Anda di halaman 1dari 4

TUGAS RUTIN AKUNTASI SEKTOR PUBLIK (4)

DOSEN :PUTRI KEMALA DEWI,S.E,M.Si,Ak.

NAMA : JOSEF GUNAWAN PURBA


NIM : 7183240016
PRODI : ILMU EKONOMI
KELAS : A

1. Teori akuntansi adalah spekulasi untuk menerapkan (meramalkan) dunia akuntansi


secara emperis yang berfungsi mengarahkan (orientasi) sehingga seseorang peneliti
mengetahui cakupan fakta-fakta yang diteliti.

2. Konsep Teoritis Akuntansi yaitu suatu konsep yang menyangkut kepemilikan atau
kontrol terhadap entitas akuntansi yang akan dilaporkan sehingga sifat dan jenis
informasi yang dibuat diarahkan untuk kegunaan atau pemakaian pihak yang
mengontrol perusahaan.

3. Teori akuntansi merupakan praktik akuntansi karena tujuan utamanya adalah


menjelaskan praktik akuntansi berjalan dan memberikan dasar bagi pengembangan
praktik tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kita harus mempelajari teori akuntansi
untuk dapat merumuskan kebijakan akuntansi yang tepat, hubungan anatar teori
akuntansi dan proses penyusunan standar akuntansi sektor publik dipahami dengan
konteks yang luas. Kondisi ekonomi memiliki dampak terhadap faktor politik dan
teori akuntansi. Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan
akuntansi sektor publik, Teori bersama faktor politik dan kondisi serta sisitem
ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan akuntansi sektor publik.

4. Pelaporan keuangan organisasi sektor publik adalah proses yang berupaya untuk
memberikan informasi yang bermanfaat bagi proses pembuatan dan keputusan
ekonomi bisnis yang berdasar pada kebutuhan khusus kelompok pengguna, sekalipun
para investor, kreditor dan para penasehat mereka memilih para pengguna eksternal.
5. Prinsip akuntansi keuangan sektor publik antara lain:
1. Objektivitas
2. Konsistensi
3.Daya Banding
4. Tepat Waktu
5.Ekonomi Dalam Penyajian Laporan
6. Materialitas

6. Karakteristik Kualitatif laporan keuangan sektor publik adalah sebagai berikut:


1. Relevan (Relevance), informasi harus dapat memberi ketegasab atau memberi
pengaruh perubahan atas harapan pembuat keputusan.
2. Dapat Dipercaya (Reliability), dapat dipercaya berarti bahwa seseorang pengguna
dapat menggantungkan atau memiliki keyakinan informasi yang dilaporkan.
3. Pengungkapan Yang Jujur (Representational Faithfulness), bahwa terdapat
kesesuaian antara satu ukuran keuangan atau penjelasan dan fenomena kegiatan
ekonomi yang diukur atau dijelaskan.
4. Subtansi Mengungguli Bentuk (Subtance Over Form), bahwa transaksi atau
peristiwa yang akan dicatat dalam laporan keuangan didasarkan pada subtansi atau
realitas ekonomi dari transaksi tersebut.
5. Netral (Neutrality), bahwa informasi akuntansi harus netral atau tidak memihak
yang memberikan dampak pada perilaku para pengguna informasi.
6. Dapat Dimengerti (Understandability), bahwa pengguna harus memahami
informasi yang dimaksud mampu memberikan manfaat dalam pengambilan
keputusan.
7. Daya Banding (Comparability), yaitu kebergunaan informasi akuntansi dalam
pengambilan keputusanakan jadi meningkat jika informasi tersebut dapat
diperbandingkan dengan informasi yang sama dari entitas akuntansi.
8. Keterujian (Verifiability), merupakan kemampuan suatu informasi untuk diuji
kebenarannya oleh orang yang berbeda dengan metode pengujian yang sama.
9. Materialitas (Materiality), bahwa penyajian informasi tertentu akan
memperngaruhi secara significant pengambilan keputusan.
7. Tujuan dan fungsi laporan keuangan sebagai berikut:
1. Kepatuhan dan Pengelolaan (Compliance and Stewardhip), laporan keuangan
digunakan untuk memberika jaminan kepada pengguna lapora keuangan dan
pihak otoritas.
2. Akuntanbilitas dan Pelaporan Retrospektif (Accountability and Retrospective
Reporting), Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban
kepada publik.
3. Perencanaan dan Informasi Otorisasi (Planning and Authhorization Information),
laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan
aktivitas yang akan datang.
4. Kelangsungan Organisasi (Viability), laporan keuangan berfungsi untuk
membantu para pembaca dalam menentukan apakah suatu organisasi atau unit
kerja dapat menerusakan menyediakan barabg dan jasa dimasa yang akan datang.
5. Hubungan Masyarakat (Publik Relation), laporan berfungsi untuk memberikan
kesempatan kepada organisasi, untuk mengemukakan pernyataan prestasi yang
telah dicapai kepada pemilik.
6. Sumber Fakta Dan Gambaran, (Source Of Facts And Figures), laporan keuangan
bertujuan untuk memberikan informasi kepada kelompok kepentingan yang ingin
mengetahuiorganisasi secara mendalam.

8. Pemakai Laporan Keuangan antara lain


1. Pembayar Pajak
2. Pemberi Dana Bantuan
3. Investor
4. Pengguna Jasa
5. Karyawan
6. Pemasok
7. Dewan Legislative
8. Manajemen
9. Pemilih
10. Badan Pengawas
9. Hak dan Kebutuhan Pemakai laporan keuangan
1. Hak untuk mengetahui (Right to know), yaitu:
a. mengetahui kebijakan pemerintah
b. mengetahui keputusan yang diambil pemerintah
c. mengetahui alasan dilakukannya suatu kebijakan dan keputusan tertentu
2. Hak untuk memberi informasi (right to be informed)
3. Hak untuk didengar aspirasinya ( right to be heard and to be listen to)

Kebutuhan pemakai laporan keuangan


1. Masyarakat pengguna pelayanan publik membutuhkan informasi atas biaya,
Harga, dan kualitas pelayan yang diberikan.
2. Pegawai membutuhkan informasi atas gaji dan manajemen kompensasi
3. Manajer publik membutuhkan informasi akuntansi sebagai komponen sistem
4. Parlemen membutuhkan sejumlah informasi untuk melakukan fungsi
pengawasan.