Anda di halaman 1dari 2

Menurut anda, bagaimana paradigma yang baik untuk CONTROL, SERVICES, atau

DECISIONS oleh manajemen SDM di dalam perusahaan? (Beri contoh dalam bentuk organisasi
perusahaan akan lebih baik)

Paradigma yang baik untuk CONTROL, SERVICES, atau DECISIONS oleh manajemen SDM
di dalam sebuah perusahaan :
1. Control
berorientasi pada personnel atau personalia, dimana pengelola SDM berfokus pada urusan
administrasi pegawai seperti absen, gaji, cuti, dan lain-lain dalam upaya melakukan menjaga
kepatuhan dan mengatur proses manajemen (maintaining compliance and control of
management process). Namun, dalam bagian personalia ini tidak terdapat standar
kinerja/pengukuran yang jelas.
Contoh : Bagian SDM membuat pengaturan mengenai izin pengambilan cuti pegawai untuk
lebaran yang mana jumlah pegawai yang diperbolehkan cuti maksimal 50% tiap divisi.

2. Services
berorientasi pada human resources, dimana divisi sumber daya manusia menyediakan
pelayanan yang efektif (providing effective services) bagi para pegawai yang diharapkan jika
pegawai mendapatkan pelayanan yang baik akan meningkatkan kinerja pegawai tersebut dalam
upaya pencapaian tujuan perusahaan seperti melakukan training untuk meningkatkan
kompetensi pegawai, dan melaksanakan fungsi sebagai employee advocate yang membela
kepentingan pegawai yang berkaitan hak-hak pegawai terkait pekerjaannya.
Contoh : Bagian SDM menyediakan sarana pendidikan dan pelatihan baik soft skills maupun
kompetensi yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.

3. Decision
berorientasi kepada pegawai sebagai human capital yang merupakan modal yang penting dalam
upaya pencapaian tujuan perusahaan, divisi human capital dituntut dapat memetakan
kemampuan pegawai (talentship) dengan baik dan menjadi tangan kanan manajemen puncak
dalam meningkatkan keandalan pengambilan keputusan (focus on improving organization
decisions).
Contoh : Bagian SDM memiliki catatan terkait riwayat pendidikan, daftar pelatihan yang telah
diikuti pegawai, serta riwayat hasil kinerja dari tahun ke tahun sebagai bahan pertimbangan
untuk mengetahui potensi dan promosi pegawai.