Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. 1 Data

• Block model (0708pta15cs.bmf) & Collar Drillhole dari MRI - EMD

• Topography Survey (2005-2007) dari Survey - ME

• Actual Mine Production (2004-2007) dari Cost Prod. - ME

• Bottom Excavation (grid mesh 2005-2007)

• Mine Out (sample coordinates & boundary) dari MGOQC

• Disposal boundary dari LTP & STP (Disposal) - ME

• Revegetation boundary dari Revegetation – ME

IV.2 Pengeolahan Data

a. Pembuatan Topografi awal / Topography Original

Peta Block A memulai produksinya pada minggu ke 16 di awal tahun

2004. Sehingga untuk mengetahui bagaimana model dan bentuk topografi Petea

Block A awal 2004 sebelum proses penambangan dimulai ada 2 cara yang kita

bandingkan kemudian memilih salah satu yang di anggap paling baik.

1. Cara 1: dari collar drillhole.

2. Cara 2: dari “Topo Original” hasil Survey 2004, tetapi memiliki issue

bahwa Survey sebelum 2007 kurang baik

Setelah dibandingkan, ternyata collar rata-ratanya lebih tinggi absolute 0.8

m, sehingga cara 1 yang dipakai untuk triangulasi topo original agar angka

rekonsiliasi tidak over estimate.

40
Tabel 1 perbandingan collar dan original topogaphy

Agar topografi Petea Blok A terlihat lebih halus data collar kemudian di

gabungkan bersama topografi 2005 kemudian dilanjutkan dengan pembuatan

triangulasi seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 14 Proses pembuatan Topography original

41
b. Pembuatan penggalian akhir / Bottom excavation

Bottom excavation adalah batas bawah dimana proses penambangan telah

selesai, karena keterbatasan pengukuran yang dilakukan oleh tim survei hanya

sekitar 30% saja daerah yang bisa terukur akibat tambang yang terus aktif atau

sebagian wilayah sudah menjadi timbunan. Sehingga cara yang terbaik untuk

mendapatkan batas bawah adalah mendigitalkan pengukuran topografi yang

dilakukan tiap minggu (ketika penambangan aktif 2004-2007). Setelah

mendapatkan batas penggalian paling bawah kita juga perlu menggabungkan

dengan hasil pengukuran blue zone untuk mengetahui daerah penambangan

keperluan sampling dan pengambilan quary.

Gambar 15 Bottom excavation original & bottom excavation bluezone

42
IV.3 Tonnage and Grade

a. Pengurangan material Civil


Dalam penentuan material civil pada Petea Blok A ada 2 cara yang
dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
1. Total civil yang masuk face Petea A (dari MMS) dikurangi jalan yang
masih tersisa di face Petea A.
= 1,5 juta – 800 ribu = 0,6 juta wmt
Tabel 2 Pengurangan materia civil

2. Material Balance, material yang keluar dari face sama dengan material

yang terhitung di blok model, sehingga lebihnya adalah material civil.

= Ton actual ((OB+Civil)+ROM)–Ton blok model

((OB+waste+bluezone)+ROM)

= 20.2 juta – 19.7 juta = 0,5 juta wmt

Tabel 3 Material Balance

Setelah dibandingkan dan walaupun hasilnya dekat, maka cara ke-2 lebih

baik karena akurasi MMS pada tahun produksi Petea A kurang baik .

b. Data Raw

Merupakan data hasil estimasi blok model dengan metode cut and fill,

seperti gambar di bawah ini:

43