Anda di halaman 1dari 9

KEBAKARAN HUTAN

DISUSUN OLEH:
1. Ardhia Janeva
2. Marsa Rahimah
3. M.Najib Ashari
4. Rasti Apriliani

SMAN 31 JAKARTA
TAHUN AJARAN 2018/2019
A.Pendahuluan

1.1 LATAR BELAKANG

Pengertian Mitigasi Bencana

Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko


bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan
kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008
Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan


mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh
faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana berdasarkan sumbernya dibagi menjadi tiga, yaitu:

 Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian


peristiwa oleh alam
 Bencana nonalam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian
peristiwa nonalam
 Bencana sosial, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian
peristiwa oleh manusia

Bencana alam juga dapat dikelompokkan sebagai berikut:

 Bencana alam meteorologi (hidrometeorologi). Berhubungan dengan iklim.


Umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus
 Bencana alam geologi. Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi
seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor

Penyebab bencana alam di Indonesia:

 Posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudera besar


 Posisi geologis Indonesia pada pertemuan tiga lempeng utama dunia (Indo-
Australia, Eurasia, Pasifik)
 Kondisi permukaan wilayah Indonesia (relief) yang sangat beragam
B. Mitigasi Bencana

Tujuan mitigasi bencana, yaitu:

1. Mengurangi dampak yang ditimbulkan, khususnya bagi penduduk


2. Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta
mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan
bekerja dengan aman

Beberapa kegiatan mitigasi bencana di antaranya:

1. pengenalan dan pemantauan risiko bencana;


2. perencanaan partisipatif penanggulangan bencana;
3. pengembangan budaya sadar bencana;
4. penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana;
5. identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman
bencana;
6. pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;
7. pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;
8. pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan
hidup

Robot sebagai perangkat bantu manusia, dapat dikembangkan untuk turut


melakukan mitigasi bencana. Robot mitigasi bencana bekerja untuk mengurangi
resiko terjadinya bencana.

Contoh robot mitigasi bencana diantaranya:

1. robot pencegah kebakaran


2. robot pendeteksi tsunami
3. robot patroli/pemantau rumah atau gedung

Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi 4


kategori:

1. kegiatan sebelum bencana terjadi (mitigasi)


2. kegiatan saat bencana terjadi (perlindungan dan evakuasi)
3. kegiatan tepat setelah bencana terjadi (pencarian dan penyelamatan)
4. kegiatan pasca bencana (pemulihan/penyembuhan dan
perbaikan/rehabilitasi)
Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan

Pengertian Kebakaran Hutan

Sebelum kita membahas tentang apa itu kebakaran hutan, terlebih dulu kita
mengetahui apa yang dimaksud dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana adalah
serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan
fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman
bencana. Mitigasi bencana merupakan suatu aktivitas yang berperan sebagai
tindakan pengurangan dampak bencana, atau usaha-usaha yang dilakukan untuk
mengurangi korban ketika bencana terjadi, baik kirban jiwa maupun harta.

Gambar 1.1 Kebakaran hutan

Wilayah Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana. Salah satu


contohnya adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan adalah suatu keadaan
dimana hutan dilanda api sehingga berakibat timbulnya kerugian ekosistem dan
terancamnya kelestarian lingkungan. Kebakaran hutan dapat menimbulkan banyak
dampak negatif. Salah satu penyebab paling besar kebakaran hutan adalah akibat
manusia yang tidak bertanggung jawab.

2.Penyebab Kebakaran Hutan

Selain manusia yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, bisa juga


disebabkan oleh alam. Berikut contoh kegiatan manusia yang dapat menyebabkan
kebakaran hutan :

1. Membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar hutan.


2. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan yang mudah terbakar.
3. Membuang puntung rokok di hutan, dan sebagainya.
Hal tersebut merupakan hal yang tak kita sadari sudah bisa menimbulkan
kebakaran hutan. Tapi ada juga kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam,
misal seperti berikut :

a. Musim kemarau yang terlalu lama.


b. Global Warming. Sebenarnya ini juga masih bisa disebabkan oleh manusia,
karena global warming terjadi karena kebiasaan manusia yang merusak ozon di
atmosfer..

Gambar 1.2 Orang yang membuka ladang baru dengan membakar


hutan.

3. Dampak dari kebakaran hutan

Gambar 1.3 Orang yang sedang menyiram air ke pusat api di hutan.
Kebakaran hutan perlu ditanggulangi secara tepat, sebab peristiwa ini
memiliki dampak buruk bagi kehidupan manusia. Berikut contoh-contohnya.
1.Satwa liar yang tinggal di hutan akan kehilangan rumah tempat mereka hidup
dan mencari makan. Hilangnya satwa dalam jumlah yang besar tentu akan
berakibat pada ketidakseimbangan ekosistem.

2.Menyebarkan sejumlah omisi gas karbon ke wilayah atmosfer dan berperan


dalam fenomena penipisan lapisan ozon.

3.Hutan identik dengan pohon. Dan pepohonan identik sebagai pendaur ulang
udara serta akarnya berperan dalam mengunci tanah serta menyerap air hujan. Jika
pepohonan berkurang, di pastikan beberapa bencana akan datang seperti banjir
atau longsor.

4. Kebakaran hutan di Indonesia akan membuat bangsa kita kehilangan bahan


baku industri yang akan berpengaruh pada perekonomian.

5.Jumlah hutan yang terus berkurang akan membuat cuaca cenderung panas.

6.Asap dari hutan akan membuat masyarakat terganggu dan terserang penyakit
yang berhubungan dengan pernafasan.

7.Kebakaran hutan bisa berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang


berkunjung ke suatu negara, dan sebagainya.

4.Hal-hal yang Harus Dilakukan sebagai Tindakan Pencegahan Kebakaran


Hutan

Gambar 1.4 Beberapa petugas kebakaran hutan yang sedang diberi penyuluhan.
Kebakaran hutan merupakan bencana besar dan pemulihannya pun cukup
lama, sehingga ada baiknya jika lebih baik mencegah sebelum terjadi. Berikut hal-
hal yang dilakukan sebagai tindakan pencegahan kebakaran hutan.
1.Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api (hot spot) cukup tinggi terutama
lahan gambut di musim panas dan kemarau yang berkepanjangan
.
2.Dilarang membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar hutan.

3.Dilarang meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan.

4.Tidak membuang puntung rokok sembarangan di dalam hutan.

5.Melakukan patroli keliling hutan secara rutin untuk mengatasi kemungkinan


kebakaran.

6.Menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap


digunakan

7.Melakukan pemotretan citra secara berkala, terutama di musim kemarau untuk


memantau wilayah hutan dengan titik api cukup tinggi yang merupakan rawan
kebakaran.

5. Hal-hal yang Harus Dilakukan Sebagai Penanggulangan saat Kebakaran


Hutan Terjadi.

Jika sudah terlanjur terjadi kebakaran hutan, ada beberapa cara yang
dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah hal-hal yang dilakukan sebagai
penanggulangan saat kebakaran hutan terjadi.
1. Melakukan penyemprotan air secara langsung apabila kebakaran hutan berskala
kecil.

2.Jika api dari kebakaran berskala luas dan besar, kita dapat melokalisasi api
dengan membakar daerah sekitar kebakaran dan mengarahkan api ke pusat
pembakaran, yaitu umumnya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api
seperti sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.
Gambar 1.5 Pesawat yang sedang menyemprotkan air secara merata dari
udara.

3. Melakukan penyemprotan air secara merata dari udara dengan menggunakan


helikopter atau pesawat udara.
4.Membuat hujan buatan.

6.Hal-hal yang Harus Dilakukan Sebagai Penanganan Pasca Kebakaran


Hutan Terjadi.

Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi suatu


negara. Oleh karena itu, dibuatlah cara-cara untuk menanganinya pasca kebakaran
hutan terjadi yang contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.6 Dampak dari kebakaran hutan.

1. Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).


Pengumpulan bahan keterangan dilakukan melalui pengecekan lapangan
pada areal yang terbakar dengan menggunakan data titik panas yang terpantau,
pengumpulan contoh tanah, tumbuhan, dan bukti lainnya di areal yang terbakar.

2. Identifikasi.
Identifikasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran, luas
kebakaran, tipe vegetasi yang terbakar, pengaruhnya terhadap lingkungan dan
ekosistem.

3. Monitoring dan evaluasi.


Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memantau kegiatan pengendalian
kebakaran yang telah dilakukan dan perkemabngan areal bekas kebakaran.

4. Rehabilitasi.
Rehabilitasi dilakukan dalam rangka merehabilitasi kawasan bekas kebakaran
dengan mempertimbangkan rekomendasi dan atau masukan berdasarkan data dan
informasi yang diperoleh dari hasil identifikasi.

5. Penegakan hukum.
Penegakan hukum dilakukan dalam rangka upaya proses penindakan hukum
dibidang kebakaran hutan dengan diawali kegiatan pengumpulan bahan dan
keterangan yang berkaitan dengan terjadinya pelanggaran sebagai bahan
penyidikan.

Kesimpulan
Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sebagai
manusia, seharusnya kita menjaga sumber daya alam yang sudah disediakan oleh
alam. Jangan menyalahgunakannya supaya tidak terjadi peristiwa yang
menyebabkan kerusakan alam. Salah satunya yaitu kebakaran hutan.