Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN INDIVIDU MANAJEMEN KEPERAWATAN

DI RUANG PAVILIUN 2 WIJAYAKUSUMA RSUD SALATIGA

PROGRAM PROFESI NERS POLTEKKES SURAKARTA


Manajemen Keperawatan

OLEH :
WIDYA FUJI ALDINA
P27220018206

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
TAHUN 2019
LAPORAN KEGIATAN KEPALA RUANGAN
DI RUANG PAVILIUN WIJAYA KUSUMA 2
RSUD KOTA SALATIGA

A. PENDAHULUAN
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsimanajemen,
terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yangberubahdinamis. Dalam era
globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan
sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat(dugaan).Dalam manajemen,
perencanaan adalah proses mendefinisikantujuan organisasi, membuat strategi untuk
mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi.Perencaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaanfungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan tak akandapat berjalan.
Kegiatan perencanaan dalam praktek keperawatan profesional merupakan upaya
meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan sehingga mutu
pelayanan bukan saja dapat dipertahankan tapi bisa terus meningkat sampai tercapai
derajat kepuasan tertinggi bagi penerima jasa pelayanan keperawatan dan pelaksana
pelayanan itu sendiri. Dengan demikian sangat dibutuhkan perencanaan yang
profesional juga.Perencanaan dalam bentuk data yang harus di kumpulkan dan di
analisa meliputi :Sensus rata-rata pasien setiap hari, Kapasitas tempat tidur dan
presentase pekerjaan, Rata-rata lama di rawat, Jumlah kelahiran, Jumlah operasi,
Kecenderungan dalam populasi pasien, Kecenderungan dalam teknologi dan Analisa
lingkungan.
Ruangan atau bangsal sebagai salah satu unit terkecil pelayanan kesehatan
merupakan tempat yang memungkinkan bagi perawat untuk menerapkan ilmu dan
kiatnya secara optimal. Namun perlu disadari, tanpa adanya tata kelola yang
memadai, kemauan, dan kemampuan yang kuat, serta peran aktif dari semua pihak,
maka pelayanan keperawatan professional hanyalah akan menjadi teori semata. Untuk
itu perawat perlu mengupayakan kegiatan penyelenggaraan Model Praktek
Keperawatan Profesional (MPKP) yang merupakan penataan sistem pemberian
pelayanan keperawatan melalui pengembangan model praktik keperawatan yang
ilmiah. Model ini sangat menekankan pada kualitas kinerja tenaga keperawatan yang
berfokus pada profesionalisme keperawatan antara lain melalui penataan dan fungsi
setiap jenjang tenaga keperawatan, sistem pengembalian keputusan, sistem penugasan
dan sistem penghargaan yang memadai.
Begitu juga dengan posisi perawat sebagai seorang kepala ruangan, ketua tim
atau perawat pelaksana dalam suatu bagian, memerlukan suatu pemahaman tentang
bagaimana mengelola dan memimpin orang lain dalam mencapai tujuan asuhan
keperawatan yang berkualitas. Sebagai perawat professional, tidak hanya mengelola
orang tetapi sebuah proses secara keseluruhan yang memungkinkan orang dapat
menyelesaikan tugasnya dalam memberikan asuhan keperawatan serta meningkatkan
keadaan kesehatan pasien menuju ke arah kesembuhan.

B. TUJUAN MPKP
1. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan
2. Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekososongan pelaksanaan asuhan
keperawatan oleh tim keperawatan.
3. Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan.
4. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan.
5. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi
setiap tim keperawatan

C. VISI RUMAH SAKIT


Mewujudkan Rumah Sakit Pendidikan yang Mandiri, sebagai Pilihan Utama dengan
Pelayanan yang Bermutu”

D. MISI RUMAH SAKIT


1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna, berhasil dan berdaya guna.
2. Melaksanakan proses perubahan terus menerus dalam pemenuhan kebutuhan
pelayanan prima.
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kedokteran
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan strategik.
4. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, dan penelitian pengembangan dalam
kedokteran.
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan.

E. MOTO
Keselamatan, Kesembuhan dan Kepuasan Anda Menjadi Kebahagiaan Kami
F. Perencanaan dan Pengorganisasian
1. Struktur organisasi MPKP

KEPALA RUANGAN
TITO RAHMAT
DARMAWAN

PERAWAT PRIMER PERAWAT PRIMER


M. AMRI IRSYADI AMIRA FATIMA

PERAWAT ASSOCIATE PERAWAT ASSOCIATE


AFRIZAL UMARDANI SUCI INDAH PRATIWI
WIDYA FUJI ALDINA
2. Jadwal Dinas

No. Nama 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4
1. Afrizal Umardani S KS P M L S KP KP M L KS KS P M L S P K K
2. Ammira Fatima S KP KP M L S K K M L S P P M L KS KS S KP
3. Cristine Lisa E KP KP S P P M L S K K M L KS S P M L KS S
4. Elia Arya Udaya P S KS KS P M L S KP KP M L S P K M L S KP
5. Joko Rifai K K S S KP KP M L S P P M L KS KS P M L S
6. Muhammad Amri Irsyadi KS P M L S P P M L S K K M L S S KP KP KS
7. Sela Andela KP S P S K K M L KS KS P M L S KP KP M L S
8. Suci Indah Pratiwi KS KS KP KP M L S P P M L S K K M L S KS P
9. Tito Rahmat D P P M L KS KS P M L S KP KP M L S K K P KS
10. Widya Fuji Aldina S S K K M L KS KS P M L S KP KP M L S KP P

KETERANGAN:
K : KARU
KP : KATIM PAGI
KS : KATIM SORE
P : PAGI
S : SORE
1. Pasien
Pasien Ruang Paviliun Wijaya Kusuma 2 Tanggal 1 Mei 2019
 Rumus Dauglas
Jumlah pasien Ruang Paviliun Wijaya Kusuma 2 ada 11 orang dengan kriteria:
a. Minimal care : 11 orang
b. Partial care : Tidak ada
c. Total care : Tidak ada

Perhitungan kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan


a. Pagi.
 Minimal : 9 x 0,17 = 1,53
 Total : 0 x 0,36 = 0+
Jumlah 1,53= 2 orang
b. Siang
 Minimal : 11 x 0,14 = 1,54
 Total : 0 x 0,30 = 0+
Jumlah 1,54 = 2 orang
c. Malam
 Minimal : 11 x 0,07 = 0,77
 Total : 0x 0,20 = 0+

Jumlah 0,77 = 1 orang


RENCANA HARIAN KEPALA RUANGAN

Hari/tanggal :
No. KEGIATAN
1 Mengikuti kegiatan apel pagi
2 Mengikut operan jaga dinas
3 Melakukan meeting morning bersama seluruh staf keperawatan ruangan
4 Melakukan Pre Conference bersama PP dan PA ruangan
5 Mengecek kebutuhan pasien
6 Melakukan interaksi dengan pasien baru atau pasien yang memerlukan perhatian khusus

7 Mengisi survilance Pencegahan Pengendalian Infeksi


8 Melakukan supervisi pada PP dan PA perawat pelaksana :
PP: M. Amri Irsyadi
PA: Afrizal Umardani
9 Mengecek ulang keadaan pasien,perawat, lingkungan yang belum teratasi
10 Merencanakan dan mempersiapkan kegiatan asuhan keperawatan untuk sore, malam, dan esok hari
sesuai tingkat ketergantungan pasien
11 Mengobservasi post conference
12 Mengikuti operan jaga dinas

Tabel 1.2
Rencana Bulanan Kepala Ruangan
RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN MPKP
Bulan : April – Mei 2019
Jum’at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis
3 4 5 6 7 8 10
Rapat Ruangan Supervisi Audit Supervisi Audit Supervisi Penkes
Laporan Katim dokumentasi PA dokumentasi ruangan kepada
Bulanan Keluarga
11 12 13 14 15 16 17
Rapat Supervisi Audit Supervisi Audit Case
koordinasi Katim dokumentasi PA dokumentasi Conference
18 19 20 21 22 23 24
Penkes Kepada Supervisi Audit Supervisi Audit Supervisi Case
Keluarga Katim dokumentasi PA dokumentasi Ruangan Conference
25 26 27 28 29 30 1
Menyusun Supervisi Audit Supervisi Audit Case
jadwal Dinas Katim dokumentasi PA dokumentasi Conference

2 3 4
Rapat Supervisi Audit
Koordimasi Katim dokumentasi
Mengetahui
Kepala Ruangan

(Tito Rahmat Darmawan)


LAPORAN KEGIATAN PERAWAT PRIMER
DI RUANG PAVILIUN 2 WIJAYAKUSUMA
RSUD SALTIGA

Nama PP : Tito Rahmat Darmawan


Hari/Tanggal : Jum’at, 26 April 2019
Nama PA 1 : Joko Rifai
Nama PA 2 : Sela Andela
No Topik Sasaran Evaluasi
1 Mengikuti pelaksanaan Ketua Tim
apel pagi

2
Menerima operan jaga Semua staff keperawatan Lanjutkan intervensi
malam
3 Pre-Conference PA Tim I Total pasien Tim I yaitu 5
orang dengan rencana
BLPL 3 orang .
Mendiskusikan rencana
tindaka n yang akan
dilakukan PA
4 Pembagian pasien PA I : PA I dan II mengampu
Ny. H masing-masing 1 pasien.
(HT GII, SNH) Tindakan yang dilakukan
PA I :
1. Obs. TTV dan KU
2. Memberikan terapi
PA II : An. R obat oral dan injeksi
(Sepsis, KDS) 3. Memeriksa nilai
GDS per pagi

Tindakan yang dilakukan


PA II :
1. Obs. TTV dan KU
2. Memberikan terapi
obat PCT 100mg
dan cefotaxime
250mg via parenteral
5 Memonitor tanda-tanda PA I : Ny. H
vital Ny. H TD: 170/89mmHg, N:
111x/m, S: 36,2°C
PA II : An. R
An. R S: 38,9°C
6 Post Conference PA I : Ny.H Ny. H
S:
Pasien mengatakanbadan
PA II : An. R terasa lemah, pusing,
ekstremitas kiri lemah
O:
KU: CM,
TTV: TD 170/89
N 111x/menit
S 36,2°C
A:
masalah hambatan
mobilitas fisik belum
teratasi
P:
1. Obs. KU dan TTV
2. Lakukan discharge
planning pasien
pulang
3. Ajarkan keluarga
cara menyuntik
isulin

An. R
S:
Ibu an.R mengatakan
badan anaknya terasa
panas, batuk pilek, tadi
malam kejang lagi tidak
sampai 1 menit.
O:
KU : CM, lemah
S : 38,9°C
Telah diberikan PCT
A:
Masalah hipertermi
belum teratasi
P:
1. Obs. KU dan TTV
2. Lakukan discharge
planning pasien
pulang
3. Ajarkan keluarga
cara menangani
demam dan kejang
pada anaknya