Anda di halaman 1dari 25

CRITICAL BOOK REVIEW

PENGANTAR MANAJEMEN

(Syaifuddin Lubis,dkk)

Dan

MANAJEMEN

(T.Hani Handoko)

DISUSUN

JOSEF GUNAWAN PURBA

7183240016

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN T.A 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena berkat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan keadaan baik.
Walaupun terkadang banyak halangan dan benturan yang dialami oleh penulis pada saat
pembuatan Critical Book Review ini.
Critical Book Review dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan
Pembelajaran. Dalam hal ini penulis mengkritik buku yang ditulis oleh Syafuddin Lubis,dkk.
dengan judul Pengantar Manajamen, dengan buku pembanding yang ditulis oleh T.Hani
Handoko dengan judul Manajemen. Dalam hal ini penulis tidak bermaksud mencari
kesalahan buku-buku tersebut, namun hanya mencoba untuk membedah isi buku.
Meski dalam penyusunan Critical Book Review ini, penulis telah berusaha dengan
maksimal, namun mungkin saja terdapat kesalah-kesalahan baik dari segi penulisan,
kepadatan materi maupun penggunaan kata yang mungkin tidak sesuai, maka dari itu penulis
meminta kritik dan saran pembaca makalah kami ini. Kami berharap nantinya Critical Book
Review ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Akhir kata penulis mengucapkan
terima kasih.

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................ Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR ............................................................. Error! Bookmark not defined.
BAB I IDENTITAS BUKU ....................................................................................................... 1
BAB II RINGKASAN BUKU ................................................. Error! Bookmark not defined.
BAB III ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN...................................................20
BAB IV PENUTUP.................................................................................................................22
A. Kesimpulan.................................................................................................................22
B. Saran............................................................................................................................22

ii
BAB I
IDENTITAS BUKU

Buku Utama

Judul buku : Pengantar Manajemen

Pengarang : Syafuddin Lubis,T.Teviani,Hendra Saputra,Lokot Muda Harahap,Ahmad

Idrus,Yusrizal Rini Rahmawati, Rusniati, Novika Rosari

Penerbit : MADENATENA

Tahun terbit : 2018

Tebal buku : X+345 halaman

Bahasa teks : Bahasa Indonesia

ISBN : 978-602-5470-06-6

1
Buku Kedua

Judul buku :Manajemen

Pengarang : T.Hani Handoko

Penerbit : BPFE-YOGYAKARTA

Tahun terbit : 2003

Tebal buku : XVI+410 halaman

Bahasa teks : Bahasa Indonesia

ISBN : 979-503-030-2

2
BAB II

RINGKASAN BUKU

Buku Pertama

Bab I

Dasar Dasar Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa italia (1561) yaitu maneggiare yang berarti
mengendalikan terutamanya” mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus
yang berarti “tangan”.Fungsi manajemen pada hakikatnya adalah proses kergiatan yang
dilakukan oleh manajer,dalam rangka mendaya gunakan semua sumber daya untuk mencapai
tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.Proses manajemen terdiri dari

1.Perencanaan(Planning)

Perencanaan adalah memikirkan tentang apa yang akan dikerjakan dengan sumber daya yang
tersedia

2.Pengorganisasian(Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu proses pengaturan terhadap sumber daya yang tersedia

3.Pengarahan(Directing)

Pengarahan adalah keingin untuk membuat orang untuk mengikuti keinginannya dengan
menggunakan kekuatan jabatan

Sarana manajemen terdiri atas

1.Man(Orang-Orang)

Merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi

2.Money(Uang)

Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai.

3.Material(Bahan)

Bahan terdiri dari bahan setengah jadi(raw material) atau bahan jadi dalam dunia usaha
untuk mencapai hasil yang lebih baik,selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus
dapat menggunakan bahan sebagai salah satu sarana.

4.Machine(Mesin)

Dalam perusahaan maupun pemerintah,mesin mesin sangat diperlukan,diatas telah


disingggung manusia dalam bekerja bisa lelah,sakit atau lalai,padahal faktor manusia
merupakan sarana penting dalam manajemen

3
5.Methods(Tata Tata kerja)

Methods adalah suatu cara melaksanakan pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.

Manajemen Pemasaran

1.Riset Pasar

Merupakan indikator pemberian informasi yang mempengaruhi bidang bidang laainnya.

2.Segmentasi,Targeting,dan Positioning

Segementasi adalalah proses indentidikasi sekelompok konsumen yang homogen yang akan
dilayani perusahaan.

3.Bauran pemasaran

Ada empat unsur yang diperlukan dalam pemasaran produk


yaitu,Produk,Harga,Promosi,Distribusi dan penempatan

Manajemen Keuangan adalah manajemen yang berhubungan dengan keuangan,Manajemen


Personalia adalah perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pengendalain aras pengadaan
kerja

Manajemen Administrasi,memberi perhatian pada pemberian layanan dibidang


administrasi,penggunaan alat yang efektif dan kemudahan pada bidang lain.

Posisi Manajemen Indonesia

Sifat pekerjaan bisa saja bersifat universal karna dilandasi teknologi yang berlaku dimana
disebabkan hukum hukum alam yang mendasari berlaku umum

Perilaku Manusia Indonesia Dalam Organisasi Manajemen

 Manusia indonesia masih bersifat manusia dalam pengorganisasian organis dan dalam
pengorganisasian mekanis
 Manusia indonesia menunjukkan keinginan untuk bertahan dalam lingkungan
solidaritas organis

4
BAB II

Manajer Dalam Aktivitas Manajemen

Manajer adalah sebagai pelaksana yang menyelesaikan urusan urusan melalui orang lain.

Tingkatan manajemen sebagai berikut ini.

1.Manajemen Lini Pertama

Dikenal pula dengan istilah manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin
dan mengawasi karyawan .

2.Manajemen tingkat Menengah

Mencakup semua manajemen yang berada antara manajemen lini pertama dan manajemen
puncak

3.Manajemen Puncak

Tugasnya merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan
jalannya perusahaan.

Keterampilan Seorang Manajer

1.Keterampilan Konseptual

Manajer tingkat atas harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep dan ide demi
kemajuan organisasi

2.Keterampilan Yang Berhubungan Dengan Orang Lain

Manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan


berhubungan dengan orang lain

3.Keterampilan Teknis

Keterampilan ini pada umumnya merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan
tertentu,misalnya menggunakan komputer

5
BAB III

Evolusi Ilmu Manajemen

Pra Manajemen Ilmiah

Pemisahan tugas dan tanggung jawab kedalam bidang yang sempit dan khusus serta
dilalukukan secara berulang ulang.dimulai pada abad ke-18,ketika tenaga mesin telah banyak
menggeser peran tenaga manusia,yang menjadikan perusahaan lebih ekonomis untuk
memproduksi barang dipabrik pabrik ketimbang diruimah rumah.

Era Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah berprinsip pada menggunakan masalah masalah manajemen


digunakan secara prinsip prinsip ilmiah,prinsip ilmiah yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif seperti
statistik,model optimasi,model informasi,atau simulasi komputer untuk membantu
mengambil kebijakan

Tokoh Tokoh yang bepengaruh dalam Era Manajemen Ilmiah

1.Charles Babbage(1792-1871)

2.Frederick Winslow Taylor(1856-1915)

3.Henry L.Gantt(1861-1919)

4.The Gilbreths(1868-1924)

5.Robert Owen(1771-1858)

6.Oliver Sheldon(1894-1951)

7.Chester L.Barnard(1886-1961)

8.Mary Parker Follet(1868-1933)

6
Pendekatan Perilaku

Para manajer dan ilmuan bekerja sama untuk terus menerus mengembangkan pengetahuan
dibidang manajemen melalui serangkain riset dan diskusi secara terus menerus.

Aliran perilaku muncul karena dalam pendekatan klasik,efisiensi produksi dan keserasian
kerja tidak dapat dicapai.Aliran organisasi pada hakikatnya adalah manusia (human)

Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem dibentuk dengan mengacu pada konsep sistem itu sendiri.sistem yang
didefenisikan sebagai satu kesatuan elemen elemen dalam organisasi yang memiliki
fungsinya masing masing.

Pendekatan Situasional (kontingensi)

Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang
melatarbelakanginya.

Pendekatan Hubungan Manusia Baru

Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sisi positif manusia dan manajemen


ilmiah.pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makluk yang emosional,intuitif,dan
kreatif.

Beberapa Isu Isu Kontemporer Seputar Perkembangan Ilmu Manajemen.

 Globalisasi

Pada saat dimulainya kesadaran untuk melakukan perdagangan internasional maka


timbulah kesadaran bahwa ilmu manajemen harus dapat mengadopsi nilai nilai globalisai
tersebut.

 Divertsity Manajemen

Keberagaman angkatan kerja ini tak lain dipicu oleh semangat globalisasi,disebuah
perussahaan multinasional akan terdiri dari berbagai macam angkatan kerja.

 Kewirausahaan

Makin sulitnya memperoleh lapangan kerja,mendorong sebagian orang lain untuk beralih
menjadi wirausaha .

7
BAB VI

Manajemen Dan Lingkungannya

Lingkungan Eksternal Perusahaan

 Pelanggan (costumer)
 Pesaing (competitor)
 Pemasok (supplier)
 Partner Strategis (strategic partner)
 Regulator
 Pemerintah (Goverment)
 Masyarakat Umum(Society

Pendekatan Ekonomi Industri

Pendekatan ini cenderung menekankan pada struktur pasar,terdapat beberapa struktur pasar

 Pasar Monopoli
 Oligopoly Dominan
 Oligopoly Pekat
 Persaingan Monopolistik
 Persaingan Sempurna

Analisis Kekuatan Persaingan Industri Porter

Persaingan Antara Perusahaan Yang Ada

Persaingan ini adalah persaingan yang timbul oleh keberadaan perusahaan yang menjalankan
bisnis yang sama

Ancaman Pendatang Baru

Masuknya pendatang baru akan menambah tingkat persaingan perusahaan dalam industri
karna telah menambMah jumlah dan kapasitas yang terdapat dalam indistri itu.

Ancaman Produk Pengganti/Subsitusi

Perusahaan dalam sebuah industri akan menghadapi datangnya ancaman produk pengganti

Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Peran dipasar juga ditentukan kekuatan tawar menawar pembeli .apabila kekuatan tawar
pembeli tinggi maka upaya upaya yang harus dilakukan perusahaan untuk bersaing semakin
tinggi.

8
Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

Kekuatan tawar menawar pemasok yang meningkat juga akan meningkatkan persaingan
industri

LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN

1.Tim Manajemen (Board Of Managers of Director)

Adalah orang orang yang menurut para pemilik organisasi/perusahaan dinyatakan untuk
ditunjuk sebagai pengola organisasi dalam aktivitasnya sehari hari untuk suatu periode
tertentu

2.Para Anggoita atau Para Pekerja (Employees)

Para anggota atau para pekerja dalam sebuah organisasi merupakan sumber daya manusia
yang sangat dominan dalam sebuah organisasi

3.Lingkungan Fisik Organisasi(Physical Work Enviroment)

Bangunan ,uang ,peralatan,barang persediaan dan lain sebagainya merupakan lingkungan


dimana setiap orang orang Dalam organisasi perusahaan berinteraksi dan memanfaatkan
untuk dapat didaya gunakan.

Lingkungan Internasional Dan Kegiatan Bisnis

Lingkungan internasional merupakan lingkungan yang lebih luas dari sebuah negara yang
pada praktiknya akan memepengaruhi kegiatan kegiatan perusahaan,terutama jika perusahaan
melakukan kegiatan bisnis internasional.salah satu isu yang sangat terkenal mengenai
lingkungan internasional adalah isu globalisasi .

Globalisasi pada prinsipnya merupakan sebuah proses untuk menjadikan dunia ini menjadi
satu dengan kata lain yang dunia mulanya terdiri dari berbagai negara dengan segala batasan
batasan geografis tersebut memiliki kecenderungan semakin hilang atau dengan kata lain
dunia ini menjadi satu.

9
BAB V

Etika Manajemen Dan Tanggung Jawab Sosial

Etika manajemen dalam pengambilan keputusan kebanyakan dilema etika berupa konflik
antara kebutuhan sebagian pihak dengan keseluruhan antara individu versus organisasi atau
organisasi versus masyarakat

Pendekatan Utilitarian

Memiliki pandangan mendasar bahwa suatu tindakan dinilai baik atau bruk berdasarkan
tujuan atau akibat dilakukannya tindakan tersebut.namun dalam pemahamannya tidak mudah
untuk menilai baik buruknya tujuan atau akibat suatu tindakan dalam kerangka etika,sehingga
munculah varian darinya yaitu egoisme Dan utilitarian.

Pendekatan Invidualisme

Mengatakan bahwa suatu tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung
kepentingan terbaik jangka panjang seorang individu.

Pendekatan Hak Moral

Menyatakan bahwa umat manusia memilki hak asasi dan kebebasan yang tidak dapat direbut
oleh satu keputusan individu.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Pilihan Etis

1.Manajer

Para manajer membawa kepribadian dan perilaku tertentu dalam pekerjaan mereka kebutuhan
pribadi ,pengaruh keluarga ,dan latar belakang agama membentuk sistem nilai yang dimilki
seorang manajer

2.Organisasi

Nilai nilai yang diterapkan dalam organisasi adalah penting,terutrama saat kita memahami
bahwa hampir semua orang berada pada tingkat kedua dari pengembangan moral.

Pihak Pihak Yang Berkepentingan Dalam Organisasi

1.Stakeholder Utama

Merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu
kebijakan ,program dan proyek

10
2.Stakeholder Pendukung

Adalah stakeholder yang tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu
kebijakan ,program,proyek.

3.Stakeholder Kunci

Merupakan stakeholder yang memiliki kewenangan secara legal dalam pengambilan


keputusan.

Etika Dan Lingkungan Kerja Baru

Kebanyakan perusahaan terbaik yang ada sekarang menyadari bahwa keberhasilan


diukur dalam banyak cara,yang tidak seluruhnya ditampilkan didalam laporan
keuangan.namun demikian,hubungan antara etika dan tanggung jawab sosial perusahaan
dengan kinerja keuangan menjadi perhatian,baik bagi manajer maupun akademisi
manajemen.Perusahaan memerlukan cara yang efektif untuk menyelidiki pelecehan seksual
atau tindakan yang ilegal atau tidak patut ditempat kerja.

Namun demikian,tindakan mematamatai ini secar etika patut dipertanyakan.dengan


demikian menunjukkan rasa tidak percaya terhadap pekerja virtual dan telekomunting dan
juga dapat menimbulkan kerugian karna memperlemah kepercayaan dan komitmen yang
dimilki karyawan

11
BAB VI

Fungsi Perencanaan Dan Pengambilan Keputusan

Konsep Dasar Perencanaan Dalam Manajemen

Perencanaan Fungsi Dari

 Perencanaa sebagai arah


 Perencanaan sebagai Minimalisasi ketidakpastian
 Perencanaan sebagai Minimalisasi Pemborosan sumber daya
 Perencanaan sebagi penetapan standar dalam pengawasan kualitas

Tahap Dasar Perencanaan

 Menyadari Kesempatan
 Menetapkan Tujuan atau Serangkaian tujuan
 Menentukan dasar Fikiran (premis)
 Menentukan Arah Arah Tindakan Alternatif
 Mengevaluasi Arah Arah Tindakan Alternatif
 Memilih suatu Arah Tindakan Alternatif
 Merumuskan Rencana Rencana Turunan
 Mengurutkan Rencana rencana Berdasarkan Anggaran

Kendala kendala dalam perencanaan yaitu ketidak mampuan membuat rencana yang
tidak cukup baik,kurangnya komitmen dalam proses pembuatan rencana,lemahnya
informasi,terlalu berfokus pada masa kini,terlalu mengandalkan diri pada unit/bagian
perencanaan,memusatkan perhatian pada faktor faktor yang dapat dikuasainya.

Penyelesaian Masalah Dan Pengambilan Keputusan

Keputusan merupakan hasil dalam pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi
dengan tegas.hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan pertanyaan mengenai apa
yang harus dilakukan dan seterusnya mengenai unsur unsur perencanaan

Proses pengambilan keputusan merupakan tahap tahap yang harus dilalui atau di gunakan
untuk membuat kepuutusan.tahap ini merupakan kerangka dasar,sehingga setiap tahap dapat
dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahapPenemuan masalh mendefinisikan masalah
denngan jelas sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalh menjadi jelas.

12
Pemecahan masalah dapat menggunakan metode brainstroming atau curah ide dimana
seluruh pihak yang dilibatkan dalam penentuan alternatif secara kreatif dan bebas
mernawarkan berbagai langkah solusi yang terkait dengan masalah

Keputusan diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang
ada,seperti kondisi pasti,kondisi beresiko,kondisi tidak pasti dan kondisi konflik

Unsur Situasi atau Keadaan Situasi

 Keadaan Asal Mula


 Pembuatan Keputusan
 Orientasi Eksploitasi
 Orientasi Penimbunan
 Orientasi Pemasaran
 Tujuan Yang Harus Dicapai
 Alternatif Yang Relevan
 Susunan atau Peringkat Alternatif
 Pilihan Alternatif

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Etika Perilaku

1.Tahap Pengembangan Moral

Tahap ini menilai kapasitas seseorang untuk menilai apa yang benar secara moral.

2.Pengendalian Lokus

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan lokus kontrol eksternal cenderung tidak
bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari perilaku mereka.

3.Lingkungan Organanisai

Lingkungan organisasi mengacu pada persepsi dari harapan seseorang karyawan organisasi.

13
Ringkasan Buku Kedua

Bab I

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah proses perencanaan ,pengorganisasian,pengarahan, pengawasan


usaha usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkanDari defenisi diatas Stoner telah
menggunakan kata proses, bukan seni.mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti
bahwahal itu adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi.

Defenisi diatas juga menunjukkan bahwa para manajer menggunakan sumber daya
organisasi keuangan,peralatan dan informasi seperti halnya seorang dalam pencapain tujuan
tujuan yang telah ditetapkanAkhirnya, defenisi yang kita gunakan menyatakan bahwa
manajemen melibatkan pencapain “tujuan tujuan organisasi yang telah ditetapkan “(stated
goals)

Atas dasar uraian diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat
didefenisikan sebagai bekerja dengan orang orang untuk menentukan, menginterpretasikan
dan mrncapai tujuan tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi perencanaan dan fungsi
lain lainnya yang sudah ditetapkan diatas.

Manajemen merupakan ilmu pengetahuan juga dalam artian bahwa manajemen


memerlukan disiplin ilmu – ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya ;misalnya ilmu
ekonomi,statistik,akutansi dan sebagainya.

Manajemen bukan hanya ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari keduanya.kombinasi ini
tidak dalam proporsi yang tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam macam.pada umumnya
para manajer efektif mempergunakan pendekatan ilmiah dan pembuatan keputusan
keputusan,apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer,dilain pihak dalam banyak
aspek perencanaan, kepemimpinan,komunikasi,dan segala sesuatu yang menyangkut unsur
manusia,bagaimanapun manajer harus juga menggunakan pendekatan artistik(seni)

Manajemen berbeda dengan kewirauswastaan dalam ekonomi faktor faktor produksi


adalah tanah,tenaga kerja, modal,dan wiraswasta(pemilik).Wiraswasta menurut defenisi,
memahami, mendapatkan sumber daya-sumber daya,mengorganisasikan dan menjalankan
perusahaan(bisnis)

\Manajemen sebaliknya,terlibat dalam pengorganisasian dan memeimpin perusahaan


(bisnis) organisasi lainnya,tetapi tidak mencakup pemilikan.oleh sebab itu manajer adalah
karyawan yang mengindentifikasikan dirinya lebih dekat dengan karyawan lainnya daripada
pemilik.

14
BAB II

Manajemen Dan Manajer

Tingkatan Manajemen

1.Manajer Lini Pertama

Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi dan mengawasi tenaga – tenaga
opersainonal.para manajer ini sering disebut dengan kepala atau pimpinan (leader),
mandor(foremen)

2.Manajer Menengah

Manajemen menengah dapat meliputi beberapatingkatan dalam suatu organisasi.para manajer


menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan kegiatan para manajer lainnya dan kadang
kadangjuga karyawan operasional.

3.Manajer Puncak

Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.sebutan khas


manajer puncak adalah Direktur, Presiden, Kepala Divisi, dan sebagainya.

Kegiatan Kegiatan Manajer

 Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.


 Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan tujuan yang saling bertentangan
dan menetapkan prioritas-prioritas
 Manajer bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan
 Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual
 Manajer adalah seorang mediator
 Manajer adalah seorang politisi
 Manajer adlah seorang diplomat
 Manajer mengambil keputusan keputusan sulit

15
BAB III

Perkembangan Teori Manajemen

Teori Manajemen Klasik

Ada 2 tokoh manajemen,yang mengawali munculnya manajemen ilmiah ,yang akan


dibahas disini,yaiutu Robert Owen dan Charles Babbage

Robert Owen (1771-1858)

Pada permulaan tahun 1800 an dia seorang manajer beberapa pabrik permintalan kapas di
New Lanark Skotlandia,menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi.dia
memebuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja,seperti pengurangan hari kerja standar
,pembatasan anak – anak dibawah umur yang bekerja, membangun perumahan lebih baik
bagi karyawan dan mengoperasikan tokoh perusahaan yang menjual barang barang dengan
murah.

Charles Babbage (1792- 1871)

Babbage adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spseialisasi.setiap tenaga
kerja harusdiberi latihan keterampilanyang sesuai dengan setiap operasi pabrik.

Manajemen Ilmiah

Fredick W.Taylor (1856-1915)

Arti pertama manajemen merupakan penerapan metoda ilmiah pada studi, analisa, dan
pemecahan masalah-masalah organisasi.sedangkan arti kedua Manajemen ilmiah adalah
seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “A bag of tricks” untuk meningkatkan
efisiensi kerja organisasi.

Frank dan Lilian Gilbert(1868-1924 dan 1878-1972)

Kontribotur utama kedua dalam aliran manajemen ilmiah adalah pasangan saumi istri Frank
Gilbert dan Lilian Gilbert,seorang pelopor pengembangan studi gerakdan waktu,
menciptakan berbagai teknik manajemen yang di ilhami Taylor.dia sangat tertatik pada
masalah efisiensi , terutamauntuk menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas”

Aliran Manajemen Modern

Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda jalur pertama
merupakan pengembangan dari aliran hubungan hubungan manusiawi yang dikenal sebagai
perilaku organisasi dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah,dikenal sebagai
aliran kuantitatif (operation research dan management science atau manajemen operasi).

16
BAB VI

Manajer Dan Lingkungan Eksternal Organisasi

Faktor –Faktor Lingkungan Eksternal

1.Lingkungan Ekstern Mikro

Komponen – komponen lingkungan ekstern mikro yang paling penting adalah para pesaing
yang harus dihadapi perusahaan, langganan yang harus dilayani,pasar tenaga kerja,lembaga
lembaga keuangan,para penyedia (supplier) dan perwakilanperwakilan pemerintah.

2.Lingkungan Ekstern Mikro

Lingkungan ekstern mikro terdiri dari faktor – faktor teknologi, ekonomi, politik,sosial,dan
dimensi internasional sebagai kekuatan kekuatan yang berada diluar jangkauan perusahaan
dan biasanya terlepas dari situasi opersainal perusahaan,dengan oragnisasi jarang memiliki
kekuatan untuk memberikan pengaruh balik yang berarti.

Organisasi Dan Lingkungan

Lingkungan ekstern mempepengaruhi manajer manajer bervariasi menurut tipe dan tujuan
organisasi.hal ini berbeda diantara posisi dan fungsi- fungsi dalam suatu organisasi dan
bahkan antara tingkatan hireaki didalam organisasi.Manajer dan organisasinya memberikan
tangggapanterhadap lingkungan ekstern baik melalui usasa usaha untuk mempengaruhi
lingkungan ekstern mikro, dan peramalan serta penyesuaian dengan kecenderungan
lingkungan ekstern.

Informasi tentang lingkungan makro dapat diperoleh dari berbagai sumber,misalnya


laporan- laporan dan data-data statistik pemerintah , publikasi bisnis dan
sebagainya.Penelitian dapat dilakukan untuk memperjelas perkembangan yang dapat
diperkirakan.setelah melakukan indentifikasi dan seleksi sumber sumber informasi yang
relevan,perusahaan dapat melakukan peramalan situasi dan kondisi perekonomian

Tanggung Jawab Sosial Manajer

Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangakan dampak sosial


dan ekonomi didalam pembuatan keputusan keputusannya

Secara ringkas dapat diartikan bahwa manajer dalam dekade sekarang ini, para manajer
semakin dituntut untuk mengikuti atau mentaati hukum dan standar – standar etika
masyarakat.pada waktu yang sama ,perhatian manajer harus dipusatkan pada pemberian
tanggapan –tanggapan organisasi terhadap masalah- masalah sosial.

Kedua,pencapaian hasil-hasil yang lebih baik dalam pelaksanaan fungsi tanggung jawab
sosial perusahaan sekarang sekarang menjadi semacan peralatan untuk membantu sukses
oraganisasi

17
BAB V

Proses Perencanaan

Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses yang tidak berakhir bila rencana tersebut telah
ditetapkan, rencana harus diimplementasikan.setiap saat selama proses implementasi dan
pengawasan,rencana rencana mungkin memerlukan modifikasi agar tetap berguna.

Tipe Tipe Perencanaan Dan Rencana

1.Bidang Fungsional,mencakup rencana produksi,pemasaran, keuangan, dan


personalia.setiap faktor memerlukan tipe perencanaan yang berbeda.

2.Tingkatan Organisasional, termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan kerja


organisasi.teknik-teknik dan isi perencanaan berebeda untuk tingkatan yang berbeda pila.

3.Karakteristik-Karakteristik (sifat) rencana, meliputi faktor-faktor kompleksitas,


fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif, dan kualitatif.

4.Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.semakin lama
rentangan waktu antara prediksi dan kejadian nyata,kemungkinan terjadinyan kesalahan
semakin besar.

5.Unsur Unsur Rencana, dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan dan
sebagainya.

Perencanaan Strategik

Perencanaan strategik (strategik planning) adalah proses pemilihan tujuan – tujuan


organisasi ;penentuan strategi,kebijaksanaan dan program-program strategi yang diperlukan
untuk tujuan tujuan tersebut dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin
bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan.

Proses Perencanaan Strategik

 penentuan misi dan tujuan,yang mencakup pernyataan-pernyataan umum tentang


misi,falsafah maksud,dan tujuan organisasi.
 pengembangan profil perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal dan
kemampuan perusahaan.
 analisa limgkungan eksternal,dengan maksud untuk mengindentifikasikan cara cara
dalam mana perubahan- perubahan lingkingan ekonomi,teknologi,sosial budaya,dan
politikdapat secara tidak langsung mempengaruhi organisasi.

18
BAB VI

Penetapan Tujuan Organisasi

Sebelum organisasi menentukan tujuan-tujuan, terlebi dulu harus menetapkan misi dan
maksud organisasi.Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud
organisasi.misi suatu organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan
organisasin dari organisasi-organisasi lainnya dan mengindentifikasi ruang lingkup operasi
dalam hal produk dan pasar

Berbagai Fungsi Tujuan Organisasi

1.Pedoman bagi kegiatan. melalui penggambaran hasil-hasil akhir diwaktu yang akan
datang,tujuan berfungsi sebagai pedoman bagi kegiatan pengarahan dan penyaluran usaha
usaha dan kegiatan-kegiatan para anggota organisasi.

2.Sumber Legitimasi. Tujuan juga merupakan legitimasi bagi suatu organisasi melalui
pembenaran kegiatan-kegiatannya, dan, disamping itu, keberadaannya dikalangan kelompok
– kelompok seperti pelanggan, karyawan, pemegang sahamdan masyarakat pada umumnya.

3.Standar pelaksanaan. Bila tujuan dinyatakan secara jelas dan dipahami, hal ini akan
memberikan standar langsung bagi penilai pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi.

4.Sumber Motivasi. Tujuan organiasasi dapat berfungsi sebagai sumber motivasin dan
identifikasi karyawan yang penting.dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering
memberikan intensif bagi para anggota

5.Dasar Rasional pengorganisasian. Dinyatakan secara sederhana, tujuan organisasi


merupakan suatu dasar perancangan organisasi.Tujuan organisasin dan struktur organisasi
berinteraksi dalam kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan.

Bidang Bidang Tujuan

1.Posisi Pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan”
direbut”

2.Produktifitas. produktifitas atau efisiensi adalah rasio antara masukan dengan keluaran
organisasi.

3.Sumber Daya Phisik Dan Keuangan. Tujuan harus ditetapkan dengan memperhatikan
mesin dan peralataan serta penyediaan bahan baku.

4.Prodibilitas. tujuan tujuan laba penting untuk mencapai tujuan tujuan lain menyangkut
1)penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan untuk inovasi.2)kekuatan keuangan untuk
mengganti mesin dan peralatan. 3)pengupahan yang dibutuhkan untuk menarik personalia

19
BAB III

Analisis Buku

Buku Syaifuddin Lubis,ddk.(Buku Pertama)

Kelebihan Buku:

1.Materi yang disajikan cukup padat.

2.Penulis menyajikan data gambar/tabel, sehingga akan mempermudah pembaca dalam


memahami maksud suatu pokok bahasan.

3.Pada setiap babnya, buku ini menyajikan tujuan pembelajaran , dimana hal ini secara
langsung memberitahukan konsep-konsep apa saja yang harus dikuasai.

4.Penulis membuat kesimpulan pada akhir setiap bab berupa rangkuman yang mudah
dipahami

5.Dalam buku ini terdapat latihan soal sehingga bisa menjadi bahan acuan pembaca untuk
lebih memahami pengertian atau maksud buku.

6.Buku ini menyajikan teori-teori dari beberapa ahli,sehingga dapat menambah refrensi si
pembaca.

Kekurangan Buku:

1.Terdapat penempatan kata yang lebih, padahal memiliki arti atau maksud yang sama

2.Adanya penulisan kata yang salah, sehingga pembaca mungkin akan mengartikan tidak
sesuai maksud buku tersebut.

3.Kurangnya Gambar Atau tabel Tentang kegiatan manajemen pada buku ini.

20
Buku T.Hani Hnadoko (Buku Kedua)

Kelebihan Buku:

1.Penulis menyajikan materi yang cukup padat,sehingga buku ini termasuk buku yang sangat
layak untuk dijadikan bahan refrensi.

2.Buku ini menyajikan pendapat-pendapat berbagai ahli mengenai konteks yang dibahas
dalam manajemen

3.Buku ini menyajikan modul tentang materi-materi yang terdapat dalam pembahasan

4.Buku ini menyajikan skesta atau gambar pengaplikasian materi daam bentuk karikatur di
bab tertentu,sehingga mengurangi rasa bosan si pembaca.

5.Sumber Refrensi terdapat pada buku ini,yang disajikan dibawah halaman dalam tulisan
yang berukuran kecil,sehingga pembaca dapat mengetahui dasar pemaparan mater yang
disajikan

Kelemahan:

1.Penggunaan tanda baca yang kurang tepat,sehingga dapat mengganggu kenyamanan si


pembaca

2.Tidak terdapatnya latihan soal dalam buku ini,sehingga tidak ada acuan pembaca untuk
menggali lebih pengetahuannya.

3.Sangat sedikitnya gambar yang menyajikan pemeparan materi

21
BAB IV

Penutup

A.Kesimpulan

Manajemen adalah kegiatan meliputi kegiatan perencanaan,pengorganisasian,


pengarahan, dan pengawasan semua unsur yang menjadi sumber daya yang tersedia baik itu
sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang digunakan dalam rangka pencapaian
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.Manajemen berfokus pada menciptakan
produktivitas-produktivitas organisasi dengan memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas.

Buku yang ditulis Syaifuddin Lubis,dkk merupakan salah satu buku pengantar
manajemen.jika dilihat dari aspek isi buku ini memiliki materi yang cukup padat dan jelas
dan mudah dipahami yang terdiri dari12 bab.Sedangkan buku yang ditulis T.Hani Handoko
yang juga buku pengantar manajemen yang terdiri dari 18 bab,yang secara materi cukup
padat.Jika dibandingkan maka dapat dikatakan bahwa buku pertama lebih muda dipahami
karena secara penyajian lebih ringkas dan langsung mengarah pada poin-poin yang
dimaksud,susunan babnya juga lebih sistematis.

B.Saran

Buku yang baik adalah buku yang mudah dibaca dan dipahami , menggunakan bahasa
yang sempurna dan tentunya tidak mengandung kerancuan kalimat. Maka penggunaan
kalimat yang baik dan istilah-istilah yang mudah dipahami akan jauh lebih baik dan membuat
buku menjadi bahan bacaan yang tidak hanya saja mudah dibaca,namu juga mudah dipahami.

22

Anda mungkin juga menyukai