Anda di halaman 1dari 33

ANALISIS MANAJEMEN STRATEGIK

CASE : PERUSAHAAN WALT DISNEY

Mata Kuliah : Manajemen Strategik

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... 2


DAFTAR ISI........................................................................................................ 3
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................. 5
1.4 Manfaat Penulisan ................................................................................ 5
BAB II. LANDASAN TEORI ............................................................................ 6
2.1 Vision and Mission Statement / Pernyataan Visi dan Misi ................... 6
2.2 External Factor Evaluation (EFE) Matrix ............................................ 6
2.3 Tujuan Jangka Panjang (Long-Term Objective) .................................... 9
2.4 Proses Menciptakan dan Memilih Strategi ........................................... 10
BAB III. PEMBAHASAN .................................................................................. 12
3.1 Sejarah Revlon, Inc. .............................................................................. 12
3.2 Review Kasus Revlon, Inc. ................................................................... 15

1
3.3 Visi dan Misi Revlon, Inc ..................................................................... 17
3.4 Strategi Bisnis Revlon, Inc. .................................................................. 17
3.5 Penilaian Eksternal Revlon Inc. ............................................................ 19
3.6 Analisis Penilaian Internal Revlon, Inc. ............................................... 23
3.7 Matriks IE ............................................................................................. 28
3.8 Matriks SWOT ...................................................................................... 29
3.9 Matriks SPACE .................................................................................... 32
4.0 Matriks BCG ......................................................................................... 33
4.1 Matriks QSPM ...................................................................................... 35
BAB IV KESIMPULAN & SARAN .................................................................. 43
4.1 Kesimpulan ........................................................................................... 43
4.2 Saran ...................................................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 45
LAMPIRAN ........................................................................................................ 46

2
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam era perdagangan bebas ini, setiap perusahaan akan menghadapi persaingan

ketat dengan perusahaan lain baik lokal maupun internasional. Bentuk persaingan

dapat berupa harga, promosi maupun kualitas. Hal tersebut dilakukan perusahaan-

perusahaan tidak lepas dari keinginan konsumen yang selalu menginginkan untuk

memperoleh barang-barang dengan kualitas baik, sehingga perusahaan-perusahaan

yang ada sekarang ini harus mempunyai keunggulan daya saing bagi setiap produk-

produknya.

Salah satu perusahaan terkemuka yang bermain di industry hiburan adalah Walt

Disney. Perusahaan dengan berbagai produk hiburan keluarga yang telah dinikmati

jutaan orang diberbagai negara selama delapan decade terakhir. Layaknya perusahaan

pada umumnya, Walt Disney juga mengalami berbagai kendala dalam

mempertahankan bisnisnya. Sebagai contoh pada tahun 2009 diketahui bahwa

perusahaan Walt Disney mengalami beberapa kendala seperti masalah internal yang

kemudian berakibat pada penurunan keuntungan Walt Disney pada kuartal pertama di

tahun 2009. Perubahan lingkungan seperti tingkat pengangguran yang tinggi,

pertumbuhan ekonomi yang lambat dan berkurangnya konsumen membuat Walt

Disney membutuhkan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan

demikian, makalah ini mencoba untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan

matrik strategi agar mendapatkan gambaran yang jelas mengenai keputusan strategi

yang akan diambil.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka penulis

merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Strategi apa yang digunakan Walt Disney untuk mengatasi masalah

perusahaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah:

1. Untuk mengetahui strategi yang digunakan Walt Disney untuk mengatasi

masalah perusahaan

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat membantu memberikan informasi dan pengetahuan terkait

strategi yang digunakan oleh Walt Disney.


II. LANDASAN TEORI

2.1 Vision and Mission Statement / Pernyataan Visi dan Misi

Visi adalah sebuah pernyataan yang akan menjawab pertanyaan “What we

want to become?” atau “Akan jadi seperti apakah kita nantinya?”.

Mengembangkan sebuah visi merupakan langkah pertama dalam perencanaan

stratejik. Misi adalah pernyataan tujuan yang membedakan bisnis suatu

perusahaan dengan perusahaan sejenis. Sebuah pernyataan misi

mengidentifikasi lingkup operasi perusahaan terkait dengan produk dan pasar.

Pernyataan misi menjawab pertanyaan dasar yang dihadapi oleh setiap

strategis yaitu “What is our business?”Sebuah pernyataan misi yang jelas

menggambarkan nilai-nilai dan prioritas-prioritas suatu organisasi.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang dapat merumuskan visi dan

misi nya dengan jelas dan tepat makna.

2.2 External Factor Evaluation (EFE) Matrix

Matriks EFE merupakan suatu metode atau cara untuk mengetahui dan

menganalisis suatu perusahaan secara eksternal. Metode ini merupakan

bagian dari SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats)

matrix dan mencakup dua bagian eksternal yaitu Opportunity dan Threat.

Terdapat berbagai faktor yang dapat dijadikan sebagai peluang ataupun

ancaman bagi perusahaan untuk dapat terus mengembangkan industrinya.

Faktor faktor tersebut antara lain:


1. Pengaruh Ekonomi

Faktor Ekonomi berhubungan dengan perubahan dan arah perekonomian

dimana suatu perusahaan beroperasi. Hal ini dapat berkaitan dengan

perubahan suku bunga , tingkat inflasi, dan tren pertumbuhan penduduk

nasional bruto, tingkat pendapatan bersih sesudah pajak, dan

kecendrungan konsumsi.

2. Pengaruh Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan Alam

Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan memiliki dampak

yang besar pada hampir semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan.

Organisasi kecil, besar, pencari laba, dan nirlaba dalam semua industri

sedang terhuyung dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang timbul

dari perubahan variabel sosial, budaya, demografi, dan lingkungan.

3. Pengaruh Politik, Pemerintahan dan Hukum

Pemerintah daerah (Federal), Pemerintah Pusat, dan Pemerintahan Luar

Negeri merupakan major regulator, deregulator, pensubsidi, pemberi

kerja, dan pelanggan bagi suatu organisasi. Oleh karena itu, hal-hal

tersebut dapat berperan sebagai peluang utama atau ancaman baik bagi

organisasi kecil atau besar. Untuk industri dan perusahaan yang sangat

bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi, ramalan/prediksi

tentang politik dapat menjadi bagian yang penting dalam audit eksternal.

4. Pengaruh Teknologi

Perubahan teknologi secara revolusioner dan penemuan, memiliki

pengaruh dramatis dalam sebuah organisasi. Internet telah merubah sifat

yang sangat mendasar dari peluang (opportunities) dan ancaman dengan


merubah siklus dari suatu produk, meningkatkan kecepatan distribusi,

menciptakan barang dan jasa baru, menghapus batasan dari traditional

geographic markets, dan perubahan dari historical trade-off antara

standarisasi produk dan fleksibilitas.

5. Kompetisi

Persaingan dalam bisnis dapat digambarakan sebagai persaingan yang

keras. Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi dari para pesaing

adalah hal yang penting dalam keberhasilan merumuskan strategi bisnis.

Mengidentifikasi pesaing utama tidak selalu mudah karena banyak

perusahaan memiliki divisi-divisi yang bersaing dalam industri-industri

yang berbeda-beda.

The Nature Of Internal Audit

Dasar tujuan dan strategi internal audit adalah kelebihan dan kekurangan

internal, kesempatan dan ancaman dari luar, dan pernyataan tujuan yang jelas.

Kunci kelebihan internal terlihat dalam kelebihan suatu badan usaha yang

tidak dapat ditandingi atau ditiru oleh competitor (distinctive competencies).

Membangun keuntungan kompetitif dapat dilakukan dengan cara

memanfaatkan kompetensi yang tidak dapat ditandingi competitor lain

(distinctive competencies). Proses dalam melakukan audit internal Informasi

dikumpulkan dari:

1. Manajemen

2. Pemasaran

3. Keuangan dan akuntansi

4. Produksi dan operasi


5. Penelitian dan pengembangan

6. System manajemen informasi

Keterikatan dalam melakukan audit manajemen strategi internal memberikan

suatu cara untuk memahami kebiasaan dan fungsi serta efek dari keputusan

yang diberlakukan dari fungsi bisnis yang lain dalam suatu perusahaan.

2. 3 Tujuan Jangka Panjang (Long-Term Objective)

Tujuan jangka panjang (Long –term objective) menggambarkan hasil yang

diharapkan dari penetapan strategi tertentu. Sedangkan strategi

menggambarkan tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan jangka

panjang. Dalam menyusun tujuan jangka panjang harus mempunyai

karakteristik yang kuantitatif, measurable (dapat diukur), realistis,

understandable, challenging, hierarchial, obtainable, dan congruent yang

dihubungkan dengan timeline. Apabila tujuan yang ditetapkan jelas akan

memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Tujuan jangka panjang dapat

memberikan petunjuk, memberikan sinergi, membantu dalam evaluasi,

menetapkan prioritas, mengurangi ketidakpastian, meminimalkan konflik,

mendorong penyelenggaraan usaha dan membantu dalam alokasi sumber

daya serta mendesain pekerjaan. Tujuan jangka panjang diperlukan di setiap

level organisasi karena penting untuk mengukur kinerja manajemen. Tanpa

tujuan jangka panjang organisasi akan menyimpang tanpa ada tujuan yang

jelas.
2.4 Proses Menciptakan dan Memilih Strategi

Teknik strategi - formulasi yang penting dapat diintegrasikan ke dalam

pengambilan keputusan tiga tahap kerangka kerja , seperti yang ditunjukkan

pada gambar dibawah ini.

Tabel 4. Strategy Formulation Framework

1. Tahap I: Input

Dalam tahap ini perusahaan melakukan input mengenai informasi yang

didapat berdasarkan analisis faktor lingkungan ekternal, internal dan

ukuran kompetitif. Kemudian ditentukan bobot penilaian serta

peringkatnya, seperti yang telah dilakukan sebelumnya pada tabel 1, 2 dan

3.

2. Tahap II: Pencocokan

Masuk kedalam tahap pencocokan, ada beberapa kerangka strategi-

formulasi yang terdiri dari lima teknik yang dapat dilakukan. Diantaranya

adalah Matrix SWOT, Matrix SPACE, Matrix BCG, Matrix IE dan Grand

Strategy Matrix. Alat-alat ini mengandalkan informasi yang diperoleh

dari tahap input untuk mencocokkan peluang dan ancaman eksternal


dengan kekuatan internal dan kelemahan . Pencocokan faktor penentu

keberhasilan eksternal dan internal merupakan kunci untuk efektif

menghasilkan strategi alternatif yang layak.

3. Tahap III: Keputusan

Analisa dan intuisi dapat menyediakan dasar untuk membuat strategi

dalam mengambil keputusan.


III. PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Walt Disney


Walt Disney dan saudaranya, Roy tiba di California pada musim panas tahun 1923

untuk menjual kartun miliknya bernama Alice's Wonderland. Distributor bernama MJ

Winkler mengontrak untuk the Alice Comedies pada 16 Oktober 1923, dan Disney

Brothers Cartoon Studio didirikan. Selama bertahun-tahun, perusahaan memproduksi

banyak kartun, dari Oswald the Lucky Rabbit (1927) hingga Silly Symphonies (1932),

Snow White and the Seven Dwarfs (1937), dan Pinocchio dan Fantasia (1940). Pada

tahun 1925 nama perusahaan diubah menjadi Walt Disney Studio. Mickey Mouse

muncul pada tahun 1928 sebagai kartun pertama yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, Walt Disney telah berhasil dengan berbagai produk dan

layanan hiburan untuk memenuhi keinginan masyarakat. Pada tahun 1992,

Disneyland Paris dibuka di Prancis. Disney berhasil menyelesaikan banyak hal

memproyeksikan sepanjang 1990-an dengan menjelajah ke pertunjukan Broadway,

membuka hingga 725 Toko Disney, mengakuisisi tim bisbol California Angels untuk

ditambahkan ke tim hoki, membuka Dunia Olahraga Disney yang Luas di Walt

Disney World, dan mendapatkan Modal Kota / ABC. Dari tahun 2000 hingga 2007,

Disney menciptakan atraksi baru di taman hiburannya, membuat banyak film yang

sukses, membuka hotel baru, dan membangun Hong Kong Disneyland.

Perusahaan Walt Disney terbagi menjadi 4 bagian utama, antara lain sebagai berikut:

1. Studio Hiburan

Studio Hiburan ini dikenal juga sebagai Walt Disney Studio, bagian ini dikepalai

oleh Dick Cook. Studio Hiburan terdiri dari beberapa bagian, antara lain: Studio

Film, Sudio Musik, Distribusi, dan Buena Vista Theatrical Productions. Hasil
yang paling sukses adalah Walt Disney Feature Animation dengan berbagai film

kartunnya yang kebanyakan masih animasi tradisional. Namun pada

kenyataannya, Pixar lebih sukses dengan kartun yang dibuat dengan animasi

komputer dan itu membuat Disney merubah haluannya dengan membuat film

animasi komputer dan film animasi yang pertama adalah Chicken Little

sedangkan animasi tradisional yang terakhir adalah Home on The Range.

2. Taman dan Resor

Taman Tema dan Resor (Parks and Resort) ini adalah yang mengoperasikan

berbagai taman bermain Disney di seluruh dunia. Lokasi-lokasi taman bermain

antara lain di Anaheim, California, Lake Buena Vista, Florida, Paris, Perancis

(Disneyland Resort Paris) dan yang terakhir adalah Hongkong yang dibuka pada

tanggal 12 September 2005 dengan nama Hongkong Disneyland Resort. Tokyo

Disney Resort di Jepang dikelola oleh Oriental Land Company dengan lisensi dari

Disney. Bagian yang merancang taman bermain tersebut adalah Walt Disney

Imaginering.

Pada tahun 1952, dia mulai survei ke Amerika dan Eropa dan mulai merancang

taman hiburan yang bernama “Disneyland”. Pada tanggal 17 Juli 1955 Disneyland

dibuka untuk umum dan dalam waktu 7 minggu sudah lebih dari satu juta orang

yang berkunjung. Disneyland menjadi tempat wisata nomor satu di Amerika.

Sekarang perusahaan Walt Disney diantaranya memiliki 5 tempat liburan mewah,

11 taman hiburan, 2 taman hiburan bertemakan air, 39 hotel, 8 studio animasi, 6

label rekaman, 11 jaringan TV kabel, dan 1 jaringan televisi internasional. Pada

tahun 2007, Perusahaanmendapat pemasukan sebesar US $ 35 miliar. Dan orang

mengenal Walt Disney sebagai seorang Workaholic.


Sebagai pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney

menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia dan seorang penerbit

film tersohor di dunia. Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The

Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 milyar. The

Walt Disney Company memiliki 120.000 karyawan di seluruh dunia dan $

37.000.000 di penjualan pada tahun fiskal 2008. Pesaing Disney Studios ada di

berbagai industri. WDC juga memiliki sekelompok produksi lainnya untuk TV

kabel yang mendatangkan penghasilan melalui iklan. Baik waralaba film dan TV

yang kemudian digunkan untuk menciptkan produk-produk lain seperti mainan

dan pakaian, serta mungkin daya tarik di taman tema mereka, yang meningkatkan

pendapatan untuk Disney serta meningkatkan budaya WDC kepada konsumen.

Misi dari Walt Disney Company ialah:

“Menjadi salah satu produsen terkemuka di dunia dan penyedia hiburan dan

informasi. Menggunakan portofolio merek untuk membedakan konten kami,

layanan dan produk konsumen, kami berusaha untuk mengembangkan

pengalaman hiburan yang paling kreatif, inovatif dan menguntungkan dan

produk terkait di dunia.”

3.2 Review Kasus Walt Disney


Pada tahun 2009 Walt Disney mengalami kendala dimana perolehan laba bersih

perusahaan menurun sebesar 26% pada kuartal III 2009 dan penjualan menurun

sebesar 4% dibandingkan tahun 2008. Selain itu, pada salah satu anak perusahaan,

yakni Movie Studio memiliki kinerja yang buruk dimana divisi perusahaan tidak

dapat berkerja dengan baik sehingga mengalami kerugian operasi sebesar $ 12 juta.

Hal tersebut disebabkan penurunan pendapatan sebesar 12%, penjualan DVD

Disney melambat secara drastic, serta resesi ekonomi dan pertimbangan pembelian
konsumen.

3.4 Strategi Bisnis Walt Disney

Strategi bisnis Perusahaan Walt Disney meliputi:

1. Strategi Bisnis

a. Business Level

Walt Disney menggunakan strategi pembiayaan rendah / pembedaan

terintegrasi. Perusahaan berusaha untuk melayani konsumen dengan produk

dengan biaya relatif rendah namun dengan karakteristik yang dibedakan.

Strategi ini dapat menjadi alternatif dalam perekonomian global saat ini, suatu

perekonomian dimana semakin banyak perusahaan yang dapat

mengembangkan kompetensi inti yang dibutuhkan untuk dapat memproduksi

produk yang beragam namun dengan biaya yang relatif rendah.Resiko

utamanya adalah perusahaan menawarkan produk yang tidak memberikan

suatu nilai yang berarti baik baik dalam hal biaya rendah atau pembedaan.

b. Corporate Level
Localization strategy digunakan Disney dalam menjalankan operasinya.

Disney berusaha mengetahui selera masyarakat domestik tempatnya

beroperasi dalam berinovasi dan menciptakan produk baru. Selain itu, Disney

menggunakan sumber daya lokal dalam menjalankan operasinya.

3.5 Penilaian Eksternal Walt Disney

Matriks EFE merupakan suatu metode atau cara untuk mengetahui dan menganalisis

suatu perusahaan secara eksternal. Metode ini merupakan bagian dari SWOT

(Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) matrix dan mencakup dua

bagian eksternal yaitu Opportunity dan Threat. Terdapat berbagai faktor yang

dapat dijadikan sebagai peluang ataupun ancaman bagi perusahaan untuk dapat terus

mengembangkan industrinya. Faktor faktor tersebut antara lain:


1. Pengaruh

Ekonomi

Resesi Ekonomi yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Pertumbuhan ekonomi yang lambat, nilai dolar menurun menjadi tantangan bagi

berbagai divisi bisnis Walt Disney ada di berbagai negara. Sementara itu, persepsi

konsumen terhadapa keputusan pembelian produk hiburan masih rendah. Dimana

konsumen lebih memilih untuk memprioritaskan kebutuhan dibandingkan

keinginan.

2. Pengaruh Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan

Alam

Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan memiliki dampak yang

besar pada hampir semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan. Melihat bisnis Walt

Disney yang bergerak di bisnis hiburan dan telah berdiri selama delapan decade

terakhir merupakan peluang yang besar. Walt Disney telah berhasil menarik

perhatian jutaan orang didunia. Keinginan untuk mendapatkan hiburan yang

unik dan berbeda dari umumnya, dan kemajuan teknologi membuat produk dan

program Walt Disney semakin diminati. Produk Walt Disney dikonsumsi oleh

berbagai kalangan diberbagai usia mulai dari balita hingga dewasa.

3. Pengaruh Politik, Pemerintahan dan Hukum

Dalam bisnisnya, Walt Disney membangun keerjasama untuk memperluas

produknya di pasar global. Sejak perusahaan berdiri, Walt Disney telah

memiliki berbagai produk diberbagai divisi produk hiburan. Bisnis Walt Disney

sangat membutuhkan dukungan hukum. Dengan adanya lisensi dari lembaga

resmi dan perlindungan hukum membuat Walt Disney dapat beroperasi dengan

baik, seperti lisensi merchandise.


4. Kompetisi

Persaingan dalam bisnis dapat digambarakan sebagai persaingan yang

keras. Begitu pula halnya industry hiburan seperti Walt Disney. Berbagai

produk dan program yang ditawarkan Walt Disney juga menimbulkan

banyak persaingan diberbagai divisi produk Walt Disney Co. seperti

produksi film, tempat hiburan dan resort serta penjualan merchandise.

Walt Disney Co, bersaing dengan Time Warner dan CBS dalam industry

hiburan tersebut.
Tabel 1. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

No. Kunci Faktor Eksternal Bobot Nilai Sk


or
PELUANG Tertimba
1 Pertumbuhan melalui 0.08 4 0.32
diversifikasi berkelanjutan
2 Pangsa pasar di industry 0.1 4 0.4
hiburan terutama dalam bidang
jaringan media yang terus
meningkat
3 Pertumbuhan pasar global 0.08 3 0.24

4 Kemajuan teknologi dan selera 0.06 3 0.18


konsumen
5 Lisensi merek 0.08 3 0.15

6 Ekspektasi konsumen yang 0.07 4 0.28


tinggi terhadap Walt Disney
Co

ANCAMAN
1 Kompetitor dari perusahaan 0.05 3 0.15
lain
yang menawarkan produk sejenis
2 Biaya research and 0.08 3 0.24
development yang mahal
3 Resesi Ekonomi 0.07 3 0.21

4 Memerlukan perbaikan yang 0.05 3 0.15


berkelanjutan
5 Eksploitasi kekayaan intelektual 0.06 3 0.18

6 Perubahan lingkungan seperti 0.06 3 0.18


bencana alam, masalah
kesehatan, terorisme dan
perkemabangan politik
7 Tingkat pengangguran yang tinggi 0.06 2 0.12

Total 1 3.31

22
1. Analisis EFE Matrix
EFE matrix merupakan faktor-faktor yang berkenaan dengan

Opportunities (O) dan Threat (T), dari penilaian terhadap peluang dan

ancaman. Kolom bobot menunjukan seberapa pentingnya faktor tersebut

terhadap perusahaan. Dari penilaian matrix EFE dapat dilihat bahwa

untuk peluang Walt Disney Co, Pangsa pasar di industry hiburan terutama

dalam bidang jaringan media yang terus meningkat memiliki bobot total

sebesar 0.40 dengan rating 4 dan bobot 0.10, Pertumbuhan melalui

diversifikasi berkelanjutan memiliki nilai bobot total sebesar 0.32

dengan rating 4 dan bobot 0.08. Hal tersebut dikarenakan kemampuan

perusahaan yang unggul dalam merespon permintaan pasar. Sementara

yang menjadi ancaman perusahaan menurut penilaian diatas adalah Biaya

research and development yang mahal memiliki total bobot 0.24 dengan

rating 3 dan bobot 0.08. Berdasarkan tabel EFE diatas respon Walt

Disney Co. dalam menghadapi peluang dan ancaman tersebut

memiliki nilai 3,31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Walt

Disney Co responsif terhadap lingkungan eksternalnya.

3.6 Analisis Penilaian Internal Revlon Inc. (IFE Matrix)

Dasar tujuan dan strategi internal audit adalah kelebihan dan kekurangan

internal, kesempatan dan ancaman dari luar, dan pernyataan tujuan yang jelas.

Kunci kelebihan internal terlihat dalam kelebihan suatu badan usaha yang

1
tidak dapat ditandingi atau ditiru oleh competitor (distinctive competencies).

Membangun keuntungan kompetitif dapat dilakukan dengan cara

memanfaatkan kompetensi yang tidak dapat ditandingi competitor lain

(distinctive competencies). Proses dalam melakukan audit internal Informasi

dikumpulkan dari:

1. Manajemen

Robert A, Iger adalah pemimpin dan CEO Walt Disney Co. perusahaan

telah memiliki sekitar 144.000 karyawan. Perusahaan juga melakukan

restructuring yang menghabiskan biaya sebesar $213 miliar pada tahun

2008.

3. Pemasaran
Disney membidik segmentasi geografis, demografis dan psikografis. Dengan

kata lain, ia mentargetkan multi-segmen. Meski seperti Disney menargetkan

anak-anak saja, tetapi target pasar Disney adalah seluruh keluarga. Walt Disney

pernah berkata, ” Bisnis kita akan mati jika kita hanya menargetkan anak-anak.

Karena orang dewasa hanyalah kids grown up, target market dari Disney adalah

keluarga dengan pendapatan menengah ke atas yang ingin menikmati rekreasi

mereka. Disney fokus kepada strategi untuk membangun sebuah komunitas yang

loyal, penggemar setia. Disney menggunakan strategi promosi melalui media

sosial. Menurut seorang pejabat Disney, “Sosial media memungkinkan Anda

terhubung dengan pelanggan unik. Disney menggunakan media sosial dengan

nama “Living Disney”.

Di Facebook Disney memiliki lebih dari 300.000 penggemar dan 29.000

followers di Twitter dan 8,8 juta pemirsa di Youtube hanya dalam kurun waktu di

bawah dua tahun. Selain media sosial, Disney membuat iklan di media
konvensional juga seperti koran, majalah, dll. Jadi Disney melakukan promosi

baik secara online maupun offline. Selain itu Disney menggunakan direct mail

dalam melakukan promosi penjualannya. Disney memiliki channel TV “ABC,”

“Disney Channel,” dan “ESPN”. Ini merupakan satu strategi perusahaan dalam

memasarkan mereknya. Pendekatan yang tepat telah dilakukan Disney untuk

iklan televisi, iklan radio, media cetak, iklansecara online danmobile, dalam

mempromosikan diskon dan paket-paket lainnya. Untuk menjangkau pasar

remaja, Disney meluncurkan “advergaming,” dengan menempatkan pesan iklan

di game online dan video. Tujuannya adalah untuk meraih anak-anak secara

langsung dan mendorong orang tua mereka untuk mengunjungi Disneyland.

3. Keuangan

Pada 2009 Walt Disney Co mengalami beberapa masalah keuangan,

dimana pendapatan bersihnya menurun hingga 26% dari 2008.

Berdasarkan laporan tahunan Walt Disney menunjukan penurunan

penjualan sebesar 7% pada 2007-2008 dan 4% pada 2008-2009. Selain

itu, Biaya operasi dan restrukturisasi juga meningkat cukup signifikan

yakni pada biaya sebesar $ 30.400 juta menjadi $30.452 juta dan untuk

rekstrukturisasi sebesar $ 39 juta menjadi $492 juta. Neraca Terkonsolidasi

Disney terbaru, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki lebih dari $

22 miliar dalam Goodwill dan hampir $ 11,1 miliar dalam Hutang Jangka

Panjang.

4. Produksi dan operasi


Strategi produk Disney ini didasarkan pada customer satisfaction / kepuasaan

pelanggan. Baik dalam taman hiburan atau film, Disney mencoba untuk

melayani anak-anak dan setiap orang. Dan Disney berusaha untuk terus

meningkatkan produk dan pelayanannya / servis. Misalnya Disney terus meng

update dan memodernisasikan produknya untuk menyenangkan pelanggan

tetapnya, sambil menarik pelanggan yang baru. Disney juga terus menciptakan

produk-produk baru. Sebagai contoh, Disney meluncurkan aplikasi buku anak-

anak untuk iOS dan Android market.


Tabel 3. Matrik Internal Factor Evaluation (IFE Matrix)

Skor
No. Faktor Internal Kunci Berat Peringkat
Tertimbang

Kekuatan

1 Diversifikasi yang kuat 0.1 4 0.4


2 Responsif terhadap perubahan pasar 0.1 3 0.3
3 Merk yang telah dikenal masyarakat 0.1 4 0.4

4 Izin produk oleh Pemerintah 0.08 3 0.24

5 Lisensi merek 0.07 4 0.28

6 Nilai merek yang tinggi disbanding pesaing 0.07 3 0.21


7 Budaya perusahaan yang kuat 0.1 3 0.3
Kelemahan
1 Kompetitor dari perusahaan lain 0.1 3 0.3
yang menawarkan produk sejenis

2 Biaya research and development yang mahal 0.08 4 0.32

3 Ketidakpastian yang dihadapi saat menawarkan 0.12 1 0.12


produk
4 Memerlukan perbaikan yang berkelanjutan 0.08 2 0.16

Tota 1,00 3.03


l

IFE matrix merupakan faktor-faktor yang berkenaan dengan Strength (S)

dan Weakness (W), dari penilaian terhadap kekuatan dan ancaman. Kolom

bobot menunjukan seberapa pentingnya faktor tersebut terhadap


perusahaan. Dari penilaian matrix IFE dapat dilihat bahwa untuk kekuatan

Walt Disney Co ada pada Diversifikasi yang kuat dan merek yang telah

dikenal masyarakat dengan total bobot 0.4 dengan rating 4 dan bobot

0.10, responsive terhadap perubahan pasar memiliki nilai bobot total

sebesar 0.30 dengan rating 3 dan bobot 0.10. Sementara yang menjadi

kelemahan perusahaan menurut penilaian diatas adalah masalah keuangan

Biaya research and development yang mahal memiliki total bobot 0.08

dengan rating 4 dan bobot 0.32. berdasarkan tabel IFE diatas respon

Walt Disney Co dalam menyikapi kekuatan dan kelemahan tersebut

memiliki total nilai 3.31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Walt

Disney Co. responsif terhadap lingkungan eksternalnya.

3.8 Matriks Strength, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT)

Menurut David (2011), analisis SWOT adalah alat pencocokan yang membantu

manajer mengembangkan empat tipe strategis. Tujuan analisis SWOT adalah

untuk menganalisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan,

kelemahan, peluang, dan ancaman yang merupakan hal yang utama bagi

keberhasilan perusahaan.
Tabel 5. Matrix SWOT

SWOTAnalysis Matrix Strengths Weaknesses


Diversifikasi yang Kompetitor dari
kuat perusahaan lain
yang menawarkan
produk sejenis
Responsif terhadap Biaya research and
perubahan pasar development yang
mahal
Merk yang telah dikenal Ketidakpastian yang
masyarakat dihadapi saat
menawarkan produk
Izin produk oleh Memerlukan perbaikan
Pemerintah yang berkelanjutan
Lisensi merek
Nilai merek yang tinggi
disbanding pesaing
Budaya perusahaan yang
kuat
Opportunities SO Strategies WO Strategies
Pertumbuhan melalui Mengembangkan dan
diversifikasi meneliti pasar dengan
berkelanjutan
biaya R&D yang rendah
(W1, O1)
Pangsa pasar di industry Membuat rencana iklan
hiburan terutama dalam media yang disesuaikan /
bidang jaringan media yang
terus meningkat berorientasi untuk semua
segmen (S2, O2)
Pertumbuhan pasar Membangun Disneyland Menargetkan tiga pasar
global internasional (S3, O1, O3) internasional baru dan
mengembangkan produk
(W4, O3)
Kemajuan teknologi dan Penjangkauan target utama Meneliti konsumen
selera konsumen melalui media internet (S3, dengan mengoptimalkan
O4) teknologi yang dimiliki
(W2, O4)
Lisensi merek

Ekspektasi konsumen
yang tinggi terhadap
Walt Disney Co

Threats ST Strategies WT Strategies


Kompetitor dari perusahaan Konten digital untuk Konten digital untuk
lain memanfaatkan teknologi memanfaatkan teknologi
yang menawarkan produk
sejenis dan biaya yang lebih rendah dan biaya yang lebih
(S2,4; T1) rendah (W4, T1)
Resesi Ekonomi

Ketidakpastian yang Perlindungan dan Fokus pada produk yang


dihadapi saat menawarkan tingkatkan lisensi merek diminati pelanggan
produk
(S4,O5) (W4,T3)
Eksploitasi kekayaan
intelektual

Perubahan lingkungan
seperti bencana alam,
masalah kesehatan,
terorisme dan
perkemabangan politik
Tingkat pengangguran yang
tinggi
3.7 Matrix IE

3.9 Penilaian Matrik SPACE

4.0 Penilaian Matrik BCG

9
4. 1 Penilaian Matrik QSPM

10
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

.
DAFTAR PUSTAKA

David, R Fred. 2012. Strategic Management Concepts & Cases. Pearson

Academic; 14th edition

http://annualreports.com/Company/revlon-inc
https://www.revlon.com/