Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD KOTA BEKASI
JAWA BARAT
2013 – 2015

Pre-Eklamsia Ringan ( ICD O14.9)


1. Definisi o Kehamilan lebih dari 20 minggu yang sebelumnya
memiliki tekanan darah normal. Disertai dengan 1 atau
lebih dari tanda-tanda di bawah:
o Tekanan darah > 140/90 mmHg kurang dari
160/110
o Proteinuria Dipstick +1

o Tidak didapatkan tanda-tanda komplikasi dari hepar, ginjal,


serta organ lain

2. Anamnesis 1. Dapat asimptomatik


2. Faktor resiko: riwayat hipertensi, DM, penyakit ginjal
kronik, hipertensi pada kehamilan sebelumnya.

3. Pemeriksaan Fisik
1. Tekanan darah 140/90 – 160/110 mmHg
2. Edema Ringan pretibial (-/+)

4. Kriteria Diagnosis 1. Sesuai kriteria anamnesis


2. Sesuai kriteria pemeriksaan fisik
Protein urin diptick (+1)

5. Diagnosis Kerja  Pre-eklamsia Ringan (ICD 10: O14.9)

6. Diagnosis Banding 1. Hipertensi Kronis (ICD 10: I10)

7. Pemeriksaan Penunjang 1. Haemoglobin, Leukosit, hematokrit, Trombosit, LED,


Diff Count (ICD 9 CM: 90.59)
2. UL ( ICD 9 CM 791.7)
3. SGOT-SGPT ( ICD 9 CM 99.89)
4. Ureum-Kreatinin ( ICD 9 CM 91.29)
5. USG (ICD 9 CM: 88.78)

8. Terapi Tatalaksana sesuai usia kehamilan

Usia kehamilan >37 minggu


 Evaluasi ibu: gejala, temuan klinis, pemeriksaan
Laboratorium
 Monitor denyut jantung janin dan kontraksi dengan
CTG (ICD 9 CM : 75.32)
 Terminasi Kehamilan jika:
o Usia kehamilan ≥ 37 Minggu dan inpartu

Usia kehamilan 23-36 Minggu:

 Evaluasi ibu: gejala, temuan klinis, pemeriksaan


Laboratorium
 Monitor denyut jantung janin
 Rawat Inap jika:
o Simptomatik
o Tekanan sistolik >150mmHg
o Tekanan diastolik >100mmHg
 Rawat jalan jika:
o Tanpa gejala
o Tekanan sistolik <150 mmHg
o Tekanan diastolik < 100 mmHg
 Bila rawat jalan:
o ANC setiap minggu di spesialis kebidanan
o Menurunkan aktifitas fisik
o Sering melakukan TD (4 jam sekali kecuali
tengah malam dan pagi)
o Pemeriksaan laboratorium
o Evaluasi janin dengan USG (ICD 9 CM: 88.78)
dan CTG (ICD 9 CM : 75.32) dua minggu
sekali
o Antihipertensi dengan metyl dopa atau
nifedipin bila tekanan darah diastolic > 90
mmHg

9. Edukasi 1. Tanda terjadi preeklamsia berat


(Hospital Health Promotion) 2. Rencana kunjungan berikut
3. Edukasi pentingnya pemantauan kehamilan dan
kunjungan yang teratur
4. Diskusi hasil tes penapisan.
5. Edukasi tentang penyakit yang diderita dan komplikasi
yang mungkin akan dihadapi.
6. Edukasi dan persetujuan tindakan yang akan dilakukan.

10. Prognosis Ad vitam : ad Bonam


Ad sanationam : Dubia ad Bonam
Ad fungsionam : ad Bonam
11. Tingkat Evidens IV
12. Tingkat Rekomendasi C
13. Penelaah Kritis 1. dr. Christofel Panggabean, Sp.OG (K) FM
2. dr. Dean Wahjudy Satyaputra, Sp.OG (k)
3. dr. Hindar Jaya, Sp.OG
4. dr. R Irawan Sumrah, Sp.OG
5. dr. R Pandji Setiawan, Sp.OG
6. dr. Bayu Widiyanto, Sp.OG
14. Indikator Medis Rawat jalan dengan Tekanan darah terkontrol dibawah 140/90
mmHg dan protein urine (-)

Target:
80 % Pasien Rawat jalan dengan Tekanan darah terkontrol
dibawah 140/90 mmHg dan protein urine (-)

15. Kepustakaan Hakimi M, Dasuki D, Siswosudarmo R, Pradjatmo H, et AL.


Standar Pelayanan Medis Bidang Ilmu Obstetri dan
Ginekologi. Yogyakarta; Pustaka Cendiakia Press: 2011

Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perkumpulan Obstetri


Ginekologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Kasus
Obstetri. Jakarta; Percetakan Palawa Sari: 2012

Berghella V. Maternal-fetal Evidence Base Guidlines. USA;


Informa Healthcare: 2012

Norwitz, Errol R. Obstetric Clinical Algorithms : Management


and Evidence. USA; Wiley-Blackwell; 2012

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pelayanan Obstetri


Neontal Emergensi Komperhensif. Jakarta: Depkes; 2007