Anda di halaman 1dari 26

MINI RISET

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


KELAS TINGGI
“Analisis Kemampuan Siswa dalam Menulis Pantun pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Swasta Sentosa T.A 2018/ 2019”

Disusun Oleh :

Nama : Chaira Salmah


Nim : 1163111011
Kelas D1 Reguler PGSD’16
Mata Kuliah : Pendidikan Bahasa Indonesia SD Kelas Tinggi

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas semua rahmat,
nikmat serta hidayah-Nya yang telah di limpahkan. Sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan dan Sastra Indonesia Kelas Tinggi
dalam bentuk “MINI RISET” dan isinya yang sangat sederhana tepat pada
waktunya.

Tugas ini berisi informasi tentang Bahasa Indonesia. Diharapkan tugas ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua, dan pengetahuan lebih mengenai
pembelajaran tersebut. Saya menyadari bahwa dalam tugas yang saya buat ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya harapkan kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun demi kesempurnan tugas ini. Akhir kata, saya
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bersangkutan dalam pembuatan
tugas ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha yang kita lakukan.
Amin.

Medan, Mei 2019

CHAIRA SALMAH
NIM: 1163111011

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i


DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................ 1
BAB II LANDASAN TEORI ............................................................... 3
2.1 Hakikat Menulis .................................................................... 3
2.2 Fungsi dan Tujuan Menulis di SD ........................................ 4
2.3 Hakikat Pantun ...................................................................... 5
2.4 Ciri-Ciri Pantun ..................................................................... 6
2.5 Hakikat Penilaian Menulis Pantun ........................................ 7
BAB III METODE SURVEY............................................................... 9
3.1 Tempat dan Waktu Survey .................................................... 9
3.2 Subjek Survey ....................................................................... 10
3.3 Instrumen Penelitian ............................................................. 10
3.4 Teknik Pengambilan Data ..................................................... 10
3.5 Teknik Analisis Data ............................................................. 11
BAB IV PEMBAHASAN...................................................................... 13
4.1 Hasil Penelitian ..................................................................... 13
4.2 Pembahasan ........................................................................... 14
BAB V PENUTUP ................................................................................. 15
5.1 Kesimpulan ........................................................................... 15
5.2 Saran ...................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 16
LAMPIRAN ........................................................................................... 17
1. Instrumen Aspek Penilaian Dalam Penelitian ....................... 17
2. Dokumentasi Penelitian ........................................................ 22
3. Identitas Peneliti .................................................................... 23

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bahasa adalah alat komunikasi yang harus dimiliki individu yang


melakukan hubungan sosial dengan individu lain. Bahasa membantu
menyampaikan segala sesuatu yang ingin disampaikan dapat disampaikan dengan
baik. Oleh karena itu di setiap sekolah baik sekolah dasar (SD) maupun menengah
bahasa dimasukkan ke dalam salah satu mata pelajaran pokok yang wajib dipelajari
oleh setiap siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam berkomunikasi, sehingga dengan menggunakan bahasa
Indonesia siswa dapat memahami pelajaran-pelajaran lain yang menggunakan
bahasa Indonesia.Berdasarkan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di atas
pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah adalah agar siswa mampu menguasai
empat keterampilan berbahasa Indonesia, yaitu menyimak, membaca, berbicara,
dan menulis serta apresiasi sastra.

Kemampuan menulis juga sebagai salah satu kemampuan berbahasa yang


mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Melalui menulis seseorang dapat
mengungkapkan ide-ide serta gagasan untuk mencapai tujuannya. Menulis
merupakan suatu cara mengekspresikanpikiran atau perasaan dalambentuk tulisan.
Melalui kegiatan menulis,seseorang dapat menuangkan ide-idenya atau meluapkan
perasaannya dalam bahasa tulis. Oleh karena itu wajar dalam pembelajaran bahasa
Indonesia di sekolah dasar, menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa
yang sangat ditekankan. Bahkan sejak awal memasuki sekolah dasar siswa sudah
diajarkan bagaimana menulis yang baik.

Meskipun pembelajaran menulis sudah diajarkan kepada siswa, namun


masih saja sering ditemukan kurangnya siswa dalam menulis, khususnya dalam
menulis pantun. Pantun merupakan salah satu jenis sastra. Pantun adalah jenis
karangan yang berbentuk puisi yang memiliki ciri-ciri tertentu, dan pantun

1
termasuk puisi lama yang sangat terikat pada sajak/ rima akhir dan irama antara
baris dalam bait. Menurut Kosasih (2012: 125) pantun merupakan puisi lama yang
memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1) terdiri atas empat baris, 2) tiap
baris terdiri atas 8-12 suku kata, 3) dua baris pertama disebut sampiran dan dua
baris berikutnya disebut isi pantun, 4) pantun mementingkan rima akhir dengan
pola a-b-a-b.

Sebagai karya sastra, pantun karya anak memiliki karakteristik yang sama
seperti puisi pada umumnya meski masih dalam bentuk yang sederhana. Pada
pantun aspek-aspek yang tercakup meliputi, kesesuaian dengan kriteria pantun,
kemenarikan isi pantun, kekuatan imajinasi, ketepatan diksi dan ejaan, dan terakhir
kebaharuan tema. Namun, di dalam pantun karya anak, tidak selalu semua unsur
pembangun sebuah pantun terpenuhi di dalamnya.

Apresiasi sastra (pantun) memiliki manfaat dan konstribusi yang besar


terhadap perkembangan anak, sangat disayangkan jika semua manfaat dan
konstribusi yang diberikan karya sastra terhadap perkembangan anak tidak tercapai
secara optimal. Berdasarkan pengamatan dalam proses pembelajaran membaca dan
menulis yaitu , (1) pantun yang dibuat siswa tidak sesuai dengan kriteria yang ada,
(2) daya imajinasi siswa kurang, (3) penggunaan gaya bahasa yang kurang menarik.

Menulis pantun membutuhkan proses kreatif yang tidak dapat dicapai secara
instant. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan tentang pantun agar siswa lebih
mudah dalam menulispantun. Salah satu penyebab kurangnya kemampuan siswa
dalam menulis pantun adalah karena minimnya wawasan siswa tentang pantun dan
bagaimana cara menuangkannya secara tepat dalam bentuk pantun. Berdasarkan
permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Analisis Kemampuan Siswa dalam Menulis Pantun pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Swasta Sentosa T.A 2018/ 2019”

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Hakikat Menulis

Menurut Akhadiah dkk (1998:1.3) menulis adalah suatu aktivitas bahasa


yang menggunakan tulisan sebagai mediumnya. Tulisan itu sendiri atas rangkaian
huruf yang bermakna dengan segala kelengkapan lambang tulisan seperti ejaan dan
pung-tuasi. Sebagai salah satu bentuk komunikasi verbal (bahasa), menulis juga
dapat dide-finisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan dengan
menggunakan tulisan sebagai mediumnya. Pesan adalah isi atau muatan yang
terkandung dalam suatu tulisan. Adapun tulisan merupakan sebuah sistem
komunikasi antarmanusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa yang
dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Di dalam komunikasi tertulis terdapat
empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah (1) penulis sebagai penyampai
pesan, (2) pesan atu isi tulisan, (3) saluran atau medium tulisan, dan (4) pembaca
sebagai penerima pesan. Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang
teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah tulisan
dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri, antara lain bermakna, jelas, bulat dan
utuh, ekonomis, dan meme-nuhi kaidah gramatika.

Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang untuk menuangkan


buah pikiran, ide, gagasan, dengan mempergunakan rangkaian bahasa tulis yang
baik dan benar. Kemampuan menulis seseorang akan menjadi baik apabila dia juga
memiliki: (a) kemampuan untuk menemukan masalah yang akan ditulis, (b)
kepekaan terhadap kondisi pembaca, (c) kemampuan menyusun perencanaan
penelitian, (d) kemampuan menggunakan bahasa indonesia, (e) kemampuan
memuali menulis, dan (f) kemam-puan memeriksa karangan sendiri. Kemampuan
tersebut akan berkembang apabila ditunjang dengan kegaiatan membaca dan
kekayaan kosakata yang dimilikinya.

3
Suatu tulisan pada dasarnya terdiri atas dua hal. Pertama, isi suatu tulisan
menyampaikan sesuatu yang inggin diungkapkan penulisnya. Kedua, bentuk yang
merupakan unsur mekanik karangan seperti ejaan, pungtuasi, kata, kalimat, dan
alenia Akhadiah, (1997:13). Sementara itu, WJS Poerwodarminto (1987:105)
secara leksi-kal mengartikan bahwa menulis adalah melahirkan pikiran atau ide.
Setiap tulisan harus mengandung makna sesuai dengan pikiran, perasaan, ide, dan
emosi penulis yang disampaikan kepada pembaca untuk dipahami tepat seperti
yang dimaksud pe-nulis.

Pendapat lainnya menyatakan bahwa menulis adalah keseluruhan rangkaian


kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui
bahasa tulis kepada pembaca seperti yang dimaksud oleh pengarang. Agar
komunikasi lewat lambang tulis dapat tercapai seperti yang diharapkan, penulis
hendaklah menuangkan ide atau gagasannya kedalam bahasa yang tepat, teratur,
dan lengkap. Dengan demikian, bahasa yang dipergunakan dalam menulis dapat
menggambarkan suasana hati atai pikiran penulis. Sehingga dengan bahsa tulis
seseorang akan dapat menuang-kan isi hati dan pikiran.

2.2 Fungsi dan Tujuan Menulis di SD

Pembelajaran bahasa Indonesia khususnya aspek menulis, setiap jenjang


pendidikan baik tingkat dasar, menengah pertama maupun menengah umum, pasti
memiliki tujuan. Sehubungan dengan hal itu, dalam Depdiknas (2000: 15)
menjelaskan bahwa pengajaran menulis atau mengarang di SD bertujuan untuk
melatih siswa dalam menuangkan pikiran dan perasaan dengan bahasa tulis secara
teratur dan teliti. Senada dengan yang di atas, tujuan pembelajaran bahasa Indonesia
di SD/MI untuk aspek menulis, yaitu agar siswa memiliki kemampuan untuk
melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat,
pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, serta berbagai karya
sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun dengan memperhatikan unsur-

4
unsur kebahasaan dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar
(KTSP 2006).

2.3 Hakikat Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal
dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya dikenal sebagai
parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan Sadikin 2010:15.
Menurut Suseno 2008:44-45 pantun merupakan puisi yang terdiri atas 4 baris. Tiap
baris diusahakan terdiri dari 4 perkataan pula. Sampiran pada pantun terdiri atas 2
baris, yaitu baris kesatu dan kedua sedangkan isinya 2 baris pula, yaitu baris ketiga
dan baris keempat.

Pangesti 2014:7 mengemukakan pantun merupakan salah satu jenis puisi


lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari
kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang bera rti “Petuntun”. Menurut Rizal
2010:12 pantun merupakan puisi asli anak negeri Indonesia dan bangsa-bangsa
serumpun Melayu Nusantara, milik budaya bangsa.

Pantun puisi lama adalah benar-benar berasal dari kesusastraan anak negeri
sendiri. Hampir di seluruh daerah di Indonesia dan di Tanah Rumpun Melayu
terdapat hasil kesusastraan berbentuk puisi yang mempunyai struktur dan
persyaratan seperti pantun. Pantun adalah suatu bentuk puisi yang paling mudah
dimengerti dan mudah ditangkap maksud dan artinya. Membaca dan mencerna
pantun tidak sesulit membaca dan mencerna puisi-puisi lain puisi bebas.

Pendapat yang lebih kompleks menurut Gani 2010:74 bahwa pantun adalah
puisi lama yang terdiri atas empat baris atau lebih yang bersajak bersilih atau
bersilang yaitu a-b-a-b dan tiap baris terdiri atas empat sampai enam kata, jumlah
suku kata dalam tiap baris antara delapan sampai dua belas, dua baris pertama
merupakan sampiran dan dua baris terakhir merupakan isi pantun. Menurut Kamus

5
Dewan dalam Media 2011: 10 pantun adalah sejenis puisi yang terdiri dari empat
baris yang mempunyai pembayang dan maksud.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bawa pantun


adalah karya sastra yang termasuk salah satu jenis puisi lama yang asli dari
Indonesia yang terdiri atas empat baris atau lebih yang bersajak bersilih atau
bersilang yaitu a-b-a-b, baris pertama dan kedua disebut sampiran dan baris ketiga
dan keempat isi, jumlah suku kata dalam tiap baris antara delapan sampai dua belas.

2.4 Ciri- Ciri Pantun

Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya
diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun
membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya
pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut :

1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris

Jika prosa mengenal ada paragraf untuk tiap rangkaian kalimat yang berada
dalam satu gagasan utama, jenis puisi lebih akrab menyebutnya sebagai bait. Tiap
bait biasanya berisi untaian kata-kata yang berada dalam satu gagasan dan
umumnya mempunyai ciri khas tersendiri bergantung jenis puisinya. Khusus untuk
pantun, puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu
terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan
larik.

2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris

Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara


lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap
padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas
8—12 suku kata.

6
3. Memiliki Sampiran dan Isi

Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah


diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan
juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut
biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa
ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang
kerap dikenal sebagai sampiran.Untuk masalah penempatannya di dalam pantun,
sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun
menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4. Berima a-b-a-b

Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang
terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk
dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas
yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b. Yang dimaksud dengan rima a-b-
a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris
kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara
sampiran dan isi.

2.5 Hakikat Penilaian Menulis Pantun

Menurut Iskandarwassid (2010: 248) aktifitas menulis merupakan suatu bentuk


manifestasi kemampuan dan ketrampilan berbahasa yang paling dikuasai oleh
pembelajaran bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca
dibandingkan dengan tiga kemampuan berbahasa yang lain, kemampuan menulis lebih
sulit dikuasai bahkan oleh penutur asli bahasa yang bersangkutan. Sekalipun hal ini
disebabkan kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan
unsur di luar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi tulisan baik urusan bahasa
maupun unsur isi hauruslah terjalin demikian rupa sehingga menghasilkan tulisan yang
runtut dan padu dalam tes kemampuan menulis, agar peserta didik dapat
memperlihatkan ketrampilannya. Maka perlu disiapkan tes yang baik.

7
Nurgiyantoro (2013: 298 – 305) mengungkapkan bahwa cara menilai
kemampuan menulis adalah melalui jalan tes. Namun, ditegaskan olehnya bahwa
penilaian yang dilakukan terhadap karangan siswa biasanya bersifat holistik, impresif,
dan selintas; yaitu penilaian yang bersifat menyeluruh berdasarkan kesan yang
diperoleh dari membaca karangan siswa secara selintas. Selain penilaian yang bersifat
holistik, diperlukan pula penilaian secara analitis agar guru dalam memberikan nilai
secara lebih objektif dan dapat memperoleh informasi lebih rinci tentang kemampuan
siswanya. Penilaian dengan pendekatan analitis merinci tulisan dalam kategori tertentu.
Pengkategorian itu sangatlah bervariasi, bergantung pada jenis tulisan itu sendiri.

8
BAB III
METODE SURVEY

3.1 Tempat dan Waktu Survey

1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Swasta Sentosa, Medan pada semester
genap tahun pelajaran 2018/2019 .

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d bulan Mei yaitu pada
semester genap tahun ajaran 2018/2019. Jadwal kegiatan dapat dilihat pada tabel 1
di bawah ini:

Tabel 3.1 Jadwal Rencana Pelaksanaan Penelitian

Bulan/Minggu/Tahun 2018
No Kegiatan Maret April Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Meminta izin
mengadakan
penelitian
kepada Kepala
Sekolah
2. Observasi
Kelapangan
3. Menyusun
Instumen
Penelitian
4. Pengambilan
Data Penelitian
5. Menganalisis
Hasil
Penelitian
6. Menulis
Laporan
Penelitian

9
3.2 Subjek Survey

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas tinggi VI SD Swasta Sentosa tahun
ajaran 2018/2019 sebanyak 20 siswa. Subjek yang digunakan adalah semua anggota
populasi yang ada. Sedangkan objek penelitian dalam penelitian ini ialah
kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Swasta Sentosa semester genap
tahun pelajaran 2018/2019 .

3.3 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian atau instrumen pengumpulan data adalah alat bantu


yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data
agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dokumen yang digunakan
adalah semua arsip yang berupa lembar hasil pantun siswa. Dokumen ini kemudian
diolah/dianalisis dengan menggunakan diskriptor penilaian menulis pantun.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah
observasi, dokumentasi dan tinjauan literatur.

1. Observasi

Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi atau pengamatan


langsung. Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan, maksudnya
peneliti tidak ikut aktif dalam proses belajar mengajar yang berlangsung dikelas.
Peneliti hanya mengamati interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa selama
kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Observasi digunakan dengan tujuan
untuk mendapatkan gambaran dengan jelas tentang pelaksanaan pembelajaran
pantun di SD Swasta Sentosa T.A 2018/ 2019. Pelaksnaan pengumpulan data
melalui teknik observasi adalah dengan mengadakan pengamatan secara langsung
dilapangan.

10
2. Dokumentasi (Hasil Pantun Siswa)

Menurut Sugiyono (2012: 329) dokumen merupakan catatan yang sudah


berlalu. Dokumen bisa berbentuk lukisan, gambar, atau tulisan dari seseorang.
Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan
dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini.

Pengumpulan data melalui dokumentasi dengan cara mengumpulkan data-


data, baik secara tertulis, gambar, video, dan lainnya. Semua data yang
dikumpulkan berhubungan dengan penelitian dan merupakan satu kesatuan dengan
data wawancara. Menurut Riduwan (2013: 77) menyatakan bahwa dokumentasi
ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-
buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto,film dan data
yang relevan dengan penelitian. Selanjutnya menurut Sukmadinata (2011: 221)
dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan
menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gambar maupun
elektronik.

Pengumpulan data dokumentasi dalam penelitian ini berupa hasil menulis


pantun siswa. Hasil belajar dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan
siswa terhadap kemampuan menulis puisi secara individu. Alat-alat yang digunakan
oleh peneliti adalah seperangkat alat tulis dan camera digital.

3. Tinjauan literatur

Literatur atau bahan bacaan atau dasar yang bisa dijadikan rujukan dalam
sebuah penulisan karya ilmiah. Peneliti membaca buku-buku dan sumber-sumber
yang dapat membantu peneliti melakukan penelitian untuk memperoleh data yang
relevan.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah cara menganalisis data yang diperoleh dari
penelitian untuk mengambil kesimpulan hasil penelitian. Proses analisis data

11
dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yang telah
diperoleh dari penelitian di lapangan. Proses pengolahan data dimulai dengan
mengelompokkan data-data yang terkumpul hasil pantun siswa dan data pendukung
yang dianggap dapat menunjang dalam proses penelitian. Data-data yang sudah
diperoleh dari hasil penelitian disajikan secara deskriptif dilakukan dengan cara
menelaah jawaban-jawaban yang didapatkan dari subjek penelitian.

12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penilaian terhadap kemampuan menulis pantun kelas V SD Swasta


Sentosa yang diukur melalui 5 aspek yang dilakukan menghasilkan nilai tertinggi
93 dan nilai terendah 46. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut:

No. Nilai Kategori Frekuensi Presentase


1. 90 – 100 Sangat Baik 2 8%
2. 70 – 89 Baik 16 64 %
3. 50 – 69 Cukup 4 16 %
4. 0 – 49 Kurang 3 12 %
Jumlah 25 100 %

JUMLAH SISWA
Rumus = X 100%
TOTAL SISWA

18

16

14

12

10

0
KURANG CUKUP BAIK SANGAT BAIK

13
4.2 Pembahasan

Penilaian teks pantun pada penelitian ini menggunakan 5 aspek, yaitu


kesesuaian dengan kriteria pantun, kemenarikan isi pantun, kekuatan imajinasi,
ketepatan diksi dan ejaan, kebaharuan tema. Dari kelima aspek tersebut peneliti
menetapkan skor pada masing-masing aspek, yaitu : 8-19 pada aspek kesesuaian
dengan kriteria pantun, 2-8 pada aspek kemenarikan isi pantun, 16-30 pada aspek
kekuatan imajinasi, 10-25 pada aspek ketepatan diksi dan ejaan, 4-15 pada aspek
kebaharuan tema. Berdasarkan keseluruhan aspek, maka dari itu diperoleh nilai
tertinggi 93 dan nilai terendah 46.

Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh data bahwa penulisan teks pantun


siswa kelas VI sudah dikategorikan baik. Jumlah keseluruhan subjek pada
penelitian ini adalah 25 orang. Pada tabel hasil uji kemampuan siswa dalam menulis
teks pantun dari 25 subjek hanya 3 orang yang mendapatkan nilai yang dinyatakan
kurang, 4 orang dinyatakan cukup, 16 orang dinyatakan baik dan 2 orang
dinyatakan sangat baik untuk memenuhi standart penulisan teks pantun. Hasil data
tersebut menunjukan bahwa kemampuan menulis pantun siswa sudah baik.

14
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kemampuan penulisan teks pantun siswa kelas V SD Swasta Sentosa T.A


2018/2019 sudah dikategorikan baik. Dari 25 subjek hanya 3 orang yang
mendapatkan nilai yang dinyatakan kurang, 4 orang dinyatakan cukup, 16 orang
dinyatakan baik dan 2 orang dinyatakan sangat baik untuk memenuhi standart
penulisan teks pantun. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan
menulis siswa pada tes ini sudah baik.

5.2 Saran

Berdasarkan kenyataan dilapangan, kita dapat menemukan beberapa


pengajar yang masih kurang memperhatikan pengembangan anak didiknya, maka
dari itu kita sebagai calon-calon pendidik masa depan harus mempersiapkan sejak
dini rencana-rencana pengajaran yang merujuk pada pendidikan sebagai dasar
dalam dalam memeberikan pendidikan dengan berbagai teori dan peran-perannya
yang telah penulis ungkapkan pada tugas ini demi kemajuan anak-anak bangsa
dimasa yang akan datang.

15
DAFTAR PUSTAKA

Dra. Syamsuarni, dkk. 2014. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi.


Medan: Unimed Press

Ahmad Rofi’uddin, dkk. 1999. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas
Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi

Riska Friolita Fatimah. 2014. Analisis Kemampuan Menulis Pantun Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV-A SDN 17 Kota Bengkulu . Skripsi. FKIP
Universitas Bengkulu

Rasyidah Ratna Putri dkk. 2017. Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menulis
Pantun Kelas Iv Sd Se-Gugus I Ki Hajar Dewantara Kecamatan Bukit
Raya Pekanbaru. Vol 1. No. 5

16
LAMPIRAN

1. Instrumen Aspek Penilaian Dalam Penelitian (Menganalisis Kemampuan


Menulis Pantun Siswa)

Kriteria Analisis Menulis Pantun

Tingkat Capaian Kinerja


No Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4 5
1. Kebaruan tema dan makna
2. Keaslian pengucapan
3. Kekuatan imajinasi
4. Ketapatan diksi
Pendayaan pemajasan dan
5.
citraan
Jumlah

Rubrik Penilaian Menulis Pantun

Kriteria Analisis Menulis Pantun

No Aspek yang Indikator Skor Deskriptor


diamati
1. Kesesuaian 1. Tiap bait terdiri dari 18-20 Sangat Baik,
dengan 4 baris apabila sudah
kriteria 2. Tiap baris terdiri dari terpenuhi keempat
pantun 8-12 suku kata indikator yang ada.
3. Sajaknya berirama, 14-17 Baik, apabila sudah
berumus a-b-a-b atau terpenuhi sebanyak
bunyi akhir baris pertama 3 dari keempat
sama dengan bunyiakhir indikator yang ada.
baris ketiga, dan bunyi 10-13 Cukup, apabila
akhir kedua sama dengan hanya terpenuhi
bunyi baris akhir baris sebanyak 2 dari
keempat. keempat indikator
yang ada.

17
4. Kedua baris pertama 7-9 Kurang, apabila
merupakan sampiran, hanya terpenuhi
sedangkan isi terdapat sebanyak 1 dari
pada keempat indikator
kedua baris terakhir yang ada.

2. Kemenarikan 1. Isi 8-10 Sangat Baik,


isi pantun 2. Makna apabila unsur isi
dan makna sangat
menarik.
5-7 Baik, apabila unsur
isi dan makna
menarik.
3-5 Cukup, apabila
unsur isi dan makna
cukup menarik.

0-2 Kurang, apabila


3. Kekuatan 3. Kreativitas 27-30 Sangat Baik,
imajinasi 4. Pengembangan ide apabila kreativitas
dan pengembangan
ide sangat
memenuhi
kekuatan imajinasi.
22-26 Baik, apabila
kreativitas dan
pengembangan ide
sudah memenuhi
kekuatan imajinasi.
17-21 Cukup, apabila
kreativitas dan
pengembangan ide
cukup memenuhi
kekuatan imajinasi.
13-16 Kurang, apabila
kreativitas dan
pengembangan ide
kurang memenuhi
kekuatan imajinasi.
4. Ketepatan 1. Gaya Bahasa 22-25 Sangat Baik,
diksi dan 2. Pilihan struktur dan apabila gaya
ejaan kosakata bahasa, pilihan
3. Tata tulis struktur dan
kosakata, dan tata
tulis sangat
memenuhi

18
ketepatan diksi dan
ejaan.
18-21 Baik, apabila gaya
bahasa, pilihan
struktur dan
kosakata, dan tata
tulis sudah
memenuhi
ketepatan diksi dan
ejaan.
11-17 Cukup, apabila
gaya bahasa,
pilihan struktur dan
kosakata, dan tata
tulis cukup
memenuhi
ketepatan diksi dan
ejaan.
5-10 Kurang, apabila
gaya bahasa,
pilihan struktur dan
kosakata, dan tata
tulis kurang
memenuhi
ketepatan diksi dan
ejaan.
5. Kebaharuan 1.Pantun jenaka 13-15 Sangat Baik,
tema 2. Pantun agama apabila memenuhi
3. Pantun nasehat semua indikator
kebaharuan tema.
9-12 Baik, apabila
memenuhi
indikator
kebaharuan tema.
5-8 Cukup, apabila
hanya memenuhi
sebagian indikator
kebaharuan tema.
0-4 Kurang, apabila
kurang memenuhi
indikator
kebaharuan tema.
Jumlah

19
Kategori
Sangat Baik : 90 – 100
Baik : 70 – 89
Cukup : 50 – 69
Kurang : 0 – 49

Aspek Penilaian Total


Kategori
No Nama Siswa Skor
1 2 3 4 5
1 Aliya 14 4 20 22 12 72 Baik
2 Azra 14 8 22 22 10 76 Baik
3 Nabila 17 10 27 21 18 93 Sangat Baik
4 Pajar 10 4 13 15 4 46 Kurang
5 Alfa 18 9 22 20 10 79 Baik
6 Ryetya 18 8 22 18 10 76 Baik
7 Sakila 15 7 23 20 10 75 Baik
8 Irene 18 8 26 22 10 84 Baik
9 Steven 9 5 20 18 7 59 Cukup
10 Abdul 10 4 16 15 4 49 Kurang
11 Lady 18 8 28 23 14 91 Sangat Baik
12 Tiara 18 7 26 20 12 83 Baik
13 Mutiara 17 6 20 18 10 71 Baik
14 Rudi 8 5 15 15 4 47 Kurang
15 Rafa 12 8 26 22 12 80 Baik
16 Keyla 16 5 15 18 8 62 Cukup
17 Marissa 18 7 26 20 12 83 Baik
18 Deajeng 15 7 23 20 10 75 Baik
19 Zecky 15 5 20 20 10 70 Baik
20 Angga 12 8 26 22 12 80 Baik
21 Layla 18 9 26 22 10 85 Baik
22 Niky 12 10 20 16 7 65 Cukup

20
23 Rizki 17 6 19 18 10 70 Baik
24 Andre 16 8 15 18 8 65 Cukup
25 Tasya 15 10 20 20 10 75 Baik

21
2. Dokumentasi Penelitian

22
3. Identitas Peneliti

Nama Lengkap : Chaira Salmah


Alamat : Jln. HM Yamin Gg Ruslan No.4N
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir : Jambi, 06 Maret 1999
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Warga Negara : Indonesia
No. Telp/Handphone : 082274045566
Email : Chairasalmah99@gmail.com

Riwayat Pendidikan

TK SD SMP SMA

TK SDN SMPN 9 SMK Negeri 2


NAHWANNUR 164319 Tebing Tebing Tinggi
Nama Institusi
Tebing Tinggi Tebing Tinggi
Tinggi
Jurusan - - - Rekayasa
Perangkat
Lunak
Tahun Masuk 2003-2004 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus

23