Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PERAWATAN KATETER VENA SENTRAL (CVC)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

0 1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan

PROSEDUR TETAP
KEPERAWATAN dr. Imelda Tandiyo, FASE, MM
Direktur Utama
Pengertian
Langkah–langkah perawat dalam melakukan perawatan kateter vena sentral (CVC)

Tujuan
1. Sebagai acuan perawat dalam melakukan perawatan kateter vena sentral (CVC)
2. Minimalisasi risiko infeksi akibat pemasangan kateter vena sentral
3. Minimalisasi risiko komplikasi akibat pemasangan kateter vena sentral
4. Pemantauan dini timbulnya komplikasi akibat pemasangan kateter vena sentral dan
penatalaksanaan segera dari komplikasi yang timbul
Kebijakan
1. Pelayanan Rumah Sakit memperhatikan hak dan kewajiban pasien, dokter dan
Rumah Sakit serta Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
2. Pelayananan keperawatan memperhatikan pengendalian infeksi nosokomial
3. Transparant dressing diganti maksimal 7 hari sekali atau sewaktu – waktu apabila
diperlukan ( ada darah, cairan atau kotor)
4. Apabila menggunakan penutup dengan kassa steril diganti tiap 24 jam
5. Pemberian heparin dikolaborasikan dengan medis kecuali jika lumen bermasalah
(tidak bisa diaspirasi dengan NaCl 0,9% saja maka boleh diberikan spoel NaCl
0,9% dan heparin)
6. Untuk perawatan lumen yang tidak dipakai untuk akses cairan/obat dilakukan
perawatan spoel NaCl /shift
Prosedur
1. Persiapan alat :
1.1. Transparan dressing
1.2. Bethadin solution, bethadine salp
1.3. Alkohol 76%
1.4. NaCl 0,9%
1.5. Larutan NaCl 0,9% + heparin (heparin hanya sebagai pelumas/membasahi
syringe dengan cara menyedot 1 – 2 strip heparin kemudian diratakan pada
seluruh dinding syringe)
1.6. Heparin
1.7. Kassa steril
1.8. Pinset chirurgi / sarung tangan bersih
1.9. Pincet anatomis / sarung tangan steril
1.10. Mangkok steril
1.11. Spuit 10 cc
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PERAWATAN KATETER VENA SENTRAL (CVC)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

0 2/3

Tanggal Terbit Ditetapkan

PROSEDUR TETAP
KEPERAWATAN dr. Imelda Tandiyo, FASE, MM
Direktur Utama
1.12. Bengkok
1.13. Tempat sampah medis

2. Pelaksanaan
2.1. Memberitahu kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
2.2. Mendekatkan alat – alat ke dekat pasien
2.3. Menyiapkan larutan NaCl 0,9% dan larutan NaCl 0,9% dan heparin
2.4. Menjaga privacy pasien
2.5. Mencuci tangan
2.6. Buka balutan menggunakan pincet chirurgi atau dengan menggunakan sarung
tangan bersih
2.7. Bersihkan daerah insersi menggunakan pincet anatomi atau pakai sarung
tangan steril, kassa steril, bethadine solution dan alkohol 76% dimulai dari
tengah dengan cara melingkar ke arah keluar
2.8. Aspirasi 3 – 5 cc disetiap lumen untuk mengetahui kepatenan akses CVC,
darah dimasukkan lagi
2.9. Spoel dengan larutan NaCl 0,9 % / NaCl 0,9% + heparin setiap lumen 10 cc
2.10. Bersihkan ujung lumen menggunakan cairan NaCl 0,9% sampai bersih
2.11. Beri antiseptik di daerah insersi sesuai terapi
2.12. Tutup kembali dengan transparan dressing
2.13. Tulis tanggal, jam pemasangan dan inisial perawat yang melakukan perawatan
2.14. Merapikan alat – alat, melepas sarung tangan dan mencuci tangan
2.15. Dokumentasikan pada catatan perawat (RM7) dan RM5
3. Hal – hal yang harus diperhatikan
3.1. Untuk pengambilan sampel darah, lakukan aspirasi 3 – 5 cc dan darah
dibuang, setelah selesai kemudian spoel dengan 10 cc larutan NaCl + heparin
s/d lumen bersih
3.2. Setiap hari monitor terhadap adanya tanda infeksi
3.3. Bila didapatkan adanya pembengkakan pada ekstremitas akses CVC segera
kolaborasi medis

Unit terkait 1. ICU


2. UGD
3. Rawat Inap
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PERAWATAN KATETER VENA SENTRAL (CVC)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

0 3/3

Tanggal Terbit Ditetapkan

PROSEDUR TETAP
KEPERAWATAN dr. Imelda Tandiyo, FASE, MM
Direktur Utama

Penanggung Jawab

Anda mungkin juga menyukai