Anda di halaman 1dari 2

Ide dan niat Entrepreneur merupakan hal yang dapat membentuk template awal strategi dari

sebuah organisasi baru dan juga sebagai fondasi penting dari pengembangan usaha baru. Meskipun
begitu, ide-ide entrepreneur tersebut membutuhkan inspirasi serta perhatian dan niat penuh untuk
bisa membuatnya jadi nyata.

Niat entrepreneur juga bisa berperan sebagai panduan dalam menentukan tujuan, komunikasi,
komitmen, organisasi, dan aspek lain dari pekerjaan. Lebih lanjut, bentuk-bentuk perilaku yang
nampak juga bisa berasal dari hal yang tidak sadar ataupun hal yang tidak diinginkan. meskipun
begitu, dalam penelitian ini perilaku-perilaku yang dikaji hanya berfokus pada perilaku-perilaku yang
dilakukan dengan caara sadar dan diinginkan. serta, penekanana pada perilaku yang ditunjukkan
daripada aspek-aspek psikologis yang menunjang pembentukan perilaku tersebut.

Nature of Entrepreneurial Intentions

Pada dasarnya, intention merupakan suatu hal yang mengarahkan atensi individu terhadap suatu
objek ataupun tujuan tertentu. Miller, dkk. (1960) juga mengemukakan bahwa intention meliputi
intention terhadap penggambaran mental ataupun nilai-nilai yang mendasari pembentukan perilaku.
Fishbein, dkk. (1975) juga mengemukakan elemen-elemen dari intention, yang dapat berupa
expectation, attention, belief, dsb.

Entrepreneur intention bertujuan dalam pembentukan usaha-usaha baru ataupun pembentukan


nilai baru pada suatu usaha yang sudah ada. Katz dan Gartner (1986) mengemukakan bahwa
intentions juga meliputi dimensi lokasi, yang terdiri atas entrepreneur intention (yang berupa internal
locus) dan stakeholder intention, markets intention (yang berupa external locus). Selain dimensi
tersebut, adapula dimensi lain yaitu intentions rasional vs intentions intuitif. Hal lain yang juga
memberikan pengaruh terhadap dimensi tersebut adalah individual dan sosial konteks. Hal-hal yang
mencakup personal konteks adalah pengalaman masa lalu, kepribadian, kebutuhan atas
pencapapaian, dsb. Sedangkan hal-hal yang mencakup dalam konteks sosial yaitu konteks ekonomi
dan politik. Perhatikan bagan berikut.

Pada intinya bagan tersebut menjelaskan bahwa dimensi rasionalitas yang mencakup kemampuan
analitis, dan juga sebab-akibat merupakan hal yang mengarahkan individu terhadap pembentukan
intention yang akan membentuk suatu aksi. Biasanya, hal-hal ini tergambarkan pada pemebentukan
tujuan, pembentukan perancangan bisnis, penganalisisan kesempatan, dsb. Meskipun begitu,
pembentukan tujuan juga dapat berupa konteks interpersonal. Intrapersonal yang dimaksud
meliputi pembentukan tujuan antara supervisi dengan anggota-anggota supervisi lainnya terkait
tujuan bersama. Sedangkan dimensi intuitif dapat berupa hal-hal yang terinspirasi ataupun hal-hal
yang berdasarkan pada perasaan dan personal thinking.

Impact of Intention

Entrepreneural intention merupakan hal yang memiliki dampak signifikan terhadap semua bagian
dalam sebuah usaha atau organisasi. Biasanya pada sebuah usaha, pengusaha tersebut menurunkan
niali-nilai personalnya dalam pembentukan strategi-strategi perusahaan. Selain itu, entrepreneural
intention juga merupakan hal yang penting dalam pembentukan perencanaan ataupun dalam
menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, persepsi dan keyakinan dari atasan juga memberikan
pengaruh terhadap sistem kepemimpinan yang diterapkan.
Intention dari pimpinan suatu perusahaan memiliki pengaruh yang sangat besar pada masa-masa
awal dari pembentukan suatu usaha. Lebih lanjut dalam perkembangan usaha tersebut, sudah
banyak intention yang dapat berpengaruh khususnya intention external yang berupa stakeholders
dan juga konteks-konteks soisal, ekonomi, dan politik. Beberapa penelitian juga membuktikan
bahwa ambisi dan keahlian dari pimpinan dari suatu usaha juga merupakan hal yang menentukan
ukuran dan perkembangan dari usaha tersebut. Oleh karenanya, intention dari pimpinan suatu
usaha dapat menentukan kesuksesan dari usaha tersebut.

Model Development

Model yang digunakan dalam mengkaji penelitian ini adalah discovery-oriented. Pengkajian ini
dilakukan terhadap 20 orang entrepreneur yang sudah memiliki usaha sekitar 2 sampai 40 tahun.
Adapun rincian dari entrepreneur tersebut yaitu 7 orang entrepreneur dalam usaha pelayanan, 8
orang entrepreneur manufaktur, dan 5 orang entrepreneur pemasaran. Analisis dari data-dat ayang
diperoleh membentuk pola yang sifatnya relatif konsisten. Hal tersebut dijelaskan intentional proses
yang mengemukakan penjelasan tentang pengimplementasian dari nilai-nilai dari entrepreneur
tersebut.

Proses Intention

Pada dasarnya, proses intention dari seorang wirausaha berdasar dan berfokus pada kebutuhan,
nilai, keinginan, habitat, dan keyakinan awal. Selanjutnya, pada tahapan pembuatan dan
mempertahnakan, terdapat tiga aktivitas intrapsikis yang meliputi temporal intention dan
pemfokusan pada strategi. Serta, lanjut pada tahap pengembangan terhadap strategi-strategi dalam
kewirausahaannya. Hal-hal tersebut merupakan inti dari intention dan tingkah laku yang terbentuk
dari pembentukan suatu usaha.