Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pemeriksaan radiografi telah menjadi salah satu alat bantu diagnosis
utama di bidang kedokteran gigi untuk menentukan keadaan penyakit dan
merencanakan perawatan yang tepat (Williamson, 2010). Gambaran
radiografik memegang peranan penting dalam menegakkan diagnosis
sebelum perawatan dan pengobatan, dalam masa perawatan serta untuk
mengevaluasi hasil perawatan, dan untuk menunjang peranan tersebut maka
diperlukan radiografi dengan teknik yang tepat (Margono, 2012).
Radiograf digunakan untuk mendiagnosis dan memantau penyakit
mulut, serta untuk memantau perkembangan dentofasial dan kemajuannya
atau prognosis terapi (American Dental Association, 2012). Kualitas
radiograf ditentukan oleh beberapa komponen antara lain : densitas, kontras,
ketajaman dan detail (Setiyono et al, 2009). Kualitas gambar juga
tergantung pada beberapa faktor seperti geometri gambar, karakteristik dari
X-ray beam, dan resolusi gambar (Whaites, 2009).
Dental unit adalah komponen utama dalam pelayanan kesehatan gigi
dan mulut yang digunakan dokter gigi berupa tempat duduk pasien yang
dilengkapi sandaran kepala, tangan, dan kaki, yang dapat diatur posisi
sandaran dan ketinggiannya yangdioperasikan dengan menggunakan listrik
untuk membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan terapi yang akan
diberikan kepada pasien(Szymańska, 2007).

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan dental unit dan komponen pesawat dental
unit ?
2. Bagaimana prinsip kerja pesawat dental unit ?
3. Apa saja aksesoris pada pesawat dental unit ?

1
1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian dental unit dan komponen dental unit.
2. Untuk mengetahui prinsip kerja pesawat dental unit.
3. Untuk mengetahui aksesoris pesawat dental unit.

1.4 MANFAAT PENULISAN


1. Dapat mengetahui pengertian dental unit dan komponen pesawat dental
unit
2. Dapat mengetaahui prinsip kerja pesawat dental untit
3. Dapat mengetahui aksesoris pesawat dental unit.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAN KOMPONEN PESAWAT DENTAL


A. Pengertian Pesawat Dental

Dental x-ray adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan gambar


dari gigi, tulang, dan jaringan lunak disekitarnya, untuk membantu
menemukan masalah pada gigi, mulut, dan rahang. Gambaran
radiografinya dapat menunjukkan, struktur gigi yang berlubang, struktur
gigi yang tersembunyi (gigi bungsu) dan tulang keropos yang tidak bisa
dilihat pada pemeriksaan visual. (Lisra, Fauzi. 2016)

Pesawat sinar-x untuk gigi menggunakan jarak fokus-kulit yang


lebih pendek, sehingga dosis yang diterima pada kulit akan lebih tinggi.
Apron harus tersedia untuk melindungi pasien dari bahaya radiasi pada
bagian leher ke bawah selama penyinaran berlangsung.
Radiografi dental menggunakan occlusal film, single emulsion, non
grid, non intensifying screen (is), dan short distance technique.
(Riena,Yessi. 2014)
(Aryani, Fitri. 2014) Sebagai radiodiagnosa (radiograf gigi)
merupakan data pendukung yang penting dalam menegakkan suatu
diagnosa penyakit atau kelainan di Kedokteran Gigi misalnya:

 Adanya kelainan apikal atau periapikal yang tidak terdeteksi secara klinis.
 Adanya kelainan pada rahang.
 Adanya fraktur rahang atau akar gigi
 Karies yang tersembunyi (pada proksimal atau karies akar) karies
sekunder, karies incipien, kedalaman karies, dan lain-lain.

3
B. Komponen dari Pesawat Dental
Menurut (Karmila, Mila. 2014) komponen-komponen dari pesawat dental
adalah sebagai berikut:

5
4

Gambar 1.1 Main Unit Villa, Endos ACP


Keterangan :
1) Tubehead
Berfungsi sebagi tempat dari tabung Sinar – X yang digunakan untuk
menghasilkan sinar – X . Tabung sinar – X yang digunakan adalah
tabung biasa.
2) Arm
Kepala tabung melekat pada lengan ekstensi (the arm extension) yang
dapat berputar 360o secara horizontal dan vertikal untuk memudahkan
dalam meposisiskan tabung dalam pemeriksaan
3) Control Panel
Berfungsi untuk mengatur para meter pesawat .pada panel control
terdapat expose swith , lampu ready , pengatur waktu dan beberapa
panel indikator ‘ pada pesawat dental , KV dan MA sudah diatur dari

4
pabrik pembuatan pesawat. Jadi pesawat dental sudah memilikih KV
standar yang besarnya kurang lebih 70 KV.

1. “X – ray eminesion” yellow LED


2. “Ready for x-ray” green LED
3. Exposure enabling “Ready”
4. “Size” selection key = tombol untuk menentukan besar tubuh pasien
sesuai tubuh pasien yang akan diperiksa
5. “Large size” LED
6. “Medium size” LED
7. “Small size” LED
8. Tooth anatomic selection key = tombol untuk menentukan gigi yang
akan diperiksa
9. Bite wring LED
10. “Upper molar” LED
11. “Lower molar” LED
12. “Premolar” LED
13. “Incisors / Caninus” LED
14. Videography selection key
15. “Videography” LED
16. Increase key = tombol untuk menaikkan waktu yang akan digunakan
17. Decrease key = tombol untuk menurunkan waktu yang akan digunakan
18. Three figure display

5
4) X-ray Button

Tombol yang berfungsi untuk melakukan expose.

5) Konus
Konus adalah tempat keluarnya sinar x. Konus dental radiografi harus
membatasi luas lapangan pada jarak kurang dari 7,5 cm pada bagian
ujung konus. Konus dental radiografi harus dibuat sedemikian
sehingga jarak fokus dengan kulit paling tidak 20 cm untuk pesawat
yang beroperasi di atas 60 kV dan sekurang-kurangnya 10 cm untuk
pesawat hingga 60 kV.

2.2 PRINSIP KERJA DENTAL UNIT


(Lisra, Fauzi.2016) Prinsip yang digunakan sama halnya dengan sistem
pada pemeriksaan radiologi, yaitu dengan menggunakan sinar X yang akan
melewati mulut diserap oleh jaringan keras yaitu gigi dan tulang. Lalu hasil
sinar X akan ditangkap oleh film yang terletak di dalam mulut. Dan nantinya
film tersebut menghasilkan gambar. Dari hasil gambar tersebut petugas atau
dokter akan mengintepretasikan hasil tersebut menjadi sebuah diagnosa. Dari
hasil gambaran kemungkinan akan muncul kelainan yang terjadi dalam gigi
maupun gusi yang tidak bisa dilihat secara langsung seperti adanya infeksi pada
gigi dan gusi, adanya perubahan struktur tulang maupun ligamen gigi ataupun
tulang keropos yang tidak bisa dilihat selama pemeriksaan visual.

Gambar 2.1 Blok Diagram Dental X-ray

6
Keterangan :
1) Rangkaian Power Supply
Rangkaian power supply berfungsi untuk mendistribusikan tegangan
pada seluruh rangkaian pesawat sesuai yang dibutuhkan rangkaian.
2) Rangkaian Pemanas Filamen
Fungsinya untuk memberikan catu daya dan mengatur besar arus
pemanas filamen agar terjadinya “thermionic emission” bisa di kendalikan
sehingga jumlah elektron – elektron bebas yang dihasilkan pada filamen
tabung rontgen bisa dikontrol.

3) Rangkaian Tabung Rontgen/X-Ray Tube


Rangkaian tabung rontgen terdiri dari tabung rontgen dan penyearahnya.
i. Tabung Rontgen

Gambar 2.2 Tabung Rontgen Dental x-ray

Merupakan sebuah tabung diode yaitu tabung vakum yang terdiri


dari dua elektrode, yaitu anode dan katode. X ray tube adalah tempat
berlangsungnya proses terbentuknya sinar X.

ii. Penyearah Arus


Penyearah arus berfungsi untuk menyearahkan Tegangan
AC menjadi D
4) Rangkaian Transformator Tegangan Tinggi (HTT)

7
Pada rangkaian ini terdapat trafo tegangan tinggi yang berfungsi
untuk memberikan beda potensial antara anoda dan katoda dimana
anoda harus selalu mendapat polaritas positif dan katoda harus selalu
mendapat polaritas negatif agar elektron-elektron bebas yang ada
disekitar katoda dapat ditarik ke anoda. Agar anoda selalu mendapat
polaritas positif, maka dipasang penyearah tabung rontgen.
mA meter dipasang pada HTT untuk mengetahui besarnya nilai
arus tabung yang mengalir pada saat expose terjadi.
5) Rangkaian Timer.
Timer berfungsi untuk menentukan lamanya proses penyinaran.

2.3 AKSESORIES DENTAL UNIT

Menurut (Ripai, Ahmat. 2015) Aksesoris yang terdapat dalam pesawat dental unit
adalah sebagai berikut :

1. Tray Assembly

Gambar 3.1 Tray Assembly


Ciri-ciri :
 Terbuat dari plastik yang berbentuk persegi panjang

Fungsi :
 Sebagai tempat untuk meletakan peralatan yang dibutuhkan oleh operator
selama bekerja.

8
2. Radiograph viewer

Gambar 3.2 Radiograph viewer


Ciri-ciri :
 Bentuknya seperti LCD
Fungsi :
 Untuk melihat hasil foto rontgen pada pemeriksaan gigi

3. Cone Indicator

Gambar 3.3 Cone Indicator

Karekteristik :
 Untuk sensor digital
 Bingkai sempurna dan kepraktisan
 Memungkinkan eksekusi radiograf periapikal dan interproksimal dengan
kecepatan dan presisi

4. Film Dental

Film yang digunakan pada pemeriksaan dental adalah film khusus untuk
dental radiography.

9
Gambar 3.4 film dental

Karakteristik film dental :

1. Merupakan non screen film


2. Berada dalam amplop
3. Single emulsi, dengan ketebalan emulsi 5 -10 µm
4. Ukurannya 3 x 4 cm
5. Fleksibel

5. Bitewing
Untuk mempermudah positioning film dental, biasanya digunakan sebuah
alat yandisebut bitewing
A. TAB

Gambar 3.5.1 Film packet yang bersatu dengan tab.

Tab adalah alat yang digunakan untuk meletakkan film pada saat
pemeriksaan gigi.Ukuran Tab sesuai dengan ukuran film.
Keuntungan Menggunakan Tab

10
• Tab dapat dibuang (disposible), sehingga tidak diperlukan
prosedur pengontrolan infeksi silang secara extra
• Dapat digunakan pada anak-anak dengan mudah

.
B. FILM PACKET HOLDERS (PENYANGGA PAKET FILM)

Penyangga ini memiliki harga dan model yang bervariasi.

Gambar 3.5.2 Film Packet Holders

Keuntungan :
1. Sederhana
2. Paket film tersangga dengan baik dan tidak dapat digeser oleh lidah.
3. Posisi kepala tabung sinar-x dapat diarahkan dengan sudut yang tepat
walaupun operator tidak mahir dalam menentukan sudut antara paket
film dan tabung.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan bahwa


alat dental unit adalah adalah suatu alat yang dipakai untuk membantu
pemeriksaan dan mendapatkan gambar dari gigi, tulang, dan jaringan lunak
disekitarnya, untuk membantu menemukan masalah pada gigi, mulut, dan
rahang. Dalam pesawat dental unit terdapat beberapa alat tambahan untuk
mendukung pemeriksaan.

3.2 SARAN
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari
pembaca selalu penulis harapkan demi menyempurnakan penelitian ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Szymańska, J., 2007. DENTAL BIOAEROSOL AS AN OCCUPATIONAL


HAZARD IN A DENTIST’S WORKPLACE. Dep. Paedodontics Med. Univ.
Lub. Pol

Williamson, G.F. 2010.Key To Successful Intraoral Radiography.York. Dentsply


International Inc

Margono, G.2012.Radiografi Periapikal untuk Mendukung Perawatan dalam


Kedokteran Gigi.Jakarta.Penerbit Buku Kedokteran EGC.

American Dental Association. 2012. Dental Radiographic Examinations:


Recommendations For Patient Selection and Limiting Radiation Exposure.
America. U.S. Department Of Health And Human Services

Setiyono, Azam, M., &Setiyawati, E. 2009.Pengaruh Warna dan Jarak Lampu


Pengaman terhadap Hasil Radiograf.Berkala Fisika.Vol12.no 1.hh. 1-5.

Whaites, E. 2009.Radiography and Radiology for Dental Care


Professionals.London.Churchill Livingstone Elsevier.

Lisra, Fauzi. 2016. “Dental X-Ray” https://id.scribd.com/doc/306266255/Dental-


x-Ray . online. diakses pada Kamis, 2 Mei 2019 pukul 20.19

Rienna, Yessi .2014 “Pesawat Dental”


http://yessirienaeryanti.blogspot.com/2014/01/pesawat-dental.html. Online .
Diakses pada Kamis, 2 Mei 2019 pukul 21.29.

Karmila, Mila. 2014 “Makalah Pesawat Dental (1) “


https://www.academia.edu/11510414/0Makalah_Pesawat_Dental_1_ . Online .
Diakses pada Minggu 05 Mei 2019 pukul 19.25.

Ripai, Ahmat . 2015 .” MAKALAH DENTAL UNIT” Online.


https://www.academia.edu/28706751/MAKALAH_DENTAL_UNIT . Diakses
pada Senin 06 Mei 2019 pukul 12.25.

13
Liya, Aul. 2017. “Dental Unit”.
https://id.scribd.com/document/339205170/Dental-Unit . Online Diakses pada
Senin 06 Mei 2019 pukul 12.40

Khilmi, Ulul. 2016. “DENTAL X-RAY”


https://www.academia.edu/32193391/DENTAL_X-RAY. Online. Diakses pada
Senin 06 Mai 2019 pukul 12.40

14