Anda di halaman 1dari 17

PENDIDIKAN KESEHATAN

Chronic Kidney Disease (CKD)

Clinical Instructure : Sugi Ujiana, S.kep.Ners

Kelompok 8 :
Shufiarti
Suci Aprinori
Suhardi
Suhendra
Sumahajatara
Syf. Ayu Lestari
Herwanda

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN


MUHAMMADIYAH PONTIANAK
2015 – 2016
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
(S A P)

Pokok Bahasan : Chronic Kidney Disease (CKD)


Sub Pokok Bahasan : a. Menjelaskan fungsi ginjal
b. Menjelaskan pengertian CKD
c. Menjelaskan penyebab CKD
d. Menjelaskan manifestasi klinis CKD
e. Menjelaskan pencegahan CKD
f. Menjelaskan komplikasi CKD
g. Menjelaskan penatalaksanaan CKD
Sasaran : Pasien, keluarga dan pembesuk
Tempat : Ruang Paviliun Jamsostek RSUD Dr. Soedarso
Hari/tanggal : Jum’at, 18 Desember 2015
Waktu : 1 x 45 menit (Pukul: 10.00-10.45 WIB)
Penyuluh : 1. Sugi Ujiana, S.kep, Ners
2. Mahasiswa/i S1 program Ners

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, klien diharapkan dapat mengerti mengenai
pengertian CKD, penyebab CKD, manifestasi klinis CKD, pencegahan CKD,
komplikasi CKD dan penatalaksanaan CKD.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 1 x 45 menit klien diharapkan mampu :
a. Menjelaskan pengertian CKD
b. Menjelaskan penyebab CKD
c. Menjelaskan manifestasi klinis CKD
d. Menjelaskan pencegahan CKD
e. Menjelaskan komplikasi CKD
f. Menjelaskan penatalaksanaan CKD
B. Materi Penyuluhan
1. Fungsi ginjal
2. Pengertian CKD
3. Penyebab CKD
4. Manifstasi klinis CKD
5. Pencegahan CKD
6. Komplikasi ginjal
7. Penatalaksanaan CKD

Kegiatan penyuluhan:
1. Pembukaan selama 5 menit
a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Kontrak waktu
d. Mengkondisikan klien di dalam ruangan
e. Mempersepsikan
2. Kegiatan inti selama 25 menit
a. Menjelaskan fungsi ginjal
b. Menjelaskan pengertian CKD
c. Menjelaskan penyebab CKD
d. Menjelaskan manifestasi klinis CKD
e. Menjelaskan pencegahan CKD
f. Menjelaskan komplikasi CKD
g. Menjelaskan penatalaksanaan CKD
3. Kegiatan penutup selama 15 menit
a. Klien diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang dijelaskan.
b. Melakukan evaluasi
c. Salam penutup.

C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
D. Media
1. Infocus (Power Point)
2. Leaflet

E. Evaluasi
1. Prosedur : Setelah pembelajaran materi
2. Jenis : Lisan
3. Bentuk : Uraian singkat
4. Alat evaluasi :
a. Fungsi ginjal
b. Pengertian CKD
c. Penyebab CKD
d. Manifestasi klinis CKD
e. Pencegahan CKD
f. Komplikasi CKD
g. Penatalaksanaan CKD
5. Kunci jawaban sesuai materi
a. Fungsi ginjal
Ginjal mempunyai dua peranan penting yaitu sebagai organ ekresi dan non
ekresi. Sebagai sistem ekresi ginjal bekerja sebagai filtran senyawa yang sudah
tidak dibutuhkan oleh tubuh dalam bentuk urin.
Sebagai sistem non ekresi yaitu sebagai penyeimbang asam basa, cairan dan
elektrolit tubuh serta fungsi hormonal.
b. Pengertian CKD
Chronic kidney disease (CKD) atau sering disebut gagal ginjal kronik adalah
penyakit ginjal tahap akhir, yaitu kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan
metabolisme dan keseimbangan cairan serta elektrolit, menyebabkan uremia yaitu
retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah (Nurarif dan Kusuma, 2015).
c. Penyebab CKD
Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan infeksi yang
berulang dan nefron yang memburuk, obstruksi saluran kemih, destruksi pembuluh
darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama, dan trauma langsung pada ginjal.
d. Manifestasi klinis CKD
1. Gejala dini:
a) Lemah,
b) Sakit kepala,
c) Berat badan menurun tanpa berusaha untuk menurunkan berat badan,
d) Lelah,
e) Nyeri pinggang.
2. Gejala lanjut:
a) Nafsu makan menurun,
b) Mual disertai muntah,
c) Sesak nafas baik di waktu ada kegiatan atau tidak,
d) Bengkak yang disertai lekukan,
e) Gatal-gatal pada kulit, dan
f) Kesadaran menurun

e. Pencegahan CKD
Mencegah terjadinya gagal ginjal kronik:
1. Minum air putih tidak lebih dari 2 liter/hari
2. Jangan menahan kencing
3. Latihan fisik secara rutin
4. Tidak merokok
5. Periksa kadar kolestrol
6. Jaga berat badan
7. Hindari minum alkohol
8. Makan dengan komposisi berimbang

f. Komplikasi CKD
1. Hiperkalemi
2. Perikarditis
3. Hipertensi
4. Anemia
5. Penyakit tulang
g. Penatalaksanaan CKD
1. Observasi keseimbangan cairan antara yang masuk dan keluar
2. Batasi cairan yang masuk
3. Cuci darah (hemodialisa)
4. Operasi
a. Pengambilan batu ginjal
b. Transplantasi ginjal (Cangkok Ginjal)
5. Nutrisi
6. Obat-obatan
Rancangan Penyuluhan / Pendidikan Kesehatan

Pokok Bahasan : Chronic kidney disease (CKD)


Sub Pokok Bahasan : a. Menjelaskan fungsi ginjal
b. Menjelaskan pengertian CKD
c. Menjelaskan penyebab CKD
d. Menjelaskan manifestasi klinis CKD
e. Menjelaskan pencegahan CKD
f. Menjelaskan komplikasi CKD
g. Menjelaskan penatalaksanaan CKD
Sasaran : Pasien, keluarga dan pembesuk
Tempat : Ruang Paviliun Jamsostek RSUD Dr. Soedarso
Hari/tanggal : Jum’at, 18 Desember 2015
Waktu : 1 x 45 menit (Pukul: 10.00-10.45 WIB)

Tujuan Tujuan Kegiatan strategi belajar


Rencana
Instruksional Instruksional Materi mengajar Metode Media
Evaluasi
Umum Khusus Penyuluh Peserta
Setelah Setelah Terlampir Kegiatan pra 1. ceramah 1.Infocus Terlampir
dilakukan diberikan penyuluhan: 2. tanya 2.Leaflet
penyuluhan penyuluhan a. Mengucap Menjawab jawab
kesehatan, selama 1x45 kan salam salam.
klien menit klien b. Memperke Menyimak
diharapkan diharapkan nalkan diri
Menyimak
dapat mengerti mampu : c. Kontrak
mengenai 1. Menjelaskan waktu
Menyimak
fungsi ginjal, fungsi ginjal d. Mengkondi
pengertian 2. Menjelaskan sikan
CKD, pengertian pasien di
penyebab CKD ruangan
CKD, 3. Menjelaskan e. Memperse Menyimak
manifestasi penyebab psikan
klinis CKD, CKD
pencegahan 4. Menjelaskan Kegiatan inti:
a. memberikan Memperhat
CKD, manifestasi
penjelasan ikan
komplikasi klinis CKD
materi tentang
CKD, CKD
penatalaksanaa 5. Menjelaskan b.Memeberika Bertanya
n CKD. pencegahan n kesempatan
CKD klien untuk
6. Menjelaskan bertanya
c. Menjawab Memperhat
komplikasi
pertanyaan ikan.
CKD
yang diajukan
7. Menjelaskan
oleh klien.
penatalaksana d. memberikan Menjawab
an CKD pertanyaan
pada klien

Kegiatan
penutup:
a.Menyimpulk Menyimak
an materi
penyuluhan
b.Memberikan Memperhat
evaluasi secara ikan dan
lisan menjawab
c.memberikan Menjawab
salam penutup salam
MATERI PENYULUHAN

A. Fungsi ginjal

Ginjal adalah organ tubuh yang mempunyai peranan penting dalam sistem organ

tubuh. Kerusakan ginjal akan mempengaruhi kerja orgn lain dan sistem lain dalam tubuh.

Ginjal mempunyai dua peranan penting yaitu sebagai organ ekresi dan non ekresi. Sebagai

sistem ekresi ginjal bekerja sebagai filtran senyawa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh

tubuh seperti urea, natrium dan lain-lain dalam bentuk urin, maka ginjal juga berfungsi

sebgai pembentuk urin.

Selain sebagai sistem ekresi ginjal juga sebagai sistem non ekresi dan bekerja

sebagai penyeimbang asam basa, cairan dan elektrolit tubuh serta fungsi hormonal. Ginjal

mengekresi hormon renin yang mempunyai peran dalam mengatur tekanan darah (sistem

renin angiotensin aldosteron), pengatur hormon eritropoesis sebagai hormon pengaktif

susm-sum tulang untuk menghasilkan eritrosit. Disamping itu ginjal juga menyalurkan

hormon dihidroksi kolekalsi feron (vitamin D aktif), yang dibutuhkan dalam absorbsi ion

kalsium dalam usus.

B. Pengertian CKD

Gagal ginjal yaitu ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume

dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Gagal ginjal biasanya

dibagi menjadi dua kategori yaitu kronik dan akut.

Chronic kidney disease (CKD) atau sering disebut gagal ginjal kronik adalah

penyakit ginjal tahap akhir, terjadi gangguan fungsi ginjal menahun bersifat progresif dan

irreversible. Kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan

keseimbangan cairan serta elektrolit, menyebabkan uremia yaitu retensi urea dan sampah

nitrogen lain dalam darah (Nurarif dan Kusuma, 2015).


Tahapan CKD dapat ditunjukan dari laju filtrasi glomerulus (LFG), adalah sebagai

berikut :

1. Tahap I adalah kerusakan ginjal dengan LFG normal atau meningkat > 90

ml/menit/1,73 m2

2. Tahap II adalah kerusakan ginjal dengan penurunan LFG ringan yaitu 60-89

ml/menit/1,73 m2

3. Tahap III adalah kerusakan ginjal dengan penurunan LFG sedang yaitu 30-59

ml/menit/1,73 m2

4. Tahap VI adalah kerusakan ginjal dengan penurunan LFG berat yaitu 15-29

ml/menit/1,73 m2

5. Tahap V adalah gagal ginjal dengan LFG < 15 ml/menit/1,73 m2

C. Penyebab CKD

Penyebab dari CKD antara lain :

1. Kurang minum

2. Minuman beralkohol

3. Minuman bersoda

4. Mengkonsumsi jamu-jamuan atau obat-obatan secara berlebihan

5. Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat

6. Infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis)

7. Penyakit peradangan (glomerulonefritis)

8. Penyakit vaskuler hipertensif (nefrosklerosis, stenosis arteri renalis)

9. Gangguan jaringan penyambung (SLE, poliarteritis nodusa, sklerosis sistemik)

10. Penyakit kongenital dan herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal)

11. Penyakit metabolik (DM, gout, hiperparatiroidisme, amiloidosis)

12. Nefropati toksik (penyalahgunaan analgesik)


13. Nefropati obstruktif (batu saluran kemih)

Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan infeksi yang berulang

dan nefron yang memburuk, obstruksi saluran kemih, destruksi pembuluh darah akibat

diabetes dan hipertensi yang lama, dan trauma langsung pada ginjal.

D. Manifestasi klinis CKD

1. Gejala dini:

a. Lemah,

b. Sakit kepala,

c. Berat badan menurun tanpa berusaha untuk menurunkan berat badan,

d. Lelah,

e. Nyeri pinggang.

2. Gejala lanjut:

a. Nafsu makan menurun,

b. Mual disertai muntah,

c. Sesak nafas baik di waktu ada kegiatan atau tidak,

d. Bengkak yang disertai lekukan,

e. Gatal-gatal pada kulit, dan

f. Kesadaran menurun

E. Pencegahan

Mencegah terjadinya gagal ginjal kronik:

1. Minum air putih tidak lebih dari 2 liter/hari

2. Jangan menahan kencing

3. Latihan fisik secara rutin

4. Tidak merokok

5. Periksa kadar kolestrol


6. Jaga berat badan

7. Hindari minum alkohol

8. Makan dengan komposisi berimbang

F. Komplikasi

Seperti penyakit kronis dan lainnya, penderita CKD akan mengalami beberapa

komplikasi. Komplikasi dari CKD menurut Smeltzer dan Bare (2001 serta Suwitra (2006)

antara lain :

1. Hiperkalemi akibat penurunan sekresi asidosis metabolik, katabolisme, dan masukan

diet berlebih.

2. Perikarditis, efusi perikardial, dan temponade jantung akibat retensi produk sampah

uremik dan dialisis yang tidak adekuat

3. Hipertensi akibat retensi cairan dan natrium serta malfungsi sistem renin angiotensin

aldosteron

4. Anemia akibat penurunan eritropoitin

5. Penyakit tulang serta klasifikasi metabolik akibat retensi fosfat, kadar kalsium serum

yang rendah, metabolisme vitamin D yang abnormal dan peningkatan kadar

alumunium akibat peningkatan nitrogen dan ion anorganik

6. Uremia akibat peningkatan kadar uremia dalam tubuh

7. Gagal jantung akibat peningkatan kerja jantung yang berlebihan

8. Manutrisi karena anoreksia, mual dan muntah

9. Hiperparatiroid, hiperkalemia, dan hiperfosfatemia

G. Penatalaksanaan CKD

Penatalaksanaan CKD dapat meliputi:

1. Observasi keseimbangan cairan antara yang masuk dan keluar

2. Batasi cairan yang masuk


3. Cuci darah (hemodialisa)

4. Operasi

a. Pengambilan batu ginjal

b. Transplantasi ginjal (Cangkok Ginjal)

5. Nutrisi

6. Obat-obatan

Pengkajian klinik menentukan penyakit ginjal, adanya penyakit penyerta, derajat

penurunan fungsi ginjal, komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal, faktor resiko untuk

penurunan fungsi ginjal, dan faktor resiko untuk penyakit kardiovaskular. Pengelolaan

dapat meliputi :

1. Terapi penyakit ginjal

2. Pengobatan penyakit penyerta

3. Penghambat penurunan fungsi ginjal

4. Pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular

5. Pencegahan dan pengobatan komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal

6. Terapi pengganti ginjal dengan dialisis atau transplantasi jika timbul gejala dan tanda

uremia.

Tips lainnya untuk melindungi ginjal dan mencegah penyakit jantung dan stroke :

1. Jangan merokok

2. Makan makanan yang rendah lemak dan kolesterol

3. Dapatkan olahraga teratur

4. Jaga gula darah terkendali

5. Hindari makan garam terlalu banyak atau kalium


Pengobatan lain meliputi :

1. Obat-obat khusus yang disebut pengikat fosfat, untuk membantu mencegah tingkat

fosfor menjadi terlalu tinggi

2. Pengobatan untuk anemia, seperti zat besi tambahan dalam makanan, pil besi,

eritropoietin dan transfusi darah.

3. Ekstra kalsium dan vitamin D.

Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis. Tidak diobati, biasanya memburuk ke

stadium akhir penyakit ginjal. Pengobatan seumur hidup dapat mengendalikan gejala

penyakit ginjal kronis.

H. Evaluasi

Pasien dan keluarga tampak kooperatif, mereka banyak bertanya mengenai materi

tersebut dan mereka dapat menjawab pertanyaan yang diberikan.


DOKUMENTASI