Anda di halaman 1dari 19

TUGAS BAHAN TEKNIK

MINI RISET
PENGUJIAN BAHAN PADA BESI ST60

Disusun oleh :
1. Dany Juliano 5202417004
2. Eko Juli Kristanto 5202417005
3. Arif Andriyanto 5202417021
4. Nurcholis Dwi Tirtania 5202417030
5. Purnomo 5202417031

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................ 3
C. Tujuan.............................................................................. 3
D. Kontribusi Penelitian....................................................... 3

BAB 2 PEMBAHASAN
A. Uji Tarik.......................................................................... 4
B. Uji Foto Mikro dan Foto Makro...................................... 5
C. Uji Kekerasan Bahan...................................................... 5

BAB 3 METODE PENELITIAN


A. Tahap-tahap Penelitian................................................... 7
B. Pengujian Tarik............................................................... 7
C. Foto Makro & Mikro/Metalurgi...................................... 8
D. Lokasi Penelitian............................................................. 9
E. Indikator yang Diamati.................................................... 9
F. Teknik Pengumpulan....................................................... 9

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN


A. Anggaran Biaya................................................................ 10
B. Jadwal Kegiatan................................................................ 10

LAMPIRAN............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 17

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Suatu materi mempunyai sifat – sifat tertentu dibedakan atas sifat fisik, mekanik,
thermal, dan korosif. Salah satu sifat yang penting dari sifat tersebut adalah sifat mekanik.
Sifat mekanik terdiri dari keuletan, kekerasan, kekuatan, dan ketangguhan. Sifat mekanik
merpakan salah satu acuan untuk melakukan proses selanjutnya terhadap suatu material,
contohnya untuk dibentuk dan dilakukan proses permesinan. Untuk mengetahui suatu
sifat mekanik pada suatu material harus dilakukan pengujian terhadap material tersebut.
Salah satu pengujian yang dilakukan adalah Uji Tarik.
Dalam pembuatan suatu konstruksi dibutuhkan material dengan spesifikasi dan sifat
– sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Sebagai contoh dalam pembuatan sebuah
piston diperlukan material yang tahan aus dan memiliki titik lebur yang tinggi. Salah satu
contoh material yang digunakan pada konstruksi piston adalah alumunium. Meskipun
dalam proses pembuatannya telah diprediksikan sifat mekanik dari material tersebut, kita
perlu benar – benar mengetahui nilai mutlak dan akurat dari sifat mekanik material
tersebut. Oleh karna itu, sekarang ini banyak dilakukan pengujian – pengujian terhadap
sempel dari material.
Pengujian dimaksudkan agar kita dapat mengetahui besar sifat mekanik dari
material, sehingga dapat dilihat kelebihan dan kekurangannya. Material yang mempunyai
sifat mekanik yang baik dapat memperbaiki sifat mekanik dari material dengan sifat yang
kurang baik dengan cara alloying. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan konstruksi dan
pesanan.
Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu. Hasil yang didapat dari
pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena
menghasilkan data kekuatan material. Pengujian tarik digunakan untuk mengukur
ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat. Salah satu
cara untuk mengetahui besaran sifat mekanik dari material adalah dengan uji tarik. Sifat
mekanik yang diketahui adalah kekuatan dan elastisitas dari material tersebut. Uji tarik
banyak dlakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan

1
sebagai data bagi sepesifikasi bahan. Nilai kekuatan dan elastisitas dari material uji dapat
dilihat dari kurva uji tarik.
Pengujian tarik ini dilakukan untuk mengetahui sifat – sifat mekanis suatu mateial,
khususnya pada material logam yang dapat diketahui dari hasil pengujian tarik adalah
sebagai berikut :
1. Kekuatan tarik
2. Kuat luluh dari material
3. Keuletan dari material
4. Modulus elastik dari material
5. Kelentingan dari suatu material
6. Ketangguhan.
Pengujian tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar
kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Karena dengan
pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan
secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan merupakan salah satu pengujian yang
penting untuk dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai
informasi mengenai sifat sifat suatu material.
Dalam bidang industri diperlukan pengujian tarik ini untuk mempetimbangkan
faktor metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses perlakuan terhadap
logam jadi untuk memenuhi proses selanjutnya.
Oleh karena pentingnya pengujian tarik ini, kita sebagai mahasiswa otomotif
hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya kurva tegangan regangan
kita dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas, dan
ketangguhan. Pada pengujian tarik ini kita juga harus mengetahui dampak pengujian
terhadap sifat mekanis dan fisik suatu material. Dengan mengetahui parameter –
parameter tersebut maka kita bisa mendapatkan data dasar mengenai kekuatan suatu
material khususnya logam.

2
1.2 Rumusah Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya meliputi:
1. Bagaimana proses pengujian bahan?
2. Proses apa saja yang dilakukan dalam pengujian bahan?
3. Alat apa saja yang dibutuhkan dalam pengujian bahan?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui kekuatan dari suatu material.
2. Memahami dan mendalami kurva hasil uji tarik.

1.4 Kontribusi Penelitian


Kontribusi di dalam penelitian ini mengasilkan data tentang kekuatan mekanis suatu
material dalam bentuk kurva yang didapat dari pengujian tarik dan beberapa data dari
foto mikro & makro/metalurgi, dan uji kekerasan bahan.

3
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uji Tarik


Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu [Askeland, 1985].
Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan
desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian uji tarik digunakan
untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara
lambat.

Gambar 1. Mesin uji tarik dilengkapi spesimen ukuran standar.

Seperti pada gambar 1 benda yang di uji tarik diberi pembebanan pada kedua arah
sumbunya. Pemberian beban pada kedua arah sumbunya diberi beban yang sama
besarnya.
Pengujian tarik adalah dasar dari pengujian mekanik yang dipergunakan pada
material. Di mana spesimen uji yang telah distandardisasi, dilakukan pembebanan
uniaxial sehingga spesimen uji mengalami peregangan dan bertambah panjang hingga
akhirnya patah. Pengujian tarik relatif sederhana, murah dan sangat terstandardisasi

4
dibanding pengujian lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar penguijian menghasilkan
nilai yang valid adalah: bentuk dan dimensi spesimen uji, pemilihan grips dan lain-lain.
2.2 Uji Foto Mikro dan Foto Makro
Pengujian makro (makroscope test) ialah proses pengujian bahan yang
menggunakan mata terbuka dengan tujuan dapat memeriksa celah dan lubang dalam
permukaan bahan. Angka kevalidan pengujian makro berkisar antara 0,5 sampai 50 kali.
Pengujian cara demikian biasanya digunakan untuk bahan-bahan yang memiliki struktur
kristal yang tergolong besar atau kasar. Misalnya, logam hasil pengecoran (tuangan) dan
bahan yang termasuk non-metal (bukan logam).
Pengujian mikro (mikroscope test) ialah proses pengujian terhadap bahan logam
yang bentuk kristal logamnya tergolong sangat halus. Mengingat demikian halusnya,
sehingga pengujiannya menggunakan suatu alat yaitu mikroskop optis bahkan mikroskop
elektron yang memiliki kualitas pembesaran antara 50 hingga 3000 kali.

Gambar 2. Mikroskop Mikro Metalurgi

2.3 Uji Kekerasan Bahan

Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari
suatu material. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang
dalam penggunaanya akan mangalami pergesekan (frictional force) dan deformasi
plastis. Deformasi plastis sendiri suatu keadaan dari suatu material ketika material
tersebut diberikan gaya maka struktur mikro dari material tersebut sudah tidak bisa
kembali ke bentuk asal artinya material tersebut tidak dapat kembali ke bentuknya

5
semula. Lebih ringkasnya kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu material
untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan).

Uji kekerasan adalah pengujian yang paling efektif untuk menguji kekerasan dari
suatu material, karena dengan pengujian ini kita dapat dengan mudah mengetahui
gambaaran sifat mekanis suatu material. Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada
suatu titik, atau daerah tertentu saja, nilai kekerasan cukup valid untuk menyatakan
kekuatan suatu material. Dengan melakukan uji keras, material dapat dengan mudah di
golongkan sebagai material ulet atau getas.

Mengapa diperlukan pengujian kekerasan?

Di dalam aplikasi manufaktur, material dilakukan pengujian dengan dua


pertimbangan yaitu untuk mengetahui karakteristik suatu material baru dan melihat mutu
untuk memastikan suatu material memiliki

Gambar 3. Hardness Mikro Vicker

6
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Tahap-tahap Penelitian


Pada pengujian bahan besi ST60 ini, benda kerja melalui beberapa pengujian.
Pengujian tersebut meliputi (1) Pengujian tarik, (2) Foto Makro & Mikro/Metalurgi,
dan (3) Pengujian Kekekrasan Bahan.

3.1.1 Pengujian Tarik


Pada tahap pengujian ini, benda diletakan dan dijepit pada alat Universal
Testing Machine, dan benda akan diberi gaya pada kedua arah atau dilakukan
penarikan pada benda sehingga terjadi defect dan benda akan patah. Maka akan
diperoleh data mengenai kekuatan material/ benda tersebut dalam bentuk kurva.

Gambar Grafik Hasil Specimen signature.

7
3.1.2 Foto Makro & Mikro/Metalurgi
a. Foto Makro
Pada tahap ini material/ benda diamati secara makro. Pengambilan foto makro
menggunakan Handphone dan dibantu dengan alat tambahan yaitu lensa
makro.

Gambar. Foto Makro


b. Foto Mikro
Pemotretan menggunakan komputer yang sudah terhubung dengan
mikroskop, sehingga spesimen yang akan difoto hanya tinggal mengklik
tombol foto di aplikasi komputernya, sebelumnya diatur tingkat kecerahan
dari spesimen dan perbesarannya.

Gambar. Foto Mikro


3.2 Lokasi Penelitian

8
Pengujian material/ bahan ini menggunakan alat Universal Testing Machine
untuk uji tarik, Mikroskop Optik Metalurgi untuk foto mikro, dan hardness mikro
vickers untuk uji kekerasan bahan. Dilaksanakan di Laboratorium uji bahan Teknik
Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

3.3 Indikator yang Diamati


Indikator yang diamati dalam pengujian bahan (terutama tarik) pada suatu
material adalah kekuatan mekanis suatu material khususnya logam, kekuatan
mekanis meliputi, kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas,
dan ketangguhan.

3.4 Teknik Pengumpulan


Teknik pengumpulan data yang dilakukan didalam penelitian uji tarik,
meliputi:
3.4.1 Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan cara membaca literatur terdahulu yang
memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Tujuan studi pustaka
yakni untuk mengetahui bentuk spesimen yang standard dan metode yang akan
dilakukan dalam pengujian tarik. Guna mengetahui sifat mekanis suatu material
dengan akurat.

BAB 4

9
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya


No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Pembelian spesimen/bahan uji Rp 30.000
Peralatan dan keperlua pengujian
2 Rp 25.000
Lain
Jumlah Rp 55.000

4.2 Jadwal Kegiatan

No Jenis Kegiatan Minggu


1 2 3 4
1 Persiapan alat dan bahan untuk
Uji tarik
2 Pengujian tarik
3 Analisis hasil uji tarik
4 Persiapan alat dan bahan
5 Uji kekerasan dan foto mikro
6 Penyusunan Laporan

10
LAMPIRAN
\

OPERATIONAL STANDARD
PROCEDURES

Checked by:
Lecturer

Agus Nugroho, S.Pd., M.T

FACULTY OF ENGINEERING Arranged by :


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Kelompok 4
2017

USE HARDNESS MIKRO VICKERS

Laboratorium : Pengujian Bahan


Got electric shock.
POTENTIAL Wrapped material work.
HAZARD Exposed to material fragments, if the material is destroyed when
tested.
Wearpack.
PERSONAL
Gloves.
PROTECTIVE
Safety shoes.
EQUIPMENT
Mask..
Make sure the appliance and work area are clean.
All personal protective equipment has been used.
BEFORE TURN ON Make sure no wires are peeling off the appliance.
THE MACHINE Check the installation of an electric current source.
Check the installation of the micro vickers tool.
Prepare a micro vickers test kit and test refer to ASTM E 384.
Operate the tool without personal protective equipment.
DO NOT EVER!!! Operate the appliance with wires peeling off.
Operating a device with an abnormal current.
1. Turn on the micro vickers hardness testing machine by
positioning the switch to the ON position or number 1.
2. Prepare the specimen on the tool that has been provided
USE STEPS correctly.
TOOL 3. Put the USB Flash Disk on the machine to acquire the test data.
4. Perform identity testing at the specified point.
5. Repeat the above step on the test at the next point, the identity is
done in the range of 10gr-1.000gr.
After you have finished unplug the USB Flash Disk to secure the
test data.
WHEN DONE Turn off the micro vickers hardness testing machine by
positioning the switch to OFF or 0.
Make sure the machine and work area are clean.

11
\

OPERATIONAL STANDARD
PROCEDURES

Checked by:
Lecturer

Agus Nugroho, S.Pd., M.T


FACULTY OF ENGINEERING
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Arranged by :
2017 Kelompok 4

USE OF METROLOGICAL OPTICAL MICROSCOPES


Laboratory: Material Testing

POTENTIAL Got electric shock.


HAZARD Hand is exposed to a pointed material.

Wearpack.
PERSONAL
Gloves.
PROTECTIVE
Safety shoes.
EQUIPMENT
Mask.

Make sure the appliance and work area are clean.


All personal protective equipment has been used.
BEFORE TURNING
Make sure no wires are peeling off the appliance.
ON THE MACHINE
Check the installation of an electric current source.
Check the installation of a metarlurgi optical microscope.

Operate the tool without personal protective equipment.


DO NOT EVER!!! Operate the appliance with wires peeling off.
Operating a device with an abnormal current.

1. Turn on the appliance by turning the switch to ON.


2. Loosen the position of the shrub according to the specimen
USE STEPS
type.
TOOL
3. Place the specimen on the ground.
4. Turn on the optical microscope.

Take the specimen from the tap after the test is complete and
tighten as before.
WHEN DONE
Turn off optical microscope by turning the switch to OFF position.
Make sure the machine and work area are clean.

12
\

OPERATIONAL STANDARD
PROCEDURES
Checked by:
Lecturer

Agus Nugroho, S.Pd., M.T


FACULTY OF ENGINEERING
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Arranged by :
2017 Kelompok 4

USE UNIVERSAL TESTING MACHINE (UTM)


Laboratory: Material Testing
Got electric shock.
POTENTIAL
Squashed Machines.
HAZARD
Feet struck material material.
Eye protection (Safety glass, glasses, etc.).
Wearpack.
PERSONAL
Gloves.
PROTECTIVE
Head protector.
EQUIPMENT
Safety shoes
Mask.
Make sure the machine and work area are clean.
All personal protective equipment has been used.
BEFORE TURNING Make sure no wires are peeling off the appliance.
THE MACHINE Check the installation of an electric current source.
Check the UTM engine installation.
Check the quantity and quality of UTM hydraulic oil machine.
Operating machines without personal protective equipment.
Operating the machine with a flaky cable.
DO NOT EVER!!! Operating a machine with an abnormal current.
Operating machines with non-standard quantities and quality of
hydraulic oil.
1. Turn on the machine by turning the switch to ON.
2. Turn on the machine by pressing the power is green.
3. Turn on the computer and printer connected to the UTM tool.
4. Put the speck in accordance with the specimen type.
5. Setting UTM according to specimen length by adjusting through
lever controler.
USE STEPS
6. Place the specimen on the ground.
TOOL
7. Turn the UTM servo unit through the computer until the
"online" sign appears on the monitor screen.
8. Setting parameters on the computer according to the type of
testing.
9. Perform the testing process to complete.
10.Test results can be printed through available printer
Take the specimen from the checkout after the test is completed
and remove the tear from its position.
WHEN DONE Turn off the computer and printer according to the procedure.
Turn off the UTM engine by turning the switch to OFF position.
Make sure the machine and work area are clean.
13
STANDARD OPERASIONAL
PROSEDUR

Diperiksa oleh
Dosen:

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK Agus Nugroho, S.Pd.,M.T.
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Dibuat oleh :
Kelompok 4

PENGGUNAAN ALAT PENGUJIAN KEKERASAN MICRO VICKERS


Laboratory: Material Testing
Tersengat aliran listrik
POTENSI BAHAYA Tangan tergores benda kerja
Kaki tertimpa benda kerja
Pakaian praktik
Sarung tangan
ALAT PELINDUNG
Pelindung rambut
DIRI
Sepatu safety
Peralatan P3K
SEBELUM
Persiapkan alat uji micro vickers dan pengujian merujuk pada
MENYALAKAN
standar ASTM 384
MESIN
Mengoperasikan mesin tanpa menggunakan alat pelindung diri
Melakukan pengoperasian alat tanpa mengikuti prosedur
JANGAN PERNAH!!
Mengoperasikan mesin dengan kondisi kabel dan peralatan listrik
basah
1. Hidupkan mesin pengujian kekerasan micro vickers dengan
memposisikan saklar ke posisi ON atau angka 1
2. Persiapkan specimen pada tempat yang disediakan dengan
benar
3. Lakukan setting alat dengan memposisikan garis bantu
horizontal dan vertikal sampai bergambar belah ketupat
sempurna
4. Masukkan USB flashdisk pada mesin untuk mengakuisisi data
LANGKAH-LAGKAH
pengujian
PENGGUNAAN ALAT
5. Lakukan pengujian indentasi pada titik yang ditentukan dan
ulangi langkah diatas pada pengujian dititik berikutnya.
Indentasi dilakukan pada rentang 10 gr-1000gr
6. Setelah selesai maka cabut USB flashdisk untuk data hasil
pengujian
7. Matikan mesin pengujian kekerasan micro vickers dengan
memposisikan saklar ke posisi OFF atau 0

Pastikan power mesin mati


KETIKA SELESAI
Pastikan bahwa mesin dan area kerja bersih dari kotoran
14
STANDARD OPERASIONAL
PROSEDUR

Diperiksa oleh
Dosen:

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK Agus Nugroho, S.Pd.,M.T.
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Dibuat oleh :
Kelompok 4

PENGGUNAAN ALAT MIKROSKOP OPTIK METARLURGI


Laboratory: Material Testing

POTENSI BAHAYA Tersengat aliran listrik

Pakaian praktik
Sarung tangan
ALAT PELINDUNG
Pelindung rambut
DIRI
Sepatu safety
Peralatan P3K
SEBELUM
Periksa instalasi sumber arus listrik
MENYALAKAN
Periksa instalasi mikroskop optik
MESIN
Mengoperasikan mesin tanpa menggunakan alat pelindung diri
Melakukan pengoperasian alat tanpa mengikuti prosedur
JANGAN PERNAH!!
Mengoperasikan mesin dengan kondisi kabel dan peralatan listrik
basah
1. Hidupkan mesin dengan memutar saklar ke posisi ON
2. Kendurkan posisi cekam sesuai dengan jenis specimen
3. Pasang specimen pada cekam
4. Menyalakan mikroskop optik
5. Setting parameter pada mikroskop optik sesuai dengan jenis
pengujian yang dikehendaki termasuk pembesarannya
LANGKAH-LAGKAH 6. Lakukan proses pengujian sampai dengan selesai dan tentukan
PENGGUNAAN ALAT daerah yang akan di ketahui struktur mikronya
7. Hasil pengujian dapat dicetak melalui printer yang tersedia
8. Ambil specimen dari cekam setelah pengujian selesai dan
kencangkan cekam seperti semula
9. Matikan mikroskop optik dengan memutar skalar ke posisi
OFF

Pastikan power mesin mati


KETIKA SELESAI
Pastikan bahwa mesin dan area kerja bersih dari kotoran

15
STANDARD OPERASIONAL
PROSEDUR
Diperiksa oleh
Dosen:

JURUSAN TEKNIK MESIN


Agus Nugroho, S.Pd.,M.T.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Dibuat oleh :
Kelompok 4

USE UNIVERSAL TESTING MACHINE (UTM)


Laboratory: Material Testing
Tersengat listrik
POTENSI BAHAYA Tangan terjepit mesin
Kaki tertimpa material benda kerja
Pelindung mata (safety glass, kacamata )
Pakaian praktik
ALAT PELINDUNG Sarung tangan
DIRI Pelindung rambut
Sepatu safety
Peralatan P3K
SEBELUM
Periksa instalasi sumber arus listrik
MENYALAKAN
Periksa instalasi mikroskop optik
MESIN
Mengoperasikan mesin tanpa menggunakan alat pelindung diri
Melakukan pengoperasian alat tanpa mengikuti prosedur
JANGAN PERNAH!!
Mengoperasikan mesin dengan kondisi kabel dan peralatan listrik
basah
1. Hidupkan mesin dengan memutar saklar ke posisi ON
2. Hidupkan mesin dengan menekan tombol power berwarna
hijau
3. Hidupkan komputer dan printer yang terhubung ke alat UTM
4. Pasang cekam sesuai dengan jenis specimen
5. Setting UTM sesuai dengan panjang specimen dengan
mengatur melalui lever control
6. Pasang specimen pada cekam
LANGKAH-LAGKAH 7. Menyalakan unit servo UTM melalui komputer sampai muncul
PENGGUNAAN ALAT tanda “online” aktif dilayar monitor
8. Setting parameter pada komputer sesuai dengan jenis pengujian
9. Lakukan proses pengujian sampai dengan selesai
10. Hasil pengujian dapat dicetak melalui printer yang tersedia
11. Ambil specimen dari cekam setelah pengujian selesai dan lepas
dari posisinya
12. Matikan komputer dan printer sesuai prosedur
13. Matikan mesin UTM dengan memutar saklar ke posisi OFF

Pastikan power mesin mati


KETIKA SELESAI
Pastikan bahwa mesin dan area kerja bersih dari kotoran

16
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.co.id/amp/s/serasih.wordpress.com/2011/07/21/laporan-material-teknik-uji-
tarik
www.alatuji.com/article/
https://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/besi-baja-iron-steel/pengujian-pengamatan-metalografi/

17