Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

KESEHATAN DAN KESELAMATA KERJA (K3) PROSES


PENGECORAN DISK HOLDER BAJAK MINI DI PT SINAR SEMESTA

Disusun oleh :
Nama : Adi Nugroho Pamungkas
No. Mhs : 151.03.1133

JURUSAN TEKNIK MESIN ( S-1 )


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2019
LEMBAR PENGESAHAN

KESEHATAN DAN KESELAMATA KERJA (K3) PROSES


PENGECORAN DISK HOLDER BAJAK MINI DI PT SINAR SEMESTA

Disusun untuk memenuhi syarat menyelesaikan studi di


Jurusan Teknik Mesin Jenjang Strata 1, Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Disusun oleh :
Nama : Adi Nugroho Pamungkas
No. Mhs : 151.03.1133
Jurusan : Teknik Mesin
Fakultas : Teknologi Industri

Yogyakarta, 15 April 2019


Mengetahui, Pemohon
Dosen Pembimbing

Taufiq Hidayat, S.T., M.Eng. Adi Nugroho Pamungkas


NIK. 04.0974.578 E NIM. 151.03.1133

Menyetujui,
Ketua Jurusan Teknik Mesin

Nidia Lestari, S.T., M. Eng.


NIK. 14.1187.705 E
A. JUDUL
Bidang kajian yang diambil sebagai bahan kerja praktik berjudul:
“KESEHATAN DAN KESELAMATA KERJA (K3) PROSES PENGECORAN
DISK HOLDER BAJAK MINI DI PT SINAR SEMESTA”

B. PENDAHULUAN
Mahasiswa sebagai salah satu sumber daya manusia yang menjalani proses
belajar di perguruan tinggi diharapkan bisa mengolah serta mengelola sumber daya
alam yang ada di Indonesia agar tidak hilang seketika serta bisa membawa
Indonesia terus menjadi negara maju, dengan berbagai fasilitas publik yang
membuat kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat.
Dalam proses belajar yang dilakukan di ruang perkuliahan, mahasiswa hanya
menjalani proses pembelajaran dan mendapatkan lebih banyak teori dibandingkan
praktiknya khususnya di lapangan pekerjaan. Kerja praktik (KP) merupakan salah
satu mata kuliah di Jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi AKPRIND
Yogyakarta, yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengetahui bagaimana
nantinya job desc yang akan dilaksanakan di lapangan pekerjaan yang bisa dipilih
di berbagai Instansi Pemerintah, BUMN, Perusahaan, Lembaga Penelitian,
Laboratorium, yang sesuai dengan minat yang diinginkan mahasiswa itu sendiri.
Harapan yang bisa didapatkan dari pelaksanaan kerja praktik ini adalah
mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman maupun gambaran segala
aspek, yang meliputi aspek kerekayasaan, manajemen, dan pelaksanaan di
lapangan. Mahasiswa juga diwajibkan memiliki kemampuan dan keterampilan
optimal dalam aspek laporan tertulis. Bagi pihak perusahaan, adanya kerja praktik
ini dapat dianggap sebagai penambahan sumber daya manusia yang dihadapi oleh
instansi baik melalui studi kasus maupun studi lapangan sekaligus. Di samping itu,
selama proses kerja praktik, mahasiswa dapat dijadikan patokan untuk menilai
calon sarjana di Indonesia.
Dengan adanya kerja praktik ini, nantinya mahasiswa selain mendapatkan
ilmu secara teori di ruang perkuliahan, tapi juga akan memiliki pengetahuan tentang
apa yang akan dikerjakan di lapangan pekerjaan apabila sudah terjun di dunia
pekerjaan yang nantinya diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas maupun sumber daya manusia yang mampu mengolah sumber daya
alam Indonesia dengan bijaksana.

C. LATAR BELKANG
Dalam Dunia Industri :
Saat ini telah memasuki era globalisasi, dimana arus informasi baru
berkembang dengan pesat dan arus pertukaran informasi berlangsung dengan cepat.
Hal tersebut di tunjang oleh pesatnya perkembangan Teknologi dan ilmu
pengetahuan. Di Indonesia industri logam semakin tumbuh dan berkembang dengan
pesat pada era pembangunan tambang (mining metalurgi), sektor industri proses
logam dan sektor industri logam mekanik.
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi pada sektor industri
proses logam, baik bahan baku maupun tambahan, serta hasil-hasil produksi, sisa-
sisa produksi, alat-alat dan saran-sarana dalam proses produksi merupakan potensi
bahaya bagi tenaga kerja. Oleh karena itu tentu saja pengetahuan peneliti juga
dituntut untuk maju dan berkembang. Dimana salah satu tujuannya adalah
menghindari ketertinggalan dan memenangkan persaingan di berbagai bidang,
khususnya di bidang pekerjaan pendidikan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi.
Di era kemajuan teknologi industri, teknik pengecoran konvensional masih
tetap dibutuhkan, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa kebanyakan indudtri-
industri kecil sampai menengah lebih banyak mengaplikasikan teknologi
pengecoran sederhana dan lebih fleksibel dalam mengikuti keinginan
pelanggannya.
Industri pengecoran kecil hanya mampu menghasilkan permintaan produk-
produk dalam jumlah terbatas,yang tentunya sangat sukar untuk dilakukan di
industri besar. Hal ini memacu para praktisi pengecoran logam berbasis besi (ferro)
dan bukan besi (non ferro) untuk semakin meningkatkan kualitas produk maupun
kapasitas produksinya.
Dalam Dunia Akademik:
KP merupakan salah satu syarat perkuliahan, Serta kelulusan harus ditempuh
oleh Mahasiswa Strata-1 Jurusan Teknik Mesin. Mengingat Pentingnya hal tersebut
maka Mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta harus
melaksanakan KP, sebab KP merupakan ajang penggabungan suatu mata kuliah
yang sudah di dapat di bangku kuliah dengan keadaan penggambaran di lapangan
(di dunia industri). Dengan adanya KP ini di harapkan para mahasiswa mampu
menerapkan ilmu yang di peroleh. Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan
pengetahuan. Dengan demikian diharapkan setelah lulus akan menciptakan sumber
daya manusia yang handal.
Tentunya kita sudah memahami bahwa pekerjaan sebagai engineer tidak
sesederhana yang kita bayangkan seperti dibangku perkuliahan, karena kita juga
dituntut memberikan hasil yang nyata dalam penanganannya. Oleh karena itulah
program KP sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Dengan tujuan tercapainya standar
dan kualitas mutu bagi para Sarjana Teknik dalam penerapan dunia kerja, dengan
memberikan gambaran yang kongkret tentang dunia kerja yang akan mereka
hadapi.
Perkembangan dunia kerja saat ini telah mengacu pada pertumbuhan dan
perkembangan pabrik sebagai salah satu sarana untuk melaksanakan kegiatan
produksi. Semakin besarnya perkembangan ini, maka diperlukan tenaga ahli
yang mampu membangun serta memelihara sarana dan fasilitas dari kegiatan
produksi. Aktivitas dunia kerja saat ini menuntut skill (baik Hard Skill maupun Soft
Skill) atau keahlian dalam bekerja, yang tidak lepas dari kemampuan untuk terus
berkembang dan maju.

D. TUJUAN KERJA PRAKTIK


Tujuan dari diadakannya Kerja Praktik pada industri ini adalah :

1. Sebagai tujuan khusus, agar mahasiswa dapat mempelajari proses pegcoran


logam di dunia industri.
2. Sebagai perbandingan antara teori dan perkuliahan dengan kenyataan di
lapangan dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa nantinya tidak lagi
canggung apabila terjun ke dunia kerja.
3. Mempersiapkan para lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang akan mereka
hadapi.
4. Memberikan gambaran nyata yaitu mengenai apa saja yang akan dikerjakan
dan dilakukan seorang engineer di dalam dunia industri.
5. Sebagai tambahan ilmu bagi rekan-rekan mahasiswa yang lain tentang
perkembangan teknologi pengecoran logan dan proses pembuatan alat.
6. Improvisasi kemampuan dasar teknik.

E. MANFAAT KERJA PRAKTIK

1. Bagi Mahasiswa
a. Meningkatkan pengetahuan kita akan dunia kerja berdasarkan ilmu yang
kita peroleh di lingkungan pendidikan.
b. Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama di dalam
lingkungan industri sebagai pribadi atau calon engineer.
c. Memperluas pengetahuan tentang proses kerja pengecoran logam
2. Bagi Almamater
a. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam
menghadapi KP, mengumpulkan data serta menganalisanya.
b. Mengetahui kebutuhan dunia industri akan lulusan Sarjana (Engineer)
c. Terjadinya hubungan kerja sama yang baik antara Institut dan
perusahaan yang bersangkutan.
d. Memperoleh umpan balik yang baik dari dunia kerja sebagai bahan
evaluasi di bidang akademik untuk perkembangan dan peningkatan
kualitas pendidikan.
3. Bagi Perusahaan
a. Menjalin kerja sama dengan Institut sebagai salah satu pengabdian bagi
dunia pendidikan.
b. Sebagai sarana tukar informasi dan umpan balik untuk meningkatkan dan
mengembangkan teknologi.
c. Sebagai data masukan untuk memperoleh pertimbangan dan
peningkatan kualitas dari system yang sudah ada melalui penerapan
metode kerja yang diperoleh mahasiswa.

F. LANDASAN TEORI
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) adalah suatu sistem program yang
dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif)
timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan
kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal
demikian.Tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk mengurangi biaya
perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan
kerja.Namun patut disayangkan tidak semua perusahaan memahami arti pentingnya
K3 dan bagaiman mengimplementasikannya dalam lingkungan perusahaan.
Kesehatan dan keselamtan kerja ( K3 ) hal yang sangat penting bagi setiap
orang yang bekerja dalam lingkungan perusahaan, terlebih yang bergerak di bidang
produksi khususnya, dapat pentingnya memahami arti kesehatan dan keselamatan
kerja dalam bekerja kesehariannya untuk kepentingannya sendiri atau memang
diminta untuk menjaga hal-hal tersebut untuk meningkatkan kinerja dan mencegah
potensi kerugian bagi perusahaan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah
seberapa penting perusahaan berkewajiban menjalankan prinsip K3 di lingkungan
perusahaannya. Patut diketahui pula bahwa ide tentang K3 sudah ada sejak 20 (dua
puluh) tahun lalu, namun sampai kini masih ada pekerja dan perusahaan yang belum
memahami korelasi K3 dengan peningkatan kinerja perusahaan, bahkan tidak
mengetahui aturannya tersebut. Sehingga seringkali mereka melihat peralatan K3
adalah sesuatu yang mahal dan seakan-akan mengganggu proses berkerjanya
seorang pekerja. Untuk menjawab itu kita harus memahami filosofi pengaturan K3
yang telah ditetapkan pemerintah dalam undang-undang.
Pengecoran Logam & Pola
Pengecoran logam adalah proses pembuatan benda dengan mencairkan logam
dan menuangkan cairan logam tersebut ke dalam rongga cetakan. Proses ini dapat
digunakan untuk membuat benda-benda dengan bentuk rumit. Benda berlubang
yang sangat besar dan sangat sulit atau sangat mahal jika dibuat dengan metode lain,
dapat diproduksi masal secara ekonomis menggunakan teknik pengecoran yang
tepat. Pengecoran logam dapat dilakukan untuk bermacam-macam logam seperti,
besi, baja paduan tembaga (perunggu, kuningan, perunggu alumunium dan lain
sebagainya), paduan ringan (paduan alumunium, paduan magnesium, dan
sebagainya), serta paduan lain, semisal paduan seng, monel (paduan nikel dengan
sedikit tembaga), hasteloy (paduan yang mengandung molibdenum, chrom, dan
silikon), dan sebagainya. Untuk membuat coran harus melalui proses pembuatan
model pencairan logam, penuangan cairan logam ke model, membongkar,
membersihkan dan memeriksa coran. Pencairan logam dapat dilakukan dengan
bermacammacam cara, misal dengan tanur induksi (tungku listrik di mana panas
diterapkan dengan pemanasan induksi logam), tanur kupola (tanur pelebur dalam
pengecoran logam untuk melebur besi tuang kelabu), atau lainnya. Cetakan
biasanya dibuat dengan memadatkan pasir yang diperoleh dari alam atau pasir
buatan yang mengandung tanah lempung. Cetakan pasir mudah dibuat dan tidak
mahal. Cetakan dapat juga terbuat dari logam, biasanya besi dan digunakan untuk
mengecor logam-logam yang titik leburnya di bawah titik lebur besi.
Pada pengecoran logam dibutuhkan pola yang merupakan tiruan dari benda
yang hendak dibuat dengan pengecoran. Pola dapat terbuat dari logam, kayu,
stereofom, lilin, dan sebagainya. Pola mempunyai ukuran sedikit lebih besar dari
ukuran benda yang akan dibuat dengan maksud untuk mengantisipasi penyusutan
selama pendinginan dan pengerjaan finishing setelah pengecoran. Selain itu, pada
pola juga dibuat kemiringan pada sisinya supaya memudahkan pengangkatan pola
dari pasir cetak.
Jenis Jenis Bahan Untuk Membuat Pola Pengecoran Logam
1. Logam
Pola yang terbuat dari bahan logam memiliki umur yang lebih panjang.
Sehingga pola logam menjadi pilihan untuk digunakan ketika melakukan
pengecoran dalam jumlah banyak. Pola logam ini digunakan agar dapat menjaga
ketelitian hasil coran untuk jumlah banyak.
Pola logam tidak mudah rusak ketika digunakan pada pengecoran sistem
tanam yang dipukul- pukul. Logam yang digunakan bermacam-macam dapat
sisesuaikan dengan penggunaannya. Untuk logam tahan panas dapat digunakan
besi cor, baja cor,dan panduan tembaga. Bahan-bahan tersebut cocok digunakan
sebagai bahan pola pada pembuatan cetakan kulit. Sedangkan alumunium
digunakan sebagai bahan pola untuk pembuatan cetakan dengan tangan.

2. Kayu
Pola kayu memiliki sifat cendrung kurang tahan terhadap gesekan. Jenis
pola ini bisa digunakan pada produksi dalam jumlah sedikit. Kayu yang digunakan
untuk membuat pola ini yaitu kayu tahan bentuk dan gesekan. Pola kayu memiliki
kelebihan dari segi biaya yang murah, waktu pembuatan cepat, dan proses
pembuatan lebih mudah dibanding dengan pola logam. Pengunaan pola kayu
biasanya diperkuat dengan lapisan plastik pada permukaan pola dan umumnya
digunakan untuk cetakan pasir.

3. Plastik
Pola palstik biasa digunakan pada produksi dengan jumlah yang banyak dan
membutuhkan ketelitian ukuran tinggi. Proses reproduksi pola baru untuk pola
palstik ini lebih mudah dan cepat. Namun pola jenis ini jarang sekali digunakan.

4. Sintetik
Pola sintetik terbuat dari bahan kimia berupa resin. Jenis pola ini digunakan
pada produksi benda cor berukuran kecil atau pada pencetakan dengan mesin. Pola
resin memiliki sifat tahan aus dan penyusutannya kecil.
5. Styrofoam
Pola Styrofoam juga biasa disebut pola hilang, Karena Styrofoam akan ikut
larut bersama cairan logam yang bersuhu tinggi ketika proses penungan. Jadi pola
jenis ini bersifat sekali pakai. Meskipun demikian,pola Styrofoam memiliki
kelebihan dari segi biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat.
Pengunaan pola Styrofoam yaitu pada pengecoran dengan jumlah sedikit (bijian)
dan benda berukuran besar.

G. METODOLOGI PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK


1. Objek Pelatihan
Dalam pelatihan ini, penulis akan meneliti cara pengecoran logam dan
pembuatan pola sebagai salah satu proses dalam pengecoran logam.

2. Partisipasi Aktif
Penulis akan ikut terjun langsung di industri membantu dalam proses.
Pembuatan pola dan pengecorannya (dengan seizin perusahaan)

3. Metode Pengumpulan Data


a. Metode Pengumpulan data Primer
Data primer adalah data penelitian diperoleh secara langsung dari objek
yang diteliti. Dalam hal ini, penelitian dilakukan secara langsung pada objek
dengan pendekatan secara primer yang dapat diperoleh dengan cara :
1) Interview dan Wawancara
Langsung pada objek dengan mengadakan Tanya jawab langsung
dengan pihak perusahaan.
2) Observasi
Pengambilan data secara langsung dengan cara mengamati dan
mencatat objek penelitian pada saat melaksanakan magang pada
industri.
b. Metode Pengumpulan Data Sekunder
Data didapat dengan cara tidak langsung, dalam arti dari literature buku
petunjuk pada setiap bagian peralatan sumber lain yang berhubungan
dengan objek penelitian.

4. Diagram Alir
Rancangan urutan pelaksanaan KP yang akan dilaksanakan penulis di PT
SINAR SEMESTA ditunjukan Gambar 1 dibawah ini

Mulai

Penentuan Pendahuluan Pengenalan

Studi Pustaka

Penentuan Tujuan dan Perumusan

Identifikasi

Pengumpulan Data

Pengolahan dan Analisis

Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar. 1. Diagram Alir Pelatihan (Flow Chart)


H. RENCANA KERJA PRAKTIK
Time Schedule

No Kegiatan Minggu ke-


I II III IV
1 Orientasi Lapangan
2 Studi Pustaka
3 Pengumpulan Data
4 Pengolahan Data

I. SISTEMATIKA PENUISAN LAPORAN

JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan permasalahan, batasan
masalah, tujuan KP dan manfaat KP.

BAB II DATA UMUM PERUSAHAAN


Berisi tentang profil PT SINAR SEMESTA, meliputi sejarah singkat, lokasi,
peralatan permesinan dan produksinya

BAB III LANDASAN TEORI


Berisi tentang dasar-dasar teori yang dibutuhkan dalam laporan
BAB IV TINJAUAN KHUSUS SISTEM OPERASI DAN PERAWATAN
Berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Kesehatan Dan Keselamata Kerja
Proses Pengecoran DISK HOLDER bajak mini di PT SINAR SEMESTA, Klaten, Jawa
Tengah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan berisi tentang inti - inti pokok dari laporan. Saran berisi mengelai
hal - hal yang menunjang kesempurnaan perusahaan.

DAFTAR KEGIATAN HARIAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Anida rosediani, 2013, Teori K3 ( keselamtan dan Kesehatan Kerja ),


https://anidarosediani.blogspot.com/2013/02/teori-k3-kesehatan-dan-
keselamatan-kerja.html, Diakses Jam 17 : 30 tagal 19 April 2019 ).

Logam Ceper, 2014, 5 jenis pola pengecora logam,


https://logamceper.com/pola-pengecoran-logam/, Diakses Jam 15 : 30
tagal 12 April 2019 ).
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama : Adi Nugroho Pamungkas
Tempat & tanggal Lahir : Sleman, 06 juli 1997
Alamat : Gatak2 RT01 RW01, Selomartani, Kalasan
Sleman
No. HP : 081393884429
Email : adinugroho7571@gmail.com
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
PENDIDIKAN FORMAL
1. 2003-2009 : SD N Tunjungsari 1
2. 2009-2012 : SMP N 2 Kalasan
3. 2012-2015 : SMK Muhammadiyah Prambanan
4. 2015-Sekarang : Teknik Mesin S-1 di IST AKPRIND Yogyakarta
PENDIDIAN NON FORMAL
1. Latihan dasar kepemimpinan (LDKM) Pada tanggal 28-29 November 2015
yang di laksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Institute Sains &
teknologi AKPRIND Yogyakarta
2. Pelatihan Pendidikan Dasar Koprasi Menengah Koprasi (DIKSARMENKOP)
pada tanggal 04-05 Desember 2015 yang di laksanakan oleh koprasi
mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta
PENGALAMAN ORGANISASI
1. Staff Bidang usaha Koprasi Mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta Periode
20116-2017
2. Kepala Bidang usaha Koprasi Mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta Periode
2017-2018
3. Ketua Karang Taruna Dusun gatak 2, Selomartani, Kalasan, Sleman Priode
2017-2019