Anda di halaman 1dari 23

Laporan Tutorial

Skenario 1. Manajemen Kesehatan


Blok 20 Manajemen Kesehatan Gigi Masyarakat

Tutorial B :
Ketua : Dinda Atika S. (161610101019)
Sekertaris : Devi Komala (161610101015)

Anggota : Afifah Rizki F. (161610101011)


Rosi Latifa H. (161610101012)
Oksalani Cahaya R. (161610101013)
Ananda Regina P. D. (161610101014)
Lisa Wahyu Z. F. (161610101016)
Choridatul Aini A. (161610101017)
Pramita Wahyu D. (161610101020)

Dosen Pengampu Tutorial:


drg. Kiswaluyo, M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2019
SKENARIO 1. MANAJEMEN KESEHATAN

drg Dara bekerja di Puskesmas Sumber Waras telah melakukan kegiatan


UKGS secara rutin. Hasil kegiatan UKGS didapatkan prevalensi karies sebesar
85%. drg Dara sebagai penanggungjawab program kesehatan gigi dan mulut
ingin membuat program yang dapat menurunkan prevalensi karies tersebut. Apa
saja yang menjadi tugas drg Dara di Puskesmas? Langkah-langkah manajemen
apa yang dilakukan drg Dara?
STEP 1 ( Clarifying Unfamiliar Term)
1. Prevalensi
- Suatu data berupa angka biasanya digunakan untuk menentukan prioritas
masalah dengan mengunakan teknik skoring.
- Merupakan bagian dari epidemiologi, jumlah populasi yang mengalami
suatu penyakit (angka kejadian).
- Berupa presentase kejadian penyakit membandingkan angka kejadian
baru dengan angka kejaidan yang lama kemudiaan dilakukan 100%.
2. Manajemen
- Berasal kata to manage yang bearti mengatur, digunakan oleh pemimpin
yang berarti suatu seni untuk mengatur orang lain untuk mencapai suatu
tujuan dalam organisasi atau unit pelayanan.
- ilmu dan seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya dengan
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Digunakan
ilmu pengetahuan dan keahlihan, dan tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pengerakan dan pengawasan.
- Orang yang melakukan kegiatan manajemen di sebut manejer, ia
bertanggung jawab dan mengatur serta mengawasi untuk mencapai
tujuan dalam organisasi tersebut.
3. Manajemen kesehatan
Implementasi/penerapan dari manajemen yang umum di bidang kesehatan
dimana adanya kegiatan untuk mengatur petugas kesehatan baik
pendidikan formal atau non-forma maupun non perugas kesehatan utnuk
mencapai tujuan organisasi (meningkatkan status kesehatan melalui
program kesehatan) secara efektif dalam memilih alternatif kegiatan sesuai
dengan tujuan organisasi, efisien dan rasional dalam mengambil
keputusan. Sasarannya adalah sistem kesehatan masyarakat dalam
skenario adalah puskesmas. Memerlukan unsur-unsur penting yaitu :
- manusia (sebagai penentukan terlaksannya organisasi kesehatan),
- uang
- bahan baku/ obat-obatan
- mesin (peralatan yang penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan)
- metode (untuk tercapainya tujuan, dan berpedoman kepada SOP)
4. UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat)
Upaya kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut peserta didik disekolah dengan cara
meningkatkan pengetahuan dan sikap. Bentuk kegiatannya antara lain; sikat
gigi bersama, penyuluhan/DHE dan pemberian TAF, fisur sealant, ART, dan
scalling. Ditunjang dengan kesehatan peroorangan meliputi kuratif peserta
didik yang memerlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut.
5. Program kesehatan
suatu kegiatan yang di adakan untuk meningkat dan memelihara kesehatan
di masyarakat. Suatu kegiatan yang direncanakan secara sistematis guna
mencapai tujuan tertentu dalam bidang kesehatan.
6. Puskesmas
Pusat kesehatan masyarakat merupakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama, suatu organisasi untuk melayani masyarakat, menyembuhkan
penyakit, meningkatkan kesehatan masyarakat (ada program kesehatan dasar
dan program kesehatan pengembahan, usaha kesehatan sekolah), untuk
mencegah terjadinya penyakit. Salah satu sarana pelayanan kesehatan dapat
memberikan upaya kesehatan masyarakat dan perorangan. Untuk mencapai
tujuan ada tenaga kesehatan dan petugas administrasi yang bertujuan untuk
mencapai tujuan kesehatan.

Step 2 (Problem Definition)


1. Apa tugas drg.Dara di puskesmas?
2. Tujuan dilakukannya manajemen kesehatan?
3. Apa fungsi dari manajemen kesehatan?
4. Apa saja langkah-langkah manajemen drg. Dara?

Step 3 (Brainstorming)
1. Apa tugas drg. Dara di puskesmas?
 Mengatur kondisi kesehatan di masyarakat
 Melakukan UKGS. Dalam skenario telah dilakukan UKGS rutin, namun
kenapa masih tinggi pravelensi kariesnya?
- Karena kegiatan UKGS dilakukan hanya salah satu saja. Harusnya
dilakukan kegiatan UKGS secara keseluruhan dan memanfaatkan kader
dalam promosi kesehatan untuk melakukan kegiatan penyuluhan di suatu
daerah. UKGS kurang efektif karna rendahnya pengetahuan guru dan
orang tua yang merupakan sasaran tindak langsung tentang kesehatan gigi
dan mulut.
- Kurangnya motivasi yang yang diberikan dokter gigi atau tenaga
kesehatan/kader yang kurang adekuat sehingga, tidak timbul kesadaran
tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
- Perubahan sikap adanya input sepeti penyuluhan, output dan outcome.
- tidaknya adanya evaluasi terhadap kegiatan UKGS sebelumnya.
 Doker gigi sebagai tenaga medis yang menangani semua keluhan kesehatan
gigi dan mulut. Memberikan pelayanan kesehatan kesehatan gigi dan mulut
melalui upayan kuratif, rehabilitatif, prefentif dan promotif untuk
meningkatkan kesehatan gigi masyarakat dan membina peran serta
masyarakat dalam rangka kemandirian dibidang kesehatan gigi dan mulut
 Dokter gigi sebagai manajer menyusun rencana kerja dan kebijakan pelajatan
kesgilut di puskesmasnya. Dalam manajemen terdapat ruang lingkup
manajemen diantaranya:
- Ruang lingkup ekternal : berugas dalam hukum, politik dan ekomnomi dan
teknologi dan kondisi lingkungan. Dibagi dua yaitu khusus dan umum.
Yang khusus bertugas untuk merekrut tenaga kerja.
- Ruang lingkup internal : menejemen suberdaya manusia, alokasi dana,
budaya, sistem dan teknologi.

1. Apa tujuan dilakukannya manajemen kesehatan?


 Menggerakkan sumber daya manusia dalam pengorganisasian,
merencakan, melaksanakan dan mengawasi semua kegiatan pelayanan
kesehatan. Ketika melakukan pengawasan, Mengumpulkan fakta
tentang pelayanan kesehatan, Mengetahui permasasalahn tentang
pelayanan kesehatan, mengetahui data yang timbul dari pelayanan
kesehatan, mampu meyusun alternatif yang timbul pelayanan
kesehatan, mampu mengambil keputusan.
 Untuk memetukan dan mencapai sasaran yang ditentukan. Ada tujuan
umum dan khusus.
Tujuan umum : merningkatkan status kesehatan kesgilut siswa
Tujuan kusus : meningkatkan kesadaran perilaku gosok gigi siswa
 Mengatur segala elemen manajemen sehingga dapat mencapai derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.
2. Apa fungsi dari manajemen kesehatan?
Secara umum dilakukan untuk mencapai tujuan. Berikut adalah fungsi dari
manajeme :
- Planning untuk menentukan tugas-tugas yang dilakukan, mengetahui
tujuan dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Menganalisa situasi
dan melihat sistem dari segala situasi serta menyusun rencana kerja.
- Organizing untuk memberikan pembagian tugas ke sumber daya (potensi)
dan mengkoordinasi semua petugas untuk mencapai tujuan.
- Actuating untuk menumbuhkan antusiasme yang menggerakkan staf
dalam usaha-usaha untuk mencapai tujuan.
- Leading untuk membuat keputusan, mengadakan kominikasi dan
memberikan motivasi.
- Coordinating untuk mengkoordinasi pembagian tugas
- Fungsi budgeting pengalokasian dana kesehatan untuk mewujudkan
manajemen kesehatan. Dilakukan sejak langkah awal saat perencanaan
sampai tujuan tercapai.
- Repoting untuk penyampaian perkembangan tugas-tugas yang sudah
diakukan nakes dalam melakukan organisasi.
- Staffing untuk penyusanan personalia dalam perekrutan petugas sehingga
dapat memberikan daya guna dalam organisasi.
- Controlling untuk pengawasan tentanga danya penyimpangan dari sumber
daya yanga ada. Reporting masuk ke sini. Utuk melihat kompleksitas
masalah dan kemungkinan kesalahan data.
- Evaluasi dilakukan untuk melihat kinerja yang telah dilakukan dalam
untuk mencapai tujuan. Dibuat dalam membuat perencanaan untuk periode
selanjutnya
3. Apa saja langkah-langkah manajemen drg. Dara?
- Perencanaan
 Mengidentifikasi masalah
 Menentukan Prioritas masalah
 Menetukan tujuan
 Menentukan kegiatan yang akan dilakukan
 Menentukan sasaran kegiatan
 Menentukan waktu kegiatan
 Menentukan alokasi dana kegiatan
- Peroganisasian
- Perngggrak pelaksana
 Menggerakkan tugas dan wewenang
 Membentuk tim monitoring dan evaluasi
 Mengarahkan staf untuk melakukan fungsi
 Memotivasi staff
- Pengawasan : mengevaluasi jika ada kesalahan dalam melaksanakan
tugas sehingga dapat menjadi acuan di periode selajutnya.

STEP 4 (Mapping)

PUSKESMAS

Program
kesehatan

Manajemen kesehatan

Langakah-langkah Manajemen
Fungsi Manajemen kesehatan Tujuan Manajemen
kesehatan
kesehatan

- Planning
- Organizing
- Actuating
- Controlling

Step 5 (Learning Objective)


1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan peran dokter gigi di
puskesmas.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan definisi, tujuan dan fungsi
manajemen kesehatan.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tingkatan manajemen
kesehatan.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan macam bentuk dan
perencanaan program kesehatan di puskesmas.

Step 7 (Generalization)
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan peran dokter gigi di
puskesmas.

Peran Dokter di Puskesmas

Tiga peranan dokter dipuskesmas yaitu: (Muninjaya, 2004).

1. Sebagai medicus practicus

Sebagai mediscus practicus seorang dokter memerlukan keterampilan


dasar melakukan pemeriksaan fisik (physical diagnosis) mulai dari anamnesis dan
pemeriksaan fisik, membaca hasil laboratorium dan rontgen sehingga diagnosis
penyakit pasien dapat dilakukan dengan baik, dilanjutkan dengan pengobatan dan
melakukan follow-up serta memberijan konseling kepada pasien (Muninjaya,
2004).

2. Sebagai manajer

Sebagai manajer organisasi, seorang dokter bertugas merencanakan


pekerjaan staf yang dipimpinnya, mengarahkan dan menyediakan sarana
penunjang agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien
serta memantau kembali sejauh mana tugas-tugas tersebut telah dilaksanakan
(Muninjaya, 2004).

3. Sebagai petugas kesehatan masyarakat


Pekerjaan sebagai petugas kesehatan masyarakat perlu memahami dan
terampil menerapkan prinsip-prinsip ilmu dasar kesehatan masyarakat dan ilmu
manajemen kesehatan (Muninjaya, 2004).

Peran Dokter Gigi sebagai Pimpinan Puskesmas

Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dokter gigi diharapkan dapat


berperan sebagai salah satu unsur pimpinan tim kesehatan untuk mengembangkan
pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Untuk itu dokter gigi baru mampu
menjadi penggerak dan pembina dengan menjaga keserasian antara program
kesehatan lainnya. Adanya perubahan strategi dalam pembangunan kesehatan
yang semula penekanannya pada pelayanan kuratif individu, namun sekarang
bergeser ke arab pelayanan preventif dan promotif pada masyarakat, memerlukan
kemampuan tenaga dokter gigi sebagai motivator dalam bobot yang lebih tinggi,
disamping penguasaan ilmu dan keterampilan profesional ( Pintauli, 2003).

Dokter gigi juga mempunyai tugas secara medis teknis yaitu menangani
semua bentuk kelainan dan penyakit gigi dan mulut sesuai dengan peralatan yang
ada, dan melaksanakan rujukan. Yang kedua secara menejemen tugasnya yaitu
melibatkan sepenuhnya dalam perencanaan, pelaksanaan, koordinasi, pemantauan
dan evaluasi program Puskesmas, mengintegrasikan kegiatan pelayanan kesehatan
gigi masyarakat dan keluarga, pembinaan prokesa, pengatur rawat gigi dan tenaga
paramedis non gigi, khususnya dibidang medis teknis dan bertanggung jawab atas
pelaporan kesehatan gigi dari Puskesmas. Dan yang ketiga tugasnya secara
edukatif yaitu melatih tenaga para medis non gigi dan prokesa ( Pintauli, 2003).

Tugas Dokter gigi dalam penyelenggaraan program


1. Pembinaan dan pengembangan
 Pendekatan melalui program UKGDM.
 Integrasi dengan upaya kesehatan lainnya.
 Langkah-langkah kegiatan meliputi pendekatan lintas sectoral dan lintas
program, persiapan desa, pelatihan kader, dan pelaksanaan kegiatan,
penyuluhan, pemeriksaan, pengobatan sederhana, dan rujukan.Langkah-
langkah dalam monitoring meliputi pengambilan data kegiatan.
2. Pelayanan asuhan pada kelompok rawan
 Pada sekolah dasar dengan program UKGS
 Pada kelompo ibu hamil mengadakan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan
gigi mulut ibu hamil, pengobatan, rujukan, dan pencatatan.

2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan definisi, tujuan dan


fungsi manajemen kesehatan.

Definisi Manajemen kesehatan

Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan


sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk
mencapai suatu tujuan tertentu (Arifin., et al, 2016).
Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan untuk
membantu manager untuk menyelesaikan masalah, dalam bidang kesehatan
dilakukan untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat dengan
mengutamakan kesejahteraan masyarakat (Muninjaya, 2004).

G.R. Terry menyebutkan bahwa “management is distinict process


consisting of planing, organizing, actuating and controlling performed to
determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other
resources. Artinya, manajemen adalah suatu proses khusus yang terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan
untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan lainnya (Arifin., et al, 2016).

Manajemen kesehatan merupakan suatau kegiatan atau suatu seni untuk


mengatur para petugas kesehatan dan non petugas kesehatan guna meningkatkan
kesehatan masyarakat melalui program kesehatan. Manajemen kesehatan
merupakan penerapan manajemen umum daam sistem pelayanan kesehatan
masyarakat (Arifin., et al, 2016).
Tujuan Manajemen
Tujuan dari manajemen kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat serta meningkatkan kesadaran masayarakat akan pentingnya menjaga
kesehatan melalui pelaksanaan berbagai program kesehatan (Siswanto, 2009).

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah langkah-langkah penting yang wajib


dilaksanakan oleh manajer untuk mencapai tujuan oranisasi. fungsi manajemen
yang digunakan oleh Depkes RI diambil dari fungsi manajemen yang
dikemukakan oleh G.Terry (terdiri dari Planning, organizing, actuating,
controlling POAC) (Arifin., et al, 2016).
1. Planning (perencaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan
merumuskan tujuan organisasi, sampai dengan menetapkan alternatif
kegiatan untuk mencapainya. Melalui fungsi perencanaan akan dapat
ditetapkan tugas-tugas pokok staf, sehingga pimpinan akan memiliki
pedoman supervise, dan menetapkan sumber dayaya yang dibutuhkan oleh
staf untuk menjalankan tugas-tugasnya.
2. Organizing (pengorganisasian) adlaah rangkaian kegiatan manajemen
untuk menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimili oleh
organisasi dan memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan
organisasi.
3. Actuating atau fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan
kepada staf agar mereka mampu bekerja secara optimal.
4. Controlling atau pengawasan adalah proses mengamati secara terus-
menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah di
susun dan mengadakan koreksi jika ada penyimpangan.

Menurut Allen pekerjaan manajer itu mencakup empat fungsi yaitu : (Arifin., et al,
2016).

1. Memimpin (Leading)
Memimpin adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer agar
orang lain bertindak. Fungsi Leading ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu
sebagai berikut :

a. Mengambil keputusan (decision making).

b. Mengadakan komunikasi (communicating).

c. Memberikan motivasi (motivating).

d. Memilih orang-orang (selecting people).

e. Mengembangkan orang-orang (developing people).

2. Merencanakan (Planning)

Kegiatan merencanakan meliputi beberapa kegiatan yaitu :

a. Meramalkan (forecasting) adalah pekerjaan seorang manajer


dalammemperkirakan waktu yang akan datang.

b. Menetapkan maksud dan tujuan (establishing objective) yaitu pekerjaan


manajer dalam menentukan tujuan atau sasaran.

c. Mengacarakan (programming) menetapkan urutan kegiatan yang


diperlukan untuk mencapai tujuan.

d. Mengatur waktu (scheduling) menetapkan urutan yang tepat, hal ini sangat
penting agar semua tindakan dapat berhasil dengan baik.

e. Menyusun anggaran belanja (budgeting) mengalokasikan sumber daya


yang ada.

f. Mengembangkan prosedur (developing procedures) menormalisasikan


cara-cara pelaksanaan pekerjaan.

g. Menetapkan dan menafsirkan kebijaksanaan (establishing and interpreting


policies) menetapkan dasar-dasar pelaksanaan pekerjaan.
3. Menyusun (Organizing)

Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengatur dan


menghubungkan pekerjaan yang akan dilakukan sehingga dapat dilaksanakan
dengan efektif. Fungsi manajemen organizing ini meliputi :

a. Merencanakan struktur organisasi.

b. Mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang.

c. Menetapkan hubungan-hubungan.

4. Mengawasi dan meneliti (Controlling)

Pekerjaan seorang manajer dalam menilai dan mengatur pekerjaan yang


diselenggarakan dan yang telah selesai. Cara-cara pengawasan dalam manajemen
diperoleh melalui :

a. Perkembangan derajat pekarjaan.

b. Pengukuran hasil pekerjaan.

c. Penilaian hasil pekerjaan.

d. Pengambilan tindakan perbaikan.

3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tingkatan manajemen


kesehatan.
Tingkatan manajemen diibaratkan sebagai segitiga, yang terdiri dari Top
Manajemen, Middle Manajemen dan First Line Manajemen.

1. Top Manajemen (Manajemen puncak)

Top manajemen seringkali disebut sebagai manajemen puncak.


Kelompok yang berada pada tingkatan ini disebut dengan top manajer. Top
manajemen terdiri atas kelompok yang berjumlah kecil, mereka berada
pada tingkatan paling atas dari segitiga manajerial. Top manajemen
bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi secara
umum. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing
hubungan organisasi dengan lingkungannya. Top Manajemen juga dikenal
sebagai manajer pada tingkat perencanaan strategis, dimana keputusan
pada tingkatan ini seringkali memiliki dampak pada keseluruhan
organisasi. Keahlian yang harus dimiliki para manajer tingkat puncak
adalah keahlian konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan
merumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkat manajer di
bawahnya. Contoh orang-orang yang berada dalam kelompok ini seperti
kepala puskesmas, direktur RSGM. Top manajemen memiiki sasaran
strategis yang memiliki dampak pada keseluruhan organisasi (Arifin., et al,
2016).
2. Middle Manajemen (Manajemen Menengah)

Tingkatan ini sering juga disebut sebagai tingkat kendali


manajemen (management control level), karena tingkatan middle
manajemen bertanggung jawab untuk menjalankan rencana dan
memastikan tercapainya tujuan sehingga dapat juga disebut sebagai tingkat
taktis. Selain itu, tugas dari middle manajemen adalah mengarahkan
kegiatan manajer lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang
melaksanakan kebijakan organisasi. Pada middle manajemen ini dituntut
keterampilan human skill/kemampuan hubungan antarmanusia.
Keterampilan human skill yakni kemampuan untuk bekerja sama dengan
orang lain, dengan melakukan komunikasi yang efektif, memotivasi staf
sehingga mampu menerapkan kepemimpinan secara efektif dan juga
dengan komunikasi yang persuasif dan bersahabat akan membuat
karyawan merasa dihargai serta mereka akan bersikap terbuka kepada
atasan. Contoh orang-orang yang berada dalam kelompok ini seperti
manajer regional, kepala divisi. Middle manajemen memiliki sasaran taktis
untuk menjalankan rencana dan memastikan tercapainya tujuan (Arifin., et
al, 2016).

3. First Line Manajemen (Manajemen Lini Pertama)


Kelompok orang yang berada pada tingkatan first line manajemen
merupakan manajer operasional yang mengawasi operasi-operasi
organisasi, serta sebagai supervisor atau manajer penyedia. Manajer ini
terlibat langsung dan mengimplementasikan rencana-rencana khusus yang
dibuat oleh manajer menengah sehingga tingkatan ini seringkali disebut
tingkat kendali operasional (operational control level). Manajer ini tidak
membawahi manajer-manajer lain dan harus memiliki keahlian teknis
yaitu mencakup keahlian prosedur, teknik, pengetahuan, dan keahlian di
bidang khusus. First line manajemen memiliki sasaran operasional yang
berhubungan dengan pengawasan kegiatan operasional organisasi (Arifin.,
et al, 2016).
Berdasarkan tingkatan manajer, ada tiga jenis keterampilan yang harus
dimiliki oleh manajer, yaitu: (Muninjaya, 2004)

1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk


membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi. Gagasan atau ide
serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana
kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide
menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses
perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga
meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja (Muninjaya, 2004)

2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajerjuga perlu dilengkapi dengan


keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain,
yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus
selalu diciptakan oleh manajer terhadapbawahan yang dipimpinnya. Dengan
komunikasi yang persuasif, bersahabat,dan kebapakan akan membuat karyawan
merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan.
Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas,
menengah, maupun bawah. Keterampilan teknis (technical skill), keterampilan ini
pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah.
Keterampilan teknis ini merupakan kemampuanuntuk menjalankan suatu
pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki
mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain (Muninjaya, 2004).

3. Keterampilan Teknis (technical)

Keterampilan terakhir yang merupakan bekal bagi seorang manajer adalah


keterampilan teknis (technical skill). Keterampilan ini pada umumnya merupakan
bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini
merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya
menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, merangkai
bunga dan keterampilan teknis yang lain (Muninjaya, 2004).

4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan macam bentuk dan


perencanaan program kesehatan di puskesmas.

Program Kesehatan Puskesmas


Pelaksanaan program kesehatan di Puskesmas dapat dikelompokkan ke
dalam dua program utama puskesmas, yaitu program kesehatan dasar dan program
kesehatan pengembangan.
Program Kesehatan Dasar
Program kesehatan dasar merupakan program wajib yang harus dilakukan
oleh Puskesmas, diantaranya : (Dainur, 1995)
A. Kesejahteraan Ibu dan Anak
Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) merupakan program pelayanan
yang ditujukan bagi ibu dan anak yang bertujuan untuk membentuk
kesehatan keturunan, pertumbuhan anak yang sempurna guna mencapai
generasi yang sehat dan bangsa yang kuat. Contoh kegiatan yang dapat
dilakukan, antara lain : pemeriksaan kehamilan dan pertolongan pada
saat melahirkan, pemeriksaan bayi sampai dengan 1 tahun, imunisasi,
posyandu, penyuluhan gizi, dan lain-lain (Dainur, 1995).
B. Program Promosi Kesehatan
Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan
menumbuhkan sikap positif dan perilaku individu atau masyarakat
untuk meningkatkan kesehatan dirinya sendiri dan lingkungannya.
C. Program Kesehatan Lingkungan (Dainur, 1995).
Program kesehatan lingkungan dilaksanakan deng tujuan untuk
mewujudkan lingkungan hidup yang sehat agar masyarakat dapat
terlindungi dari ancaman dan bahaya penyakit yang berasal dari
lingkungan. Dalam program ini dilakukan pengawasan terhadap mutu
sanitasi dan lingkungan sekitar tempat tinggal (Dainur, 1995).
D. Program Pemberantasan Penyakit Menular
Program ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya dan
tersebarnya penyakit menular serta menurunkan angka kesakitan,
kematian, dan kecacatan akibat penyakit menular. Dalam program ini
sangat diperhatikan mengenai pemberian imunisasi pada anak sekolah,
ibu hamil dan balita (Dainur, 1995).
E. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Progam ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat
melalui penanggulangan gizi buruk terhadap balita dan ibu hamil.
Target program ini adalah pemberian tablet bitamin pada balita dan ibu
hamil (Dainur, 1995).

F. Program Pengobatan
Program pengobatan dilaksanakan dengan memberikan pelayanan
kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga
melalui upaya rawat jalan dan rujukan (Dainur, 1995).
Program Kesehatan Pengembangan
A. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut
Program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap, dan tindakan masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan
dan kesehatan gigi dan mulut. Tindakannya meliputi : tindakan
promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif. Salah satu contoh
penerapannya, yaitu : Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang
penerapan dan fungsinya hampir sama dengan UKS namun lebih
mengarah pada kesehatan gigi dan mulut (Dainur, 1995).
B. Kesehatan Usia Lanjut
Kesehatan usia lanjut merupakan program kesehatan yang
dilakukan oleh tenaga puskesmas yang ditujukan kepada masyarakat
usia lanjut, yang dalam usianya lebih rentan terkena penyakit
degenerative (misalnya : osteoporosis, fraktur panggul). Program
kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dari masyarakat
usia lanjut. Contoh dari program yang dapat dilakukan antara lain :
Menjamin asupan kalsium dan vitamin D, memberikan edukasi yang
berupa penyuluan tentang kebiasaan buruk (seperti : merokok), serta
edukasi untuk dapat meningkatkan intensitas latihan (Dainur, 1995).
C. Program Pelayanan Keluarga Miskin
Program ini diselenggarakan secara nasional dengan mendapatkan
pembiayaan sepenuhnya dari peemrintah pusat (Dainur, 1995).
D. Program Pelayanan Kesehatan Jiwa
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan status kesehatan
jiwa masyatakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal
(Dainur, 1995).
Perencanaan Program Kesehatan
Planning
Planning atau perencanaan merupakan tahap untuk menetapkan tujuan, serta
menentukan strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan
standar. Dalam melakukan tahap perencanaan, terdapat beberapa langkah yakni:
(Usman, 2011).
1. Analisis situasi
2. Identifikasi masalah dan penentuan prioritas masalah
3. Tujuan program
4. Mengkaji hambatan dan kelemahan program
5. Menyusun rencana kerja operasional

Perencanaan program kesehatan terdiri dari tiga langkah penting yakni :


(Usman, 2011).
1. Menjelaskan berbagai masalah
Untuk dapat menjelaskan masalah program kesehatan diperlukan
upaya analisis situasi. Sasaran analisis situasi adalah berbagai aspek
penting pelaksanaan program kesehatan di berbagai wilayah Puskesmas.
Dari analisis situasi akan dihasilkan berbagai macam data yang terdiri dari
berbagai aspek.
2. Menentukan prioritas masalah
Prioritas masalah secara praktis dapat ditetapkan berdasarkan
pengalaman staf, dana, dan mudah tidaknya maslah dipecahkan. Prioritas
masalah dijadikan dasar untuk menentukan tujuan.
3. Menetapkan tujuan dan indikator keberhasilan
Contoh tujuan program kesehatan:
 Menurunkan angka karies
 Mengintensifkan program kesehatan khusunya di bidang kesehatan gigi
dan mulut di wilayah binaan.
Mengkaji hambatan dan kendala
Sebelum menentukan tolak ukur, perlu dipelajari hambatan-hambatan
program kesehatan yang pernah dialami atau diperkirakan baik yang
bersumber dari masyarakat, lingkungan, Puskesmas maupun dari sektor
lainnya.
 Menyusun rencana kerja operasional
Dengan RKO akan memudahkan pimpinan mengetahui sumber daya
yang dibutuhkan dan sebagai alat pemantau.

Pembagian Rencana

A. Rencana Strategis
Rencana strategis adalah proses perencanaan jangka panjang yang
formal untuk menentukan dan mencaai tujuan organisasi (Usman,
2011).

B. Rencana Operasional
Rencana operasional terdiri dari rencana sekali pakai dan rencana tetap.
 Rencana Sekali Pakai
Rencana ini dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu dan
ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah tercapai. Bentuk utama
rencana sekali pakai adalah : (Usman, 2011).
1. Program, yakni serangkaian aktivitas yang relative luas. Suatu
program menjelaskan :
- Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai
suatu tujuan
- Unit/ anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah.
- Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
2. Proyek, bagian program yang lebih kecil dan mandiri. Setiap
proyek akan menjadi tanggung jawab setiap ndividu yang
ditunjuk dan diberi sumber daya spesifik dan dalam batas waktu
tertentu.
3. Anggaran, adalah pernyataan tentang sumber keuangan yang
disediakan untuk kegiatan tertentu dalam waktu tertentu pula.
Anggaran mendeskripsikan pendapatan dan biaya.
 Rencana Tetap
Pendekatan yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang terjadi
berulang dan dapat diperkirakan. Yang termasuk rencana tetap, adalah :
(Usman, 2011).
1. Kebijakan, suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan
kebijakan menentukan apakah keputusan dapat diambil/tidak
dapat diambil. Yang berhak membuat keputusan dalam suatu
organisasi adalah manajer puncak.
2. Prosedur Standart. Implementasi kebijakan dilakukan melalui
garis pedoman lebih detail yang disebut prosedur standart atau
metode standart. Suatu prosedur memberikan seperangkat
petunjuk detail untuk melaksanakan urutan tindakan yang sering
atau biasa terjadi.
3. Peraturan. Pernyataan bahasa suatu tindakan harus
dilakukan/tidak boleh dilakukan dlaam situasi tertentu.
Peraturan merupakan rencana tetap yang palingjelas dan bukan
merupakan pedoman pemikiran pengambilan keputusan
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, S., Rahman, F., Wulandari A., Anhar, VY. 2016. Buku Ajar Dasar-Dasar
Manajemen Kesehatan. Banjarmasin: Pustaka Banua
Dainur, M.P.H. 1995. Kegiatan KIA di Puskesmas dan Permasalahannya. Jakarta:
EGC
Muninjaya, A. A. Gde. 2004. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC.

Pintauli, Sondang. 2003. Dokter Gigi sebagai Manajer di Puskesmas. Sumatera


Utara: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Siswanto. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara.


Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori, Praktik, dan RisetPendidikan.
Jakarta: PT Bumi Aksara