Anda di halaman 1dari 4

LEARNING ISSUE

1. What are factors that effect healthy life style?


 Don’t smoking

 Food consumption

 Regular Physical Activity

 Healthy menu

Sumber: (Dr. Perry Wolk. 2008. Ten Commandment for a helathy lifestyle
page 31)

2. How is a healthy life style?


3. What is the clasification of human weight?
4. What are complications of obesity?
5. Why the obesity happens?
1. Konsumsi protein secara berlebihan
2. Asupan lemak yang lebih ditemukan pada kelompok obesitas .
Berdasarkan penelitian, mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti gorengan
yaitu ,mendoan, tahu goreng, lumpia, risoles, martabak, telur dadar dan biasanya
makanan yang digoreng tersebut tinggi protein. Dengan demikian makanan yang
digoreng memiliki kontribusi yang besar dalam asupan lemak tiap harinya
3. Asupan karbohidrat
Asupan karbohidrat berlebih pada kelompok obesitas ditemukan lebih tinggi.
4. Pola konsumsi fast food
penelitian menyatakan bahwa perubahan pola dan frekuensi makan fast food
dapat menyebabkan risiko terjadinya obesitas
5. Aktivitas fisik
Tingkat aktivitas remaja obesitas lebih rendah bila dibandingkan dengan
remaja non-obesitas.
6. Faktor genetik (status obesitas ibu dan ayah)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki ayah dan ibu dengan
status obesitas berisiko lebih besar menjadi obesitas dibandingkan dengan
remaja yang memiliki ayah dan ibu yang tidak obesitas
Sumber: Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. 11, No. 4, April 2015

6. What are the factor that causes obesity?


Obesitas dapat didefinisikan sebagai kelebihan lemak tubuh. Penentu yang
digunakan adalah indeks massa tubuh (IMT) Sedangkan Overweight adalah tahap
sebelum dikatakan obesitas secara klinis (Guyton and Hall, Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. 2016. Elsevier)

Factors :
 Faktor penyebab obesitas sangat kompleks. Kita tidak bisa hanya memandang dari
satu sisi. Gaya hidup tidak aktif dapat dikatakan sebagai penyebab utama obesitas.
Hal ini didasari oleh aktivitas fisik dan latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan
massa otot dan mengurangi massa lemak tubuh, sedangkan aktivitas fisik yang tidak
kuat dapat menyebabkan pengurangan massa otot. Oleh karena itu pada orang obese,
peningkatan aktivitas fisik dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran energi
melebihi asupan makanan, yang berimbas penurunan berat badan
(Guyton and Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2016. Elsevier)

Faktor lain penyebab obesitas adalah perilaku makan yang tidak baik. Perilaku
makan yang tidak baik disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah karena
lingkungan dan sosial (Guyton and Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2016.
Elsevier)

Faktor genetik obesitas dipercaya berperan menyebabkan kelainan satu atau


lebih jaras yang mengatur pusat makan dan pengeluaran energi dan penyimpanan
lemak serta defek monogenik seperti mutasi MCR-4, defisiensi leptin kogenital, dan
mutasi reseptor leptin (Guyton and Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2016.
Elsevier)

 Dari segi hormonal terdapat leptin, insulin, kortisol, dan peptida usus. Leptin adalah
sitokin yang menyerupai polipeptida yang dihasilkan oleh adiposit yang bekerja
melalui aktifasi reseptor hipotalamus. Injeksi leptin akan mengakibatkan penurunan
jumlah makanan yang dikonsumsi. Insulin adalah anabolik hormon, insulin diketahui
berhubungan langsung dalam penyimpanan dan penggunaan energi pada sel adiposa.
Kortisol adalah glukokortikoid bekerja dalam mobilisasi asam lemak yang tersimpan
pada trigiserida, hepatic glukoneogenesis, dan proteolisis (Wilborn et al, 2005)

(Lucas, Alexander. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat)

7. How to solve about social health problem?

8. How socioeconomic influence health?


Secara umum tingkat pendapatan berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan
dengan tingkat pendapatan yang rendah tentunya tidak akan dapat memenuhi
lingkungan yang bersih dan sehat demikian sebaliknya tingkat pendapatan yang
tinggi diharapkan kesehatan lingkungannya juga akan lebih baik

Pendapatan, mata pencaharian dan status social sangat mempengaruhi kesehatan


lingkungan, dimana apabila semakin tinggi status sosial ekonomi kepala keluarga baik
dilihat dari pendidikan,pekerjaan/ mata pencaharian, maka semakin baik pula
kesehatan lingkungan yang dimiliki. Orang yang memiliki social ekonomi yang baik
bisa mengupayakan kesehatan lingkungan dengan baik, misalnya pembersihan
lingkungan, penyediaan air bersih, pengawasan makanan, perbaikan gizi, pengelolaan
sampah dan air limbah rumah tangga, pemeliharaan rumah tangga yang baik sehingga
setiap anggota keluarga mendapatkan kesehatan lingkungan yang baik juga hidup
bersih dan teratur.
Sumber: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 4 (1) (2016): 97-106

9. How can culture affect the health of each people?


Obesitas dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan. Tetapi faktor lingkungan juga
memiliki pengaruh besar, yang mencakup perilaku gaya hidup seperti asupan makan
seseorang dan tingkat aktivitas fisik yang dilakukan. Perubahan gaya hidup
berpengaruh pada peningkatan berat badan yaitu terjadi peningkatan sekitar 50-60
kalori dari asupan kalori sehari dan penurunan aktivitas fisik bisa menyebabkan
peningkatan 2,4 kg berat tubuh pada akhir tahun. 95% penderita obesitas, kelebihan
konsumsi dapat dihasilkan oleh beberapa faktor lingkungan. Seseorang obesitas
belum sepenuhnya matang dan cepat sekali terpengaruh oleh lingkungan. Kesibukan
menyebabkan mereka memilih makan di luar atau menyantap (jajanan). Lebih jauh
lagi kebiasaan ini dipengaruhi oleh keluarga, teman dan terutama iklan di televise.
Sumber: Weni Kurdanti, 4 april 2015 jurnal gizi klinik Indonesia: Yogyakarta

10. Definition of culture


Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang
didapat seseorang sebagai anggota masyarakat
Sumber:
11. Characteristic and elements of culture
Di dalam budaya terdapat beberapa elemen - elemen penting yang terkandung,
beberapa diantaranya adalah :
- Bahasa:
berbagai bahasa pada dasarnya merupakan bagian penting dari budaya.
- Norma
Setiap masyarakat atau setiap peradaban memiliki seperangkat norma yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dan merupakan elemen penting dari
budayaHal ini dapat meliputi Folkways, adat-istiadat, tabu dan ritual dalam suatu
budaya.
- Nilai:
Nilai sosial dari sebuah peradaban tertentu juga dianggap sebagai unsur budaya. Nilai-
nilai budaya sering merujuk pada hal yang harus dicapai atau hal-hal, yang dianggap
sangat berharga atau nilai dalam kebudayaan tertentu.
- Agama dan Kepercayaan:
Agama dan kepercayaan rakyat dalam peradaban yang memainkan peran penting
dalam membentuk dari budaya juga. Baca informasi tentang agama-agama dunia.
- Sosial kolektifitas:
Sosial kolektif mengacu pada kelompok-kelompok sosial, organisasi, masyarakat,
institusi, kelas, dan masyarakat, yang dianggap sebagai konstruksi sosial yang
simbolis.
- Status dan Peran:
Sebuah status atau peran sosial tidak lain adalah slot atau posisi dalam suatu
kelompok atau masyarakat, yang memberikan gambaran keseluruhan dari struktur
sosial dan karenanya merupakan elemen penting dari budaya. Ini juga dapat
mencakup peran berbasis gender atau usia berbasis tradisional.

(Louis, Alfred. 2013. Elements of Culture Native)

12. Apa yang dokter lakukan dalam perbedaan budaya pada pasien
13. Bagaimana budaya dapat mencegah obesitas
Diberi edukasi dengan media yaitu untuk memperbaiki asupan makanan
khususnya asupan energi
dengan memperhatikan keseimbangan asupan zat gizi protein, lemak dan karbohid
Sumber: Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. 11, No. 4, April 2015