Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Analisa sintesis tindakan Teknik Distraksi dan Relaksasi Post Op pada Ny. T
di Ruang IBS Rumah Sakit TK.III Slamet Riyadi

Hari : Kamis
Tanggal : 27 April 2019
Jam : 08.30 WIB

A. Keluhan Utama : Pasien mengatakan nyeri diperut sebelah kanan sampai


ketengah dan sampai ke bagian ulu hati.
B. Diagnosis Medis : Peritonitis
C. Diagnosis Keperawatan :
Nyeri akut (00132) yang berhubungan dengan agen cedera fisik, yang
dibuktikan oleh ekspresi wajah nyeri, putus asa, sikap melindungi area nyeri.
D. Data yang mendukung diagnosis keperawatan
DS : Pasien mengatakan nyeri di perut bagian kanan sampai ke tengah dan
sampai ke ulu hati.
P : Pada saat bergerak, batuk, dan melakukan aktivitas
Q : Seperti ditusuk-tusuk
R : Diabdomen sebelah kanan sampai ke tengah dan sampai ke ulu hati.
S : 8 ( Berat)
T : Hilang timbul
DO : Nampak meringis, nyeri tekan bagian abdomen.
Ny. T, 27 th dibawa ke ruang premedikasi untuk post op dengan diagnosa
peritonitis, akan dilakukan tindakan laparatomi. TTV pasien : TD : 119/59
mmHg, N : 89x/menit, S : 390C, RR : 25x/menit
E. Dasar Pemikiran
Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi
seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya
(Tamsuri, 2014). Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman
emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau
menggambarkan adanya kerusakan. Serangan mendadak atau pelan
intensitasnya dari ringan sampai berat yang dapat diantisipasi dengan akhir
yang dapat diprediksi dan dengan durasi kurang dari 6 bulan (Asosiasi Studi
Nyeri Internasional); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan
hingga berat hingga akhir yang dapat diantisipasi atau di prediksi. (NANDA,
2018). Nyeri kronis serangan yang tiba-tiba atau lambat dari intesitas ringan
hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan
berlangsung > 3 bulan (NANDA, 2016). Teknik distraksi autogenik dalam
merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat
mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan napas dalam, napas
lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan
napas secara perlahan.

F. Prinsip Tindakan Keperawatan


Prinsip yang mendasari penurunan nyeri oleh teknik distraksi dan
relaksasi terletak pada fisiologi sistem syaraf otonom yang merupakan bagian
dari sistem syaraf perifer yang mempertahankan homeostatis lingkungan
internal individu. Pada saat terjadi pelepasan mediator kimia seperti
bradikinin, prostaglandin dan substansi, akan merangsang syaraf simpatis
sehingga menyebabkan vasokostriksi yang akhirnya meningkatkan tonus otot
yang menimbulkan berbagai efek seperti spasme otot yang akhirnya menekan
pembuluh darah, mengurangi aliran darah dan meningkatkan kecepatan
metabolisme otot yang menimbulkan pengiriman impuls nyeri dari medulla
spinalis ke otak dan dipersepsikan sebagai nyeri. Bentuk pernapasan yang
digunakan pada prosedur ini adalah pernapasan diafragma yang mengacu
pada pendataran kubah diagfragma selama inspirasi yang mengakibatkan
pembesaran abdomen bagian atas sejalan dengan desakan udara masuk
selama inspirasi.
Adapun langkah-langkah teknik distraksi dan relaksasi napas dalam adalah
sebagai berikut :
1. Ciptakan lingkungan yang tenang
R : untuk menjaga kenyamanan pasien
2. Usahakan tetap rileks dan tenang
R : agar pasien dapat berfokus dengan baik
3. Menutup mata dan memfokuskan untuk sugesti diri sendiri bahwa nyeri itu
akan hilang lalu narik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru
dengan udara melalui hitungan 1,2,3
R : Untuk menghilangkan nyeri yang dirasakan
4. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan
ekstrimitas atas dan bawah rileks.
R : Untuk membuat pasien lebih tenang
5. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
R : Untuk membuka ekspansi pernafasan
6. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut
secara perlahan-lahan
R : Mengurangi nyeri
7. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks
R : Agar teknik relaksasi dan distraksi berjalan dengan baik
8. Usahakan agar tetap konsentrasi / mata sambil terpejam
R : Agar tindakan yang dilakukan berhasil.
9. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
R : Untuk mengurangi nyeri
10.Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
R : Agar nyeri dapat berkurang dan teratasi
11) Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.
R : Agar memaksimalkan terapi
G. ANALISIS TINDAKAN
Bahwa tujuan teknik relaksasi napas dalam autogenik dalam adalah
untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah
atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk, mengurangi stress baik stress
fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan
kecemasan. Selain itu juga nafas dalam merupakan salah satu intervensi yang
diagunakan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, karena
pemberian relaksasi nafas dalam tidak memerlukan alat dan juga waktu yang
tidak lama. Dalam hal ini saya memberikan teknik nafas dalam untuk
mengurangi rasa nyeri di kepala yang dirasakan oleh pasien. Teknik relaksasi
nafas dalam autogenik yang saya berikan cukup membantu dalam megurangi
nyeri yang dirasakan pasien.
H. BAHAYA DILAKUKAN TINDAKAN
Dalam pemberian teknik distraksi dan relaksasi nafas dalam autogenik tidak
ada bahaya jika melakukan tindakan ini.
I. TINDAKAN KEPERAWATAN LAIN YANG DILAKUKAN
1. Memberikan posisi nyama (semi fowler)
2. Kolaborasi pemberian obat lain
J. HASIL YANG DIDAPATKAN SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN
S : klien mengatakan cukup nyaman setelah melakukan tehnik nafas dalam,
nyeri masih terasa dengan skala 3
O : pasien masih tampak meringis kesakitan, wajah masih lemas, TD : 120/80
menit, N : 90 x/menit
A : masalah nyeri akut belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Berikan posisi nyaman
2. Lakukan tehnik nafas dalam
K. EVALUASI DIRI
Dalam mempersiapkan alat dan pasien, sebaiknya bisa dipersiapkan lebih
baik lagi dari ini, mulai dari mencuci tangan, menggunakan APD dan lain –
lain. Saya senang bisa memberikan intervensi ini ke pasien.
L. DAFTAR PUSTAKA
Alimul Aziz, 2014. Kebutuhan dasar manusia Edisi 2. Jakarta : Salemba
Medika
Asmadi, 2014. Konsep Dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta :
Salemba Medika.
Corwin, EJ. 2016. Buku Saku Patofisiologi, 3 Edisi Revisi. Jakarta: EGC
Santosa, Budi. 2015. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006.
Jakarta: Prima Medika
Smeltzer, dkk. 2014. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth Edisi 8 Vol 2. Alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono,
Monica Ester, Yasminasih. Jakarta: EGC.
Mengetahui
Mahasiswa Praktikkan, Pembimbing Klinik/CI

(............................) (...........................................)