Anda di halaman 1dari 51

Laporan Individu

Identifikasi Masalah Promosi Kesehatan


(PHBS Rumah Tangga, PHBS Institusi Pendidikan, PHBS Institusi Kesehatan,
PHBS TTU, PHBS Tempat Kerja)
Puskesmas Poasia Tahun 2018

Oleh :
Nama : Zuhdi Azyumar Dhini
NIM : K1A1 16 076
Kelompok : IX
Tutor : dr. Rizka Purnama Mulya

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018

i
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan bahwa :
Nama : Zuhdi Azyumar Dhini
NIM : K1A1 16 076
Telah menyelesaikan tugas laporan dengan Judul “Identifikasi Masalah
Promosi Kesehatan (PHBS Rumah Tangga, PHBS Institusi Pendidikan, PHBS
Institusi Kesehatan, PHBS TTU, PHBS Tempat Kerja) Puskesmas Poasia
Tahun 2018 dalam rangka memenuhi tugas Blok Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.

Kendari, April 2019


Pembimbing

Dr. Rizka Purnama Mulya

ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya maka penulis dapat menyelesaikan
tugas mata kuliah kedokteran komunitas ini dengan judul : “Identifikasi
Masalah Promosi Kesehatan (PHBS Rumah Tangga, PHBS Institusi
Pendidikan, PHBS Institusi Kesehatan, PHBS TTU, PHBS Tempat Kerja)
Puskesmas Poasia Tahun 2018”. Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah
satu syarat dalam memenuhi nilai akhir mata kuliah kedokteran komunitas.
Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih banyak terdapat
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, hal ini dikarenakan
keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Atas segala kekurangan dan
ketidaksempurnaan skripsi ini, penulis sangat mengharapkan masukan, kritik
dan saran yang bersifat membangun kearah perbaikan dan penyempurnaan
tugas ini. Cukup banyak kesulitan yang penulis temui dalam penulisan tugas
ini, tetapi Alhamdullilah dapat penulis atasi dan selesaikan dengan baik. Akhir
kata penulis berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
dan semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan
dari Allah SWT

Kendari, April 2019


Penulis,

Zuhdi Azyumar Dhini

iii
DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii
DAFTAR ISI...................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL............................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 3
C. Tujuan .............................................................................................. 3
D. Manfaat ............................................................................................ 5
BAB II ANALISIS SITUASI PUSKESMAS
A. Sejarah Puskesmas ......................................................................... 6
B. Letak Geografis ................................................................................ 6
C. Demografis………………………….. ................................................. 8
D. Sarana Sosial ................................................................................... 11
E. Sarana Puskesmas .......................................................................... 13
F. Kondisi Fisik Gedung Puskesmas .................................................... 14
G. Ketenagakerjaan .............................................................................. 16
H. Visi, Misi, dan Moto Puskesmas ....................................................... 18
I. Janji Layanan, Etika Pegawai Dan Sasaran ..................................... 19
J. Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas .............................................. 21
K. Upaya Kesehatan dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan ........... 21
BAB III IDENTIFIKASI UPAYA PELAYANAN
A. Identifikasi Masalah ......................................................................... 24
B. Prioritas Masalah ............................................................................. 24
C. Analisis Penyebab Masalah ............................................................ 25
D. Prioritas Penyebab Masalah ............................................................ 30
E. Pengambilan Keputusan ................................................................. 32
F. Alternatif Pemecahan Masalah ........................................................ 34
G. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ................................ 36

iv
BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ......................................................................................... 42
B. Saran ............................................................................................... 42
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 43
LAMPIRAN ....................................................................................................... 44

v
DAFTAR TABEL
Nomor Nama Tabel Halaman
Tabel 1. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja 8
Puskesmas Poasia Tahun 2017
Tabel 2. Distribusi Penduduk Kecamatan Poasia 9
Menurut Jenis Kelamin dan Umur Tahun 2018
Tabel 3. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan 10
Kepadatan Penduduk Berdasarkan Kelurahan
Tahun 2018
Tabel 4. Sarana Prasarana Sosial Kemasyarakatan di 12
Wilayah Kecamatan Poasia Tahun 2018
Tabel 5. Jumlah dan Keadaan Ruangan Puskesmas 14
Tahun 2018
Tabel 6. Jumlah Tenanga Berdasarkan Kompetensi 16
Puskesmas Tahun 2018
Tabel 7. Analisis masalah Promkes di Puskesmas 24
Poasia pada Bulan Januari- Desember tahun
2018
Tabel 8. Besar Masalah Terhadap Pencapaian Program 25
Tabel 9. Kegawatan Masalah 21
Tabel 10. Kemudahan Penanggulangan 27
Tabel 11. PEARL Factor 27
Tabel 12. Nilai Prioritas Masalah 28
Tabel 13. Analisis Kemungkinan Penyebab Masalah 29
P2M di Puskesmas Poasia
Tabel 14. Tabel Paired Comparison 32
Tabel 15. Tabel Kumulatif 33
Tabel 16. Kriteria Mutlak Dapat atau Tidaknya RUK 35
dilakukan

Tabel 17. Plan Of Action (POA) 36

vi
DAFTAR GAMBAR

Nomor Nama Gambar Halaman


Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Poasia 7
Tahun 2018
Gambar 2. Struktur Organisasi Puskesmas Poasia 17

vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi
serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kese- hatan. Pembangunan kesehatan pada
hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa
Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kema- uan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggitingginya. Keberhasilan pembangunan kesehatan
sangat ditentukan oleh kesinambungan antarupaya program dan sektor, serta
kesinambungan dengan upayaupaya yang telah dilaksanakan dalam periode
sebelumnya. (Kemenkes, 2016)
Upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang berkualitas, di antaranya adalah dengan meningkatkan akses
terhadap pelayanan kesehatan dasar. Peran puskesmas dan jaringannya
sebagai institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang
pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting.
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya. Untuk meningkatkan kinerja puskesmas, diperlukan informasi
yang lengkap tentang puskesmas, di antaranya berkaitan dengan kondisi
bangunan puskesmas dan sarananya, kondisi jaringan puskesmas, dan tenaga
di puskesmas. Informasi tersebut digunakan sebagai masukan pengambilan
keputusan dalam proses manajemen pembangunan puskesmas di setiap
jenjang administrasi kesehatan. (Kemenkes, 2016)
Pembangunan kesehatan nasional diarahkan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat
terwujud. Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program
Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status

1
gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang
didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan.
Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah
1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak;

2. Meningkatnya pengendalian penyakit;

3. Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan


terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan;

4. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu


Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan;

5. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin;

6. Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.(Bappenas, 2014)

Pusat Kesehatan Masyarakat atau puskesmas merupakan salah satu


fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang mempunyai peranan
penting dalam sistem kesehatan nasional khususnya subsistem kesehatan.
Pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas ialah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotive dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan yang
setinggitingginya di wilayah kerjanya (Permenkes RI No. 75 Tahun 2014).
Sejak lama Indonesia sudah menerapkan strategi pelayanan kesehatan
primer dan esensial untuk mengatasi masalah kesehatan penduduk, termasuk
masalah ketidakmerataan derajat kesehatan dan akses pelayanan antarwilayah
dan antar-strata ekonomi. Strategi tersebut secara terstruktur dimulai dengan
pengenalan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1968, jauh
sebelum World Health Organization (WHO) mengeluarkan Deklarasi Alma Ata
pada tahun 1978 tentang Primary Health Care. Pada masa 1960-1980-an,
masalah kesehatan penduduk masih didominasi dengan angka fertilitas yang
tinggi (yang berkorelasi dengan kematian ibu dan bayi) serta berbagai macam
penyakit menular dan kurang gizi. Puskesmas didukung dengan Posyandu,
tercatat sebagai keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan cakupan keluarga

2
berencana (KB), imunisasi, dan gizi (penimbangan balita).(Ascorbat Gani,
2007)
Pencegahan dan pengendalian penyakit sat ini diarahkan pada percepatan
pencapaian sasaran, pembangunan kesehatan melalui pendekatan keluarga
sehat. Adapun pencegahan lain yaitu upaya pencegahan, pengendalian, dan
pemberantasan dalam penanggulangan penyakit menular dilakukan melalui
kegiatan, promosi kesehatan, surveilans kesehatan, pengendalian faktor risiko,
penemuan kasus, penanganan kasus, pemberian kekebalan (imunisasi),
pemberian obat pencegahan secara massal, dan kegiatan lainnya yang
ditetapkan oleh Menteri (Permenkes RI, No. 82 Tahun 2014).
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik
(public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan
kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat disebut
antara lain adalah promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan
lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga
berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan
masyarakat lainnya (Trihono, 2005).
Dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat program-
program puskesmas yang dijalankan akan memperoleh capaian terhadap target
yang diinginkan. Sehingga, dapat dievalusi program-program yang tidak
terlaksana sesuai dengan target sebagai identifikasi masalah Upaya Pelayanan
Kesehatan. Oleh karena itu, perlu disusun kembali suatu perencanaan
pemecahan masalah dalam menanggulangi permasalahan program pelayanan
kesehatan yang tidak dapat tercapai sesuai target.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana menentukan prioritas masalah puskesmas Poasia bidang
Promosi Kesehatan?
2. Bagaimana mengetahui penyebab masalah berdasarkan prioritas
masalah puskesmas Poasia bidang Promosi Kesehatan ?

3
3. Bagaimana penyelesaian masalah berdasarkan prioritas masalah di
puskesmas Poasia bidang Promosi Kesehatan ?
C. Tujuan
1. Umum
Mampu membuat diagnosis masalah berdasarkan hasil penyelidikan
epidemiologis, meenganalisis prioritas masalah, mengkaji penyebab
masalah, menyusun pemecahan masalah dan mampu membuat
perencanaan puskesmas (plan of action) dari masalah yang ditemukan
secara mandiri, berdasarkan standar akademik.
2. Khusus
a. Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di
puskesmas
b. Melakukan penilaian besar masalah dengan rumus interval
c. Menentukan besar masalah dari masing-masing indikator
d. Menentukan kegawatan masalah dari aspek keganasan, tingkat
urgensi dan biaya.
e. Menghitung kemudahan penanggulangan
f. Menghitung PEARL FAKTOR
g. Menentukan prioritas masalah dengan rumus NPD & NPT
h. Mengidentifikasi penyebab masalah untuk masalah dengan prioritas
tertinggi
i. Melakukan pengkajian dimensi mutu
j. Melakukan analisis penyebab masalah
k. Melakukan paired comparison
l. Membuat tabel kumulatif dari hasil paired comparison untuk
penyelesaian masalah
m. Menentukan penyebab masalah yang perlu diselesaikan berdasar
nilai kumulatif
n. Membuat rencana kegiatan
o. Menentukan kriteria mutlak dari rencana kegiatan
p. Menentukan kriteria keinginan dari rencana kegiatan
q. Menentukan program yang akan dilaksanakan

4
r. Membuat PLAN OF ACTION
s. Melakukan Lokakarya Mini Puskesmas (Pleno)
D. Manfaat
1. Penulis/Penyusun
a. Melakukan identifikasi masalah yang terjadi di puskesmas mengenai
program Promosi Kesehatan
b. Melakukan penilaian besar masalah terhadap masing-masing
indikator untuk menentukan prioritas masalah
c. Menganalisis dan menentukan prioritas penyebab masalah
d. Menyusun perencanaan program kesehatan sebagai alternatif
pemecahan masalah yang ada
2. Puskesmas
a. Memperoleh hasil penyusunan perencanaan program kesehatan
sebagai alternatif pemecahan masalah yang ada di puskesmas
b. Sebagai saran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
masyarakat di puskesmas
3. Institusi
a. Sebagai sarana pembelajaran untuk mahasiswa
b. Sebagai tambahan sumber bacaan dan referensi.
4. Masyarakat
a. Memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah diterima oleh
masyarakat secara menyeluruh
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari hasil perencanaan baru terhadap
masalah program kesehatan yang ada sebelumnya

5
BAB II
ANALISIS SITUASI PUSKESMAS

A. Sejarah Puskesmas
Puskesmas Poasia didirikan pada bulan Juli 1973 diatas tanah seluas
4.032M2 sebagai salah satu Puskesmasdi Kabupaten Kendari. Saat itu
Puskesmas Poasia masih merupakan puskesmas rawat jalan dengan
sarana prasarana yang sangat sederhana.Pada tahun 1987 wilayah kerja
Puskesmas Poasia mencakup 19 kelurahan dalam wilayah kecamatan
Poasia. Sejak tahun 2002 status Puskesmas Poasia ditingkatkan menjadi
Puskesmas Rawat Inap dengan 10 tempat tidur.
Selanjutnya pada tahun 2004 Wilayah Kerja Puskesmas Poasia di
mekarkan menjadi 3 Puskesmas, yaitu: Puskesmas Poasia, Puskesmas
Mokoau, dan Puskesmas Abeli. Pada tahun 2009, dilakukan rehabilitasi
gedung dan penambahan bangunan baru, sehingga menjadikan Puskesmas
Poasia sebagai Puskesmas terbesar bukan hanya di kota Kendari, tapi Se-
Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2009, Puskesmas Poasia telah
memiliki gedung UGD, Persalinan, PONED, Instalasi Gizi, Perumahan
dokter dan paramedis, gedung rawat jalan, dan rawat inap. Saat ini status
Puskesmas Poasia adalah sebagai Puskesmas rawat inap dengan
kapasitas 15 tempat tidur, namun dalam keadaan mendesak kapasitasnya
dapat ditingkatkan menjadi antara 20 sampai 25 tempat tidur.
B. Letak Geografis
Puskesmas Poasia terletak di Kecamatan Poasia Kota kendari,
sekitar 9 KM dari Ibukota Propinsi. Sebagian besar wilayah kerja
merupakan dataran rendah dan sebagian merupakan perbukitan sehingga
sangat ideal untuk pemukiman. Di bagian utara berbatasan dengan Teluk
Kendari yang sebagian besar berupa hamparan empang. Pada bagian
barat yang mencakup 2 kelurahan (Kelurahan Anduonohu dan Kelurahan
Rahandouna serta Kelurahan Wundumbatu) merupakan daerah dataran
yang ideal untuk pemukiman sehingga sebagian besar penduduk bermukin
di kedua kelurahan ini. Pada bagian timur merupakan daerah perbukitan.

6
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Kendari
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Abeli
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kambu.
Luas wilayah kerja Puskesmas Poasia sekitar 4.175Ha atau
44.75. KM2 atau 15,12 % dari luas daratan Kota Kendari terdiri dari 4
Kelurahan definitif, Yaitu Anduonohu luas 1.200 Ha, Rahandouna luas
1.275 Ha, Anggoeya luas 1.400 Ha dan Matabubu luas 300 Ha. dengan 82
RW/RK dengan jumlah penduduk 28.932 jiwa tahun 2018 serta
Wundumbatu dengan jumlah penduduk 6.411 jiwa dan dengan jumlah
rumah tangga sebanyak 8.558 Kepala Keluarga dan dengan tingkat
kepadatan penduduk 49 orang/m2 atau 490 orang/Km2, dengan tingkat
kepadatan hunian rumah rata-rata 5 orang/rumah.

Teluk Kendari

Kel. Matabubu

Kel. Anggoeya
KEC. ABELI

KEC. KAMBU
Kel. Wundumbatu

Kel. Anduonohu
Kel. Rahandouna

Kecamatan Moramo

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Poasia

7
C. Demografis
Penduduk adalah orang atau sejumlah orang yang menempati suatu
wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Data tentang kependudukan
sangat penting artinya di dalam menghitung sebaran jumlah penduduk, usia
penduduk, pekerjaan, pendapatan dan pendidikan. Data ini bisa diperoleh
dari laporan penduduk, sensus penduduk dan survei penduduk.
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Poasia pada tahun
2018 sebanyak 31.934 jiwa yang tersebar di 5 wilayah Kelurahan.

Tabel 1. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Poasia


Berdasarkan Jenis KelaminTahun 2018

No Kelurahan Pria % Wanita % Total %

1 Anduonohu 5960 37,0 5841 37,0 11801 37,0


2 Rahandouna 3230 20,0 3166 20,0 6396 20,0
3 Anggoeya 2947 18,3 2889 18,3 5836 18,3
4 Mata Bubu 753 4,7 737 4,7 1490 4,7
5 Wundumbatu 3238 20,1 3173 20,1 6411 20,1
TOTAL 16128 100 15806 100 31934 100
Sumber: Data Sekunder Kecamatan Tahun 2018

Tabel diatas menujukkan bahwa jumlah pria terbanyak terdapat


pada Kelurahan Anduonohu sebanyak 5,960 orang (37,0%) dan yang
terkecil terdapat pada Kelurahan Matabubu sebanyak 753 orang
(4,7%). Adapun jumlah wanita terbanyak terdapat pada Kelurahan
Anduonohu sebanyak 5,841 orang (37,0%) dan yang terkecil terdapat
pada Kelurahan Matabubu sebanyak 737 orang (4,7%).

8
Grafik1. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Poasia
Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2018
14000
11801
12000

10000

8000
5960 6396 6411
5841 5836
6000
3230 2947
4000 3166 2889 32383173

2000 753 1490


737
0
Anduonohu Rahandouna Anggoeya Matabubu Wundumbatu
Pria 5960 3230 2947 753 3238
Wanita 5841 3166 2889 737 3173
Total 11801 6396 5836 1490 6411

Sumber: Data Sekunder Kecamatan Tahun 2018

Tabel 2. Distribusi Penduduk Kecamatan Poasia Menurut Jenis


Kelamin dan Umur Tahun 2018
Kelompok Umur Jumlah Penduduk
NO
(Tahun) Laki-laki Perempuan Jumlah
1 2 3 4 5
1 0-4 1646 1976 3622
2 5-9 1546 1846 3392
3 10 - 14 1689 1813 3502
4 15 - 19 1396 1743 3139
5 20 - 24 1432 1648 3080
6 25 - 29 1203 1579 2782
7 30 - 34 1367 1398 2765
8 35 - 39 1232 1146 2378
9 40 - 44 1212 976 2188
10 45 - 49 959 542 1501

9
11 50 - 54 658 393 1051
12 55 - 59 765 222 987
13 60 - 64 481 182 663
14 65 - 69 276 123 399
15 70 - 74 134 95 229
16 75+ 132 124 256

JUMLAH 16128 15806 31934

Sumber: Data Sekunder Kecamatan Tahun 2018


Berdasarkan Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah kelompok
umur yang terbanyak terdapat pada kelompok umur 0-4 tahun sebanyak
3.622 jiwa dan kelompok umur yang terkecil yaitu pada kelompok umur
70-74 tahun sebanyak 229 jiwa.
Tabel 3. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan
Penduduk Berdasarkan Kelurahan Tahun 2018

LUAS JUMLAH RATA-RATA


JUMLAH
NO KELURAHAN WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH
PENDUDUK
(Km2) TANGGA TANGGA

ANDUONOHU 1.275Ha 11801 2.094 10.948


2 RAHANDOUNA 637Ha 6396 784 8512
3 ANGGOEYA 1.400 Ha 5836 1.838 5591
4 MATABUBU 300 Ha 1490 1.283 2477
5 WUNDUMBATU 637Ha 6411 465 7821
JUMLAH 4175 Ha 31934 6464 35349
Sumber: Data Sekunder Kecamatan Tahun 2018
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa penduduk yang
terbanyak terdapat pada Kelurahan Rahandouna sebanyak 11.801 jiwa
dengan luas wilayah 1.275 Ha dan jumlah rumah tangga sebanyak 2094
serta jumlah rumah tangga sebanyak 10.948.

10
Grafik 2. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Poasia
Berdasarkan Rumah Tangga Tahun 2018

14000
11801
12000 10948 Jumlah Penduduk
10000
8512
7821
8000
6396 6411 Jumlah Rumah Tangga
58365591
6000

4000
2094 2477
1838 1490 Rata/Rata Jiwa/Rumah Tangga
2000 1283
784 465
0

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah terbanyak kk


miskin terdapat pada Kelurahan Matabubu sebanyak 65,7% dengan jumlah
jiwa miskin sebanyak 86,9%, adapun jumlah KK miskin terkecil terdapat
pada Kelurahan Rahandouna sebanyak 29,9% dengan jiwa miskin
sebanyak 31,3%.
D. Sarana Sosial
Sebagian besar penduduk wilayah Kecamatan Poasia adalah suku
Muna, dengan penganut agama Islam sebesar 59,7%, agama Kristen
protestan 24%, Kristen katolik 5% dan agama Hindu 1%. Sarana ibadah
berupa Mesjid 19 unit, dan gereja 2 unit. Bahasa pengantar sehari-hari
yang dipergunakan masyarakat Kecamatan Poasia adalah Bahasa
Indonesia.
Seluruh kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas Poasia dapat
dijangkau dengan kendaraan roda empat, kecuali pada beberapa dusun
yang agak terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda
dua.

11
Wilayah Kerja Puskesmas Poasia merupakan daerah
pengembangan yang ditandai dengan pesatnya pertambahan pemukiman
ataupun perumahan. Perkembangan ini diikuti dengan pertambahan sarana
prasarana sosial kemasyarakatan.
Tabel 4. Sarana Prasarana Sosial Kemasyarakatan di Wilayah Kecamatan
Poasia Tahun 2018
NO SARANA Anduonuhu Rahandona Anggoeya Matabubu Total
1 Rumah Sakit 0 1 0 0 1
2 Puskesmas 0 1 0 0 1
3 Pustu 0 1 1 0 2
4 Polindes 1 0 0 1 2
5 Klinik/R. Bersalin 1 0 0 0 0
6 Praktek Dokter 3 1 0 0 4
7 Praktek Bidan 2 1 0 0 3
8 Apotek 6 3 - - 9
9 Toko Obat 3 - - - 3
Sarana
Pendidikan
 PAUD/Play
2 2 0 0 4
Group
4 3 2 0 9
 TK
3 3 4 1 11
 SD
10 1 0 0 0 1
 SLTP
0 1 0 0 1
 SLTA
0 1 0 0 1
 SekolahTinggi
Kejuruan
0 0 0 0 0
 Perguruan
Tinggi
11 Panti 1 1 0 0 2
12 Pasar 1 0 0 0 1
13 Hotel 2 3 0 0 5

12
14 Panginapan 1 1 0 0 2
15 Discotik/Cafe 1 1 0 0 2
Lokalisasi
16 0 0 0 0 0
Prostitusi
Sumber: Data Sekunder Kecamatan Tahun 2018
Grafik 3. Grafik Sarana Prasarana Sosial Kemasyarakatan di
Wilayah Kecamatan Poasia Tahun 2018

7 Rumah Sakit
6
6 Puskesmas

5 Pustu

4 Polindes
3 3 3 3
3 Klinik/R.Bersalin
2 2 Praktek Dokter
2
11 1 1 1 111 11 1 1 1 Praktek Bidan
1
Apotek
0
Toko Obat

Pasar

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa saran kesehatan


yang terbanyak terdapat pada saranan kesehatan apotek sebanyak 6
apotek yaitu 3 apotek berada di Kelurahan Anduonohu dan 3 apotek
berada di Kelurahan Rahandouna.
E. Sarana Puskesmas
Puskesmas Poasia dalam melaksanakan kegiatannya baik promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif ditunjang oleh:
1. Puskesmas Pembantu sebanyak 2 unit tediri dari:
a. Pustu Anggoeya
b. Pustu Batumarupa
2. Pondok bidan Kelurahan sebanyak 4 buah, terdapat di Kelurahan:
a. Kelurahan Anduonohu

13
b. Kelurahan Matabubu
3. Kendaraan roda 4 sebanyak 2 unit
4. Kendaraan roda dua sebanyak 14 unit
5. Posyandu aktif sebanyak 16 unit
6. Posyandu Usia Lanjut sebanyak 4 unit
7. Dukun terlatih sebanyak 4 orang
8. Kader posyandu sebanyak 75 orang
9. Toko obat berizin sebanyak 4 buah
10. Apotek sebanyak 1 apotek
Puskesmas Poasia merupakan Puskesmas Perawatan dengan
kapasitas tempat tidur 17 buah, yang terdiri dari perawatan persalinan
dengan kapasitas tempar tidur 2 buah dan perawatan umum dengan
kapasitas tempat tidur 15 buah.
F. Kondisi Fisik Gedung Puskesmas Poasia
Jumlah seluruh ruangan Puskesmas sebanyak 34 ruangan dengan
luas sangat bervariasi, dari seluruh ruangan tersebut difungsikan untuk
pelayanan dalam gedung. Fungsi, ukuran dan keadaan ruangan Puskesmas
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5. Jumlah dan Keadaan Ruangan Puskesmas Tahun 2018
Ukuran
No Ruangan yang Ada Kondisi Kelengkapan
(M2)
1 Kamar Kartu 6 m2 Baik Lengkap
2 Ruang Resepsionis
3 Ruangan Ka. Puskesmas 15 m2 Baik Lengkap
4 Ruangan Tata Usaha 15 m2 Baik Lengkap
5 Ruangan KIA/KB 15 m2 Baik Lengkap
6 Ruangan Poli Gigi dan Mulut 9 m2 Baik Lengkap
Sarana
7 Ruangan Poli Umum 15 m2 Baik
Lengkap
8 Klinik MTBS
Ruangan imunisasi/
9 9 m2 Baik Lengkap
TB/Kusta/Laboratorium

14
10 Gudang Obat 7 m2 Baik Lengkap
11 Ruang Apotik 7 m2 Baik Lengkap
12 Ruang Program / Klinik Gizi 7 m2 Baik Lengkap
13 Ruang Program Kesling / Klinik Sanitasi 15 m2 Baik Lengkap
14 Ruang Registrasi 7 m2 Baik Lengkap
15 Ruang Immunisasi 9 m2 Baik Lengkap
16 Klinik KTPA 9 m2 Baik Tidak Lengkap
17 Pojok ASI 6 m2 Baik Tidak Lengkap
18 Klinik IMS / Ruang IVA 7 m2 Baik Lengkap
19 Ruang Bermain dan Belajar 9 m2 Baik Tidak Lengkap
20 Laboratorium 15 m2 Baik Tidak Lengkap
21 Gudang Obat 9 m2 Baik Tidak Lengkap
22 Ruang Perawatan (Bangsal dan Kelas) 15 m2 Baik Tidak Lengkap
23 Musholla 7 m2 Baik Tidak Lengkap
24 Ruang Gudang 7 m2 Baik Tidak Lengkap
25 Ruang Kapus 9 m2 Baik Lengkap
26 Ruang KTU / Kepegawaian 9 m2 Baik Lengkap
27 Ruang Bendahara BOK dan BPJS 9 m2 Baik Tidak Lengkap
28 Ruang Bendahara Barang 9 m2 Baik Lengkap
Ruang Program Promkes dan
29 9 m2 Baik Lengkap
Survailance
30 Ruang Ruang Data 9 m2 Baik Tidak Lengkap
31 Ruang Pantry 7 m2 Baik Lengkap
32 Ruang Instalasi Gizi 9 m2 Baik Lengkap
33 Ruang PONED 15 m2 Baik Tidak Lengkap
34 Ruang Pasca Persalinan 15 m2 Baik Tidak Lengkap
Sumber Data: Data Primer Kepegawaian Puskemas Poasia 2018

15
G. Ketenagaan
Distribusi tenaga Keperawatan di Puskesmas Poasia dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Tabel 6. Jumlah Tenanga Berdasarkan Kompetensi Puskesmas Tahun
2018
Bidan Perawat
N DI DIII DI S2 Sarjana Perawat JML
Unit Kerja JM
o Bid Bid V/ Ke L+ L+ L+
L L P L P L P
an an S1 b P P P
5 6 1 1 1 1
1 2 3 4 7 8 9 10 13 16
1 2 4 5
UGD 1 1 1 2
1 - - - 1 11 - 14 39
0 4 5 4
2 Keperawatan - - - 3 2 5 - 7 7 3 9 12
3 Poli Umum - - - - 3 3 - - - - 3 3
4 Imunisasi - - - - 1 1 - 1 1 - 2 2
5 MTBS - - - - 2 2 - - - - 2 2
Kebidanan/Per
6 - 7 7 - 4 4 - - - - 4 4
salinan
7 KIA - 6 6 - 2 2 - - - - 2 2
8 KTPA - - - - - - - 1 1 - 1 1
9 Akupressure - - - - 1 1 - - - - 1 1
Sub Jumlah I 2 2 1 4
- 13 13 4 29 - 23 66
(Puskesmas) 5 3 8 8
Sumber Data: Data Primer Puskemas Poasia 2018
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga
Keperawatan yang terbanyak terdapat pada tenaga sarjana keperawatan
sebanyak 29 orang (43,94%) dan tenaga yang terkecil terdapat pada tenaga
DIII kebidanan sebanyak 13 orang (16,15%).

16
a. Struktur Organisasi Puskesmas Poasia

dr. Jeni Arni Harli T.

Asma Ul H, S.Kep.Ns

Alfrida.Al, SKM

Gambar 2. Struktur Organisasi Puskesmas Poasia.

17
H. Visi, Misi, dan Motto Puskesmas
Puskesmas Poasia mempunyai rencana strategis, untuk
pengembangan kedepan hal tersebut Puskesmas Poasia mempunyai visi
dan misi yaitu:
1. Visi
Visi Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan oleh
Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya
Indonesia sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat
kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan
kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat
kesehatan setinggi-tingginya.
2. Misi
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna, bermutu,
manusiawi, serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
b. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan.
c. Meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan sehingga masyarakat bisa mandiri.
d. Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam
pelayanan kesehatan masyarakat.
3. Motto
Puskesmas Poasia mempunyai motto dan janji serta etika
Pegawai Puskesmas poasia yaitu:
* SENYUM : Kepada setiap pengguna jasa pelayanan kesehatan di
puskesmas poasia.
* SALAM : Kepada setiap pasien yang berkunjung ke puskesmas.
* SAPA : Kepada setiap pengunjung yang membutuhkan
pelayanan kesehatan di Puskesmas Poasia.
* SANTUN : Kepada setiap orang yang berkunjung di Puskesmas.

18
* SABAR : Melayani setiap pasien dalam keadaan apapun.
I. Janji Layanan, Etika Pegawai dan Sasaran
1. Janji Layanan
Kami pegawai Puskesmas Poasia berjanji:
a. Menjunjung tinggi etika pegawai negeri sipil dan melaksanakan
dengan sebaik-baiknya demi terwujudnya pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna diwilayah kerja puskesmas poasia pada
khususnya dan dalam wilayah kota kendari pada umumnya.
b. Menjalankan visi dan misi puskesmas Poasia dengan ikhlas dan
penuh rasa tanggung jawab.
c. Menjalankan motto 5S dengan kesungguhan hati dan empati dalam
situasi apapun.
Demikian janjipegawai Puskesmas Poasia yang kami ikrarkan
bersama demi terwujudnya pelayanan kesehatan prima.
2. Etika Pusksemas Poasia
Adapun etika pegawai Puskesmas Poasia adalah sebagai berikut:
a. Setia dan taat sepenuhnya pada Pancasila, UUD 1945, negara dan
pemerintah.
b. Mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan golongan
atau diri sendiri.
c. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat negara, pemerintah dan
Pegawai Negeri Sipil (PNS).
d. Mengangkat dan mentaati Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil dan
Sumpah/Janji Jabatan berdasarkan peraturan per undang-undangan
yang berlaku.
e. Menyimpan rahasia negara dan rahasia jabatan dengan sebaik-
baiknya.
f. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan pemerintah
baik yang langsung menyangkut tugas kedinasan maupun yang
berlaku secara umum.
g. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan penuh
pengabdian kesadaran dan tanggungjawab.

19
h. Bekerja dengan jujur dan tertib, cermat dan bersemangat untuk
kepentingan Negara.
i. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan dan
Kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil.
j. Segera melaporkan keatasannya apabila mengetahui ada hal yang
dapat membehayakan atau merugikan Negara/Pemerintah, terutama
dibidang keamanan, keuangan dan materil.
k. Mentaati ketentuan jam kerja.
l. menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
m. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan
sebaik-baiknya.
n. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat
menurut bidang tugasnya masing-masing.
o. Bertindak dan bersikap tegas tetapi adil dan bijaksana terhadap
bawahannya.
p. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugas.
q. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap
bawahannya.
r. Mendorong bawahannya untuk meningkaktkan prestasi kerjanya.
s. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
mengembangkan karir.
t. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang
perpajakan.
u. Berpakaian rapi, sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan
santun kepada masyarakat, sesame PNS dan terhadap atasannya.
v. Hormat menghormati antara sesama warga Negara yang memeluk
agama/kepercayaan terhadap Tuhan YME.
w. Menjadi teladan sebagai warga Negara yang baik dalam masyarakat
x. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan
kedinasan yang berlaku.
y. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang.

20
z. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap
laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin.
3. Sasaran
Semua lapisan masyarakat yang berada di wilayah kerja
puskesmas maupun dari luar wilayah Puskesmas Poasia.
J. Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas
1. Tugas Pokok
Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas
pelayanan, pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya.
2. Tujuan
Puskesmas Kecamatan Poasia bertujuan yakni tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agardapat
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah
satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.
3. Fungsi
a. Sebagai Pusat Pengembangan Kesehatan Masyarakat di wilayah
kerjanya.
b. Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan
terpadu kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia.
K. Upaya Kesehatan dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan
Untuk melaksanakan fungsi yang telah disebutkan sebelumnya,
Puskesmas Poasia bertanggung jawab menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Perseorangan tingkat pertamadan Upaya Kesehatan
Masyarakat tingkat pertama sesuai dengan PERMENKES nomor 74 tahun
2014 tentang Puskesmas. Kedua jenis Upaya kesehatan ini dilaksanakan
secara terintegrasi dan berkesinambungan.
Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama meliputi Upaya
Kesehatan Masyarakat Esensial dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Pengembangan. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial terdiri dari:

21
Pelayanan Promosi Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Lingkungan,
Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, dan Keluarga Berencana (KIA/KB),
Pelayanan Gizi, dan Pelayanan Pencegahan dan Pengendalianb Penyakit.
Upaya Kesehatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung pencapaian
Standar Pelayanan Minimal Kota Kendari di bidang Kesehatan.
Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan yang dilaksanakan
oleh Puskesmas Poasia, merupakan kegiatan yang sifatnya inovatif dan/
atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber
daya yang tersedia. UKM pengembangan di Puskesmas Poasia terdiri dari :
1. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)
2. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
3. Upaya Kesehatan Jiwa
4. Upaya Kesehatan Mata
5. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
6. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama di
Puskesmas Poasia dilaksanakan dalam bentuk :
1. Pelayanan satu hari (One Day care)
2. Rawat Inap sesuai kebutuhan Pelayanan Kesehatan
3. Kunjungan Rumah (Home Care/Home Visite)
4. Pelayanan UGD Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam
5. Laboratorium
6. Rabies Centre
7. PONED (Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergency Dasar)
8. BATRACOM (Pengobatan Tradisional dan Komplementer)
Upaya Kesehatan Perseorangan tersebut diatas dilaksanakan sesuai
dengan Standar Prosedur Operasional (SOP) dan Standar Pelayanan
Minimal (SPM).
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan UKM dan UKP,
Puskesmas Poasia menyelenggarakan pelayanan pendukung, berupa :
1. Manajemen Puskesmas

22
2. Palayanan Kefarmasian berupa Apotek dan Gudang Obat
3. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
4. Pelayanan Laboratorium
5. Pelayanan Gizi
Dari sekian rangkaian kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh
Puskesmas Poasia, salah satu fungsi manajemen yang ada yaitu; Evaluasi
yang dalam hal ini adalah Evaluasi Kinerja Program dan Pembangunan di
bidang Kesehatan. Pada setiap akhir tahun anggaran, Kepala Puskesmas
membuat laporan pertanggung jawaban tahunan yang mencakup,
pelaksanaan kegiatan, evaluasi kinerja berdasarkan hasil cakupan
kegiatan, serta perolehan dan penggunaan sumber daya termasuk
keuangan. Laporan ini akan menjadi tolak ukur efektifitas dan efisiensi
kinerja Puskesmas selama 1 tahun kalender. Hal ini akan menjadi acuan
dalam mengambil kebijaksanaan dan penyusunan rencana kerja
operasional tahun berikutnya. Laporan tersebut disampaikan Kepada
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari serta pihak yang terkait didalamnya
paling lambat minggu ke-3 bulan Januari tahun berikutnya.
Untuk itulah sebagai wujud rasa tanggung jawab yang ada, Kepala
Puskesmas Poasia beserta seluruh staf membuat laporan hasil kegiatan
setiap tahunnya yang dapat menjadi bahan evaluasi semua pihak untuk
menilai kinerja Puskesmas Poasia.

23
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH
A. Analisis Masalah
Analisis masalah upaya Promkes di Puskesmas Poasia pada bulan
Januari–Desember tahun 2018.
Tabel 7. Analisis masalah Promkes di Puskesmas Poasia pada Bulan Januari-
Desember tahun 2018
Target Pencapaian Selisih %
No. Indikator Pertahun %
%
1 PHBS Rumah
80 100 0
Tangga
2 PHBS Institusi
80 100 0
Pendidikan
3 PHBS Institusi
80 100 0
Kesehatan
4 PHBS TTU 80 100 0
5 PHBS Tempat Kerja 100 80 20
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

B. Prioritas Masalah
Dalam penentuan prioritas masalah harus melalui beberapa tahap yaitu
menilai besar masalah, kegawatan masalah, kemudahan penanggulangan dan
PEARL faktor.
1. Besar Masalah (Kriteria A)
Penilaian besar masalah dengan menggunakan interval menggunakan rumus
sebagai berikut:
a. Kelas N = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 5
= 1 + 3,3 (0,70)
= 1 + 2,31
= 3,31

24
=3
b. Interval = ( nilai tertinggi – nilai terendah )
Jumlah kelas
= (20–0) / 3
= 20 / 3
= 6,67

Tabel 8. Besar Masalah Terhadap Pencapaian Program


Interval
0 – 6,66 6,67 – 13,34 – Nilai
No. Indikator 13,33 20,00
Nilai
3,33 6,66 10
1 PHBS Rumah
X 3.33
Tangga
2 PHBS Institsi 3.33
X
Pendidikan
3 PHBS Institusi 3.33
X
Kesehatan
4 PHBS TTU X 3.33
5 PHBS Tempat Kerja X 10
23,32
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

25
2. Kegawatan Masalah (Kriteria B)
Merupakan penilaian tiga faktor tingkat kegawatan dengan bobot nilai:
Keganasan Biaya Urgensi
Sangat ganas : 5 Sangat murah : 5 Sangat Mendesak :5
Ganas :4 Murah : 4 Mendesak :4
Cukup berpengaruh :3 Cukup murah : 3 Cukup mendesak :3
Kurang ganas :2 Mahal : 2 Kurang mendesak :2
Tidak ganas :1 Sangat mahal : 1 Tidak mendesak :1

Tabel 9. Kegawatan Masalah


Kegawatan Masalah
No. Indikator Keganas Tingkat Biaya Nilai
an Urgensi
1 PHBS Rumah Tangga 3 4 3 10
2 PHBS Institsi
3 4 4 11
Pendidikan
3 PHBS Institusi
3 3 3 9
Kesehatan
4 PHBS TTU 3 4 4 11
5 PHBS Tempat Kerja 3 5 4 12
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018
3. Kemudahan Penanggulangan (Kriteria C)
Merupakan penilaian mengenai tingkat kemudahan penanggulangan dengan
bobot nilai :
Sangat mudah :1
Mudah :2
Cukup mudah :3
Agak mudah :4
Tidak mudah :5

26
Tabel 10. Kemudahan Penanggulangan
No. Indikator Kemudahan Penanggulangan
1 PHBS Rumah Tangga 5
2 PHBS Institsi Pendidikan 3
3 PHBS Institusi Kesehatan 3
4 PHBS TTU 3
5 PHBS Rumah Tangga 5
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

4. PEARL Faktor (Kriteria D)


Terdiri dari beberapa faktor yang saling menentukan yaitu :
a. Propriety : Kesesuaian dengan program daerah/nasional/ dunia
b. Economy : Memenuhi syarat ekonomi untuk melaksanakannya
c. Acceptability : Dapat diterima oleh petugas, masyarakat, dan
lembaga terkait
d. Resources : Tersedianya sumber daya
e. Legality : Tidak melanggar hukum dan etika
Skor yang digunakan diambil melalui voting 10 anggota kelompok :
1 : Setuju
0 : Tidak setuju

Tabel 11. PEARL Factor


No Indikator PEARL
P E A R L Hasil Kali
1 PHBS Rumah Tangga 1 1 1 1 1 1
2 PHBS Institsi Pendidikan 1 1 1 1 1 1
3 PHBS Institusi Kesehatan 1 1 1 1 1 1
4 PHBS TTU 1 1 1 1 1 1
5 PHBS Rumah Tangga 1 1 1 1 1 1
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

27
5. Nilai Prioritas Masalah
Setelah Kriteria A, B, C, dan D ditetapkan, nilai tersebut dimasukan ke dalam
rumus :
Nilai Prioritas Dasar (NPD) = ( A+B ) x C
Nilai Prioritas Total ( NPT) = ( A+B ) x C x D
Tabel 12. Nilai Prioritas Masalah
N
Indikator A B C D NPD NPT
o
66.6
66.65
1 PHBS Rumah Tangga 3.33 10 5 1 5

42.9
42.99
2 PHBS Institsi Pendidikan 3.33 11 3 1 9

36.9
36.99
3 PHBS Institusi Kesehatan 3.33 9 3 1 9

42.9
42.99
4 PHBS TTU 3.33 11 3 1 9

110 110
5 PHBS Rumah Tangga 10 12 5 1

Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018


Adapun yang menjadi prioritas masalah Promkes di Puskesmas Poasia
Tahun 2018 yaitu :
1. PHBS Rumah Tangga
2. PHBS Institusi Pendidikan
3. PHBS Institusi Kesehatan
4. PHBS TTU
5. PHBS Tempat Kerja

28
C. Analisis Penyebab Masalah
Analisis masalah dilakukan untuk menentukan kemungkinan penyebab
masalah dengan metode pendekatan sistem (input, proses, lingkungan, dan
output). Pendekatan input meliputi 5M (Man, Money, Methode, Material,
Machine).
Tabel 13. Analisis Kemungkinan Penyebab Masalah P2M di Puskesmas Poasia
Komponen Kemungkinan Penyebab
Input Man  Kurangnya tenaga kesehatan lingkungan
untuk menjalankan program Promkes
secara optimal

 Kurangnya peran pemerintah dalam


membantu melaksanakan program
Promkes.
Money Dana kegiatan Promkes kadang tidak
mencukupi.
Material Penggunaan media informasi seperti poster,
pamflet, dan leaflet yang tidak optimal
tentang cara pengendalian Promkes
Metode  Penyuluhan kesehatan lingkungan
mengenai pentingnya Promkes..
 Penyuluhan kesehatan lingkungan
mengenai kebersihan belum bisa
dimengerti masyarakat
Marketing  Kurangnya kesadaran masyarakat untuk
mengikuti program yang telah
disosialisasikan seperti membersihkan
lingkungan sekitar bersama-sama.
 Masih rendahnya pengetahuan
masyarakat mengenai Promkes dan cara
penanganannya

29
Lingku  Tingginya populasi masyarakat di wilayah
-ngan kasus
 Banyaknya pembangunan perumahan
(BTN) yang tidak memiliki
drainase/selokan yang sesuai sehingga
banyak lokasi genangan air..
 Sampah masyarakat yang tidak diolah
dengan baik.

Proses P1  Kurangnya kerjasama antar sektor untuk


(Perencanaa menjalankan program Promkes.
n)
P2  Kurangnya peran antar sektor untuk
(Pelaksanaan menjalankan program Promkes secara
) komprehensif
 Kurangnya sosialisasi yang lebih interaktif
tentang Promkes.
 Penyuluhan yang tidak optimal karena
kurangnya partisipasi masyarakat yang
disebabkan berbagai kendala dan
kesibukan masyarakat.
P3  Kurangnya tindak lanjut terhadap program
(Pengawasan Promkes yang telah dilakukan
) sebelumnya.
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018
D. Prioritas Penyebab Masalah
Adapun prioritas penyebab masalah yaitu :
A. Kurangnya tenaga kesehatan lingkungan untuk menjalankan program
Promkes secara optimal
B. Kurangnya peran pemerintah dalam membantu melaksanakan program
Promkes.
C. Dana kegiatan Promkes kadang tidak mencukupi.

30
D. Penggunaan media informasi seperti poster, pamflet, dan leaflet yang
tidak optimal tentang cara pengendalian Promkes
E. Penyuluhan kesehatan lingkungan mengenai pengendalian Promkes
dan bahayanya belum optimal
F. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk mengikuti
program yang telah disosialisasikan seperti membersihkan lingkungan
sekitar bersama-sama
G. Tingginya populasi masyarakat di wilayah kasus
H. Banyaknya pembangunan perumahan (BTN) yang tidak memiliki
drainase/selokan yang sesuai sehingga banyak lokasi genangan air.
I. Sampah masyarakat yang tidak diolah dengan baik
J. Kurangnya kerjasama antar sektor untuk menjalankan program
Promkes
K. Kurangnya sosialisasi yang lebih interaktif tentang Promkes
L. Kurangnya tindak lanjut terhadap program Promkes yang telah
dilakukan sebelumnya.

31
E. Pengambilan Keputusan
Dari analisis priotitas penyebab masalah maka dibawah ini ditampilkan
tabel paired comparison dan tabel kumulatif untuk menyelesaikan suatu
masalah yang berupa masyarakat beresiko tinggi.
Tabel 14. Tabel Paired Comparison
A B C D E F G H I J K L Total
A A A A A A G A A A A A 10
B C B E F B H B J K B 4
C C E F C C C C K L 5
D D F G H D D K D 4
E F E H E E K L 3
F F F F J K F 4
G H G G K L 2
H H H K L 2
I I K L 1
J J L 1
K K 1
L 0
Total 0 0 1 0 2 4 2 4 0 2 8 6
vertical
Total 10 4 5 4 3 4 2 2 1 1 1 0
horizontal
Total 10 4 6 4 5 8 4 6 1 3 9 6 66
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

32
Tabel 15. Tabel Kumulatif
A 10 10/66X100% 15.15 15.15

K 9 9/66X100% 13.64 28.79

F 8 8/66X100% 12.12 40.91

C 6 6/66X100% 9.09 50.00

H 6 6/66X100% 9.09 59.09

L 6 6/66X100% 9.09 68.18

E 5 5/66X100% 7.58 75.76

B 4 4/66X100% 6.06 81.82

D 4 4/66X100% 6.06 87.88

H 4 4/66X100% 6.06 93.94

J 3 3/66X100% 4.55 98.48

I 1 1/66X100% 1.52 100.00

Jumlah 66 100%
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018
Berdasarkan nilai kumulatif untuk menyelesaikan suatu masalah Promkes,
cukup menyelesaikan 7 penyebab karena penyebab tersebut belum mencapai
80%, diantaranya adalah :
1. A : Kurangnya tenaga kesehatan lingkungan untuk menjalankan program
Promkes secara optimal

33
2. K : Kurangnya sosialisasi yang lebih interaktif tentang cara menjaga
Promkes
3. F : Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk mengikuti
program yang telah disosialisasikan seperti membersihkan lingkungan
sekitar bersama-sama
4. C : Dana kegiatan Promkes kadang tidak mencukupi
5. H : Banyaknya pembangunan perumahan (BTN) yang tidak memiliki
drainase/selokan yang sesuai sehingga banyak lokasi genangan air.
6. L : Kurangnya tindak lanjut terhadap program Promkes yang telah
dilakukan sebelumnya
7. E : Penyuluhan kesehatan lingkungan mengenai pengendalian Promkes
dan bahayanya belum optimal
F. Alternatif Pemecahan Masalah
Adapun alternatif pemecahan masalah yaitu :
A. Menambah jumlah tenaga penyuluh kesehatan lingkungan dengan
koordinasi instansi terkait agar di berikan tambahan tenaga penyuluh.
B. Melakukan sosialisasi secara teratur kepada aparat kelurahan, kader
posyandu, serta masyarakat dengan metode yang lebih interaktif seperti
mengadakan konseling bagi setiap kompleks/rumah mengenai
pentingnya kesehatan lingkungan guna menunjang hidup sehat.
C. Melaksanakan penyuluhan kepadam masyarakat secara terus menerus
sehingga muncul kesadaran akan pentingnya Promkes bagi masyarakat.
D. Melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota, Badan
Pengelola Keuangan Daerah serta DPRD Kota Kendari agar disediakan
dana yang memadai untuk melaksanakan program Promkes.
E. Melakukan peengawasan bersama instansi terkait terhadap setiap
pengembang di wilayah kerja puskesmas Poasia agar menyiapkan
drainase / selokan sehingga tidak terjadi genangan air yang merupakan
sumber penyakit
F. Melakukan tindak lanjut setelah melakukan program Promkes dan
mengevaluasi kondisi-kondisi yang menghambat masyarakat dalam
pelaksanaan Promkes.

34
G. Mengoptimalkan fungsi Penyuluh Kesehatan Masyarakat secara
maksimal
Dari alternatif pemecahan masalah di atas, maka di buat kriteria mutlak.

Tabel 16. Kriteria Mutlak Dapat atau Tidaknya RUK dilakukan


Kegiata Input Out- Ket
n Man Money Material Meth Mark Put
Dapat
1 1 1 1 1 1
A dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
K dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
F dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
C dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
H dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
L dilakukan
Dapat
1 1 1 1 1 1
E dilakukan
Sumber data : Data primer puskesmas Poasia Tahun 2018

Berdasarkan kriteria mutlak dan kriteria keinginan, maka ketujuh rencana


kegiatan di atas dapat dijadikan rencana kegiatan/Plan Of Action (POA).

35
G. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Tabel 17. Plan Of Action (POA)
No. Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Personil Biaya Ket
1 Tersedianya Menambah Masyarakat Awal DPRD, Kepala Biaya transportasii
jumah jumlah tenaga umum di tahun BKD Puskesmas =Rp.250.000 /orang
penyuluh penyuluh wilayah kerja dan staf x 2 orang = Rp.
kesehatan kesehatan Puskesmas 500.000
lingkungan lingkungan Poasia
yang ideal yaitu dengan
1 orang koordinasi
penyuluh tiap instansi terkait
kelurahan agar di berikan
tambahan
tenaga penyuluh
2 Meningkatnya Melakukan Instansi dan Setiap Kantor Tim Biaya konsumsi
Pemahaman sosialisasi Masyarakat bulan Kecamatan Kesehatan =Rp.10.000/orang x
dan kesadaran secara teratur umum di Lingkungan) 100 org =Rp
aparat dan kepada aparat wilayah kerja 1.000.000
masyarakat kelurahan, puskesmas Biaya transportasi
akan kader posyandu, Poasia =Rp.50.000 /orang x

36
pentingnya serta 100 orang = Rp.
melaksanakan masyarakat 5.000.000
Promkes di dengan metode
lingkungan yang lebih
masing-masing interaktif seperti
mengadakan
konseling bagi
setiap
kompleks/rumah
mengenai
pentingnya
kesehatan
lingkungan guna
menunjang
hidup sehat
3 Meningkatnya Melaksanakan Masyarakat Setiap Setiap Tim Biaya transportasii
pemahaman penyuluhan umum di Bulan Kelurahan Kesehatan =Rp.100.000 /orang
dan dan kepada wilayah kerja dan Lingkungan x 6 orang n =Rp.
kesadaran masyarakat Puskesmas Kompleks dan 600.000
masyarakat secara terus Poasia Perumahan Lembaga

37
akan menerus Pemerintah
pentingnya sehingga yang Terkait
Prokes muncul
kesadaran akan
pentingnya
Promkes bagi
masyarakat
4 Tersedianya Melaksanakan Masyarakat Setiap Puskesmas Tim Biaya transportasii
dana yang koordinasi umum di masalah dan Kesehatan =Rp.100.000 /orang
memadai untuk dengan Dinas wilayah kerja Instansi Lingkungan x 6 orang n =Rp.
menunjang Kesehatan Kota, Puskesmas Terkait 600.000
kegiatan Badan Poasia
Promkes Pengelola
Keuangan
Daerah serta
DPRD Kota
Kendari agar
disediakan dana
yang memadai
untuk

38
melaksanakan
program
Promkes
5 Timbulnya Melakukan Instansi Setiap Instansi Tim Biaya transportasii
kesadaran peengawasan terkait Bulan Terkait. Kesehatan =Rp.100.000 /orang
pengembang bersama (stakeholder) Lingkungan x 6 orang n =Rp.
perumahan instansi terkait dan 600.000
(BTN) untuk terhadap setiap Anggota
menyiakan pengembang di
sarana dan wilayah kerja
prasarana yang puskesmas
menunjang Poasia agar
Promkes menyiapkan
drainase /
selokan
sehingga tidak
terjadi
genangan air
yang
merupakan

39
sumber penyakit

6. Terlaksananya Melakukan Masyarakat Setiap 6 Puskesmas Kesehatan Biaya transportasii


tindak lanjut tindak lanjut umum di Bulan Poasia Lingkungan =Rp.100.000 /orang
permasalahan setelah wilayah kerja Tim x 6 orang n =Rp.
yang di melakukan Puskesmas 600.000Rp.1.600.000
temukan dalam program Poasia
pelaksanaan Promkes dan
Promkees mengevaluasi
kondisi-kondisi
yang
menghambat
masyarakat
dalam
pelaksanaan
Promkes
7 Optimalisasi Mengoptimalkan Wilayah Setiap Puskesmas Kesehatan Biaya transportasii
penyuluh fungsi Penyuluh kerja bulan Poasia Lingkungan =Rp.100.000 /orang
lapangan Kesehatan Puskesmas Tim x 6 orang n =Rp.
dengan Masyarakat Poasia 600.000

40
melakasanakan secara
program dan maksimal
rencana kerja
yang baik

41
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data primer di Puskesmas
Poasia dari bulan Januari-Desember Tahun 2018, dapat disimpulkan bahwa
prioritas masalah Promkes di Puskesmas Poasia yaitu Upaya Perilaku Hidup
Bersih Sehat dengan kemungkinan penyebab masalah yaitu penyuluhan
kesehatan lingkungan mengenai PHBS yang kurang optimal dan interaktif
sehingga belum dimengerti masyarakat, kurangnya kesadaran dan
pengetahuan masyarakat untuk mengikuti program yang telah disosialisasikan,
kurangnya tindak lanjut terhadap program pengendalian vektor yang telah
dilakukan sebelumnya, sampah masyarakat yang tidak diolah dengan baik,
penggunaan media informasi seperti poster, pamflet, dan leaflet yang tidak
optimal tentang cara pengendalian vektor dan akibat penularan vektor dan
masih kurangnya kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
B. Saran
1. Menambah jumlah tenaga penyuluh kesehatan lingkungan dengan
koordinasi instansi terkait agar di berikan tambahan tenaga penyuluh
2. Melakukan sosialisasi secara teratur kepada aparat kelurahan, kader
posyandu, serta masyarakat dengan metode yang lebih interaktif seperti
mengadakan konseling bagi setiap kompleks/rumah mengenai
pentingnya kesehatan lingkungan guna menunjang hidup sehat
3. Melaksanakan penyuluhan kepadam masyarakat secara terus menerus
sehingga muncul kesadaran akan pentingnya Promkes bagi masyarakat
4. Melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota, Badan
Pengelola Keuangan Daerah serta DPRD Kota Kendari agar disediakan
dana yang memadai untuk melaksanakan program Promkes
5. Melakukan peengawasan bersama instansi terkait terhadap setiap
pengembang di wilayah kerja puskesmas Poasia agar menyiapkan
drainase / selokan sehingga tidak terjadi genangan air yang merupakan
sumber penyakit

12
6. Melakukan tindak lanjut setelah melakukan program Promkes dan
mengevaluasi kondisi-kondisi yang menghambat masyarakat dalam
pelaksanaan Promkes.
7. Mengoptimalkan fungsi Penyuluh Kesehatan Masyarakat secara
maksimal

13
Daftar Pustaka
Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. 82 Tahun 2014
Ascobat Gani. 2007. Pedoman Reformasi Sektor Kesehatan “Health Sector
Reform” (HSR). Jakarta: Nisa Rindo Jaya Abadi.
Permenkes RI Nomor 75. 2014. Undang-Undang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Yogyakarta: Pustaka Mahardika.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 2014. Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Jakarta.
Permenkes RI Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit.
Kementerian Kesehatan, 2016. Pedoman Umum Program Indonesia
Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Trihono. (2005). Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat. Jakarta:
Sagung Seto.

14

Anda mungkin juga menyukai