Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD KOTA BEKASI
JAWA BARAT
2013 – 2015

Sepsis Maternal (ICD 10: O98)


1. Pengertian (Definisi) o Reaksi inflamasi sebagai reaksi terhadap adanya
infeksi yang berasal dari sumber endogen, eksogen,
sebab obstetri maupun non obstetri dimana
didapatkan sekurang-kurangnya 2 kriteria yaitu:
 Temperature > 38oC atau < 36oC
 Detak jantung > 90x/menit
 Frekuensi pernapasan > 20x/menit atau
PCO2 arteri <32 mmHg
 Jumlah Leukosit > 12000/ul atau <4000/ul
dengan >10% bentuk imature.
2. Anamnesis 1. Hamil dengan tanda-tanda kehamilan
2. Keluhan pada sumber infeksi
3. Penurunan kesadaran
4. Demam
5. Adanya faktor predisposisi:
o Social ekonomi rendah
o Anemia dan kurang gizi
o Melahirkan operatif
o Mengalami ketuban pecah dini
o Partus lama dan partus kasep
o Masyarakat yang tidak tahu dan melahirkan di
dukun
o Kehamilan dengan komplikasi infeksi seperti
pielonefritis, infeksi luka, infeksi traktus
urinarius, dan sepsis puerpuralis

3. Pemeriksaan Fisik 1. Temperature > 38ºC atau < 36ºC


2. Detak jantung > 90x/menit
3. Frekuensi pernapasan > 20x/menit
4. Kriteria Diagnosis 1. Sesuai kriteria anamnesis
2. Sesuai kriteria pemeriksaan fisik
3. PCO2 arteri <32 mmHg
4. Jumlah Leukosit > 12000/ul atau <4000/ul dengan
>10% bentuk imature.
5. Diagnosis Kerja  Sepsis Maternal (ICD 10: 098)
6. Diagnosis Banding 1.

7. Pemeriksaan Penunjang 1. Haemoglobin, Leukosit, hematokrit, Trombosit, LED,


Diff Count (ICD 9 CM: 90.59)
2. SGOT-SGPT (ICD 9 CM: 90.55)
3. Ureum (ICD 9 CM: 90.55)
4. Kreatinin (ICD 9 CM: 90.55)
5. Gula Darah Sewaktu (ICD 9 CM: 90.59)
6. Kultur Darah (ICD 9CM: 90.52)

8. Terapi 1. Rawat Rumah Sakit


2. Penatalaksanaan dalam waktu 6 jam tanpa menunggu hasil
kultur
3. Pengobatan dengan antibiotika:
o Sumber intraabdominal: meropenem 1gr (IV)/8 jam
(2mgg) perubahan ke oral dengan moxifloxacin 400
mg (po)/24 jam (2mgg)
o Sumber Urosepsis: Meropenem 1gr (IV)/8 jam (1-
2mgg) perubahan ke oral dengan Quinolon (po) (1-
2 mgg)
4. Resusitasi cairan:
o Pemberian cairan kristaloid atau koloid untuk
mempertahankan stabilitas hemodinamk diberikan
secara bolus 250-1000 ml selama 5-15 menit.
Setelah itu dipertahankan sesuai dengan tekanan
darah.
5. Kontrol Sumber Infeksi:
o Debridement (ICD 9 CM: 86.22) bila sumber
infeksi luka atau fascilitis.
o Evakuasi produk konsepsi dengan kuretase (ICD 9
CM: 69.09)
o Drainase pada abses pelvic (ICD 9 CM: 54.91)
o Laparotomy (ICD 9 CM: 54.11)
o Histerektomi (ICD 9 CM: 99.77)
6. Mencegah gagal nafas: bila terdapat ancaman gagal napas,
penurunan kesadaran, dan hipoksemia berat maka
dilakukan intubasi endotrakeal dan pemasangan ventilasi
mekanik.
7. Pemberian Kortikosteroid: hidrokortison 50-100 mg
intravena setiap 6-8 jam
8. Pemberian Antikoagulan: dapat diberikan recombinant
activated protein C
9. Pengendalian Gula Darah: terapi insulin bila perlu untuk
mengendalikan kadar gula darah 80-100 mg/dl (sliding
scale)
10. Penatalaksanaan Koagulasi Intravaskuler Diseminata
11. Pengakhiran Kehamilan: pertimbangkan kondisi pasien dan
umur kehamilan, apabila terapi yang adekuat pada sepsis
tidak bisa memperbaiki kondisi ibu, maka mengosongkan
uterus dengan segera dapat dipertimbangkan karena dapat
memperbaiki venous return dan volume paru
9. Edukasi 1. Edukasi tentang penyakit yang diderita dan komplikasi
(Hospital Health Promotion) yang mungkin akan dihadapi.
2. Edukasi dan persetujuan tindakan yang akan dilakukan.
10. Prognosis Ad vitam : Dubia ad Malam
Ad sanationam : Dubia ad Bonam
Ad fungsionam : Dubia ad Bonam
11. Tingkat Evidens IV
12. Tingkat Rekomendasi C
13. Penelaah Kritis 1. dr. Irawan Sumrah, Sp.OG
2. dr. Christofel Panggabean, Sp.OG (K) FM
3. dr. Dean Wahjudy Satyaputra, Sp.OG (k)
4. dr. Hindar Jaya, Sp.OG
5. dr. Pandji Setiawan, Sp.OG
6. dr. Bayu, Sp.OG
14. Indikator Medis Sepsis Maternal dirawat selama 14 hari dengan tanpa
komplikasi.

Target:
80%. Sepsis Maternal dirawat selama 14 hari dengan tanpa
komplikasi.

15. Kepustakaan Hakimi M, Dasuki D, Siswosudarmo R, Pradjatmo H, et AL.


Standar Pelayanan Medis Bidang Ilmu Obstetri dan
Ginekologi. Yogyakarta; Pustaka Cendiakia Press: 2011

Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perkumpulan Obstetri


Ginekologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Kasus
Obstetri. Jakarta; Percetakan Palawa Sari: 2012

Berghella V. Maternal-fetal Evidence Base Guidlines. USA;


Informa Healthcare: 2012

Norwitz, Errol R. Obstetric Clinical Algorithms : Management


and Evidence. USA; Wiley-Blackwell; 2012

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pelayanan Obstetri


Neontal Emergensi Komperhensif. Jakarta: Depkes; 2007