Anda di halaman 1dari 31

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Suatu hal yang perlu kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan yang kita pelajari bersifat

dinamis. Dalam ilmu biologi misalnya kita mengenal apa yang dimaksud dengan morfologi

tumbuhan. Morfologi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mengkaji

masalah – masalah tentang tumbuhan berkenaan dengan bagian – bagian luar yang tampak

pada tumbuhan tersebut.

Ilmu tumbuhan pada saat ini telah mengalami kemajuan yang demikian pesat. Dari

berbagai ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi tumuhan.

Makalah ini akan menguraikan soal morfologi dalam arti sempit. Yang hanya membahas

tentang bunga, buah dan biji dengan bagian-bagiannya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana struktur bunga?

2. Bagaimana struktur Buah?

3. Bagaimana struktur Biji?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui struktur pada bunga, buah dan biji

2. Mengetahui struktur luar dan bagian-bagian pada tubuh tumbuhan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Bunga (flos)
Seperti yang kita ketahui bahwa akar, batang, daun merupakan bagian pokok tubuh

tumbuhan. Bagian-bagian tersebut secara langsung berguna untuk mempertahankan

kehidupan. Sebelum suatu tumbuhan mati, biasanya olehnya telah dihasilkan suatu alat, yang

nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat tersebut dinamakan alat

perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan menjadi dua golongan: yang

bersifat vegetatif dan generatif. Alat termasuk pada golongan alat perkembangbiakan

generatif adalah bunga. Bunga adalah penjelmaan dari suatu tunas (batang dan daun-daun)

yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan. Jumlah

bunga dan tata letaknya pada suatu tumbuhan

 Bunga ada ujung batang (flos terminalis), misalnya bunga coklat dan kembang merak

(caesalpinia pulcherrimas wartz)

 Bunga di ketiak daun (flos lateralis), misalnya pada kembang sepatu (hibicus rosa-sinensis) dan

kembang telang (clitoriaternatea L).

1. Bunga majemuk

Bunga majemuk dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di

ketiaknya. Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat di bedakan dari bagian-bagian berikut:

1) Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:

a. Ibu tangkai bunga (pedunculus comunis atau rachis), yaitu bagian yang biasanya merupakan

terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu tangakai ini dapat

bercabang, dan cabang-cabanagnya bercabang lagi, dapat pula tidak bercabang.

b. Tangkai bunga (pedicellus), yaitucabang ibu tanngkai yang mendukung bunganya.

c. Dasar bunga (receptacullum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian

bunga lainnya.

2) Bagian-bagian yang bersifat seperti daun


a. Daun daun pelindung (bractea), yaitu bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul

cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.

b. Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.

c. Selundang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi

seluruh bunga majemuk sebelum tumbuh. Contohnya bunga kelapa (cocosnucifera L).

d. Daun–daun pembalut (bractea involucralis), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang

tersusun dalam saurtu lingkaran. Contohnya bunga matahari (halliantus annuus L).

e. Kelopak tambahan (eoicalyx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau,

tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak.

f. Daun-daun kelopak (sepaele)

g. Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)

h. Daun-daun tenda bunga (tepaele)

i. Benang-benang sari (stamina)

j. Daun-daun buah (carpella)

Sifat sifat bunga majemuk dapat di bedakan menjadi tiga golongan yaitu :

 Bunga majemuk berbatas (inflorencia racemosa), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya

dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang

yang dapat bercabang lagi atau tidak, dengan mempunyai susunan ‘’acropetal’’ (semakin

muda semakin dakat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini

mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Bunga majemuk tak berbatas terdapat misalnya

pada: kembang merak (caesalpinia pulcherrima swartz), mangga (mangipera indica L).

 Bunga majemuk berbatas(inflorescentia cymosa), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu

tangkainya selalu di tutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan

tangkai terbatas.
 Bunga majemuk campuran (inflorecentia mixta),yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan

baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun bunga majemuk tak berbatas.

2. Bagian-bagian bunga

Pada umumnya bunga mempunyai bagian-bagian berikut:

a. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, seringkali

terdapat daun-daun paralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau,

yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke bunga.

b. Dasar bunga (reseptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dangan ruas-ruas

yang amat pendek, sehinggga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi

bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.

c. Hiasan bunga (periantium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang

masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas.

Bagian-bagian hiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran:

 Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupaka lingkaran luar, biasanya

berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakanselubungnya, yang melindungi

kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh luar.

 Tajuk bunga atau mahkoya bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada

lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya

tidak berwarna hijau lagi.

d. Alat-alat kelamin jantan (androecium), bagian ini sesungguhnya merupakan metamorfosis

daun yang menghasilkan serbuk sari.

e. Alat-alat kelamin betina (gynaecium), atau disebut juga putik.

3. Kelamin bunga
Bunga biasanya mempunyai dua kelamin. Karena dengan adanya alat-alat tersebut dapat

kemudian di hasilkan alat-alat perkembangbiakan atau calon tumbuhan baru. Berdasarkan

alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga. Dapat dibedakan:

 Bunga banci atau berkelamin dua (hermaproditus), yaitu bunga yang terdapat benang sari

(alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina).

 Bunga berkelamin tunggal (unisexsualis).

Berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam tiga macam

yaitu:

 Bunga jantan (flos masculus),

 Bunga betina (flos femineus)

 Bunga mandul atau tidak berkelamin.

B. Buah (Fructus)

Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan.

Maka buah akan tumbuh menjadi buah. Dan bakal biji yang terdapat di dalam buah akan

tumbuh menjadi biji. Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan ikut

tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri.

Buah pada tumbuhan umumnya dapat di bedakan dalam dua golongan, yaitu:

a. Buah semu atau buah tertutup, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-

bagian lain pada bunga itu, malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih

menarik perhatian, dan serinng kali merupakan bagian buah yang bermanfaat, dapat di

makan.

b. Buah sungguh atau buah telanjang, yang terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga

lainnya yang masih tinggal ini tidak merupakan bagian buah yang berarti.

1. Penggolongan buah semu


Buah semu dapat di bedakan dalam:

a. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah

pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunnga yang ikut membentuk buah.

Misalnya:

 Tangkai bunga pada jambu monyet

 Kelopak bunga pada buah cipllukan

b. Buah semu ganda, ialah jika pada satu bunga terdapat lebih daripada satu bakal buah yang

bebas satu sama lain dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah.

c. Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya

dari luartampak seperti satu buah saja. Misalnya bah nangka (artocarpus integra merr) yang

terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging.

2. Penggolongan buah sungguh (sejati)

Sama halnya dengan buah semu, buah sejati pertama-tama dapat dibedakan lebih

dahulu dalam 3 golongan, yaitu:

a. Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah

saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih. Dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun

buah dengan satu atau banyak ruangan. Buah sejati tunggal dapat di bedakan lagi dalam dua

golongan, yaitu:

 Buah sejati tunggal yang kering, yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan

mengayu seperti kulit yang kering, misalnya: buah kacang tanah, padi dll.

 Buah sejati tunggal yang berdaging, ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging.

Dinding buah (pericarpium) seringkali dengan jelas dapat di bedakan dalam tiga lapisan,

yaitu:

 luar (exocarpium), merupaka lapisan tipis, tetapi seringkali kuat atau jaju seperti kulit, dengan

permukaan yang licin.


 Kulit tengah (mesocarpium), biasanya tebal berdaging atau serabut. Jika lapisan ini dapatdi

makan, maka lapisan inilah yangdinamakan daging buah. Misalnya pada buah mangga

(mangifera indica).

 Kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandung bijinya,

seringkali cukup tebal dan keras. Misalnya:

 Buah mangga, mempunyai satu ruang dengan satu biji

 Buah pepaya, yang terjadi dari beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak biji.

 Buah durian, yang terjadi atas beberapa daun buah.mempunyai beberapa ruang dalam tiap

ruangnya terdapat beberapa biji.

b. Buah sejati ganda, yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu

sama lain. Masing-masing bakal buah menjadi satu buah. Misalnya pada cempaka (michelia

champaca L)

c. Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masiing-

masing bunganya mendukung satu bakall bua, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul

sehingga seluruhnya tampak seperti satu buah saja.misalnya pada pandan (pandanus tectorus

sol).

C. Biji (semen)

Setelah terjadi penyerbukan yanng diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh

menjadi buah dan bakal niji tumbuh menjadi biji. Pada biji umumnya dapat di bedakan

bagian-bagian berikut:

a. Kulit biji (spermodermis)

b. Tali pusar (funiculus)

c. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)


Pada biji dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji.

Tetapi di pergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya.

1. Kulit biji (Spermodermis)

Seperti telah dikemukakan, kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh

sebab itu biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua

lapisan. Yaitu:

a. Lapisan kulit luar (testa), lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang

tipis, ada yang kaku seperti kulit,ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan

pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam.

b. Lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, seringkali di manakan kulit ari.

2. Tali pusar (funiculus)

Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni. Merupakan

tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya biji lepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada

biji hanya tampak bekasnya yang di kenal sebagai tali pusar biji

3. Inti biji (nucleus seminalis)

Yang dinamakan inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam klitnya, oleh

sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji.

Inti biji terdiri atas :

a. Lembaga (Embryo), merupaan calon tumbuhan baru yang nantinya akan tumbuh menjadi

tumbuhan baru.setelah biji memperoleh syarat-syarat yang diperlukan. Lembaga di dalam biji

telah memperlihatkan ketiga bagian utama tubuh tumbuhan, yaitu:

 Akar lembaga atau calon akar (radicula),yang biasanya kemudian akan tumbuh terus

merupakan akar tunggang (untuk tumbuhan yang tergolong dalam dicotyledonae)

 Daun lembaga (cotyledo), yang merupakan daun pertama suatau tumbuhan. Daun lembaga

dapat mempunyai fungsi yang berbeda-beda.


 Batang lembaga (cauliculus), yang sering kali dapat di bedakan dalam dua bagian, yaitu:

 Ruas batang diatas daun lembaga(internodium epicotylum)

 Ruaas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum)

b. Putih lembaga (albumen)

Putih lembaga adalah bagian biji, yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat

cadangan makanan bagi lembaga. Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga, misalnya pada

biji tumbuhan berbuah polong (leguminosae). Melihat asalnya jaringan yang menjadi tempat

penimbunan zat makanan cadangan tadi kita dapat membedakan putih lembaga dalam:

 Putih lembaga dalam (endospermium), jika jaringan penimbun makanan itu terdiri atas sel-

sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder yang kemudian setelah dibuahi oleh

salah satu inti sperma lalu membelah-belah menjadi jaringanpenimbun makanan ini.

 Putih lembaga luar (perispermium), jika bagian ini berasal dari bagian biji luar kandung

lembaga, entah dari nuselus entah dari selaput bakal biji.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Akar, Batang dan Daun adalah bagian tubuh tumbuhan yang paling penting. Ketiga

bagian tubuh tumbuhan tersebut secara langsung maupun tidak lanngsung berguna untuk

menegakkan kehidupan tumbuhan . untuk mempertahankan hidupnya tumbuhan

membutuhkan tumbuhan baru, dengan demikian tumbuhan memerlukan alat selain akar,

batang dan daun , yaitu bunga, biji dan buah.

B. Saran
Sebaiknya para pembaca jangan puas terhadap makalah ini saja, pembaca juga harus

menambah ilmu pengetahuannya lagi tentang materi ini dengan mencari lagi buku-buku

bacaan lainnya atau dari internet, dan kita sebagai manusia harus mensyukuri dan menjaga

kelestarian dari berbagai makhluk hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Citrosupomo, Gembong; Morfologi Tumbuhan. Cet. Ke 13, gajah mada Universitypress, 2001

Dhatoek, yhana. (2012). Makalah Morfologi Tumbuhan. (Online). Tersedia :

http://yhanadhatoekblogger.blogspot.com/2012/09/makalah-morfologi-tumbuhan.html

Miiyani. (2012). Morfologi Tumbuhan Tentang Bunga. (Online). Tersedia:

http://miiyanni.blogspot.com/2013/05/morfologi-tumbuhan-tentang-bunga_24.html

Tjitrosoepomo, G. 2007. Morfologi Tumbuhan. Gadjah mada University Press. Jogjakarta.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Botani merupakan ilmu dasar dalam mempelajari tumbuhan.Tumbuhan memiliki
beberapa bagian-bagian diantaranya adalah bunga,buah,dan biji yang memiliki fungsi
masing-masing.

1.2 Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas dari Ibu Ir. Koesrihati, M.S
2. Mengetahui morfologi bunga,tipe,dan struktur bunga
3. Mengetahui polinisasi dan fertilisasi pada tanaman agiospermae dan gymnospermae
4. Mengetahui pembentukan dan perkembangan buah dan biji
5. Mengetahui bagian-bagian buah dan biji
6. Mengetahui tipe-tipe buah
7. Mengetahui cara penyeran biji

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Bunga
A.Morfologi Bunga
Bunga merupakan organ generative tanaman, hal itu disebabkan, melalui bunga akan
berlanjut regenerasi tanaman baru sehingga tanaman selalu eksis dari waktu ke waktu.
Menurut Ashari (2004) Berdasarkan bagian-bagiannya, bunga Angiospermae
dibedakan menjadi bunga lengkap dan tidak lengkap.
Bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.
Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

o Kelopak bunga atau calyx;

o Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat

serangga yang membantu proses penyerbukan;

 Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa

benang sari;

Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita")

berupa putik.

Bunga tidak lengkap tidak mempunyai bunga yang tidak mempunyai salah satu atau

beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin. Sementara itu, berdasarkan alat

kelaminnya, bunga Angiospermae dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tak

sempurna . Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat

betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga

banci atau hermafrodit. Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki alat jantan dan alat

betina.
B.Tipe Inflorance

Berdasarka struktur bunga dibagi menjadi bunga tak sempurna (incomplete flower) dan
bunga sempurna (complete flower).Dilihat dari letak bunga pada tanaman, Benson (1957)
telah membagi ke dalam dua kelompok penyusutan yaitu interminate infloresence dan
determinate infloresence. Yang dimaksud dengan interminate infloresence yaitu bunga yang
tumbuh pada apical bud secara kontinyu tanpa mempunyai batas waktu selama kondisi
menguntungkan. Di dalam pembagian letaknya, Benson (1957) telah membagi ke dalam
empat tipe letak penyusunan yaitu :
1. Bunga tumbuh secara axillary (axillary)
2. Recame
3. Spike
4. Corymb
5. Penicle
Sedangkan yng dimaksud dengan determinate infloresence adalah bunga tumbuh pada ujung
batang (terminal bud). Dalam pembagian letak pertumbuhan dapat dibedakan menjadi :
1. Letak pada cabang yang berlawanan (cyme with opposite branching)
2. Tumbuh berselang-seling pada ujung cabang (cryme with alternate branching)
3. Umbel
4. Tumbuh pada ujung batang tanaman (famili compositae)
5. Tumbuh mengelompok pada ujung tanaman
C.Variasi pada Struktur Bunga

Bentuk-bentuk bunga yang dihasilkan oleh tanaman, sangat berlainan antara jenis yang
satu dengan yang lainnya. Namun secara morfologis sekuntum bunga terdiri dari :
1. Sepal adalah bagian bunga yang menempel pada receptacle. Gabungan dari sepal dinamakan
calyx.
2. Petal adalah bagian bunga yang menempel pada receptacle. Umumnya petal (yang dikenal
dengan nama helai bunga) memberikan warna yang khas bagi sekuntum bunga,
sehinggabunga tersebut menjadi menarik bagi yang melihatnya. Gabungan petal dari
sekuntum bunga dinamakan corolla.
3. Stamen adalah bagian/organ dari bunga yang terdiri dari anther dan filament. Kumpulan
stamen dari suatu bunga dinamakan androecium. Pada struktur bunga ini, anther terdiri dari
empat microsporangia atau pollen sac sebagai tempat/letak tumpang sari. Benang sari terdiri
atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel
parenkimatis yang menyerupai vakuola, tanpa ruang antar sel. Sel-sel ini sering mengandung
pigmen, epidermis dengan kutikula, trikhoma, mungkin stomata dan mungkin juga stomata
tetap terbuka seperti pada hidatoda. Kepala sari mempunyai struktur yang sangat kompleks,
terdiri atas dinding yang berlapis-lapis, dan dibagian terdapat loculus ruang sari
(mikrosporangium) yang berisi butir-butir serbuk sari (Sumardi, 1993).
Stamen terdiri dari tangkai sari atau filamen dan dibagian distal terdapat kepala sari
atau antera. Pada antera biasanya terdapat dua bagian, masing-masing bercuping dua. Kedua
bagian antera bersambungan di tengah dengan penghubung kepala sari, atau konektivum.
Setiap bagian mengandung dua buah kantung sari atau kumpulan karpel yang bersatu menjadi
ginesium. Biasanya terdiri dari 3 bagian, yakni bakal buah dengan bakal biji atau ovulum,
tangkai putik atau stylus, serta kepala putik atau stigma yang strukturnya memudahkan
polinasi (Hidayat, 1995).
Jumlah lapisan dinding kepala sari bervariasi. Lapisan dinding ini merupakan
diferensiasi dari lapisan parietal primer, yang terletak disebelah dalam epidermis. Epidermis
merupakan lapisan dinding terluar, kadang-kadang berbentuk papila. Endotesium, terletak di
bawah epidermis. Pada waktu kepala sari masak, endotesium membentuk dinding sekunder,
pada bagian antiklinal dan dinding tangensial bagian dalam. Penebalan antiklinal
menyebabkan terbentuknya struktur yang berserabut oleh karena itu endotesium sering
disebut lamina fibrosa. Lapisan tengah terletak sebelah dalam endotesium, yang terdiri atas 2-
3 lapisan sel. Pada waktu kepala sari masak, sel-selnya terdesak oleh endotesium, sehingga
lapisan ini disebut pula lapisan tertekan. Tapetum, merupakan lapisan terdalam dari dinding
kepala sari. Sel-selnya mengandung protoplas yang padat dengan inti yang jelas. Tapetum
mempunyai fungsi nutritif bagi sel induk serbuk sari maupun serbuk sari yang masih muda.
Serbuk sari yang telah masak keluar melalui lubang yang terjadi pada dinding antera yang
disebut stomium. Serbuk sari berasal dari sel induk serbuk (Sumardi, 1993).
4. Carpel, yang semuanya berpangkal pada receptacle. Carpel adalah bagian organ dari suatu
bunga. Kumpulan/gabungan dari carpel ini dinamakan gymoccium. Apabila carpel itu
dipisah-pisahkan, maka organ tersebut terdiri dari pistil. Dan pistil ini terdiri dari ovary, style
dan stigma. Di dalam ovary terdapat ovule (dimana setiap megasporangium dikelilingi oleh
integument. Apabila telah terjadi pembuahan, akan terbentuk biji). Pada bunga bisa
ditemukan satu helai karpel atau lebih. Jika terdapat dua karpel atau lebih, maka karpel dapat
lepas satu dari yang lain (ginesium apokarp, seperti pada Rosa sp) atau karpel berlekatan
dengan cara yang bermacam-macam (ginesium sinkarp, seperti pada Lycopersicon dan
Carica papaya). Pada ginesium sinkarp, ada dua cara perlekatan karpel. Yang pertama, karpel
berlekatan dengan kondisi terlipat dan muka abaksial melekat pada muka abaksial.disini
terbentuk ginesium beruang dua atau beruang banyak. Yang kedua, pelekatan terjadi dalam
keadaan terlipat atau setengah terlipat dan terbentuk ginesium beruang satu. Pada ginesium
biasanya dapat dibedakan bagian bawah yang fertil, yakni bakal buah atau ovarium, bagaian
tengah yang steril, yakni tangkai putik atau stylus, dan yang paling ujung adalah kepala putik
atau stigma (Hidayat, 1995).
D.Sistem Reproduksi Polinasi dan Vertilisasi Pada Tanaman Agiospermae dan
Gymnospermae
Sebelum terjadi penyerbukan (polinasi), kepala sari yang telah masak akan

membuka. Selanjutnya, serbuk sari yang terdapat pada kepala sari tersebut akan keluar atau

jatuh dan menempel pada kepala putik. Senyawa kimia yang terdapat di dalam kepala putik

(stigma) akan membuat perluasan pula sebagai tempat pertumbuhan polen.

Bagian yang berperan dalam fertilisasi adalah putik (stigma) dan benang sari

(stamen). Putik terdiri dari 3 bagian, yaitu kepala putik, tangkai putik, dan ovulum.

Sementara itu, benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Di dalam ovulum, terdapat

megasporofit yang membelah menjadi empat megaspora. Satu megaspora yang hidup

membelah tiga kali berturut- turut. Hasilnya berupa sebuah sel besar, disebut kandung

lembaga muda yang mengandung delapan inti.

Perkembangan pembentukan kandung lembaga

Di ujung ovulum terdapat sebuah lubang (mikropil), sebagai tempat masuknya saluran

serbuk sari ke dalam kandung lembaga. Selanjutnya, tiga dari delapan inti tadi menempatkan

diri di dekat mikropil. Dua dari tiga inti disebut sel sinergid. Sementara itu, inti yang ketiga

disebut sel telur. Tiga buah inti lainnya (antipoda) bergerak ke arah kutub yang berlawanan

dengan mikropil (kutub kalaza). Sisanya, dua inti yang disebut inti kutub, bersatu di tengah

kandung lembaga dan terjadilah sebuah inti diploid (2n). Inti ini disebut inti kandung

lembaga sekunder. Inti kandung lembaga yang telah masak, disebut megagametofi t dan siap

untuk dibuahi. Serbuk sari yang jatuh pada kepala putik yang sesuai, akan berkecambah atau

memunculkan suatu saluran kecil (buluh serbuk sari). Buluh serbuk sari semakin tumbuh

memanjang di dalam tangkai putik (stilus).


Selama perjalanan pembuluh menuju ovulum, inti serbuk sari membelah menjadi inti

vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif berfungsi sebagai penunjuk arah inti generatif dan

akan melebur sebelum sampai ke bakal biji (ovulum). Masuknya inti generatif ke dalam

ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:

 Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.

 Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya

spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.

Inti generatif membelah menjadi dua inti sperma yang akan menembus ovarium

(bakal buah) dan sampai ke ovulum (bakal biji). Di dalam ovulum, inti serbuk sari (inti

sperma) bertemu dengan inti sel telur, sehingga terjadi peleburan antara kedua inti tersebut.

Proses peleburan kedua inti ini, disebut pembuahan atau fertilisasi. Inti sperma yang satu

akan membuahi inti sel telur membentuk zigot, sedangkan inti sperma lainnya membuahi inti

kandung lembaga sekunder membentuk endosperma. Peristiwa pembuahan ini disebut

pembuahan ganda.

Setelah pembuahan selesai maka sisa benang sari, mahkota, dan kelopak bunga akan

layu dan gugur. Sedangkan bakal biji berkembang menjadi biji yang dilindungi oleh dinding

bakal buah, dan bakal buah berkembang menjadi buah.

Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:

a. Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel

spermatozoid.

b. Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis

dapat terjadi karena:

 Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
 Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa

adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.

 Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya,

dari sel nuselus.

Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya

lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering

dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.

Angiospermae
proses pembentukan lembaga atau embrio pada agiospermae dapat terjadi Melalui proses

pembuahan dan tanpa proses pembuahan. Kedua macam proses tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut :

a. Pembentukan lembaga melalui proses pembuahan

- Spermatogenesis (proses pembentukan sperma)

Di dalam benang sari (mikospora) mkrosporangia sel induk mikospora sebuk sari

(jumlah kromosom sama dengan setengah sel induk)

- Oogenesis (proses pembentukan ovum)

Di dalam putik (megaspore/makospora) megasporangia sel induk

megaspore megaspore didalam ovula terjadi 3 kali mitosis membentuk 8

sel Antipoda : 3 buah


IKLS : 2 buah
Sinergid : 2 buah
vum : 1 buah

Berdasarkan cara buluh serbuk sari mencapai kandungan lembaga di dalam bakal biji,

pembuahan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

a. Porogami, pembuahan yang terjadi apabila buluh serbuk sari masuk melalui mikropil
b. Aporogami, pembuahan yang terjadi apabila buluh serbuk sari masuk tisak melalui mikropil

b. Pembentukan Lembaga tanpa proses pembuahan

Beberapa angiosperma dapat membentuk (embrio) tanpa melalui proses pembuahan

(apomiksis), yaitu :

- Partogenesis, terbentuknya lembaga dari sel telur yang tidak dibuahi.

- Apogamic, terbentuknya lembaga dari begian-bagian lain di dalam kandungan lembaga.

Misalnya,sel sinergid.

- Embrio adventif, terbentuknya lembaga dari salah satu sel sporofit. Misalnya

salah satu sel nuselus yang tumbuh menjadi lembaga kemudian masuk ke dalam kandungan

lembaga.

Gymnospermae
- Daur hidup gymnospermae
Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Strobiluss terbagi

atas dua yaitu strobilus jantan dan strobilus betina. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak

anteridium yang mengandung sel- sel induk butir serbuk. Sel- sel tersebutbermiosis adri

setiap sel induk menghasilakn 4 butir serbuk yang bersyap.

Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap- tiap arkegonium

terdapat satu sel induk yang lembaga yang bermiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid.

Tiga mati dan stau sel hidup sebagai sel telur. Arekegonium ini bermuara pada satu ruang

arkegonium.

a. Proses penyerbukan dan pembuahan

Pada gymnospermae terjadi terjadi pembuahan tunggal. Strobilis jantan terdiri atas

mikrosporoil- mikrosporopil yang menghasilkan serbuk asri. Sel telurnya dihasilakn oleh

mikroskorofil yang terkumpul dalam strobilis betina.


Pembuahan tunggal pada gymnospermae diawali dengan jatuhnya serbuk sari pada

mikropil yaitu lubang kecil pada makrosprorofil and tumbuhan menjadi buluh srebuk. Buruh

serbuk bergerak menuju raung bakal buah tempat sel telur.

Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari

akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan,

serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui

mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil

dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian

tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium.

Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari

dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini

sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel

spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel

permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel

spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid

dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar.

Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae

selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio.

Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus

2.2.Buah

A.Pembentukan dan Perkembangan Buah


Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah
berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal
biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni
berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di
kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang
berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana
terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam
dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan
berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma,
dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya.
Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal
biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi
berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan
keras (pada buah geluk atau nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal),
benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga
buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi masak. Pada
sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan
jumlah bakal biji yang terbuahi.

Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga,
dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga
dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding
luar,eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium); yang di dalam disebut dinding
dalam atau endokarp (endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang
disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium).
Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam,
kadang-kadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga,
kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah dan turut berkembang
membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu
lalu disebut buah semu. Itulah sebabnya menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga,
dalam kaitannya untuk memahami bagaimana suatu macam buah terbentuk.
B.Bagian-bagian Buah
C.Jenis-Jenis Buah
1.Buah tunggal, ganda, majemuk
Berdasarkan asalnya,buah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu buah tunggal,buah agreat,dan
buah majemuk:

 Buah tunggal / sejati,yaitu buah yang terbentuk dari bungah dengan satu bakal
buah,contoh apel,alpukat.
 Buah agregat ,yaitu buah yang terbentuk dari beberapa bakal buah yang terpisah
dalam satu bunga tunggal.Contoh buah storoberi.
 Buah majemuk,yaitu buah yang terbentuk dari beberapa bakal buah dan biasanya
bergabung dengan bungan lain ( lebih dari satu bunga). contoh nanas dan nangka.

Baik buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat
dibedakan atas tiga tipe dasar buah, yakni :

 Buah Tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah,
yang berisi satu biji atau lebih. Buah tunggal dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Buah kering, buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau
seperti kulit yang kering. Buah kering mempunyai 2 macam yakni : buah yang tidak
memecah(indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Contoh : buah padi, buah
kurung, buah keras, buah berbelah, buah kendaga
2. Buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal, berdaging. Buah berdaging
umunya tidak memecah kecuali buah pala. Beberapa bentuk buah berdaging antara
lain : buah buni, buah mentimun, buah jeruk, buah delima
 Buah Ganda, yakni buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki
banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang tersendiri,
lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah.
Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah
berganda.

Misalnya:

 buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar(Rosa).


 buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka(Michelia).
 buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
 buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
 Buah Majemuk, adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian
buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh
sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula
beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
o buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi
deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
o buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari(Helianthus).
o buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
o buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace(Morinda).

2.Buah Sejati dan Buah Semu


Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang
semata-mata berasal dari bakal buah sedangkan buah semu adalah buah yang berasal dari
bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.
Buah Sejati
Buah sejati murut pembentukannya dibedakan menjadi tiga, antara lain :

1. Buah sejati tunggal, buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan
satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih.
Contoh Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio zibethinus. Buah sejati
tunggal dibedakan lagi menjadi buah sejati tunggal yang kering (siccus) dan buah
sejati tunggal yang berdaging (carnosus).
2. b. Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak
bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas,
namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Buah sejati
ganda dibedakan menjadi empat jenis, yakni :

1) Buah kurung ganda contoh Rosa sp.


2) Buah batu ganda contoh Rubus fraxinifolius.
3) Buah bumbung ganda contoh Michelia champaka.
4) Buah buni ganda contoh Annona muricata

1. c. Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang terbentuk dari bunga majemuk.
Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang
pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Buah sejati majemuk dibedakan
menjadi tiga, yakni:
 Buah buni majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-
masing tumbuh menjadi buah buni. Contoh Ananas comosus
 Buah batu majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang tumbuh
menjadi buah batu. Contoh Pandanus tectorius
 § Buah kurung majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-
masing tumbuh menjadi buah kurung. Contoh Helianthus anuus

Buah Semu
Buah semu atau sering juga disebut buah tertutup yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal
buah beserta bagian – bagian lain pada bunga itu, yang malahan menjadi bagian utama buah
ini (lebih besar, menrik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat
atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sebenarnya kadang kadang tersembunyi.

1. Buah semu tunggal

Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah.
Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:

 Tangkai bunga, pada buah jambu mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya
buah ini berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan
membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan.
Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar
itu (metenya).
 Kelopak bunga, pada buah ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini
berkembang akan tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian
rupa sehingga bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan
sehingga buah yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi.

1. Buah semu ganda

Buah semu ganda yaitu, jika pada suatu bunga terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang
bebas satu sama lain, dan kemudian masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi
disamping itu ada bagian lain pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah
yang menarik perhatian (dan seringkali berguna).
Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.). pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas
satu sama lain tadi akan tumbuh dan berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga)
pada buah arbe ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi
cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik
– titik hitam kecil.

1. Buah Semu Majemuk

Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya
dari luar tampak seperti satu buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.),
yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada
ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini.
buah sejati tunggal: kering dan basah
Buah sejati tunggal, buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu
bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih. Contoh
Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio zibethinus. Buah sejati tunggal
dibedakan lagi menjadi buah sejati tunggal yang kering (siccus) dan buah sejati tunggal yang
berdaging (carnosus).

1. Buah sejati tunggal yang kering, buah sejati tunggal yang kering adalah buah sejati
tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah
siccus dibedakan atas tujuh macam, yakni :

1) Buah padi (caryopsis), yakni buah yang berdinding tipis, mengandung satu biji, dan
kulit buah berlekatan dengan kulit biji. Contoh: Oryza sativa dan Zea mays.
2) Buah kurung (achenium), yakni buah berbiji satu yang tidak pecah, dinding buahnya
tipis, berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh: Mirabilis
jalapa danHelianthus annuus.
3) Buah keras (nux), yakni buah yang mempunyai kulit buah yang keras dan kaku.
Contoh: castanea argentea.
4) Buah keras bersayap (samara), yakni buah keras yang memiliki alat tamabahan berupa
sayap. Contoh: suku Dipterocarpacea.
5) Buah berbelah (schizocarpium), yakni buah yang mempunyai dua ruang atau lebih, tiap
ruang berisi satu biji dan jiak pecah akan membentuk seperti buah kurung. Contoh:Centella
asiatica,.
6) Buah kendaga (rhegma), yakni buah yang jika pecah, masing-masing akan pecah lagi
sehingga bijinya akan keluar. Contoh: Ricinus communis.
7) Buah kotak, yakni suatu buah kering sejati yang mengandung banyak biji, terdiri atas
satu atau banyak daun buah, jika masak lalu pecah,, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama
melekat pada tangkai buah. Contoh: Samania saman.

1. Buah Sejati Tunggal yang Berdaging (Carnosus), buah sejati tunggal yang berdaging
(carnosus) umumnya memiliki tiga lapisan dinding buah, yakni dinding luar
(epicarpium), dinding tengah (mesocarpium) dan dinding dalam (endocarpium).
Namun, pada beberapa jenis hanya terdiri dari dua lapisan.. Buah sejati yang
berdaging dibedakan atas enam jenis, yakni :

1) Buah Buni (bacca), yakni buah sejati berdaging yang hanya terdiri atas dua lapisan.
Contoh: Carica papaya
2) Buah mentimun (pepo), yakni buah buni yang berasal dari tiga daun buah yang
melekuk kea rah dalam dan selanjutnya melekuk kembali kea rah luar membentuk sekat-sekat
semula. Contoh: Cvuucumis sativus.
3) Buah jeruk (hesperidium), yakni buah buni yang berdiferensiasi membentuk tiga jenis
lapisan (flavedo, albedo dan endotesta). Contoh: Cytrus sp
4) Buah batu (drupe), yakni buah yang memiliki tiga lapisan dinding buah yang keras
seperti batu. Contoh: Cocos nucifera.
5) Buah delima contoh: Punica granatum.
6) Buah apel (pomum), contoh: Pyrus malus
2.3. Biji
A.Pembentukan dan Perkembangan Biji
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah
masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta)
atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau
tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang
sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan).
Dengan demikian biji telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam
reproduksi dan pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji; Gr.
sperma biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitif seperti
lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk
menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi relung-
relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan, baik di wilayah tropis maupun
daerah beriklim dingin.
Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji , tetapi
dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya,
misalnya integumentum pada bakal biji, jika telah menjadi biji merupakan kulit
biji(spermodermis). Semula biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari tembuni atau
papan biji
Proses pembentukan biji melalui penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Hasil penyatuan
tersebut dinamakan zigot. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan
individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Zigot akan tumbuh menjadi
embrio (janin) di dalam biji. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa. Karena
embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya, maka kemampuan mewariskan sifat-
sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi.
Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji. Pada dasarnya bunga terdiri
dari beberapa organ, namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji, yaitu
benang sari (stamen) dan putik (pistil). Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-
masing membentuk gamet jantan. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum)
yang mengandung telur.
Pada waktu proses penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik, terbentuklah
tabung serbuk sari, kemudian berlangsung pembuahan antara sperma dengan telur. Proses
akhir dari pembuahan ini adalah terbentuknya biji
B.Bagian-bagian Biji

D.Cara penyebaran Biji


Untuk mempertahankan jenisnya, suatu tumbuhan mempunyai cara tersendiri untuk
menyebarkan bakal keturunannya. Berikut cara yang biasanya digunakan tumbuhan :

 Pemencaran oleh binatang (zookori), pemencaran oleh binatang biasa terjadi pada
buah-buah yang memiliki bagian-bagian yang banyak mengandung gula atau bahan
makanan lainnya. Musang, misalnya, menyukai buah-buah yang manis atau
mengandung tepung dan minyak yang menghasilkan energi.

Aneka macam buah, termasuk pepaya, kopi dan aren, dimakannya namun biji-bijinya tidak
tercerna dalam perutnya. Biji-biji itu, setelah terbawa ke mana-mana dalam tubuh musang,
akhirnya dikeluarkan bersama tinja, di tempat yang bisa jadi cukup jauh dari pohon asalnya.
Demikian pula yang terjadi pada beberapa macam biji-biji rumput dan semak yang dimakan
oleh ruminansia.
Pemencaran seperti itu disebut endozoik. Dari golongan burung, telah diketahui sejak lama
bahwa burung cabe (Dicaeidae) memiliki keterkaitan yang erat dengan penyebaran beberapa
jenis pasilan atau benalu (Loranthaceae); yang buah-buahnya menjadi makanan burung
tersebut dan bijinya yang amat lengket terbawa pindah ke pohon-pohon lain.
Cara lain adalah apa yang disebut epizoik, yakni pemencaran dengan cara menempel di
bagian luar tubuh binatang. Buah atau biji yang epizoik biasanya memiliki kait atau duri, agar
mudah melekat dan terbawa pada rambut, kulit atau bagian badan binatang lainnya. Misalnya
pada buah-buah rumput jarum (Andropogon), sangketan (Achyranthes), pulutan (Urena) dan
lain-lain.

 Pemencaran oleh angin (anemokori)

Di kawasan hutan hujan tropika, pemencaran oleh angin merupakan cara yang efektif untuk
menyebarkan buah dan biji, nomor dua setelah pemencaran oleh binatang. Tidak
mengherankan jika Dipterocarpaceae, kebanyakan memiliki bentuk buah samara, menjadi
salah satu suku pohon yang mendominasi tegakan hutan di Kalimantan dan Sumatra.
Tumbuhan lain yang memanfaatkan angin, yang juga melimpah keberadaannya di hutan
hujan ini, adalah jenis-jenis anggrek (Orchidaceae). Buah anggrek merupakan buah kotak
yang memecah dengan celah-celah, untuk melepaskan biji-bijinya yang halus dan mudah
diterbangkan angin. Alih-alih buahnya, pada jenis-jenis tumbuhan tertentu adalah bijinya
yang memiliki sayap atau alat melayang yang lain. Biji-biji bersayap ini misalnya adalah biji
bayur (Pterospermum), mahoni (Swietenia), atau tusam (Pinus).
Biji kapas (Gossypium) dan kapok (Ceiba) memiliki serat-serat yang membantunya melayang
bersama angin.

 Pemencaran oleh air (hidrokori)

Buah-buah yang dipencarkan oleh air pada umumnya memiliki jaringan pengapung (seperti
gabus) yang terisi udara atau jaringan yang tak basah oleh air. Misalnya adalah jaringan sabut
pada buah-buah kelapa (Cocos), ketapang (Terminalia) atau putat (Barringtonia).
Buah bakau (Rhizophora) telah berkecambah semasa masih melekat di batangnya (vivipar).
Akar lembaga dan hipokotilnya tumbuh memanjang keluar dari buah dan menggantung di
ujung ranting, hingga pada saatnya kecambah terlepas dan jatuh ke lumpur atau air di
bawahnya. Kecambah yang jatuh ke lumpur mungkin langsung menancap dan seterusnya
tumbuh di situ; namun yang jatuh ke air akan terapung dan bisa jadi terbawa arus air sungai
atau laut hingga ke tempat yang baru, di mana kecambah itu tersangkut dan tumbuh menjadi
pohon.

 Pemencaran sendiri

Beberapa banyak macam buah, melemparkan sendiri biji-bijinya melalui berbagai mekanisme
pecahnya dinding buah, yang sebagian besar berdasarkan pada peristiwa higroskopi atau
turgesensi. Buah-buah kering yang memecah sendiri (dehiscens), di saat masak kehilangan
kadar airnya, hingga pada lengas tertentu bagian-bagian yang terkait melenting secara tiba-
tiba, memecah kampuh, dan melontarkan biji-biji di dalamnya ke kejauhan.
Contohnya adalah buah para (Hevea), yang sering terdengar ‘meletus’ di kala hari panas.
Demikian pula berbagai macam polong-polongan (Fabaceae), yang dapat melontarkan biji
hingga beberapa puluh meter jauhnya. Buah pacar air (Impatiens), karena sifat lentingnya,
bahkan sering digunakan anak-anak untuk bermain.
Daftar Pustaka

Biologi Kelas IX karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto.


Biologi SMA / MA Kelas IX karangan Siti Nur Rochmah , Sri Widayati , Meirina Arif
Biologi untuk SMA / MA Kelas IX Program IPA karangan Faidah Rachmawati , Nurul
Urifah ,Ari Wijayati
Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F , Moekti A.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Buah dan biji adalah bagian dari organ reproduksi tumbuhan tingkat tinggi. Pada
hakekatnya keberadaan buah hanya dapat dijumpai pada tumbuhan yang termasuk dalam sub
divisi Angiospermae. Pada tumbuhan Gymnospermae, biji tidak ditutupi oleh daun buah
sehingga tidak membentuk buah. Gymnospermae sebagaimana asal kata dari sub divisi ini
memiliki biji yang telanjang.

Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan atau persarian. Pada
hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang pertama adalah buah semu dan yang
kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari penamaan buah tersebut menjadi buah sejati dan
buah semu dapat dilihat dari struktur buah dan bagian – bagian buah yang ada pada buah.
Misalnya dikatakan buah sejati atau buah sebenarnya adalah ketika bentuk buah tidak
terhalangi oleh bagian – bagian buah yang ada, pengecualian tetap ada, seperti pada buah
jambu mete terlihat tangkai bunga yang membesar seperti buah, padahal bagianyang
membesar itu bukan buah tapi tangkai buah.

Dikatakan buah semu karena terlihat bagian – bagian yang menghalangi atau membungkus
buah yang sebenarnya, seperti pada buah ciplukan bagian buahnya terhalang oleh kelopak
bunga yang ikut tumbuh dalam proses pembuahan dan kemudian tumbuh dan membungkus
bagian buah yang sebenarnya .

Selain itu, ada juga pengkhususan – pengkhususan pada buah, seperti buah semu dibagi lagi
menjadi buah semu tunggal, buah semu ganda, dan buah semu majemuk. pada buah semu
kadangkala bentuknya dapat menipu dan membuat keliru khususnya bagi orang – orang
awam yang tidak mengenal bagian mana yang disebut buah pada buah semu, kadang kita
juga suka tertipu oleh bentuk buah semu yang sebenarnya dan bagian lain yang ikut tumbuh
yang lebih memikat perhatian dibandingkan dengan bagian buah yang sebenarnya.

Selain buah, bagian tumbuhan tyang paling penting adalah biji. Biji adalah organ
perkembangbiakan bagi tumbuhan Spermatophyta. Pada Angiospermae, biji dji ibungkus
dengan daun buah sehingga dikenal sebagai biji tidak tertutup oleh daun buah sehingga
dikenal sebagai tumbuhan berbiji terbuka.Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut,
maka dianggap perlu untuk menyusun suatu makalah sebagai bahan informasi dan rujukan
dalam pemahaman terhadap buah dan biji.

1.2 Rumusan Masalah

2. Apa yang membedakan antara buah semu dengan buah sejati?

3. Bagaimana pengklasifikasian buah semu dan buah sejati?

4. Bagaimana susunan dari lapisan-lapisan dinding buah?

5. Bagaimana susunan lapisan dinding biji?

1.3 Tujuan

a , Untuk mengetahui perbedaan antara buah sejati dengan buah semu?

b. Untuk mengetahui pembagian buah berdasarkan asal dan proses terbentuknya

c. Untuk mengetahui susunan dari lapisan dinding buah

d. Untuk mengetahui susunan lapisan-lapisan biji

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Buah

Buah (fruktus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan
lanjutan dari bakal buah (ovarium).Buah terbentuk setelah terjadi setelah terjadi peristiwa
penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil, dimana serbuk sari berhasil mencapai bakal buah.
Maka akan terbentuk buah dan biji. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka
rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai
pemencar biji tumbuhan.
2.2 Klasifikasi Buah

Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang
semata-mata berasal dari bakal buah sedangkan buah semu adalah buah yang berasal dari
bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.

2.2.1. Buah Sejati

Buah sejati menurut asal pembentukannya dibedakan menjadi tiga bagian, yakni:

a. buah sejati tunggal,

Buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi
satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih. Contoh Mangga (Mangifera indica),
Carica papaya dan Durio zibethinus. Buah sejati tunggal dibedakan lagi menjadi buah sejati
tunggal yang kering (siccus) dan buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus).

1. Buah sejati tunggal yang kering

Buah sejati tunggal yang kering adalah buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan
mengayu seperti kulit yang kering. Buah siccus dibedakan atas tujuh macam, yakni :

Ø Buah padi (caryopsis), yakni buah yang berdinding tipis, mengandung satu biji, dan kulit
buah berlekatan dengan kulit biji. Contoh Oryza sativa dan Zea mays.

Ø Buah kurung (achenium), yakni buah berbiji satu yang tidak pecah, dinding buahnya tipis,
berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh Mirabilis jalapa dan
Helianthus annuus.

Ø Buah keras (nux), yakni buah yang mempunyai kulit buah yang keras dan kaku. Contoh
castanea argentea.

Ø Buah keras bersayap (samara), yakni buah keras yang memiliki alat tamabahan berupa
sayap. Contoh suku Dipterocarpacea

Ø Buah berbelah (schizocarpium), yakni buah yang mempunyai dua ruang atau lebih, tiap
ruang berisi satu biji dan jiak pecah akan membentuk seperti buah kurung. Contoh Centella
asiatica,.

Ø Buah kendaga (rhegma), yakni buah yang jika pecah, masing-masing akan pecah lagi
sehingga bijinya akan keluar. Contoh Ricinus communis

Ø Buah kotak, yakni suatu buah kering sejati yang mengandung banyak biji, terdiri atas satu
atau banyak daun buah, jika masak lalu pecah,, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama
melekat pada tangkai buah. Contoh Samania saman.

2. Buah Sejati Tunggal yang Berdaging (Carnosus)

Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) umumnya memiliki tiga lapisan dinding buah,
yakni dinding luar (epicarpium), dinding tengah (mesocarpium) dan dinding dalam
(endocarpium). Namun, pada beberapa jenis hanya terdiri dari dua lapisan.. Buah sejati yang
berdaging dibedakan atas enam jenis, yakni :

Ø Buah Buni (bacca), yakni buah sejati berdaging yang hanya terdiri atas dua lapisan.
Contoh Carica papaya

Ø Buah mentimun (pepo), yakni buah buni yang berasal dari tiga dau n buah yang melekuk
kea rah dalam dan selanjutnya melekuk kembali kea rah luar membentuk sekat-sekat semula.
Contoh Cvuucumis sativus

Ø Buah jeruk (hesperidium), yakni buah buni yang berdiferensiasi membentuk tiga jenis
lapisan (flavedo, albedo dan endotesta). Contoh Cytrus sp.

Ø Buah batu (drupe), yakni buah yang memiliki tiga lapisan dinding buah yang keras seperti
batu. Contoh Cocos nucifera

Ø Buah delima contoh Punica granatum

Ø Buah apel (pomum), contoh Pyrus malus

b. buah sejati ganda,

Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah.
Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya
menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Buah sejati ganda dibedakan
menjadi empat jenis, yakni :

Ø Buah kurung ganda contoh Rosa sp.

Ø Buah batu ganda contoh Rubus fraxinifolius

Ø Buah bumbung ganda contoh Michelia champaka

Ø Buah buni ganda contoh Annona muricata


c. buah majemuk,

Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang terbentuk dari bunga majemuk. Dengan
demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya
seakan-akan menjadi satu buah saja.

Buah sejati majemuk dibedakan menjadi tiga, yakni:

a. Buah buni majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-
masing tumbuh menjadi buah buni. Contoh Ananas comosus

b. Buah batu majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang tumbuh
menjadi buah batu. Contoh Pandanus tectorius

c. Buah kurung majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-
masing tumbuh menjadi buah kurung. Contoh Helianthus anuus
1. Buah Semu

Buah semu atau sering juga disebut buah tertutup yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal
buah beserta bagian – bagian lain pada bunga itu, yang malahan menjadi bagian utama buah
ini (lebih besar, menrik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat
atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sebenarnya kadang kadang tersembunyi.

a. Buah semu tunggal

Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah.
Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:

1. tangkai bunga, pada buah jambu mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya
buah ini berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan membesar
serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang
yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar itu (metenya).

2. kelopak bunga, pada buah ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini
berkembang akan tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian rupa
sehingga bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan sehingga buah
yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar
dibawah ini.

b. Buah semu ganda

Buah semu ganda yaitu, jika pada suatu bunga terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang
bebas satu sama lain, dan kemudian masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi
disamping itu ada bagian lain pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah
yang menarik perhatian (dan seringkali berguna). Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.).
pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas satu sama lain tadi akan tumbuh dan
berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga) pada buah arbe ikut tumbuh dan
membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan
buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik – titik hitam kecil.

b. Buah Semu Majemuk

Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya
dari luar tampak seperti satu buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.),
yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada
ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini.

2.2 Biji

2.2.1 Pengertian Biji

Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah
masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta)
atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau
tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang
sesuai untuk pertumbuhan.
2.2.2 Struktur Biji

Biji tersusun atas tiga komponen utama, yakni:

a. Kulit Biji

Kulit biji adalah bagian biji yang berasal dari selaput bakal biji (integumnetum). Pada
tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), kulit biji tersusun atas dua lapisan, yakni :

1. lapisan kulit luar (testa) merupakan lapisan yang tipis, kaku dan merupakan pelindung
utama bagian dalam biji.

2. Lapisan kulit dalam (tegmen) biasanya tipis seperti selaput dan seringkali disebut
sebagai kulit ari.

Pada Gymnospermae, kulit biji terdiri atas tiga lapisan, yakni :

1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging

2. Kulit tengah (sclerotesta) merupakan lapisan yang kuat dan keras dan berkayu

3. Kulit dalam (endotesta) biasanya tipis seperti selaput dan melekat pada biji.

Bagian-bagian tambahan pada biji meliputi :

1. Sayap (ala), yakni alat tambahan pada biji yang digunakan dalam pemnecaran oleh
angin. Contoh biji Moringa oleifera

2. Bulu (coma), yakni penonjolan sel-sel kulit biji yang berupa rambut-rambut. Contoh
Gossypium sp.

3. Salut biji (arillus). Contoh pada Durio zibethinus

4. Salut biji semu (arillodium),

5. Pusar biji (hilus), ykni bagian kulit luar biji yang merupakan berkas pelekatan dengan
tali pusar. Contoh pada Vigna sinensis

6. Liang biji (micropyle), yakni liang kecil bekas masuknya serbuk sari. Contoh pada biji
Ricinus communis

7. Berkas-berkas pembuluh angkut (chalaza), yakni tempat pertemuan integument dengan


nuselus. Contoh Vitis vinifera

8. Tulang-tulang biji (raphe), yakni terusan tali pusar pada biji. Contoh pada biji Ricinus
communis

b. Tali Pusar (Funiculus)


Tali pusar merupakan bagian yang menhubungkan biji dengan tembuni. Jika biji masak,
biasanya biji terlepas dari tali pusarnya.

c. Inti Biji (Nucleus seminis)

Inti biji adalah semua bagian biji yang terletak di dalam kulitnya. Inti biji terdiri atas :
– Lembaga (embryo) yang merupaka calon individu baru

– Putih lembaga (albumen) adalah jaringan yang berisi cadangan makanan untuk masa
permulaan kehidupan tumbuhan.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil pengam,atan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Buah sejati adalah buah yang berasal dari bakal buah dan tidak melibatkan
perkembangan bagian-bagian bunga yang lain sedangkan buah semu adalah buah yang
berasal dari bakal buah dan bagian-bagian buah yang lain yang yang justru menjadi bagian
yang menyolok pada buah.

2. Buah ditinjau dari asal perkembangannya dibedakan atas tiga bagian, yakni buah
tunggal yang berasal dari bunga dengan satu bakal buah; buah ganda yakni buah yang berasal
dari satu bunga dengan beberapa bakal buah dan buah majemuk, yakni buah yang berasal
dari buah majemuk

3. Lapisan dinding buah terdiri atas tiga bagian, yakni epicarpium, mesocarpium dan
endocarpium

4. Biji tersusun atas tiga komponen, yakni kulit biji (spermodermis), tali pusar
(funiculus) dan inti biji (Nucleus seminis)

B. Saran

Saran yang saya berikan dalam makalah ini adalah sebaiknya dalam penyusunan makalah ini
adalah sebaiknya ruang lingkupnya dibatasi agar pembahasannya lebih terarah