Anda di halaman 1dari 4

RENCANA PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING (RPLBK)

TAHUN PELAJARAN : 2016/2017

SEMESTER : 3 (TIGA)

KELAS : XI

A. Topik masalah : Berpikir Positif


B. Bidang Bimbingan : Pribadi Sosial
C. Jenis Layanan : Informasi
D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
E. Tujuan Layanan :
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian
berpikir positif
2. Siswa dapat membedakan pengaruh
positif dan negatif
3. Siswa dapat memahami konsep berpikir
positif
4. Siswa dapat mengembangkan pola pikir
positif serta meninggalkan pola pikir
negatif
F. Hasil yang ingin dicapai : Setiap langkah kegiatan siswa dapat
memikirkan secara positif
G. Nilai budaya dan karakter bangsa : - Cinta Damai
- Peduli Sosial
- Peduii Lingkungan
- Religius
- Jujur
H. Sasaran Layanan : Siswa kelas XII
I. Uraian Kegiatan dan materi Layanan :
- Guru Pembimbing : Memberikan gambaran cara berpikir positif
dan negatif sehingga siswa dapat
mengembangkan konsep berpikir yang
positif.
- Siswa : Mencoba mengembangkan konsep berpikir
yang positif.

J. Materi :
1. Pengertian Berpikir Positif
Menurut Remez Sasson ( dalam the power of positive thinking), berpikir
positif adalah sebuah sikap mental yang mencerminkan pemikiran,
perkataan, dan gambaran yang dimiliki seseorang itu ini mengharapkan
adanya kegembiraan, kesenangan, kesehatan, dan kesuksesan dari setiap
situasi maupun tindakan yang dilakukan.
Menurut Albrecht (1980), berpikir positif adalah proses penalaran
yang didasarkan pada perspektif yang dipenuhi dengan optimism. Dalam
berpikir positif tercakup hal-hal antara lain :
a. Harapan Positif
Harapan positif adalah memusatkan perhatian pada kesuksesan,
optimism, pemecahan masalah dan menjauhkan diri dari perasaan takut
akan kegagalan, serta selalu menggunakan kata-kata yang mengandung
harapan, seperti “mengapa tidak” atau “mari kita mencoba”.
b. Afirmasi Diri
Afirmasi diri adalah memusatkan perhatian pada kekuatan diri
sendiri dengan dasar pemikiran bahwa setiap orang sama berartinya
dengan orang lain.
c. Pernyataan yang Tidak Menilai
Pernyataan yang dikeluarkan individu yang berpikir positif adalah
dengan menggambarkan keadaan (medeskripsikan) daripada
memberikan penilaian.
d. Penyesuaian diri terhadap suatu kenyataan
Penyesuaian diri terhadap keadaan dapat menjauhkan diri dari
penyesalan, frustasi dan menyalahkan diri sendiri. Orang yang berpikir
positif tidak menghindar dari masalah, tetapi menghadapi masalah
tersebut.
2. Konsep Berpikir Positif
Dalam memahami diri sendiri, seseorang memerlukan orang lain dalam
melihat dirinya. Dengan demikian, akan diperoleh suatu gambaran diri yang
utuh, meliputi hal – hal negatif dan positif. Sebagian besar orang cenderung
melihat kekurangan yang ada pada dirinya. Bila demikian, maka yang
terjadi, orang tersebut kemungkinan akan memiliki pikiran yang negatif
mengenai dirinya. Agar berimbang, maka kita memerlukan orang lain untuk
menilai kita.
3. Pola berpikir Positif
Sikap positif dapat ditempuh melalui berbagai cara, misalnya motivasi diri,
yaitu dengan melihat seberapa jauh keinginan kita dengan menentukan
impian dalam hidup dan hal – hal yang harus kita capai dalam hidup ini.
Cara yang kedua adalah meyakini bahwa kegagalan adalah suatu proses dan
bukan tujuan akhir dari perjuangan kita. Jadi, berhenti saat belum berhasil
adalah suatu kebodohan.
4. Efek Berpikir Positif
Efek berpikir positif dapat dijelaskan melalui hal berikut. Seseorang yang
memusatkan perhatian pada sesuatuyang positif, misalnya kesuksesan, maka
dalam pikirannya akan timbul bayangan tentang situasi yang
menggambarkan kesuksesannya dan selanjutnya akan menimbulkan suatu
sensasi seperti rasa bangga, puas, senang, keinginan untuk sukses, dan
semangat untuk memperoleh kesuksesan tersebut. Dengan memusatkan
pada hal – hal yang bersifat positif, maka individu akan mengalami sensasi
secara keseluruhan yang positif pula.

K. Metode : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Tugas


L. Tempat penyelengaraan : Ruang kelas XI
M. Waktu : 2x45 menit
N. penyelenggaraan Layanan : Guru Bimbingan Konseling
O. Pihak-pihak yang disertakan dalam penyelengaraan layanan dan peranannya
masing-masing :
1) Guru Pembimbing : menyampaikan materi dan memberikan
penguatan dalam layanan
2) Siswa : menjadi peserta penerima layanan

P. Alat dan perlengkapan : Buku modul BK, Laptop.


Q. Rencana penilaian dan tindak lanjut pelayanan :
- Pengamatan Terhadap Siswa Selama Mengikuti Kegiatan Layanan
- Mengamati Sikap Siswa Dalam Membuat Cerita Paradigma Baru
- Evaluasi Tugas Yang Diberikan
R. Catatan Khusus :

Mengetahui, Singaraja, September 2016


Kepala Sekolah, Guru BK,

Drs. I Md. Darwis Wibawa, M.M. Ni Made Yuliani, S.Pd.


NIP. 19641218 199103 1 007 NIP. 19580712 198301 2 002