Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK

REVIEW MK.
KEPEMIMPINAN
PRODI S1 PTO-FT

Skor Nilai :

KECERDASAN EMOSIONAL KEPEMIMINAN KEPALA SEKOLAH

Dr. ROHIAT, M.Pd.

TAHUN 2008

NAMA MAHASISWA : EGO PRANATA

NIM : 5183122027

DOSEN PENGAMPU : DR. DARWIN,M.Pd

MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI MEDAN


EXCECUTIVE SUMMARY

CRITICAL BOOK RIVIEW dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kurikulum
baru KKNI dalam mata kuliah KEPEMIMPINAN , dalam penyusunan makalah penulis
mengunakan 1 buku utama yang berjudul “ORGANISASI ,KEPEMIMPINAN& PERILAKU
ADMINISTRASI”dan buku pembanding PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN.

Sistematika penyusunan makalah pun mengikuti sistematika yang ada dalam


kontrak perkuliahanKEPEMIMPINAN dengan dosen mata kuliahDra.Yusna Melianti M.H
Pengumpulan dalam bentuk hard copy dengan lampiran Fotocopy buku yang telah
disetujui.

Mungkin makalah ini masih jauh dari kata sempurna , tapi tidak ada salahnya
untuk dicoba membaca isi dari makalah ini karena makalah ini mancakup tentang
bagaimana memahami kepemimpinan baik orang yang memimpin maupun kita sebagai
pemimpin.

Makalah ini sangat cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa dan


masyarakat.Dengan mempelajari kepemimpinan mahasiswa semakin memahami
bagaimana itu memimpin yang baik dan jadi teladan .Pemimpin harus mampu
mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba,dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan ,dan
sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah
ditetapkan.Ringkasnya pemimpin mempunyai kesempatan paling banyak sebagai kunci
suksesnya organisasi atau bisnis.

Dalam setiap karya bersama atau kerja kolektif itulah dibutuhkan kepemimpinan
dan pemimpin untuk mendefenisikan setiap langkah dan kegiatan.Dan hanya
pemimpin-pemimpin yang bersedia mengakui bakat-
bakat,kapasitas,inisiatif,partisipasi,dan kemauan untuk berinisiatif dan bekerja sama
secara kooperatif,hanya pemimpin demikianlah yang mampu mensejahterakan lahir
batin masyarakat luas.

Pemimpin merupakan factor kritis yang dapat mennentukan maju mundurnya


atau hidup matinya suatu usaha dan kegiatan bersama,baik yang berbentuk organisasi
social,lembaga pemerintah,maupun badan korporasi dan usaha dagang.
SEPTEMBER 2018

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahNya sehingga
saya dapat membuat dan menyelesaikan tugas critical book review ini dalam keaadan sehat
wala’fiat Tak lupa selawat kehadirat junjungan Nabi Muhammad SAW. Semoga kita
mendapat pertolongan di akhirat kelak amin Ya Robbal Alamin.

Tugas ini saya susun untuk menyelesaikan mata kuliah. Kurikulum dan pembelajaran.
Harapan saya hasil critical book review ini dapat bermanfaat bagi seseorang yang
membacanya dan pada khususnya juga pada teman di program studi pendidikan
kepemimpinan.

Demikian critical book riview ini saya susun, saya sadar bahwa critcal book review ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, atas perhatian Dosen pengasuh kurikulum dan
pembelajaran dan teman-teman, saya ucapkan terima kasih.

Medan, september 2018

Penyusun

EGO PRANATA
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Pentingnya rasionalisasi................................................................................
B. Tujuan critical book riview .........................................................................
C. Manfaat critical book riview........................................................................

BAB II ISI BUKU

A. Identitas Buku Utama..............................................................................


B. Ringkasan Buku Utama...........................................................................
1. Bab I (Perkembangan dan Penerapan Kecerdasan Emosional dalam
Kepemimpinan Pendidikan) .........................................................................
2. Bab II (Kecerdasan Emosional
Kepemimpinan)......................................................................
3. Bab III (Deskripsi, Penapsiran, dan Pembahasan Kecerjadasan Emosional
Kepemimpinan Kepala Sekolah)..............................................................................
4. Bab IV(Penutup)

BAB III PEMBAHASAN

A. KELEBIHAN.........................................................................................
B. KEKURANGAN....................................................................................

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN......................................................................................
B. SARAN..................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CBR

Terkadang kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami.
Terkadang kita memilih satu buku , namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya dari
segi analisis bahasa,oleh karena itu, penulis membuat critical book report ini untuk
mempermudah pembaca dalam memilih referensi, terkhusus dalam pokok bahasan
kepemimpinan.

B. Tujuan Penulisan CBR

Alasan dibuat CBR yaitu Penyelesaian tugas CBR mata kuliah


kepemimpi,menambah wawasan tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan
berkualitas ,meningkatakan daya pikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah
,menguatkan pendirian tentang bagaimana jadi pemimpin dalam
bisnis,organisasi,mmaupun sector lain.

C.Manfaat CBR

1. Untuk menambah wawasan.

2. Untuk mengetahui bagaimana jadi pemimpin yang handal.

3. Untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana objek material kepemimpinan.

4.Memahamipemimpin dan kepemimpinan dalam pengembangan partisipasi


masyarakat dalam pendidikan maupun dalam masyararakat.

D.Identitas buku yang di review

1. judul :KECERDASAN EMOSIONAL KEPEMIMPINAN KEPALA


SEKOLAH

2. edisi :pertama

3. pengarang/(editor jika ada):Dr. ROHIAT, M.Pd.(A.Saridewi)

4. penerbit :PT Refika Aditama

5. kota terbit :Bandung 40254


6. tahun terbit :2008

7. ISBN :979-1073-51-1

BAB II RINGKASAN ISI BUKU

Perkembangan dan Penerapan Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan

A. Latar Belakang Masalah

1. Pentingnya Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan


Pertumbuhan sistem pendidikan tanpa memfungsikan pengelolaan atau manajemen
pendidikan tidak mungkin dapat membina pertumbuhan sekolah. Prosedur pengelolaan
harus di terapkan dengan sistematis dinamika sistem pendidikan nasional adalah organisasi
yang dapat menanpmpung berbagai kemungkinan kegiatan manajemen sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan dinamika masyarakat.

Pengelolaan sekolah mencakup ruang lingkup yang luas, di antaranya kesiswaan,


bangunan dan gedung sekolah,personil sekolah,keuangan sekolah,fasilitas
sekolah,proses belajar mengajar, pelayanan kesiswaan,hubungan sekolah dan
masyarakat. Selain itu, pengelolaan juga mengikuti masalah kepemimpinan,
komunikasi serta hubungan internal dan eksternal. Pengelolaan yang dimaksud adalah
kegiatan kepala sekolah dalam menangani tugas dan kewajibannya di sekolah.

Kepala sekolah sebagai pengelola dengan fungsi eksekutif dan kepemimpinan, perlu
meluruskan kemampuan internalnya dalam merespon berbagai kebutuhan yang mendesak
dari lingkungannya. Dalam era pembangunan, perhatian hendaknya terpusat pada
peranansekolah sebagai pelaku perubahan dengan fokus pada pengubahan manusia ke arah
yang di inginkan.Oleh karena itu, sekolah harus menjadi tempat manusia tumbuh dan
berubah menjadi pribadi seutuhnya.

2. Masalah perubahan dalam kepemimpinan dan manajemen pendidikan


Peran pendidikan pada pembangunan nasional adalah pengembangan sumber daya
manusia(PSDM). Penekanan pengembangan PSDM di tujukan untuk menunjang kegiatan
dari seluruh sektor dan subsektor pembangunan nasional. Dalam pembangunan sumber
daya manusia, arah pembinaan pendidikan kejuruan sudah sangat jelas, yaitu peningkatan
relevansi dengan kebutuhan pembangunan. Salah satu indikator keberhasilan
pengembangan sumber daya manusia pada sektor formal dan nonformal adalah efektivitas
dan efisiensi manajemen.

Perubahan-perubahan yang dilakukan di sekolah pada dasarnya terjadi pada dua


tingkat, yaitu dengan cara yang terlihat dan perubahan yang dilakukan dengan cara kerja yang
aktual. Perubahan kedua adalah perubahan normatif yang hasilnya merupakan perubahan dari
keyakinan. Perubahan srtuktural untuk meningkatkan unjuk kerja manajemen sekolah telah
banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum banyak terlihat.

Tanpa manajemen pendidikan yang efektif, kualitas sekolah dan lulusan tidak akan
seperti yang diharapkan. Perubahan yang dilakukan secara normatif belum banyak dilakukan
atau di garap pada organisasi sekolah.untuk melakukan perubahan dalam mengikuti apa yang
diharapkan masyarakat, pengelola sekolah harus mampu melahirkan ide-ide baru dan bukan
hanya sekadar melaksanakan kebijakan yang datang dari atas.

3. Kecerdasan Emosional sebagai Inovasi dalam pendidikan

Apa yang diperlukan untuk menjadi seorang administrator yang baik hanyalah sejumlah
pengetahuan tentang mengajar dan sejumlah tahun pengalaman sebagai guru, selebihnya
dapat di pungut dari pekerjaan. Pembinaan terhadap pengelola sekolah telah banyak
dilakukan untuk meningkatkan kinerja, tetapi perubahan yang ingin di capai dari pembinaan
atau pelatihan tersebut belum terlihat hasilnya sebagaimana di ungkapkan sanusi(1998:9)
sebabagai berikut,

Bagi kepala SD melalui PEQIP dan bagi kepala SM serta pengawasan melalu i
proyek school- based management telah dilaksanakan pelatihan pelatihan dalam jabatan.

Jika pengelola tidak dapat melahirkan ide-ide baru, dapat dipastikan mereka hanya
akan bertindak sebagai tukang, pelaksanaan kebijakan atau teknisi dan bukan sebagai
frofesional yang sangat dibutuhkan dalam era baru manajemen sekolah. Kemampuan
berfikir kritis dalam organisasi adalah mengoordinasi pikiran-pikiran kreatif menjadi sesuatu
perspektif dengan sikap untuk memenuhi kebutuhan semua yang berkepentingan.

Kecerdasan emosional menuntut orang belajar mengakui dan menghargai perasaan


diri sendiri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan informasi
dan energi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari dengan efektif. Kecerdasan
emosional penting dalam manajemen karena mengandung beberapa pertimbangan
sebagai berikut:
1) setiap pemimpin mempunyai emosi yang bila disadari dan di kendalikan akan
menjadi sumber energi , informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi.

2) emosi adalah sistem isyarat yang befungsi sebagai alarm berupa informasi yang di
butuhkan dan mengarah kepada berbagai jalan keluar, aksi, dan perubahan pada saat
tertentu dalam kehidupan manusia.

Kecerdasan emosional membentuk dasar bagi keputusan strategi .berdasarkanpenerapan


kecerdasan , permasalahan penelitian emosional kepala sekolah dapat diidentifikasikan
sebagai berikut:

1)ketentuan kepmendikbud nomor 0854J1994 yang di sempurnakan dengan SK nomor


0296N11996 tentang penugasan guru pegawai negeri sipil sebagai kepala sekolah di
lingkungan depdikbud, secara tegas menyatakan bahwa kepala sekolah bertugas memimpin
penyelenggaraan harus dapat melaksanakan tugas secara profesional.

2)permasalahan pengelolaan pendidikan kejuruan merupakan permasalahan pendidikan


pada umumnya. Permasalahan tersebut muncul karena (1) pengangkatan kepala sekolah
tidak mempersyaratkan pendidikan khusus, dan (2) kinerja kepala sekolah dalam mengolah
sekolah masih lemah. Permasalah kinerja kepala sekolah sesungguhnya di tunjukan dengan
pikiran, perasaan, prilaku, dan tujuan kepala sekolah itu sendiri yang tercermin dalam
kecerdasan emosionalnya. Pemikiran, perasaan, prilaku dan tujuan.

3) kepala sekolah sebagai pemegang kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan


kependidikan di sekolah tanpa memiliki kesiapan mental untuk menghadapi pekerjaan
dengan berbagai tantangannya, pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain, inisiatif,
kreativitas, intergritasdan keberanian untung berprestasi tidak mungkin akan mencapai
keberhasilan seperti yang di harapkan. Kelemahan-kelemahan kepala sekolah selama ini
muncul karena kemandiria kepala sekolah belum terbina.kepala sekolah selalu mengikuti
kebijakan dan perintah atasan dan melupakan diri sebagai pemimpin yang mandiri

4) Analisis masalah dalam penulisan

Penulisan buku ini berbicara tentang penerapan kecerdasan emosional oleh kepala sekolah
dalam mengelola sekolah. Masalah tersebut berkaitan erat dengan masalah keberhasilan
atau kesuksesan dalam mengelola sekolah.

Keempat unsur tersebut tercermin pada dimensi dan aspek-aspek kecerdasan


emosional, yaitu (1) situasi saat ini dengan aspek peristiwa hidup, tekanan masalah
pekerjaan, dan masalah pribadi,(2) pemahaman kecerdasan emosional dengan aspek
kesadaran diri emosional, ekspresi emosional, dan kesadaran emosi terhadap orang lain,(3)
kemampuan kecerdasan emosional dengan aspek intensionalitas, kreativitas, ketangguhan,
hubungan antar pribadi dan ketidakpuasan konstruktif, dan (4) nilai-nilai dan keyakinan
kecerdasan emosional dengan aspek kasih sayang, sudut pandang, intuisi, radius
kepercayaan, daya pribadi, dan integritas.

5) Fokus Masalah Penulisan

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik kualitatif, istilah identifikasi


disebut sebagai fokus penelitian(Bogdan dan Biklen, 1982; Goetz dan lekomte, 1984; Miles
dan huberman, 1992; Burges, 1985 Lincoln dan Guba, 1983; Williams, 1988; Nasution, 1988;
dan Moleong, 1989).

BAB 2

Kekerdasan Emosional Kepemimpinan

A.Pokok Perbincangan dalam Kepemimpinan Pendidikan

1. peran kepala sekolah dalam pengelolaan pendidikan

Pendidikan nasional di indonesia memperoleh perhatian utama dari bangsa indonesia

,pendidikan di pandang sebagai alat utama pengembangan sosial, kultural, ekonomi, dan
politik. Hubungan sekolah dengan masyarakat atau pemerintah dalam masalah pendidikan
di jembatani oleh administrasi pendidikan. Administrator sekolah sering tenggelam dalam
masalah-masalah dan perkara-perkara yang di serahkan atasannya dan melupakan dirinya
sendiri sebagai seorang profesional yang berkesempatan untuk berpartisipasi dan berperan
sebagai profesional.

2. produktivitas pendidikan

Kebijakan pendidikan di indonesia mengacu pada empat masalah pokok, yaitu (1)
pemerataan kesempatan pendidikan, (2) relevansi pendidikan dengan pembangunan, (3)
kualitas pendidikan, dan (4) efisiensi pengelolaan pendidikan. Kebijakan pendidikan
merupakan ukuran dari kemauan bangsa indonesia untuk mencapai kebijakn yang di
canangkan dan sekali gus merupakan pekerjaan yang harus di garap.
3.Mutu pendidikan

Mutu pendidikan sebagai salah satu indikator untuk mlihat produktivitas dan erat
hubungannya dengn masalah pengelolaan atau manajemen pada dan erat hubungan nya
dengan masalah pengelolaan atau manajemen pada lembaga atau sekolah. Hal ini dapat
dikaitkan dengan pernyataan “kegagalanmutu dalam suatu organisasi di sebabkan oleh
kelemahan manajemen.”

4 Pemikiran Perubahan

Sebagai suatu bangsa yang telah lama merdeka dan tentunya akan menjadi bangsa yang
semakin dewasa dalam berbagai bidang kehidupan, upaya untuk mengelola sekolah dengan
cara yang lebih baik, tepat, dan mantap dilihat dari segi profesional pengelola, akan lebih
memungkinkan.

B.Kecerdasan Emosional

1. Pergeseran Daya Manusia

Manusia memiliki anggota serta bagian tubuh untuk khidupan jiwa. Badan
melaksanakan gerakan yang digerakkan oleh jiwa dengan cara-cara tertentu. Bekerjanya
jiwa pada badan berupa fungsi-fungsi kejiwaan yang lebbih bersifat gerakan mental
dalam kehidupan.

2. Definisi kecerdasan emosional

Kehidupan berkembang makin kompetitif dan mengglobal dengan prubahan di berbagai


aspek. Aturan kerja pun ikut berubah berdasarkan cara baru, tidak hanya berdasarkan
tingkat kepandaian atau pelatihan dan pengalaman, tetapi juga berdasarkan seberapa
baik pekerja itu mengendalikan emosi untuk mengelola diri sendiri dan berhubungan
dengan orang lain.

B. Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan

Seperti telah di jelaskan sebelumnya, kecerdasan emosional adalah kemampuan


mangendalikan, memahami, dan menerapkan kekuatan dan ketajaman emosinya
sebagai sumber ebergi , informasi, koneksi, dan pengaruh dalam mengelola sekolahnya
sehingga akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.

C.Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan


Seperti telah di jelaskan sebelumnya, kecerdasan emosional adalah kemampuan
mengendalikan, memahami, dan dengan efektif menerapkan kekuatan dan ketajaman
emosi sebagai sumber energi, informasi dan pengaruh. Seorang kepala sekolah dalam
menjalankan tugasnya harus memiliki kemampuan mengendalikan , memahami, dan
menerapkan kekutan dan ketajaman emosinya sebagai sumber energi informasi,
koneksi, dan pengaruh dalam mengelola sekolahnya sehingga akan memberikan
kontribusi terhadap pencapaian tujuan yang telah di tetapkan.

1. Situasi saat ini

Situasi saat ini menggambarkan kondisi emosi seseorang pemimpin yang meliputi aspek-
aspek (1)peristiwa hidup,(2) tekanan pekerjaan, dan (3) tekanan masalah pribadi,
diuraikan

a. Peristiwa Hidup

Kehidupan yang dialami oleh seseorang dengan berbagai kejadian sudah merupakan hal
yang lumrah, apakah itu kebahagiaan atau penderitaan yang perlu diperhatikan dalam
menempatkan diri untuk menjadi orang yang berhasil melaui kecerdasan emosional
adalah sejauh mana seseorang dapat menghindarkan tekanan-tekanan dalam peristiwa
hidup sehingga ia menjadi orang yang memiliki ketabahan untuk mencapai apa yang di
cita-citakan.

b. Tekanan pekerjaan

Rasa tak terbebani dan terbebani dalam bekerja menghasilkan apa yang dicita-citakan
menjadi berbeda. Apa yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja akan membuatnya
bekerja sesuai dengan tingkat pengaruh yang membebaninya.

BAB 3

Deskripsi, Penafsiran, dan Pembahasan Kecerdasan Emosional Kepemimpinan Kepala


Sekolah

A. Taraf Penerapan Emosional Kepemimpinan

Deskripsi tentang penerapan kecerdasan emosional oleh kepala sekolah pada


kenyataannya tidak dapat disimpulkan secara umum, tetapi berdasarkan pengamatan
dan wawancara yang dilakukan, terdapat kesamaan bagi kepemimpinan sekolah dalam
menerapkan kecrdasan emosional. Deskripsi yang dapat ditemukan adalah sebagai
berikut:

1. Situasi saat ini


a. Peristiwa hidup
Peristiwa hidup yang dialami kepala sekolah dalam mengelola sekolah di antaranya
adalah sedikit merasa kawatir akan di pecat atau diberhentikan. Selain itu, jika muncul
pimpinan baru, ketentrama kerja kepala sekolah akan terpengaruh.

b. Tekanan pekerjaan

Keamanan dalam pekerjaan sedikit mempengaruhi kepala sekolah. Jika kepala sekolah
tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan kententuan yang
berlaku, kedudukannya akan hilang. Hubungan dengan atasan langsung sedikit
mempengaruhi terhadap ketentraman kepala sekolah dalam melaksanakan tugas.
Bergesernya prioritas pada pekerjaan tidak akan menjadi tekanan bagi kepala sekolah .

BAB 4

Penutup

Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, simpulan yang dapat di peroleh adalah:

A. Simpulsn
1. Simpulan umum

Simpulan umum di ungkapkn dalam bentuk deskripsi, hipotetis, dan antisipatif. Kepala
sekolah menerapkan aspek-aspek kecerdasan emosional yang pada taraf yang
bervariasi, yaitu taraf baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai kondisi taraf
kecerdasan emosional menunjukan bahwa kepala sekolah telah mampu
mengelolasekolah dengan baik pada tatanan struktural atau formalitas ats dasar
kebijakan dan instruksi atsan, sedangkan pengelolaan masalah peningkatan mutu,
inopasi atau perubahan yang dilahirkan atas prakarsa kepala sekolah sendiri belum
dilakukan.

2. Simpulan khusus

Simpuln khusus di ungkapkan dalam bentuk deskriptif, hipotetis dan


antisipasfsebagai berikut. Pertama , penerapan kecerdasan emosional oleh kepala sekolah
pada aspek intensiona, intuisi dan intergritas yang merupakan aspek pendorong
BAB III PEMBAHASAN

B KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

KEUNGGULAN BUKU

 BUKU UTAMA
“Organisasi,Kepemimpinan& Perilaku Administrasi”
o Keunggulan buku ini terdapat pada kepaduan isi buku. Isi buku
tidak hanya membahas mengenai hal kepemimpinan saja tetapi
juga membahas mengenai Organisasi serta perilaku administasi,
yang merupakan terapan kepemimpinan.
o Di dalam buku ini kepemimpinan Administrasi sangat menonjol.
Materi dijabarkan sedemikian rupa, dijabarkan secara rinci dan
terdapat juga istilah-istilah baru yang dapat kita peroleh dari buku
ini. Seperti pada BAB II halaman 27,28,29 Yakni istilah Exhausif,
Clientele Groups dan Stakeholders.Yang selama ini mungkin belum
kita ketahui.
o Terdapat Indeks Buku , yang berisi mengenai istilah-istilah yang
telah diaparkan. Pembaca lupa akan makna suatu istilah, maka
INDEKS buku pada halaman 242 dapat membantu pembaca untuk
melihat makna dari istilah tersebut.
o Buku lebih ringan dan praktis dibawa kemana pun.
o Buku ini dilengkapi dengan skema/bagan yang mempermudah
pembaca untuk memahami. Materi yang dipaparkan. Karena jika
pembaca kurang mengerti denga materi, maka akan dipermudah
dengan bagan/skema penjelas. Seperti pada halaman 29 yaitu bagan
mengenai hubungan kepemimpinan dan lingkungan.
 BUKU PEMBANDING
“Pemimpin dan Kepemimpinan”
o Keunggulan buku ini terdapat pada sistematika penulisan dan tata bahasa
yang mudah dimengerti, selain disusun secara singkat, juga dilengkapi
dengan gambar untuk memperjelas materi. Seperti pada halaman 15,
disana terdapat gambar penjelas mengenai tingkatan organisasi,
manajemen, dan administrasi. Gambar penjelas di halaman 169 tentang
skema relasi antara individu, organisasi, manajemen dan pemimpin.

BAB IV PENUTUP

1.1 KESIMPULAN

Kepemimpinan sangat diperlukan dalam suatu jati dari seseorang karena


seorang pemimpin yang sukses pasti memiliki pengetahuan dalam kepemimpinan dan
tentang jenis jenis leadership . Seorang pemimpin juga harus mengetahui proses
pengambilan keputusan atau pemecahan suatu masalah, juga harus mampu
berkomunikasi dengan baik.Seorang pemimpin yang baik juga harus memiliki Visi Dan
Misi terlebih dahulu baru didampingin dengan memiliki suatu integritas , intelektual ,
intelegensi , skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power atau dapat mempengaruhi
orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari
esensi/hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka
pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana sekaligus bertanggung jawab dalam
tugasnya dan kebutuhannya .

4.2 rekomendasi

Berdasarkan hasil Critical Book Report yang sudah di review, periview menyarankan
agar kepemimpinan dipelajari dan dipahami semua lapisan baik guru, orang tua
maupun masyarakat sehingga meningkatkan prestasi anak dalam berbagai hal
kehidupan. Selain itu, juga disarankan agar adanya perkembangan tindak lanjut
mengenai isi buku sehingga nantinya dilengkapi dengan gambar agar peserta didik yang
membacanya lebih tertarik.

DAFTAR PUSTAKA

Rohiat :Kecerdasan emosional kepemimpininan kepala sekolah,PT Refika


Aditama,2008

Kartono,Kartini:Pemimpin dan Kepemimpinan.Jakarta,PT RAJAGRAFINDO


PERSADA,2016