Anda di halaman 1dari 9

Volume 06, Nomor 02, Desember 2017

Teknik
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik Hal. 66 - 74

ANALISIS PERHITUNGAN KEKUATAN


PADA STRUKTUR ATAP GUDANG STG-BOILER BATU BARA

Ikhtisoliyah, Hamid Suroyo


Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Gresik

ABSTRAK

Dalam hal perkembangan pembangunan semakin meningkat baik di desa


maupun di kota–kota. Pembangunan itu berupa pembangunan gedung, jalan,
maupun pembangunan jembatan.dimana struktur baja merupakan bangunan
yang cukup di minati oleh para pengembang karena akan kualitas yang lebih
tahanlama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil perhitungan pada
atap, menentukan kontrol perhitungan dan dimensi suatu profil yang di dapat
dari penyusunan yang di ambil dalam sebagian struktur yang akan di
hitung.Perencanaan penelitian untuk membuat perhitungan dalam tugas ini
menggunakan bantuan dari program SAP2000.
Hasil analisa struktur gudang yang telah diperhitungkan dalam penelitian
ini telah di dapat untuk kontrol beban dimana hasilnya lebih kecil dari tegangan
izin baja yaitu 1600 kg/cm2 ,beban tetap = 455 kg/cm2< 1600 kg/cm2 (OK),
beban sementara= 460 kg/cm2< 1600 kg/cm2 (OK). Di peroleh hasil profil
pada atap sebagai berikut 1)Gording / purlin dengan jarak 1,1 m memakai
profil CNP 150 x 56 x 20 x 3,2 dengan mutu SS400, 2) batang tarik / sagrod
12 mm, 3)dimensi ikatan angin 16 mm, 4)Rafter, Column dan sambungan
menggunakan profil WF 150 x 75x 5 x 7 dengan mutu SS400, 5)Dimensi baut
sambungan puncak dan tepi menggunakan M16 A325, 6)Dimensi BasePL dan
EndPL menggunakan tebal 9 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam
menentukan profil pada desain dapat menggunakan program serta menentukan
nilai moment yang bekerja.

Kata kunci : Perkuatan struktur,SAP2000, Perolehan Profil

66
Analisis Perhitungan Kekuatan
Pada Struktur Atap Gudang STG-Boiler Batu Bara

yang ada ,dan untuk dapat mengetahui


PENDAHULUAN
hasil perhitungan dengan program,maka
Perkembangan pembangunan kita gunakan program SAP2000 tersebut
semakin meningkat baik di desa maupun sebagai aplikasinya.
di kota–kota. Pembangunan itu berupa Berdasarkan latar belakang diatas
pembangunan gedung, jalan, maupun maka dirasa perlu untuk membuat suatu
pembangunan jembatan.dimana struktur alternatif pekerjaan perhitungan analisis
baja merupakan bangunan yang cukup di bangunan gudang khususnya pada
minati oleh para pengembang karena akan struktur. Dengan adanya alternatif
kualitas yang lebih tahanlama. tersebut diharapkan mampu
Pabrikasi penulangan meliputi mempermudah pekerjaan dalam membuat
pemotongan, pembentukan dan perakitan. perhitungan struktur dan kegiatan shop
Pelaksanaan pekerjaan tersebut drawingstruktur khususnya struktur yang
bergantung pada shop drawing(gambar lebih kecil. Struktur yang akan di hitung
kerja) yang dibuat oleh kontraktor, seperti dalam penelitian ini meliputi perhitungan
yang telah diketahui sebagian besar bagian atap dengan menggunakan
sumber daya manusia pada suatu proyek program aplikasi SAP dan diimensi yang
konstruksi yang ada saat ini tidak begitu di dapat dari perhitungan program pada
memahami masalah pada pemasangan atap. Penelitian ini bertujuan untuk
struktur di lapangan. Mereka menghitung perkuatan struktur dengan
mendasarkan pengetahuan mereka pada menggunakan program bantu SAP2000
pengalaman dan apa yang telah mereka serta mencari dan mengetahui hasil yang
lihat, padahal apa yang mereka lihat terdapat pada perhitungan program bantu
belum tentu benar. Sehingga jika terjadi SAP2000.
permasalahan dalam pemasangan struktur Batasan-batasan masalah yang
tersebut, mereka mengalami kesulitan digunakan padapenelitian ini adalah
untuk menyelesaikannya. Hal ini menghitung rangka atap. Menghitung
membuat penyelenggara proyek menaruh perkuatan struktur dan sebagai
perhatian besar dalam proses pengadaan perbandingan dari perhitungan manual
material sehingga memperoleh biaya menggunakan SAP.Aveva bocad 3D di
serendah mungkin yang berarti telah gunakan sebagai erection drawing dan
melakukan penghematan biaya proyek. shop drawing.
Untuk dapat mengetahui dari hasil Perhitungan struktur dalam
perhitngan program,disini akan di pengerjaan RUKO 2 Lantai
gunakan program SAP2000 untuk Balikpapan(agus santoso, 2014) dimana
perhitungan perkuatan struktur,dan juga penelitian lebih efisien dalam mengambil
program bantu Aveva Bocad 3D sebagai contoh. Berikut gambar dan profil utama
pembuat gambar kerja (shop drawing) yang di ketahui dalam struktur tersebut:
dengan di lengkapi perhitungan berat pada profil kolom dan girder di gunakan
profil itu sendiri secara otomatis serta WF300.150.6,5.9; Pada profil beam di
dapat menunjukkan beberapa jenis detail gunakan WF250.125.6.9; Pada profil

Teknik 67
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Volume 06, No. 02, Desember 2017

Baseplate di gunakan PL9x250; Untuk bentangan yang tak begitu


Sambungan menggunakan baut M19- lebar dan tergantung pada beratnya
A325; Panjang lebar bentang bangunan konstruksi, untuk gording biasa dipakai
struktur 9,m x 18m; Jarak antara kolom di I,[,C. Sedangkan untuk yang bentang
sumbu (X) 4,5m dan sumbu (Y) 4,8m; besar biasa dipakai gording dari rangka
Tinggi Elevation LT1 T.O.S + 4m dan batang. Pada umnya pemakaian gording
LT2 T.O.S + 8m. INP lebih ringan bila dibandingkan
DrawingUntuk membuat sebuah dengan gording CNP, Gording dapat
gambar kerja di perlukan dalam beberapa diperhitungkan terhadap beban-beban:
hal diantaranya adalah persiapan desain  Muatan berat sendiri gording dan
yang sudah di perhitungkan perkuatannya penutup atap
dan standart drawing  Tekanan angin
besertadetailsambungan untuk proses  Beban orang ditempatkan pada suatu
input dalam pembuatan shop drawing. titik yang menentukan, sebesar 100
Desain Struktur Perencanaan struktur kg
bangunan merupakan hal penting yang  Beban hidup sesuai dengan peraturan
harus diperhatikan dalam desain sebuah muatan q = (40-0,8 α) kg/m²≤20
bangunan karena menyangkut keamanan kg/m² dan hanya untuk α ≤ 50⁰.
sebuah bangunan secara struktural. Desain
struktur yang dimaksud adalah Bila gording tak berdiri vertikal,
perencanaan pondasi, ukuran dan maka beban yang vertikal diuraikan
penulangan kolom dan balok serta plat kearah sumbu-sumbu gording menjadi q
lantai bangunan. Desain tersebut disajikan cos dan q sin σ bila atap membuat sudut σ
dalam gambar struktur yang jelas dan dengan bidang horizontal. Perlu
mudah dipahami untuk pengerjaan di diperhatikan bahwa beban-beban tersebut
lapangan. Perhitungan struktur dikerjakan di atas bekerja menurut kombinasi
secara teliti dan menggunakan software pembebanan.
khusus untuk perhitungan struktur. Untuk menjaga kestabilan rangka
Konstruksi atap adalah bagian paling batang kuda-kuda akibat tiupan angin
atas pada suatu bangunan,permasalahan diberikan ikatan angin. Pada konstruksi
konstruksi atap tergantung pada luasnya rangka atap, ikatan angin bersama-sama
ruang yang harus dilindungi,bentuk dan dengan gording dan rangka itu sendiri
konstruksi yangn dipilih, dan lapisan membentuk suatu rangka batang.
penutupnya.Pengaruh lingkungan luar Karena ikatan ini didiperlukan untuk
terhadap atap menentukan pilihan menjamin kestabilan kuda-kuda dalam
penyelesaian yang baik terhadap suhu arah memanjang gudang, maka cukup
(sinar matahari), cuaca (air hujan dan hanya diberi pada daerah ujung gudang
kelembaban udara), serta keamanan saja. Mengenai apakah ditempatkan
terhadap kebakaran (petir dan bunga api) lapangan kesatu atau kedua,tergantung
sehingga atap harus memenuhi kebutuhan pada dapat tidaknya dibentuk suatu
terhadap keamanan dan kenyamanan.
68 Teknik
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Analisis Perhitungan Kekuatan
Pada Struktur Atap Gudang STG-Boiler Batu Bara

rangka batang ikatan angin pada lapangan mempunyai fungsi pembatas antar
pertama. ruangan.
Untuk ikatan angin ini dipakai Pasangan dinding batu bata dibuat
batang-batang lemas, sehingga batang- dengan pasangan ½ batu yang disusun
batang tersebut dianggap sama sekali tak berigi atau bertangga dengan
dapat menerima beban tekan.Dengan menggunakan spesi/ adukan 1 Pc : 4 Ps
adanya ikatan angin dan montage ini, atau satu bagian Portland cement
maka panjang tekuk dari pada batang tepi berbanding empat bagian pasir ditambah
atas kuda-kuda dapat diambil jarak antara dengan air secukupnya. Bangunan yang
dua gording (untuk tekuk dalam bidang dari sisi pengamanan, atau dari sisi
atap). arsitektonis mungkin dapat di tempatkan
Ditinjau dari segistruktur dan pada bangunan yang mempunyai bentang
konstruksi, dinding ada yang berupa yang panjang.Kualitas batu bata harus
dinding partisi/pengisi (tidak menahan yang baik dan matang pembakaranya,
beban) da nada yang berupa dinding yang harus diperhatikan juga persediaan
structural (bearing wall). Dinding bata dan tata cara memasang juga harus
pengisi/partisi yang sifatnya non lebih diperhatikan. Untuk menjaga agar
structural harus di perkuat dengan rangka dinding pasangan batu bata dapat kuat
(untuk kayu) dan kolom praktis-sloof- berdiri ada beberapa hal yang perlu
ringbalk (untuk bata). diperhatikan: mutu bahan batu bata;
Dinding dapat dibuat dari bermacam- adukan harus merata dan sistem
macam material sesuai kebutuhanya, pemasangan; pemasangan kolom-kolom
antara lain dinding bata merah terbuat dari praktis. Hal lain yang perlu diperhatikan
tanah liat/lempung yang dibakar. Untuk yaitu penempatan kusen atau kolom
dapat digunakan sebagai bahan bangunan praktisnya, sehingga pada pekerjaanya
yang aman maka pengolahanya harus saling mengisi dan memperkuat
memenuhi standart peraturan bahan konstruksi dinding bata tersebut.
bangunan indonesia NI-3 dan NI-10 Kolom-kolom praktis merupakan
(peraturan bata merah). Dinding dari bagian kerangka yang membantu dan
pasangan bata dapat dibuat dengan memperkuat posisi dinding pasangan batu
ketebalan ½ batu (non structural) dan bata, dan pemasangan kolom ditempatkan
min. 1 batu (structural). Dinding pengisi pada sudut pertemuan pasangan batu bata
dari pasanganbata ½ batu harus diperkuat dan tempat tertentu misalnya sebagai
dengan kolom praktis,sloof/rollag, dan penjepit.Kolom merupakan suatu elemen
ringbalk yang berfungsi untuk mengikat struktur tekan yang memegang peranan
pasangan bata dan menahan/ menyalurkan penting dari suatu bangunan, sehingga
beban structural pada bangunan agar tidak keruntuhan pada suatu kolom merupakan
mengenai pasangan dinding bata tersebut. lokasi kritis yang dapat menyebabkan
Penutup dari rangka bangunan adalah runtuhnya (collapse) lantai yang
pasangan dinding tembok bata yang bersangkutan dan juga runtuh total (total
collapse) seluruh struktur (Sudarmoko,

Teknik 69
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Volume 06, No. 02, Desember 2017

1996). Peraturan Perencanaan Bangunan


Baja Indonesia 1984 mendefinisikan
kolom adalah komponen struktur
bangunan yang tugas utamanya
menyangga beban aksial tekan vertikal
dengan bagian tinggi yang tidak ditopang
paling tidak tiga kali dimensi lateral
terkecil. Fungsi kolom adalah sebagai
penerus beban seluruh bangunan ke
pondasi.Kolomtermasuk strukturutama
untuk meneruskan berat bangunan dan
beban lain seperti beban hidup (manusia
dan barang-barang), serta beban
hembusan angin. Beban sebuah bangunan
dimulai dari atap. Beban atap akan
meneruskan beban yang diterimanya ke
kolom. Seluruh beban yang diterima
kolom didistribusikan ke permukaan
tanah di bawahnya. Kesimpulannya,
sebuah bangunan akan aman dari
kerusakan bila besar dan jenis pondasinya
sesuai dengan perhitungan. Namun,
kondisi tanah pun harus benar-benar
sudah mampu menerima beban dari
pondasi.
Detail Sambungan merupakan
gambar yang dimana dapat menunjukkan
lebih jelas dan detail pada suatu bentuk
dari gambar tertentu,berikut contoh detail
sambungan yang di buat:

Keuntungan sambungan menggunakan


baut antara lain:Lebih mudah dalam
pemasangan/penyetelan konstruksi di
lapangan; Konstruksi sambungan dapat
dibongkar-pasang; Dapat dipakai untuk
menyambung dengan jumlah tebal baja >
4d ( tidak seperti paku keling dibatasi
maksimum 4d ).

70 Teknik
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Analisis Perhitungan Kekuatan
Pada Struktur Atap Gudang STG-Boiler Batu Bara

 Dengan menggunakan jenis Baut d. jarak antar gording/ Purlin=1,1 m


Pass maka dapat digunakan untuk e. Kemiringan atap = 15°
konstruksi berat /jembatan. f. Beban orang = 100 kg/m²
g. Beban air hujan = 20 kg/m²
METODE PENELITIAN
h. Beban angin = 40 kg/m²
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian Dead Load
kuantitatif, dimana perancanaan Weight of roofing = 8 kg/m²
diperhitungkan menggunakan SAP. Distance between purlin = 1,1 m
Load on purlin = 8x1,1=8,8kg/m
Lokasi Penelitian
Penelitian ini telah di lakukan di pabrik
PT. Bangun Sarana Baja ,Jl. Mayjend
Sungkono XII No 8, Kebomas, Kabupaten
Gresik, Jawa Timur.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang
digunakan untuk mendapatkan data
primer melalui wawancara dan observasi
di lapangan, selain itu diperoleh data Live Load
sekunder dari PT. Bangun Sarana Baja. Man with tools = 100 kg
Rain = 20 kg/m²
Bagan Alur Penelitian
Distance between purlin = 1,1 m
Berikut bagan alur penelitian ini Load on purlin =20x1,1=22kg/m
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Perhitungan beban
Untuk pembahasan perhitungan
analisis hasil pada tiap-tiap beban yang
ada khususnya pada bagian atap,
penjelasan cara analisa struktur ini
menggunakan program SAP.
Diketahui :
a. Mutu baja Wind Load
Grade/Mutu = SS400 Wind pressure = 40 kg/m²
fy = 250 MPa Wind load on the roof
fu = 400 MPa Coefficient of pressure=0,02α-0,4=(-) 0,1
b. Jarak kuda-kuda = 4 m Coefficient of suction =(-) 0,4
c. Bentang kuda-kuda = 6 m Pressure load = 4 kg/m²

Teknik 71
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Volume 06, No. 02, Desember 2017

Load on purlin= 4 x 1,1 =4,4 kg/m Lebar sayap(bf) = 75 mm


Suction load = 16 kg/m² Tebal sayap(tf) = 7 mm
Load on purlin = 16 x 1,1 = 17,6 kg/m Radius(r) = 8 mm
Modulus penampang plastis pada sumbu
Seismic Load x (Zx) = 88,8 cm³
UBC-97 Seismic Loading Parameter: Grade = SS400
Seismic zone = Zone 2 Fy = 250 Mpa
Seismic zone factor = 0, Fu = 400 Mpa
Soil profile type = SC (soft rock) Bolt = M16 -> Grade A325 (HSB)
Importance factor, I = 1 Plate thickness (tp) = 9 mm
Overstrength factor, R = 5,6 Width of plate (bf) = 130 mm
Height of plate (hf) = 300 mm
Combination Load Area of plate (Af) = 39.000 mm²
1,4D Grade =SS400
1,2D + 1,6L Tegangan leleh (Fy) =250 Mpa
1,2D + 0,5L ± 1,3W Kekuatan tarik minimum(Fu) = 400 Mpa
0,9D ± 1,3W
1,2D + 0,5L + 1E Loading data
0,9D + 1E Kekuatan lentur nominal Mn = (-)
Where : 2,5107kNm
D = Dead load Kekuatan geser nominal,kips Vn =(+)
L = Live Load 3,471kN
W = Wind Load Kekuatan tekan nominal,kips Pn =(-)
E = Seismic load 1,035 kN
𝑀𝑢
Perhitungan Detail Sambungan Pada 𝑃𝑓 =
𝑑𝑚
Atap
2. ,5107 𝑥 103
Perhitungan sambungan rafter-kolom 𝑃𝑓 =
143
𝑃𝑓 = 17,56 𝑘𝑁

Bolt tension (tekanan–tarik geser baut)


Kuat rencana Tekan nominal baut
Φ R = Φ Fn Ab
= 0,75 x 621 x 201 x 10^-3
= 93,61575 kN
Bolt slip-critical design (batas
Profil = WF150x75x5x7
pergerakan baut)
Area(A) = 17,85cm² = 1.785 mm²
Rencana tahanan batas gerak pada
Tinggi penampang(d) = 150 mm
baut
Tebal badan(tw) = 5 mm
ΦRstr = Φ 1,13 µ Tm Ns
= 1,0 x 1,13 x 0,5 x 84,5 x 1
72 Teknik
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Analisis Perhitungan Kekuatan
Pada Struktur Atap Gudang STG-Boiler Batu Bara

= 47,7425 kN Φ Rn =Φ 0,6 Anv Fu


Bearing on column (tumpuan pada = 0,75 x 0,6 x ((300 - 5x18)x 9) x
kolom) 400 x 10^-3
Kuat rencana Tekan nominal baut = 340,2kN >17,56kN...OK
Φ Rn = Φ (2,4 d t Fu)
=0,75x2,4x16x13x400x10^-3
KESIMPULAN DAN SARAN
=49,76kN
Bearing on plate(tumpuan pada plat) Kesimpulan
Kuat rencana Tekan nominal baut Tujuan dari tugas ini adalah
Φ Rn =Φ (2,4 d t Fu) menganalisa hasil perhitungan pada atap,
= 0,75x2,4x16x9x400x10^-3 yaitu berapa hasil kontrol perhitungan dan
= 103,68 kN dimensi suatu profil yang di dapat dari
Tear-out through the edge (robek pada penyusunan yang di ambil dalam sebagian
tepi yang melintas) struktur yang akan di hitung.
At end plate Perencanaan penelitian untuk membuat
Kuat rencana Tekan nominal baut perhitungan dalam tugas ini menggunakan
Φ Rn =Φ 1,2 Lc t Fu bantuan dari program SAP2000. Dimana
= 0,75 x 1,2 x 21 x 9 x 400 x 10^-3 dalam menentukan profil, dan menghitung
= 68,04 kN beban serta menentukan nilai momen
Tear-out between bolt holes (robek yang bekerja dapat menggunakan bantuan
diantar baut) program tersebut.
At end plate Dari hasil analisa struktur gudang yang
Kuat rencana Tekan nominal baut telah diperhitungkan dalam penelitian ini
Φ Rn =Φ 1,2 Lc t Fu telah di dapat untuk kontrol beban dimana
= 0,75 x 1,2 x 52 x 9 x 400 x 10^-3 hasilnya lebih kecil dari tegangna izin
=168,48 kN baja yaitu 1600 kg/cm2.
Design strength with 2 rows of bolts  Permanent Load (beban tetap)= 455
(n= 4) kg/cm2 < 1600 kg/cm2(OK)
Kuat rencana Tekan nominal baut  Temporary Load (beban sementara) =
Φ Rn = Φ Rn bolt min x 4 460 kg/cm2 < 1600 kg/cm2(OK)
=47,7425 x 4
= 190,97kN >17,56kN...OK Untuk Dimensi yang di peroleh dalam
Design strength for shear in end plate perhitungan adalah sebagai berikut:
Gross shear on end plate  Gording / purlin memakai profil CNP
Kuat rencana Tekan nominal baut 150 x 56 x 20 x 3,2 (SS400)
Φ Rn= Φ 0,6 Agv Fy
 Dimensi batang tarik 12 mm , dimensi
= 0,9 x 0,6 x (300 x 9) x 400 x
ikatan angin 16 mm
10^-3
 Rafter dan Column dan sambungan
= 583,2kN >17,56kN ...OK
menggunakan profil WF 150 x 75x 5 x
Net shear on end plate
7(SS400)
Kuat rencana Tekan nominal baut

Teknik 73
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik
Volume 06, No. 02, Desember 2017

 Dimensi baut sambungan puncak dan Jakarta, Penerbit Bhratara Karya


tepi menggunakan M16 A325 Aksara-Jakarta
 Dimensi BasePL dan EndPL Kh,Sunggono. 1995. Buku Teknik Sipil.
menggunakan tebal 9 mm Bandung, Penerbit NOVA
Syahril A. Rahim & Mulia, Diktat
Saran
Perancangan Struktur Baja
Untuk pembaca penulisan Penelitian
ini dapat memberikan sedikit tambahan
tentang bagaimana merencanakan gudang
dengan baik.
Dalam hal perhitungan gudang,
Penelitian ini dapat membantu sebagai
acuan dalam merencanakan gudang yang
baik dan praktis, Karena telah
diperhitungkan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 1994. Mekanika Bangunan.
Bandung, Penerbit PT Bumi
Aksara.
Direktorat Penyelidikan Masalah
Bangunan. 1983. Peraturan
Perencanaan Bangunan Baja
Indonesia ( PPBBI ). Bandung,
Yayasan Lembaga Penyelidikan
Masalah Bangunan
Direktorat Penyelidikan Masalah
Bangunan. 1983.Peraturan
Pembebanan Indonesia Untuk
Gedung 1983. Bandung, Yayasan
Lembaga Penyelidikan Masalah
Bangunan
Ir.Gunawan Rudy dengan petunjuk
Ir.Morisco. 1987. Tabel Profil
Konstruksi Baja. Yogyakarta,
Penerbit KANISIUS.
Ir.Nortier.I.W,Ir.Vink.F 1980. Ilmu
Konstruksi Untuk Ahli Bangunan
dan Ahli Bangunan Air Jilid 2.

74 Teknik
Jurnal keilmuan dan Terapan Teknik