Anda di halaman 1dari 3

Budidaya Ikan Patin Dengan Kolam Tembok Beton Awet dan Tahan Lama

Anda dapat melakukan budidaya ikan dengan menggunakan kolam tembok beton yang permanen
dan tahan lama. Biaya investasi kolam dengan cara ini tergolong cukup tinggi. Karena itu,
sebaiknya dilakukan untuk anda yang telah mencoba kolam terpal dan berhasil.

Meskipun memiliki biaya yang lebih besar di awal, namun kolam tembok akan lebih tahan lama
hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang.

Ada dua tipe kolam tembok beton yang dapat anda gunakan sebagai referensi membuat kolam.
Tipe yang pertama adalah tipe kolam gali seperti kolam ikan pada umumnya.

Tipe yang kedua adalah tipe kolam permukaan yang dibuat diatas tanah tanpa melakukan
penggalian kolam. Kedua tipe ini memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan lokasi
dibangunnya kolam.

Untuk memilih kolam yang tepat sesuai kebutuhan, berikut sedikit ulasan yang mungkin dapat
dijadikan referensi.

1.Kolam Tembok Beton Tipe Tanam atau Gali


Kolam tipe tanam atau gali biasanya dibangun menyesuaikan sumber air yang digunakan. Tipe
ini dibangun apabila menggunakan sumber air dari sungai yang letaknya lebih rendah dari
permukaan lahan.

Karena itu, penggalian diusahakan pada musim kemarau saat air sungai surut. Hal ini dilakukan
agar batas air minimal untuk budidaya dapat terpenuhi. Selain itu, saat musim kemarau anda
tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik.

2.Kolam Tembok Beton Tipe Permukaan

Tipe ini biasanya dibangun pada areal lahan cadas berbatu atau lahan pekarangan yang telah
dikeraskan. Hal itu terjadi karena akan lebih memakan biaya tinggi bila harus menggali lahan.
Sumber air yang dapat digunakan adalah air sumur baik sumur bor maupun sumur gali.

Tidak disarankan menggunakan air PAM, terutama didaerah perkotaan karena kandungan bahan
kimia yang tinggi. Namun bila terpaksa digunakan anda bisa menetralisir air agar terbebas dari
bahan kimia pembersih air.

Keuntungan menggunakan kolam tembok beton adalah system pengairan yang mudah diatur
antara air masuk dan air keluar. Hal tersebut akan memudahkan anda menguras air dan
membuang air kolam pada saat panen.

Endapan lumpur yang tidak disukai oleh ikan patin pun dapat anda deteksi dan buang dengan
mudah. Dan karena konstruksi yang kuat, maka kemungkinan gagal panen karena kolam jebol
dapat dinetralisir dengan maksimal.

Karena sifatnya yang permanen, kolam tembok beton harus menggunakan desain dan
perhitungan yang mantap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar terdapat kesesuaian
antara investasi dan hasil yang akan diperoleh. Untuk membangun konstruksi kolam tembok
beton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai konstruksi ideal yang bisa anda jadikan acuan membangun
kolam ikan patin.

3.Kedalaman Kolam

Ke dalam ideal untuk kolam ikan patin dengan masa panen 5 bulan adalah 1 hingga 1,5m.
Karena itu usahakan membangun dengan kedalaman lebih dari 1m.

Kolam yang kurang dalam akan cenderung membuat ikan cepat stres sehingga mengganggu
pertumbuhan ikan patin. Terutama untuk kolam yang dibangun dengan tipe permukaan. Untuk
menghindari ikan melompat dan air kotor karena dahan masuk ke kolam, anda bisa
menggunakan jaring atau paranet.

4.Luas Kolam
Salah satu cara agar ikan patin dapat berkembang dengan baik adalah populasi yang ideal.
Populasi yang pas untuk ikan patin agar bisa tumbuh dengan baik adalah 25 ekor per 1 meter
kubik.

Apabila anda memiliki kolam dengan ukuran 10 x 10x1 atau 100 m3,maka anda dapat
memelihara ikan patin sebanyak 25x100 atau 2.500 ekor bibit ikan. Menambah bibit dengan
kapasitas berlebih tidak akan meningkatkan hasil panen ikan yang anda lakukan.

5. Saluran Air

Sirkulasi air salam budidaya ikan patin sangat penting karena ikan patin cocok hidup di air yang
cukup jernih dan tanpa endapan. Karena itu, pembuatan saluran buangan harus dilakukan dengan
baik.

Anda bisa membuat dua saluran pembuangan air dalam satu kolam tembok beton. Yang pertama
digunakan untuk menguras air dan membuang endapan. Yang kedua digunakan untuk
membuang kelebihan air apabila terjadi hujan lebat.

Untuk pengairan pada kolam tembok beton sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan
perkembangan ikan patin. Pada awal memasukan bibit ikan yang masih kecil, kolam cukup
digenangi setinggi 30-40 cm.

Kemudian anda bisa menaikkan level air 10 cm per dua minggu hingga mencapai batas optimal
antara 100 cm hingga 150 cm. Hal ini dilakukan agar ikan tidak terlalu banyak menghabiskan
tenaga untuk mengambil oksigen di permukaan air