserahkan kepada bidang-bidang terkait untuk
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya bersama-sama pada subbag PEP
hingga diperoleh hasil akhir berupa dokumen rangkuman data pendidikan
dinas Dikporaparbud. Output kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen
rangkuman data pendidikan dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut. a. Akuntabilitas: nilai
ini tercermin dari adanya integritas pada saat pengolahan
data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu, dokumen
rangkuman data pendidikan yang tersusun juga merupakan suatu aspek
akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sebagai wujud dari rasa tanggung
jawab terhadap penyelesaian tugas.

b. Nasionalisme: nilai nasionalisme yang teraktualisasi dari kegiatan ini


adalah musyawarah dan semangat gotong royong yang tercermin melalui
kegiatan kerja sama dalam berkoordinasi menyusun dokumen rangkuman
data pendidikan.

c. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses penyusunan dokumen
rangkuman data pendidikan dinas.

19

d. Komitmen Mutu: dalam mengolah data menjadi dokumen rangkuman data


pendidikan yang utuh, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data
yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk
menjaga kualitas data yang baik dan meminimalisir terjadinya kesalahan.

e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari
atasan langsung serta jujur dalam membuat rangkuman data pendidikan
sesuai dengan keadaan data pendidikan yang sebenarnya.

Kendala yang mungkin muncul adalah keterbatasan waktu dan


keterlambatan dalam proses pengumpulan data awal yang akan diolah
menjadi rangkuman data pendidikan dari bidang-bidang terkait. Hal yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kendala ini adalah dengan memberikan
batasan waktu bagi bidang untuk mengumpulkan isian data serta
mengkompilasi data dengan sumber-sumber data pendidikan lain seperti
misalnya dapodik. Selain itu, kerja sama yang efektif antar staf sub-bagian
PEP juga dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu yang diberikan.

3.1.5 Memberikan Layanan Konsultasi DAPODIK Kepada Operator DAPODIK


PAUD-DIKMAS

Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan bagi


operator sekolah yang masih mengalami kesulitan berkaitan dengan proses
penginputan data Dapodik sekolahnya. Tahapan kegiatan pelayanan ini
dimulai dari menerima operator yang datang dengan ramah dan sopan,
memberikan pelayanan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh
operator hingga memastikan operator telah benar-benar memahami
penjelasan yang diberikan. Output kegiatan ini berupa terlaksananya
layanan konsultasi Dapodik PAUD-DIKMAS. Nilai-nilai dasar profesi yang
dapat diaktualisasikan pada kegiatan pelayanan ini antara lain sebagai
berikut.
a. Akuntabilitas: aspek akuntabilitas sebagai sebuah hubungan tercermin
dari

adanya tanggung jawab antara kedua belah pihak. Pemberi pelayanan


bertanggung jawab menyampaikan informasi yang diperlukan oleh operator
sekolah sedangkan operator bertanggung jawab untuk menerapkan solusi
tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

20

2. Nasionalisme: nilai penerapan Pancasila sila ke-5 yaitu suka


memberikan pertolongan kepada orang lain agar mampu berdiri sendiri
teraktualisasi dalam kegiatan pelayanan ini.
3. Etika Publik: kegiatan pelayanan ini dapat mengaktualisasi nilai dasar
etika publik yaitu memberikan layanan kepada publik (operator
Dapodik) secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna dan santun dalam menyampaikan informasi.
4. Komitmen Mutu: orientasi mutu dalam kegiatan pelayanan ini adalah
mengedepankan komitmen pelayanan terhadap kepuasan pengguna
layanan (operator sekolah).
5. Anti Korupsi: menghindari pemberian/gratifikasi yang tidak wajar dari
operator sekolah dalam proses pemberian layanan merupakan upaya
pengaktualisasian nilai anti korupsi dalam kegiatan ini.

Kendala yang mungkin muncul dalam kegiatan ini adalah adanya


operator

sekolah yang tidak fasih menggunakan teknologi (gagap teknologi) sehingga


selama pennyampaian pelayanan harus dilakukan dengan terperinci disertai
contoh untuk membuat mereka paham dan mampu mengatasi masalah yang
dihadapi. Penyampaian informasi juga harus menggunakan bahasa yang
mudah dipahami agar mereka dapat mengingat setiap langkah yang
dilakukan.

3.1.6 Mengolah dan Membuat Laporan Monev Fisik dan Keuangan Dinas

Pembuatan laporan monev merupakan salah satu jenis evaluasi terhadap


target capaian dinas setiap bulannya. Kegiatan ini diawali dari pengumpulan
data monev masing-masing PPTK untuk kemudian diinput dalam laporan
monev dinas secara utuh dan dievaluasi oleh atasan langsung untuk
kemudian disampaikan kepada kepala dinas dan dilaporkan kepada
inspektorat sebagai instansi yang berwenang. Nilai-nilai dasar profesi yang
dapat diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan

data yang diberikan oleh PPTK. Data yang diolah dan diinput harus sesuai
dengan data monev yang diterima. Selain itu, adanya laporan monev juga
merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai
wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

21

2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada


menghargai hasil karya orang lain berupa laporan monev masing-
masing PPTK.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan rekapan laporan monev tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data monev PPTK menjadi suatu
laporan Monev dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan
data yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu
untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas
waktu pengumpulan laporan monev yang ditentukan oleh Inspektorat.

Kendala yang dapat muncul dari kegiatan ini adalah terlambatnya

pengumpulan data monev dari masing-masing PPTK serta adanya kesalahan


penginputan yang dilakukan oleh PPTK. Cara mengatasi permasalahan
keterlambatan pengumpulan dapat dilakukan dengan memberi batasan
waktu dan mengingatkan setiap PPTK untuk mengumpulkan monev dengan
tetap menggunakan etika komunikasi dan bahasa yang santun. Untuk
mengurangi faktor kesalahan input dari PPTK, setiap monev yang masuk
akan dilakukan pemeriksaan dan akan diserahkan kembali pada PPTK jika
terdapat kesalahan yang ditemukan.

3.1.7 Membuat Rekapan Lapor Bulan Sekolah

Kegiatan membuat rekapan lapor bulan sekolah merupakan salah satu tugas
tambahan yang outputnya berupa tersedianya rekapan lapor bulan sekolah.
Kegiatan ini diawali dari pengumpulan data lapor bulan yang diserahkan
masing-masing sekolah ke Sub-Bagian PEP, kemudian diregister untuk
mengetahui sekolah yang sudah atau yang belum mengumpulkan laporan.
Keseluruhan lapor bulan kemudian dipilah dan diinput sesuai format
rekapan yang dibuat. Kemudian hasilnya dilaporkan kepada atasan langsung
untuk dievaluasi dan sebagai laporan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut. a.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat merekap
data

lapor bulan sekolah. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan data
lapor bulan yang diterima. Selain itu, hasil rekapan lapor bulan sekolah juga
merupakan
22

suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari


rasa

tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada


menghargai

hasil karya orang lain berupa lapor bulan yang dikumpulkan sekolah.

3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan

pengolahan data lapor bulan sekolah tersebut.

4. Komitmen Mutu: dalam membuat rekapan lapor bulan sekolah,


orientasi mutu

ditunjukkan dengan hasil dokumen yang telah melalui evaluasi serta


perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.

5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas
waktu yang diberikan oleh atasan langsung.

Kendala yang dapat muncul dari kegiatan ini adalah keterlambatan


sekolah

mengumpulkan lapor bulannya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan


memberikan batasan waktu pengumpulan data lapor bulan kepada masing-
masing sekolah.

3.1.8 Meregister serta Mengarsipkan Surat Masuk dan Surat Keluar pada
Sub- Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP)

Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat keluar dilakukan agar
lebih tertibnya administrasi dalam sub-bagian baik berupa penerimaan dan
tindak lanjut surat masuk maupun penomoran dan pencatatan surat keluar.
Tahapan kegiatannya mulai dari mengumpulkan dan memilah hingga
mengarsipkan surat masuk serta melakukan penomoran terurut dan
pencatatan untuk setiap surat keluar. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.
1. Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten
dalam

mengarsipkan serta mencatat setiap surat masuk dan surat keluar.

2. Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi

kepentingan bersama.

23

c. Etika Publik: penyusunan arsip surat yang tertata rapi menunjukkan


prinsi etika berupa keindahan, sehingga surat dengan mudah dapat
ditemukan apabila diperlukan. Selain itu, kode etik dan kode prilaku ASN
yang tercermin dalam kegiatan ini adalah melaksanakan tugas dengan
cermat dan teliti.

d. Komitmen Mutu: penyusunan arsip surat masuk dan surat keluar


didasarkan atas jenis dan tanggal suratnya sehingga apabila diperlukan,
akan lebih efisien waktu dalam menemukan surat tersebut.

3.1.9 Menata Arsip Dokumen pada Sub-Bagian PEP

Kegiatan menata arsip dokumen-dokumen yang ada pada Sub-Bagian PEP


dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengarsipan yang terdapat di
ruangan. Pengarsipan yang terdahulu telah dilaksanakan namun
penataannya belum terpilah secara efektif sehingga diperlukan waktu untuk
menemukan suatu dokumen saat diperlukan. Hal tersebut menjadi latar
belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Dalam pengarsipan yang akan
dilaksanakan, dokumen-dokumen akan dipilah dan disusun berdasarkan
jenis serta waktu pembuatannya. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

1. Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten


dalam

mengarsipkan dokumen perencanaan yang ada pada sub-bagian PEP.

2. Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi

kepentingan bersama.

3. Etika Publik: tercermin pada prinsip etika keindahan dan kebaikan


yang

ditunjukkan dengan peka terhadap lingkungan kerja. Selain itu, kode


etik dan kode prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan ini adalah
melaksanakan tugas dengan cermat dan teliti.
4. Komitmen Mutu: penyusunan arsip dokumen dilakukan dengan
cermat berdasarkan jenis dan waktu pembuatannya sehingga apabila
diperlukan, akan lebih efisien waktu dalam menemukan dokumen
tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga merujuk pada upaya perbaikan
berkelanjutan terhadap masalah pengarsipan dokumen.

Kendala yang dapat muncul selama kegiatan pengarsipan dokumen


adalah

terdapat banyak dokumen yang harus diarsipkan namun rak arsip yang
disediakan terbatas sehingga ada beberapa dokumen yang tidak dapat tertata
dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan pemilahan
dokumen prioritas yang akan

24

diarsip dan dimasukkan dalam rak arsip. Dokumen yang menjadi prioritas
selama kegiatan pengarsipan nantinya adalah dokumen yang paling sering
dicari dan digunakan untuk memperlancar kegiatan di sub-bagian PEP.
Dokumen tersebut antara lain dokumen perencanaan anggaran (berupa RKA
dan DPA SKPD) selama lima tahun terakhir, Peraturan Daerah yang
dikeluarkan berkaitan dengan perencanaan, rangkuman data (baik itu data
pendidikan maupun data kependudukan) serta dokumen perencanaan dan
dokumen evaluasi (seperti Renstra, Renja, LAKIP, LPPD, dan dokumen lain)
selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Berdasarkan uraian kegiatan aktualisasi yang telah dipaparkan sebelumnya,


dapat dirangkum rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN seperti pada
Tabel 3.1 berikut.

25

Tabel 3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN

KONTRIBU
SI
NILAI-
N OUTPUT/HAS TERHADA
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN NILAI
o IL KEGIATAN P VISI MISI
DASAR
ORGANISA
SI
1 2 3 4 5 6
1. 1) Menyampaik 2. Kegiatan
Mengolah
an draf isian Akuntabilit ini
Data
rancangan Terlaksanany as berkaitan
Pendukung
penyusunan a pengolahan 3. dengan
1 Rencana
renja dinas ke data usulan Nasionalis penyusuna
kerja Dinas
bidang-bidang Renja Dinas me n Rencana
Dikporaparb
di dinas 4. Etika kerja Dinas
ud
pendidikan Publik selama
pemuda 5. satu tahun
olahraga Komitmen ke depan
pariwisata dan Mutu 6. yang
kebudayaan. Anti secara
2. 2) Menerima Korupsi tidak
dan langsung
mengumpulkan menjamin
seluruh data terwujudn
usulan renja ya visi
dari masing- organisasi
masing bidang
untuk
penyusunan
renja dinas.
3. 3) Setelah
semua data
usulan bidang
terkumpul,
selanjutnya
diserahkan
kepada
kasubag PEP
untuk ditindak
lanjuti bersama
sekertaris
dinas.
4. 4) Selanjutnya
data olahan
yang telah
direkap dan
disetujui
tersebut diinput
dalam tabel
isian data renja.
5. 5) Menyerahka
n dan
mengkonsultasi
kan hasil
penginputan
pada tabel isian
data renja
kepada
kasubag PEP
untuk
diperiksa.
6. 6) Melakukan
revisi atau
penyempurnaa
n (bila
diperlukan)
kemudian
menyerahkan
hasil olahan
data
penyusunan
renja yang telah
disetujui
kepada
kasubag PEP.

1. 1) Menyampaik
an draf rencana
pencapaian
Indikator 1.
Kinerja Umum Akuntabilit Kegiatan
kepada tiap as ini
kepala bidang 2. berkaitan
Mengolah dan kepala Nasionalis dengan
data usulan subbag di me penyusuna
2 Indikator sekretariat. 3. Etika n indikator
Kinerja 2. 2) Mengumpul Publik kinerja
Umum Dinas kan hasil draf 4. yang
rencana Komitmen menjadi
pencapaian Mutu 5. sasaran
indikator Anti kerja dinas
kinerja umum Terlaksanany Korupsi
dari masing- a pengolahan
masing bidang. data usulan
Indikator
Kinerja Umum
dinas

26

KONTRIBUSI
N OUTPUT/HAS NILAI-NILAI TERHADAP
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN
o IL KEGIATAN DASAR VISI MISI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6
3. 3) Merekap yang secara
rencana tidak
pencapaian iku langsung
dari masing- menjamin
masing bidang terwujudnya
dan visi
menginputnya organisasi
ke dalam tabel
isian rencana
pencapaian
indikator
kinerja umum
dinas.
4. 4) Menyampai
kan hasil input
tabel rencana
pencapapian
indikator
kinerja umum
dinas kepada
Kasubag PEP
untuk diperiksa
atau direvisi
(jika ada).
5. 5) Melakukan
revisi (jika ada)
dan
menyerahkan
tabel rencana
pencapaian IKU
dinas kepada
kasubag PEP.

1. 1) Menyampai
kan nota dinas
dan draf
penyusunan
cascading yang
telah diberikan 1.
Mengolah oleh Sekretaris Akuntabilit
Kegiatan ini
data Dinas kepada as
berkontribus
cascading masing-masing 2.
i pada misi
dinas bidang Terlaksanany Nasionalis
meningkatka
pendidika 2. 2) Meminta a pengolahan me
n
3. n pemuda dan data 3. Etika
kualitas/mu
olahraga mengumpulkan Cascading Publik
tu dan
pariwisata data yang Dinas 4.
relevan
dan masuk dari tiap Komitmen
layanan
kebudayaa bidang Mutu 5.
pendidikan
n 3. 3) Menyampai Anti
kan hasil Korupsi
rekapan data
cascading
masing-masing
bidang kepada
Kasubag PEP
untuk
dikonsultasika
n dengan
Sekretaris
Dinas
4. 4) Mengadakan
rapat
penyusunan
cascading yang
diikuti semua
bidang dan
mengundang
Kepala Bagian
Organisasi dan
Tata Laksana
untuk dimintai
petunjuk
5. 5) Mengimput
data cascading
yang telah
disetujui dalam
bentuk bagan
cascading dinas

27

KONTRIBUS
I TERHADAP
N KEGIATA OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o N IL KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
6. 6) Menyerahka
n draf cascading
dinas yang telah
dibuat kepada
Kasubag PEP
untuk
dilakukan
pemeriksaan
dan revisi (jika
diperlukan)
7. 7) Menyerahka
n bagan
cascading dinas
kepada Kasubag
PEP

1. 1) Menyampaik
an draf isian
data yang
diperlukan
dalam
menyusun profil
pendidikan
kepada bidang-
bidang terkait di
dinas
pendidikan
pemuda
olahraga Tersusunnya
pariwisata dan dokumen
kebudayaan rangkuman
2. 2) Meminta dan data
mengumpulkan pendidikan 1.
seluruh data Akuntabilit
Kegiatan ini
Membuat pendukung dari as
berkontribus
rangkum masing-masing 2.
i pada misi
an data bidang untuk Nasionalis
meningkatk
pendidika pembuatan me
an
4. n sebagai rangkuman data 3. Etika
kualitas/mu
penunjan pendidikan Publik
tu dan
g profil 3. 3) Menyampaik 4.
relevan
pendidika an hasil rekap Komitmen
layanan
n data-data yang Mutu 5.
pendidikan
telah Anti
diserahkan oleh Korupsi
bidang-bidang
kepada kasubag
PEP untuk
ditindak lanjuti
bersama
sekertaris dinas
4. 4) Setelah
mendapat
persetujuan,
data-data yang
telah terkumpul
diolah dan
diinput ke
dalam dokumen
rangkuman data
pendidikan.
5. 5) Menyerahka
n dan
mengkonsultasi
kan draf
rangkuman data
pendidikan yang
telah dibuat
kepada kasubag
PEP untuk
diperiksa dan
direvisi (jika
ada).
6. 6) Menyerahka
n hasil revisi
(jika ada)
dokumen
rangkuman data
pendidikan
sebagai bahan
penunjang profil
pendidikan
kepada kasubag
PEP.

28

KONTRIBUS
I TERHADAP
N OUTPUT/HASI NILAI-NILAI
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o L KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
1. 1) Menerima
1.
dan melayani
Akuntabilit
operator Kegiatan ini
Memberik as
DAPODIK berkontribus
an layanan 2.
dengan ramah Terlaksananya i pada misi
konsultasi Nasionalis
dan sopan layanan meningkatka
DAPODIK me
2. 2) Mendengark konsultasi n
5. kepada 3. Etika
an DAPODIK kualitas/mu
operator Publik
permasalahan PAUD- tu dan
DAPODIK 4.
yang dihadapi DIKMAS relevan
PAUD- Komitmen
operator layanan
DIKMAS Mutu 5.
selama pendidikan
Anti
mengerjakan
Korupsi
DAPODIK
3. 3) Memberikan
solusi dan
penjelasan atas
permasalahan
yang
disampaikan
dengan bahasa
sederhana dan
mudah
dimengerti
serta
membantu
dengan
demonstrasi
(jika
diperlukan)
4. 4) Menanyaka
n kembali
kepada
operator
apabila belum
memahami
penjelasan
yang telah
diberikan
sebelumnya.
Jika masih
kurang
dimengerti,
penjelasan
akan diulang
sehingga
operator
mampu
memahami
prosedur
mengisi data
DAPODIK
dengan jelas
1. 1) Meminta
laporan monev
dari masing-
masing PPTK di
semua bidang
2. 2) Merekap
dan menginput
laporan monev
masing-
masing PPTK
untuk
disatukan
menjadi
laporan Monev
dinas
3. 3) Menyampai 1.
kan hasil rekap Akuntabilit
Kegiatan ini
laporan monev as
Mengolah berkontribus
bulanan dinas 2.
dan i pada misi
beserta Nasionalis
membuat meningkatka
lampiran me
laporan n
6. monev PPTK 3. Etika
Monev kualitas/mu
kepada Publik
fisik dan tu dan
Kasubag PEP 4.
keuangan relevan
untuk Komitmen
dinas layanan
diperiksa Mutu 5.
pendidikan
4. 4) Merevisi Anti
(jika ada) serta Korupsi
membuat surat
pengantar
laporan Monev
yang akan
dikirim
5. 5) Menyerahka
n laporan
Adanya
monev beserta
laporan monev
lampirannya
dan surat
pengantar
kepada
Kasubag PEP
untuk

29

KONTRIBUS
N OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN I TERHADAP
o IL KEGIATAN DASAR
VISI MISI
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
diparaf dan
selanjutnya
meminta tanda
tangan

Kepala Dinas
6) Menyerahkan
laporan monev
dinas kepada

inspektorat
1. 1) Menerima
lapor bulan
yang
diserahkan
oleh sekolah
SMP/MTs
dan
SMA/MA/SM
K se-
Kabupaten
Jembrana 1.
2. 2) Meregister Akuntabilit
Kegiatan ini
lapor bulan as
berkontribus
yang telah 2.
i pada misi
diterima Nasionalis
Membuat meningkatk
3. 3) Memilah Tersedianya me
rekapan an
7. lapor bulan rekapan Lapor 3. Etika
Lapor Bulan kualitas/mu
sekolah Bulan Sekolah Publik
Sekolah tu dan
sesuai dengan 4.
relevan
Komitmen
layanan
tingkatan Mutu 5.
pendidikan
pendidikan Anti
Korupsi
4. 4) Membuat
format
dokumen
rekap lapor
bulan

sekolah
untuk
masing-
masing
jenjang
pendidikan

5. 5) Menginput
data lapor
bulan semua
sekolah
untuk

digabungkan
dalam satu
dokumen
rekapan lapor
bulan sekolah
untuk
masing-
masing
tingkatan
pendidikan

6. 6) Menyerah
kan hasil
rekap lapor
bulan sekolah
kepada
Kasubag PEP
untuk
diperiksa dan
disetujui

1. 1) Menyiapka
n buku
register surat
Meregister masuk dan
serta surat keluar 1.
Kegiatan ini
mengarsipk dan odner Akuntabilit
berkontribus
an surat surat masuk as
i pada misi
masuk dan serta odner 2.
meningkatk
surat keluar surat keluar Nasionalis
an
8. pada sub- 2. 2) Membuat me
kualitas/mu
bagian kolom pada 3. Etika
tu dan
Perencanaa buku register Publik
relevan
n Evaluasi surat masuk 4.
layanan
dan dan surat Komitmen
pendidikan
Pelaporan keluar. Mutu
(PEP) 3. 3) Mencatat
setiap surat
masuk Adanya buku
(tanggal register surat
surat,
pengirim,
perihal,
tindak lanjut)
dan surat
keluar
(tanggal
surat, nomor
surat, tujuan
surat, perihal)

30

KONTRIBUS
I TERHADAP
N KEGIATA OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o N IL KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
dalam buku register
dan mencatannya
secara elektronik ke
dalam aplikasi arsip
surat masuk dan surat
keluar

4) Memasukkan surat
ke dalam odner sesuai
dengan jenisnya
1. 1) Mengumpulka
n dokumen-
dokumen arsip
yang akan ditata
1.
2. 2) Mengelompok Kegiatan ini
Akuntabilit
kan dokumen- berkontribus
Menata as
dokumen i pada misi
arsip 2.
tersebut meningkatka
dokumen Nasionalis
berdasarkan Tertatanya n
9. pada me
jenisnya arsip kualitas/mu
sub- 3. Etika
kemudian tu dan
bagian Publik
disusun kembali relevan
PEP 4.
berdasarkan layanan
Komitmen
tahun pendidikan
Mutu
pembuatannya
3. 3) Membersihka
n lemari arsip
dan menata
dokumen yang
telah terpilah tadi
berdasarkan
pengaturan tata
letak yang
direncanakan
4. 4) Menempelkan
keterangan nama
jenis dokumen
pada lemari arsip
untuk
memperjelas
letak dokumen
dan
mempermudah
dalam proses
pencarian
dokumen
nantinya

31

3.2 Jadwal Aktualisasi

Dalam melakukan kegiatan aktualisasi, diperlukan rencana jadwal kegiatan


untuk mempermudah peserta mencapai target aktualisasi dengan baik.
Rencana jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini tertuang dalam Tabel
3.2 berikut.

Tabel 3.2 Jadwal Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN


No. Kegiatan

1. 1 Mengolah Data

Pendukung Rencana kerja Dinas Dikporaparbud

2. 2 Mengolah data usulan

Indikator Kinerja Umum Dinas

3. 3 Mengolah data cascading

dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan

4. 4 Membuat rangkuman
data pendidikan sebagai penunjang profil pendidikan

5. 5 Memberikan layanan

konsultasi DAPODIK kepada operator DAPODIK PAUD- DIKMAS

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Tanggal Pelaksanaan
32

Tanggal Pelaksanaan
No. Kegiatan
7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Mengolah dan
membuat laporan
Monev fisik dan
6
keuangan dinas
7
Membuat
rekapan Lapor
8
Bulan Sekolah
9
Meregister serta
mengarsipkan
surat masuk dan
surat keluar pada
sub-bagian
Perencanaan
Evaluasi dan
Pelaporan (PEP)

Menata arsip
dokumen pada
sub-bagian PEP
Keterangan:

Libur hari sabtu dan minggu


Libur serangkaian nyepi
Libur wafatnya Isa Almasih
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi
33

BAB IV
HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

4.1 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Selama kegiatan aktualisasi nilai dasar profesi ASN yang dijadwalkan dari
tanggal 7 Maret sampai dengan 26 Maret 2016, seluruh kegiatan yang telah
direncanakan dapat terlaksana. Dalam kegiatan aktualisasi tersebut
diperoleh capaian yang disajikan dalam tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Daftar Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

N Uraian
Output Evidence Nilai-nilai Dasar
o Kegiatan

Waktu
1. Akuntabilita
s
Dokumentas
2. Nasionalism
Mengolah data i kegiatan
e
pendukung Terlaksanany dan 15 Maret
3. Etika Publik
Rencana Kerja a pengolahan Lampiran 1 s.d. 23
1. 4. Komitmen
Dinas data usulan (Rencana Maret
Dikporaparbu Renja Dinas Kerja SKPD) 2016
Mutu
d
5. Anti Korupsi

Mengolah data Terlaksanany Dokumentas


1. Akuntabilita
usulan a pengolahan i kegiatan 21 Maret
s
program data usulan dan s.d. 23
2. 2. Nasionalism
Indikator Indikator Lampiran 2 Maret
e
Kinerja Umum Kinerja (usulan 2016
3. Etika Publik
Dinas Umum dinas Indikator
Kinerja 4. Komitmen
Umum)
Mutu

5. Anti Korupsi

1. Akuntabilita
s
Mengolah data
2. Nasionalism
cascading Dokumentas
Terlaksanany e
dinas i kegiatan 16 Maret
a pengolahan 3. Etika Publik
pendidikan dan s.d. 22
3. data 4. Komitmen
pemuda Lampiran 3 Maret
cascading
olahraga (cascading 2016
dinas Mutu
pariwisata dan dinas)
kebudayaan
5. Anti Korupsi

1. Akuntabilita
s
Membuat
2. Nasionalism
rangkuman
Tersusunnya Dokumentas e
data
dokumen i kegiatan 3. Etika Publik 14 Maret
pendidikan
4. rangkuman dan 4. Komitmen s.d 21
sebagai
data Lampiran 4 Maret2016
penunjang
pendidikan (rangkuman Mutu
profil
data
pendidikan
pendidikan) 5. Anti Korupsi

34

Uraian
No Output Evidence Nilai-nilai Dasar Waktu
Kegiatan
Memberikan 1. Akuntabilitas
layanan 2. Nasionalisme
Terlaksanya
konsultasi 3. Etika Publik
layanan 7 Maret
DAPODIK 4. Komitmen
konsultasi Dokumentasi s.d. 24
5. kepada
DAPODIK kegiatan Maret 2016
operator Mutu
PAUD-
DAPODIK
DIKMAS
PAUD- 5. Anti Korupsi
DIKMAS
1. Akuntabilitas
2. Nasionalisme
Mengolah dan
Dokumentasi 3. Etika Publik
membuat
Adanya kegiatan dan 4. Komitmen 11 Maret
laporan Monev
6. laporan Lampiran 5 s.d. 16
fisik dan
monev (laporan Mutu Maret 2016
keuangan
monev dinas)
dinas
5. Anti Korupsi

1. Akuntabilitas
Dokumentasi
2. Nasionalisme
kegiatan dan
3. Etika Publik
Tersedianya Lampiran 6
Membuat 4. Komitmen
rekapan (rekapan
7. rekapan Lapor
Lapor Bulan Lapor Bulan
Bulan Sekolah Mutu
Sekolah Sekolah)
5. Anti Korupsi

7 Maret s.d
15 Maret
2016
Meregister Dokumentasi 1. Akuntabilitas 2.
Adanya
serta kegiatan dan Nasionalisme 3. 7 Maret s.d
buku
8. mengarsipkan Lampiran 7 Etika Publik 4. 24 Maret
register
surat masuk (foto copy Komitmen 2016
surat
dan surat buku register
keluar pada surat yang Mutu
sub-bagian telah ditulis)
Perencanaan
Evaluasi dan
Pelaporan
(PEP)
1. Akuntabilitas 2.
Menata arsip Nasionalisme 3.
23 Maret
dokumen pada Tertatanya Dokumentasi Etika Publik 4.
9. s.d. 24
sub-bagian arsip kegiatan Komitmen
Maret 2016
PEP
Mutu

35

4.2 Pembahasan Kegiatan Aktualisasi

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan capaian aktualisasi kegiatan


secara umum. Adapun deskripsi capaian masing-masing kegiatan aktualisasi
nilai dasar profesi ASN yang telah dilaksanakan pada sub-bagian PEP Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Jembrana diuraikan sebagai berikut.

4.2.1 Mengolah Data Pendukung Rencana Kerja Dinas Dikporaparbud

Mengolah data pendukung Rencana Kerja Dinas


Kegiatan
Dikporaparbud
Hari/Tanggal Selasa, 15 Maret 2016 s.d. Rabu, 23 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data usulan Renja Dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data usulan
rencana kerja yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai acuan target rencana satu tahun ke depan yang menjadi
sasaran SKPD. Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian
usulan renja yang harus diisi oleh bidang-bidang terkait untuk kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan data renja dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari
kegiatan ini adalah sebagai berikut. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari
adanya integritas pada saat pengolahan data yang diberikan oleh masing-
masing bidang. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan data
usulan yang diterima. Selain itu, dokumen hasil olahan data juga
merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai
wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing bidang.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data renja tersebut.
Komitmen Mutu: dalam mengolah data pendukung rencana kerja dinas,
orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui
evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data
yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

36

Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA PENDUKUNG RENCANA
KINERJA DINAS DIKPORAPARBUD

Gambar 4.1 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-
bidang untuk isian rencana kerja dinas
Gambar 4.2 Rencana Kerja SKPD yang telah dibuat

37

Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diterapkan dalam kegiatan ini maka
Rencana Kerja dinas tidak akan dapat terselesaikan tepat waktu karena
kurangnya komitmen dan tanggung jawab saat penyelesaian tugas. Jika
tidak terbangun kerjasama dan komunikasi dengan etika public yang baik,
maka data pendukung yang akan diolah tidak akan terkumpul tepat waktu.
Tidak adanya akuntabilitas serta kecermatan dan tanggung jawab dalam
menginput data juga akan berdampak pada tidak validnya data, yang
nantinya dapat berpengaruh dalam perencanaan kerja dinas selama
setahun.
Lampiran 1 (Rencana Kerja Dinas)
Bukti Pendukung Lain

4.2.2 Mengolah Data Usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

Kegiatan Mengolah data usulan indikator kinerja umum dinas


Hari/Tanggal Senin, 21 Maret 2016 s.d. Rabu, 23 Maret 2016
Terlaksananya pengolahan data usulan Indikator Kinerja
Output
Umum dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Dalam kegiatan ini terdapat proses pengumpulan dan pengolahan data
usulan Indikator Kinerja Umum (IKU) dari masing-masing bidang pada dinas
untuk disatukan ke dalam IKU dinas yang menjadi sasaran SKPD. Tahapan
kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian usulan IKU kepada setiap
kepala bidang dan kasubbag di sekretariat. Draf isian tersebut kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan IKU dinas. Adapun nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari
kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, dokumen hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas
yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab
terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing bidang.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas tersebut.

38

Komitmen Mutu: dalam mengolah data usulan program IKU dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui evaluasi
serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA USULAN INDIKATOR
KINERJA UMUM DINAS
Gambar 4.3 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-
bidang untuk usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

39

Gambar 4.4 Indikator Kinerja Umum SKPD yang telah dibuat


Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasikan dengan baik
maka akan terjadi keterlambatan dalam penyusunan Indikator Kinerja
Umum dinas yang akan mempengaruhi kegiatan dinas. Selain itu tanggung
jawab dan kecermatan dalam menentukan indikator dan rumus
penghitungannya juga sangat diperlukan agar pada saat evaluasi tidak
terjadi kesulitan dalam menghitung target capaian yang akan mempengaruhi
laporan evaluasi kinerja dinas.
Lampiran 2 (Indikator Kinerja Umum
Bukti Pendukung Lain
Dinas)

4.2.3 Mengolah Data Cascading Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata dan Kebudayaan

Kegiatan Mengolah data Cascading Dinas Dikporaparbud


Hari/Tanggal Rabu, 16 Maret 2016 s.d. Selasa, 22 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data Cascading dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data
cascading yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai suatu cascading dinas secara utuh. Tahapan kegiatan
ini dimulai dari menyampaikan nota dinas dan draf isian cascading yang
telah diberikan oleh sekretaris dinas agar diisi oleh bidang-bidang terkait
untuk kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil cascading dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

40

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, adanya dokumen cascading dinas sebagai output juga merupakan suatu
aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa
tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

Nasionalisme: pengamalan sila ke-4 dari Pancasila tampak pada kegiatan


rapat penyusunan cascading yang dilaksanakan di dinas, dimana dalam
rapat ini terlihat adanya musyawarah untuk mencapai suatu kesepakatan
bersama.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data cascading tersebut. Komitmen Mutu: dalam mengolah data
cascading dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang
telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga
kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA CASCADING DINAS

Gambar 4.5 Rapat Pembahasan Rancangan Cascading Dinas bersama


Kepala-kepala Bidang dan Kabag Ortal Setda

41
Gambar 4.7 Print out cascading yang
telah tersusun

Gambar 4.6 Proses Penginputan dan


Revisi Cascading
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasi dengan baik dalam
kegiatan ini maka cascading dinas tidak akan terselesaikan tepat waktu.
Jika komunikasi tidak terjalin baik dengan pihak-pihak terkait, dalam
penyusunan cascading ini akan ditemukan berbagai kendala seperti tidak
sinkronnya tujuan dengan sasaran, serta indikator yang dibuat tidak dapat
mengukur ketercapaian tujuan dengan jelas. Selain itu, keterlambatan
penyusunan cascading juga akan menghambat penyusunan IKU serta
dokumen perencanaan lainnya yang saling berkaitan.
Bukti Pendukung
Lampiran 3 (Cascading Dinas)
Lain
4.2.4 Membuat Rangkuman Data Pendidikan Sebagai Penunjang Profil
Pendidikan

Membuat rangkuman data pendidikan penunjang profil


Kegiatan
pendidikan
Hari/Tanggal Senin, 14 Maret 2016 s.d. Senin, 21 Maret 2016
Output Tersusunnya dokumen rangkuman data pendidikan
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan membuat rangkuman data pendidikan yang digunakan
sebagai pendukung profil pendidikan dimulai dari menyampaikan draf isian
data pendukung yang diserahkan kepada bidang-bidang terkait untuk
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya bersama-sama pada subbag
PEP hingga diperoleh hasil akhir berupa dokumen rangkuman data
pendidikan dinas Dikporaparbud. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

42

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, dokumen rangkuman data pendidikan selama 5 tahun yang tersusun
juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang berorientasi pada hasil
sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

Nasionalisme: nilai nasionalisme yang teraktualisasi dari kegiatan ini adalah


musyawarah dan semangat gotong royong yang tercermin melalui kegiatan
kerja sama dalam berkoordinasi menyusun rangkuman data pendidikan.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses penyusunan dokumen
rangkuman data pendidikan.

Komitmen Mutu: dalam mengolah data menjadi dokumen rangkuman data


pendidikan yang utuh, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data
yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk
menjaga kualitas data yang baik dan meminimalisir terjadinya kesalahan.

Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung
serta jujur dalam membuat rangkuman data pendidikan sesuai dengan
keadaan data pendidikan yang sebenarnya.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBUAT RANGKUMAN DATA PENDIDIKAN
Gambar 4.8 Proses penginputan data dalam pembuatan rangkuman data
pendidikan sebagai pendukung penyusunan profil pendidikan

43

Gambar 4.9 Rangkuman Data Pendidikan dan Buku Profil Pendidikan


Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasi dalam kegiatan ini
dengan baik maka rangkuman data pendidikan yang digunakan sebagai
pendukung pembuatan buku profil tidak akan terselesaikan tepat waktu.
Olahan data yang tidak cermat dan bertanggung jawab juga dapat
berdampak pada tidak validnya data yang tersaji dan berpengaruh pada
profil pendidikan. Selain itu, jika terjadi keterlambatan penyelesaian maka
tahapan lain penyusunan profil pendidikan juga akan terganggu.
Lampiran 4 (Rangkuman Data
Bukti Pendukung Lain
Pendidikan)

4.2.5 Memberikan Layanan Konsultasi DAPODIK Kepada Operator DAPODIK


PAUD-DIKMAS

Memberikan layanan konsultasi Dapodik kepada Operator


Kegiatan
Dapodik PAUD-DIKMAS
Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Kamis, 24 Maret 2016
Output Terlaksananya layanan konsultasi Dapodik PAUD-DIKMAS

44

Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan


Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan bagi
operator sekolah yang masih mengalami kesulitan berkaitan dengan proses
penginputan data Dapodik sekolahnya. Tahapan kegiatan pelayanan ini
dimulai dari menerima operator yang datang dengan ramah dan sopan,
memberikan pelayanan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh
operator hingga memastikan operator telah benar-benar memahami
penjelasan yang diberikan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan pada kegiatan pelayanan ini antara lain sebagai berikut.
Akuntabilitas: aspek akuntabilitas sebagai sebuah hubungan tercermin dari
adanya tanggung jawab antara kedua belah pihak. Pemberi pelayanan
bertanggung jawab menyampaikan informasi yang diperlukan oleh operator
sekolah sedangkan operator bertanggung jawab untuk menerapkan solusi
tersebut dalam melaksanakan tugasnya.
Nasionalisme: nilai penerapan Pancasila sila ke-5 yaitu suka memberikan
pertolongan kepada orang lain agar mampu berdiri sendiri teraktualisasi
dalam kegiatan pelayanan ini.
Etika Publik: kegiatan pelayanan ini dapat mengaktualisasi nilai dasar etika
publik yaitu memberikan layanan kepada publik (operator Dapodik) secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun
dalam menyampaikan informasi.
Komitmen Mutu: orientasi mutu dalam kegiatan pelayanan ini adalah
mengedepankan komitmen pelayanan terhadap kepuasan pengguna layanan
(operator sekolah).
Anti Korupsi: menghindari pemberian/gratifikasi yang tidak wajar dari
operator sekolah dalam proses pemberian layanan merupakan upaya
pengaktualisasian nilai anti korupsi dalam kegiatan ini.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBERIKAN LAYANAN DAPODIK KEPADA
OPERATOR DAPODIK PAUD-DIKMAS
Gambar 4.10 Proses pendampingan pengisian data dapodik yang dilakukan
oleh salah satu operator dapodik sekolah

45

Gambar 4.12 Membantu salah satu


operator yang kesulitan sinkronisasi
data
Gambar 4.11 Mendampingi salah satu
operator sekolah dalam
memperbaharui versi dapodik
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka citra pelayanan publik dalam pemberian layanan Dapodik akan
mendapat penilaian negatif. Jika dalam pelayanan tidak menerapkan
komunikasi yang baik, sikap ramah dan santun maka kepuasan pelanggan
dalam hal ini operator dapodik tidak akan terjadi dan besar kemungkinan
operator akan malas untuk mengutarakan permasalahnnya dan kendala
dalam pengisian data dapodik tidak akan bisa diselesaikan.

4.2.6 Mengolah dan Membuat Laporan Monev Fisik dan Keuangan Dinas

Mengolah dan membuat laporan monev fisik dan


Kegiatan
keuangan dinas
Hari/Tanggal Jumat, 11 Maret 2016 s.d. Rabu, 16 Maret 2016
Output Adanya laporan monev
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Pembuatan laporan monev merupakan salah satu jenis evaluasi terhadap
target capaian dinas setiap bulannya. Kegiatan ini diawali dari pengumpulan
data monev masing-masing PPTK untuk kemudian diinput dalam laporan
monev dinas secara utuh dan dievaluasi oleh atasan langsung untuk
kemudian disampaikan kepada kepala dinas dan dilaporkan kepada
inspektorat

46

sebagai instansi yang berwenang. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat


diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan data yang diberikan oleh PPTK. Data yang diolah dan diinput
harus sesuai dengan data monev yang diterima. Selain itu, adanya laporan
monev juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan
laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian
tugas. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada
menghargai hasil karya orang lain berupa laporan monev masing-masing
PPTK.

Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan rekapan laporan monev tersebut. Komitmen Mutu: dalam
mengolah data monev PPTK menjadi suatu laporan Monev dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui evaluasi
serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas waktu pengumpulan
laporan monev yang ditentukan oleh Inspektorat.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH MEMBUAT LAPORAN MONEV
FISIK DAN KEUANGAN DINAS

Gambar 4.13 Proses pengumpulan, pemilahan dan merekap laporan monev


masing-masing PPTK untuk digabungkan menjadi rekap laporan monev
dinas

47
Gambar 4.14 Laporan monev dinas yang diserahkan ke Inspektorat
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dengan baik maka
akan terjadi keterlambatan pengumpulan laporan monev dinas ke
Inspektorat. Jika komunikasi dengan PPTK tidak terjalin baik maka data
awal monev tidak akan terkumpul tepat waktu. Selain itu, tanggung jawab
dan kecermatan dalam menginput data akan mempengaruhi kebenaran
laporan monev yang dibuat. Jika selama penginputan terjadi kesalahan,
akan membawa pengaruh pada persentase capaian kinerja dinas selama
bulan tersebut.
Bukti Pendukung Lain Lampiran 5 (Laporan Monev Dinas)

4.2.7 Membuat Rekapan Lapor Bulan Sekolah

Kegiatan Membuat rekapan lapor bulan sekolah


Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Selasa, 15 Maret 2016
Output Tersedianya rekapan lapor bulan sekolah
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan membuat rekapan lapor bulan sekolah merupakan salah satu tugas
tambahan yang outputnya berupa tersedianya rekapan lapor bulan sekolah.
Kegiatan ini diawali dari

48
pengumpulan data lapor bulan yang diserahkan masing-masing sekolah ke
Sub-Bagian PEP, kemudian diregister untuk mengetahui sekolah yang sudah
atau yang belum mengumpulkan laporan. Keseluruhan lapor bulan
kemudian dipilah dan diinput sesuai format rekapan yang dibuat. Kemudian
hasilnya dilaporkan kepada atasan langsung untuk dievaluasi dan sebagai
laporan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat diaktualisasikan melalui
kegiatan ini adalah sebagai berikut.

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat merekap
data lapor bulan sekolah. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan
data lapor bulan yang diterima. Selain itu, hasil rekapan lapor bulan sekolah
juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan
sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa lapor bulan yang dikumpulkan sekolah.

Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data lapor bulan sekolah tersebut. Komitmen Mutu: dalam
membuat rekapan lapor bulan sekolah, orientasi mutu ditunjukkan dengan
hasil dokumen yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang
perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.

Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas waktu yang diberikan
oleh atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBUAT REKAPAN LAPOR BULAN SEKOLAH

Gambar 4.15 Menerima lapor bulan dari SMP dan SMA/SMK

49
Gambar 4.17 Dokumen rekap lapor
bulan yang telah dibuat.

Gambar 4.16 Proses memilah lapor


bulan sesuai jenjang pendidikan dan
menginput data menjadi suatu rekap
bulanan
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka rekap lapor bulan tidak akan terselesaikan tepat waktu. Selain itu bisa
terjadi kesalahan pengimputan data sehingga berpengaruh pada tidak
sinkronnya data lapor bulan sekolah dengan rekap lapor bulan yang dibuat.
Bukti Pendukung
Lampiran 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)
Lain

4.2.8 Meregister Serta Mengarsipkan Surat Masuk dan Surat Keluar pada
Sub- Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP)

Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat


Kegiatan
keluar pada sub-bagian PEP
Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Kamis, 24 Maret 2016
Output Adanya buku register surat
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat keluar dilakukan agar
lebih tertibnya administrasi dalam sub-bagian baik berupa penerimaan dan
tindak lanjut surat masuk maupun penomoran dan pencatatan surat keluar.
Tahapan kegiatannya mulai dari mengumpulkan dan

50

memilah hingga mengarsipkan surat masuk serta melakukan penomoran


terurut dan pencatatan untuk setiap surat keluar. Nilai-nilai dasar profesi
yang dapat diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten dalam


mengarsipkan serta mencatat setiap surat masuk dan surat keluar.
Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi
kepentingan bersama. Etika Publik: penyusunan arsip surat yang tertata
rapi menunjukkan prinsi etika berupa keindahan, sehingga surat dengan
mudah dapat ditemukan apabila diperlukan. Selain itu, kode etik dan kode
prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan ini adalah melaksanakan tugas
dengan cermat dan teliti. Komitmen Mutu: penyusunan arsip surat masuk
dan surat keluar didasarkan atas jenis dan tanggal suratnya sehingga
apabila diperlukan, akan lebih efisien waktu dalam menemukan surat
tersebut.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN
MEREGISTER SERTA MENGARSIPKAN SURAT MASUK DAN SURAT
KELUAR
Gambar 4.18 Mencatat surat masuk secara manual dalam buku register
serta menginput data persuratan ke aplikasi pengelolaan arsip

51

Gambar 4.20 Memasukkan arsip surat


ke dalam lemari arsip

Gambar 4.19 Buku register surat,


bendel surat masuk dan surat keluar
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka pengarsipan surat tidak dapat berjalan dengan baik dan mengganggu
kinerja subbag PEP. Dalam pengarsipan surat diperlukan kekonsistenan dan
kecermatan dalam pencatatan dan pemilahan sehingga setiap surat yang
membutuhkan tindak lanjut dapat tertangani dengan segera. Jika hal
tersebut tidak teraktualisasikan dengan baik maka akan terjadi
keterlambatan tindak lanjut pada tagihan data atau undangan yang sifatnya
penting.
Bukti Pendukung
Lampiran 7 (Fotocopy Buku Register Surat)
Lain

4.2.9 Menata Arsip Dokumen pada Sub-Bagian PEP

Kegiatan Mengolah data Cascading Dinas Dikporaparbud


Hari/Tanggal Rabu, 16 Maret 2016 s.d. Selasa, 22 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data Cascading dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan menata arsip dokumen-dokumen yang ada pada Sub-Bagian PEP
dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengarsipan yang terdapat di
ruangan. Pengarsipan yang terdahulu telah dilaksanakan namun
penataannya belum terpilah secara efektif sehingga diperlukan waktu untuk
menemukan suatu dokumen saat diperlukan. Hal tersebut menjadi latar
belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Dalam pengarsipan yang akan
dilaksanakan, dokumen-

52

dokumen akan dipilah dan disusun berdasarkan jenis serta waktu


pembuatannya. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat diaktualisasikan melalui
kegiatan ini antara lain sebagai berikut. Akuntabilitas: terlihat dari sikap
bertanggung jawab dan konsisten dalam mengarsipkan dokumen
perencanaan yang ada pada sub-bagian PEP.

Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi


kepentingan bersama. Etika Publik: tercermin pada prinsip etika keindahan
dan kebaikan yang ditunjukkan dengan peka terhadap lingkungan kerja.
Selain itu, kode etik dan kode prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan
ini adalah melaksanakan tugas dengan cermat dan teliti.

Komitmen Mutu: penyusunan arsip dokumen dilakukan dengan cermat


berdasarkan jenis dan waktu pembuatannya sehingga apabila diperlukan,
akan lebih efisien waktu dalam menemukan dokumen tersebut. Selain itu,
kegiatan ini juga merujuk pada upaya perbaikan berkelanjutan terhadap
masalah pengarsipan dokumen.

Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN
MENATA ARSIP DOKUMEN PADA SUB-BAGIAN PEP
Gambar 4.21 Mengarsipkan dokumen sesuai dengan jenis dokumen dan
tanggal penerbitannya

53
Gambar 4.23 Sistem pengarsipan
elektronik menggunakan software
arsip

Gambar 4.22 Rak arsip baru dengan


dokumen yang terpilah dan tertata di
dalamnya

Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
akan membawa dampak ketidakteraturan arsip yang dapat mengganggu
kinerja terutama saat ada permintaan data yang mengharuskan kita untuk
melihat catatan dalam arsip dokumen sebelumnya. Jika pengarsipan tidak
diikuti dengan tanggung jawab dan kecermatan dalam pemilahan serta tata
letak maka ada kemungkinan file arsip akan hilang atau sulit ditemukan.

54

BAB V PENUTUP
Dalam proses aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara telah
terlaksana 9 kegiatan sesuai dengan rancangan aktualisasi yang dibuat
sebelumnya. Nilai-nilai ANEKA meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi telah dapat teraktualisasi dengan 9
kegiatan yang dilaksanakan tersebut. Pengaktualisasian nilai-nilai ANEKA
mampu memberikan dampak positif kepada peserta diklat untuk lebih
professional dan berdedikasi dalam proses melaksanakan setiap tugas dan
kewajiban sebagai abdi negara di bidang tugas pada sub-bagian Perencanaan
Evaluasi dan Pelaporan di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata
dan Kebudayaan. Dampak tersebut secara tidak langsung memberikan
manfaat positif bagi lokus kegiatan, dimana setiap tugas yang diberikan
dapat terselesaikan tepat waktu serta pemberian pelayanan yang lebih baik
berdasarkan nilai-nilai ANEKA yang diaktualisasikan demi kepuasan
pengguna layanan.

5.1

Kesimpulan

5.2 Saran

Setelah melaksanakan semua kegiatan aktualisasi di sub-bagian


Perencanaan

Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan


Kebudayaan Kabupaten Jembrana, ada beberapa saran terkait kegiatan yang
dilaksanakan, antara lain:

Aklualisasi nilai ANEKA sangat baik untuk diterapkan oleh seluruh pegawai
pada

1.
dinas untuk mendukung pemberian pelayanan prima kepada masyarakat
sebagai pengguna layanan. Peran komunikasi dalam berkoordinasi sangat
vital untuk setiap kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu,
menjaga komunikasi

yang baik dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA sangat diperlukan dalam


setiap

kegiatan yang dilaksanakan di dinas.


2. Dalam pengembangan mengagendakan surat masuk berupa undangan
rapat, perlu

dibuatkan papan agenda rapat dan kegiatan sehingga atasan dapat dengan
mudah melihat jadwal undangan rapat yang akan diikuti.
55

3.
jangka waktu penyimpanan (retensi) dokumen aktif dan inaktif serta langkah
tindak lanjut sehingga dokumen lama yang sudah melebihi batas waktu tidak
menumpuk dan memenuhi rak arsip.

Dalam kegiatan pengarsipan dokumen perencanaan perlu dibuatkan


pedoman

56

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS:


Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas PNS: Modul Diklat


Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat


Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Pelatihan


Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Susunan


Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana

Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


LAMPIRAN 1 (Rencana Kerja SKPD)

LAMPIRAN 2 (Indikator Kinerja Umum)

LAMPIRAN 3 (Cascading Dinas)


LAMPIRAN 4 (Rangkuman Data Pendidikan)

LAMPIRAN 5 (Laporan Monev Dinas)

LAMPIRAN 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)

LAMPIRAN 7 (Buku Register Surat)


LAMPIRAN 8 (Form Bimbingan Aktualisasi)

LAMPIRAN 9 (Rancangan Aktualisasi)

KTUALISASI
NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA DI DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN JEMBRANA

NAMA : NI LUH PUTU SUARDIYANTI, S.Pd.


NIP : 19901022 201503 2 006
NDH : 23
INSTANSI : DINAS PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA

PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN


DIKLAT PRAJABATAN CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XIII BADAN
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BALI 2016

LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR


LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL
NEGARA

Nama NIP/NDH Instansi Jabatan Judul

: Ni Luh Putu Suardiyanti, S.Pd.


: 19901022 201503 2 006 / 23
: Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan
: Staf Sub-Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
: Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara

di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan


Kabupaten Jembrana

Telah diperiksa dan disempurnakan berdasarkan masukan dan saran oleh


mentor dan coach untuk diseminarkan di Badan Pendidikan dan Pelatihan
Provinsi Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2016.

Pembimbing/Coach,

A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si.

NIP. 19680107 198809 2 001

Denpasar, Maret 2016 Mentor,

I Gede Ketut Suharsana, S.Sos.

NIP. 19700220 199403 1 005

ii

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL
NEGARA
Nama : NIP : Instansi :

Jabatan : Judul :

Ni Luh Putu Suardiyanti, S.Pd.


19901022 201503 2 006
Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan
Staf Sub-Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara di Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Jembrana

Telah mengikuti seminar Laporan Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi


Aparatur Sipil Negara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali yang
dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2016.

Pembimbing/Coach,

A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si. NIP. 19680107 198809 2 001

Denpasar, Maret 2016 Penguji,

Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd. NIP. 19551231 197903 1 125

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali

Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. NIP. 19591231 198703 1 160

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa
karena berkat rahmat-Nya “Laporan Aktualisasi Nilai - nilai Dasar Profesi
Aparatur Sipil Negara di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Jembrana” ini dapat diselesaikan sesuai rencana.

Laporan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian prosedur pendidikan dan


pelatihan prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil golongan III. Keberhasilan
penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha dan bantuan
berbagai pihak. Untuk itu dengan segala ketulusan hati diucapkan
terimakasih kepada yang terhormat.

1. Bapak Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. sebagai Kepala Badan
Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali yang telah memberi dukungan
dalam pengaktualisasian nilai – nilai dasar Profesi Aparatur Sipil
Negara;
2. Ibu A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si. sebagai pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan memotivasi agar kegiatan yang
diaktualisasikan senantiasa berjalan dengan baik.
3. Bapak Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd. sebagai penguji yang telah
memberikan saran dan dukungan terkait aktualisasi.
4. Bapak I Gede Ketut Suharsana, S.Sos. selaku Kasubbag Perencanaan
Evaluasi dan Pelaporan yang memberikan kesempatan untuk
mengaktualisasikan nilai – nilai dasar Profesi Aparatur Sipil Negara
dan memberikan masukan tentang proses pelaksanaannya di
lapangan.
5. Panitia Diklat Prajabatan golongan III provinsi Bali tahun 2016 yang
telah banyak memberikan bantuan dalam penyelesaian laporan ini.
6. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta diklat prajabatan
golongan III Kabupaten Jembrana.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu

dibutuhkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan


ini.

Denpasar, Maret 2016 Penulis

iv

DAFTAR ISI

Halaman Judul
................................................................................................ i Lembar
Persetujuan ........................................................................................ ii
Lembar Pengesahan
........................................................................................ iii Kata Pengantar
................................................................................................ iv Daftar Isi
......................................................................................................... v
Daftar Tabel
.................................................................................................... vi Daftar
Gambar ................................................................................................ vii
Daftar Lampiran
.............................................................................................. ix BAB I
PENDAHULUAN

1. 1.1 Latar Belakang ............................................................................


1
2. 1.2 Tujuan Aktualisasi ......................................................................
2
3. 1.3 Lokus Aktualisasi.........................................................................
2

BAB II GAMBARAN UMUM AKTUALISASI


1. 2.1 Teori Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara................ 3
2. 2.2 Profil Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan

Kebudayaan.................................................................................. 12

3. 2.3 Gambaran Umum Tugas Jabatan Peserta Diklat..........................


15

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

1. 3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil


Negara ......................................................................................... 16
2. 3.2 Jadwal Aktualisasi .......................................................................
32

BAB IV HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

1. 4.1 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ................................................


34
2. 4.2 Pembahasan Kegiatan Aktualisasi ..............................................
36

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ................................................................................. 55 5.2


Saran ............................................................................................ 55

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Halaman

DAFTAR TABEL

No. Judul Tabel Halaman

3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi ASN ..........................


26 3.2 Jadwal Aktualisasi Nilai – nilai Dasar Profesi
ASN.................................. 32 4.1 Daftar Capaian Pelaksanaan Aktualisasi
.................................................. 34

vi

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Tabel Halaman


2.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga
Pariwisata
dan Kebudayaan .......................................................................................
14

1. 4.1 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-bidang


untuk
isian rencana kerja dinas
.......................................................................... 37
2. 4.2 Rencana Kerja SKPD yang telah dibuat
.................................................. 37
3. 4.3 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-bidang
untuk
isian indikator kinerja umum dinas
.......................................................... 39
4. 4.4 Indikator Kinerja Umum SKPD yang telah dibuat
.................................. 40
5. 4.5 Rapat pembahasan rancangan cascading dinas bersama kepala-
kepala
bidang dan Kabag Ortal Setda
................................................................. 41
6. 4.6 Proses penginputan dan revisi cascading
................................................. 42
7. 4.7 Print out cascading yang telah tersusun
................................................... 42
8. 4.8 Proses penginputan data dalam pembuatan rangkuman data
pendidikan
sebagai pendukung penyusunan profil pendidikan
.................................. 43
9. 4.9 Rangkuman data pendidikan dan buku profil pendidikan
....................... 44

4.10Proses pendampingan pengisian data dapodik yang dilakukan oleh salah


satu Operator Dapodik Sekolah ............................................................... 45

4.11Mendampingan salah satu operator sekolah dalam memperbaharui versi


Dapodik ....................................................................................................
46 4.12Membantu salah satu operator yang kesulitan sinkronisasi data
............. 46

4.13Proses pengumpulan, pemilihan dan merekap laporan monev masing-


Masing PPTK untuk digabungkan menjadi laporan monev dinas ........... 47

vii

4.14Laporan monev dinas yang diserahkan ke Inspektorat ............................


48 4.15Menerima lapor bulan dari SMP dan SMA/SMK
................................... 49 4.16Proses memilah lapor bulan sesuai jenjang
pendidikandan menginput
data menjadi suatu rekap bulanan ............................................................
50 4.17Dokumen rekap lapor bulan yang telah dibuat
........................................ 50 4.18Mencatat surat masuk dan surat keluar
secara manual dalam buku register

serta menginput data persuratan ke aplikasi pengelolaan arsip ............... 51


4.19Buku register surat, bendel surat masuk dan surat keluar
........................ 52 4.20Memasukkan arsip surat ke dalam lemari arsip
....................................... 52 4.21Mengarsipkan dokumen sesuai dengan
jenis dokumen dan tanggal

penerbitannya ...........................................................................................
53 4.22Rak arsip dengan dokumen yang terpilah dan tertata di dalamnya
......... 54 4.23Sistem pengarsipan elektronik menggunakan software arsip
.................. 54

viii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 1 (Rencana Kerja SKPD)


2. Lampiran 2 (Indikator Kinerja Umum)
3. Lampiran 3 (Cascading Dinas)
4. Lampiran 4 (Rangkuman Data Pendidikan)
5. Lampiran 5 (Laporan Monev Dinas)
6. Lampiran 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)
7. Lampiran 7 (Buku Register Surat)
8. Lampiran 8 (Form Bimbingan Aktualisasi)
9. Lampiran 9 (Rancangan Aktualisasi)

ix

1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan


bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintah. Selanjutnya yang dimaksud dengan
Pegawai Negeri Sipil
(PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian (PPK) untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sebagai
Aparatur Sipil Negara, PNS mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; memberikan pelayanan publik
yang profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keberadaan ASN diharapkan dapat mewujudkan cita-cita besar bangsa


Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diantaranya yaitu
membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap
Bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat
yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang
profesional sebagaimana tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan.

Diklat prajabatan pola baru dilaksanakan dengan sistem internalisasi nilai-


nilai
dasar profesi ASN yang diakronimkan sebagai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) kemudian
dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut laporan aktualisasi nilai
dasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi pada
instansi tempat bekerja. Aktualisasi nilai dasar merupakan suatu proses
untuk membuat kelima nilai dasar (ANEKA) menjadi aktual atau nyata
terjadi serta sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di unit kerja,
dalam hal ini yaitu Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP),
Dinas Pendidikan

Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan. Aktualisasi tersebut


disesuaikan dengan nilai dasar ANEKA, tugas pokok dan fungsi, serta visi
misi dalam organisasi.

1.2 Tujuan Aktualisasi

Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN


yang penulis laksanakan ini antara lain sebagai berikut.

1. 1.2.1 Penulis dapat memahami dan memaknai nilai-nilai dasar profesi


yang meliputi

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti


Korupsi

(ANEKA) yang akan dituangkan dalam kegiatan aktualisasi.


2. 1.2.2 Penulis dapat mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA dan
memberikan

kontribusi kepada organisasi melalui kegiatan aktualisasi ini.

1.3 Lokus Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan pada Dinas Pendidikan Pemuda


Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang
beralamat di Jalan Surapati No. 1 Negara, sebagai instansi tempat peserta
diklat ditugaskan. Secara lebih khusus, lokus kegiatan aktualisasi ini adalah
pada Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP) Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan yang
dilaksanakan mulai tanggal 7 Maret 2016 sampai dengan 26 Maret 2016.

BAB II
GAMBARAN UMUM AKTUALISASI

2.1 LandasanTeoriNilai-NilaiDasarProfesiASN

Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam


menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat
meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen
Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. Penjelasan
dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

2.1.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau


institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-
nilai publik antara lain:

1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik

kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan


pribadi.

2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan


mencegah

keterlibatan PNS dalam politik praktis.

3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam


penyelenggaraan

pemerintahan dan pelayanan publik.


4. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai

penyelenggara pemerintah.

Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Menurut LAN RI (2015:8),


aspek-

aspek tersebut terdiri dari:

a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan


b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan d. Akuntabilitas memerlukan
konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Berdasarkan aspek-aspek tersebut seorang PNS harus memiliki tanggung


jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bovens (dalam LAN RI, 2015:10)
menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

a. untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);


b. untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional); c. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran
belajar).

Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas


vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal
accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas vertikal
membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada
publik. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban
kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat
pemerintah untuk melaporkan “ke samping” kepada para pejabat lainnya dan
lembaga negara.

Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan
sebagai berikut.

1. Akuntabilitas personal
2. Akuntabilitas individu
3. Akuntabilitas kelompok 4. Akuntabilitas organisasi 5. Akuntabilitas
stakeholder

Akuntabilitas memiliki empat dimensi agar memenuhi terwujudnya sektor


publik yang akuntabel, diantaranya sebagai berikut.
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and
legality);
b. Akuntabilitas proses (process accountability);
c. Akuntabilitas program (program accountability);
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).

Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang PNS mengambil


langkah-langkah sebagai berikut.

1. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias.


2. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
3. Akuntabel dan transparan.
4. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
5. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai dengan

organisasinya.

6. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik


kepentingan.

Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel


antara lain :

1. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya


komitmen

yang tinggi dalam melakukan pekerjaan);

2. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan

kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);

3. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang, kontrak,


kebajikan, dan

peraturan yang berlaku);

4. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas


perseorangan dan

responsibilitas institusi);

5. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan

kredibilitas organisasi);

6. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal – hal yang


dapat
dipercaya);

7. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,


serta

harapan dan kapasitas);

8. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan


9. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas

merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2.1.2 Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan


bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan
pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan
sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis
nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila.

Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah
menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat
dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam
menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang
melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi
landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus


dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
a. Berwawasan kebangsaan yang kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublikan yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

2.1.3 Etika Publik

Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi


tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik
dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN, 2015: 6).
Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk
memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di
dalam pelayanan publik (Haryatmoko dalam LAN, 2015: 7).

Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip
dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis (LAN, 2015:9). Kode etik profesi
dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus
dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan
dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni
sebagai berikut:

1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan


berintegritas tinggi
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang

berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan


perundang-

undangan dan etika pemerintahan

6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara

7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung


jawab, efektif, dan efisien
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain

yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan

10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,


kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri

sendiri atau untuk orang lain

11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi
dan integritas
ASN

12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan


mengenai disiplin

pegawai ASN.
Selanjutnya, perlu diketahui tentang nilai-nilai dasar etika publik

sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN sebagai berikut:

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila;


2. Setia dan mempertahankan Undang-undang dasar Negara Kesatuan
Republik

Indonesia 1945;

3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak;


4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah;
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat,

berdaya guna, berhasil guna, dan santun;

10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;


11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai;
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai

perangkat sistem karir.


Dimensi etika publik terdiri dari: 1) dimensi tujuan pelayanan publik
yang

bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan relevan; 2)


dimensi modalitas yang terdiri dari akuntabilitas, transparansi, dan
netralitas; serta 3) dimensi

tindakan integritas publik (LAN, 2015:11). Ketiga dimensi tersebut dapat


menjadi dasar untuk menjadi pelayan publik yang beretika. Etika publik
menjadi sebuah refleksi kritis yang mengarahkan nilai-nilai kejujuran,
solidaritas, keadilan, dan kesetaraan yang dipraktikkan dalam wujud
keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional membutuhkan tidak hanya kompetensi


teknis dan leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu
dipahami etika dan kode etik pejabat publik. Tanpa memiliki kompetensi
etika, pejabat cenderung menjadi tidak peka, tidak peduli dan bahkan
seringkali diskriminatif, terutama pada masyarakat kalangan bawah yang
tidak beruntung. Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan
bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-
lain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap
kesejahteraan masyarakat. Dengan diterapkannya kode etik ASN, perilaku
pejabat publik harus berubah dari penguasa menjadi pelayan, dari wewenang
menjadi peranan, dan menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah yang
harus dipertanggung jawabkan bukan hanya di dunia namun juga di akhirat.

Terdapat 6 prinsip etika publik, yaitu:

1. 1) Keindahan (beauty), yakni prinsip yang berkaitan/dapat


menghasikan rasa

senang

2. 2) Persamaan (equality), yakni prinsip yang berkaitan dengan


kesamaan harkat dan

derajat/tidak diskriminatif

3. 3) Kebaikan (goodness), yakni prinsip yang berkaitan dengan cita


rasa/perasaan
4. 4) Keadilan (justice), yakni prinsip yang berkaitan dengan rasa adil
(didasarkan

kebutuhan)

5. 5) Kebebasan (liberty), yakni prinsip yang berkaitan dengan


keleluasaan namun

tidak mengganggu orang lain

6. 6) Kebenaran (truth), yakni prinsip yang didasarkan pada kebenaran


baik secara

ilmiah maupun mutlak


Agar etika publik dapat dihayati, diperlukan kode etik diantara
aparatur sipil
negara. Dengan rumusan kode etik yang baik dan diikuti sebagai pedoman
bertindak dan berperilaku, sehingga para aparatur negara akan melihat
kedudukan mereka sebagai alat bukan sebagai tujuan.

Mengacu pada TAP MPR NO.VI/MPR/2001 ada pokok-pokok etika kehidupan


berbangsa yaitu:

1. Etika sosial dan budaya


2. Etika politik dan pemerintahan
3. Etika ekonomi dan bisnis
4. Etika penegakan hukum yang berkeadilan
5. Etika keilmuan
6. Etika lingkungan.

Adapun aktualisasi etika Aparatur Sipil Negara antara lain:


1. Aktualisasi etika publik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik 2.
Aktualisasi kode etik untuk melawan korupsi
3. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan kinerja organisasi
4. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan integritas publik

2.1.4 Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek
utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada
mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan
berorientasi mutu.
a. Efektif

Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan,


baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas
organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakannya.
Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang dihargai
oleh pelanggan.

b. Efisien

Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan
atau tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana
pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya
sedangkan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan
untuk mencapai tujuan organisasi. Efisiensi organisasi ditentukan oleh
berapa banyak bahan baku, uang, dan manusia yang dibutuhkan untuk
menghasilkan jumlah keluaran tertentu.

9
Efisensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk

menghasilkan barang dan jasa.

c. Inovasi

Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap

perubahan di pasar, teknologi dan persaingan.

d. Mutu

Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yag diberikan kepada


pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan
melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi
dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

Nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam memberikan layanan prima sekurang-


kurangnya akan mencakup hal-hal berikut.

1. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customer/clients.


2. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar

customer/clients tetap setia.

3. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa


kesalahan,

dan tidak ada pemborosan.

4. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan


pergeseran

tuntutan kebutuhan customer/clients mauun perkembangan


teknologi.

5. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan


masalah dan

pengambilan keputusan.

6. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai


cara, antara

lain pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan


benchmark.

2.1.5 Anti Korupsi


Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti
kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya
perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral,
menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material,
mental dan umum. Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang
dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak
langsung.

10

Ada 7 jenis korupsi menurut Syed Husin Alatas (LAN, 2014:17) yaitu:

1. Korupsi Transaktif yaitu ditandai adanya kesepakatan timbal balik


kedua pihak

yang sama-sama aktif demi keuntungan bersama;

2. Korupsi Ekstroaktif yaitu ditandai adanya tekanan kepada pihak


pemberi untuk

menyuap demi kepentingan keselamatan diri dan koleganya;

3. Korupsi Investif yaitu penawaran barang/jasa yang keuntungannya


diharapkan

dimasa datang;

4. Korupsi Nepotistik yaitu ditandai dengan perlakuan khusus kepada


kerabatnya

dalam suatu kedudukan;

5. Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang di lakukan individu dengan

memanfaatkan kelebihan pemahaman dan pengetahuannya sendiri;

6. Korupsi Suportif yaitu tindakan korupsi untuk melindungi tindak


korupsi

lainnya;

7. Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan untuk


mempertahankan

diri dari pemerasan.


Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok
tindak

pidana korupsi yang terdiri dari: (1) kerugian keuangan negara; (2) suap-
menyuap; (3) pemerasan; (4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam
jabatan; (6) benturan kepentingan dalam pengadaan; dan (7) gratifikasi.

Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan salah satu cara untuk
menjauhkan diri kita dari korupsi. Nilai-Nilai dasar anti korupsi adalah
sebagai berikut.
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggungjawab
f. Kerjakeras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil

Korupsi juga disebut sebagai kejahatan yang luar biasa, karena dampaknya
menyebabkan kerusakan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
masyarakat, dan

11

kehidupan yang luas. Menurut LAN RI (2014:8) yang dikutip dari berbagai
sumber, dampak perilaku dan tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut.

1. Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih besar


2. Harga infrastruktur lebih tinggi
3. Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan
dan kemiskinan
4. Korupsi menurunkan investasi dan karenanya menurunkan
pertumbuhan ekonomi
5. Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negatif terhadap arus
investasi asing
6. Negara-
negarayangdianggapmemilikitingkapkorupsiyangrelatifrendahselalu
menarik investasi lebih banyak dari pada negara rentan korupsi

Kesadaran anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual,


dengan

selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan
selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus
dipertanggungjawabkan sehingga dapat menjadi benteng kuat untuk anti
korupsi. Tanggung jawab spiritual yang baik akan menghasilkan niat yang
baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga selalu
memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha untuk mendapatkan
hasil terbaik agar dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

2.2 Profil Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan


2.2.1 Visi dan Misi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan
Kebudayaan

Perumusan Visi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan


Kebudayaan Kabupaten Jembrana mencerminkan apa yang ingin dicapai,
memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat
komponen Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan,
memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen seluruh
jajaran dan mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka Visi Dinas Pendidikan, Pemuda


Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana disusun sebagai
berikut:

“Terwujudnya kualitas layanan prima pendidikan dan kepariwisataan yang


berbudaya, menuju masyarakat Jembrana yang cerdas, trampil, mandiri,
bermutu dan berwawasan serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
Jembrana”

12

Yang dimaksud dengan layanan prima adalah layanan pendidikan yang:

1. tersedianya Layanan Pendidikan dasar dan menengah secara merata


di seluruh

pelosok Kabupaten Jembrana;

2. terjangkaunya Layanan Pendidikan dasar dan menengah oleh seluruh


lapisan

masyarakat;

3. berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan bermasyarakat,


dunia usaha,

dan dunia industry;

4. setara bagi warga masyarakat Jembrana dalam memperoleh


pendidikan

berkualitas dengan memperhatikan keragaman latar belakang sosial-


budaya,

ekonomi, geografi, gender, dan sebagainya; serta


5. menjamin kepastian bagi masyarakat Jembrana untuk dapat
mengenyam

pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat,


dunia usaha, dan dunia industri.

MISI

Untuk mewujudkan Visi Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata


Kabupaten Jembrana, maka ditetapkan 8 (delapan) Misi sebagai berikut.

1. Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan


2. Memperluas Keterjangkauan Layanan Pendidikan
3. Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevan Layanan Pendidikan
4. Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan
5. Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan
6. Pengembangan Kebudayaan Daerah dan Nasional
7. Mewujudkan Sarana prasarana Pariwisata yang memadai serta
melestarikan

obyek dan daya tarik wisata

8. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk pengembangan


kepariwisataan

2.2.2 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata


dan Kebudayaan

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Dikporaparbud, maka


disusun struktur organisasi dan mekanisme kerja sebagaimana bagan
berikut ini.

13

STRUKTUR ORGANISASI DINAS DIKPORAPARBUD BERDASARKAN PERDA


NO. 15 TAHUN 2011
Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga
Pariwisata dan Kebudayaan

14

2.3 Gambaran Umum Tugas Jabatan Peserta Diklat


Peserta Diklat ditempatkan dibagian Sekretariat, sebagai Staf Subag
Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan. Tugas Pokok dan fungsi sebagai Staf
Subag Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan antara lain:
1. mengolah data usulan program Rencana kerja (Renja) Dinas
Dikporaparbud,
2. mengolah data usulan program Rencana Kerja (Renja) Dinas
Dikporaparbud,
3. mengolah data usulan program Penetapan Kinerja Dinas Dikporaparbud,
4. mengolah data usulan program LKPJ dan LPPD Dinas Dikporaparbud,
5. mengolah data usulan program Indikator Kinerja Umum (IKU) Dinas
Dikporaparbud, 6. mengolah data usulan program LKjIP Dinas
Dikporaparbud,
7. mengolah data usulan program RKA dan DPA Dinas Dikporaparbud, serta
8. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

15

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara

Dalam rancangan aktualisasi ini, akan dilaksanakan beberapa kegiatan yang


tertuang dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), beberapa kegiatan dari tugas
tambahan yang diberikan oleh atasan langsung serta kegiatan atas inisiatif
sendiri dengan persetujuan atasan langsung yang masih berkaitan dengan
tugas pokok. Sebagian kegiatan perencanaan lain yang terdapat dalam SKP
tidak dapat dimunculkan selama kegiatan aktualisasi karena telah
terlaksana atau akan dilaksanakan tidak bertepatan dengan jadwal
aktualisasi. Adapun rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan selama
kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut.
3.1.1 Mengolah Data Pendukung Rencana Kerja Dinas Dikporaparbud

Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data usulan


rencana kerja yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai acuan target rencana satu tahun ke depan yang menjadi
sasaran SKPD. Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian
usulan renja yang harus diisi oleh bidang-bidang terkait untuk kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan data Rencana Kerja dinas. Output kegiatan ini adalah terlaksananya
pengolahan data usulan Rencana Kerja dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu, dokumen
hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang
membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap
penyelesaian tugas.
b. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada
menghargai hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing
bidang.

c. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data rencana kerja tersebut.

16

4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data pendukung rencana kerja


dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah
melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga
kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu
dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan

aktualisasi adalah keterlambatan penyerahan data oleh bidang-bidang


terkait. Untuk mengatasi kendala tersebut, akan diberikan batasan waktu
pengumpulan draf isian data bidang dan dilakukan komunikasi berkala
dalam proses pengumpulannya.

3.1.2 Mengolah Data Usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

Dalam kegiatan ini terdapat proses pengumpulan dan pengolahan data


usulan Indikator Kinerja Umum (IKU) dari masing-masing bidang pada dinas
untuk untuk disatukan menjadi IKU dinas yang menjadi sasaran SKPD.
Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian usulan IKU
kepada setiap kepala bidang dan kasubbag di sekretariat. Draf isian tersebut
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil olahan IKU dinas. Output kegiatan ini adalah
terlaksananya pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas. Adapun nilai-
nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai
berikut.

1. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu,
dokumen hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas
yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab
terhadap penyelesaian tugas.
2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada
menghargai hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-
masing bidang.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data usulan program IKU dinas,
orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah
melalui evaluasi serta

17

perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan
tanpa

adanya kesalahan.
e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah

disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan tugas


yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan


aktualisasi adalah keterlambatan penyerahan data oleh bidang-bidang
terkait. Untuk mengatasi kendala tersebut, akan diberikan batasan waktu
pengumpulan draf isian data bidang dan dilakukan komunikasi berkala
dalam proses pengumpulannya.

3.1.3 Mengolah Data Cascading Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata dan Kebudayaan

Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data


cascading yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai suatu cascading dinas secara utuh. Tahapan kegiatan
ini dimulai dari menyampaikan nota dinas dan draf isian cascading yang
telah diberikan oleh sekretaris dinas agar diisi oleh bidang-bidang terkait
untuk kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil cascading dinas. Output kegiatan ini adalah terlaksananya
pengolahan data cascading dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

1. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu,
adanya dokumen cascading dinas sebagai output juga merupakan
suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud
dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-4 dari Pancasila tampak pada
kegiatan rapat penyusunan cascading yang dilaksanakan di dinas,
dimana dalam rapat ini terlihat adanya musyawarah untuk mencapai
suatu kesepakatan bersama.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan data cascading tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data cascading dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui
evaluasi serta perbaikan

18

yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa
adanya

kesalahan.
e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah

disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan tugas


yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

Dalam kegiatan ini, kendala yang mungkin muncul selama kegiatan


aktualisasi adalah keterlambatan pengolahan data cascading karena belum
adanya kesepakatan dalam bidang untuk sasaran dan indikator pencapaian
sasaran, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama dalam
bermusyawarah. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala ini
adalah dengan memberikan batasan waktu pada masing- masing bidang
serta mengundang pihak lain yang terkait dan menguasai tata cara
penyusunan cascading untuk dijadikan narasumber dalam pelaksanaan
rapat penyusunan cascading dinas.

3.1.4 Membuat Rangkuman Data Pendidikan sebagai Pendukung Profil


Pendidikan

Tahapan kegiatan membuat rangkuman data pendidikan yang digunakan


sebagai pendukung profil pendidikan dimulai dari menyampaikan draf isian
data pendukung yang diserahkan kepada bidang-bidang terkait untuk
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya bersama-sama pada subbag PEP
hingga diperoleh hasil akhir berupa dokumen rangkuman data pendidikan
dinas Dikporaparbud. Output kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen
rangkuman data pendidikan dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut. a. Akuntabilitas: nilai
ini tercermin dari adanya integritas pada saat pengolahan

data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang diolah dan
diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain itu, dokumen
rangkuman data pendidikan yang tersusun juga merupakan suatu aspek
akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sebagai wujud dari rasa tanggung
jawab terhadap penyelesaian tugas.

b. Nasionalisme: nilai nasionalisme yang teraktualisasi dari kegiatan ini


adalah musyawarah dan semangat gotong royong yang tercermin melalui
kegiatan kerja sama dalam berkoordinasi menyusun dokumen rangkuman
data pendidikan.

c. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses penyusunan dokumen
rangkuman data pendidikan dinas.

19

d. Komitmen Mutu: dalam mengolah data menjadi dokumen rangkuman data


pendidikan yang utuh, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data
yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk
menjaga kualitas data yang baik dan meminimalisir terjadinya kesalahan.

e. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari
atasan langsung serta jujur dalam membuat rangkuman data pendidikan
sesuai dengan keadaan data pendidikan yang sebenarnya.

Kendala yang mungkin muncul adalah keterbatasan waktu dan


keterlambatan dalam proses pengumpulan data awal yang akan diolah
menjadi rangkuman data pendidikan dari bidang-bidang terkait. Hal yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kendala ini adalah dengan memberikan
batasan waktu bagi bidang untuk mengumpulkan isian data serta
mengkompilasi data dengan sumber-sumber data pendidikan lain seperti
misalnya dapodik. Selain itu, kerja sama yang efektif antar staf sub-bagian
PEP juga dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu yang diberikan.

3.1.5 Memberikan Layanan Konsultasi DAPODIK Kepada Operator DAPODIK


PAUD-DIKMAS

Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan bagi


operator sekolah yang masih mengalami kesulitan berkaitan dengan proses
penginputan data Dapodik sekolahnya. Tahapan kegiatan pelayanan ini
dimulai dari menerima operator yang datang dengan ramah dan sopan,
memberikan pelayanan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh
operator hingga memastikan operator telah benar-benar memahami
penjelasan yang diberikan. Output kegiatan ini berupa terlaksananya
layanan konsultasi Dapodik PAUD-DIKMAS. Nilai-nilai dasar profesi yang
dapat diaktualisasikan pada kegiatan pelayanan ini antara lain sebagai
berikut.
a. Akuntabilitas: aspek akuntabilitas sebagai sebuah hubungan tercermin
dari
adanya tanggung jawab antara kedua belah pihak. Pemberi pelayanan
bertanggung jawab menyampaikan informasi yang diperlukan oleh operator
sekolah sedangkan operator bertanggung jawab untuk menerapkan solusi
tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

20

2. Nasionalisme: nilai penerapan Pancasila sila ke-5 yaitu suka


memberikan pertolongan kepada orang lain agar mampu berdiri sendiri
teraktualisasi dalam kegiatan pelayanan ini.
3. Etika Publik: kegiatan pelayanan ini dapat mengaktualisasi nilai dasar
etika publik yaitu memberikan layanan kepada publik (operator
Dapodik) secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna dan santun dalam menyampaikan informasi.
4. Komitmen Mutu: orientasi mutu dalam kegiatan pelayanan ini adalah
mengedepankan komitmen pelayanan terhadap kepuasan pengguna
layanan (operator sekolah).
5. Anti Korupsi: menghindari pemberian/gratifikasi yang tidak wajar dari
operator sekolah dalam proses pemberian layanan merupakan upaya
pengaktualisasian nilai anti korupsi dalam kegiatan ini.

Kendala yang mungkin muncul dalam kegiatan ini adalah adanya


operator

sekolah yang tidak fasih menggunakan teknologi (gagap teknologi) sehingga


selama pennyampaian pelayanan harus dilakukan dengan terperinci disertai
contoh untuk membuat mereka paham dan mampu mengatasi masalah yang
dihadapi. Penyampaian informasi juga harus menggunakan bahasa yang
mudah dipahami agar mereka dapat mengingat setiap langkah yang
dilakukan.

3.1.6 Mengolah dan Membuat Laporan Monev Fisik dan Keuangan Dinas

Pembuatan laporan monev merupakan salah satu jenis evaluasi terhadap


target capaian dinas setiap bulannya. Kegiatan ini diawali dari pengumpulan
data monev masing-masing PPTK untuk kemudian diinput dalam laporan
monev dinas secara utuh dan dievaluasi oleh atasan langsung untuk
kemudian disampaikan kepada kepala dinas dan dilaporkan kepada
inspektorat sebagai instansi yang berwenang. Nilai-nilai dasar profesi yang
dapat diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan

data yang diberikan oleh PPTK. Data yang diolah dan diinput harus sesuai
dengan data monev yang diterima. Selain itu, adanya laporan monev juga
merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai
wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

21
2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada
menghargai hasil karya orang lain berupa laporan monev masing-
masing PPTK.
3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan pengolahan rekapan laporan monev tersebut.
4. Komitmen Mutu: dalam mengolah data monev PPTK menjadi suatu
laporan Monev dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan
data yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu
untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas
waktu pengumpulan laporan monev yang ditentukan oleh Inspektorat.

Kendala yang dapat muncul dari kegiatan ini adalah terlambatnya

pengumpulan data monev dari masing-masing PPTK serta adanya kesalahan


penginputan yang dilakukan oleh PPTK. Cara mengatasi permasalahan
keterlambatan pengumpulan dapat dilakukan dengan memberi batasan
waktu dan mengingatkan setiap PPTK untuk mengumpulkan monev dengan
tetap menggunakan etika komunikasi dan bahasa yang santun. Untuk
mengurangi faktor kesalahan input dari PPTK, setiap monev yang masuk
akan dilakukan pemeriksaan dan akan diserahkan kembali pada PPTK jika
terdapat kesalahan yang ditemukan.

3.1.7 Membuat Rekapan Lapor Bulan Sekolah

Kegiatan membuat rekapan lapor bulan sekolah merupakan salah satu tugas
tambahan yang outputnya berupa tersedianya rekapan lapor bulan sekolah.
Kegiatan ini diawali dari pengumpulan data lapor bulan yang diserahkan
masing-masing sekolah ke Sub-Bagian PEP, kemudian diregister untuk
mengetahui sekolah yang sudah atau yang belum mengumpulkan laporan.
Keseluruhan lapor bulan kemudian dipilah dan diinput sesuai format
rekapan yang dibuat. Kemudian hasilnya dilaporkan kepada atasan langsung
untuk dievaluasi dan sebagai laporan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut. a.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat merekap
data

lapor bulan sekolah. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan data
lapor bulan yang diterima. Selain itu, hasil rekapan lapor bulan sekolah juga
merupakan

22

suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari


rasa
tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

2. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada


menghargai

hasil karya orang lain berupa lapor bulan yang dikumpulkan sekolah.

3. Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan
dan

pengolahan data lapor bulan sekolah tersebut.

4. Komitmen Mutu: dalam membuat rekapan lapor bulan sekolah,


orientasi mutu

ditunjukkan dengan hasil dokumen yang telah melalui evaluasi serta


perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.

5. Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini
adalah disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas
waktu yang diberikan oleh atasan langsung.

Kendala yang dapat muncul dari kegiatan ini adalah keterlambatan


sekolah

mengumpulkan lapor bulannya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan


memberikan batasan waktu pengumpulan data lapor bulan kepada masing-
masing sekolah.

3.1.8 Meregister serta Mengarsipkan Surat Masuk dan Surat Keluar pada
Sub- Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP)

Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat keluar dilakukan agar
lebih tertibnya administrasi dalam sub-bagian baik berupa penerimaan dan
tindak lanjut surat masuk maupun penomoran dan pencatatan surat keluar.
Tahapan kegiatannya mulai dari mengumpulkan dan memilah hingga
mengarsipkan surat masuk serta melakukan penomoran terurut dan
pencatatan untuk setiap surat keluar. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

1. Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten


dalam

mengarsipkan serta mencatat setiap surat masuk dan surat keluar.

2. Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi


kepentingan bersama.

23

c. Etika Publik: penyusunan arsip surat yang tertata rapi menunjukkan


prinsi etika berupa keindahan, sehingga surat dengan mudah dapat
ditemukan apabila diperlukan. Selain itu, kode etik dan kode prilaku ASN
yang tercermin dalam kegiatan ini adalah melaksanakan tugas dengan
cermat dan teliti.

d. Komitmen Mutu: penyusunan arsip surat masuk dan surat keluar


didasarkan atas jenis dan tanggal suratnya sehingga apabila diperlukan,
akan lebih efisien waktu dalam menemukan surat tersebut.

3.1.9 Menata Arsip Dokumen pada Sub-Bagian PEP

Kegiatan menata arsip dokumen-dokumen yang ada pada Sub-Bagian PEP


dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengarsipan yang terdapat di
ruangan. Pengarsipan yang terdahulu telah dilaksanakan namun
penataannya belum terpilah secara efektif sehingga diperlukan waktu untuk
menemukan suatu dokumen saat diperlukan. Hal tersebut menjadi latar
belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Dalam pengarsipan yang akan
dilaksanakan, dokumen-dokumen akan dipilah dan disusun berdasarkan
jenis serta waktu pembuatannya. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

1. Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten


dalam

mengarsipkan dokumen perencanaan yang ada pada sub-bagian PEP.

2. Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi

kepentingan bersama.

3. Etika Publik: tercermin pada prinsip etika keindahan dan kebaikan


yang

ditunjukkan dengan peka terhadap lingkungan kerja. Selain itu, kode


etik dan kode prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan ini adalah
melaksanakan tugas dengan cermat dan teliti.

4. Komitmen Mutu: penyusunan arsip dokumen dilakukan dengan


cermat berdasarkan jenis dan waktu pembuatannya sehingga apabila
diperlukan, akan lebih efisien waktu dalam menemukan dokumen
tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga merujuk pada upaya perbaikan
berkelanjutan terhadap masalah pengarsipan dokumen.
Kendala yang dapat muncul selama kegiatan pengarsipan dokumen
adalah

terdapat banyak dokumen yang harus diarsipkan namun rak arsip yang
disediakan terbatas sehingga ada beberapa dokumen yang tidak dapat tertata
dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan pemilahan
dokumen prioritas yang akan

24

diarsip dan dimasukkan dalam rak arsip. Dokumen yang menjadi prioritas
selama kegiatan pengarsipan nantinya adalah dokumen yang paling sering
dicari dan digunakan untuk memperlancar kegiatan di sub-bagian PEP.
Dokumen tersebut antara lain dokumen perencanaan anggaran (berupa RKA
dan DPA SKPD) selama lima tahun terakhir, Peraturan Daerah yang
dikeluarkan berkaitan dengan perencanaan, rangkuman data (baik itu data
pendidikan maupun data kependudukan) serta dokumen perencanaan dan
dokumen evaluasi (seperti Renstra, Renja, LAKIP, LPPD, dan dokumen lain)
selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Berdasarkan uraian kegiatan aktualisasi yang telah dipaparkan sebelumnya,


dapat dirangkum rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN seperti pada
Tabel 3.1 berikut.

25

Tabel 3.1 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN

KONTRIBU
SI
NILAI-
N OUTPUT/HAS TERHADA
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN NILAI
o IL KEGIATAN P VISI MISI
DASAR
ORGANISA
SI
1 2 3 4 5 6
1. 1) Menyampaik Kegiatan
2.
an draf isian ini
Akuntabilit
rancangan berkaitan
as
penyusunan dengan
Mengolah 3.
renja dinas ke penyusuna
Data Nasionalis
bidang-bidang Terlaksanany n Rencana
Pendukung me
di dinas a pengolahan kerja Dinas
1 Rencana 4. Etika
pendidikan data usulan selama
kerja Dinas Publik
pemuda Renja Dinas satu tahun
Dikporaparb 5.
olahraga ke depan
ud Komitmen
pariwisata dan yang
Mutu 6.
kebudayaan. secara
Anti
2. 2) Menerima tidak
Korupsi
dan langsung
mengumpulkan menjamin
seluruh data terwujudn
usulan renja ya visi
dari masing- organisasi
masing bidang
untuk
penyusunan
renja dinas.
3. 3) Setelah
semua data
usulan bidang
terkumpul,
selanjutnya
diserahkan
kepada
kasubag PEP
untuk ditindak
lanjuti bersama
sekertaris
dinas.
4. 4) Selanjutnya
data olahan
yang telah
direkap dan
disetujui
tersebut diinput
dalam tabel
isian data renja.
5. 5) Menyerahka
n dan
mengkonsultasi
kan hasil
penginputan
pada tabel isian
data renja
kepada
kasubag PEP
untuk
diperiksa.
6. 6) Melakukan
revisi atau
penyempurnaa
n (bila
diperlukan)
kemudian
menyerahkan
hasil olahan
data
penyusunan
renja yang telah
disetujui
kepada
kasubag PEP.

1. 1) Menyampaik
an draf rencana
pencapaian
Indikator 1.
Kinerja Umum Akuntabilit Kegiatan
kepada tiap as ini
kepala bidang 2. berkaitan
Mengolah dan kepala Nasionalis dengan
data usulan subbag di me penyusuna
2 Indikator sekretariat. 3. Etika n indikator
Kinerja 2. 2) Mengumpul Publik kinerja
Umum Dinas kan hasil draf 4. yang
rencana Komitmen menjadi
pencapaian Mutu 5. sasaran
indikator Anti kerja dinas
kinerja umum Terlaksanany Korupsi
dari masing- a pengolahan
masing bidang. data usulan
Indikator
Kinerja Umum
dinas

26

KONTRIBUSI
N OUTPUT/HAS NILAI-NILAI TERHADAP
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN
o IL KEGIATAN DASAR VISI MISI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6
3. 3) Merekap
rencana
pencapaian iku
dari masing- yang secara
masing bidang tidak
dan langsung
menginputnya menjamin
ke dalam tabel terwujudnya
isian rencana visi
pencapaian organisasi
indikator
kinerja umum
dinas.
4. 4) Menyampai
kan hasil input
tabel rencana
pencapapian
indikator
kinerja umum
dinas kepada
Kasubag PEP
untuk diperiksa
atau direvisi
(jika ada).
5. 5) Melakukan
revisi (jika ada)
dan
menyerahkan
tabel rencana
pencapaian IKU
dinas kepada
kasubag PEP.

1. 1) Menyampai
kan nota dinas
dan draf
penyusunan
cascading yang
telah diberikan
oleh Sekretaris
Dinas kepada
1.
masing-masing
Mengolah Akuntabilit
bidang Kegiatan ini
data as
2. 2) Meminta berkontribus
cascading 2.
dan i pada misi
dinas Terlaksanany Nasionalis
mengumpulkan meningkatka
pendidika a pengolahan me
data yang n
3. n pemuda data 3. Etika
masuk dari tiap kualitas/mu
olahraga Cascading Publik
bidang tu dan
pariwisata Dinas 4.
3. 3) Menyampai relevan
dan Komitmen
kan hasil layanan
kebudayaa Mutu 5.
rekapan data pendidikan
n Anti
cascading
Korupsi
masing-masing
bidang kepada
Kasubag PEP
untuk
dikonsultasika
n dengan
Sekretaris
Dinas
4. 4) Mengadakan
rapat
penyusunan
cascading yang
diikuti semua
bidang dan
mengundang
Kepala Bagian
Organisasi dan
Tata Laksana
untuk dimintai
petunjuk
5. 5) Mengimput
data cascading
yang telah
disetujui dalam
bentuk bagan
cascading dinas

27

KONTRIBUS
I TERHADAP
N KEGIATA OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o N IL KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
6. 6) Menyerahka
n draf cascading
dinas yang telah
dibuat kepada
Kasubag PEP
untuk
dilakukan
pemeriksaan
dan revisi (jika
diperlukan)
7. 7) Menyerahka
n bagan
cascading dinas
kepada Kasubag
PEP

Membuat 1. 1) Menyampaik 1. Kegiatan ini


Tersusunnya
rangkum an draf isian Akuntabilit berkontribus
4. dokumen
an data data yang as i pada misi
rangkuman
pendidika diperlukan 2. meningkatk
n sebagai dalam data Nasionalis an
penunjan menyusun profil pendidikan me kualitas/mu
g profil pendidikan 3. Etika tu dan
pendidika kepada bidang- Publik relevan
n bidang terkait di 4. layanan
dinas Komitmen pendidikan
pendidikan Mutu 5.
pemuda Anti
olahraga Korupsi
pariwisata dan
kebudayaan
2. 2) Meminta dan
mengumpulkan
seluruh data
pendukung dari
masing-masing
bidang untuk
pembuatan
rangkuman data
pendidikan
3. 3) Menyampaik
an hasil rekap
data-data yang
telah
diserahkan oleh
bidang-bidang
kepada kasubag
PEP untuk
ditindak lanjuti
bersama
sekertaris dinas
4. 4) Setelah
mendapat
persetujuan,
data-data yang
telah terkumpul
diolah dan
diinput ke
dalam dokumen
rangkuman data
pendidikan.
5. 5) Menyerahka
n dan
mengkonsultasi
kan draf
rangkuman data
pendidikan yang
telah dibuat
kepada kasubag
PEP untuk
diperiksa dan
direvisi (jika
ada).
6. 6) Menyerahka
n hasil revisi
(jika ada)
dokumen
rangkuman data
pendidikan
sebagai bahan
penunjang profil
pendidikan
kepada kasubag
PEP.

28

KONTRIBUS
I TERHADAP
N OUTPUT/HASI NILAI-NILAI
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o L KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
1. 1) Menerima
dan melayani
operator
DAPODIK
dengan ramah
dan sopan 1.
2. 2) Mendengark Akuntabilit
Kegiatan ini
Memberik an as
berkontribus
an layanan permasalahan 2.
Terlaksananya i pada misi
konsultasi yang dihadapi Nasionalis
layanan meningkatka
DAPODIK operator me
konsultasi n
5. kepada selama 3. Etika
DAPODIK kualitas/mu
operator mengerjakan Publik
PAUD- tu dan
DAPODIK DAPODIK 4.
DIKMAS relevan
PAUD- 3. 3) Memberikan Komitmen
layanan
DIKMAS solusi dan Mutu 5.
pendidikan
penjelasan atas Anti
permasalahan Korupsi
yang
disampaikan
dengan bahasa
sederhana dan
mudah
dimengerti
serta
membantu
dengan
demonstrasi
(jika
diperlukan)
4. 4) Menanyaka
n kembali
kepada
operator
apabila belum
memahami
penjelasan
yang telah
diberikan
sebelumnya.
Jika masih
kurang
dimengerti,
penjelasan
akan diulang
sehingga
operator
mampu
memahami
prosedur
mengisi data
DAPODIK
dengan jelas
1. 1) Meminta
laporan monev
dari masing-
masing PPTK di
semua bidang
2. 2) Merekap
dan menginput
laporan monev
masing-
masing PPTK
untuk
disatukan
menjadi
laporan Monev
dinas
3. 3) Menyampai 1.
kan hasil rekap Akuntabilit
Kegiatan ini
laporan monev as
Mengolah berkontribus
bulanan dinas 2.
dan i pada misi
beserta Nasionalis
membuat meningkatka
lampiran me
laporan n
6. monev PPTK 3. Etika
Monev kualitas/mu
kepada Publik
fisik dan tu dan
Kasubag PEP 4.
keuangan relevan
untuk Komitmen
dinas layanan
diperiksa Mutu 5.
pendidikan
4. 4) Merevisi Anti
(jika ada) serta Korupsi
membuat surat
pengantar
laporan Monev
yang akan
dikirim
5. 5) Menyerahka
n laporan
Adanya
monev beserta
laporan monev
lampirannya
dan surat
pengantar
kepada
Kasubag PEP
untuk

29

KONTRIBUS
N OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
KEGIATAN TAHAP KEGIATAN I TERHADAP
o IL KEGIATAN DASAR
VISI MISI
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
diparaf dan
selanjutnya
meminta tanda
tangan

Kepala Dinas
6) Menyerahkan
laporan monev
dinas kepada

inspektorat
1. 1) Menerima
lapor bulan
yang
diserahkan
oleh sekolah
SMP/MTs
dan
SMA/MA/SM
K se-
Kabupaten
Jembrana 1.
2. 2) Meregister Akuntabilit
Kegiatan ini
lapor bulan as
berkontribus
yang telah 2.
i pada misi
diterima Nasionalis
Membuat meningkatk
3. 3) Memilah Tersedianya me
rekapan an
7. lapor bulan rekapan Lapor 3. Etika
Lapor Bulan kualitas/mu
sekolah Bulan Sekolah Publik
Sekolah tu dan
sesuai dengan 4.
relevan
Komitmen
layanan
tingkatan Mutu 5.
pendidikan
pendidikan Anti
Korupsi
4. 4) Membuat
format
dokumen
rekap lapor
bulan

sekolah
untuk
masing-
masing
jenjang
pendidikan

5. 5) Menginput
data lapor
bulan semua
sekolah
untuk

digabungkan
dalam satu
dokumen
rekapan lapor
bulan sekolah
untuk
masing-
masing
tingkatan
pendidikan

6. 6) Menyerah
kan hasil
rekap lapor
bulan sekolah
kepada
Kasubag PEP
untuk
diperiksa dan
disetujui

1. 1) Menyiapka
n buku
register surat
Meregister masuk dan
serta surat keluar 1.
Kegiatan ini
mengarsipk dan odner Akuntabilit
berkontribus
an surat surat masuk as
i pada misi
masuk dan serta odner 2.
meningkatk
surat keluar surat keluar Nasionalis
an
8. pada sub- 2. 2) Membuat me
kualitas/mu
bagian kolom pada 3. Etika
tu dan
Perencanaa buku register Publik
relevan
n Evaluasi surat masuk 4.
layanan
dan dan surat Komitmen
pendidikan
Pelaporan keluar. Mutu
(PEP) 3. 3) Mencatat
setiap surat
masuk Adanya buku
(tanggal register surat
surat,
pengirim,
perihal,
tindak lanjut)
dan surat
keluar
(tanggal
surat, nomor
surat, tujuan
surat, perihal)

30

KONTRIBUS
I TERHADAP
N KEGIATA OUTPUT/HAS NILAI-NILAI
TAHAP KEGIATAN VISI MISI
o N IL KEGIATAN DASAR
ORGANISAS
I
1 2 3 4 5 6
dalam buku register
dan mencatannya
secara elektronik ke
dalam aplikasi arsip
surat masuk dan surat
keluar

4) Memasukkan surat
ke dalam odner sesuai
dengan jenisnya
1. 1) Mengumpulka
n dokumen-
dokumen arsip
yang akan ditata
1.
2. 2) Mengelompok Kegiatan ini
Akuntabilit
kan dokumen- berkontribus
Menata as
dokumen i pada misi
arsip 2.
tersebut meningkatka
dokumen Nasionalis
berdasarkan Tertatanya n
9. pada me
jenisnya arsip kualitas/mu
sub- 3. Etika
kemudian tu dan
bagian Publik
disusun kembali relevan
PEP 4.
berdasarkan layanan
Komitmen
tahun pendidikan
Mutu
pembuatannya
3. 3) Membersihka
n lemari arsip
dan menata
dokumen yang
telah terpilah tadi
berdasarkan
pengaturan tata
letak yang
direncanakan
4. 4) Menempelkan
keterangan nama
jenis dokumen
pada lemari arsip
untuk
memperjelas
letak dokumen
dan
mempermudah
dalam proses
pencarian
dokumen
nantinya

31

3.2 Jadwal Aktualisasi

Dalam melakukan kegiatan aktualisasi, diperlukan rencana jadwal kegiatan


untuk mempermudah peserta mencapai target aktualisasi dengan baik.
Rencana jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini tertuang dalam Tabel
3.2 berikut.

Tabel 3.2 Jadwal Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN


No. Kegiatan

1. 1 Mengolah Data

Pendukung Rencana kerja Dinas Dikporaparbud

2. 2 Mengolah data usulan

Indikator Kinerja Umum Dinas

3. 3 Mengolah data cascading

dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan

4. 4 Membuat rangkuman
data pendidikan sebagai penunjang profil pendidikan

5. 5 Memberikan layanan

konsultasi DAPODIK kepada operator DAPODIK PAUD- DIKMAS

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Tanggal Pelaksanaan
32

Tanggal Pelaksanaan
No. Kegiatan
7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Mengolah dan
membuat laporan
Monev fisik dan
6
keuangan dinas
7
Membuat
rekapan Lapor
8
Bulan Sekolah
9
Meregister serta
mengarsipkan
surat masuk dan
surat keluar pada
sub-bagian
Perencanaan
Evaluasi dan
Pelaporan (PEP)

Menata arsip
dokumen pada
sub-bagian PEP
Keterangan:

Libur hari sabtu dan minggu


Libur serangkaian nyepi
Libur wafatnya Isa Almasih
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi
33

BAB IV
HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

4.1 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Selama kegiatan aktualisasi nilai dasar profesi ASN yang dijadwalkan dari
tanggal 7 Maret sampai dengan 26 Maret 2016, seluruh kegiatan yang telah
direncanakan dapat terlaksana. Dalam kegiatan aktualisasi tersebut
diperoleh capaian yang disajikan dalam tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Daftar Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

N Uraian
Output Evidence Nilai-nilai Dasar
o Kegiatan

Waktu
1. Akuntabilita
s
Dokumentas
2. Nasionalism
Mengolah data i kegiatan
e
pendukung Terlaksanany dan 15 Maret
3. Etika Publik
Rencana Kerja a pengolahan Lampiran 1 s.d. 23
1. 4. Komitmen
Dinas data usulan (Rencana Maret
Dikporaparbu Renja Dinas Kerja SKPD) 2016
Mutu
d
5. Anti Korupsi

Mengolah data Terlaksanany Dokumentas


1. Akuntabilita
usulan a pengolahan i kegiatan 21 Maret
s
program data usulan dan s.d. 23
2. 2. Nasionalism
Indikator Indikator Lampiran 2 Maret
e
Kinerja Umum Kinerja (usulan 2016
3. Etika Publik
Dinas Umum dinas Indikator
Kinerja 4. Komitmen
Umum)
Mutu

5. Anti Korupsi

1. Akuntabilita
s
Mengolah data
2. Nasionalism
cascading Dokumentas
Terlaksanany e
dinas i kegiatan 16 Maret
a pengolahan 3. Etika Publik
pendidikan dan s.d. 22
3. data 4. Komitmen
pemuda Lampiran 3 Maret
cascading
olahraga (cascading 2016
dinas Mutu
pariwisata dan dinas)
kebudayaan
5. Anti Korupsi

1. Akuntabilita
s
Membuat
2. Nasionalism
rangkuman
Tersusunnya Dokumentas e
data
dokumen i kegiatan 3. Etika Publik 14 Maret
pendidikan
4. rangkuman dan 4. Komitmen s.d 21
sebagai
data Lampiran 4 Maret2016
penunjang
pendidikan (rangkuman Mutu
profil
data
pendidikan
pendidikan) 5. Anti Korupsi

34

Uraian
No Output Evidence Nilai-nilai Dasar Waktu
Kegiatan
Memberikan 1. Akuntabilitas
layanan 2. Nasionalisme
Terlaksanya
konsultasi 3. Etika Publik
layanan 7 Maret
DAPODIK 4. Komitmen
konsultasi Dokumentasi s.d. 24
5. kepada
DAPODIK kegiatan Maret 2016
operator Mutu
PAUD-
DAPODIK
DIKMAS
PAUD- 5. Anti Korupsi
DIKMAS
1. Akuntabilitas
2. Nasionalisme
Mengolah dan
Dokumentasi 3. Etika Publik
membuat
Adanya kegiatan dan 4. Komitmen 11 Maret
laporan Monev
6. laporan Lampiran 5 s.d. 16
fisik dan
monev (laporan Mutu Maret 2016
keuangan
monev dinas)
dinas
5. Anti Korupsi

1. Akuntabilitas
Dokumentasi
2. Nasionalisme
kegiatan dan
3. Etika Publik
Tersedianya Lampiran 6
Membuat 4. Komitmen
rekapan (rekapan
7. rekapan Lapor
Lapor Bulan Lapor Bulan
Bulan Sekolah Mutu
Sekolah Sekolah)
5. Anti Korupsi

7 Maret s.d
15 Maret
2016
Meregister Dokumentasi 1. Akuntabilitas 2.
Adanya
serta kegiatan dan Nasionalisme 3. 7 Maret s.d
buku
8. mengarsipkan Lampiran 7 Etika Publik 4. 24 Maret
register
surat masuk (foto copy Komitmen 2016
surat
dan surat buku register
keluar pada surat yang Mutu
sub-bagian telah ditulis)
Perencanaan
Evaluasi dan
Pelaporan
(PEP)
1. Akuntabilitas 2.
Menata arsip Nasionalisme 3.
23 Maret
dokumen pada Tertatanya Dokumentasi Etika Publik 4.
9. s.d. 24
sub-bagian arsip kegiatan Komitmen
Maret 2016
PEP
Mutu

35

4.2 Pembahasan Kegiatan Aktualisasi

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan capaian aktualisasi kegiatan


secara umum. Adapun deskripsi capaian masing-masing kegiatan aktualisasi
nilai dasar profesi ASN yang telah dilaksanakan pada sub-bagian PEP Dinas
Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Jembrana diuraikan sebagai berikut.

4.2.1 Mengolah Data Pendukung Rencana Kerja Dinas Dikporaparbud

Mengolah data pendukung Rencana Kerja Dinas


Kegiatan
Dikporaparbud
Hari/Tanggal Selasa, 15 Maret 2016 s.d. Rabu, 23 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data usulan Renja Dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data usulan
rencana kerja yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai acuan target rencana satu tahun ke depan yang menjadi
sasaran SKPD. Tahapan kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian
usulan renja yang harus diisi oleh bidang-bidang terkait untuk kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan data renja dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari
kegiatan ini adalah sebagai berikut. Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari
adanya integritas pada saat pengolahan data yang diberikan oleh masing-
masing bidang. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan data
usulan yang diterima. Selain itu, dokumen hasil olahan data juga
merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai
wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing bidang.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data renja tersebut.
Komitmen Mutu: dalam mengolah data pendukung rencana kerja dinas,
orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui
evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data
yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.

36

Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA PENDUKUNG RENCANA
KINERJA DINAS DIKPORAPARBUD

Gambar 4.1 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-
bidang untuk isian rencana kerja dinas
Gambar 4.2 Rencana Kerja SKPD yang telah dibuat

37

Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diterapkan dalam kegiatan ini maka
Rencana Kerja dinas tidak akan dapat terselesaikan tepat waktu karena
kurangnya komitmen dan tanggung jawab saat penyelesaian tugas. Jika
tidak terbangun kerjasama dan komunikasi dengan etika public yang baik,
maka data pendukung yang akan diolah tidak akan terkumpul tepat waktu.
Tidak adanya akuntabilitas serta kecermatan dan tanggung jawab dalam
menginput data juga akan berdampak pada tidak validnya data, yang
nantinya dapat berpengaruh dalam perencanaan kerja dinas selama
setahun.
Lampiran 1 (Rencana Kerja Dinas)
Bukti Pendukung Lain

4.2.2 Mengolah Data Usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

Kegiatan Mengolah data usulan indikator kinerja umum dinas


Hari/Tanggal Senin, 21 Maret 2016 s.d. Rabu, 23 Maret 2016
Terlaksananya pengolahan data usulan Indikator Kinerja
Output
Umum dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Dalam kegiatan ini terdapat proses pengumpulan dan pengolahan data
usulan Indikator Kinerja Umum (IKU) dari masing-masing bidang pada dinas
untuk disatukan ke dalam IKU dinas yang menjadi sasaran SKPD. Tahapan
kegiatan ini dimulai dari menyampaikan draf isian usulan IKU kepada setiap
kepala bidang dan kasubbag di sekretariat. Draf isian tersebut kemudian
dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir memperoleh hasil
olahan IKU dinas. Adapun nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari
kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, dokumen hasil olahan data juga merupakan suatu aspek akuntabilitas
yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab
terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa data usulan dari masing-masing bidang.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data Indikator Kinerja Umum dinas tersebut.

38

Komitmen Mutu: dalam mengolah data usulan program IKU dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui evaluasi
serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA USULAN INDIKATOR
KINERJA UMUM DINAS
Gambar 4.3 Proses pengolahan dan input data yang diserahkan bidang-
bidang untuk usulan Indikator Kinerja Umum Dinas

39

Gambar 4.4 Indikator Kinerja Umum SKPD yang telah dibuat


Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasikan dengan baik
maka akan terjadi keterlambatan dalam penyusunan Indikator Kinerja
Umum dinas yang akan mempengaruhi kegiatan dinas. Selain itu tanggung
jawab dan kecermatan dalam menentukan indikator dan rumus
penghitungannya juga sangat diperlukan agar pada saat evaluasi tidak
terjadi kesulitan dalam menghitung target capaian yang akan mempengaruhi
laporan evaluasi kinerja dinas.
Lampiran 2 (Indikator Kinerja Umum
Bukti Pendukung Lain
Dinas)

4.2.3 Mengolah Data Cascading Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga


Pariwisata dan Kebudayaan

Kegiatan Mengolah data Cascading Dinas Dikporaparbud


Hari/Tanggal Rabu, 16 Maret 2016 s.d. Selasa, 22 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data Cascading dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan dan pengolahan data
cascading yang diberikan oleh masing-masing bidang pada dinas untuk
dikompilasi sebagai suatu cascading dinas secara utuh. Tahapan kegiatan
ini dimulai dari menyampaikan nota dinas dan draf isian cascading yang
telah diberikan oleh sekretaris dinas agar diisi oleh bidang-bidang terkait
untuk kemudian dikumpulkan dan diolah datanya hingga tahapan akhir
memperoleh hasil cascading dinas. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

40

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, adanya dokumen cascading dinas sebagai output juga merupakan suatu
aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan sebagai wujud dari rasa
tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

Nasionalisme: pengamalan sila ke-4 dari Pancasila tampak pada kegiatan


rapat penyusunan cascading yang dilaksanakan di dinas, dimana dalam
rapat ini terlihat adanya musyawarah untuk mencapai suatu kesepakatan
bersama.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data cascading tersebut. Komitmen Mutu: dalam mengolah data
cascading dinas, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang
telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga
kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH DATA CASCADING DINAS

Gambar 4.5 Rapat Pembahasan Rancangan Cascading Dinas bersama


Kepala-kepala Bidang dan Kabag Ortal Setda

41
Gambar 4.7 Print out cascading yang
telah tersusun

Gambar 4.6 Proses Penginputan dan


Revisi Cascading
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasi dengan baik dalam
kegiatan ini maka cascading dinas tidak akan terselesaikan tepat waktu.
Jika komunikasi tidak terjalin baik dengan pihak-pihak terkait, dalam
penyusunan cascading ini akan ditemukan berbagai kendala seperti tidak
sinkronnya tujuan dengan sasaran, serta indikator yang dibuat tidak dapat
mengukur ketercapaian tujuan dengan jelas. Selain itu, keterlambatan
penyusunan cascading juga akan menghambat penyusunan IKU serta
dokumen perencanaan lainnya yang saling berkaitan.
Bukti Pendukung
Lampiran 3 (Cascading Dinas)
Lain
4.2.4 Membuat Rangkuman Data Pendidikan Sebagai Penunjang Profil
Pendidikan

Membuat rangkuman data pendidikan penunjang profil


Kegiatan
pendidikan
Hari/Tanggal Senin, 14 Maret 2016 s.d. Senin, 21 Maret 2016
Output Tersusunnya dokumen rangkuman data pendidikan
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Tahapan kegiatan membuat rangkuman data pendidikan yang digunakan
sebagai pendukung profil pendidikan dimulai dari menyampaikan draf isian
data pendukung yang diserahkan kepada bidang-bidang terkait untuk
kemudian dikumpulkan dan diolah datanya bersama-sama pada subbag
PEP hingga diperoleh hasil akhir berupa dokumen rangkuman data
pendidikan dinas Dikporaparbud. Nilai-nilai ANEKA yang dapat
teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.

42

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat


pengolahan data yang diberikan oleh masing-masing bidang. Data yang
diolah dan diinput harus sesuai dengan data usulan yang diterima. Selain
itu, dokumen rangkuman data pendidikan selama 5 tahun yang tersusun
juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang berorientasi pada hasil
sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.

Nasionalisme: nilai nasionalisme yang teraktualisasi dari kegiatan ini adalah


musyawarah dan semangat gotong royong yang tercermin melalui kegiatan
kerja sama dalam berkoordinasi menyusun rangkuman data pendidikan.
Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses penyusunan dokumen
rangkuman data pendidikan.

Komitmen Mutu: dalam mengolah data menjadi dokumen rangkuman data


pendidikan yang utuh, orientasi mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data
yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang perlu untuk
menjaga kualitas data yang baik dan meminimalisir terjadinya kesalahan.

Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan waktu dari atasan langsung
serta jujur dalam membuat rangkuman data pendidikan sesuai dengan
keadaan data pendidikan yang sebenarnya.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBUAT RANGKUMAN DATA PENDIDIKAN
Gambar 4.8 Proses penginputan data dalam pembuatan rangkuman data
pendidikan sebagai pendukung penyusunan profil pendidikan

43

Gambar 4.9 Rangkuman Data Pendidikan dan Buku Profil Pendidikan


Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak teraktualisasi dalam kegiatan ini
dengan baik maka rangkuman data pendidikan yang digunakan sebagai
pendukung pembuatan buku profil tidak akan terselesaikan tepat waktu.
Olahan data yang tidak cermat dan bertanggung jawab juga dapat
berdampak pada tidak validnya data yang tersaji dan berpengaruh pada
profil pendidikan. Selain itu, jika terjadi keterlambatan penyelesaian maka
tahapan lain penyusunan profil pendidikan juga akan terganggu.
Lampiran 4 (Rangkuman Data
Bukti Pendukung Lain
Pendidikan)

4.2.5 Memberikan Layanan Konsultasi DAPODIK Kepada Operator DAPODIK


PAUD-DIKMAS

Memberikan layanan konsultasi Dapodik kepada Operator


Kegiatan
Dapodik PAUD-DIKMAS
Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Kamis, 24 Maret 2016
Output Terlaksananya layanan konsultasi Dapodik PAUD-DIKMAS

44

Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan


Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan bagi
operator sekolah yang masih mengalami kesulitan berkaitan dengan proses
penginputan data Dapodik sekolahnya. Tahapan kegiatan pelayanan ini
dimulai dari menerima operator yang datang dengan ramah dan sopan,
memberikan pelayanan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh
operator hingga memastikan operator telah benar-benar memahami
penjelasan yang diberikan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat
diaktualisasikan pada kegiatan pelayanan ini antara lain sebagai berikut.
Akuntabilitas: aspek akuntabilitas sebagai sebuah hubungan tercermin dari
adanya tanggung jawab antara kedua belah pihak. Pemberi pelayanan
bertanggung jawab menyampaikan informasi yang diperlukan oleh operator
sekolah sedangkan operator bertanggung jawab untuk menerapkan solusi
tersebut dalam melaksanakan tugasnya.
Nasionalisme: nilai penerapan Pancasila sila ke-5 yaitu suka memberikan
pertolongan kepada orang lain agar mampu berdiri sendiri teraktualisasi
dalam kegiatan pelayanan ini.
Etika Publik: kegiatan pelayanan ini dapat mengaktualisasi nilai dasar etika
publik yaitu memberikan layanan kepada publik (operator Dapodik) secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun
dalam menyampaikan informasi.
Komitmen Mutu: orientasi mutu dalam kegiatan pelayanan ini adalah
mengedepankan komitmen pelayanan terhadap kepuasan pengguna layanan
(operator sekolah).
Anti Korupsi: menghindari pemberian/gratifikasi yang tidak wajar dari
operator sekolah dalam proses pemberian layanan merupakan upaya
pengaktualisasian nilai anti korupsi dalam kegiatan ini.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBERIKAN LAYANAN DAPODIK KEPADA
OPERATOR DAPODIK PAUD-DIKMAS
Gambar 4.10 Proses pendampingan pengisian data dapodik yang dilakukan
oleh salah satu operator dapodik sekolah

45

Gambar 4.12 Membantu salah satu


operator yang kesulitan sinkronisasi
data
Gambar 4.11 Mendampingi salah satu
operator sekolah dalam
memperbaharui versi dapodik
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka citra pelayanan publik dalam pemberian layanan Dapodik akan
mendapat penilaian negatif. Jika dalam pelayanan tidak menerapkan
komunikasi yang baik, sikap ramah dan santun maka kepuasan pelanggan
dalam hal ini operator dapodik tidak akan terjadi dan besar kemungkinan
operator akan malas untuk mengutarakan permasalahnnya dan kendala
dalam pengisian data dapodik tidak akan bisa diselesaikan.

4.2.6 Mengolah dan Membuat Laporan Monev Fisik dan Keuangan Dinas

Mengolah dan membuat laporan monev fisik dan


Kegiatan
keuangan dinas
Hari/Tanggal Jumat, 11 Maret 2016 s.d. Rabu, 16 Maret 2016
Output Adanya laporan monev
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Pembuatan laporan monev merupakan salah satu jenis evaluasi terhadap
target capaian dinas setiap bulannya. Kegiatan ini diawali dari pengumpulan
data monev masing-masing PPTK untuk kemudian diinput dalam laporan
monev dinas secara utuh dan dievaluasi oleh atasan langsung untuk
kemudian disampaikan kepada kepala dinas dan dilaporkan kepada
inspektorat

46

sebagai instansi yang berwenang. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat


diaktualisasikan melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat
pengolahan data yang diberikan oleh PPTK. Data yang diolah dan diinput
harus sesuai dengan data monev yang diterima. Selain itu, adanya laporan
monev juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan
laporan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian
tugas. Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada
menghargai hasil karya orang lain berupa laporan monev masing-masing
PPTK.

Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan rekapan laporan monev tersebut. Komitmen Mutu: dalam
mengolah data monev PPTK menjadi suatu laporan Monev dinas, orientasi
mutu ditunjukkan dengan hasil olahan data yang telah melalui evaluasi
serta perbaikan yang dipandang perlu untuk menjaga kualitas data yang
baik dan tanpa adanya kesalahan.
Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas waktu pengumpulan
laporan monev yang ditentukan oleh Inspektorat.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MENGOLAH MEMBUAT LAPORAN MONEV
FISIK DAN KEUANGAN DINAS

Gambar 4.13 Proses pengumpulan, pemilahan dan merekap laporan monev


masing-masing PPTK untuk digabungkan menjadi rekap laporan monev
dinas

47
Gambar 4.14 Laporan monev dinas yang diserahkan ke Inspektorat
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dengan baik maka
akan terjadi keterlambatan pengumpulan laporan monev dinas ke
Inspektorat. Jika komunikasi dengan PPTK tidak terjalin baik maka data
awal monev tidak akan terkumpul tepat waktu. Selain itu, tanggung jawab
dan kecermatan dalam menginput data akan mempengaruhi kebenaran
laporan monev yang dibuat. Jika selama penginputan terjadi kesalahan,
akan membawa pengaruh pada persentase capaian kinerja dinas selama
bulan tersebut.
Bukti Pendukung Lain Lampiran 5 (Laporan Monev Dinas)

4.2.7 Membuat Rekapan Lapor Bulan Sekolah

Kegiatan Membuat rekapan lapor bulan sekolah


Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Selasa, 15 Maret 2016
Output Tersedianya rekapan lapor bulan sekolah
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan membuat rekapan lapor bulan sekolah merupakan salah satu tugas
tambahan yang outputnya berupa tersedianya rekapan lapor bulan sekolah.
Kegiatan ini diawali dari

48
pengumpulan data lapor bulan yang diserahkan masing-masing sekolah ke
Sub-Bagian PEP, kemudian diregister untuk mengetahui sekolah yang sudah
atau yang belum mengumpulkan laporan. Keseluruhan lapor bulan
kemudian dipilah dan diinput sesuai format rekapan yang dibuat. Kemudian
hasilnya dilaporkan kepada atasan langsung untuk dievaluasi dan sebagai
laporan. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat diaktualisasikan melalui
kegiatan ini adalah sebagai berikut.

Akuntabilitas: nilai ini tercermin dari adanya integritas pada saat merekap
data lapor bulan sekolah. Data yang diolah dan diinput harus sesuai dengan
data lapor bulan yang diterima. Selain itu, hasil rekapan lapor bulan sekolah
juga merupakan suatu aspek akuntabilitas yang membutuhkan laporan
sebagai wujud dari rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas.
Nasionalisme: pengamalan sila ke-5 dari Pancasila tampak pada menghargai
hasil karya orang lain berupa lapor bulan yang dikumpulkan sekolah.

Etika Publik: nilai dasar etika publik yang muncul adalah menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam proses pengumpulan dan
pengolahan data lapor bulan sekolah tersebut. Komitmen Mutu: dalam
membuat rekapan lapor bulan sekolah, orientasi mutu ditunjukkan dengan
hasil dokumen yang telah melalui evaluasi serta perbaikan yang dipandang
perlu untuk menjaga kualitas data yang baik dan tanpa adanya kesalahan.

Anti Korupsi: nilai anti korupsi yang teraktualisasi dalam kegiatan ini adalah
disiplin waktu (tidak menunda-nunda pekerjaan) dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan batas waktu yang diberikan
oleh atasan langsung.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN MEMBUAT REKAPAN LAPOR BULAN SEKOLAH

Gambar 4.15 Menerima lapor bulan dari SMP dan SMA/SMK

49
Gambar 4.17 Dokumen rekap lapor
bulan yang telah dibuat.

Gambar 4.16 Proses memilah lapor


bulan sesuai jenjang pendidikan dan
menginput data menjadi suatu rekap
bulanan
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka rekap lapor bulan tidak akan terselesaikan tepat waktu. Selain itu bisa
terjadi kesalahan pengimputan data sehingga berpengaruh pada tidak
sinkronnya data lapor bulan sekolah dengan rekap lapor bulan yang dibuat.
Bukti Pendukung
Lampiran 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)
Lain

4.2.8 Meregister Serta Mengarsipkan Surat Masuk dan Surat Keluar pada
Sub- Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP)

Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat


Kegiatan
keluar pada sub-bagian PEP
Hari/Tanggal Senin, 7 Maret 2016 s.d. Kamis, 24 Maret 2016
Output Adanya buku register surat
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Meregister serta mengarsipkan surat masuk dan surat keluar dilakukan agar
lebih tertibnya administrasi dalam sub-bagian baik berupa penerimaan dan
tindak lanjut surat masuk maupun penomoran dan pencatatan surat keluar.
Tahapan kegiatannya mulai dari mengumpulkan dan

50

memilah hingga mengarsipkan surat masuk serta melakukan penomoran


terurut dan pencatatan untuk setiap surat keluar. Nilai-nilai dasar profesi
yang dapat diaktualisasikan melalui kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

Akuntabilitas: terlihat dari sikap bertanggung jawab dan konsisten dalam


mengarsipkan serta mencatat setiap surat masuk dan surat keluar.
Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi
kepentingan bersama. Etika Publik: penyusunan arsip surat yang tertata
rapi menunjukkan prinsi etika berupa keindahan, sehingga surat dengan
mudah dapat ditemukan apabila diperlukan. Selain itu, kode etik dan kode
prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan ini adalah melaksanakan tugas
dengan cermat dan teliti. Komitmen Mutu: penyusunan arsip surat masuk
dan surat keluar didasarkan atas jenis dan tanggal suratnya sehingga
apabila diperlukan, akan lebih efisien waktu dalam menemukan surat
tersebut.
Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN
MEREGISTER SERTA MENGARSIPKAN SURAT MASUK DAN SURAT
KELUAR
Gambar 4.18 Mencatat surat masuk secara manual dalam buku register
serta menginput data persuratan ke aplikasi pengelolaan arsip

51

Gambar 4.20 Memasukkan arsip surat


ke dalam lemari arsip

Gambar 4.19 Buku register surat,


bendel surat masuk dan surat keluar
Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
maka pengarsipan surat tidak dapat berjalan dengan baik dan mengganggu
kinerja subbag PEP. Dalam pengarsipan surat diperlukan kekonsistenan dan
kecermatan dalam pencatatan dan pemilahan sehingga setiap surat yang
membutuhkan tindak lanjut dapat tertangani dengan segera. Jika hal
tersebut tidak teraktualisasikan dengan baik maka akan terjadi
keterlambatan tindak lanjut pada tagihan data atau undangan yang sifatnya
penting.
Bukti Pendukung
Lampiran 7 (Fotocopy Buku Register Surat)
Lain

4.2.9 Menata Arsip Dokumen pada Sub-Bagian PEP

Kegiatan Mengolah data Cascading Dinas Dikporaparbud


Hari/Tanggal Rabu, 16 Maret 2016 s.d. Selasa, 22 Maret 2016
Output Terlaksananya pengolahan data Cascading dinas
Keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan
Kegiatan menata arsip dokumen-dokumen yang ada pada Sub-Bagian PEP
dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengarsipan yang terdapat di
ruangan. Pengarsipan yang terdahulu telah dilaksanakan namun
penataannya belum terpilah secara efektif sehingga diperlukan waktu untuk
menemukan suatu dokumen saat diperlukan. Hal tersebut menjadi latar
belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Dalam pengarsipan yang akan
dilaksanakan, dokumen-

52

dokumen akan dipilah dan disusun berdasarkan jenis serta waktu


pembuatannya. Nilai-nilai dasar profesi yang dapat diaktualisasikan melalui
kegiatan ini antara lain sebagai berikut. Akuntabilitas: terlihat dari sikap
bertanggung jawab dan konsisten dalam mengarsipkan dokumen
perencanaan yang ada pada sub-bagian PEP.

Nasionalisme: tercermin pada pelaksanaan kegiatan yang berguna bagi


kepentingan bersama. Etika Publik: tercermin pada prinsip etika keindahan
dan kebaikan yang ditunjukkan dengan peka terhadap lingkungan kerja.
Selain itu, kode etik dan kode prilaku ASN yang tercermin dalam kegiatan
ini adalah melaksanakan tugas dengan cermat dan teliti.

Komitmen Mutu: penyusunan arsip dokumen dilakukan dengan cermat


berdasarkan jenis dan waktu pembuatannya sehingga apabila diperlukan,
akan lebih efisien waktu dalam menemukan dokumen tersebut. Selain itu,
kegiatan ini juga merujuk pada upaya perbaikan berkelanjutan terhadap
masalah pengarsipan dokumen.

Dokumentasi Kegiatan
DOKUMENTASI KEGIATAN
MENATA ARSIP DOKUMEN PADA SUB-BAGIAN PEP
Gambar 4.21 Mengarsipkan dokumen sesuai dengan jenis dokumen dan
tanggal penerbitannya

53
Gambar 4.23 Sistem pengarsipan
elektronik menggunakan software
arsip

Gambar 4.22 Rak arsip baru dengan


dokumen yang terpilah dan tertata di
dalamnya

Analisis Dampak
Apabila nilai dasar profesi (ANEKA) tidak diaktualisasikan dalam kegiatan ini
akan membawa dampak ketidakteraturan arsip yang dapat mengganggu
kinerja terutama saat ada permintaan data yang mengharuskan kita untuk
melihat catatan dalam arsip dokumen sebelumnya. Jika pengarsipan tidak
diikuti dengan tanggung jawab dan kecermatan dalam pemilahan serta tata
letak maka ada kemungkinan file arsip akan hilang atau sulit ditemukan.

54

BAB V PENUTUP
Dalam proses aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara telah
terlaksana 9 kegiatan sesuai dengan rancangan aktualisasi yang dibuat
sebelumnya. Nilai-nilai ANEKA meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi telah dapat teraktualisasi dengan 9
kegiatan yang dilaksanakan tersebut. Pengaktualisasian nilai-nilai ANEKA
mampu memberikan dampak positif kepada peserta diklat untuk lebih
professional dan berdedikasi dalam proses melaksanakan setiap tugas dan
kewajiban sebagai abdi negara di bidang tugas pada sub-bagian Perencanaan
Evaluasi dan Pelaporan di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata
dan Kebudayaan. Dampak tersebut secara tidak langsung memberikan
manfaat positif bagi lokus kegiatan, dimana setiap tugas yang diberikan
dapat terselesaikan tepat waktu serta pemberian pelayanan yang lebih baik
berdasarkan nilai-nilai ANEKA yang diaktualisasikan demi kepuasan
pengguna layanan.

5.1

Kesimpulan

5.2 Saran

Setelah melaksanakan semua kegiatan aktualisasi di sub-bagian


Perencanaan

Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Pariwisata dan


Kebudayaan Kabupaten Jembrana, ada beberapa saran terkait kegiatan yang
dilaksanakan, antara lain:

Aklualisasi nilai ANEKA sangat baik untuk diterapkan oleh seluruh pegawai
pada

1.
dinas untuk mendukung pemberian pelayanan prima kepada masyarakat
sebagai pengguna layanan. Peran komunikasi dalam berkoordinasi sangat
vital untuk setiap kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu,
menjaga komunikasi

yang baik dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA sangat diperlukan dalam


setiap

kegiatan yang dilaksanakan di dinas.


2. Dalam pengembangan mengagendakan surat masuk berupa undangan
rapat, perlu

dibuatkan papan agenda rapat dan kegiatan sehingga atasan dapat dengan
mudah melihat jadwal undangan rapat yang akan diikuti.
55

3.
jangka waktu penyimpanan (retensi) dokumen aktif dan inaktif serta langkah
tindak lanjut sehingga dokumen lama yang sudah melebihi batas waktu tidak
menumpuk dan memenuhi rak arsip.

Dalam kegiatan pengarsipan dokumen perencanaan perlu dibuatkan


pedoman

56

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS:


Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas PNS: Modul Diklat


Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat


Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Pelatihan


Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Susunan


Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana

Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


LAMPIRAN 1 (Rencana Kerja SKPD)

LAMPIRAN 2 (Indikator Kinerja Umum)

LAMPIRAN 3 (Cascading Dinas)


LAMPIRAN 4 (Rangkuman Data Pendidikan)

LAMPIRAN 5 (Laporan Monev Dinas)

LAMPIRAN 6 (Rekap Lapor Bulan Sekolah)

LAMPIRAN 7 (Buku Register Surat)


LAMPIRAN 8 (Form Bimbingan Aktualisasi)

LAMPIRAN 9 (Rancangan Aktualisasi)