Anda di halaman 1dari 10

KARYA ILMIAH

Islam Masuk Istana Raja

DISUSUN OLEH :
EGA TIARA IMAN SARI

X MIA 2

SMA NEGERI 1 PEMALI


TAHUN AJARAN 2014-2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia nya
penulis dapat memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan tugas sejarah yaitu “Karya
Ilmiah Tentang Perkembangan Kerajaan Islam Di Indonesia ‘’

Karya ilmiah ini di buat agar nantinya siswa dapat mengetahui asal usul masuknya
Agama Islam ke Indonesia,proses berdiri dan berkambangnya kerajaan – kerajaan Islam di
Indonesia.Karya ilmiah ini juga bisa bermanfaat bagi masyarakat agar mengetahui segala
sesuatu mengenai asal usul kedatangan Agama Islam .

Informasi demi informasi penulis dapatkan dari berbagai sumber , namun penulis
tetap menyadari kekuranagan informasi yang di dapat , maka dari itu penulis membutuhkan
saran atau kritik dari pembaca untuk menunjang kesempurnaan karya ilmiah ini.

Sebagai penutup , penulis mengucapkan terma kasih dan berharap karya ilmiah ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak .

Penulis

DAFTAR ISI
Kata
Pengantar………………………………………………………………………………….....

Daftar
Isi…………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar
Belakang………………………………………………………………………………..

1.2
Abstrak………………………………………………………………………………………...

1.3Tujuan Penulisan
………………………………………………………………………….....

BAB II PEMBAHASAN

2.2 Rumusan masalah


……………………………………………………………………………

2.2 Pembahasan
…………………………………………………………………………………..

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
………………………………………………………………………………….

3.2 Saran…
……………………………………………………………………………………...
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………………...

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Kami menyusun makalah ini selain untuk memenuhi tugas yang di berikan ke pada kami
juga untuk menambah wawasan kami baik itu dalam penyusunan makalah juga penguasaan
materi, Karna sebagai siswa siswi,kami harus menguasai materi yang di berikan pada kami.
Mengenai materi yang kami susun ini yaitu tentang Islam masuk istana raja.

ABSTRAK

Di Indonesia berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, hindu,


dan Buddha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia , bahkan di beberapa wilayah
kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan – kerajaan yang bercorak hindu dan Buddha.
Misalnya kerajaan kutai di Kalimantan Timur ,

Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatera dan sebagainya.
Pada saat itu Islam datang dan membawa perubahan dan dapat diterima dengan baik, karena
islam datang membawa prinsip – prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada
kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting adalah masuk ke dalam agama
islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimat syahadat dan tidak ada paksaan.

Berdasarkan penelitian para ahli, agama islam dibawa dan dikembangkan oleh para
saudagar muslim dari Gujarat, arab, dan Persia. Ajaran Islam ini diterima oleh masyarakat
yang tinggal di sekitar pesisir pantai utara. Dengan demikian, melalui para saudagar inilah
agama islam mulai berkembang pesat yang ditandai adanya kerajaan – kerajaan islam di
pesisir pantai.
Dengan berbagai upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh para saudagar muslim tersebut,
kehadiran islam di Nusantara bukan hanya berkenan dikalangan masyarakat bawah,
melainkan juga telah menyentuh masyarakat kelas atas. Mereka terus berjuang dan tak kenal
lelah menyebarkan nilai – nilai ajaran islam pada masyarakat hingga berhasil. Kesuksesan
mereka dalam menyiarkan dan mengembangkan agama islam dapat terlihat dengan
munculnya Bandar – Bandar perdagangan yang besar dan sangat ramai dikunjungi oleh para
pedagang dari dalam dan luar negeri.

TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas sejarah juga bertujuan untuk :
- Mengetahui peta dunia yang menggambarkan pelabuhan-pelabuhan yang ada pada
masa Islam
- Memahami hikmah yang dapat diambil dari perkembangan islam
-
RUMUSAN MASALAH
1. Buatlah peta dunia (kamu dapat memfotokopi pada atlas) kemudian gambarkan
pelabuhan-pelabuhan yang pada masa islam digunakan sebagai bandar-bandar
perdagangan dan berperan dalam penyebaran Islam sampai di Indonesia !
2. Rumuskan nilai-nilai karakter yang dapat diperoeh setelah belajar perkembangan
kerajaan-kerajaan islam di Indonesia ! nilai apa saja yang sekiranya dapat kamu
amalka

BAB II
PEMBAHASAN

1.Pelabuhan – pelabuhan pada masa Islam yang digunakan sebagai Bandar


perdagangan dan peranannya dalam penyebaran Islam di Indonesia

Menurut berita, seorang Portugis bernama Tome Pires pelabuhan Malaka ramai
dikunjungi para pedagang dari Barat, seperti Kairo, Makkah, Ade, Abesenia, Kiliwa, Malindi,
Ormus, Persia, Turki Armenia, Gujarat, Goa, Malabar, Keling, Orisa, Sailan, benggali,
Arakan, Pegu, dan Kedah.
Bertemunya para pedagang dari negeri – negeri Arab, Persia, Gujarat, dan Benggala dengan
pedagang dari Nusantara berpengaruh terhadap terciptanya pertukaran pengalaman,
kebudayaan dan peradaban di antara mereka. Pertemuan ekonomi antar pedagang tersebut
merupakan sarana yang paling penting dalam proses Islamisasi di Indonesia. Dari mereka
Islam mengenal ke seluruh penduduk yang tinggal di pelabuhan-pelabuhan serta pesisir
Melalui perdagangan, proses Islamisasi di Indonesia berjalan lebih intensif. Dapat
disimpulkan bahwa melalui proses perdagangan, agama Islam masuk dan berkembang di
Indonesia yang dipelopori penduduk di pesisir pantai.

Sebelum mengetahui letak - letak pelabuhan perdagangan pada masa Islam pada peta
dunia,berikut adalah pelabuhan yang berperan dalam penyebaran Islam sampai di Indonesia
dan penjelasannya :

A. Pelabuhan Sriwijaya ( Palembang )

Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan
Tiongkok, yakni dengan penguasaan atas Selat Malaka dan Selat Sunda. Orang Arab
mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus, kayu gaharu,
cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah, yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-
raja di India.[14] Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli
kesetiaan dari vassal-vassal-nya di seluruh Asia Tenggara. Dengan berperan sebagai
entreport atau pelabuhan utama di Asia Tenggara, dengan mendapatkan restu, persetujuan,
dan perlindungan dari Kaisar China untuk dapat berdagang dengan Tiongkok, Sriwijaya
senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasi urat nadi pelayaran antara
Tiongkok dan India.[30]

B. Pelabuhan Merak Banten

Kemajuan Kesultanan Banten ditopang oleh jumlah penduduk yang banyak serta
multi-etnis. Mulai dari Jawa, Sunda dan Melayu. Sementara kelompok etnis nusantara
lain dengan jumlah signifikan antara lain Makasar, Bugis dan Bali. Dari beberapa
sumber Eropa disebutkan sekitar tahun 1672, di Banten diperkirakan terdapat antara
100 000 sampai 200 000 orang lelaki yang siap untuk berperang, sumber lain
menyebutkan, bahwa di Banten dapat direkrut sebanyak 10 000 orang yang siap
memanggul senjata. Namun dari sumber yang paling dapat diandalkan, pada Dagh
Register-(16.1.1673) menyebutkan dari sensus yang dilakukan VOC pada tahun 1673,
diperkirakan penduduk di kota Banten yang mampu menggunakan tombak atau
senapan berjumlah sekita 55 000 orang. Jika keseluruhan penduduk dihitung, apa pun
kewarganegaraan mereka, diperkirakan berjumlah sekitar 150 000 penduduk,
termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia.[23] Sekitar tahun 1676 ribuan masyarakat
Cina mencari suaka dan bekerja di Banten. Gelombang migrasi ini akibat
berkecamuknya perang di Fujian serta pada kawasan Cina Selatan lainnya.
Masyarakat ini umumnya membangun pemukiman sekitar pinggiran pantai dan
sungai serta memiliki proporsi jumlah yang signifikan dibandingkan masyarakat India
dan Arab. Sementara di Banten beberapa kelompok masyarakat Eropa seperti Inggris,
Belanda, Perancis, Denmark dan Portugal juga telah membangun pemondokan dan
gudang di sekitar Ci Banten

C. Pelabuhan Makassar

Di akhir abad XV dan awal abad XVI M, Kerajaan-kerajaan di Nusantara memadukan


kepentingan politik dan ekonomi secara koheren sebagai suatu sistem yang koheren,
termasuk makassar. Sejarah Makassar tidak terlepas dari kegiatan perdaganganmaritim di
wilayah Nusantara, Asia Tenggara, dan Asia Timur pada umumnya. Dengan adanya interaksi
antarpusat perdagangan, Makassar menjadi salah satu pintu masuk bagi para pedagang,
terutama para pedagang Eropa. Kerajaan Makassar ini adalah salah satu kerjaan di Nusantara
yang menganut sistem perdagangan maritim untuk membantu perekonomian di kerajaan,
dengan sistem perdagangan maritim ini mulai terkenal dan tersohor pada pertengahan abad
XV dan awal XVI M, terutama pada masa Karaeng Tumapa'resik Kallonna memerintah.
Karaeng ini membangun sebuah pangkalan perniagaan di Maccini Sombala yang bermuara di
sungai Jeneberang hingga ke wilayah utara di sungai Tallo. Sebuah Pelabuhan terbuka
dengan sistem perdagangan bebas sehingga dapat menarik pedagang dari Eropa, Cina, Arab,
dan India yang bermukim di Nusantara. Karaeng ini juga mengangkat seorang Syahbandar
(seorang penjabat kerajaan yang bertugas mengatur dan mengawasi perdagangan, juga
memiliki kekuasaan penuh di pelabuhan) untuk mengurusi dan mengatur perdagangan di
wilayah Makassar. Di antara pelabuhan penting di jalur dagang internasional yang melalui Selat
Malaka dan berkembang menjad kerajaan Islam besar adalah Malaka. Pelabuhan ini mulai ramai
pada abad ke-12M, ketika Majapahit masih memiliki hegemoni di kawasan tersebut, dan ketika para
pedagang Islam dari berbagai bangsa sudah melakukan perdagangan dengan pedagang di kawasan
ini.

2 Nilai nilai karakter yang dapat di peroleh setelah belajar perkembangan


kerajaan – kerajaan islam di indonesia:

D. Manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia

a. Mengetahui dan memahami sejarah perkembangan Islam di Indonesia


b. Mengetahui dan memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
c. Menjadi cermin untuk memacu kehidupan yang lebih baik
d. Mempelajari sejarah agar dapat melakukan perubahan yang lebih baik
e. Menghargai kerja keras para pahlawan bangsa
f. Kehadiran para pedagang Islam yang telah berdakwah dan memberikan pengajaran
Islam di bumi Nusantara turut memberikan nuansa baru bagi perkembangan pemahaman
atas suatu kepercayaan yang sudah ada di nusantara ini.
g. Hasil karya para ulama yang berupa buku sangat berharga untuk dijadikan sumber
pengetahuan.
h. Kita dapat meneladani Wali Songo telah berhasil dalam hal-hal seperti berikut :
1. Menjadikan masyarakat gemar membaca dan mempelajari Al Quran.
2. Mampu membangun masjid sebagai tempat ibadah dalam berbagai bentuk atau
arsitektur hingga ke seluruh pelosok Nusantara.
3. Mampu memanfaatkan peninggalan sejarah, termasuk situs-situs peninggalan para
ulama, baik berupa makam, masjid, maupun peninggalan sejarah lainnya.
4. Seorang ulama atau ilmuwan dituntut oleh Islam untuk mempraktikkan tingkah laku
yang penuh keteladanan agar terus dilestarikan dan dijadikan panutan oleh generasi
berikutnya.
5. Para ulama dan umara bersatu padu mengusir penjajah meskipun dengan
persenjataan yang tidak sebanding.
1. Kita lebih menghargai jasa jasa pejuang yang menyebarluaskan islam di Indonesia
2. Kita Akan lebih memahami dan mencintai agama islam dengan kebenaran yang di
kandungnya
3. kita lebih sering beribadah sebagai tanda bahwa kita mempercayai islam dan meyakini
bahwa islam adalah agama yang benar
E. Hikmah perkembangan Islam di Indonesia

Setelah memahami bahwa perkembangan Islam di Indonesia memiliki warna atau ciri
yang khas dan memiliki karakter tersendiri dalam penyebarannya, kita dapat mengambil
hikmah, diantaranya sebagai berikut:
Islam membawa ajaran yang berisi kedamaian.
Penyebar ajaran Islam di Indonesia adalah pribadi yang memiliki ketangguhan dan
pekerja keras.
Terjadi akulturasi budaya antara Islam dan kebudayaan lokal meskupin Islam tetap
memiliki batasan dan secara tegas tidak boleh bertentangan dengan ajaran dasar dalam
Islam.

3 -Dapat mempelajari akhlak akhlak dan budi luhur yang diamalkan oleh leluhur kita.
-mengetahui bahwa kerajaan islam lebih cepat berkembang dibandingkan kerajaan
hindu. karena tidak adanya sistem kasta .

Manfaat dari Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia


Banyak manfaat yang dapat kita ambil untuk dilestarikan diantaranya sebagai
berikut:

1. Kehadiran para pedagang Islam yang telah berdakwah dan memberikan pengajaran Islam
di bumi Nusantara turut memberikan nuansa baru bagi perkembangan pemahaman atas
suatu kepercayaan yang sudah ada di nusantara ini.
2. Hasil karya para ulama yang berupa buku sangat berharga untuk dijadikan sumber
pengetahuan.
3. Kita dapat meneladani Wali Songo telah berhasil dalam hal-hal seperti berikut.
a. Menjadikan masyarakat gemar membaca dan mempelajari Al Quran.
b. Mampu membangun masjid sebagai tempat ibadah dalam berbagai bentuk atau
arsitektur hingga ke seluruh pelosok Nusantara
4. Mampu memanfaatkan peninggalan sejarah, termasuk situs-situs peninggalan para
ulama, baik berupa makam, masjid, maupun peninggalan sejarah lainnya.
5. Seorang ulama atau ilmuwan dituntut oleh Islam untuk mempraktikkan tingkah laku yang
penuh keteladanan agar terus dilestarikan dan dijadikan panutan oleh generasi
berikutnya.
6. Para ulama dan umara bersatu padu mengusir penjajah meskipun dengan persenjataan
yang tidak sebanding .
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Persebaran kerajaan Islam di Indonesia , melalui para saudagar yang berlabuh


melewati dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya inilah agama islam mulai
berkembang pesat yang ditandai adanya kerajaan – kerajaan islam di pesisir
pantai. Mereka terus berjuang dan tak kenal lelah menyebarkan nilai – nilai ajaran
islam pada masyarakat hingga berhasil. Kesuksesan mereka dalam menyiarkan
dan mengembangkan agama islam dapat terlihat dengan munculnya Bandar –
Bandar perdagangan yang besar dan sangat ramai dikunjungi oleh para pedagang
dari dalam dan luar negeri.

B. SARAN

Maka dari makalah ini bahwa kita harus tetap melestarikan budaya yang telah
diwariskan leluhur kita kepada generasi muda penerus bangsa. Dengan berbagai
upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh para saudagar muslim tersebut,
kehadiran islam di Nusantara bukan hanya berkenan dikalangan masyarakat
bawah, melainkan juga telah menyentuh masyarakat kelas atas. Kita sebagai
penerus bangsa kita harus meneruskan dan mempertahankan upaya dan
kebeerhasilan yang telah tercapai.

Daftar Pustaka

http://www.academia.edu/8487682/sejarah
http://www.academia.edu/8936985/PDF_SEJARAH
http://sejarah-andychand.blogspot.com/2012/05/kerajaan-demak.html
http://www.academia.edu/4702648/MAKALAH_Masuknya_Islam_Ke_Indonesia
http://www.alislam.or.id/comments.php?id=1663_0_14_0_C
: http://www.emakalah.com/2013/04/pertumbuhan-perkembangan-dan-
penyebaran.html#ixzz3VTRdPlDQ