Anda di halaman 1dari 15

REKAYASA IDE PENGANTAR AKUNTANSI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi


Dosen Pengampu: Bapak Drs.Saut M Silaban, M.Pd

Disusun Oleh :

Nama : Asty Utari Dwi Sihombing


KELAS : B
NIM : 7173141004

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan ke khadirat Tuhan Yang Maha Esakarena telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas Rekayasa Ide ini dengan baik untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
PengantarAkuntansi. Terima kasih juga sama ucapkan kepada pihak-pihak yang telah
membantu saya menyelesaikan tulisan ini.
Tulisan ini berisi ulasan-ulasan tentang Solusi terbaik dalam mengatasi kesulitan
menyusun Laporan Keuangan bagi Usaha Kecil Menengah serta kesimpulan dan saran dari
penulis. Terlepas dari itu semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
dan kesalahan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu, dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar saya dapat memperbaiki tulisan ini ke waktu yang akan datang. Akhir kata saya
berharap rekayasa ide ini dapat memberikan manfaat kepada semua pembaca. Terima Kasih

Medan, 25 oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI…………...........................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1 Latar belakang ………......................................................................................1
1.2 Tujuan ...............................................................................................................1
1.3 Manfaat .............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN…...................................................................................2
2.1.Pengertian UKM................................................................................................2
2.2. Pengertian Laporan Keuangan..........................................................................2
2.3.Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK ETAP................................3
BAB III REKAYASA IDE………………………………………………………4
3.1 Profil Objek penelitian…………………………...............................................4
3.2 Kendala penyusunan laporan keuangan ............................................................4

3.3 Pencatatan Salon Yurin sampai saat ini ............................................................4

3.4 Solusi Dan Penyelesaian Yang Dikemukakan Penulis………………………..5


BAB IV PENUTUP ...............................................................................................11
4.1.Kesimpulan .......................................................................................................11
4.2.Saran .................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan suatu unit usaha kecil yang
mampu berperan dan berfungsi sebagai katup pengaman baik dalam
menyediakan alternatif kegiatan usaha produktif, alternatif penyaluran kredit, maupun dalam
hal penyerapan tenaga kerja. UKM dianggap penyelamat perekonomian Indonesia di masa
krisis periode 1999-2000.
Masalah utama dalam pengembangan UKM yaitu mengenai pengelolaan keuangan
dalam usahanya tersebut, karena pengelolaan yang baik memerlukan keterampilan Akuntansi
yang baik pula oleh pelaku bisnis UKM. Padahal dengan adanya laporan keuangan akan
memungkinkan pemilik memperoleh data dan informasi yang tersusun secara sistematis.
Dengan adanya laporan keuangan, pemilik dapat memperhitungkan keuntungan yang
diperoleh,mengetahui berapa tambahan modal yang dicapai, dan juga dapat mengetahui
bagaimana keseimbangan hak dan kewajiban yang dimiliki. Sehingga setiap keputusan yang
diambil oleh pemilik dalam mengembangkan usahanya akan didasarkan pada kondisi konkret
keuangan yang dilaporkan secara lengkap bukan hanya didasarkan pada asumsi semata.
Berdasarkan realitas tersebut, maka untuk membantu memudahkan pelaku UKM dalam
mencatat setiap kegiatan usaha yang terjadi dan menyusun laporan keuangan.

1.2 Tujuan
Membantu UKM menyusun laporan keuangan yang baik dengan menerapkan siklus
Akuntansi, sehingga dapat berguna bagi pihak yang membutuhkan informasi keuangan usaha
dalam hal pengambilan keputusan.

1.3 Manfaat
1. penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
tentang penerapan akuntansi berbasis SAK ETAP untuk Usaha Kecil dan Menengah.
2. Bagi Usaha Kecil Menengah, penelitianini dapat m
emberikan informasi kepada pengusaha tentang penyusunan laporan keuangan
berbasis SAK ETAP yang diharapkan berdampak pada pengembangan usaha.
3. Untuk perkembangan ilmu akuntansi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
gambaran bagi para peneliti selanjutnya untuk dapat dijadikan referensi, mengenai
bagaimana penerapan akuntansi sederhana untuk Usaha Kecil dan Menengah dan
pengetahuan SAK-ETAP bagi Usaha Kecil Menengah.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Usaha Kecil dan Menengah

a.Usaha Kecil
Usaha Kecil sebagaimana dimaksud Undang Undang Republik
Indonesia No.20 Bab I Pasal 1 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah
usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau
badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha
menengah atau usaha besar yang memenuhi
kriteria Usaha Kecil. Dalam Undang Undang tersebut dalam Bab IV Pasal 6 menyebutkan
bahwa kriteria usaha kecil adalah sebagai berikut:
(i)Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau
(ii)Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

b.Usaha Menengah
Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Undang Undang Republik
Indonesia No. 20 Bab I Pasal 1 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang
perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak
langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan tahunan. Dalam Undang-Undang tersebut dalam Bab IV Pasal 6 menyebutkan
bahwa kriteria usaha menengah adalah sebagai berikut:
(i)Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh
milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
(ii)Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus
juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp
50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun kategori berdasarkan jumlah tenaga kerja.
Menurut BPS, UKM adalah entitas bisnis yang memilik tenaga kerja kurang dari 100 orang,
dengan rincian kategori sebagai berikut : usaha rumah tangga dan mikroterdiri dari 1–4
tenaga kerja, usaha kecil terdiri dari 5 –19 orang, usaha menengah terdiri dari 20 –99 orang,
dan usaha besar memiliki tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih.

2.2.Laporan keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode
akuntansi yang menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan berguna
bagi bankir, kreditor, pemilik dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menganalisis serta
menginterpretasikan kinerja keuangan dan kondisi perusahaan (Ikatan Akuntansi Indonesia,
2009)
. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja
keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat
meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dalam
memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan
manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya (SAK ETAP, 2009).

2.3.Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK ETAP


Sesuai dengan ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik maka standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa
akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang
tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan tidak menerbitkan laporan keuangan
untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh
pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha,
kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
Ruang lingkup standar ini juga menjelaskan bahwa entitas dikatakan
memiliki akuntabilitas publik signifikan jika : proses pengajuan pernyataan
pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di
pasar modal; atau entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok
besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana
pensiun, reksa dana dan bank investasi. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan
dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan
penggunaan standar tersebut. Hal ini dimungkinkan apabila misalnya pihak otoritas
berwenang merasa ketentuan pelaporan dengan menggunakan PSAK terlalu tinggi biayanya
ataupun terlalu rumit untuk entitas yang mereka awasi.
Mengingat kebijakan akuntansi SAK ETAP di beberapa aspek lebih ringan daripada
PSAK, maka ketentuan transisi dalam SAK ETAP ini cukup ketat. Entitas yang memenuhi
persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP dapat menyusun laporan keuangan tidak
berdasarkan SAK ETAP, tetapi berdasarkan PSAK non-ETAP sepanjang diterapkan secara
konsisten. Entitas tersebut tidak diperkenankan untuk kemudian menerapkan SAK ETAP ini
untuk penyusunan laporan keuangan berikutnya. Selanjutnya ketentuan transisi juga
menjelaskan bahwa entitas yang menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP
kemudian tidak memenuhi persyaratan entitas yang boleh menggunakan SAK ETAP, maka
entitas tersebut tidak diperkenankan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK
ETAP. Hal ini misalnya ada perusahaan menengah yang memutuskan menggunakan SAK-
ETAP, namun kemudian mendaftar menjadi perusahaan publik di tahun berikutnya. Entitas
tersebut wajib menyusun laporan keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP dan tidak
diperkenankan untuk menerapkan SAK ETAP ini kembali. Sebaliknya entitas yang
sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP dalam menyusun laporan keuangannya dan
kemudian memenuhi persyaratan entitas yang dapat menggunakan SAK ETAP, maka entitas
tersebut dapat menggunakan SAK ETAP ini dalam menyusun laporan keuangan.
BAB III
REKAYASA IDE

3.1 Profil Objek Penelitian


Penelitian dilakukan pada sebuah UKM
yang bergerak pada usaha kecantikan yang bernama Salon Yurin. Usaha
tersebut terletak di jalan pelita 1 kecamatan Sidorame Timur . Pemilik usaha tersebut Ny.
Yurin. Pemilik merekrut 2 orang pekerja yang terdiri dari perempuan semua dan terkadang
usahanya dibantu oleh dua anak gadisnya sendiri saat waktu senggang untuk membantu
dalam mengolah usahanya.Dari adanya kegiatan usahanya ini pemilik bertujuan dapat
memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya. Salon ini menyediakan berbagai macam jasa
kecantikan yaitu Facial wajah, Smoothing rambut, Potong rambut, Babylist rambut, cat
rambut, Sasak rambut dan juga Rias pengantin.

3.2 Kendala penyusunan laporan keuangan

Dari hasil pengamatan dan wawancara yang sudah dilakukan, ditemukan


kendala-kendala yang dialami oleh UD Multi Mulia Megah dalam menyusun
laporan keuangan, yaitu :
a. Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun
laporan keuangan.Karyawan Salon Yurin tidak mempunyai latar belakang
pendidikan akuntansi dan tidak pernah mengikuti pelatihan tentang akuntansi. Yang
mereka lakukan hanya mencatat jumlah uang masuk dan keluar, untuk setiap
minggunya diberikan kepada pemilik.
b.Tidak adanya pembagian tugas yang jelas antarbidang karena pemilik
sekaligus menjadi pengelola usaha. Pemilik mengelola usaha sendiri,
sehinga waktu yang dimiliki difokuskan untuk mengembangkan
usahanya.Karyawan hanya diberikan otoritas untuk pelayanan
pelanggan pencatatan biaya.

3.3 Pencatatan Salon Yurinsampai saat ini


Sejak salon Yurin beroperasi, usaha ini belum mempunyai laporan keuangan. Pemilik
hanya melakukan pencatatan secara sederhana dan manual mengenai :
a.Catatan transaksi pembelian peralatan dan perlengkapan salon, yaitu pencatatan
seluruh transaksi yang meliputi pembelian barang-barang pokok. Pemilik mencacatat
transaksi pembelian saat terjadinya transaksi, karena hal ini memudahkan pencatatan bagi
pemilik sehingga tidak ada transaksi yang terlewatkan.
b.Catatan pembayaran gaji karyawan, yaitu pencatatan seluruh transaksi
yang meliputi pembayaran gaji. Karena penggajian dilakukan mingguan,
maka priode pencatatan beban gaji adalah mingguan.

c.Catatan penjualan, yaitu pencatatan seluruh transaksi jual yang terjadi.


Berguna untuk mempermudah pengelola dalam mengetahui laba atau rugi
yang dihasilkan.
3.4. Solusi
Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam menyusun laporan keuangan :

a.Menentukan periode fiskal

Periode fiskal yang penulis gunakan adalah periode satu tahunan


dimulai 1 Januari. Periode yang dipilih disesuaikan dengan periode fiskal
perpajakanuntuk mempermudah pengusaha memenuhi kewajiban pajak.
b.Membuat neraca awal
Pada tahap ini penulis melakukan wawancara kepada pemilik tentang keadaan keuangan
pada akhir tahun. Dari data yang diperoleh penulis membuat daftar nama akun sesuaidengan
kegiatan transaksi keuangan yang sering dilakukanoleh UKM tersebut.

Lebih jelasnya, berikut adalah table transaksi-transaksi yang mungkin sering anda lakukan
beserta penggolongan akunnya :

Transaksi Akun di Debet Akun di Kredit


Pembelian bahan baku kredit Pembelian Utang usaha
Pembelian bahan baku tunai Pembelian Kas di tangan
Pembelian barang dagang kredit Pembelian Utang usaha
Pembelian barang dagang tunai Pembelian Kas di tangan
Pembelian perlengkapan Beban perlengkapan Kas di tangan
Return pembelian kredit Utang usaha Return pembelian
Return pembelian tunai Kas di tangan Return pembelian
Penjualan kredit Piutang usaha Penjualan
Penjualan tunai Kas di tangan Penjualan
Return penjualan kredit Return penjualan Piutang usaha
Return penjualan tunai Return penjualan Kas di tangan
Pembayaran gaji Beban gaji Kas di tangan
Pembayaran telpon,air,listrik Beban telpo,air,listrik Kas di tangan
Pembayaran utang melalui kas di
Utang usaha Kas di tangan
tangan
Pembayaran transportasi Beban transportasi Kas di tangan
Pembelian peralatan Peralatan Kas di tangan
Beban penyusutan Akumulasi penyusutan
Depresiasi peralatan
peralatan peralatan
Di setor modal tunai Kas di tangan Modal pemilik
Penyetoran tunai ke bank Kas di bank Kas di tangan
Pinjaman dari bank Kas di tangan Utang usaha
Pembayaran utang melalui bank Utang usaha Kas di bank
Di terima pembayaran piutang Kas di tangan Piutang usaha
c.Membuat jurnal
Proses penjurnalan dilakukan untuk menuliskan semua transaksi yang terjadi di UD.
Multi MuliaMegah. Transaksi ini akan mempengaruhi dua atau lebih akun yang ada di
bagian debet dan kredit.Dalam pembuatan jurnal memerlukan data saldo awal yang dapat
dilihat pada lampiran 3. Pada jurnal ini terdapat beberapa komponen yang tersedia antara lain
:
Judul jurnal yang terdiri dari nama UKM dan tanggal periode jurnal.
Tanggal transaksi yang menginformasikan kapan transaksi yang dicatat terjadi.
Kolom jenis transaksi digunakan untuk mencatat kegiatan yang terjadi selama
periode tertentu. Pada kolom ini sudah disediakan beberapa pilihan jenis transaksi yang
mungkin terjadi dalam aktifitas usaha, pengguna cukup memilih tanpa mengetik manual.
Kolom keterangan digunakan untuk memberikan catatan tambahan, misalnya : nama
pemasok, syarat pembelian, dan syarat pembayaran
Kolom nominal berfungsi untuk mencatat jumlah nominal setiap transaksi
Kolom debet dan kolom kredit,masing-masing terdapat dua kolom yaitu nama
akun dan nominal yang akan terisi secara otomatis saat kolom jenis transaksi dan kolom
nominal dinputkan

Contoh jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:


Tgl Rekening/akun Debet Kredit
1-11-2014 Beban gaji 3.000.000
Kas di tangan 3.000.000
2-11-2014 Pembelian 500.000
Utang usaha 500.000
2-11-2014 Pembelian 800.000
Utang usaha 800.000
8-11-2014 Beban transportasi 200.000
Kas di tangan 200.000
15-11-2014 Piutang usaha 3.000.000
Penjualan 3.000.000
16-11-2014 Kas di tangan 500.000
Penjualan 500.000
20-11-2014 Kas di tangan 2.000.000
Penjualan 2.000.000
28-11-2014 Beban telpon,air,listrik 400.000
Kas di tangan 400.000
D. Memposting Jurnal ke Buku Besar
Setelah anda menjurnal transaksi, langkah selanjutnya adalah memposting jurnal tersebut ke
dalam buku besar. Masing-masing akun/rekening yang ada dalam jurnal tersebut harus di
posting satu per satu.

Nama rekening/akun : Kas di tangan


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
Saldo awal 4.000.000 4.000.000
4.000.000
1-11-2014 Gaji 3.000.000 1.000.000
8-11-2014 Transportasi 200.000 800.000
16-11-2014 Penjualan 500.000 1.300.000
20-11-2014 Penjualan 2.000.000 3.300.000
28-11-2014 Telpon,air,listrik 400.000 2.900.000

Nama rekening : Utang usaha


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
Saldo awal 0 0
0
2-11-2014 Pembelian 500.000 500.000
2-11-2014 Pembelian 800.000 1.300.000

Nama rekening : Piutang usaha


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
Saldo awal 0 0
0
15-11-2014 Penjualan 3.000.000 3.000.000

Nama rekening : Pembelian


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
2-11-2014 Pembelian kredit 500.000 500.000
2-11-2014 Pembelian kredit 800.000 1.300.000

Nama rekening: Penjualan


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
15-11-2014 Penjualan kredit 3.000.000 3.000.000
16-11-2014 Penjualan tunai 500.000 3.500.000
20-11-2014 Penjualan tunai 2.000.000 5.500.000

Nama rekening: Beban gaji


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
1-11-2014 Gaji karyawan 3.000.000 3.000.000

Nama rekening: Beban Transportasi


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
8-11-2014 Transportasi 200.000 200.000

Nama rekening: Beban telpon, air dan listrik


Tgl Uraian Debet Kredit Saldo akhir
28-11-2014 Telpon, air, listrik 400.000 400.000

Akun/rekening yang lain tidak mengalami perubahan. Namun, sebenarnya harus tetap anda
buat walau tidak mengalami perubahan.

E. Membuat Laporan Keuangan


Setelah anda mencatat semua transaksi yang terjadi, maka langkah selanjutnya adalah dengan
membuat laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba-rugi, neraca, laporan
perubahan modal, laporan arus kas, dan juga catatan atas laporan keuangan.
Salon Yurin
Laporan Laba-Rugi
Untuk bulan berakhir 30 November 2014
Penjualan 5.500.000
Return penjualan - (-)
Pendapatan bersih 5.500.000
Persediaan awal 2.000.000
Pembelian 1.300.000 (+)
Persediaan akhir 2.000.000 (-)
Return pembelian - (-)
Beban pokok penjualan 1.300.000 (-)
Laba kotor 4.200.000
Beban usaha
Beban gaji 3.000.000
Beban transportasi 200.000
Beban telpon,air, dan listrik 400.000 (+)
3.600.000 (-)
Laba sebelum pajak 600.000
Pajak PPH - (-)
Laba bersih 600.000
Salon Yurin
Laporan Perubahan Modal
Untuk bulan yang berakhir 30 November 2014
Modal pemilik 26.000.000
Laba bersih 600.000 (+)
Modal pemilik 30 November 2014 26.600.000
Salon Yurin
Neraca
Untuk bulan yang berakhir 30 November
Asset
Kas di tangan 2.900.000
Kas di bank 5.000.000
Piutang usaha 3.000.000
Persediaan 2.000.000
Peralatan 25.000.000
Akumulasi penyusutan peralatan 0 (-) 25.000.000 (+)
Jumlah asset 37.900.000
Kewajiban
Utang usaha 1.300.000
Utang bank 10.000.000
Modal pemilik 26.000.000
Laba periode berjalan 600.000 (+)
Jumlah kewajiban dan ekuitas 37.900.000

Salon Yurin
Laporan Arus Kas
Untuk bulan yang berakhir 30 November

Arus kas dari aktivitas operasi


Penjualan tunai 2.500.000
Pembelian bahan baku tunai 0
Pembayaran gaji 3.000.000
Pembayaran transportasi 200.000
Pembayaran telpon,air, dan listrik 400.000
Arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas operasi (1.100.000)
Arus kas dari aktivitas investasi
(tidak ada) – ini menggambarkan aktivitas dari pelepasan/penjualan dan
0
pemerolehan/pembelian investasi, aktiva tetap, property investasi.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
(tidak ada) – ini seperti aktivitas penerimaan pinjaman dari bank, dll. 0
Penurunan kas bersih (1.100.000)
Kas awal (bulan oktober) 4.000.000
Kas akhir (bulan ini – November) 2.900.000

Untuk selanjutnya, anda juga harus membuat catatan atas laporan keuangan. Isi dari catatan
tersebut adalah apa saja yang dapat memberikan keterangan lebig lanjut seputar keuangan
perusahaan anda. Seperti metode apa yang di gunakan dalam penyusutan, bank mana saja
yang memberikan pinjaman, siapa saja perusahaan yang menjadi klien kalian, dan informasi-
informasi lainnya.
BAB IV
PENUTUP

4.1Kesimpulan
a.Salon Yurin sebelumnya tidak pernah menyusun dan membuat laporan keuangan usaha
yang dijalaninya tersebut.
b.Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis berusaha membantu Usaha Kecil Menengah
(UKM) Salon Yurin dalam merancang dan menyajikan laporan keuangan berdasarkan pada
teori yang ada dengan menerapkan siklus akuntansi sehingga dapat dihasilkan laporan
keuangan yang baik, sesuai dan memadai dengan usaha.
c.Dengan membuat laporan keuangan seperti laporan laba/rugi, laporan perubahan modal,
laporan aliran kas, dan neraca maka dapat berguna bagi Usaha Kecil Menengah (UKM)
Salon Yurin untuk mengetahui keadaan keuangan usahanya, membuat analisa sebelum
mengambil keputusan, dan berguna dikemudian hari untuk memperoleh dana pinjaman
modal dari bank untuk meningkatkan usahanya.

4.2Saran
1.Usaha Kecil Menengah (UKM) Salon Yurin sebaiknya melanjutkan pencatatan keuangan
dan menyusun laporan keuangan yang telah dilakukan oleh penulis terhadap UKM
2.menerapkan siklus akuntansi untuk periode-periode berikutnya, karena:
a.Dengan melakukan pencatatan transaksi keuangan sehari-hari yang sesuai dengan
standar akuntansi, maka akan terlihat lebih akurat:
•Catatan biaya-biaya usaha yang detail;
•Catatan besarnya jumlah penerimaan yang diperoleh dari transaksi.
b.Dari informasi yang diperoleh,maka dapat disusun laporan keuangan sehingga dapat
diketahui besar kecilnya laba yang diperoleh selama usaha berjalan.
c.Dapat meminimalisasi terjadinya ketidakcocokan dan kesalahan dalam perhitungan
perolehan uang.
3.Menerapkan siklus akuntansi untuk periode-periode berikutnya, karena:
a.Dengan melakukan pencatatan transaksi keuangan sehari-hari yang sesuai dengan
standar akuntansi, maka akan terlihat lebih akurat:
•Catatan biaya-biaya usaha yang detail;
•Catatan besarnya jumlah penerimaan yang diperoleh dari transaksi.
b.Dari informasi yang diperoleh,maka dapat disusun laporan keuangan sehingga dapat
diketahui besar kecilnya laba yang diperoleh selama usaha berjalan.
c.Dapat meminimalisasi terjadinya ketidakcocokan dan kesalahan dalam perhitungan
uang.

Anda mungkin juga menyukai