Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yolanda Febriani

NIM :1610301118

Kelas : 6B 3 Fisioterapi

LO 1.2 SST

1. Patofisiologi GBS ?
2. Intervensi => fase prgresif => fase penyembuhan

JAWAB

1. Patofisiologi Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre pada dasarnya


merupakan suatu kondisi yang muncul setelah suatu proses infeksi, dan dimediasi oleh sistem
imun yang menyebabkan kerusakan saraf perifer. Sistem imun humoral dan selular memegang
peranan penting dalam perjalanan penyakit ini. Terdapat 4 faktor yang berpengaruh dalam proses
ini, yaitu antibodi antigangliosit, molecular mimicry, aktifasi komplemen, dan faktor host.

Antibodi Antigangliosit
Antibodi terhadap berbagai macam gangliosit ditemukan pada sekitar setengah penderita GBS.
Gangliosit-gangliosit ini tersebar di seluruh saraf perifer tubuh dan memegang peranan penting
dalam menjaga struktur membran sel. Antibodi ini akan menyebabkan gejala dan tingkat
keparahan GBS yang berbeda tergantung gangliosit yang diserang.

Molecular Mimicry dan Reaksi Silang


Molecular mimicry dan reaksi silang dapat ditemukan pada GBS yang didahului oleh
infeksi Campylobacter jejuni. Virulensi dari C. jejuni disebabkan oleh antigen spesifik (lipo-
oligosakarida) di kapsulnya yang menyerupai struktur karbohidrat pada gangliosit. Sistem imun
tubuh akan mengalami reaksi silang dan menyerang gangliosit yang akhirnya akan menyebabkan
kerusakan saraf. Tipe gangliosit yang menyerupai antigen kapsul C. jejuni akan memengaruhi
serta menentukan tingkat keparahan dan jenis subtipe GBS yang muncul.
Aktivasi Komplemen
Pemeriksaan post-mortem menunjukkan adanya aktivasi komplemen lokal pada lokasi kerusakan
saraf. Adanya aktivasi komplemen akan memperluas tingkat kerusakan saraf yang diserang oleh
antibodi.

Faktor Host
Hanya sekitar 1 dari 1000 pasien yang terinfeksi C. jejuni akan berlanjut menjadi GBS.
Walaupun beberapa kali terjadi peningkatan insiden GBS, namun belum pernah terjadi wabah
GBS. Faktor inang mungkin berperan dalam patogenesis, jumlah kerusakan saraf, dan keluaran
GBS pada suatu individu.
(Sumber: Medscape. Guillain–Barré syndrome. January 2017 [cited 2017 27 February];
Available from: http://emedicine.medscape.com/article/315632-overview)

2. Rencana perawatan untuk pasien termasuk PT 6 hari per minggu dengan 1 jam terapi dua
kali sehari yang meliputi: Kompresi sendi individu untuk jari dan pergelangan tangan ke UE dan
jari-jari dan pergelangan kaki ke LE., Berdiri di atas meja miring dengan dukungan × 15 menit ,
Edukasi ulang Faradic ke quadriceps Bilateral × 5 menit, EMS pada IG ke adductor pollicis
bilateral, interossei dorsal pertama, tibialis anterior dan otot halusis ekstensor ekstensor × 45
kontraksi untuk masing-masing, Pendirian Neuromuskuler Proprioceptive Pengulangan meliputi:
D1 dan D2 pola ekstensi untuk: UE (Waktu untuk Penekanan), Stabilisasi berirama untuk
panggul dan tulang belikat, D2 Pola ekstensi untuk LE (Pengaturan waktu untuk Penekanan),
Pelatihan mobilitas tempat tidur, pendidikan keselamatan, Intervensi terapeutik termasuk latihan
terlentang: menjembatani (dengan dan tanpa bola di antara lutut untuk adduksi , dan dengan dan
tanpa DF saat ditinggikan); set quad awalnya dengan kemajuan ke paha busur pendek; slide
tumit; mempraktikkan aktivitas terlentang dan berguling dengan isyarat verbal untuk teknik dan
keamanan untuk meningkatkan mobilitas fungsional. Kegiatan terapi duduk termasuk marching
di tempat (fleksi pinggul); fleksi lutut; kenaikan tumit / kaki; hip ab / adduksi; duduk untuk
berdiri dan mengenyangkan set. Modalitas penghilang nyeri (MHT) hingga bahu bilateral
(Sumber: Journal of Physiotherapy & Physical Rehabilitation, Enhancement of Recovery with
Physical Therapy Management in Patient of Rare Variety of Gullain Barre Syndrome: A Case
Report, 2016)