Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. KEPEMIMPINAN

PRODI S1 PTO

Skor Nilai :

The Effect of Leadership Styles on Organizational Performance at State

Corporation in Kenya

(Peris M. Koech dan Prof. G.S Namusonge)

NAMA MAHASISWA : EGO PRANATA

NIM : 5183122027

DOSEN PENGAMPU :DR. DARWIN,M.pd

MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

DESEMBER 2018
EXCECUTIVE SUMMARY

“KEPEMIMPINAN DI SEKITAR KITA, DAN MASA DEPAN


KEPEMIMPINAN DI TANGAN ANAK BANGSA”

MEDAN, DESEMBER 2018

Saat itu ketika lagi musim – musim nya begal, saya bingung apa faedahnya
jika berbuat hal seperti itu?. Sebuah kriminalitas yang merugikan orang lain. Tapi
diantara semua hal negatif yang terjadi itu, apakah masih ada hal positif yang bisa
diambil?. Yah itu lah kepemimpinan.Tentu saja begal – begal tersebut banyak
yangberkelompok dan tentunya dipimpin oleh seorang ketua.Bagaimana bisa dia
dipilih sebagai ketua begal? Dialah yang ter jahat, atau tersadis, atau ter. . .
Dengan demikian yang menjadi pemimpin dalam kelompok tersebut adalah
orang yang memiliki kelebihan dari para anggotanya.

Kelebihan utama pemimpin tersebut patut dicungkan jempol. Karena dia


memiliki karakteristik ciri memimpin yang baik dalam bidangnya. Sesosok
pemimpin yang baik dan tidak baik itu dilihat dari cara dia memimpin dan
mempengaruhi orang lain. Ada dengan cara yang otoriter, birokrat, demokratis,
tergantung bagaimana si pemimpin tersebut menyampaikannya atau
mengkomunikasikannya. Sampai atau tidak kepada orang lain secara efektif dan
efisien.

Kaitannya hal yang dideskripsikan diatas dengan tugas Critical Jurnal


Review kali ini adalah, penulis menyusun rangkuman dan kritikan tentang
kepemimpinan yang efektif. Penjabaran lebih lanjut dibahas didalam makalah ini.
Masih banyak hal unik yang berkaitan dengan kepemimpinan selain begal diatas.
Dunia kepemimpinan itu luas, dan banyak pihak terlibat didalamnya. Pemimpin
itu ada, bila terdapat organisasi baik formal maupun non formal atau bahkan
hanya kumpulan beberapa orang saja dengan tujuan yang sama. Sama – sama
ingin berbuat kekacauan, sama – sama ingin memperbaiki keadaan, atau bahkan
sama – sama ingin merubah dunia. Who knows? Apa yang akan terjadi pada
dunia nanti dengan adanya kepemimpinan yang semakin fleksibel dan dinamis?.
Generasi muda akan menjawabnya.

Perlu dipersiapkannya moral dan budaya anak – anak muda Indonesia dari
sekarang, bukan budaya menyontek, bukan budaya membully, apalagi budaya
korupsi. Jadilah kita mempersiapkan Indonesia dengan anak mudanya yang
memiliki budaya, “kita pemimpin muda harapan bangsa!”

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. atas Rahmat dan Hidayah-

Nya yang dilimpahkan kepada saya, sehingga dapat menyelesaikan tugas Critical

Journal Review (CJR) Kepemimpinan ini.

Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari

dosen pengampu sehingga dapat memperlancar dalam membuat CJR ini.

Penulisan makalah ini dilakukan untuk memahami bagaimana mereview

jurnal kepemimpinan ini. Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih

kepada Mama yang sudah memberikan semangat dan mendukung penulis dalam

penyelesaian makalah ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat

menjadi manfaat bagi saudara sekalian dan untuk pembelajaran penulis.Penulis

menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran

yang membangun sangat diharapkan guna penyempurnaan makalah ini

kedepannya.

Medan, Desember 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMMARY ............................................................................................. i


KATA PENGANTAR .......................................................................................................ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................1


A. Rasionalisasi pentingnya CJR .............................................................................1
B. Tujuan penulisan CJR .......................................................................................... 1
C. Manfaat CJR...........................................................................................................1
D. Identitas Artikel dan Jurnal yang direview ......................................................2

BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL ...............................................................................3


A. Pendahuluan .........................................................................................................3
B. Deskripsi Isi ...........................................................................................................6

BAB III PEMBAHASAN ..................................................................................................10


A. Pembahasan Isi Jurnal .......................................................................................... 10
B. Kelebihan dan kekurangan isi Artikel Jurnal ...................................................12

BAB IV PENUTUP ............................................................................................................14


A. Kesimpulan ...........................................................................................................14
B. Rekomendasi ........................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................15


LAMPIRAN

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CJR

Sering kali kita bingung memilih jurnal referensi untuk kita baca dan pahami.

Terkadang kita memilih satu jurnal , namun kurang memuaskan hati kita.

Misalnya dari segi analisis bahasa , susunan, tampilan atau ke yang lebih penting

lagi yaitu dari segi pembahasannya. Oleh karena itu, penulis membuat Critical

Journal Review ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih jurnal

referensi, terkhusus pada pokok bahasan tentang kepemimpinan.

B. Tujuan penulisan CJR

1. Untuk mengkritisi/membandingkan berbagai macam materi dalam

kepemimpinan dalam beberapa jurnal yang berbeda.

2. Untuk memaparkan identitas jurnal yang akan dibandingkan

3. Untuk menerangkan ringkasan dari jurnal utama dan jurnal pembanding

4. Untuk mengetahui perbandingan, kelebihan serta kelemahan utama dari

keseluruhan jurnal, dan beberapa topic yang berbeda

C. Manfaat CJR

1. Mengetahui hasil kritisi berbagai macam materi dalam kepemimpinan

dalam dua jurnal yang berbeda.

2. Mengetahui identitas jurnal yang dibandingkan

3. Mengetahui ringkasan dari jurnal utama dan jurnal pembanding

4. Mengetahui perbandingan, kelebihan serta kelemahan utama dari

keseluruhan jurnal, dan beberapa topic yang berbeda

1
D. Identitas Jurnal

Jurnal 1

Judul Artikel : The Effect of Leadership Styles on Organizational

Performance at State Corporations in Kenya

Nama Journal : International Journal of Business and Commerce

Edisi terbit : 2012

Pengarang artikel : Peris M. Koech dan Prof. G.S Namusonge

Penerbit : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Kota terbit : Kenya

Nomor ISSN : 2225-2436

Alamat Situs : www.ijbcnet.com

Identitas Jurnal Pembanding

Judul Artikel : Leadership Styles

Nama Journal : Advances In Management

Edisi terbit : 2014

Pengarang artikel : Nanjundeswaraswamy T. S.* and Swamy D. R.

Kota terbit : India

Nomor ISSN :-

Alamat Situs : *nswamy.ts@gmail.com

2
BAB II

RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Pendahuluan

Abstrak

Studi ini menyelidiki pengaruh utama gaya kepemimpinan terhadap

kinerja organisasi pada perusahaan milik negara di Kenya. Ini secara khusus

berusaha untuk menentukan dampak gaya kepemimpinan laissez-faire,

transaksional dan transformasional terhadap kinerja organisasi di perusahaan

milik negara di Kenya. Penelitian survei deskriptif berdasarkan persepsi manajer

menengah dan senior di tiga puluh (30) perusahaan milik negara yang berbasis di

Mombasa, Kenya telah dilakukan.

Studi ini menyelidiki pengaruh utama gaya kepemimpinan terhadap

kinerja organisasi pada perusahaan milik negara di Kenya. Ini secara khusus

berusaha untuk menentukan dampak gaya kepemimpinan laissez-faire,

transaksional dan transformasional terhadap kinerja organisasi di perusahaan

milik negara di Kenya. Penelitian survei deskriptif berdasarkan persepsi manajer

menengah dan senior di tiga puluh (30) perusahaan milik negara yang berbasis di

Mombasa, Kenya telah dilakukan.

Latar Belakang

Gambaran sejarah penelitian tentang topik kepemimpinan

mengungkapkan bahwa literatur tentang kepemimpinan dan kinerja dapat

dikategorikan secara luas menjadi sejumlah fase penting. Studi awal tentang

kepemimpinan (sering dikategorikan sebagai "sifat" pada kepemimpinan)

terkonsentrasi pada identifikasi ciri kepribadian yang menandai pemimpin yang

berhasil (Mahoney et al., 1960). Teori-teori pemikiran berasumsi bahwa pemimpin

3
yang sukses "terlahir" dan mereka memiliki kualitas bawaan tertentu yang

membedakannya dari non-pemimpin. Kesimpulan utama dari penelitian ini

adalah bahwa pemimpin yang mengadopsi gaya demokratis dan partisipatif lebih

berhasil.

Pernyataan Masalah

Karakter temuan penelitian yang terbatas atau tidak meyakinkan di bidang

ini menunjukkan kebutuhan untuk menyelidiki lebih jauh sifat hubungan antara

kepemimpinan dan kinerja. Penelitian ini merupakan langkah menuju arah ini.

Tujuan Penelitian

Studi ini menyelidiki pengaruh utama gaya kepemimpinan terhadap

kinerja organisasi pada perusahaan milik negara di Kenya. Ini secara khusus

berusaha untuk menentukan dampak laissez-faire; transaksional, dan gaya

kepemimpinan transformasional pada kinerja organisasi di perusahaan milik

negara di Kenya.

Pertanyaan Penelitian

Apa pengaruh gaya kepemimpinan laissez-faire terhadap kinerja organisasi

di perusahaan milik negara di Kenya? Apa pengaruh gaya kepemimpinan

transaksional terhadap kinerja organisasi di perusahaan milik negara di Kenya?

Apa pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja organisasi

di perusahaan milik negara di Kenya ?

Ruang Lingkup Studi

Ruang lingkup penelitian ini diperluas ke manajer menengah dan senior di

tiga puluh (30) perusahaan milik negara yang berbasis di Mombasa, Kenya.

Metodologi Penelitian

Penelitian survei deskriptif berdasarkan persepsi manajer menengah dan

senior di tiga puluh (30) perusahaan milik negara yang berbasis di Mombasa,

4
Kenya telah dilakukan. Metode survei sesuai untuk jenis penelitian ini karena

memberikan deskripsi kuantitatif tentang sikap, pengalaman dan pendapat

populasi sampel. Kuesioner penelitian terstruktur yang disusun sendiri

didistribusikan ke populasi sasaran dan dikumpulkan setelah satu minggu.

Kuesioner mencakup item konstruksi yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya

(terutama, Bass & Avolio, 2004) dan beberapa pertanyaan tentang demografi.

Setiap subjek yakin akan kerahasiaan tanggapan anonimnya. Responden diminta

untuk melengkapi kuesioner secara sukarela. Sebanyak 77 manajer menyelesaikan

kuesioner dari 100 kuesioner terdistribusi, mewakili tingkat respons 77 persen.

Kuesioner yang telah selesai diperiksa untuk masuk akal, integritas dan

kelengkapan yang menghasilkan 72 kasus yang dapat digunakan. Sampel dapat

digambarkan sebagai "sampel penilaian" yang dapat menawarkan kontribusi yang

dicari (Churchill, 1999), dan juga "informan kunci" yang konon memiliki

pengetahuan tentang masalah yang diteliti, dan mampu dan mau

mengkomunikasikannya (Kumar , Stern & Anderson, 1993). Semua item yang

digunakan untuk mengukur konstruksi disesuaikan dari penelitian sebelumnya

namun dimodifikasi agar sesuai dengan konteks spesifik penelitian ini. Tiga

variabel independen dengan berbagai faktor diidentifikasi dan diukur dengan

menggunakan skala lima poin mulai dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat

setuju). Ini adalah laissez-faire; transaksional; dan gaya kepemimpinan

transformasional. Responden "informasi demografis seperti: nama majikan; jenis

kelamin; pengalaman kerja; dan tingkat pendidikan juga ditangkap dengan

menggunakan pertanyaan item tunggal. Faktor dependen diwakili oleh sejauh

mana organisasi telah mencapai tujuan bisnisnya di tahun keuangan sebelumnya.

Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang mempengaruhi kinerja organisasi,

analisis korelasi digunakan.

5
B. Deskripsi Isi

Pada jurnal utama, deskripsi isi yang di bahas yaitu dalam lingkungan

persaingan global ini, gaya kepemimpinan yang efektif diperlukan untuk

mengurangi tingkat gesekan. Dari gaya kepemimpinan yang efektif hanya

dimungkinkan untuk mencapai tujuan organisasi secara produktif. Gaya

kepemimpinan mempengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan. Makalah ini

merangkum dan menganalisa literatur gaya kepemimpinan dan pengaruh yang

ada pada komponen kualitas Mutu kerja yang berbeda.

Sedangkan deskripsi isi dari jurnal kedua adalah, studi ini menyelidiki

pengaruh utama gaya kepemimpinan terhadap kinerja organisasi pada

perusahaan milik negara di Kenya. Ini secara khusus berusaha untuk menentukan

dampak gaya kepemimpinan laissez-faire, transaksional dan transformasional

terhadap kinerja organisasi di perusahaan milik negara di Kenya. Penelitian survei

deskriptif berdasarkan persepsi manajer menengah dan senior di tiga puluh (30)

perusahaan milik negara yang berbasis di Mombasa, Kenya telah dilakukan.

Kuesioner penelitian terstruktur yang disusun sendiri kemudian didistribusikan

dan dikumpulkan setelah satu minggu. Kuesioner yang telah selesai diperiksa

untuk masuk akal, integritas dan kelengkapan yang menghasilkan 72 kasus yang

dapat digunakan. Tiga variabel independen dengan berbagai faktor diidentifikasi

dan diukur dengan menggunakan skala lima poin mulai dari 1 (sangat tidak

setuju) sampai 5 (sangat setuju). Ini adalah laissez-faire; transaksional; dan gaya

kepemimpinan transformasional. Faktor dependen diwakili oleh sejauh mana

organisasi telah mencapai tujuan bisnisnya di tahun keuangan sebelumnya. Untuk

mengetahui gaya kepemimpinan yang mempengaruhi kinerja organisasi, analisis

korelasi digunakan.

Korelasi antara faktor kepemimpinan transformasional dan peringkat kinerja

organisasi tinggi (0,518 sampai 0,696, P <.05), sedangkan korelasi antara perilaku

kepemimpinan transaksional dan kinerja organisasi relatif rendah (0,219-0,375, P

6
<.05). Seperti yang diharapkan, gaya kepemimpinan laissez-faire tidak berkorelasi

signifikan dengan kinerja organisasi. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi

berikut diberikan: manajer harus mengabaikan gaya kepemimpinan laissez-faire

dengan menjadi lebih terlibat dalam membimbing bawahan mereka; manajer

publik harus merumuskan dan menerapkan sistem penghargaan dan

penghargaan yang efektif. Lebih jauh disarankan agar para manajer: berusaha

menjadi panutan bagi bawahan mereka; menginspirasi bawahan dengan

memberikan makna dan tantangan untuk bekerja; merangsang upaya bawahan

untuk menjadi lebih inovatif & kreatif; dan terakhir, lebih memperhatikan

kebutuhan masing-masing individu untuk meraih prestasi dan pertumbuhan.

Jurnal pembanding

Abstrak

Dalam lingkungan persaingan global ini, gaya kepemimpinan yang efektif

diperlukan untuk mengurangi tingkat gesekan. Dari gaya kepemimpinan yang

efektif hanya dimungkinkan untuk mencapai tujuan organisasi secara produktif.

Gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan.

Makalah ini merangkum dan menganalisa literatur gaya kepemimpinan dan

pengaruh yang ada pada komponen kualitas Mutu kerja yang berbeda.

Pendahuluan

Pemimpin yang efektif mempengaruhi pengikut dengan cara yang

diinginkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Gaya kepemimpinan yang

berbeda dapat mempengaruhi efektivitas atau kinerja organisasi. Kepemimpinan

transformasional adalah prediktor kuat dari kepuasan kerja dan kepuasan

keseluruhan. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa kinerja organisasi

dipengaruhi oleh budaya yang kompetitif dan inovatif. Budaya organisasi

dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan akibatnya, gaya kepemimpinan

mempengaruhi kinerja organisasi.

7
Review Sastra

Kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial di mana pemimpin mencari

partisipasi sukarela dari bawahan dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Seorang pemimpin dapat didefinisikan sebagai orang yang mendelegasikan atau

mempengaruhi orang lain untuk bertindak sehingga dapat melaksanakan tujuan

yang ditentukan.

Voon et al37 menemukan pengaruh gaya kepemimpinan pada karyawan

"kepuasan kerja di organisasi sektor publik di Malaysia. Mereka menggunakan

faktor-faktor seperti gaji, otonomi pekerjaan, keamanan kerja, fleksibilitas di

tempat kerja. Dari faktor-faktor ini, mereka menemukan bahwa gaya

kepemimpinan transformasional memiliki hubungan yang lebih kuat dengan

kepuasan kerja.

Bass membagi gaya kepemimpinan menjadi kepemimpinan

transformasional dan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan

transformasional memiliki karakteristik pengaruh individu, dorongan spiritual

dan stimulasi intelektual. Mereka sering mempertimbangkan individu,

membangun visi dan tujuan di dalam, menciptakan budaya terbuka,

mempercayai staf untuk mencapai tujuan mereka dan memberikan permainan

penuh untuk potensi staf.

Gaya kepemimpinan transformasional: Gaya kepemimpinan

transformasional berkonsentrasi pada pengembangan pengikut dan juga

kebutuhan mereka. Manajer dengan gaya kepemimpinan transformasional

berkonsentrasi pada pertumbuhan dan pengembangan sistem nilai karyawan,

tingkat inspirasional dan moralitas mereka dengan pembukaan kemampuan

mereka21. Menurut Bass5, tujuan kepemimpinan transformasional adalah untuk

"mengubah" orang dan organisasi di dalam arti literal - untuk mengubahnya

8
dalam pikiran dan hati memperbesar visi, wawasan dan pemahaman memperjelas

alasan membuat perilaku sesuai dengan nilai, konsep dan membawa perubahan.

yang permanen, mengabadikan diri dan momentum membangun.

Gaya kepemimpinan transformasional: Gaya kepemimpinan

transformasional berkonsentrasi pada pengembangan pengikut dan juga

kebutuhan mereka. Manajer dengan gaya kepemimpinan transformasional

berkonsentrasi pada pertumbuhan dan pengembangan sistem nilai karyawan,

tingkat inspirasional dan moralitas mereka dengan pembukaan kemampuan

mereka21. Menurut Bass5, tujuan kepemimpinan transformasional adalah untuk

"mengubah" orang dan organisasi di dalam arti literal - untuk mengubahnya

dalam pikiran dan hati memperbesar visi, wawasan dan pemahaman memperjelas

alasan membuat perilaku sesuai dengan nilai, konsep dan membawa perubahan.

yang permanen, mengabadikan diri dan momentum membangun.

9
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Jurnal

1. Pengertian Kepemimpinan

Menurut jurnal/artikel yang direview, berpendapat bahwa kepemimpinan

sebagai proses mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam upaya

pencapaian tujuan. Konsep kepemimpinan telah membangkitkan minat, debat

dan kebingungan sesekali saat manajemen berpikir telah berevolusi. Bahkan

sampai hari ini, tidak mudah untuk mendefinisikan kepemimpinan, dan

mengingat kompleksitas subjek, tidak ada konsensus umum tentang pembatasan

bidang analisi

Sedangkan jurnal pembanding kepemimpinan adalah proses pengaruh

sosial di mana pemimpin mencari partisipasi sukarela dari bawahan dalam upaya

mencapai tujuan organisasi. Seorang pemimpin dapat didefinisikan sebagai orang

yang mendelegasikan atau mempengaruhi orang lain untuk bertindak sehingga

dapat melaksanakan tujuan yang ditentukan

Berdasarkan kedua pendapat diatas, dapat saya simpulkan bahwa

Kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi seseorang/sekelompok

orang dapat berupa memberi motivasi, membangkitkan minat dalam upaya

mewujudkan tujuan dari suatu organisasi.

2. Pengertian Gaya Kepemimpinan

Menurut jurnal utama mengatakan bahwa gaya kepemimpinan yaitu

identifikasi ciri kepribadian yang menandai pemimpin yang berhasil. Teori-teori

pemikiran berasumsi bahwa pemimpin yang sukses "terlahir" dan mereka

memiliki kualitas bawaan tertentu yang membedakannya dari non-pemimpin.

10
Sedangkan menurut jurnal pembanding, Gaya kepemimpinan adalah pola

perilaku yang relatif konsisten yang menjadi ciri seorang pemimpin.

Dapat saya simpulkan bahwa gaya kepemimpinan adalah cara, gaya atau

pola perilaku seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya agar

mengikuti keinginannya yang terbagi menjadi beberapa cara, gaya atau pola.

1. Gaya Kepemimpinan

Menurut jurnal utama mempelajari tiga gaya kepemimpinan, yaitu

kepemimpinan transformasional mendorong bawahan untuk melakukan usaha

ekstra dan melampaui apa yang mereka (bawahan) harapkan sebelumnya (Burns,

1978). Para bawahan pemimpin transformasional merasa percaya, kagum,

loyalitas, dan menghormati pemimpin dan termotivasi untuk melakukan perilaku

peran ekstra (Bass, 1985; Katz and Kahn, 1978). Gaya Transaksional: Pemimpin

transaksional berfokus terutama pada kebutuhan fisik dan keamanan bawahan.

Hubungan yang berkembang antara pemimpin dan pengikut didasarkan pada

pertukaran tawar-menawar atau sistem penghargaan (Bass, 1985; Bass dan Avolio,

1993). Gaya Laissez-faire: Pemimpin penghindar mungkin tidak melakukan

intervensi dalam urusan bawahan atau mungkin benar-benar menghindari

tanggung jawab sebagai atasan dan tidak mungkin berusaha membangun

hubungan dengan mereka. Gaya Laissez-faire dikaitkan dengan ketidakpuasan,

ketidakberdayaan dan ketidakefektifan (Deluga, 1992).

Sedangkan jurnal pembanding membagi kepemimpinan menjadi

kepemimpinan transformasional, yang memiliki karakteristik pengaruh individu,

dorongan spiritual dan stimulasi intelektual. Mereka sering mempertimbangkan

individu, membangun visi dan tujuan di dalam, menciptakan budaya terbuka,

mempercayai staf untuk mencapai tujuan mereka dan memberikan permainan

penuh untuk potensi staf. Dan Kepemimpinan transaksional difokuskan pada

kebutuhan dasar dan eksternal staf, hubungan antara pemimpin dan bawahan

11
didasarkan pada kontrak. Mereka cenderung mencapai tujuan organisasi dengan

peran pekerjaan dan desain misi pasif, tujuan dasarnya adalah mempertahankan

organisasi yang stabil.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah, gaya kepemimpinan secara

umum terbagi menjadi gaya kepemimpinan transformasional yang dimana para

atasan dan bawahan saling mempercayai dalam hal pelaksanaan tugas untuk

mencapai tujuan maksimal bersama-sama. Sedangkan gaya kepemimpinan

transaksional dimana pemimpin berfokus terutama pada kebutuhan fisik dan

keamanan bawahan. Hubungan yang berkembang antara pemimpin dan pengikut

didasarkan pada pertukaran tawar-menawar atau sistem penghargaan. Serta gaya

kepemimpinan Laissez-faire dimana pemimpin menghindari tanggung jawab

sebagai atasan dan tidak mungkin berusaha membangun hubungan dengan

mereka.

B. Kelebihan dan Kekurangan Isi Jurnal

1. Kelebihan

a. Jurnal Utama

 Dari aspek ruang lingkup, isi artikel/jurnal membahasa mengenai

gaya kepemimpinan sesuai dengan tema yang telah ditentukan yaitu

mengenai gaya kepemimpinan.

 Dari aspek tata bahasa, artikel tersebut adalah sangat baik, formal

dan sangat jarang terdapat kesalahan pengetikan.

 Dari segi keterkaitan antara judul dan pembahasan sangat

berhubungan.

 Isi dari abstrak juga menyebutkan tujuan dari penelitian.

 Penulisan referensi sudah lengkap dan betul

b. Jurnal Pembanding

 Keterkaitan antara judul dan isi pembahasan berkesinambungan.

12
 Ruang lingkup isi artikel/jurnal adalah mengenai gaya-gaya

kepemimpinan

 Dari aspek tatabahasa sangat baik, formal dan sopan.

 Jarang terdapat kesalahan pengetikan, serta formatnya sangat rapi.

 Penulisan sumber referensi telah disertakan semua secara rapi sesuai

dengan ketentuan penulisan referensi yang baik.

2. Kekurangan

Adapun kekurangan dari kedua jurnal yang direview tidaklah

terlalu banyak. Kekurangan dari segi tatabahasa hanyalah keformalannya

yang dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami isi artikel yang ingin

disampaikan oleh penulis kepada beberapa pembaca. Adapun dalam segi

pengetikan, kemungkinan kesalahan pengetikan sangatlah kecil.

13
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi

seseorang/sekelompok orang dapat berupa memberi motivasi, membangkitkan

minat dalam upaya mewujudkan tujuan dari suatu organisasi. Gaya

kepemimpinan adalah cara, gaya atau pola perilaku seorang pemimpin dalam

mempengaruhi bawahannya agar mengikuti keinginannya yang terbagi menjadi

beberapa cara, gaya atau pola. gaya kepemimpinan secara umum terbagi menjadi

gaya kepemimpinan transformasional yang dimana para atasan dan bawahan

saling mempercayai dalam hal pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan

maksimal bersama-sama. Sedangkan gaya kepemimpinan transaksional dimana

pemimpin berfokus terutama pada kebutuhan fisik dan keamanan bawahan.

Hubungan yang berkembang antara pemimpin dan pengikut didasarkan pada

pertukaran tawar-menawar atau sistem penghargaan. Serta gaya kepemimpinan

Laissez-faire dimana pemimpin menghindari tanggung jawab sebagai atasan dan

tidak mungkin berusaha membangun hubungan dengan mereka.

B. Rekomendasi

Daya kepemimpinan laissez-faire dar hasil penelitian ini, disarankan agar

manajer membuang gaya kepemimpinan ini untuk meningkatkan kinerja

organisasi. Hal ini menuntut keterlibatan yang lebih besar dalam membimbing

bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Semua variabel gaya kepemimpinan

transformasional memiliki hubungan positif yang kuat dengan kinerja organisasi.

Oleh karena itu disarankan agar para manajer, berusaha menjadi panutan bagi

bawahan mereka, menginspirasi bawahan dengan memberikan makna dan

tantangan untuk bekerja.

14
DAFTAR PUSTAKA

Nanjundeswaraswamy. February 2014, “Leadership Styles”. India. Volume 7,

No.2.

M. Koech, Peris. September 2012, “The Effect of Leadership Styles on

Organizational Performance at State Corporations in Kenya ”. Kenya. Volume

2, No. 1

http://www.muslimedianews.com/2016/02/cara-penulisan-dan-contoh-

daftar.html

15