Anda di halaman 1dari 7

MATA KULIAH ETIKA BISNIS

Untuk Memenuhi Tugas Etika Bisnis Tentang


Making Ethics Work in Corporation

Nama Kelompok 5 :
1. Hana Mardhiyah (2015710026)
2. Afni Nurmala Dewi (2015710114)
3. Dewi Elinda Sari (2015710237)
4. Dyah Ayu D (2015710331)
5. Miftakhul Andi H (2015710424)
6. Arina Dyah Puspita S (2015710529)
7. Prisna Nafarinda P. S (2015710750)
8. Ervina Yusvita Elfani (2015710789)

STIE PERBANAS SURABAYA


2018

i
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
PRINSIP-PRINSIP DASAR ETIKA BISNIS..........................................................1
1.1 Pendahuluan............................................................................................1
1.2 Prinsip-prinsip etika bisnis menurut (Keraf, 1998)................................1
1.3 Prinsip-prinsip etika bisnis menurut (Mahmuddin, 1994).....................3
1.4 Prinsip-prinsip etika bisnis dalam pandangan islam..............................5
1.5 Prinsip-prinsip etika bisnis yang melandasi praktek mal bisnis.............8
DAFTAR RUJUKAN 10

ii
MAKING ETHICS WORK IN CORPORATION
1.1 Pendahuluan
Setiap perusahaan dapat meningkatkan kualitas kinerja etisnya. Dalam

melakukan bisnis perusahaan dituntut utnuk membangun etika dalam runititas

sehari-harinya. Tujuannya adalah agar mendapatkan pengetahuan mengenai etika

di tempat kerja, sehingga ketika melakukan praktik kerja dapat berprilaku secara

baik dan profesiional. Berikut merupakan dua langkah dasar agar etika berlaku

diperusahaan :

1. melegitimasikan pembicaraan mengenai etika

2. membangun ethics safeguard dalam perusahaan ditambah dengan pemberian

ethics awards

1.2 Melegitimasikan pembicaraan mengenai etika


a. Tanggung jawab atas hal ini ditangani Senior Level Manajer

Ketika manajer tingkat senior memiliki keyakinan bahwa etika harus

mendapat prioritas tinggi dalam semua keputusan bisnis dan merupakan langkah

besar untuk meningkatkan kinerja perusahaan maka manajer tingkat senior

tersebut dapat mengimplementasikan melalui pernyataan kebijakan dan dengan

kesediaan untuk mendukung kata-kata dengan tindakan. Senior Level Manajer

memiliki wewenang mengenai etika dalam perusahaan dengan cara mengedukasi

karyawan dan mengawasi penerapan etika pada karyawan.

b. Menunjukkan tanda “Its OK to talk about ethics here”

c. Melegitimasikan etika dalam perusahaan dapat dilakukan dengan cara :

1 | M a k i n g E t h i c s W o r k i n C o r p o r a ti o n
- Memasukkan etika dalam kebijakan perusahaan

- Membicarakan secara terbuka masalah-masalah yang berkaitan dengan

etika

- Memberikan contoh-contoh secara personal melalui prilaku yang

ditampilkan

1.3 Membangun safeguards ethics dalam perusahaan


a. Komitmen dan Keterlibatan Manajemen Puncak

b. Kode Etik
Tujuan adanya kode etik adalah untuk menyediakan pedoman bagi
manajer dan pekerja pada saat menghadapi dilemma etis. Kode etik yang paling
efektif adalah yang diimbangi dengan kooperasi dan partisipasi para
karyawannya. Dasar pemikiran yang mendasari kebijakan etika berbeda dari satu
negara ke negara lain.
c. Ethics Commites
Ethics Commites sering kali disebut sebagai ethics officer karena
Tugas dari ethics commites antara lain :
1. menyediakan pedoman atau menuntun dalam hal etika
2. menghimpun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan etika
dari para karyawan
3. membantu perusahaan untuk memantapkan kebijakan dalam
lingkungan yang baru atau tidak pasti
4. memberikan nasihat pada jajaran direktur berkaitan dengan isu
etika
5. menjajaki kemungkinan diadakannya program pelatihan etika
d. Ethics advisers, advocates and directors
Tugas dari advisers, advocats and directors adalah :
1. Bertugas mendengarkan pembicaraan pribadi dan rahasia berkaitan
dengan keluhan-keluhan etis yang disampaikan oleh karyawan.

2 | M a k i n g E t h i c s W o r k i n C o r p o r a ti o n
2. Membentuk suatu lingkungan yang menimbulkan rasa aman bagi
para karyawan saat menghadapi isu-isu yang berkaitan dengan etika.
3. Membentuk suatu system penunjang dalam perusahaan
4. Bertindak sebagai pihak yang netral.
e. Ethics Hot lines
Tugas dari Ethics Hot Lines adalah :
1. Bertugas menerima telepon yang berisfat rahasia.
2. Melakukan penyelidikan dengan tenang dan cepat.
3. Melakukan upaya-upaya untuk melindungi indentitas penelpon.
f. Ethics Training Programs
Program Training Etika ini dilakukan dengan dua pendekatan :
1. Mengembangkan kepedulian karyawan terhadap etika bisnis.
2. Menggambarkan perhatian pada isu-isu etika yang dapat disampaikan
oleh karyawan.
g. Ethics Audit
perusahaan berusaha untuk menilai efektivitas perlindungan etis mereka
dengan cara mendokumentasikan bukti peningkatan perilaku karyawan
yang beretika. satu teknik yang digunakan adalah audit etika. auditor atau
karyawan internal harus mencatat setiap penyimpangan dari standar etika
perusahaan dan membawanya ke pengawas audit. seringkali manajer dari
setiap entitas operasi diminta untuk mengajukan laporan kepada auditor
tentang tindakan korektif yang telah mereka ambil untuk menangani
penyimpangan dari standar yang muncul dalam audit tahun sebelumnya.
manajer juga melaporkan prosedur tertulis yang mereka buat untuk
menginformasikan karyawan baru dari standar dan untuk memberikan
ulasan yang sedang berlangsung tentang standarts dengan karyawan lain
h. Ethics Awards
perusahaan dihormati atas upaya mereka untuk menciptakan iklim etika
dan meningkatkan kinerja etis. Seperti penghargaan etika bisnis yang di
sponsori oleh perusahaan kosmetik L’OREAL yang diberikan pada tahun
2013 sebagai perusahaan dengan etika kerja terbaik di dunia.perusahaan
pemenang penghargaan ini memberikan dasar bagi koleksi model, peran,
etika perusahaan. Komitmen mereka terhadap nilai-nilai etis dan upaya
untuk membangun program etika yang efektif menunjukkan bahwa
perusahaan dapat sukses secara financial dan secara etis.

3 | M a k i n g E t h i c s W o r k i n C o r p o r a ti o n
1.4

4 | M a k i n g E t h i c s W o r k i n C o r p o r a ti o n
DAFTAR RUJUKAN

BUKU
Anogara, P. (2007). Pengantar Bisnis Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi.
Jakarta: Rineka Cipta.
AS. H. Mahmuddin. (1994). Etika Bisnis Perbankan. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.
Asafahani, Q. h. (1961). Mufradat fi Gharib al-Qur’an, Mesir: Maktabah wa
Matba’ah Musthafa al-Bab al-Halabi wa auladih.
Keraf, S. (1998). Etika Bisnis : Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius.
Shihab, Q. (1997). Etika Bisnis dalam wawasan Al Qur'an. Ulumul Qur'an, No
3 /VII.
A. Sukrisno ., A.Cenik (2009). Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat.
QS Al Baqarah : 279. (n.d.).
QS Al Hujurat : 13. (n.d.).
QS Al Kahfi : 46. (n.d.).
QS Al Maidah : 1. (n.d.).
QS Al Maidah : 32
QS An Nisa : 29. (n.d.).

JURNAL
Faunori, l. (2003). rekontruksi etika bisnis: prespektif Al Quran . journal of
islamic economic , vol 4 no. 1 hal 91-106.

5 | M a k i n g E t h i c s W o r k i n C o r p o r a ti o n