Anda di halaman 1dari 5

Collaborative Learning Masalah Kesehatan Lingkungan Perumahan

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok

Pada mata kuliah Komunitas III semester enam

Yang diampu oleh Ns. Dewi Setyowati,S.Kep.,MNS

Disusun oleh :

Widya Tri Ikrarta

G2A016004

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2018/2019
 Definisi

Menurut WHO rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung ,
dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik
untuk kesehatan keluarga dan individu ( komisi WHO mengenai kesehatan dan lingkungan ,2001
). Fungsi rumah rumah bagi manusia yang diposkan oleh suhadi (2007) yang dikutip dari Azwar
adalah Sebagai tempat untuk melepaskan lelah, beristirahat setelah penat melasanakan kewajiban
sehari-hari, Sebagai tempat untuk bergaul dengan keluarga atau membina rasa kekeluargaan bagi
segenap anggota keluarga yang ada, Sebagai tempat untuk melindungi diri dari bahaya yang
datang mengancam,Sebagai lambang status sosial yang dimiliki yang masih dirasakan hingga
saat ini, Sebagai tempat untuk meletakan atau menyimpan barang-barang berharga yang dimiliki,
yang terutama masih ditemui pada masyarakat pedesaan.

Rumah sehat berdasarkan pedoman teknis penilaian rumah sehat (DepkesRI,2007).


Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup , komunikasi yang sehat anatar
anggota keluarga dan penghuni rumah , adanya ruangkhusus untuk istrahat ( ruang tidur ), bagi
masing- masing penghuni . memenuhi persyratan pencegahan penularanpenyakit antar penghuni
rumah dengan penyediaan air bersih , pengolahan tinja dan limbah rumah tangga , bebas vektor
penyakit dan tikus ,tidak terlalu padat penghuni , cukup sinar matahari pagi , terlindungnya
makanan dan minuman dari pencemaran , pencahayaan dan penghawaan yang cukup . memenuhi
persyratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena pengaruh luar dan dalam .

Syarat – syarat pengelolaan rumah sehat

Adapun aspek komponen rumah yang memenuhi syarat rumah sehat adalah:

1. Langit-langit

Adapun persayaratan untuk langit-langit yang baik adalah dapat menahan debu dan kotoran
lain yang jatuh dari atap, harus menutup rata kerangka atap serta mudah dibersihkan.

2. Dinding
Dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat dinding sendiri, beban tekanan angin
dan bila sebagai dinding pemikul harus dapat memikul beban diatasnya, dinding harus
terpisah dari pondasi oleh lapisan kedap air agar air tanah tidak meresap naik sehingga
dinding terhindar dari basah, lembab dan tampak bersih tidak berlumut.

3. Lantai.

Lantai harus kuat untuk menahan beban diatasnya, tidak licin, stabil waktu dipijak,
permukaan lantai mudah dibersihkan.Menurut Sanropie (1989), lantai tanah sebaiknya tidak
digunakan lagi, sebab bila musim hujan akan lembab sehingga dapat menimbulkan
gangguan/penyakit terhadap penghuninya. Karena itu perlu dilapisi dengan lapisan yang
kedap air seperti disemen, dipasang tegel, keramik.Untuk mencegah masuknya air ke dalam
rumah, sebaiknya lantai ditinggikan ± 20 cm dari permukaan tanah.

4. Ventilasi

Ventilasi ialah proses penyediaan udara segar ke dalam suatu ruangan dan pengeluaran
udara kotor suatu ruangan baik alamiah maupun secara buatan. Ventilasi harus lancar
diperlukan untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan kesehatan. Ventilasi
yang baik dalam ruangan harus mempunyai syarat-syarat, diantaranya:

 Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan. Sedangkan luas
lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5%. Jumlah keduanya
menjadi 10% kali luas lantai ruangan.
 Udara yang masuk harus udara bersih, tidak dicemari oleh asap kendaraan, dari pabrik,
sampah, debu dan lainnya.
 Aliran udara diusahakan Cross Ventilation dengan menempatkan dua lubang jendela
berhadapan antara dua dinding ruangan sehingga proses aliran udara lebih lancar.

5. Pencahayaan

Cahaya yang cukup kuat untuk penerangan di dalam rumah merupakan kebutuhan
manusia.Penerangan ini dapat diperoleh dengan pengaturan cahaya alami dan cahaya
buatan.Yang perlu diperhatikan, pencahayaan jangan sampai menimbulkan kesilauan.
 Pencahayaan Alamiah. Penerangan alami diperoleh dengan masuknya sinar matahari ke
dalam ruangan melalui jendela, celah maupun bagian lain dari rumah yang terbuka, selain
untuk penerangan, sinar ini juga mengurangi kelembaban ruangan, mengusir nyamuk atau
serangga lainnya dan membunuh kuman penyebab penyakit tertentu.

 Pencahayaan Buatan. Penerangan dengan menggunakan sumber cahaya buatan, seperti


lampu minyak tanah, listrik dan sebagainya.

6. Luas Bangunan Rumah. Luas bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di
dalamnya, artinya luas bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas
bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninyaakan menyebabkan kepadatan
penghuni (overcrowded). Hal ini tidak sehat, disamping menyebabkan kurangnya konsumsi
oksigen, bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi akan mudah menular
kepada anggota keluarga yang lain. Sesuai kriteria Permenkes tentang rumah sehat,
dikatakan memenuhi syarat jika ≥ 8 m2/ orang.

7. Sarana Air Bersih

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya
memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.Di Indonesia standar
untuk air bersih diatur dalam Permenkes RI No. 01/Birhubmas/1/1975 (Chandra,
2009).Dikatakan air bersih jika memenuhi 3 syarat utama, antara lain:

 Syarat fisik. Air tidak berwarna, tidak berbau, jernih dengan suhu di bawah suhu udara
sehingga menimbulkan rasa nyaman.
 Syarat kimia. Air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat kimia, terutama yang
berbahaya bagi kesehatan,
 Syarat bakteriologis. Air tidak boleh mengandung suatu mikroorganisme.Misal sebagai
petunjuk bahwa air telah dicemari oleh feses manusia adalah adanya E. coli karena
bakteri ini selalu terdapat dalam feses manusia baik yang sakit, maupun orang sehat
serta relatif lebih sukar dimatikan dengan pemanasan air.
8. Jamban (sarana pembuangan kotoran)

Pembuangan kotoran yaitu suatu pembuangan yang digunakan oleh keluarga atau sejumlah
keluarga untuk buang air besar. Cara pembuangan tinja, prinsipnya yaitu:

 Kotoran manusia tidak mencemari permukaan tanah.


 Kotoran manusia tidak mencemari air permukaan/ air tanah.
 Kotoran manusia tidak dijamah lalat.
 Jamban tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
 Konstruksi jamban tidak menimbulkan kecelakaan.
 Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Ciri – ciri rumah sehat
 Minimum dari kelompok rumah adalah langit – langit , dinding ,jendela , kamar tidur ,
jendela ruang keluarga , ventilasi , sarana pembuangan asap dapur dan pencahayaan ,
 Minimum dari kelompok sanitasi adalah sarana air bersih ,jamban sarana pembuangan
airlimbah dansarana pembuangan sampah ,
 Perilaku sanitasi rumah adalah unsur / usaha kesehatan masyarakat yang menitik
beratkan pada pengawasan terhadap struktur fisik yang digunakan .( Dinas Kesehatan ,
2005)